Joker Law Gandeng Leandra Isvara dan Ayu Syiva Zara, Siap Hidupkan Lagi Kejayaan Musik Anak Indonesia
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Industri musik anak Indonesia kembali mendapat harapan baru. Musisi senior Joker Law resmi kembali ke dunia hiburan setelah hampir dua dekade vakum dengan membawa misi yang berbeda dari sebelumnya, yakni menghidupkan kembali lagu anak-anak yang edukatif, ceria, dan dekat dengan kehidupan keluarga.
Kembalinya Joker Law ditandai dengan proses produksi album terbaru yang dilakukan di kawasan Taman Flora Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
Tidak hanya menghadirkan karya baru, proyek tersebut juga menjadi wadah lahirnya dua penyanyi cilik pendatang baru, Ayu Syiva Zara dan Leandra Isvara.
Album tersebut semakin menarik perhatian karena akan menghadirkan aransemen ulang lagu legendaris karya mendiang Ahmad Sofian yang pernah populer pada era 1980-an.

Meski judulnya masih dirahasiakan, konsep musik yang dibawa disebut akan dikemas lebih modern dengan sentuhan khas tahun 2026.
Menurut Joker Law, proyek ini bukan sekadar momentum comeback pribadi, tetapi bagian dari kepeduliannya terhadap perkembangan dunia musik anak yang dinilainya mulai kehilangan ruang di industri hiburan nasional.
“Saya ingin anak-anak Indonesia kembali punya lagu yang sesuai dengan usia mereka. Dulu lagu anak sangat kuat, penuh pesan moral dan keceriaan. Sekarang itu mulai jarang ditemukan. Karena itu saya ingin ikut menghadirkan kembali warna musik anak yang positif,” ujar Joker Law.
Ia menilai regenerasi penyanyi anak perlu terus dilakukan agar anak-anak Indonesia memiliki figur dan karya yang dapat menjadi contoh sesuai perkembangan usia mereka.
Dalam proses penggarapan video klip, Joker Law turut melibatkan berbagai talenta kreatif, mulai dari model profesional hingga tim koreografi untuk memperkuat kualitas visual album. Produksi tersebut juga melibatkan sekitar 30 orang tim pendukung.
Sementara itu, mini album perdana Ayu Syiva Zara akan menghadirkan lima lagu anak. Menariknya, tiga lagu di antaranya merupakan ciptaan sang ibunda sendiri, yakni “Ceria”, “Mama”, dan “Tebak-Tebak”.
Ibunda Ayu, Nindy Ju, mengaku bangga dapat mendukung langkah putrinya memasuki industri musik sejak usia dini.
“Saya ingin Ayu tumbuh dengan karya-karya yang positif untuk anak-anak seusianya. Semoga kehadiran Ayu bisa menginspirasi anak-anak lain agar kembali mencintai lagu anak Indonesia,” tutur Bunda Nindy Ju.
Di sisi lain, Leandra Isvara yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya untuk mengembangkan bakat di dunia tarik suara.
Sang ibunda, Vthree Zhenkia, mengatakan bahwa bakat bernyanyi Leandra sudah terlihat sejak usia lima tahun.
“Sejak kecil Leandra memang sangat suka bernyanyi. Saya sebagai orang tua tentu mendukung cita-citanya menjadi artis cilik yang berprestasi dan dikenal luas di Indonesia,” ungkap Vthree Zhenkia.
Selain menjalani proses rekaman dan syuting video klip, Leandra juga mendapat pendampingan vokal dari Coach Naufal Fadeel Akbar guna memaksimalkan kemampuan bernyanyinya.
Pemilihan Taman Flora Surabaya sebagai lokasi syuting dinilai sangat mewakili konsep album yang mengedepankan suasana keluarga dan interaksi hangat antara orang tua dengan anak.
Rencananya, album terbaru Joker Law akan menghadirkan sembilan video klip, sedangkan mini album Ayu dan Leandra akan dilengkapi lima video klip tambahan yang menyasar generasi muda melalui visual yang segar dan modern.
Peluncuran resmi album tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026 dan diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali musik anak Indonesia di tengah dominasi lagu-lagu dewasa di kalangan generasi muda. (Red)***
jeg mistet 40 stk på mitt raske hussalg
Anda Mungkin Suka Juga
– Duka Cita Mendalam untuk Nagari Sulit Air
26 Juli 2025
Lomba Besei Kambe di Polda Kalteng, Sarana Lestarikan Budaya Lokal Dimomentum Hari Bhayangkara ke-79
20 Juni 2025