Sebelas Tahun Menjadi Anugerah Terindah, Selamat Ulang Tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Hari ini menjadi saksi sebuah hari yang tak pernah dilupakan. Tepat pada 14 Februari 2015, Allah SWT menghadirkan hadiah terindah dalam kehidupan keluarga kecil ini. Seorang putri mungil lahir dengan tangis pertamanya yang menggetarkan hati, tangis yang justru menjadi suara paling membahagiakan bagi kedua orang tuanya, Heru Satriyo dan Dwi Yulis.
Ia diberi nama penuh doa dan makna: Asmara Budha Satriyo. Nama yang mengandung cinta. Nama yang dipanjatkan bersama harapan.
Sejak hari itu, rumah terasa lebih hangat. Tawa kecilnya mengisi setiap sudut ruang. Langkah mungilnya menjadi irama baru dalam kehidupan.
Sebagai putri kedua, Asmara hadir bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penyempurna penyejuk hati, penguat semangat, dan sumber kebahagiaan yang tak pernah habis.
Waktu berjalan begitu cepat. Dari balita yang gemar menggenggam jari Papa dan Mama, kini ia telah tumbuh menjadi gadis kecil berusia 11 tahun. Ceria, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki hati yang lembut. Setiap harinya adalah cerita tentang semangat belajar di sekolah, tentang tawa bersama sahabat, tentang mimpi-mimpi kecil yang perlahan mulai disusun dengan indah.
Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat. Di setiap pertumbuhannya, ada doa yang tak pernah putus. Di setiap langkahnya, ada cinta yang tak pernah berkurang.
Dalam momen penuh syukur ini, keluarga memanjatkan terima kasih kepada Allah SWT atas kesehatan, perlindungan, serta keberkahan yang selalu menyertai perjalanan Asmara. Semoga di usia yang ke-11 ini, ia semakin tumbuh menjadi anak yang salihah, cerdas, rendah hati, penyayang, dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.
Dengan suara yang penuh haru dan cinta, sang Ayah tercinta menyampaikan pesan untuk putrinya:
“Anakku tersayang, Asmara Budha Satriyo…
Sebelas tahun lalu kamu hadir sebagai cahaya dalam hidup Papa. Sejak hari itu, Papa belajar arti tanggung jawab dan arti cinta yang tulus tanpa syarat.
Papa bangga melihatmu tumbuh menjadi anak yang kuat, ceria, dan penuh kasih. Jangan pernah takut bermimpi setinggi langit, karena Papa akan selalu berdiri di belakangmu, menjaga dan menopang setiap langkahmu.
Hormati Mama, sayangi saudaramu, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Dalam setiap doa Papa, namamu selalu disebut agar kelak kamu menjadi perempuan yang tangguh, berhati lembut, dan membawa kebaikan di mana pun kamu berada.
Apa pun jalan hidup yang kamu pilih nanti, ingatlah satu hal: kamu adalah kebanggaan Papa, dan cinta Papa tidak akan pernah berkurang sedikit pun.”
Ucapan itu menjadi pelukan yang tak terlihat, namun terasa hangat hingga ke hati. Karena sesungguhnya, cinta orang tua adalah pondasi terkuat dalam perjalanan hidup seorang anak.
Selamat ulang tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo. Teruslah tumbuh menjadi gadis yang bahagia. Teruslah bercahaya dengan kebaikan dan kasih sayang. Dan semoga setiap langkahmu selalu berada dalam lindungan serta ridha Allah SWT.
Hari ini adalah tentangmu. Tentang tawa kecil yang kini beranjak dewasa.
Tentang cinta yang akan selalu ada, selamanya. (Bgn)***
Anda Mungkin Suka Juga
Babinsa Koramil Wringinanom Gotong Royong Bersama Warga Bangun Selokan Air di Desa Kesamben Kulon
8 Oktober 2025
Tabrak Lari Dini Hari di Perumahan Tira Medayu, Pelaku Kabur—Korban Justru Dituding Pemerasan
3 Februari 2026