• Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  perkebunan,  pertanian,  SOSIAL

    Panen Raya Cabe Dan Ketapang PKK Desa Caringin

    Warta Pena Satu,Banten – Suasana meriah menyelimuti Desa Kemuning saat acara panen cabai yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Kepala Desa Kemuning, Bapak Dadang S.ip, bersama dengan Bupati Tangerang, Bapak Drs H. Moch Maesyal Rasyid M.si dan Kepala Dinas Pertanian, Bapak Dr. Ir. H. Ujang sudiartono ST.MT , turut hadir Camat Legok Bapak H. M yusuf Fachrodji S.STP, M.si  untuk memeriahkan acara tersebut. Kehadiran para pejabat ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di wilayah ini.

    Acara panen cabai ini merupakan momen penting bagi para petani Desa Kemuning. Pasalnya, panen kali ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka dan menstabilkan harga cabai di pasaran. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petani, pemerintah, dan masyarakat umumnya.

    Dalam sambutannya, Bapak Dadang S, ip menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah atas dukungan yang telah diberikan kepada para petani. Ia juga berharap agar kerjasama antara petani dan pemerintah dapat terus ditingkatkan demi kemajuan sektor pertanian di Desa Kemuning.

    Bapak Drs.H Moch. Maesyal Rasyid M.Si juga memberikan apresiasi kepada para petani atas kerja keras mereka dalam menghasilkan cabai berkualitas. Ia berjanji akan terus memberikan dukungan kepada sektor pertanian di Kabupaten Tangerang, termasuk melalui program-program pelatihan dan bantuan modal.

    Sementara itu, Bapak Dr. Ir H. Ujang Sudiartono ST. MT menjelaskan bahwa Dinas Pertanian akan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai di Desa Kemuning. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan kepada para petani mengenai teknik budidaya cabai yang baik dan benar.

    Acara panen cabai ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni tradisional, lomba memasak cabai, dan pameran produk pertanian. Para pengunjung pun tampak antusias mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.

    Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Desa Kemuning dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.

  • Daerah,  Nasional

    Hendra Gunawan bakal isi kekosongan Fraksi Gerindra DPRD Kota Tangerang

    kOTA TANGERANG – Pasca meninggalnya salah satu kader terbaik Partai Gerindra Kota Tangerang Alm Nurhadi yang telah menjadi anggota DPRD sampai dengan 4 periode, kini Kursi Fraksi Partai Gerindra Kota Tangersng mengalami kekosongan, Kamis (20/11/2025)

    Menurut Turidi Susanto Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang bahwa yang akan mengisi kursi DPRD dalam PAW mengisi kekosongan tersebut sesuai dengan amanat undang-undang adalah Caleg dengan raihan suara terbanyak berikutnya dan itu adalah Hendra Gunawan.

    Diketahui pada Pemilu 2024 yang silam, suara di Dapil V Kota Tangerang yang meliputi Kecamatan Priuk, Jati Uwung dan Cibodas untuk Hendra Gunawan raihan suaranya ada dibawah langsung  Alm. Nurhadi.

    Kata Turidi Susanto, Nama Hendra Gunawan telah diusulkan ke DPP untuk mengisi Pergantian Antar Waktu (PAW), Dan tinggal menunggu di Paripurnakan di DPRD Kota Tangerang

    “Untuk pelantikannya belum, kita tunggu Paripurna sesuai agenda”. Ujar Turidi

  • Daerah,  SOSIAL

    Normalisasi kali sasak desa kadu

    Curug, 08 november 2025 — Semangat gotong royong kembali berkobar di Desa Kadu, saat warga bersama aparat, perangkat desa,ormas, perwakilan Paramond, dan PT. Pharos bahu-membahu membersihkan Kali Sasak pada Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan serta upaya menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai.

    Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan peralatan sederhana,mereka membersihkan sampah dan endapan lumpur yang menumpuk di sepanjang Kali Sasak. Semangat kebersamaan dan kerja keras terlihat jelas dari wajah-wajah peserta yang antusias.

    Kepala Desa Kadu, M. Asdiansyah, S.H, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif seluruh pihak dalam kegiatan gotong royong ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari warga,ormas, Paramond dan PT. Pharos yang telah turut serta dalam kegiatan ini. Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

    Perwakilan dari Paramond menyatakan bahwa pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan positif ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Kadu. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

    Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar warga Desa Kadu.

  • Daerah,  Nasional,  Opini,  Politik,  SOSIAL

    Acara Konsolidasi & silaturahmi Presiden partai PADI PINI partai PADI,DPN partai PADI ke DPP Partai PADI prov. Banten

    Warta Pena Satu-Tangerang, Banten Acara konsolidasi dan silaturahmi Presiden Partai PADI ke DPP Partai PADI Provinsi Banten:

    Presiden Partai PADI (Pertai Amanat Demokrasi Indonesia), Bapak MAYJEN PURN Drs. BERLIAN SYAFEI melakukan kunjungan konsolidasi dan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai PADI Banten pada hari ini, Rabu (5/11/2025). Acara ini bertujuan untuk memperkuat struktur partai di tingkat daerah serta menyelaraskan visi dan misi partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.

     

    Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda konsolidasi nasional yang dilakukan oleh Presiden Partai PADI untuk memastikan seluruh jajaran partai, dari tingkat pusat hingga daerah, memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan partai. Dalam sambutannya, Bapak MAYJEN PURN Drs. BURLIAN SYAFEI menekankan pentingnya soliditas dan kerja sama antar kader untuk mencapai tujuan bersama.

     

    Acara yang dihadiri oleh Masing- masing DPD partai PADI Perwakilan pengurus kabupaten & kota yg ada di provinsi Banten jg dihadiri kader Partai PADI dari berbagai daerah di Banten ini berlangsung dikantor sementara DPP partai PADI provinsi Banten yang Beralamat Diko. Cangkudu-Cisoka Tangerang-Banten . Selain agenda konsolidasi, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara Presiden Partai dengan para kader, di mana berbagai isu strategis dibahas secara mendalam.

    Dalam diskusi tersebut, beberapa isu yang menjadi perhatian utama adalah persiapan menghadapi Pemilu 2029, peningkatan kualitas kader, serta penguatan basis dukungan partai di kalangan masyarakat. Bapak Surya Paloh juga memberikan arahan mengenai strategi komunikasi politik yang efektif untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

     

    Ketua DPP Partai PADI Banten, Bapak KH. Ahmad Basir Karomi Spd.i menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan bahwa kehadiran Presiden Partai memberikan semangat baru bagi seluruh kader di Banten. Beliau juga menyampaikan komitmen DPP Partai PADI Banten untuk terus bekerja keras dalam memajukan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

     

    Selain agenda internal partai, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan audiensi dengan sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan di Banten. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperluas jaringan dan meningkatkan citra positif partai di mata publik.

    Acara konsolidasi dan silaturahmi ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, di mana para kader berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Presiden Partai. Diharapkan, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar kader serta meningkatkan semangat juang dalam memajukan Partai PADI.

  • Daerah,  Nasional,  SOSIAL

    Partai Amanat Demokrasi Indonesia ( PADI ) sosialisasi di Kp.Ranca Iyuh Kec.Panongan

    TANGERANG, September – Partai PADI menggelar acara sosialisasi sekaligus pembagian sembako di Kampung Ranca Iyuh, Desa Ranca Sadang, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari Sabtu (20/09/2025). Acara ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat serta membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah situasi yang penuh tantangan ini.

    Acara yang dimulai pukul 10:00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Partai PADI, termasuk Ketua DPW Banten, A. Basir Karomi, S.Pd.I., Ketua DPD, A. Suja’i, serta Ketua PAC Panongan, Endang. Kehadiran para pemimpin partai ini menunjukkan komitmen kuat PADI dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat di tingkat akar rumput.

    Dalam sambutannya, A. Basir Karomi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Partai PADI untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa Partai PADI tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, terutama saat-saat sulit seperti sekarang ini,” ujarnya.

    Selain sosialisasi mengenai program-program partai, acara ini juga diisi dengan pembagian sembako. Warga Kampung Ranca Iyuh tampak antusias dan menyambut baik kegiatan ini.

    Ketua DPD , A. Suja’i, menambahkan mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Tangerang. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat. Kami juga akan terus berupaya untuk memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat,” katanya.

    Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses, diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus partai dan warga setempat. Partai PADI berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara partai dan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Kampung Ranca Iyuh dan sekitarnya.

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  SOSIAL

    Ada Apa Dengan PL Kecamatan Jayanti

    Warta pena satu- Banten

    PL Kecamatan Jayanti, Aneh…!!! Aneh…!!! Jalan Masih Bagus Diperbaiki, Jalan Rusak Dibiarkan/ Masyarakat Dikampung Keramat Juga, Sama Bayar Pajak!! Tapi Tolong perhatikan Jalan Dikampung Kami, Sudah Lama Rusak, Sudah Bertahun”.

    KabupatenTangerang Senin 15/09/2025.
    Kebijakan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menuai kritikan dari warga. Pasalnya, ada ruas jalan yang kondisinya masih tergolong baik justru diperbaiki dan diaspal, sementara jalan yang sudah lama rusak dan berlubang dibiarkan tanpa perbaikan.

    Pantauan di lapangan, seperti di kampung Saradan hilir Desa Pangkat Jayanti, Kabupaten Tangerang proses pengaspalan/ Hotmix berjalan lancar meski permukaan jalan sebelumnya masih mulus dan jarang dikeluhkan warga. Sementara itu, Jalan di Kampung Keramat Desa Sumur bandung yang sudah lama berlubang dan memprihatinkan, belum tersentuh perbaikan hingga saat ini.

    “Jalan ini (Saradan Hilir) tadinya masih bagus, tapi sekarang malah diperbaiki lagi. Sedangkan di Kampung Keramat Desa Sumur bandung, sudah bertahun-tahun rusak, tidak pernah diperbaiki,” ujar warga setempat, Minggu (14/9/2025).

    Kami Media sebagai sosial control mempertanyakan prioritas dan transparansi anggaran perbaikan jalan dari Pemerintah Kecamatan maupun Dinas “Aneh, jalan yang masih bagus malah dipoles, yang rusak dibiarkan. Kami minta pemerintah lebih adil dan melihat kebutuhan masyarakat secara nyata, bukan hanya proyek asal-asalan,” kata Akew, Aktivis Jayanti.

    Menanggapi hal ini, Bonai Supriadi sebagai Aktivis , mengaku sudah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan jalan rusak ke pemerintah Kecamatan Jayanti, namun belum ada realisasi. “Kami sudah usulkan beberapa kali, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Mudah-mudahan segera ada perhatian,” ujarnya.

    Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan belum memberikan klarifikasi terkait dasar penentuan prioritas perbaikan jalan di wilayah Sumur Bandung Kecamatan Jayanti.

    Warga berharap pemerintah Kecamatan lebih transparan dan bijak dalam menentukan proyek infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

  • Daerah,  hukum,  Kriminal,  Nasional,  SOSIAL

    Dengan dalih UU PPA dan Kemanusiaan

    Warta pena satu-Banten

    Dengan Dalih Dilindungi UU PPA Dan Kemanusian Pihak Polsek Rajeg Enggan Tangkap Dan Tahan Tersangka 170 KUHP (Pengeroyokan/Penganiayaan).

    Dalam kasus tindak pidana 170 KUHP yang sedang berproses di polsek rajeg harus mendapat perhatian khusus baik oleh Polda Banten atau pun Mabes polri.

    Hampir 6 bulan lamanya perkara ini berjalan namun tak pernah ada kepastian hukum atau pun keadilan untuk pihak korban 170 KUHP.

     

    Dalam prosesnya keluarga korban berupaya agar tersangka 170 KUHP dapat ditahan namun hal itu tidak dilakukan aparat kepolisian polsek rajeg.

     

    Kanit reskrim polsek Rajeg IPDA Doni S.H menyampaikan “bukan pihak kami tidak mau melakukan penangkapan,mengingat tersangkanya sedang sakit dan bukan orang jauh,terus koperatif masih bisa dihadirkan oleh kuasa hukumnya,rasa kemanusian,dan dilindungi UU PPA,jadi untuk apa dilakukan penahanan”,jelasnya pada rabu malam (10/09/2025) dikantornya.

     

    Selain itu dirinya juga menambahkan akan turun langsung kelapangan guna menemui tokoh-tokoh masyarakat,kepala desa dan lain-lain agar bisa dilakukan mediasi,imbuhnya.

    Namun para pakar hukum tidak sependapat dengan kanit reskrim polsek rajeg mengingat intimidasi yang dilakukan secara lisan oleh tersangka berpotensi dapat mengulang kejadian yang sama.

    Menurut ahli hukum pidana internasional Mochamad Moro Asih, S.H., M.H., C.I.H., C.I.L., C.L.A menyampaikan melalui pesan whatsapp “Dalam proses penyidikan tindak pidana Pasal 170 KUHP, kondisi kesehatan tersangka memang dapat menjadi pertimbangan penyidik untuk tidak melakukan penahanan sementara waktu. Namun, pertimbangan tersebut wajib dibuktikan secara sah melalui dokumen resmi berupa surat keterangan dokter, hasil diagnosa, rekam medis, maupun surat jaminan dari pihak keluarga atau penasihat hukum tersangka,

    Apabila pihak kepolisian hanya menyampaikan alasan sakit tanpa menyertakan bukti medis, maka hal tersebut tidak memiliki kekuatan formil untuk menunda proses penahanan. Sebaliknya, kondisi ini justru berpotensi menimbulkan keraguan publik terhadap profesionalitas dan independensi penyidik”,ungkapnya.

     

    Selain itu dirinya menambahkan Adapun terhadap tersangka kedua, yakni NH, yang dalam keadaan sehat walafiat, seharusnya tidak ada alasan hukum untuk tidak dilakukan penahanan sepanjang syarat subjektif maupun objektif Pasal 21 KUHAP terpenuhi. Hal ini penting agar proses penyidikan tidak dianggap tebang pilih dan tetap menjamin rasa keadilan bagi korban,harus melihat profesionalitas penyidik,dan tidak ada kejahatan pembiaran,imbuhnya.

     

    Ditemui di kediamannya M.Abdulloh selaku pelapor menyampaikan” saya setiap menanyakan ke Kanit Polsek Rajeg cuma di suruh sabar dan minta waktu terus menerus sementara perkara ini sudah mau 6 bulan,terus kita sebagai korban mau minta keadilan kemana lagi bang”,jelasnya pada (14/09/2025).

     

    1. Hingga berita ini di terbitkan awak media masih menunggu penjelasan humas Polda Banten dan Polresta Tangerang guna menyelesaikan permasalahan ini.

     

     

     

     

  • AGAMA,  Berita Duka,  Daerah,  hukum,  Nasional,  Opini,  Politik,  SOSIAL

    Gawatt! Diduga Kades Tobat Dilaporkan ke Polda Banten, Terkait menggusur masjid ,yang sedang di pakai ibadah oleh masyarakat.

    warta pena satu- Banten

    Waduuh Gawaat! Diduga Kades Tobat kecamatan Balaraja , Dilaporkan Ke Polda Banten, Terkait masjid Pemilik Masyarakat Di Robohkan Oleh Oknum Kades Dengan Alat Berat/excavator.

    Kabupaten Tangerang, Kamis 04/09/2025.

    Atas Viralnya Disosial media,tiktok/FB, Terkait masjid yang Sedang di Ibadahi oleh Masyarakat Dirobohkan Diduga Oleh Oknum Kepala Desa Tobat, Kecamatan Balaraja.

    ‘Peristiwa ini sempat memicu keresahan publik hingga viral di media sosial. Kepala Desa Tobat pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka didampingi Bupati Tangerang. Ia berjanji akan menghibahkan lahan dan membangun kembali masjid di lokasi yang telah disepakati. Namun, hingga kini pembangunan baru sebatas peletakan batu pertama tanpa ada tindak lanjut nyata.

    Merasa dirugikan dan dilecehkan, Oki Agus Tiawan, bersama Ketua Umum H. TB Endang, menggandeng kuasa hukum Amrizal Syaufi, SH., MH. & Partner, untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum tersebut ke Polda Banten.

    “Kasus ini tidak bisa dibiarkan. Masjid adalah simbol ibadah umat Islam, perobohan tanpa musyawarah jelas mencederai hak masyarakat. Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” tegas Oki.

    Potensi Jeratan Hukum

    Menurut pengamat hukum yang ditemui Awak media, tindakan perobohan masjid tanpa dasar musyawarah berpotensi melanggar beberapa aturan:

    1. KUHP Pasal 156a dan Pasal 170 – mengatur larangan perusakan tempat ibadah serta perbuatan yang menimbulkan permusuhan atau penghinaan terhadap suatu golongan. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat pidana penjara.

    2. UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya – meskipun belum ada penetapan resmi, masjid yang berdiri puluhan tahun bisa masuk kategori bangunan bersejarah. Penghancuran tanpa izin berpotensi melanggar aturan pelestarian.

    3. UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 – kepala desa seharusnya menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah dalam setiap kebijakan pembangunan desa. Perobohan masjid tanpa musyawarah jelas bertentangan dengan amanat UU ini.

    Masjid Nurul ihtijarot,dirobohkan pada tgl 5/7/2025, kepala desa tobat , lokasi di pasar Sentiong, kecamatan Balaraja.

    Kasus-kasus terkait status perobohan masjid sering kali meresahkan masyarakat. Dan tak jarang membuat kontroversi bahkan menjadi konflik sosial antar kelompok masyarakat. Kasus-kasus yang ramai diperbincangkan media dan menyedot emosi bernuansa sara dalam beberapa tahun terakhir adalah penggusuran yang terjadi masjid Nurul ihtijarot lokasi di pasar Sentiong, kecamatan balaraja. Hasil pencarian kasus yang mencuat menimbulkan kontroversi dan dimuat media online adalah sebagai berikut.

     

    – Ruislag lahan dan penggusuran Masjid ihtijarot, di pasar Sentiong ,Desa Tobat Kecamatan Balaraja, dirobohkan pada tgl 5/7/ 2025.

    masjid merupakan suatu hal yang sensitif dan menyulut emosi masyarakat. Tentu saja karena masjid memiliki tempat istimewa bagi Muslim, bernuansa sakral, spiritual keagamaan, serta ada kultur sosial yang sudah terjalin yang mengukuhkan kedekatan emosional warga. Dalam bahasa lain, masjid memiliki ruang-ruang sosial dan spiritual (social and religious spheres), bukan hanya sekedar bangunan fisik. Wajar saja, jika tidak berhati-hati, kontroversi dan konflik bisa muncul, terlepas proses administirasi prosedural sudah dilakukan. Contohnya terlihat dalam kasus ruislag tanah masjid Raudhatul Islam, kasus no 3 di atas. Ini harus menjadi pelajaran berharga, bahwa proses administrasi harus dibarengi dengan proses musyawarah dan edukasi yang cukup. Harus dipahami bahwa emosi akan mengemuka ketika penggusuran atau ruislag melibatkan pihak lain yang diaggap tidak mewakili kepentingan umum, alias untuk kepentingan komersial. Terlebih lagi jika ada intimidasi dari pihak-pihak yang dianggap memiliki

    kuasa seperti para pejabat maupun pengusaha demi kepentingan politik.

  • Daerah,  Nasional

    Nyawa Yang Murah Di Negeri Bernama Tanah Air

    Keterangan Gambar: Ahmadi, S.Sos

     

    Affan Kurniawan (21) barangkali hanya ingin mengantarkan makanan. Tak pernah ia kira malam itu menjadi orderan terakhirnya. Tubuh mudanya remuk dilindas mobil baja, sekeras besi yang tak mengenal empati.

    Sumari (60) tak tahu tidurnya di atas becak di Pasar Gede Solo menjadi tidur paling panjang. Lelaki renta asal Pacitan itu mungkin hanya lelah, menyerah sejenak dari kerasnya hidup. Namun siapa sangka, gas yang menyapu udara malam ikut merenggut napas terakhirnya.

    Di Makassar, Abay dan Sarina, dua anak muda yang memilih menjadi pegawai negeri, tak pernah menduga gedung tempat mereka bekerja menjadi api neraka. Mereka hangus bersama mimpi, bersama bangunan yang berubah jadi puing. Saiful Akbar pun menyusul, namanya masuk dalam daftar panjang korban yang tak pernah meminta kematian sesegera itu.

    Lalu ada Rusmadiansyah (26), tubuhnya menjadi sasaran amarah sekelompok orang misterius. Entah siapa, entah kenapa. Yang jelas, darahnya tumpah di jalan, tertulis sebagai berita singkat, padahal ia adalah anak dari seorang ibu, mungkin kakak dari adik-adik yang menunggunya pulang.

    Dan Rheza Sendy Pratama, mahasiswa yang pulang dari demonstrasi bukan dengan cerita perjuangan, melainkan dengan tubuh yang dingin.Namanya kini hanya disebut di lorong-lorong rumah sakit, bukan lagi di ruang kelas.

    Mereka semua bukan siapa-siapa di panggung kekuasaan. Nama mereka tak tercetak di undangan kenegaraan, tak dipanggil presiden untuk menerima tanda jasa, tak masuk headline kecuali sebagai berita duka. Mereka hanyalah rakyat kecil, yang bahkan tak tahu isi naskah kebijakan, yang asing dengan teori Karl Marx, yang berpendapat bahwa konflik sosial timbul dari ketimpangan kelas dan pertentangan kepentingan ekonomi antara kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Atau bahkan teori konspirasi ala pengamat politik lainnya. Dan mungkin tak peduli dengan skema konspirasi politik. Yang mereka tahu hanya satu: hidup itu sulit, jadi harus terus bekerja.

    Affan bekerja malam-malam demi rating pelanggan. Sumari tetap mangkal meski usia renta. Abay, Sarina, dan Saiful lembur demi tanggung jawab. Rusmadiansyah dan Rheza mungkin hanya ingin bersuara, menyampaikan keresahan yang sederhana. Dan kini, semuanya terhenti.

    Dalam hitungan hari, nyawa-nyawa itu terkubur. Bersama mereka, terkubur pula tawa keluarga, harapan anak-anak, dan doa-doa yang tak sempat dijawab. Betapa murahnya nyawa di negeri ini. Semurah angka statistik, semurah narasi resmi yang dingin tanpa air mata.

    Sementara itu, halte terbakar, gedung DPRD hangus. Andai begini keadaannya, saya makin teringat pada ucapan Ahmad Sahroni, seorang politikus NasDem, yang pernah menyebut rakyat dengan diksi “tolol”.

    Barangkali memang begitu nasib kami-dipaksa tampil sebagai orang “tolol” di panggung pertunjukan yang bahkan kami tak tahu skenarionya.

    Saya pun, sebagai bagian dari rakyat, sering merasa diri ini begitu “tolol”-bukan karena bodoh, melainkan karena bingung membaca situasi yang kian keruh. Alih-alih suara keresahan kami didengar, justru telinga ini dijejali teori cocokologi: tentang pusaran politik, tarik-menarik kuasa, geng Solo atau Hambalang, bahkan gosip politik yang merembes hingga ke pos ronda kampung. Sekonyong-konyong, rakyat jelata pun dipaksa jadi pengamat politik dadakan.

    Namun bagi saya, geng Solo atau Wonogiri, Hambalang atau Jonggol, semuanya hanyalah nama belaka. Yang penting bukanlah kubu siapa melawan siapa, melainkan nurani itu sendiri. Andai semua pihak kembali pada satu kalimat sederhana dari penyair WS. Rendra- “Bahwa Nurani ialah hakim adil”-niscaya tak akan ada situasi seperti yang kini kita saksikan.

    Kita diminta cooling down. Kita diminta jaga warga. Dan memang, rakyat siap menjaga rakyat. Tapi siapa yang menjaga kami dari kekuasaan yang abai? Siapa yang menjaga kami dari aparat yang kehilangan kendali? Siapa yang menjaga kami dari politikus yang hanya pandai bicara?

    Gus Dur pernah berkata, “Ada yang lebih penting dari politik, yakni kemanusiaan.” Kini kita melihat, kemanusiaan itu terkoyak. Negeri yang katanya penuh tata krama dan nilai adi luhur, kini hanya menyisakan wajah garang.

    Dalam beberapa hari terakhir, bangsa ini kehilangan senyum. Senyum itu terbakar bersama gedung, pudar bersama gas air mata, hancur bersama tubuh-tubuh yang terbujur.

    Dan kita, rakyat kecil, hanya bisa mengirim doa, sambil bertanya lirih: apakah nyawa kami benar-benar semurah ini?

  • AGAMA,  Daerah,  Nasional

    Istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan Pembacaan Asma Badar Bersama Ansor-Banser Kabupaten Tangerang

    Tangerang – kader Ansor Banser Kabupaten Tangerang bersama kiai serta jamaah Nahdliyin menggelar istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar pada Senin (1/9/2025) malam. Acara berlangsung khidmat di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.

    Kegiatan ini digagas sebagai wujud kepedulian spiritual terhadap keamanan dan ketenangan negeri. Melalui doa bersama, para kader muda NU berharap bangsa Indonesia tetap dalam lindungan Allah SWT dari segala bentuk ancaman, sekaligus semakin kokoh menjaga persatuan di tengah keberagaman.

    Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang M.Asdiansyah, SH  dalam sambutannya menegaskan bahwa istighotsah dan dzikir bersama ini menjadi pengingat pentingnya kekuatan doa dalam menjaga tanah air. Menurutnya, peran pemuda tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga harus menghadirkan ikhtiar batin melalui doa.

    Suasana acara semakin khidmat ketika lantunan istighotsah menggema, diikuti dengan pembacaan Asma Badar secara serempak oleh seluruh Kader NU. Doa-doa itu dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat, serta terhindarnya negeri dari perpecahan maupun bencana.

    Selain jajaran pengurus Ansor dan Banser, kegiatan ini juga dihadiri tokoh ulama NU setempat. Kehadiran mereka memberikan dorongan moral sekaligus teladan bahwa menjaga bangsa dapat ditempuh melalui kekuatan spiritual yang bersumber dari nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

    Para kader berharap kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan, bukan hanya dalam momentum tertentu, melainkan menjadi bagian dari tradisi kebangsaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, doa bersama menjadi kekuatan kolektif dalam merawat persatuan dan ketenteraman tanah air.

    Melalui istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar ini, Ansor-Banser Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga keamanan negeri. Mereka menegaskan bahwa doa dan kerja nyata harus berjalan beriringan demi terciptanya Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera.

     

Wartapenasatu.com @2025