Danrem 084/Bhaskara Jaya Survei Lokasi Pembangunan Koperasi Desa di Jabon Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, didampingi oleh Kepala Staf Teritorial (Kasiter) dan Dandim 0816/Sidoarjo, melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Danrem meninjau langsung dua titik lokasi yang direncanakan, yaitu di Desa Balung Tani dan Desa Semambung.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan serta mendukung percepatan pembangunan fasilitas koperasi yang diharapkan mampu menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat.
Brigjen TNI Kohir menegaskan bahwa pembangunan KDKMP merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor koperasi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam merealisasikan program tersebut.
“Pembangunan koperasi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” tegas Danrem.
Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan proses pembangunan KDKMP di wilayah Jabon dapat segera terealisasi. Kehadiran koperasi ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Balung Tani dan Semambung. (Bagas)***
Kokain seberat 27 Kilogram Ditemukan di Pantai Kahuripan, Babinsa Sigap Amankan
WARTAPENASATUJATIM | SUMENEP – Warga Desa Gedungan, Kecamatan Giligenting, menemukan puluhan paket diduga kokain di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Senin (13/4/2026). Temuan ini segera dilaporkan kepada aparat TNI dari Koramil 0827-23 Giligenting Kodim 0827/Sumenep.
Menindak lanjuti laporan dari warga. Serma Bejo dan Kopka Agus Setiabudi langsung bergerak cepat menuju lokasi melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan total 23 paket dengan berat keseluruhan mencapai 27.830 gram.
Hasil uji laboratorium mengonfirmasi barang tersebut positif narkotika jenis kokain dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp139 miliar hingga Rp194 miliar.
Dandim 0827/Sumenep melalui Kasdim Mayor Cpl Suwandi membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa laporan masyarakat dan sinergi dengan aparat menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini.
“Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkotika. Kami mengimbau warga agar segera melapor jika menemukan barang mencurigakan,” tegasnya.
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Polres Sumenep untuk proses hukum dan penelusuran jaringan peredarannya. (Bagas)***
Polrestabes Surabaya Amankan 4 Pelaku Vandalisme, Terapkan Sanksi Sosial di Liponsos
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Upaya menjaga wajah kota dari aksi perusakan fasilitas publik kembali ditegaskan oleh jajaran Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur.
Empat pemuda diduga pelaku vandalisme di kawasan bawah jembatan viaduk Gubeng Surabaya diamankan oleh Satuan Samapta Polrestabes Surabaya.
Penanganan dilakukan secara terukur dengan pendekatan pembinaan melalui sanksi sosial di Liponsos Keputih, dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai pada Minggu (12/4/26).
Langkah ini bukan semata memberi efek jera, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas publik.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Putra menegaskan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan keseimbangan antara ketegasan hukum dan pendekatan humanis.
Ia menjelaskan bahwa para terduga pelaku mengakui baru satu kali melakukan aksi vandalisme.
Meski demikian, pihak kepolisian tidak berhenti pada pengakuan tersebut dan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan dalam kelompok yang lebih besar.
“Pengakuan mereka menjadi pintu awal. Namun kami tetap melakukan pendalaman, karena tidak menutup kemungkinan aksi ini bagian dari jaringan atau kelompok tertentu,” tutur AKBP Erika usai apel di Mapolrestabes Surabaya, Senin (13/4/26).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan. Para orang tua atau wali dihadirkan sebagai penjamin, agar pengawasan terhadap para pemuda tersebut dapat berjalan berkelanjutan setelah proses sanksi sosial selesai.
Dari hasil pemeriksaan awal, aksi vandalisme dilakukan dengan cara mencoret dan mengecat dinding fasilitas umum menggunakan cat semprot jenis pilox serta bahan lainnya.
Aktivitas ini diduga menjadi bentuk aktualisasi diri yang keliru, tanpa mempertimbangkan dampak kerugian bagi masyarakat luas.
Fenomena ini menjadi perhatian serius kepolisian dan pemerintah daerah, karena selain merusak estetika kota, juga mencerminkan rendahnya kesadaran terhadap ruang publik sebagai milik bersama.
Keempat pemuda yang diamankan merupakan warga wilayah Kenjeran, Surabaya, dengan rentang usia 20 hingga 21 tahun.
“Mereka diketahui baru pertama kali terjaring dalam kasus serupa,” tambah AKBP Erika.
Petugas turut mengamankan sejumlah barang milik pelaku, mulai dari telepon genggam hingga kendaraan bermotor yang digunakan saat beraktivitas.
“Seluruh proses penanganan dilakukan dengan pendataan lengkap sebagai bagian dari upaya preventif ke depan,” jelas AKBP Erika.
Ia memastikan akan terus meningkatkan patroli serta penindakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran ketertiban, termasuk vandalisme yang merusak fasilitas umum.
Masyarakat diimbau untuk turut menjaga lingkungan dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan.
Kolaborasi antara warga dan Kepolisian dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman. (Bgn)***
Pangdam V/Brawijaya Terima PKDN Sespimti Polri Perkuat Sinergi Kepemimpinan Nasional
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima kunjungan PKDN Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Makodam V/Brawijaya, menegaskan komitmen memperkuat sinergi strategis lintas sektor guna mendukung stabilitas nasional berkelanjutan melalui kepemimpinan adaptif, responsif, dan solutif.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 dengan dihadiri pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Tim Pendamping dan Supervisor Sespim Lemdiklat Polri, serta peserta didik Sespimti Polri. Agenda ini menjadi sarana integrasi konsep, kebijakan, dan implementasi kepemimpinan berbasis realitas lapangan.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan PKDN merupakan bagian penting dalam pembentukan kepemimpinan tingkat tinggi yang tidak hanya berorientasi teoritis, tetapi juga empiris. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu merumuskan solusi strategis terhadap berbagai dinamika dan tantangan nasional secara efektif.
“PKDN ini harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan kebijakan secara nyata di lapangan,” tegas Pangdam V/Brawijaya.
Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyoroti dinamika global meliputi ketidakpastian geopolitik, disrupsi teknologi, krisis energi, dan ancaman ketahanan pangan. Kondisi tersebut menuntut pemimpin memiliki kemampuan berpikir strategis, adaptif, serta responsif terhadap perubahan lingkungan strategis secara cepat dan tepat.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi kompleksitas tantangan bangsa, sehingga setiap institusi harus mampu berkolaborasi secara efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Tema transformasi strategis untuk mendukung kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi ditegaskan sebagai pilar utama stabilitas nasional. Pangdam menekankan bahwa kepemimpinan masa depan harus mampu mengelola perubahan lintas sektor melalui pendekatan terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Peran TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga dinilai krusial dalam menjaga stabilitas wilayah, pengamanan objek vital, distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kebijakan nasional terpadu.
Pangdam V/Brawijaya berharap seluruh peserta PKDN mampu mengembangkan pola pikir sistemik, memperkuat jejaring antar lembaga, serta menghadirkan kepemimpinan berintegritas dan berdampak nyata. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya pemimpin strategis yang mampu menjawab tantangan bangsa ke depan. (Bgn)
Hari Kedua Penelusuran, Agus Flores Klaim Temukan 10 Tambang Ilegal di Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | JAWA TIMUR — Ketua Umum PWFRN Counter Polri, Agus Flores, kembali mengungkap dugaan maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah Jawa Timur.
Dalam pernyataannya pada hari kedua penelusuran lapangan, ia menyebut sedikitnya 10 titik tambang ilegal masih beroperasi dan diduga mendapat perlindungan dari oknum tertentu.
Agus menyampaikan bahwa informasi tersebut diperoleh dari jaringan wartawan di Surabaya serta hasil penelusuran langsung di sejumlah daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal isu ini hingga tuntas sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang tegas di sektor pertambangan.
“Pada hari kedua ini, kami kembali mendapatkan data adanya 10 lokasi tambang ilegal yang masih aktif beroperasi di Jawa Timur. Dugaan adanya pihak-pihak kuat yang membekingi aktivitas tersebut juga menjadi perhatian serius,” ujarnya. Selasa, (14/04/2026).
Adapun sejumlah lokasi yang disebutkan meliputi:
Dukuh Kletak, Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan
Desa Plosorejo, Dusun Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan
Dusun Punggul, Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto
Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek
Desa Bulaan dan Desa Sergang, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep
Dusun Kwangen, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto
Kates, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung
Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan
Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban
Wilayah Kecamatan Tambakboyo hingga Bancar, Kabupaten Tuban
Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa laporan ini juga akan diteruskan kepada jajaran penegak hukum di tingkat pusat, mulai dari Bareskrim Polri hingga Polda Jawa Timur.
Ia berharap aparat dapat segera melakukan verifikasi dan penindakan terhadap aktivitas tambang yang tidak memiliki izin resmi.
Menurutnya, langkah tegas aparat penegak hukum sangat diperlukan guna menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah kerugian negara akibat praktik pertambangan ilegal.
“Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri yang menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelaku tambang ilegal,” tegasnya.
Agus juga menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah pusat dalam penertiban sektor sumber daya alam, serta menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menyampaikan informasi kepada publik.
Kasus dugaan tambang ilegal ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat dampaknya yang tidak hanya merugikan negara, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar. (Bagas)***
PGC Adi Cup 2 Golf Tournament Jadi Panggung Besar dan Torehkan Kisah Spektakuler yang Inspiratif
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti lapangan Bukit Darmo Golf pada Selasa pagi (14/3/2026). Di tengah hijaunya fairway dan semilir angin yang bersahabat, Paguyuban Golf Ceria (PGC) sukses menggelar ajang bergengsi Adi Cup 2 Golf Tournament. Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga menjadi momentum istimewa dalam rangka merayakan hari ulang tahun Adi Setyo Budi, putra tercinta Abah H. Hariyanto.
Sejak pukul 07.00 WIB, para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah mulai memadati area lapangan. Dengan semangat sportivitas dan kekeluargaan, sebanyak 152 golfer ambil bagian dalam turnamen ini. Atmosfer kompetitif terasa, namun tetap dibalut keakraban yang menjadi ciri khas Paguyuban Golf Ceria (PGC).
Ketua Panitia Adi Cup 2, Yani Budi Sarwono, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ia secara khusus mengapresiasi Dewan Pembina PGC, jajaran pengurus, serta seluruh golfer dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang telah bersama-sama menyalurkan hobi sekaligus mempererat tali silaturahmi melalui olahraga golf.
Dengan rendah hati, Yani menegaskan bahwa perannya sebagai ketua panitia hanyalah formalitas semata. Ia justru menyoroti dedikasi luar biasa dari seluruh pengurus PGC yang bekerja tanpa pamrih. “Tidak ada yang mencari keuntungan. Semua memiliki visi yang sama, yaitu menghadirkan keceriaan bagi bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan turnamen ini adalah ketepatan waktu. Panitia dengan tegas menerapkan sistem on time, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal. Dari total 152 peserta, sebanyak 70 hadiah disiapkan, menambah semarak dan antusiasme para golfer sepanjang pertandingan.
Tak hanya fokus pada kompetisi, panitia juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan peserta dengan menyediakan layanan cek kesehatan di lokasi. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri, mencerminkan komitmen PGC dalam menghadirkan acara yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat.
Alhasil, hingga penutupan pada pukul 12.00 WIB, seluruh rangkaian turnamen berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini semakin memperkuat eksistensi Paguyuban Golf Ceria (PGC) sebagai komunitas yang solid dan penuh semangat kebersamaan.
Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini menjadi wujud keikhlasan PGC Jawa Timur dalam membangkitkan kembali gairah para golfer di daerah. Dengan semangat “ikhlas lillahi ta’ala,” PGC berkomitmen untuk terus mengembangkan dunia golf di Jawa Timur melalui berbagai kegiatan positif.
Antusiasme yang tinggi juga terlihat dari proses pendaftaran yang mencatat rekor tersendiri. Dalam waktu hanya dua hari, kuota peserta telah terpenuhi, menunjukkan besarnya minat dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan turnamen oleh PGC.
Sementara itu, Abah H. Hariyanto selaku Pembina Paguyuban Golf Ceria (PGC) turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan keberkahan yang diberikan.
Dalam kesempatan tersebut, Abah H. Hariyanto juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus PGC atas dedikasi dan kerja keras mereka. Ia mengungkapkan bahwa ke depan, PGC akan mengembangkan konsep “PGC Community” yang akan diisi dengan berbagai program kebaikan. Meski masih dalam tahap perencanaan dan akan dimatangkan melalui rapat internal, gagasan ini disambut positif sebagai langkah strategis dalam memperluas manfaat komunitas.
Tak berhenti sampai di sini, PGC juga telah merancang agenda besar berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026 di kawasan Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan. Rencana ini diharapkan dapat kembali menghadirkan semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas turnamen di masa mendatang.
Dengan kesuksesan Adi Cup 2 Golf Tournament ini, Paguyuban Golf Ceria semakin membuktikan diri sebagai wadah yang tidak hanya menaungi para pecinta golf, tetapi juga membangun nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan kegembiraan dalam setiap langkahnya. Sebuah perhelatan yang bukan hanya meninggalkan kesan, tetapi juga harapan besar untuk masa depan dunia golf di Jawa Timur. (Bagas)***
Polres Tanjung Perak PTDH Anggota, Kapolres Tekankan Penegakan Integritas
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Wahyu Hidayat, menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat melalui penegakan disiplin internal.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap seorang personel, di Lapangan Mako Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (13/4/2026).
Keputusan PTDH dijatuhkan setelah yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat berdasarkan hasil pemeriksaan dan sidang kode etik profesi Polri yang dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Upacara PTDH ini bukanlah kebanggaan, melainkan bentuk ketegasan institusi dalam menjaga kehormatan dan kepercayaan masyarakat. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan,” tegas Kapolres.
Kapolres menambahkan, seluruh proses telah dilaksanakan dengan tetap menjunjung asas keadilan serta memberikan hak-hak yang bersangkutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran, dengan memperkuat disiplin, integritas, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh anggota untuk mengimplementasikan prinsip “Bersahaja” (Bermanfaat, Sederhana, dan Bekerja) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara humanis, profesional, dan tidak berbelit-belit.
“Polri harus hadir sebagai solusi, memberikan pelayanan terbaik, serta menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang nyata dan berintegritas,” pungkasnya. (Bagas)***
Polda Jatim Hentikan Laporan, Mabes Polri Jadi Penentu Nasib Kasus
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 14 April 2026 – Upaya laporan balik yang diajukan Bupati Sidoarjo, Subandi, terhadap mantan anggota DPR RI, Rahmat Muhajirin, resmi berhenti di tengah jalan. Polda Jawa Timur memutuskan menghentikan penyelidikan setelah menilai laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana.
Keputusan yang tertuang dalam SP2HP tertanggal 2 April 2026 itu bukan sekadar administrasi hukum. Bagi sebagian pengamat, ini menjadi indikator bahwa konstruksi laporan sejak awal memang rapuh.
Pertanyaan pun mengemuka: apakah langkah ini benar-benar upaya mencari keadilan, atau justru bagian dari manuver untuk membentuk opini dan meredam tekanan?
Konstruksi Laporan Dipertanyakan: Lemah Sejak Awal?
Fakta yang terungkap di lapangan mengarah pada satu titik krusial: legal standing pelapor.
Objek yang dilaporkan bukan atas nama Subandi. Dokumen yang dijadikan dasar disebut masih berupa PPJB dan surat kuasa, bukan kepemilikan sah yang telah dibaliknama. Dalam praktik hukum, posisi seperti ini kerap menjadi titik lemah yang sulit dipertahankan.
Lebih jauh, objek yang disebut “digelapkan” justru berada dalam penguasaan penyidik Bareskrim Mabes Polri sebagai barang bukti perkara lain.
Di titik ini, logika hukumnya menjadi terang: bagaimana mungkin disebut penggelapan jika objeknya tidak hilang dan justru diserahkan secara resmi kepada negara?
Kontras Tajam: Satu Laporan Gugur, Satu Naik Penyidikan
Di saat laporan balik berhenti, arah perkara lain justru bergerak cepat.
Kasus dugaan pengelolaan dana Rp28 miliar yang dikaitkan dengan Subandi telah naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Mabes Polri. Status ini bukan keputusan ringan penyidik hanya akan menaikkan perkara jika dinilai terdapat kecukupan alat bukti awal.
Sejumlah nama telah diperiksa, dan aliran dana mulai ditelusuri. Fokus penyidik mengarah pada bagaimana dana tersebut dihimpun, digunakan, dan dipertanggungjawabkan.
Kontras ini sulit diabaikan: satu perkara dinilai tidak cukup unsur, sementara yang lain justru menguat secara hukum.
Narasi yang Dipertaruhkan: Bisnis atau Kepentingan Lain?
Di ruang publik, muncul berbagai narasi terkait dana Rp28 miliar tersebut mulai dari kepentingan bisnis hingga dugaan kaitan politik.
Pihak pelapor melalui kuasa hukumnya menegaskan dana tersebut terkait proyek usaha, bukan aktivitas politik. Namun, celah tetap terbuka.
Regulasi dana kampanye mewajibkan transparansi penuh melalui pelaporan resmi ke KPU. Jika angka sebesar itu tidak tercatat, maka publik berhak bertanya: lalu dana tersebut berada di ranah apa?
Jika dalam proses penyidikan ditemukan adanya pelanggaran, maka spektrum perkara bisa meluas dari dugaan penggelapan, merembet ke korupsi, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Langkah laporan balik yang kini kandas memunculkan tafsir lain di ruang publik. Tidak sedikit yang melihatnya sebagai bentuk “serangan balik” yang justru berujung blunder.
Alih-alih meredam situasi, langkah tersebut dinilai memperkuat sorotan terhadap perkara utama yang sedang berjalan.
Dalam praktik penegakan hukum, laporan tanpa dasar kuat bukan hanya berpotensi gugur, tetapi juga dapat menurunkan kredibilitas pihak yang mengajukan.
Kasus ini kini telah bergeser dari sekadar sengketa hukum menjadi ujian integritas.
Sebagai kepala daerah, setiap langkah Subandi tidak lagi berada di ruang privat, melainkan di bawah pengawasan publik. Transparansi, konsistensi, dan keberanian menghadapi proses hukum menjadi tolok ukur yang tak terhindarkan.
Dengan dihentikannya laporan di Polda Jatim, praktis tidak ada lagi “jalur pengalih”. Sorotan kini sepenuhnya mengarah ke Mabes Polri tempat di mana substansi perkara akan diuji.
Di tengah derasnya opini, satu hal yang tidak boleh hilang adalah prinsip dasar: proses hukum harus berjalan objektif, transparan, dan bebas dari intervensi.
Namun di saat yang sama, publik juga tidak bisa dihalangi untuk menilai.
Apakah ini sekadar kegagalan strategi hukum?
Ataukah bagian dari dinamika yang lebih besar?Jawabannya kini berada di tangan penyidik Mabes Polri.
Dan publik menunggu, bukan sekadar klarifikasi, tetapi kepastian. (Bagas)***
Hermawan Jurnalis Warta Pena Satu Jatim Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Masyarakat Kembali ke Fitrah
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 21 Maret 2026 – Dalam momentum penuh berkah dan kebahagiaan, jurnalis Warta Pena Satu Jatim, Hermawan, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Jawa Timur.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Warta Pena Satu Jatim, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Hermawan.
Ia menuturkan bahwa Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Semoga di hari yang suci ini, kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, serta kelapangan rezeki. Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.
Hermawan juga berharap, semangat kebersamaan dan persatuan terus terjaga, khususnya di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini.
Dengan penuh keikhlasan, ucapan ini menjadi simbol harapan agar seluruh masyarakat dapat merasakan kedamaian dan kebahagiaan bersama keluarga tercinta..(Dodo)
Dodo DetokRapith Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Tegaskan Komitmen Pelayanan Kesehatan untuk Masyarakat
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 21 Maret 2026 – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Dodo selaku terapis DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa terbaik bagi seluruh masyarakat, khususnya para pasien yang selama ini telah mempercayakan proses terapi sebagai bagian dari ikhtiar menuju kesembuhan.
Dalam keterangannya, Dodo mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa setiap terapi yang dilakukan bukan hanya berfokus pada penanganan fisik, tetapi juga membantu mengembalikan keseimbangan tubuh secara menyeluruh.
“Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga seluruh pasien dan masyarakat selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan,” ujar Dodo.
DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya sendiri beralamat di Jalan Bangkingan IX Blok XI No. 38 Surabaya dan melayani terapi setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB. Layanan ini dikenal membantu berbagai keluhan seperti saraf kejepit, pasca stroke, hingga gangguan kesehatan lainnya melalui pendekatan totok saraf anatomi.
Menurut Dodo, menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab jangka panjang yang membutuhkan kesadaran dan konsistensi. Oleh karena itu, pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang datang.
Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi titik awal bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan kesehatan tubuh sekaligus mempererat silaturahmi dalam suasana yang penuh kebersamaan dan keberkahan.(Wawan – Warta Pena Satu Jatim)






