
Didik Nini Thowok: Dari Penjaga Tradisi Hingga Teror dalam Perempuan Pembawa Sial
Jakarta WARTA PENA SATU Maestro tari legendaris Indonesia, Didik Nini Thowok, kembali mencuri perhatian lewat
keterlibatannya dalam film horor terbaru garapan Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial.
Kehadirannya bukan hanya sekadar cameo, melainkan menghadirkan aura mistis yang
mempertegas nuansa horor kental dalam cerita. Berikut 5 hal menarik tentang Didik Nini
Thowok hingga akhirnya ikut ambil bagian dalam film ini:
- Penjaga Tradisi Tari Lengger & Kesenian Jawa
Sejak awal kariernya, Didik Nini Thowok dikenal sebagai pelestari seni tari tradisional
Jawa, khususnya tari Lengger. Dengan karakteristik khasnya yang menari menggunakan
dua wajah (double mask), ia menghadirkan pengalaman artistik yang unik sekaligus
mistis. - Eksperimen Artistik dengan Gender dan Identitas
Salah satu ciri khas Didik adalah kemampuannya menembus batas gender dalam seni
pertunjukan. Ia kerap menari dengan karakter perempuan, menampilkan keanggunan
sekaligus menghadirkan ambiguitas yang memikat, sebuah ciri khas yang kini memberi
dimensi baru dalam film horor. - Kehadiran Mistis yang Mengakar di Budaya
Bukan hanya soal tari, aura yang dibawa Didik kerap dikaitkan dengan nuansa spiritual
Jawa. Dari kostum, musik, hingga gerakan, setiap penampilannya sering kali
meninggalkan kesan magis, sebuah kualitas yang menjadikannya pilihan tepat untuk
hadir di dunia horor layar lebar. - Sosok yang Melegenda dengan Bekal Ilmu dari Berbagai Negara
Dedikasi Didik Nini Thowok terhadap seni tari membawanya belajar ke berbagai
maestro. Dari maestro tari Bali I Gusti Gde Raka di Gianyar, mendalami Tari Topeng
Cirebon dari Ibu Suji, hingga Tari Klasik Sunda dari Endo Suanda. Ia juga mempelajari tari
klasik Noh (Hagoromo) di Jepang dan tari Flamenco di Spanyol. Semua pengalamannya
menjadikannya sosok yang dihormati hingga mancanegara. - Menghidupkan Teror dalam Perempuan Pembawa Sial Dalam film ini, Didik Nini Thowok bukan hanya sekadar tampil sebagai seniman, tetapi sebagai sosok yang menyatu dengan horor itu sendiri. Kehadirannya menambah kedalaman atmosfer mistis, terutama dalam cerita yang menggali mitos Bahu Laweyan dan perempuan yang “dihantui masa lalu.”
Dalam film ini, Didik Nini Thowok berperan sebagai Mbah Warso, seorang dukun manten yang
menjadi sosok penting dalam hidup Mirah (Raihaanun), tokoh utama film ini. Kehadiran Mbah
Warso membawa nuansa mistis yang kental, menghubungkan dunia nyata dengan
bayang-bayang masa lalu yang penuh karma, legenda seni, dan misteri yang berakar kuat pada
budaya Jawa.
Dengan kehadiran Didik Nini Thowok, Perempuan Pembawa Sial tidak hanya menjadi film horor,
tetapi juga sebuah perayaan seni dan budaya Indonesia yang otentik. Jangan lewatkan kisah
Mirah, Mbah Warso, dan misteri yang menyelimuti Perempuan Pembawa Sial mulai 18
September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.
TENTANG IDN PICTURES
IDN Pictures adalah perusahaan film berbasis teknologi yang berfokus pada storytelling dan
pemanfaatan data untuk menciptakan film serta konten video yang relevan dan menarik bagi
generasi Milenial dan Gen Z di Indonesia. Dengan pendekatan yang menggabungkan kreativitas
dan wawasan berbasis data, IDN Pictures berkomitmen menghadirkan cerita-cerita yang dekat
dengan realitas masyarakat Indonesia saat ini. Beberapa karya IDN Pictures yang telah
mendapat perhatian luas antara lain Qorin, Sleep Call, Srimulat, Seni Memahami Kekasih, Inang,
dan Balada Si Roy.
PRODUCTION NOTES PEREMPUAN PEMBAWA SIAL
Original Title
English Title
Production Year
Duration (Minutes) : 97 Minutes
Director Producer : Fajar Nugros
Scriptwriters : Susanti Dewi
Executive Producers : Fajar Nugros, Husein M. Atmodjo
Casting Directors : Winston Utomo, William Utomo
Director Of Photography : Wendi Agga
Art Director : Angela Halim
Costume Supervisor : Fadillah Putri Yunidar
Key Makeup Effect & Hair : Cherry Wirawan
Post-Production Manager : Luqman Thalib
Editor : Wawan Idati Wibowo
Colorist Sound Recordist : Sorawich Khunpinij
Vfx : Aftertake Post Production, Skybox Digital, The Organism
Sound Recordist : Hasanudin Bugo
Sound Design & Mixing : Andre Harihandoyo
Music Composer : Ricky Lionardi
Anda Mungkin Suka Juga

OPS PATUH KARAKKATAU 2025 TULANG BAWANG BARAT FOKUS PADA KESELAMATAN DAN DISIPLIN BERLALU LINTAS
Juli 25, 2025
JAKSA TETAPKAN, OKNUM BANK KORUPSI DI TASIK
Juli 8, 2025