GERAKAN DONOR DARAH DARI DESA UNTUK INDONESIA
KoordinasiSerang Banten wartapenasatu.com
Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia, Wujud Gotong Royong Kemanusiaan 12 Januari 2026
Serang – Dalam rangka memperingati Hari Desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menggelar Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia di Pendopo Kantor Bupati Serang. Kegiatan ini diangkat sebagai bentuk nyata implementasi nilai gotong royong dan kepedulian komunitas desa terhadap aspek kemanusiaan yang mendasar.
Acara ini menghadirkan berbagai unsur penting dari pemerintah dan masyarakat. Hadir secara langsung Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS, yang bertindak sebagai perwakilan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Juga turut hadir Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, bersama jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Serang, aparatur pemerintah terkait, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat desa dan kota.
Gerakan donor darah ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara Kemendes PDT dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Sebagai mitra pelaksana teknis, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang turut memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan, mulai dari persiapan fasilitas hingga pelayanan kesehatan bagi para pendonor. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung aksi kemanusiaan yang berbasis pada potensi dan peran desa.
Selain pihak pemerintah, partisipasi dari sektor swasta dan lembaga sosial juga memperkaya kegiatan ini. Yayasan Lumbung Kita Sejahtera (YLKS) Ibu Indriyani Wolff serta PT LUBKITA Bapak Stenly Wolff Pemimpin Perusahaan turut berkontribusi dengan memberikan dukungan nyata dalam pelaksanaan program. Kehadiran mereka memperkuat sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan non-pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, perwakilan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si, CIGS sebagai Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal.
> “Desa bukan sekadar angka dalam statistik pembangunan ekonomi. Hari ini kita membuktikan bahwa desa adalah jantung kemanusiaan Indonesia. Melalui gerakan donor darah ini, kita mengirimkan pesan kuat: bahwa dari desa, kita merajut kembali semangat gotong royong yang menjadi napas hidup bangsa ini.”
—

menyampaikan makna mendasar dari gerakan ini. Menurutnya, donor darah dari desa merupakan bentuk konkret kontribusi komunitas lokal dalam membantu sesama yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa desa tidak hanya berperan sebagai pusat pembangunan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga sebagai wadah penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan solidaritas bangsa.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengucapkan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang penuh makna ini. Ia berharap Gerakan Donor Darah dari Desa untuk Indonesia dapat berkembang menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pemuda desa, kelompok perempuan, dan berbagai organisasi masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten Serang, ujarnya, akan mendukung penuh setiap inisiatif sosial yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai bentuk kontribusi kemanusiaan dapat terus meningkat. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia, sekaligus menunjukkan peran strategis desa dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat tali persaudaraan antarwarga negara.
BY:NOKSRIE78
Anda Mungkin Suka Juga
Kapolres Toba Tingkatkan Kinerja Anggota Melalui Apel Pagi dan Arahan Strategis
20 November 2025
YBM PLN UIP JBTB Dukung KUC Cah Angon Kembangkan Budidaya Lele untuk Kemandirian Warga Ketintang
1 November 2025