Seni dan Budaya

  • Nasional,  Pertahanan,  Seni dan Budaya

    Kemensos Gelar Bedah Buku ‘Menghadang Kubilai Khan’ di Mataram, Bangkitkan Jiwa Patriotisme Mahasiswa

    MATARAM    wartapenasatu.com

    “Bung Mono Hadir Langsung! Bedah Buku ‘Menghadang Kubilai Khan’ Kemensos Inspirasi Mahasiswa Mataram”
    “Penulis ‘Menghadang Kubilai Khan’ Datang ke Mataram, Bagi Pesan Patriotisme ke Mahasiswa”  

    Pembuka Acara dan Tema Inti
    Mataram – Membangkitkan jiwa patriotisme menjadi kebutuhan krusial bangsa di masa kini. Untuk itu, Kementerian Sosial RI melalui Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, S.ST. M.SIP, MAWG, Ph.D, kembali menghadirkan kegiatan inspiratif dalam rangka program inovasi Gerakan Generasi Muda Peduli Cultural Awareness, Reading & Excursion (CARE). Acara berupa bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya Antun Joko Susmana berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, ditujukan khusus bagi mahasiswa dari berbagai universitas di sekitar Kota Mataram.

    Tujuan Kegiatan dan Dampak Sosial
    Kegiatan ini bukan hanya sekadar membahas buku, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan semangat literasi dan investasi sosial bagi generasi muda. “Acara ini sangat strategis karena mendukung literasi di kalangan pemuda, memungkinkan mereka menambah pengetahuan, wawasan, dan meneladani nilai-nilai luhur masa lalu seperti persatuan dan anti imperialisme,” ujar Arif Rohman. Menurutnya, hal ini sangat berguna bagi mahasiswa yang akan berperan penting dalam pembangunan bangsa di masa mendatang.

    Perspektif Penulis Tentang Sejarah Nusantara
    Penulis buku Antun Joko Susmana yang biasa disapa Bung Mono hadir langsung dari Jakarta untuk membagikan perspektif mendalam mengenai perjalanan sejarah Nusantara abad ke-13. Melalui novel sejarahnya, ia berharap generasi muda masa kini dapat membangkitkan jiwa patriotiknya dan berani mewujudkan nilai kebangsaan serta persatuan. Ia mengambil contoh Jayakatwang yang berani menghadang pasukan Mongol di bawah komando Kubilai Khan, bahkan lebih memilih dieksekusi mati daripada menjadi raja boneka kekuasaan asing.

    Peringatan Terhadap “Kubilai Khan Baru”
    Selain membahas sejarah, Bung Mono juga memberikan peringatan kepada peserta tentang ancaman modern yang ia sebut “Kubilai Khan Baru”. “Generasi muda perlu bersatu dan selalu mawas diri menghadapi imperialisme, birokrasi koruptif, dan oligarki internal yang disebut serakahnomic,” tegasnya. Pesan ini diharapkan membuat mahasiswa lebih waspada dan aktif dalam melindungi kepentingan bangsa.

    Profil dan Peran Penulis di Kemensos
    Selain aktif menulis dan berkecimpung pada isu-isu sosial serta budaya, Antun Joko Susmana saat ini menduduki jabatan strategis sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Kerjasama dan Kemitraan Strategis. Kehadirannya secara langsung dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai penulis, melainkan juga sebagai perwakilan institusi yang berkomitmen membangun generasi muda yang berkarakter dan patriotik.

    Kolaborasi Penyelenggara dan Pembukaan Acara
    Kegiatan berjalan dengan sukses berkat kolaborasi yang erat antara Sentra Paramita Kemensos RI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), serta Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H., dan diikuti oleh ratusan mahasiswa yang mengikuti dengan antusiasme tinggi.

    Kontribusi Narasumber Akademisi dan Pemerhati Sejarah
    Diskusi semakin kaya dan mendalam dengan kehadiran dua narasumber tambahan, yaitu Prof. Dr. H. Nuriadi Sayip, S.S., M.Hum (budayawan sekaligus akademisi) dan Dedy Ahmad Hermansyah (pemerhati sejarah). Mereka menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran berpikir kritis, taktis, dan kreatif dalam berstrategi. Selain itu, memperluas ruang dialog mengenai sejarah dan kebudayaan leluhur juga akan memperkuat fondasi karakter, identitas, dan nasionalisme bangsa.

    Penutup dan Harapan Masa Depan
    Persatuan yang dibangun atas dasar kesadaran sejarah dinilai sebagai fondasi kuat untuk ketahanan bangsa. Kegiatan bedah buku ini diakhiri dengan panggilan untuk semua pihak, terutama generasi muda, untuk terus hidupkan semangat belajar dan menjaga warisan budaya Indonesia yang berharga.

    #KemensosSelaluAda

     

  • Daerah,  Ekonomi,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Pemkab Toba Gelar Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos untuk Angkat Kreativitas dan Warisan Budaya

    Pemkab Toba Gelar Lomba Busana & Desainer Etnik Ulos untuk Angkat Kreativitas dan Warisan Budaya

    Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat melalui Lomba Busana dan Desainer Etnik Ulos Kabupaten Toba. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 29–30 November 2025, bertempat di Tugu DI Panjaitan, Balige.

    Sebagai daerah yang kaya akan tradisi, Kabupaten Toba memiliki beragam warisan budaya, salah satunya kain ulos yang menjadi identitas masyarakat Batak Toba. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat kecintaan terhadap budaya ulos serta membuka ruang bagi masyarakat untuk berinovasi dalam bidang fashion berbasis etnik.Lomba ini diikuti oleh 46 penjahit dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Toba, yang masing-masing menampilkan kreativitas dan desain fashion terbaik mereka menggunakan motif ulos sebagai elemen utama.

     

    Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, melalui Pj. Sekretaris Daerah Toba, Paber Napitupulu, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan harapannya, “Kepada OPD pelaksana kami berpesan agar kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahunnya dengan persiapan yang lebih baik lagi, karena hal ini menunjukkan budaya dan identitas kita sebagai orang Batak, khususnya Batak Toba.”

    Acara ini turut dihadiri Ketua DWP Kabupaten Toba Ny. Marta Paber Napitupulu, Asisten Pemerintahan Eston Sihotang, Kadis Kominfo Sesmon Butarbutar, Kabalitbang Sofian Sitorus, Kadis Pariwisata Rusti Hutapea, Plt. Kepala BKPSDM Henry Silalahi, Kabag Protokol Trisno Samosir, Kapolsek Balige Libertus Siahaan, para juri, serta para pelaku UMKM.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap kreativitas berbasis budaya semakin berkembang, dan generasi muda semakin bangga serta terpanggil untuk melestarikan warisan budaya ulos sebagai identitas masyarakat Toba.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

  • Kepolisian,  Militer,  Seni dan Budaya

    Babinsa Pangeranan Hadiri Musyawarah Pembentukan RW

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALANBabinsa Kelurahan Pangeranan Koramil 0829-01/Kota, Serka Mustakim bersama satu orang anggota Koramil menghadiri Musyawarah Rapat Pembentukan RW 09 di Perumahan Pangeranan Asri, Jl. Rajawali, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, Minggu (30/11/25).

    Kegiatan musyawarah berlangsung hangat dan partisipatif, dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan setempat.

    Rapat yang digelar sebagai langkah pembenahan administrasi wilayah ini mendapat antusias masyarakat demi terciptanya tata kelola lingkungan yang lebih baik.

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasat Binmas Polres Bangkalan, Lurah Pangeranan, Bhabinkamtibmas Pangeranan bersama satu anggota Polres Bangkalan, Babinsa Pangeranan dan satu anggota Koramil Kota, Ketua RT/RW Pangeranan, serta Kasi Pemerintahan Kelurahan Pangeranan.

    Serka Mustakim menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan struktur kewilayahan.

    “Kami siap mendukung setiap proses pembentukan kelembagaan masyarakat yang bermanfaat bagi ketertiban dan kemajuan lingkungan. Semoga RW 09 nantinya dapat menjadi wadah yang solid dalam membangun wilayah,” ujarnya.

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Keamanan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Pelantikan & Pengukuhan KATAR Desa Rancagong Masa Bakti 2025-2030

    Warta Pena Satu. Com- Banten

    Pelantikan dan pengukuhan Karang Taruna Desa Rancagong masa bakti 2025-2030 yang Diketuai Badru Salam, merupakan momen penting dalam perjalanan organisasi pemuda di desa tersebut. Acara yang diadakan dengan penuh semangat ini bertujuan untuk menempatkan pimpinan baru yang telah melalui proses seleksi ketat, serta memastikan kesinambungan program-program yang telah direncanakan sesuai dengan pedoman nasional Karang Taruna. Standar Kompas sendiri menjadi landasan utama dalam menyusun struktur organisasi, program kerja, dan tata cara pelaksanaan, sehingga setiap aktivitas dapat berjalan terarah dan sesuai dengan harapan masyarakat.

    Sebelum pelantikan, panitia penyelenggara telah melakukan serangkaian persiapan yang matang, mulai dari penentuan jadwal, penyiapan tempat, undangan tamu undangan, hingga persiapan materi yang dibutuhkan. Tamu undangan yang hadir meliputi kepala desa, tokoh masyarakat, pemimpin lembaga kemasyarakatan lainnya, serta orang tua anggota Karang Taruna. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai saksi, melainkan juga sebagai penopang dan pendukung bagi keberhasilan masa bakti baru yang akan datang.

    Proses pelantikan dimulai dengan upacara pembukaan yang diisi dengan bacaan doa dan sambutan dari kepala desa, yang menyampaikan harapan dan dukungan penuh kepada pimpinan dan anggota Karang Taruna masa depan. Selanjutnya, ketua pelaksana acara menyampaikan laporan tentang proses seleksi pimpinan, yang menekankan keseriusan dan keadilan dalam menentukan calon pengurus. Setelah itu, dilangsungkan proses pelantikan secara resmi, di mana setiap pengurus diberikan bendera, cap, atau tanda pengenal sebagai tanda penyerahan wewenang.

    Tahap pengukuhan menjadi bagian yang paling dinamis dalam acara, di mana pimpinan baru menyampaikan visi, misi, dan program kerja masa bakti 2025-2030 yang disusun sesuai dengan standar Kompas. Program-program yang diajukan mencakup berbagai bidang, seperti pengembangan sumber daya manusia pemuda, kesejahteraan masyarakat, lingkungan hidup, kebudayaan, dan ketahanan desa. Setiap program dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat Desa Rancagong dan kemampuan organisasi untuk melaksanakannya.

    Dalam masa bakti ini memberikan pedoman yang jelas tentang tata kelola organisasi, mulai dari struktur kepengurusan, sistem pertemuan, pelaporan, hingga akuntabilitas keuangan. Hal ini bertujuan untuk menjadikan Karang Taruna Desa Rancagong sebagai organisasi yang terstruktur, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa. Pimpinan baru juga berkomitmen untuk melakukan pelatihan dan pendidikan bagi anggota, sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menjalankan tugasnya.

    Selama acara pelantikan dan pengukuhan, anggota Karang Taruna menunjukkan semangat kebersamaan dan kebanggaan yang tinggi. Mereka berpartisipasi aktif dalam setiap sesi, mulai dari pembukaan hingga penutupan, dan menunjukkan dukungan penuh kepada pimpinan baru. Acara juga diisi dengan hiburan yang disajikan oleh anggota sendiri, seperti tarian tradisional, lagu pemuda, dan teater ringan yang mengangkat tema tentang peran pemuda dalam masyarakat.

    Penutupan acara ditandai dengan penyerahan piagam pengukuhan kepada pimpinan Karang Taruna masa bakti 2025-2030 dan sambutan penutup dari tokoh masyarakat yang mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung program-program yang telah direncanakan. Pelantikan dan pengukuhan ini bukan hanya akhir dari satu periode, melainkan juga awal dari perjalanan baru yang penuh harapan bagi Karang Taruna Desa Rancagong, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak kemajuan desa sesuai dengan Pengharapan kedepannya.

     

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Kuliner,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Perempuan Peduli Nusantara Gelar Pelatihan Public Speaking UMKM dan Rayakan HUT ke -71 Ibu Inge Mangundap

    Perempuan Peduli Nusantara Gelar Pelatihan Public Speaking UMKM dan Rayakan HUT ke-71 Ibu Inge Mangundap

    wartapenasatu.com

    Jakarta, Jumat 28 November 2025 Perempuan Peduli Nusantara menyelenggarakan pelatihan public speaking bagi para pelaku UMKM perempuan yang diprakarsai oleh Ketua Umum, Ibu Inge Manggunep. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Smesco Coworking Space BRI, Jalan Gatot Subroto, dengan suasana pembelajaran yang penuh antusiasme dari puluhan peserta.

    Pelatihan public speaking dibawakan oleh Coach Vida Bachsuan dari The Profesional Academy, yang menghadirkan materi mendalam mengenai teknik presentasi, strategi mempromosikan produk, hingga penggunaan gestur dan komunikasi efektif di depan publik. Sesi ini meningkatkan kepercayaan diri para peserta dalam memasarkan produk mereka secara lebih profesional.

    Selain itu, peserta juga menerima pelatihan pembuatan konten video promosi melalui aplikasi Elegan Teleprompter. Materi dipandu oleh Coach Diah dari Master Mentor OKOC, yang memberikan panduan langsung mengenai cara membuat konten kreatif dan berkualitas untuk memperkuat strategi pemasaran digital UMKM.

    Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari Bank BRI melalui sosialisasi program Rekening Bisnis yang disampaikan oleh Ibu Elisa. Program tanpa biaya administrasi ini diperkenalkan sebagai solusi perbankan yang lebih praktis bagi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usaha, dan disambut positif oleh para peserta.

    Tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan ini juga menghadirkan sesi teknik kebebasan emosi yang dipandu oleh Ibu Inge Manggunep. Materi ini membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam menjalankan usaha agar tetap produktif dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih stabil.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mini bazar turut digelar dengan diikuti sekitar 40 pelaku UMKM perempuan. Beragam produk tradisional dipamerkan di area coworking space, memberikan ruang interaksi, kolaborasi, serta kesempatan memperluas jaringan antar peserta. Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan plakat penghargaan kepada Coach Vida Bachsuan atas kontribusinya sebagai pemateri dari The Profesional Academy.

    Acara ditutup dengan momen hangat berupa perayaan ulang tahun ke-71 Ibu Inge Manggunep. Para peserta, panitia, dan kolega bersama-sama memberikan doa dan ucapan syukur. Dedikasi Ibu Inge yang tetap aktif membina dan memberdayakan perempuan menjadi inspirasi besar bagi seluruh peserta, sekaligus menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan dalam perekonomian Indonesia.

  • Keamanan,  Kepolisian,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Tari Kolosal hingga Aksi Lapangan Warnai Syukuran HUT Brimob ke-80 di Polda Kalteng

    Tari Kolosal hingga Aksi Lapangan Warnai Syukuran HUT Brimob ke-80 di Polda Kalteng

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke-80 yang digelar di Mako Satbrimob Polda Kalteng, Jl. Tjilik Riwut Km.32, Kota Palangka Raya, Jumat (14/11/2025) pagi.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.Ikom, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Dr. Rakhmad Setyadi, S.I.K., S.H., M.H., para pejabat utama Polda, Bhayangkari dan Kapolres jajaran, serta unsur Forkopimda Kalteng.

    Rangkaian yang berlangsung meriah tersebut, diawali dengan jajar kehormatan yang disambut antusias oleh personel Brimob. Suasana semakin bergelora ketika Yel-yel Brimob menggema di lapangan upacara.

    Beragam peragaan kemampuan juga turut ditampilkan, mulai dari Brimob Challenge, simulasi penanganan konflik dan kerusuhan, hingga Tari Kolosal yang memadukan ragam budaya Indonesia.

    Dalam kesempatannya, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Brimob atas dedikasi mereka dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Tambun Bungai.

    “Kami bangga kepada Brimob Kalteng yang selalu menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi-situasi kritis, mulai dari penanganan konflik hingga respons cepat terhadap bencana,” ujarnya.

    “Di usia ke-80 ini, saya berharap Brimob semakin profesional, solid, dan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian Kapolda.

    Sementara itu, ditempat yang sama Dansatbrimob Kombes Pol. Irwan Jaya, S.I.K. menambahkan bahwa momentum ini menjadi simbol komitmen Brimob untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan.

    “Peringatan HUT ke-80 ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat akan tanggung jawab besar yang kami emban. Brimob Kalteng akan terus hadir sebagai pelindung masyarakat, siap menghadapi berbagai tantangan, dan selalu menjaga kehormatan Korps Brimob Polri,” tegasnya.@ Herry Kalteng

  • Penanda tanganan MoU peluncuran Lumbung Digital Rakyat
    Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Keamanan,  Kesehatan,  Nasional,  nelayan,  Opini,  Pendidikan,  perkebunan,  Pertahanan,  pertanian,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Tumbuhan,  Uncategorized,  Wisata

    DARI DESA TERTINGGAL MENJADI DESA MANDIRI

    Penanda tanganan MoU peluncuran Lumbung Digital Rakyat Jawa Barat    wartapenasatu.com

    Festival Cikondang Nanjeur: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Wujudkan Desa Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya

     

    Pangalengan, Kabupaten Bandung – Kampung Adat Cikondang menjadi pusat perhatian masyarakat Jawa Barat dengan digelarnya Festival Kampung Adat Cikondang (Cikondang Nanjeur Uleman) pada 8–9 November 2025. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Sunda, tetapi juga menjadi momentum penting dalam upaya pengentasan desa tertinggal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran program strategis nasional.

     

    Festival dibuka pada Sabtu (8/11) dengan kegiatan Bhakti Sosial yang meliputi pembagian beras murah dan pengobatan gratis bagi warga. Program ini disambut antusias masyarakat sekitar, karena dinilai langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka. Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat adat Sunda.

     

    Puncak acara berlangsung pada Minggu (9/11), ditandai dengan Launching Sakola Budaya Sunda dan Peresmian Lumbung Kesejahteraan Rakyat Desa. Kedua program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi serta melestarikan budaya lokal. Festival juga menampilkan beragam kesenian tradisional seperti Beluk, Wawacan, dan Trawangsa yang memperkaya suasana dan menunjukkan kekayaan seni warisan leluhur.

     

    Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pendataan dan penandatanganan prasasti Lumbung Kesejahteraan Rakyat oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., bersama Ketua Umum Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat (LKR) Ibu Indri Wolff. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjadikan Desa Cikondang sebagai percontohan pembangunan desa tertinggal berbasis ketahanan pangan dan kearifan budaya lokal.

     

    Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Bupati Bandung Dadang Supriatna, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua PT LUBKITA Stanley Wolff, Ketua Apdesi A. Anwar Sadat, serta Tuan Rumah Fery Radiansyah. Kehadiran para pejabat dan tokoh ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa dan pelestarian budaya.

     

    Sebagai bentuk kepedulian sosial, Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat bersama PT LUBKITA memberikan bantuan simbolis berupa 1.000 karung beras ukuran 5 kilogram untuk warga Cikondang. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.

     

    Dalam sambutannya, Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat Cikondang yang tetap menjaga warisan budaya sambil berinovasi dalam pembangunan ekonomi. “Desa adat seperti Cikondang ini harus menjadi contoh bahwa kemandirian dan kesejahteraan bisa tumbuh dari akar budaya sendiri,” ujarnya.

     

    Sementara itu, Fery Radiansyah selaku penggagas kegiatan menegaskan bahwa Festival Cikondang Nanjeur bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga langkah konkret menuju kemandirian ekonomi berbasis lokal. “Cikondang bukan sekadar menjaga tradisi, tapi menjemput masa depan dengan kearifan lokal,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap semangat Cikondang Nanjeur dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus maju tanpa kehilangan identitas budayanya.

    BY:NokSrie

  • Seni dan Budaya

    Heru Satriyo dan 10 November: Dua Api yang Tak Pernah Padam

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Tiga frasa dalam judul di atas bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah paradoks yang menggelitik nurani, memantik tafsir, dan menautkan makna antara sejarah, usia, serta rasa syukur yang membuncah.

    Tiga kisah dalam satu napas perjuangan: Hari Pahlawan, Berkah 52 Tahun, dan Sosok yang meneladani semangat kepahlawanan itu sendiri.

    Tanggal 10 November selalu menjadi penanda suci bagi bangsa Indonesia. Hari di mana teriakan “Merdeka atau Mati!” menggema, dan pekik takbir “Allahu Akbar!” mengguncang langit Surabaya.

    Dari bambu runcing, darah, dan doa, lahirlah kisah heroisme yang abadi dalam perjalanan Republik tercinta. Hari itu bukan hanya milik sejarah tetapi milik hati setiap insan yang masih menyimpan bara semangat juang.

    Namun bagi Heru Satriyo, tanggal itu memiliki makna yang lebih dalam. Ia bukan hanya mengenang para pahlawan, tetapi juga mensyukuri anugerah kehidupan karena pada 10 November 52 tahun silam, seorang bayi lahir dari rahim Almarhumah Soekantinah dan tangis haru Almarhum Mas Ngabehi Bambang Susilo. Bayi itu diberi nama Heru, bermakna Hero sang Pahlawan, dan Satriyo, simbol kesatria yang teguh memegang nilai kebenaran.

    Kini, waktu telah menorehkan garis-garis kehidupan di wajahnya, tapi semangat itu tak pernah pudar. Heru MAKI, demikian ia dikenal, memimpin Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur dan Indonesia Timur.

    Tegap dalam langkah, teguh dalam prinsip, dan tulus dalam pengabdian baik sebagai pemimpin, Suami bagi Ibu Dwi Yulis, ayah dari enam anak, maupun kakek dari empat cucu yang menjadi sumber inspirasinya.

    Di balik kesibukan menegakkan integritas dan memberdayakan masyarakat, Heru Satriyo tak pernah berhenti belajar dan berbagi. Ia adalah sosok yang tak letih mengejar “Matahari” simbol semangat tanpa henti, api yang tak padam oleh waktu.

    Kami, dari insan media dan rekan seperjuangan, hanya mampu merangkai kata penuh syukur dan bangga. Kami telah belajar dari keteladanan beliau: tentang arti kejujuran, kesetiaan, dan perjuangan yang tidak menuntut pamrih.

    Di hari istimewa ini, kami haturkan doa tulus:

    Selamat Ulang Tahun ke-52, Ketua Heru Satriyo, S.Ip

    Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan umur yang penuh berkah.

    Semoga semangat juang tak pernah redup terus haus akan ilmu, kebaikan, dan pengabdian.

    Semoga langkahmu selalu terarah untuk menegakkan keadilan, menebar manfaat, dan menuntun kami menjadi bagian dari perjuangan suci melawan korupsi.

    Dan semoga setiap detik kehidupanmu menjadi saksi bahwa semangat pahlawan tak hanya lahir di medan perang, tetapi juga di hati mereka yang terus berjuang menegakkan kebenaran.

    Selamat Hari Pahlawan. Selamat Ulang Tahun ke-52, Heru Satriyo Sang Pahlawan dalam Zaman yang Berbeda.*** (Bgn)

  • Artikel,  Keamanan,  Kesehatan,  mancanegara,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Bersama LUBKITA Festival Kampung Adat Cikondang 2025

    Jawa Barat   wartapenasatu.com

    Bersama LUBKITA Festival Kampung Adat Cikondang 2025, Wujud Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Rakyat

    Cikondang Nanjeur, Uleman Budaya Sunda Bangkit di Tanah Adat

    Bandung, 8–9 November 2025 —

    Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Festival Kampung Adat Cikondang (Cikondang Nanjeur Uleman). Kegiatan ini menjadi ajang besar yang memadukan nilai budaya, sosial, dan ekonomi rakyat dalam satu rangkaian acara yang meriah.Festival ini dibuka pada Sabtu (8/11) dengan kegiatan Bhakti Sosial, Beras Murah, dan Pengobatan Gratis bagi masyarakat sekitar.

     

    Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud nyata kepedulian terhadap warga desa, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ruh masyarakat adat Sunda.

     

    Puncak acara berlangsung pada Minggu (9/11) dengan menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti Kesenian Beluk, Wawacan, dan Trawangsa. Kehadiran kesenian tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol pelestarian budaya leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

     

    Acara dibuka dengan sambutan dari Tuan Rumah Fery Radiansyah, diikuti oleh berbagai tokoh penting seperti Ketua PT LUBKITA Stanley Wolff , Ketua Apdesi A. Anwar Sadat,Ketua Umum Yayasan Lumbung Kesejahteraan Rakyat (LKR) Ibu Indri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Menteri Desa dan PDTT Yandri Susanto. Kehadiran para pejabat ini mempertegas dukungan pemerintah terhadap pengembangan desa adat dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

     

    Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan Launching Sakola Budaya Sunda sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kebudayaan lokal. Selain itu, diresmikan pula Lumbung Kesejahteraan Rakyat, program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan desa yang mandiri dan berbudaya.

     

    Menurut Fery Radiansyah selaku penggagas kegiatan, festival ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali nilai-nilai adat Sunda sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. “Cikondang bukan hanya tentang menjaga tradisi, tapi juga tentang menjemput masa depan dengan kearifan lokal,” ujarnya.

     

    Dengan konsep yang memadukan kebudayaan, sosial, dan ekonomi rakyat, Festival Kampung Adat Cikondang menjadi simbol kebangkitan budaya Sunda yang tetap lestari di tengah arus modernisasi. Semangat Cikondang Nanjeur diharapkan mampu menginspirasi desa-desa adat lainnya untuk terus menjaga jati diri bangsa.

     

    Sebagai simbolis bansos beras untuk warga Cikodong ,Bandung jawa barat Bapak Stanley wolff dan Ibu Indri wolff memberikan bantuan beras kepada warga yang akan di distribusikan hari ini 200 karung dengan ukuran 5 kg

    BY: NOKSRIE 

  • Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Kapolres Toba Buka Lomba Dance Kontemporer: Sinergi Polri dan Pelestarian Seni

    Kapolres Toba Buka Lomba Dance Kontemporer: Sinergi Polri dan Pelestarian Seni

    Toba, wartapenasatu.com – Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K., secara resmi membuka perlombaan Dance Kontemporer di Sopo Parsaoran Nauli, Tambunan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada Kamis, 6 November 2025. Acara ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Polres Toba dan Pemerintah Kabupaten Toba dalam memperingati Hari Pahlawan 2025, sekaligus upaya melestarikan seni tari di tengah perkembangan zaman.

    Perlombaan yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 6 hingga 8 November 2025, ini diikuti oleh 37 peserta dari berbagai kategori, mulai dari pelajar tingkat SD, SLTP, SLTA, SMK, hingga kategori umum. Para peserta diberi kesempatan untuk menampilkan kreativitas seni gerak tari mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Peri Sagala, Togi Hutagaol, Magdalena Tambunan, dan Rio Ave Sitompul.

    Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti Sopo Parsaoran Nauli saat babak penyisihan berlangsung. Setiap tim tampil dengan koreografi yang dinamis, kostum yang memikat, serta energi yang membara, sukses menciptakan atmosfer spektakuler yang memukau para penonton. Riuh tepuk tangan dan sorakan membahana setiap kali tim peserta menyelesaikan aksi mereka di atas panggung, menambah semarak acara tersebut.

    Bupati Toba, Effendi Napitupulu, yang diwakili oleh Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Eston Sihotang, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Toba dalam menggelar lomba tari kontemporer ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah cara efektif untuk melestarikan budaya seiring dengan modernisasi. Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kolaborasi lebih lanjut antara pemerintah daerah dan Polres Toba dalam bidang olahraga dan seni.

    Kapolres Toba, AKBP V.J. Parapaga, S.I.K., juga menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas partisipasi masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar memperingati Hari Pahlawan, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

    Lebih lanjut, Kapolres Toba menjelaskan bahwa konsep perlombaan ini dirancang dengan memasukkan unsur-unsur pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan visualisasi pahlawan super (superhero). Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para peserta mengenai pentingnya tertib berlalu lintas dan menjauhi segala bentuk kriminalitas.

    Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat lahir bibit-bibit unggul di bidang seni tari yang mampu membawa nama baik Kabupaten Toba di kancah yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas dan mencintai seni budaya bangsa.

Wartapenasatu.com @2025