Terapi MWPS: Solusi Nyeri Kepala, Wajah Tegang, dan Saraf Kaku
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 6 November 2025 Siang itu, suasana ruang terapi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya terasa tenang. Aroma minyak terapi berpadu dengan denting halus alat stimulasi saraf. Di salah satu kursi pasien, tampak seorang pria berusia 46 tahun duduk sambil memegangi tengkuknya. Dialah Pak Agung, warga Perumahan Delta Sari, Sidoarjo, yang datang dengan keluhan klasik MWPS, singkatan dari Migren, Wajah, Pundak, dan Saraf.
Sudah lebih dari sebulan Pak Agung merasakan pusing berdenyut di sisi kiri kepala, pundak berat, dan wajah sering terasa kaku
“Kalau malam, nyut-nyutan sampai ke mata. Pundak kanan juga rasanya seperti ditindih batu.
”ujarnya. Ia sudah sempat ke klinik umum dan mengonsumsi obat pereda nyeri, namun hasilnya hanya sementara.
Menurut Rijendanel, terapis utama di DetokRapit, kondisi Pak Agung termasuk kategori MWPS kronis — kombinasi gangguan sirkulasi darah, ketegangan otot servikal, dan stres saraf jangka panjang. “Saraf leher bagian atas (C2–C4) punya hubungan langsung dengan wajah dan otak. Kalau jalurnya tersumbat, efeknya bisa ke migren, wajah kaku, bahkan kesemutan di tangan,” jelasnya.

Menit ke-10 terapi, Pak Agung mulai merasakan sensasi hangat menjalar ke kepala. Otot yang tadinya kaku mulai melunak. Setelah 25 menit, warna wajahnya kembali segar. “Tadi rasanya kayak kepala saya dibuka sumbatnya,” ucapnya lega sambil memutar leher kanan-kiri tanpa nyeri.
Rijendanel menjelaskan bahwa terapi MWPS bukan sekadar pijatan, tapi penyelarasan sistem saraf, peredaran darah, dan energi tubuh bagian atas. Banyak pasien, katanya, tidak sadar kalau keluhan migren dan pundak berat sebenarnya berasal dari leher yang “macet” secara anatomi dan bioenergi.
“Kalau dibiarkan, bisa berlanjut jadi vertigo, kesemutan kronis, bahkan stroke ringan,” tambahnya. Oleh karena itu, terapi MWPS juga sekaligus berfungsi sebagai detoks saraf stres — membuang sumbatan energi akibat tekanan pikiran.
Usai terapi, Pak Agung tampak lebih tenang. Ia diminta menjaga postur saat bekerja di depan komputer dan melakukan peregangan ringan setiap dua jam. “Saya baru sadar, ternyata stres dan posisi duduk bisa separah ini efeknya ke saraf,” katanya sebelum pulang.
Kini, DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya menjadikan MWPS sebagai salah satu program unggulan. Banyak pasien dari Sidoarjo, Gresik, hingga Jombang datang untuk penanganan serupa. Klinik ini beralamat di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, buka setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB, dan dapat dihubungi melalui WhatsApp wa.me//6285180980474.
Tubuh manusia selalu jujur. Rasa sakit hanyalah pesan bahwa ada jalur yang tersumbat. Dan lewat tangan-tangan terlatih, pesan itu diterjemahkan menjadi pemulihan satu tekanan lembut, satu napas lega, satu kehidupan yang kembali lancar.(Dodo)
Anda Mungkin Suka Juga
Doa Bersama Kodim 0817/Gresik: Refleksi dan Syukur di HUT TNI ke-80
4 Oktober 2025
Sambut HUT BRI ke-130, BRI BO Ciputat Gelar Brilian Sportacular Perlombaan Futsal
19 Desember 2025
