Isra Mi’raj Sebagai Panggilan Moral Bangsa: MAKI Jatim Teguhkan Iman, Integritas, dan Perlawanan Terhadap Korupsi
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Jumat (16/1/2026) – Nuansa khidmat dan refleksi spiritual mendalam menyelimuti ruang rapat Lembaga Swadaya Masyarakat Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (LSM MAKI) Jawa Timur, saat lembaga tersebut memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1447 Hijriah.
Momentum sakral ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga dijadikan titik penguatan nilai moral dan integritas dalam perjuangan panjang melawan korupsi.
MAKI Jatim Heru Satriyo, dalam pesannya, menegaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung yang sarat makna spiritual, etis, dan sosial sebuah panggilan bagi umat Islam untuk memperteguh iman, memperdalam ketakwaan, serta menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam seluruh dimensi kehidupan.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis keagamaan, melainkan momentum pembentukan karakter. Dari peristiwa inilah lahir kewajiban shalat, fondasi utama akhlak, disiplin moral, dan kejujuran yang seharusnya tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Heru Satriyo.
Ia menekankan bahwa perjalanan spiritual Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha mengajarkan ketaatan total kepada Allah SWT, yang diwujudkan secara nyata melalui perilaku amanah, integritas, dan keberanian menegakkan kebenaran nilai-nilai yang selaras dengan prinsip dasar perjuangan LSM MAKI.
Menurut Heru, nilai-nilai luhur Isra Mi’raj memiliki relevansi langsung dengan misi MAKI dalam mengawal transparansi, menegakkan akuntabilitas penyelenggara negara, serta melawan praktik korupsi yang merusak sendi kehidupan bangsa.
Integritas, kejujuran, dan sikap amanah yang dicontohkan Rasulullah SAW merupakan prasyarat mutlak bagi siapa pun yang diberi mandat kekuasaan dan tanggung jawab publik.
“Korupsi bukan hanya kejahatan hukum, tetapi juga kejahatan moral dan spiritual. Tanpa iman yang kuat dan akhlak yang kokoh, hukum akan mudah dilanggar dan kekuasaan akan mudah disalahgunakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Heru Satriyo menyampaikan bahwa Isra Mi’raj menjadi sarana introspeksi kolektif bagi seluruh pengurus dan anggota LSM MAKI Jatim.
Refleksi ini dimaksudkan untuk memperkuat komitmen moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara konsisten, berani, dan bertanggung jawab.
Dengan fondasi spiritual yang kuat, perjuangan melawan korupsi diyakini tidak hanya akan berjalan lebih terarah, tetapi juga memiliki daya tahan menghadapi tekanan, godaan, dan berbagai kepentingan yang berusaha melemahkan gerakan antikorupsi.
MAKI Jatim memandang peringatan Isra Mi’raj sebagai seruan moral bagi seluruh elemen masyarakat untuk menebarkan kebaikan, mempererat persaudaraan, menjunjung tinggi etika sosial, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kehidupan yang bersih dari kecurangan dan penyelewengan.
Nilai kejujuran dan keadilan harus menjadi prinsip utama dalam setiap interaksi sosial, profesional, dan kenegaraan.
MAKI Jatim menyampaikan doa dan harapan agar bangsa Indonesia senantiasa dianugerahi petunjuk dan kebijaksanaan oleh Allah SWT.
Momentum Isra Mi’raj diharapkan menjadi penguat tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi, berkeadilan bagi seluruh rakyat, serta bermartabat di mata dunia.
“Semoga Isra Mi’raj ini menjadi cahaya yang menuntun langkah kita menguatkan iman, menjaga integritas, dan meneguhkan keberanian dalam membela kebenaran,” pungkas Heru Satriyo.(Bgn)***
Anda Mungkin Suka Juga
Danramil 0817/05 Kota Hadiri Baksos dan Konferensi PAC GP Ansor Gresik
25 September 2025
Buka Horse Racing Sumut Cup, JTP Ingin Pacuan Kuda Siborongborong Jadi Destinasi Wisata
17 November 2025