Menteri Kebudayaan Kunjungi Samosir, Bupati Sambut di Cagar Budaya Huta Simarmata
Samosir, Sumatera
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Cagar Budaya Huta Simarmata, Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Jumat ( 7/2/2026 ).
Kunjungan Menteri Kebudayaan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau sejumlah objek wisata dan cagar budaya di Kabupaten Samosir, di antaranya Cagar Budaya Huta Simarmata, Museum Pusaka Batak di Kecamatan Pangururan, serta Museum Hutabolon di Kecamatan Simanindo.
Di Huta Simarmata, Menteri Kebudayaan bersama Bupati dan Wakil Bupati Samosir meninjau langsung aktivitas keseharian masyarakat serta kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini. Huta Simarmata merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Samosir yang memiliki peninggalan bersejarah berupa sarkofagus atau kuburan batu, sopo, losung, serta parik huta (pagar perkampungan) yang tersusun rapi dari batu.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengaku kagum melihat kondisi perkampungan Huta Simarmata. Menurutnya, kawasan ini sangat layak dan pantas untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional, terlebih dengan keberadaan sarkofagus berukuran besar serta rumah adat berusia ratusan tahun yang masih terawat dan sarat nilai kearifan lokal.
Saya baru melihat sarkofagus sebesar ini. Ini termasuk salah satu yang paling bagus dan gagah. Selain itu, terdapat sekitar 10 rumah adat yang berusia ratusan tahun dan masih berfungsi sebagaimana di masa lalu. Kayu-kayunya tidak menggunakan paku dan kondisinya tetap terawat dengan baik, ungkap Fadli Zon.
Ia menambahkan, kawasan yang telah direvitalisasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari destinasi wisata budaya yang didukung panorama alam yang indah.
Dengan berkunjung ke sini, kita bisa berwisata budaya sekaligus belajar tentang adat istiadat setempat. Mudah-mudahan Huta Simarmata dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional karena ini merupakan monumen luar biasa bagi bangsa dan sangat pantas menyandang status tersebut, ujarnya.
Fadli Zon juga berharap rumah-rumah adat dan cagar budaya lain yang telah berusia ratusan tahun dapat terus dirawat dan dilestarikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem budaya Batak Toba.
Kami berharap adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat. Kita segerakan penetapan sebagai cagar budaya tingkat provinsi, dan selanjutnya ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, jelasnya.
Menurutnya, keberadaan sarkofagus di Huta Simarmata merupakan anugerah luar biasa.
Saya telah melihat banyak sarkofagus di berbagai daerah, namun yang diukir dengan sangat indah dan kondisinya masih utuh seperti ini ada di sini, tambahnya.Untuk mewujudkan hal tersebut, Menteri Kebudayaan menegaskan kesiapan pemerintah pusat dalam mendukung revitalisasi rumah-rumah adat dan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Tentu kami siap mendukung upaya revitalisasi, tutupnya.Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom yang didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Kebudayaan ke Kabupaten Samosir. Menurutnya, kunjungan ini menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya Batak di kawasan Danau Toba.
Kami menyambut baik kehadiran Menteri Kebudayaan di Samosir. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus menjaga serta melestarikan warisan budaya yang kita miliki, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Samosir kepada masyarakat luas, ujar Vandiko.

Lebih lanjut, Vandiko menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir mendukung penuh prinsip Menteri Kebudayaan untuk menjadikan Huta Simarmata sebagai Cagar Budaya Nasional.
Kami akan mempersiapkan seluruh persyaratan. Setelah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat provinsi, kami berharap Huta Simarmata dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, ungkapnya.
Usai meninjau sejumlah lokasi, Menteri Kebudayaan dijadwalkan memberikan apresiasi Desa Budaya. (Marlen s )
Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026 Digelar, Polres Samosir Libatkan Lintas Instansi
Samosir,Sumatera Polres Samosir menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan Akhir Operasi Keselamatan Toba 2026, Senin (2/2/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di Lapangan Mako Polres Samosir dan dipimpin oleh Wakapolres Samosir, Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K.

Apel gelar pasukan ini diikuti personel gabungan dari Polres Samosir, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran Operasi Keselamatan Toba 2026.
Bertindak sebagai Pimpinan Apel yakni Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K., Perwira Apel dijabat Kasat Lantas Polres Samosir, serta Komandan Apel oleh Kanit Regident Sat Lantas Polres Samosir.

Sejumlah pejabat dari instansi terkait turut hadir, antara lain mewakili Dandim 0210/TU yakni Danramil 03 Pangururan Kapten Kav Edianto Simangunsong, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea, Kabid Trantib Satpol PP Ronalpen Silalahi, S.IP, Kalaksa BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk, serta Kabid Dikpora Samosir Hendra Manurung.
Peserta apel terdiri dari satu pleton PJU Polres Samosir, perwakilan penyematan pita tanda operasi, satu pleton personel Koramil Kabupaten Samosir, satu pleton Sat Samapta Polres Samosir, satu pleton Sat Lantas, satu pleton gabungan staf dan Polsek, satu pleton gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, satu pleton Satpol PP Kabupaten Samosir, serta satu pleton Dishub Samosir.
Rangkaian apel diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada Pimpinan Apel, penghormatan pasukan, pemeriksaan pasukan, penyampaian amanat, doa, hingga laporan akhir Komandan Apel dan foto bersama.

Dalam amanatnya, Wakapolres Samosir membacakan amanat Kapolda Sumatera Utara. Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Polda Sumut dan jajaran serta instansi terkait atas partisipasi dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026.
Kapolda menekankan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat. Namun, tingkat kepatuhan berlalu lintas masih memerlukan perhatian serius, terlebih dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa penyelenggaraan keselamatan jalan harus dilaksanakan secara terpadu melalui lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan korban pasca kecelakaan.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Sumut, kinerja penegakan hukum lalu lintas tahun 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah pelanggaran lalu lintas menurun signifikan dibandingkan tahun 2024, termasuk penurunan pelanggaran tilang sebesar 46,2 persen. Angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan, termasuk korban meninggal dunia yang turun sebesar 10,4 persen.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kapolda Sumut juga menekankan agar seluruh personel mengedepankan kegiatan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, menjaga profesionalisme dengan mengutamakan sikap 3S (senyum, sapa, salam), serta menghindari segala bentuk pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan tugas.
Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026 Polres Samosir berakhir sekira pukul 08.40 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Marlen s)
FGD Dengan Perumda Tirtanadi, Pemkab Samosir Minta Peningkatan Kualitas dan Distribusi Air Bersih

Samosir, Sumatera – Pemerintah Kabupaten Samosir meminta peningkatan kualitas air serta kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat dalam Forum Group Discussion (FGD) Kerjasama Operasi (KSO) bersama Perumda Tirtanadi di Kantor Pusat Perumda Tirtanadi, Medan, Kamis ( 5/2/2026 ).
Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, menyampaikan bahwa persoalan air bersih masih menjadi isu sensitif yang berulang setiap tahun, khususnya di Kabupaten Samosir. Dimana air bersih tersebut menurutnya menjadi kebutuhan dasar apalagi Samosir dipandang sebagai daerah pariwisata yang berkembang.
Meski berada di kawasan Danau Toba, pendistribusian air bersih masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius Pemkab Samosir. Kami mohon agar kebutuhan ini dapat menjadi prioritas Tirtanadi melalui PDAM yang ada di Samosir, ujar MarudutDalam FGD tersebut, Pemkab Samosir juga menyoroti perlunya kejelasan laporan keuangan, sinkronisasi kerja sama operasional (KSO), serta peninjauan kembali aset yang telah diserahkan kepada Perumda Tirtanadi. Tercatat nilai aset sumber dana APBD dan Pemerintah atasan yang diserahkan sejak 2012 hingga 2025 mencapai sekitar Rp.86 miliar dan masih dalam proses penilaian.
Sementara itu, Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir siap memperkuat kerjasama dengan Tirtanadi. Untuk itu, ia meminta agar format Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang baku dan seragam di setiap daerah sebagai dasar hukum yang jelas. Dalam pelaksanaan kerjasama, Hotraja menekankan pentingnya rujukan pasal yang jelas terkait dominasi kewenangan guna menghindari tumpang tindih dan memastikan keberlanjutan kerjasama.

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa FGD digelar untuk membahas pengelolaan dan status aset agar sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
FGD ini diharapkan menjadi dasar kesepakatan dan aturan kerja sama antara Tirtanadi dengan seluruh PDAM Kabupaten/ kota, sehingga seluruh aset dapat dimanfaatkan secara optimal, kata Ardian.Ia menambahkan, hasil diskusi akan menjadi acuan tindak lanjut ke depan, termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) dalam KSO untuk mengawasi dan mengamankan aset.
Sementara itu, Divisi Aset Perumda Tirtanadi menyampaikan bahwa kerja sama operasional dengan Kabupaten Samosir telah diperpanjang selama lima tahun, terhitung sejak 2024 hingga 2029. KSO di Kabupaten Samosir sendiri telah berjalan sejak 2014. Terkait kualitas air, Perumda Tirtanadi mengakui adanya kendala akibat kondisi air Danau Toba yang keruh serta masih digunakannya instalasi pengolahan air konvensional di beberapa titik. Untuk itu, diperlukan koordinasi pendanaan pembangunan mini water treatment yang lebih memadai guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Dalam kesempatan yang sama, BPKP Sumatera Utara menekankan bahwa air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga pengelolaannya harus didukung transparansi dan akuntabilitas keuangan. Menurutnya, seluruh aset harus tercantum dalam perjanjian kerjasama operasi (KSO). Keterbukaan pembukuan penting agar dapat terlihat secara jelas kondisi laba maupun rugi, serta mencegah permasalahan di kemudian hari, kata Tumpak
FGD tersebut diharapkan mampu memperkuat kerja sama antara Pemkab Samosir dan Perumda Tirtanadi dalam meningkatkan layanan air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat.
FGD turut dihadiri para direktur Perum Tirtanadi, beberapa Kepala Cabang PDAM Kabupaten/ kota, Plt. Kadis Perumahan Rakyat, kawasan permukiman dan tata ruang Golfried Harianja , Kabid Aset Ondhy P. Limbong.
Marlen sApel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026 Digelar, Polres Samosir Libatkan Lintas Instansi
WARTAPENASATU Samosir,Sumatera
Polres Samosir menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan Akhir Operasi Keselamatan Toba 2026, Senin (2/2/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di Lapangan Mako Polres Samosir dan dipimpin oleh Wakapolres Samosir, Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K.
Apel gelar pasukan ini diikuti personel gabungan dari Polres Samosir, TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran Operasi Keselamatan Toba 2026.
Bertindak sebagai Pimpinan Apel yakni Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K., Perwira Apel dijabat Kasat Lantas Polres Samosir, serta Komandan Apel oleh Kanit Regident Sat Lantas Polres Samosir.

Sejumlah pejabat dari instansi terkait turut hadir, antara lain mewakili Dandim 0210/TU yakni Danramil 03 Pangururan Kapten Kav Edianto Simangunsong, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea, Kabid Trantib Satpol PP Ronalpen Silalahi, S.IP, Kalaksa BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk, serta Kabid Dikpora Samosir Hendra Manurung.
Peserta apel terdiri dari satu pleton PJU Polres Samosir, perwakilan penyematan pita tanda operasi, satu pleton personel Koramil Kabupaten Samosir, satu pleton Sat Samapta Polres Samosir, satu pleton Sat Lantas, satu pleton gabungan staf dan Polsek, satu pleton gabungan Sat Intelkam dan Sat Reskrim, satu pleton Satpol PP Kabupaten Samosir, serta satu pleton Dishub Samosir.
Rangkaian apel diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada Pimpinan Apel, penghormatan pasukan, pemeriksaan pasukan, penyampaian amanat, doa, hingga laporan akhir Komandan Apel dan foto bersama.

Dalam amanatnya, Wakapolres Samosir membacakan amanat Kapolda Sumatera Utara. Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Polda Sumut dan jajaran serta instansi terkait atas partisipasi dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026.
Kapolda menekankan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas merupakan kebutuhan mutlak masyarakat. Namun, tingkat kepatuhan berlalu lintas masih memerlukan perhatian serius, terlebih dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa penyelenggaraan keselamatan jalan harus dilaksanakan secara terpadu melalui lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan korban pasca kecelakaan.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Sumut, kinerja penegakan hukum lalu lintas tahun 2025 menunjukkan tren positif. Jumlah pelanggaran lalu lintas menurun signifikan dibandingkan tahun 2024, termasuk penurunan pelanggaran tilang sebesar 46,2 persen. Angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan, termasuk korban meninggal dunia yang turun sebesar 10,4 persen.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Kapolda Sumut juga menekankan agar seluruh personel mengedepankan kegiatan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, menjaga profesionalisme dengan mengutamakan sikap 3S (senyum, sapa, salam), serta menghindari segala bentuk pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan tugas.
Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026 Polres Samosir berakhir sekira pukul 08.40 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. (Marlen s)
Polres pelabuhan tanjung perak komitmen mendukung program rehabilitasi penyalahgunaan narkotika
WARTAPENASATUJATIM SURABAYA – Komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung program rehabilitasi penyalahgunaan narkotika kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Adik Agus Putrawan, ke Rumah Rehabilitasi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia atau LRPPN-BI, Minggu (01/02).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung penerapan Standar Operasional Prosedur dalam proses penanganan dan pemulihan para penyintas penyalahgunaan narkotika, sekaligus melihat kesiapan lembaga rehabilitasi dalam mendukung kebijakan penegakan hukum yang berorientasi pada pendekatan pemulihan.
Kedatangan AKP Adik Agus Putrawan disambut langsung oleh Ketua LRPPN-BI, Prof. Siswanto. Dalam agenda tersebut, Kasat Resnarkoba meninjau secara menyeluruh jalannya proses rehabilitasi, mulai dari sarana dan prasarana pendukung, sistem pengamanan, hingga metode pembinaan dan pemulihan yang diterapkan kepada para pasien.
AKP Adik menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan lembaga rehabilitasi memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya melalui upaya pemulihan terhadap para pengguna agar dapat kembali berfungsi secara sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa SOP yang dijalankan di LRPPN-BI sudah sesuai dengan regulasi yang ada, baik dari sisi keamanan maupun program pemulihannya. Hasil pantauan kami, sistem yang dijalankan sudah sangat tertata,” ujar AKP Adik Agus Putrawan di sela-sela kunjungannya.
Sementara itu, Ketua LRPPN-BI Prof. Siswanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak terhadap lembaga rehabilitasi yang dipimpinnya. Ia menilai koordinasi yang berkelanjutan antara kepolisian dan lembaga rehabilitasi akan semakin memperkuat upaya pencegahan serta penanganan penyalahgunaan narkotika di wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Menurut Prof. Siswanto, pengawasan serta pendampingan dari aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam menjaga standar layanan rehabilitasi agar tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program rehabilitasi.
Di sela-sela kunjungan, suasana haru menyelimuti ketika AKP Adik Agus Putrawan menyempatkan diri menjenguk salah satu petugas LRPPN-BI yang tengah menjalani perawatan. Petugas tersebut diketahui mengalami kecelakaan saat menjalankan tugas pengejaran terhadap pasien yang sempat mencoba melarikan diri beberapa waktu lalu.
Sebagai bentuk empati dan penghargaan atas dedikasi petugas tersebut, AKP Adik memberikan dukungan moral dan motivasi agar yang bersangkutan segera pulih dan dapat kembali bertugas.
“Dedikasi seperti ini sangat luar biasa. Risiko di lapangan memang besar, namun semangat untuk menjaga integritas lembaga dalam memulihkan pasien adalah tugas mulia. Kami berharap yang bersangkutan segera sehat kembali,” tutur AKP Adik Agus Putrawan dengan nada menyemangati.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam mendukung program rehabilitasi sebagai bagian dari strategi komprehensif pemberantasan narkoba di Surabaya, dengan mengedepankan pendekatan hukum yang humanis dan berkelanjutan.( Hdyt)
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027 Tingkat Kecamatan dimulai di Kecamatan Sianjur Mulamula
WARTAPENASATU- Samosir, Sumatera
Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Bapperida menggelar Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Samosir, secara resmi dibuka Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, bertempat di halaman Kantor Camat Sianjur Mulamula, Jumat ( 30/01/2026 ).
Mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Sumber Daya Manusia, Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Musrenbang Kecamatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan RKPD, untuk memberi ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan berpartisipasi aktif agar perencanaan pembangunan yang disusun benar benar inklusif, responsif dan berkelanjutan.
Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang menyampaikan pelaksanaan Musrenbang ini amanat UU No 25 tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional yang memberikan acuan penyusunan suatu perencanaan yang komprehensif dari tingkat pusat sampai ke desa.

Musrenbang ini diharapkan sebagai wadah dalam mewujudkan target pembangunan tahunan yang diintegrasikan kembali dalam rencana kerja perangkat daerah.
Kehadiran kita mengindikasikan besarnya keinginan kita untuk bersama-sama mengawal sebuah perencanaan yang baik yang diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan kita bersama berdasarkan skala prioritas demi pembangunan yang tepat sasaran sehingga terwujudnya masyarakat Samosir semakin sejahtera, ujar Hotraja.
Mewakili Pimpinan dan Anggota DPRD Samosir yang berasal dari Dapil IV Jonny Sagala menyatakan bahwa Musrenbang ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, melainkan untuk merumuskan usulan yang sudah dibawa oleh tiap tiap desa yang ada di Kecamatan Sianjur Mulamula.
Apa yang sudah kita usulkan di tahun sebelumnya yang tertunda karena efisiensi dan keterbatasan agar dapat segera kita realisasikan, jelasnya.
Kepala Bapperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata dalam paparannya menyampaikan bahwa RKPD 2027 ini merupakan tahun ketiga dalam mewujudkan RPJMD Kabupaten Samosir, artinya dibutuhkan akselerasi atau upaya lebih agar seluruh indikator yang kita tuangkan dalam RPJMD Kabupaten Samosir 2025-2029 bisa tercapai.

Kami mengajak seluruh pemangku kebijakan, baik pimpinan perangkat daerah dan kepala desa untuk bisa memaksimalkan semua potensi yang kita miliki, baik pikiran, semangat, pelaksanaan anggaran dan tindakan dapat sejalan dengan arah kebijakan perencanaan jangka menengah Kabupaten Samosir, jelas Rajoki.
Sementara itu, Camat Sianjur Mulamula Andri P. Limbong mengatakan usulan yang disampaikan merupakan hasil dari Musrenbang tingkat desa, yang sudah dilaksanakan di 12 desa dari tanggal 22-23 Januari 2026, yang menghasilkan sebanyak 157 usulan.
Melalui Musrenbang Kecamatan ini, dilakukan penajaman penyelarasan klasifikasi dan kesepakatan usulan rencana pembangunan desa yang diintegrasikan pembangunan daerah di kecamatan, sehingga tercipta sinergitas dan sinkronisasi pembangunan, tutup Camat Sianjur Mulamula.
Turut hadir dalam kegiatan Musrenbang ini, Staf Ahli Bupati, para pimpinan perangkat daerah, Camat Se-Kabupaten Samosir, Forkopimcam Sianjur Mulamula, para Kepala Desa, Sekdes dan BPD se-Kecamatan Sianjur Mulamula, TP PKK, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Pemuda, LSM/Pers, Asosiasi dan Profesi.
(Marlen s)Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027 Tingkat Kecamatan dimulai di Kecamatan Sianjur Mulamula

Samosir, Sumatera – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Bapperida menggelar Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Samosir, secara resmi dibuka Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, bertempat di halaman Kantor Camat Sianjur Mulamula, Jumat ( 30/01/2026 ).
Mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Sumber Daya Manusia, Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Musrenbang Kecamatan ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan RKPD, untuk memberi ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan berpartisipasi aktif agar perencanaan pembangunan yang disusun benar benar inklusif, responsif dan berkelanjutan.
Bupati Samosir yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang menyampaikan pelaksanaan Musrenbang ini amanat UU No 25 tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional yang memberikan acuan penyusunan suatu perencanaan yang komprehensif dari tingkat pusat sampai ke desa.

Musrenbang ini diharapkan sebagai wadah dalam mewujudkan target pembangunan tahunan yang diintegrasikan kembali dalam rencana kerja perangkat daerah.
Kehadiran kita mengindikasikan besarnya keinginan kita untuk bersama-sama mengawal sebuah perencanaan yang baik yang diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan kita bersama berdasarkan skala prioritas demi pembangunan yang tepat sasaran sehingga terwujudnya masyarakat Samosir semakin sejahtera, ujar Hotraja.
Mewakili Pimpinan dan Anggota DPRD Samosir yang berasal dari Dapil IV Jonny Sagala menyatakan bahwa Musrenbang ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka, melainkan untuk merumuskan usulan yang sudah dibawa oleh tiap tiap desa yang ada di Kecamatan Sianjur Mulamula.
Apa yang sudah kita usulkan di tahun sebelumnya yang tertunda karena efisiensi dan keterbatasan agar dapat segera kita realisasikan, jelasnya.
Kepala Bapperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata dalam paparannya menyampaikan bahwa RKPD 2027 ini merupakan tahun ketiga dalam mewujudkan RPJMD Kabupaten Samosir, artinya dibutuhkan akselerasi atau upaya lebih agar seluruh indikator yang kita tuangkan dalam RPJMD Kabupaten Samosir 2025-2029 bisa tercapai.

Kami mengajak seluruh pemangku kebijakan, baik pimpinan perangkat daerah dan kepala desa untuk bisa memaksimalkan semua potensi yang kita miliki, baik pikiran, semangat, pelaksanaan anggaran dan tindakan dapat sejalan dengan arah kebijakan perencanaan jangka menengah Kabupaten Samosir, jelas Rajoki.
Sementara itu, Camat Sianjur Mulamula Andri P. Limbong mengatakan usulan yang disampaikan merupakan hasil dari Musrenbang tingkat desa, yang sudah dilaksanakan di 12 desa dari tanggal 22-23 Januari 2026, yang menghasilkan sebanyak 157 usulan.
Melalui Musrenbang Kecamatan ini, dilakukan penajaman penyelarasan klasifikasi dan kesepakatan usulan rencana pembangunan desa yang diintegrasikan pembangunan daerah di kecamatan, sehingga tercipta sinergitas dan sinkronisasi pembangunan, tutup Camat Sianjur Mulamula.
Turut hadir dalam kegiatan Musrenbang ini, Staf Ahli Bupati, para pimpinan perangkat daerah, Camat Se-Kabupaten Samosir, Forkopimcam Sianjur Mulamula, para Kepala Desa, Sekdes dan BPD se-Kecamatan Sianjur Mulamula, TP PKK, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Pemuda, LSM/Pers, Asosiasi dan Profesi.
Marlen sPolres Tulungagung Amankan 2 Tersangka Jambret di Dua TKP
WARTAPENASATUJATIM -TULUNGAGUNG – Satreskrim Polres Tulungagung Polda Jatim, melalui Unit Resmob Macan Agung berhasil mengungkap kasus penjambretan yang sempat viral di media sosial, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Kecamatan Campurdarat.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di halaman Mapolres Tulungagung, Rabu (29/1/26).
Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Ryo Pradana dalam keterangannya menyampaikan tersangka yang berhasil diamankan berinisial TS (33) laki – laki warga Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
AKP Ryo Pradana menjelaskan, modus operandi pelaku yakni dengan cara mencari sasaran korban perempuan, kemudian berpura-pura menanyakan alamat.
Saat korban lengah, pelaku langsung melancarkan aksinya dengan menarik paksa perhiasan milik korban hingga korban terjatuh.
“Setelah kejadian tersebut viral di media sosial, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan cara mengganti flat nomor kendaraan serta membuang pakaian dan sandal miliknya ke sungai yang berada tidak jauh dari rumah pelaku,” jelas AKP Ryo Pradana.
Atas perbuatannya, tersangka TS dijerat dengan Pasal 479 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Selain mengungkap kasus jambret di Campurdarat, Satreskrim Polres Tulungagung bersama Polsek Karangrejo juga berhasil mengamankan pelaku jambret lainnya berinisial APK (25), laki-laki, warga Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
“Tersangka APK ini melakukan penjambretan di lain TKP yakni di wilayah Kecamatan Karangrejo,” kata AKP Ryo.
Pelaku APK menggunakan modus serupa, yakni mencari korban perempuan di lokasi yang gelap dan sepi, membuntuti korban dari belakang, lalu menarik paksa barang bawaan korban hingga korban terjatuh.
Dalam kurun waktu satu bulan selama Januari 2026, pelaku mengakui telah melakukan aksi penjambretan sebanyak tiga kali di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Pelaku APK juga dijerat dengan pasal yang sama, yakni Pasal 479 Ayat (1) KUHP.
Polres Tulungagung Polda Jatim mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat berada di lokasi sepi, serta segera melaporkan setiap tindak kejahatan kepada pihak kepolisian demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.( RED )
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan, Bupati Samosir: Persatuan dan Kolaborasi Sumut Berkah Sektor Pariwisata Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
WaRTAPENASATU-Samosir, Sumatera
Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 resmi diluncurkan oleh Wagubsu di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan, Kamis ( 29/1/2026 ).Bupati Samosir Vandiko T Gultom bersama Bupati Pakpak Bharat dan Wabup Dairi turut hadir meresmikan secara langsung event tersebut.
Ada empat event uang dilaksanakan di Kabupaten Samosir, antara lain Trail of The Kings by UTMB : 12 – 14 Juni 2026, Festival Danau Toba : Juni/ Juli 2026, Samosir Music International : 2 – 4 Juli 2026, Samosir International Choir Competition : 24 – 27 September 2026.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyampaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap event yang diselenggarakan bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang hidup bagi UMKM, pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.
Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, katanya.

Surya menegaskan bahwa Calendar of Event 2026 merupakan simbol kekuatan kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut. “Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama, tegasnya.
Ragam Calendar of Event menghadirkan berbagai festival, mulai dari budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga ajang fashion dan ekonomi kreatif.
Saya menegaskan tiga hal utama yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman, pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan tujuan utama penyelenggaraan event tersebut adalah memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya saat ini meningkat signifikan.

Melalui proses kurasi yang ketat, pada malam peluncuran tersebut ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Dari puluhan event tersebut, enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yakni Manaiamolo Fest di Kabupaten Nias Selatan, Samosir Music International di Kabupaten Samosir, Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo, Berlabuh di Kabupaten Deliserdang, Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan, serta Gebyar Batubara Beranjak di Kabupaten Batubara.
Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.
Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026, ucapnya.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan masyarakat samosir patut berterimakasih dan bangga atas kepercayaan Pemprov Sumut kepada Kabupaten Samosir.
Kita patut bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan pelaksanaan 4 event besar di Kabupaten Samosir, mari kita dukung penuh program Pemprovsu ini dengan mensukseskan kegiatan ini, ungkap Vandiko.
Vandiko Gultom juga menegaskan agar masyarakat menjaga kepercayaan ini dengan tetap menjaga mutu dan kualitas pelayanan di semua sektor agar geliat wisata di wilayah Sumut khususnya Kabupaten Samosir terus meningkat.
Kalender event ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi dari 33 Kab/Kota Se-Provinsi. (Marlen s)
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan, Bupati Samosir: Persatuan dan Kolaborasi Sumut Berkah Sektor Pariwisata Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Samosir, Sumatera – Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 resmi diluncurkan oleh Wagubsu di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan, Kamis ( 29/1/2026 ).
Bupati Samosir Vandiko T Gultom bersama Bupati Pakpak Bharat dan Wabup Dairi turut hadir meresmikan secara langsung event tersebut.
Ada empat event uang dilaksanakan di Kabupaten Samosir, antara lain Trail of The Kings by UTMB : 12 – 14 Juni 2026, Festival Danau Toba : Juni/ Juli 2026, Samosir Music International : 2 – 4 Juli 2026, Samosir International Choir Competition : 24 – 27 September 2026.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyampaikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sektor pelengkap, melainkan telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap event yang diselenggarakan bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang hidup bagi UMKM, pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi, hingga perhotelan.
Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, katanya.

Surya menegaskan bahwa Calendar of Event 2026 merupakan simbol kekuatan kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut. “Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar, semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama, tegasnya.
Ragam Calendar of Event menghadirkan berbagai festival, mulai dari budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga ajang fashion dan ekonomi kreatif.
Saya menegaskan tiga hal utama yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur. Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman, pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan tujuan utama penyelenggaraan event tersebut adalah memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan bagi wisatawan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya saat ini meningkat signifikan.
Melalui proses kurasi yang ketat, pada malam peluncuran tersebut ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Dari puluhan event tersebut, enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, yakni Manaiamolo Fest di Kabupaten Nias Selatan, Samosir Music International di Kabupaten Samosir, Festival Bunga dan Buah di Kabupaten Karo, Berlabuh di Kabupaten Deliserdang, Gelar Melayu Serumpun di Kota Medan, serta Gebyar Batubara Beranjak di Kabupaten Batubara.
Sektor pariwisata Sumut terus menunjukkan tren positif. Realisasi kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.
Kami optimistis dengan sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka ini akan terus tumbuh di tahun 2026, ucapnya.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan masyarakat samosir patut berterimakasih dan bangga atas kepercayaan Pemprov Sumut kepada Kabupaten Samosir.Kita patut bangga dan berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah mempercayakan pelaksanaan 4 event besar di Kabupaten Samosir, mari kita dukung penuh program Pemprovsu ini dengan mensukseskan kegiatan ini, ungkap Vandiko.
Vandiko Gultom juga menegaskan agar masyarakat menjaga kepercayaan ini dengan tetap menjaga mutu dan kualitas pelayanan di semua sektor agar geliat wisata di wilayah Sumut khususnya Kabupaten Samosir terus meningkat.
Kalender event ini menjadi simbol persatuan dan kolaborasi dari 33 Kab/Kota Se-Provinsi Sumatera Utara.
Marlen