• Uncategorized

    Tragedi Berdarah di IMASCO, MAKI Jatim – Laskar Jahanam: Jangan Tunggu Korban Berikutnya! Tutup Sekarang

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 13 April 2026 – Tragedi yang kembali merenggut dua nyawa memicu gelombang kemarahan publik yang kian tak terbendung. Insiden yang dikaitkan dengan aktivitas pabrik semen IMASCO ini menjadi pemantik utama desakan keras untuk menghentikan seluruh operasional perusahaan yang oleh masyarakat dijuluki “Monster IMASCO”.

    Peristiwa ini bukanlah yang pertama, namun dianggap sebagai titik kritis yang mempertegas bahwa persoalan yang ditimbulkan IMASCO telah melampaui batas toleransi. Tekanan publik kini mengarah langsung kepada pemerintah agar segera mengambil langkah tegas sebelum jatuh korban berikutnya.

    Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo atau yang dikenal sebagai Heru Maki, menyampaikan sikap tanpa kompromi. Ia menegaskan bahwa tragedi ini adalah bukti nyata adanya ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat.

    “Hanya satu kata: tutup IMASCO. Jangan tunggu korban berikutnya,” tegasnya dalam pernyataan terbuka.

    Menurut Heru, keberadaan pabrik semen yang dikenal sebagai Singa Merah tersebut tidak hanya memicu polemik lingkungan, tetapi juga menghadirkan risiko nyata yang kini telah terbukti dengan jatuhnya korban jiwa. Ia menilai berbagai peringatan yang selama ini disuarakan masyarakat dan aktivis tidak mendapat respons serius dari pihak terkait.

    Lebih lanjut, Heru menyatakan bahwa MAKI Jawa Timur siap mengambil langkah konkret. Ia menegaskan pihaknya akan turun langsung bersama kelompok masyarakat yang menamakan diri Laskar Jahanam untuk memperjuangkan penutupan IMASCO.

    “Kami tidak akan diam.
    Kami siap bergerak bersama Laskar Jahanam untuk memastikan IMASCO ditutup. Ini bukan lagi soal kepentingan kelompok, ini soal nyawa manusia,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Laskar Jahanam Jember, Dwi Agus Budiyanto, turut angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa pihaknya siap berada di garis depan dalam mengawal tuntutan masyarakat.

    “Kami bersama rakyat akan terus bergerak. Tidak boleh ada lagi korban. Jika tidak ada tindakan tegas, kami akan turun dengan kekuatan penuh untuk menutup IMASCO,” tegas Dwi.

    Desakan penutupan IMASCO kini menggema luas. Aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, hingga warga di sekitar wilayah operasional pabrik menyuarakan tuntutan yang sama. Mereka menilai pemerintah tidak boleh lagi bersikap lamban dalam merespons situasi yang telah berulang kali memakan korban.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak IMASCO belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru maupun tuntutan yang semakin menguat dari berbagai pihak.

    Tragedi ini kembali membuka luka lama sekaligus menyisakan pertanyaan besar bagi semua pihak: berapa banyak lagi nyawa yang harus menjadi korban sebelum langkah tegas benar-benar diambil? Kini, tekanan publik semakin jelas penutupan IMASCO bukan lagi sekadar wacana, melainkan tuntutan mendesak demi keselamatan bersama. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Wisuda Haru Nadia Putri Salsabila di UNAIR, Orang Tua Bangga Dampingi di ACC

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, di Universitas Airlangga.

    Salah satu wisudawan yang turut merasakan momen istimewa tersebut adalah Nadia Putri Salsabila dari Jurusan Keperawatan, Fakultas Keperawatan.

    Acara wisuda yang berlangsung di kawasan Kampus C UNAIR, tepatnya di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), dihadiri kurang lebih 2.000 peserta beserta para orang tua dan keluarga yang turut memberikan dukungan langsung.

    Kampus yang berlokasi di Kampus C Universitas Airlangga, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno (MERR), Mulyorejo, menjadi saksi kebahagiaan ribuan lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.

    Nadia Putri Salsabila tampil anggun mengenakan toga, menandai keberhasilannya menyelesaikan studi di bidang keperawatan.

    Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi kedua orang tuanya, H. Heri Suwito beserta istri, yang hadir langsung dalam prosesi wisuda tersebut.

    Dengan wajah penuh haru, keluarga Nadia menyaksikan detik-detik pengukuhan gelar yang menjadi buah dari perjuangan panjang selama menempuh pendidikan.

    Momen ini menjadi sangat emosional, mengingat perjalanan akademik yang dilalui tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua.

    Wisuda kali ini juga menjadi ajang berkumpulnya para lulusan dari berbagai fakultas, khususnya bidang sains dan kesehatan yang banyak berpusat di Kampus C. Selain sebagai pusat administrasi, kawasan ini dikenal sebagai lokasi strategis bagi kegiatan akademik berskala besar, termasuk penyelenggaraan wisuda di ACC.

    Dengan kelulusan ini, Nadia Putri Salsabila diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu keperawatan yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata di dunia kesehatan, serta menjadi tenaga profesional yang berdedikasi bagi masyarakat.

    Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan sesi foto bersama keluarga, yang menjadi simbol kebahagiaan sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan dalam menapaki dunia profesional. (Bagas)***

  • Kepolisian

    Hari Jadi YKB ke-46, Kapolres Bojonegoro Beri Hadiah Laptop Bocah Jago Perbaiki Elektronik

    WARTAPENASATUJATIM | BOJONEGORO – Sosok bocah jenius asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Daffa Ardian Pratama, sempat viral di media sosial hingga menarik perhatian publik.

    Siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) tersebut dikenal memiliki kemampuan di bidang teknologi yang jauh melampaui usianya.

    Perhatian terhadap Daffa pun datang dari Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi yang juga menjabat sebagai Penasehat Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari (PYKB) Cabang Bojonegoro.

    Bersama Ketua PYKB Ny. Dita Afrian, keduanya menunjukkan kepedulian dengan mengunjungi langsung ke rumah Daffa.

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Yayasan Kemala Bhayangkari ke-46.

    Dalam kesempatan itu, Kapolres Bojonegoro bersama Ketua PYKB memberikan hadiah berupa satu unit laptop kepada Daffa sebagai bentuk dukungan terhadap bakatnya.

    Saat kunjungan berlangsung, Daffa tampak asyik mengutak-atik sebuah komputer pribadi (PC).

    Interaksi hangat pun terjalin antara bocah tersebut dengan Kapolres Bojonegoro dan Ketua PYKB.

    Meski fokus pada perangkat yang sedang dioprek, Daffa mampu menjelaskan berbagai komponen PC yang ditanyakan dengan lancar.

    Beberapa menit kemudian, Kapolres Bojonegoro menyerahkan laptop sebagai hadiah. Laptop yang diberikan langsung dibuka oleh Daffa.

    Dengan antusias, ia melakukan unboxing, menyalakan perangkat, hingga mengecek spesifikasi laptop tersebut.

    Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah Daffa. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kapolres Bojonegoro beserta jajaran Yayasan Kemala Bhayangkari.

    Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi mengatakan bakat yang dimiliki Daffa perlu terus didorong agar berkembang secara positif.

    “Alhamdulillah ternyata di Bojonegoro kita mempunyai anak yang berbakat. Tentu saja ini perlu kita jaga dan kita bimbing ke arah yang baik. Harapannya bisa mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar AKBP Afrian, Sabtu (11/4/2026).

    Sementara itu, Ketua PYKB Cabang Bojonegoro Ny. Dita Afrian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi yayasan yang jatuh pada 5 Mei mendatang.

    Ny. Dita berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi Daffa, sejalan dengan pesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.

    Daffa sendiri merupakan anak dari pasangan Andik Sujianto (37) dan Lusiardiana (36).

    Sejak usia taman kanak-kanak, ia telah menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap teknologi.

    Secara otodidak, Daffa mampu memahami cara kerja mesin, membedakan mesin dua tak dan empat tak, serta mengenali berbagai komponen elektronik.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya pengurus PYKB, Camat Dander Teguh Wibowo, Forkopimca Dander, serta Kepala Dinas Pendidikan Anwar Mukhtadlo beserta jajaran. (Bagas)***

  • Kepolisian

    Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

    Polres Probolinggo Bubarkan Balap Liar di Dringu, Puluhan Motor Diamankan

    PROBOLINGGO — Aksi balap liar yang meresahkan warga di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, berhasil dibubarkan oleh kepolisian pada Sabtu (11/4/2026) dini hari.

    Dalam operasi yang berlangsung sejak malam hingga menjelang pagi tersebut, petugas dari Polres Probolinggo Polda Jatim mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga digunakan dalam kegiatan balap liar.

    Penertiban ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa terganggu oleh aktivitas balap liar yang kerap terjadi di jalan umum dan membahayakan keselamatan.

    Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menjelaskan bahwa petugas menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi balap liar di kawasan Dringu.

    Saat petugas tiba di lokasi, para pelaku sempat berusaha melarikan diri. Namun, sebagian berhasil diamankan beserta kendaraan yang mereka gunakan.

    “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas balap liar karena sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun masyarakat umum,” ujar AKBP Latif, Minggu (12/4/26).

    Ia menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Probolinggo Polda Jatim.

    “Sebanyak 67 sepeda motor berhasil kami amankan. Mayoritas kendaraan tidak dilengkapi surat-surat resmi dan telah dimodifikasi tidak sesuai standar,” terang AKBP Latif.

    Selain mengamankan kendaraan, petugas juga memberikan pembinaan kepada para remaja yang terlibat.

    Mereka didata dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

    Orang tua para pelaku juga akan dipanggil untuk turut bertanggung jawab dalam pengawasan anak-anak mereka.

    Polres Probolinggo Polda Jatim menegaskan akan terus melakukan patroli rutin serta penindakan tegas terhadap aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

    “Kami juga mengajak peran aktif orang tua dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta mencegah kegiatan serupa agar tidak terulang kembali,” pungkas Kapolres Probolinggo.

    Dengan adanya penertiban ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Dringu kembali kondusif serta terbebas dari aktivitas berbahaya seperti balap liar. (Bagas)***

  • Kepolisian

    Brimob X-Treme 2026: Ajang Dunia, Bukti Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia Siap Bersaing Global

    WARTAPENASATUJATIM | Depok, April 2026 — Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, yang berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak 300 Hoegeng Iman Santoso dan Lapangan Tembak Sat Wanteror Pas Gegana, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat.

    Mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, kejuaraan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Korps Brimob Polri dalam menjaga nilai-nilai kejuangan, sekaligus menegaskan arah transformasi Brimob yang unggul, modern, inovatif, dan responsif.

    Sejak hari pertama pelaksanaan, Brimob X-Treme 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran ratusan peserta, mencapai 447 hingga 475 penembak, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum.

    Ajang ini juga diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia, China, dan Korea Selatan, menandakan pengakuan global terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi menembak di Indonesia.

    Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dengan total 20 stage yang dirancang menantang dan menguji secara komprehensif kemampuan peserta, mulai dari kecepatan, ketepatan, ketangkasan, hingga ketahanan fisik dan mental.

    Seluruh rangkaian pertandingan disusun sesuai standar internasional IPSC, sehingga menjamin pelaksanaan yang fair, aman, dan profesional, sekaligus menjadi tolok ukur objektif kemampuan atlet di level dunia.

    Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan 18 kategori lomba, yang mencakup:

    Kategori IPSC (8 kelas): IPSC Handgun Open, Standard, Classic, Production, Production Optic, Optic, Revolver, serta PCC Optic.

    Kategori Non-IPSC (2 kelas): Non-IPSC Handgun dan PCC Optic (Putra/Putri).

    Kategori Presisi 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

    Kategori Eksekutif 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

    Lebih dari sekadar kompetisi, Brimob X-Treme 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuktikan bahwa kemampuan hasil pelatihan personel dan atlet Indonesia siap diadu di level dunia.

    Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

    “Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya menjaga dan merawat warisan nilai-nilai kejuangan Korps Brimob Polri yang penuh dengan keberanian dan pengabdian kepada bangsa dan negara.”

    Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

    “Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menembak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan antara Korps Brimob dengan komunitas olahraga menembak secara luas.”

    Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembuktian kesiapan Indonesia di panggung global.

    “Brimob X-Treme 2026 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan bentuk pembuktian bahwa kemampuan dan hasil pelatihan personel serta atlet kita siap diadu dan mampu bersaing di level dunia.”

    “Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun standar profesionalisme, memperkuat jejaring internasional, dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia.”

    Melalui Brimob X-Treme 2026, Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi menembak berkualitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Transformasi Polri.

    Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (Bagas)***

  • Uncategorized

    Antisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar

    WARTAPENASATUJATIM | TANJUNG PERAK – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) skala besar pada Sabtu (12/4/2026) malam hingga dini hari.

    Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, hingga balap liar dan tawuran remaja.

    Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ren Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Francoise H.B. Mantiri. Petugas menyisir berbagai titik vital dan jalur yang dianggap rawan di wilayah hukum Tanjung Perak.

    Personel gabungan bergerak mulai dari Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak di Jl. Perak Timur, kemudian melintasi rute-rute strategis di antaranya Pos Lantas Jalan Jakarta, Jalan Rajawali, pusat keramaian masyarakat di Kya-Kya Jalan Kembang Jepun, kawasan Sidotopo hingga Kenjeran. Petugas juga melakukan patroli di Pos Pol Suramadu.

    Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian patroli berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti.

    “Patroli Stasioner Cipkon ini bertujuan untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap terkendali. Kami fokus pada pencegahan gangguan nyata di lapangan agar masyarakat yang beraktivitas di malam hari merasa tenang,” ujar Iptu Suroto, Minggu (12/4/2026).

    Selain itu, wilayah-wilayah yang selama ini disinyalir rawan aksi gangster dan kenakalan remaja terpantau aman dan kondusif. Hingga patroli berakhir, dilaporkan tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu ketenangan warga.

    “Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan adanya indikasi 3C maupun gangguan dari kelompok pemuda atau gangster. Wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpantau aman, kondusif, dan tertib,” tambah Iptu Suroto.

    Upaya peningkatan patroli di malam minggu ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, sekaligus menutup ruang gerak bagi para pelaku tindak kejahatan di wilayah pelabuhan dan sekitarnya. (Bagas)***

  • Uncategorized

    MAKI Jatim: Pakai Mobil Dinas untuk Pribadi? Siap Kami Cegat di Jalan!

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur berikan himbauan keras untuk tak gunakan mobil dinas saat mudik Lebaran kemarin dan saat melakukan aktifitas yang tidak ada korelasi atau hubungannya dengan kedinasan pada jabatan yang melekat.

    Pentingnya integritas dan kehati-hatian sangat diperlukan, ketika harus meninggalkan kendaraan dinas di kantor.Ini bukan semata soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bentuk kehati-hatian agar tidak bersinggungan dengan potensi penyalahgunaan wewenang, sekecil apa pun itu.

    Inilah gambaran kecil dari puisi yang berjudul Integritas bagi para Abdi Negara untuk mengeeepankan konsistensi narasi pengabdian dan menjauh dari penyalahgunaan kewenangan.

    MAKI Jatim secara kelembagaan mengangkat permasalahan integritas berkenaan dengan penggunaan mobil dinas dikarenakan masih banyak temuan terutama pada jajaran Kepala atau Pimpinan yang menggunakan beberapa mobil dinas untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

    Kehati hatian dalam menggunakan fasilitas negara harusnya menjadi narasi utama bagi jajaran Abdi Negara, terutama para Kepala Dinas/OPD atau Pimpinan, dan perilaku mengedepankan kehati-hatian tersebut menjadi gambaran kepatuhan positif dan terukur.

    kendaraan dinas atau Fasilitas Negara lainnya bukan sekadar alat transportasi, melainkan itu merupakan lambang amanah dan menjadi separator atau ilustrasi pemilahan untuk mengerti batasan kewenangan.

    Sikap itu hadir sebagai pengingat yang halus, bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menjaga amanah. Dan barangkali, justru dari ketenangan sikap seperti itulah, kepercayaan publik perlahan tumbuh. Ia tidak dibangun dalam satu kebijakan besar, melainkan tumbuh perlahan dari sikap-sikap kecil yang konsisten.

    Bismillah, atas nama Masyarakat, saya akan menginstruksikan segenap jajaran pengurus dan anggota MAKI Jatim untuk melakukan sweeping berkenaan dengan penggunaan mobil plat merah atau mobil dinas yang digunakan diluar jam kantor atau digunakan untuk kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan Kantor Dinas, Cegat mobilnya dan foto serta videokan untuk kemudian kita akan berikan laporan kepada Baperjakat, BKD dan Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintahan,” pungkas Heru MAKI dengan nada tegas serta serius dan tidak main main. (Bgn)

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Gusar, OTT Berulang, Moral Runtuh: Korupsi Jadi Wajah Asli Kekuasaan Daerah

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 11 April 2026, bukan sekadar kabar kriminal biasa. Ini adalah tamparan keras yang berulang dan sayangnya, makin terasa biasa.

    Di Jawa Timur, penangkapan kepala daerah oleh KPK seolah sudah menjadi ritual tahunan. Publik disuguhi pola yang sama: pejabat ditangkap, pernyataan penyesalan dilontarkan, lalu sistem kembali berjalan tanpa perubahan berarti.

    Korupsi bukan lagi penyimpangan ia telah menjelma menjadi kebiasaan yang dilestarikan.

    Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, tidak menutup-nutupi kemarahannya. Ia menyebut kejadian ini sebagai bukti telanjang kegagalan sistemik, bukan sekadar kelalaian individu.

    “Ini bukan kecolongan. Ini pola busuk yang terus dibiarkan hidup,” tegasnya.

    Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Setiap tahun, selalu ada kepala daerah di provinsi ini yang tersandung kasus serupa. Ini menandakan satu hal yang tak bisa lagi disangkal: upaya pemberantasan korupsi belum menyentuh akar persoalan. Yang disentuh baru permukaan pelaku ditangkap, tapi ekosistemnya tetap tumbuh subur.

    Lebih mengkhawatirkan, efek jera yang selama ini digembar-gemborkan nyaris tak terlihat. Ancaman hukuman, sorotan publik, hingga stigma sosial tampaknya tak lagi cukup untuk menghentikan para pejabat dari praktik kotor. Korupsi justru semakin berani, semakin sistematis, dan semakin terorganisir.

    Heru menyoroti lingkaran klasik yang tak pernah putus: jual beli jabatan, proyek titipan, hingga manipulasi anggaran daerah. Skema lama, aktor baru. Pergantian wajah, tapi bukan perubahan perilaku.

    “Kalau ini terus terjadi, jangan salahkan publik kalau akhirnya percaya bahwa korupsi sudah menjadi bagian dari sistem itu sendiri,” ujarnya tajam.

    Desakan pun mengarah pada KPK agar tidak kembali bermain aman. Publik sudah lelah melihat kasus berhenti di satu nama besar, sementara jaringan di belakangnya tetap bebas berkeliaran.

    Penanganan kasus seperti ini, menurut Heru, harus menembus hingga ke akar: birokrasi internal, jaringan pengusaha, hingga aktor politik yang selama ini bermain di balik layar. Jika tidak, penangkapan hanya akan menjadi tontonan sesaat bukan solusi jangka panjang.

    Kini, kasus yang menjerat Gatut Sunu Wibowo masih dalam tahap pengembangan. Namun publik tidak lagi hanya menunggu proses hukum. Mereka menuntut keberanian keberanian untuk membongkar, bukan sekadar menangkap.

    Karena jika tidak, satu hal yang pasti: daftar kepala daerah korup di Jawa Timur tidak akan berhenti di sini. Dan negara, sekali lagi, akan terlihat seperti tahu segalanya tapi memilih untuk tidak benar-benar menyelesaikannya. (Bgn)***

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Siap Seret Skandal Bakorwil Malang ke Kejati

    WARTAPENASATUJATIM | Malang, 7 April 2026 – MAKI Jatim ungkap potensi korupsi pada pengelolaan anggaran Bakorwil Malang, diduga 70% hanya berbasis laporan SPJ saja.

    Diduga penyalahgunaan keuangan terjadi pada pengadaan ATK, Mamin, jasa tenaga administrasi dan pekerjaan pemeliharaan bangunan

    Sesuai dengan data yang tertera pada Sisten Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP tahun anggaran 2025, tersaji informasi detail bahwa Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) mengelola anggaran APBD 1 Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejumlah 5,6 Milyard TA 2025.

    Dalam pelaksanaannya, tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim yang berada pada pos kantor MAKI Malang Raya, telah melakukan penelusuran berkenaan dengan aplikasi nyata dari pelaksanaan penggunaan anggaran pada kantor Bakorwil Malang tersebut.

    Sudah semenjak bulan april tahun 2025, tim Litbang dan investigasi MAKI Malang Raya sangat fokus pada ragam kegiatan berbasis anggaran DIPA Bakorwil Malang Pemprov Jatim.

    Hasil penelusuran ditemukan data bahwa kantor Bakorwil Malang itu diduga melaksanakan kegiatan nyata sesuai DIPA Anggaran hanya berkisar di angka 35% saja dan diduga sisanya sekitar 65% hanyalah penyampaian SPJ tanpa kegiatan yang nyata,” ungkap Chamim, MAKI Malang Raya.

    Chamim menambahkan bahwa sumber kegiatan yang menjadi dugaan ajang korupsi pada kantor Bakorwil Malang Raya adalah :
    1. Pengadaan anggaran pada ATK keperluan kantor
    2. Pengadaan anggaran pada penyediaan makanan dan minuman sajian untuk kepentingan tamu
    3. Pengadaan sewa alat angkutan darat
    4. Pengadaan biaya penyediaan jasa tenaga administrasi untuk kantor Bakorwil Malang.
    5. Pemeliharaan bangunan untuk rangkaian rehab sarana prasarana pada kantor Bakorwil Malang.

    Kelima item diatas menjadi celah masuk dugaan korupsi pada realisasi anggaran yang semestinya harus dilaksanakan sesuai DIPA tahun anggaran 2025.

    Potensi dugaan perilaku koruptif sesuai temuan data dan fakta hukum hasil penggalian tim Litbang dan investigasi MAKI Malang Raya ini dipastikan akan masuk pada ranah pelaporan MAKI Malang Raya kepada APH, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

    Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur, berkesempatan juga untuk menyampaikan penghargaan atas kejelian dan strategi tim Litbang investigasi MAKI Malang Raya dalam memperoleh data valid yang sah demi hukum.

    Heru MAKI sudah memberikan perintah langsung kepada Koordinator Bidang Hukum MAKI Jatim untuk memproses penyempurnaan pemberkasan pelaporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur secepatnya.

    Chamim Putra, koordinator MAKI Malang Raya juga menyentil keras arogansi Kepala Bakorwil Malang Raya atas dugaan penggunaan mobil dinas yaitu 2 unit mobil fortuner, 1 unit mobil xpander dan 1 unit mobil sedan Honda Civic untuk keperluan keluarga dari Kaban Bakorwil Malang Raya.

    Diduga 4 unit mobil dinas tersebut peruntukannya bukan hanya untuk mobil dinas operasional Kepala Bakorwil Malang, tetapi ditengarai juga digunakan untuk kepentingan dan mobilisasi putra dan istri dari Kepala Bakorwil Malang yang notabene tidak ada irisan tugas dari kantor Bakorwil Malang.

    “Ini harus juga menjadi perhatian Sekdaprov Jatim, Wagub dan Ibunda Gubernur Jawa Timur,” pungkas Chamim putra. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Perang Senyap Melawan Narkoba: Saat Generasi Muda Ditempa Jadi Garda Terdepan Bela Negara di Jawa Timur

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Ancaman terhadap bangsa hari ini tidak lagi selalu datang dengan suara dentuman senjata. Ia hadir diam-diam, menyusup ke ruang-ruang kehidupan generasi muda, merusak masa depan tanpa disadari.

    Narkoba menjadi wajah nyata dari perang senyap itu menggerogoti moral, melemahkan daya juang, dan perlahan melumpuhkan ketahanan bangsa dari dalam.

    Kesadaran itulah yang melatarbelakangi digelarnya kegiatan strategis bertema “Memperkuat Toleransi dan Kebhinekaan sebagai Benteng Generasi Bangsa dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba dan Menumbuhkan Semangat Bela Negara” di Aula Gedung PPAD Jawa Timur, Surabaya.

    Sekitar 120 peserta dari berbagai elemen strategis hadir, mulai dari FKPPI, Resimen Mahasiswa, HIPAKAD, FKPPAL, FKPPAU, KBPP Polri, Pramuka, hingga puluhan pelajar.

    Mereka bukan sekadar peserta, tetapi representasi generasi penjaga masa depan bangsa yang hari ini sedang dihadapkan pada ancaman paling berbahaya: kehilangan arah dan jati diri akibat narkoba.

    Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif untuk melawan ancaman yang nyata.

    “Hari ini kita tidak hanya bicara toleransi dan kebhinekaan, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

    Ia menambahkan bahwa meskipun kondisi kebhinekaan di Jawa Timur relatif kondusif, masih terdapat sejumlah persoalan di lapangan, terutama terkait penyalahgunaan narkotika yang terus mengintai generasi muda.

    “Secara umum sudah baik, tetapi kita tidak boleh lengah. Ancaman narkoba ini nyata dan terus berkembang. Jika tidak dihadapi dengan serius, ini bisa merusak fondasi bangsa,” ujarnya.

    Dalam perspektif bela negara, ancaman narkoba tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Ia adalah ancaman kolektif yang berdampak langsung pada ketahanan nasional.

    Generasi muda yang terjerumus narkoba bukan hanya kehilangan masa depan, tetapi juga melemahkan kekuatan bangsa secara keseluruhan.

    Perwakilan Ketua DP PPAD Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) Kusbandi, menekankan bahwa menjaga kebersamaan dan persatuan di tengah keberagaman merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk narkoba.

    “Kegiatan ini harus dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran bersama. Kita ingin generasi muda memahami wawasan kebangsaan dan bela negara secara utuh, bukan hanya teori, tetapi juga praktik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, sehingga pesan tentang bahaya narkoba dan pentingnya bela negara dapat menjangkau lebih luas, terutama di kalangan generasi muda.

    Dalam sesi pemaparan, narasumber dari BNN Provinsi Jawa Timur, Dr. Singgih Widi Pratomo, menegaskan bahwa narkotika adalah ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

    “Hidup ini hanya sekali. Jangan sampai dirusak oleh narkoba. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi penghancuran diri secara perlahan,” tegasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun gaya hidup sehat dan lingkungan yang positif sebagai langkah preventif.

    Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan, dan itu harus dimulai dari kesadaran individu.

    Sementara itu, akademisi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya, Dr. Zaenal Abidin, menyoroti pentingnya menjadikan peserta sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

    “Kami berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman, tetapi mampu menjadi penyampai nilai meneruskan semangat bela negara, toleransi, dan kebhinekaan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

    Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga membangun interaksi dan kebersamaan antar peserta.

    Dalam suasana yang dinamis, mereka diajak untuk memahami bahwa bela negara bukan sekadar konsep besar, tetapi dimulai dari hal sederhana: menjaga diri dari narkoba, menghargai perbedaan, dan aktif berkontribusi dalam kehidupan sosial.

    Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kualitas karakter generasinya.

    Dari Surabaya, pesan itu ditegaskan dengan lantang: bahwa perang melawan narkoba adalah bagian dari bela negara, bahwa menjaga toleransi adalah menjaga persatuan, dan bahwa generasi muda adalah benteng terakhir bangsa
    yang harus dijaga, diperkuat, dan disadarkan sebelum semuanya terlambat. (Bgn)***

Wartapenasatu.com @2025