Daerah,  Pendidikan

Klarifikasi SMPN 2 Bangkalan Terkait Pemberitaan Dugaan Ucapan Guru yang Dinilai tidak Etis

Bagikan

WARTAPENASATUJATIM | BangkalanManajemen SMPN 2 Bangkalan secara resmi menyampaikan hak jawab atas pemberitaan dugaan ucapan tidak pantas oknum guru kepada siswa yang sebelumnya telah tayang di sejumlah media.

Pihak sekolah menilai pemberitaan tersebut kurang tepat jika ucapan guru tersebut dianggap sebuah penghinaan terhadap siswanya.

PLT kepala sekolah SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini menuturkan, bahwa kalimat yang disampaikan oknum guru bukanlah bentuk penghinaan melainkan sebagai motivasi

“Guru tersebut mengaku hanya mengatakan”Belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin. Ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin,” tuturnya.

PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan ke ruang publik seharusnya melalui proses verifikasi menyeluruh, terutama ketika menyangkut reputasi pendidik dan institusi pendidikan.

Ia menyebut peristiwa yang dipersoalkan terjadi sekitar pertengahan Juli 2025, bukan kejadian baru seperti yang dipersepsikan publik.

Husaini menjelaskan, bahwa saat awak media mendatangi sekolah pada Senin (19/1), pihaknya telah secara terbuka meminta waktu 1 x 24 jam, untuk melakukan konfirmasi kepada guru yang bersangkutan.

Namun hingga batas waktu tersebut, klarifikasi belum dilakukan sementara berita telah lebih dahulu dipublikasikan.

“Kami sudah menyampaikan permintaan waktu untuk konfirmasi. Dengan memanggil guru yang bersangkutan dan wali murid untuk klarifikasi. Bahkan keesokan harinya kami menunggu sejak jam dinas hingga siang hari. Namun berita sudah tayang sebelum klarifikasi terlaksana,” tegasnya.

Terkait substansi ucapan guru, Husaini menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi internal, tidak ada niat merendahkan, menghina, atau membuli siswa secara personal. Ucapan tersebut disampaikan secara umum kepada seluruh siswa sebagai bagian dari upaya memotivasi belajar, bukan ditujukan kepada individu tertentu sebagaimana tergambar dalam pemberitaan.

Pihak sekolah juga menyesalkan framing berita yang dinilai menyederhanakan konteks peristiwa dan mengabaikan rencana mediasi yang sejatinya akan ditempuh sekolah dengan mempertemukan guru, siswa, dan wali murid untuk mengungkap fakta secara objektif.

“Kami tidak menutup mata terhadap evaluasi. Namun penilaian publik harus dibangun di atas informasi yang berimbang dan diverifikasi, bukan asumsi atau narasi,” ujarnya.

Manajemen SMPN 2 Bangkalan menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan yang beretika dan profesional, sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab media dalam menjaga akurasi, kehati-hatian, serta prinsip cover both sides demi mencegah pembentukan opini yang menyesatkan publik. (Azis)***


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartapenasatu.com @2025