Daerah
KPPI BERGANDENG TANGAN DENGAN PRAMUKA RINGANKAN KORBAN KEBAKARAN KAPUK JAKARTA UTARA
- Pramuka dan Kongres Pejuang Perempuan Bersinergi,Ringankan Beban Korban Kebakaran Kapuk Muara

Jakarta, 9 Juni 2025 – Sebuah kolaborasi yang menginspirasi tercipta di tengah musibah kebakaran yang melanda Kapuk Muara, Penjaringan,Jakarta Utara. Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Penjaringan, yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA setempat, bahu-membahu dengan Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) mendirikan posko bantuan bagi para korban. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kepedulian dan semangat gotong royong dalam meringankan beban warga yang tertimpa bencana.

Posko bantuan yang didirikan secara bersama ini beroperasi sejak hari pertama kebakaran.Para anggota DKR Pramuka,dibawah bimbingan Bapak Sudirman selaku pembina dan Bapak Iim sebagai koordinator, menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang patut diacungi jempol.Mereka tak kenal lelah melayani para korban, memberikan bantuan yang dibutuhkan, dan menjadi simbol harapan di tengah kepiluan.Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial.

Kehadiran para anggota DKR Pramuka yang masih berusia remaja ini menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.Semangat mereka dalam membantu sesama, tanpa pamrih dan dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Dedikasi mereka dalam membantu korban kebakaran membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak usia dini dan diwujudkan dalam aksi nyata. Mereka telah menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter dan kepribadian yang unggul.KPPI, sebagai organisasi perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial,menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi ini. Ketua KPPI (nama ketua, jika tersedia) mengatakan bahwa semangat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para anggota DKR Pramuka sangat menginspirasi. Kerja sama ini, menurutnya, merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan melalui posko gabungan ini beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, pakaian, hingga perlengkapan lainnya. Para relawan dari DKR Pramuka dan KPPI bekerja sama dengan efisien dan terorganisir, memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan sampai ke tangan para korban yang membutuhkan.Keberadaan posko ini menjadi tempat bernaung bagi para korban, memberikan rasa aman dan dukungan moral di tengah situasi yang sulit.
Kerja sama antara DKR Pramuka dan KPPI ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata kolaborasi yang efektif dalam penanggulangan bencana.Keberhasilan mereka dalam mendirikan dan mengelola posko bantuan menunjukkan bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, kita dapat bersama-sama meringankan beban sesama yang tertimpa musibah.Semoga kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
Keberadaan posko bantuan gabungan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk turut serta dalam membantu korban bencana.Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik,kita dapat membangun masyarakat yang lebih peduli dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.Semoga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
By, nok sri
- Pramuka dan Kongres Pejuang Perempuan Bersinergi,Ringankan Beban Korban Kebakaran Kapuk Muara
KONGGRES PEREMPUAN PEJUANG INDONESIA BERSINERGI DENGAN PRAMUKA RINGANKAN BEBAN KORBAN KE BAKARAN KAPUK JAKARTA UTARA
Kongres Pejuang Perempuan Bersinergi dengangan pramuka, Ringankan Beban Korban Kebakaran Kapuk Muara

Jakarta, warta Pena satu, 9 Juni 2025 – Sebuah kolaborasi yang menginspirasi tercipta di tengah musibah kebakaran yang melanda Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka Kecamatan Penjaringan, yang terdiri dari pelajar SMP dan SMA setempat, bahu-membahu dengan Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) mendirikan posko bantuan bagi para korban. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kepedulian dan semangat gotong royong dalam meringankan beban warga yang tertimpa bencana.

Posko bantuan yang didirikan secara bersama ini beroperasi sejak hari pertama kebakaran. Para anggota DKR Pramuka, dibawah bimbingan Bapak Sudirman selaku pembina dan Bapak Iim sebagai koordinator, menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang patut diacungi jempol. Mereka tak kenal lelah melayani para korban, memberikan bantuan yang dibutuhkan, dan menjadi simbol harapan di tengah kepiluan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kepedulian sosial.

Kehadiran para anggota DKR Pramuka yang masih berusia remaja ini menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. Semangat mereka dalam membantu sesama, tanpa pamrih dan dengan penuh tanggung jawab, menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Dedikasi mereka dalam membantu korban kebakaran membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak usia dini dan diwujudkan dalam aksi nyata. Mereka telah menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter dan kepribadian yang unggul.KPPI, sebagai organisasi perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial, menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi ini. Ketua KPPI (nama ketua, jika tersedia) mengatakan bahwa semangat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh para anggota DKR Pramuka sangat menginspirasi. Kerja sama ini, menurutnya, merupakan contoh nyata bagaimana sinergi antar lembaga dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan melalui posko gabungan ini beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, pakaian, hingga perlengkapan lainnya. Para relawan dari DKR Pramuka dan KPPI bekerja sama dengan efisien dan terorganisir, memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan sampai ke tangan para korban yang membutuhkan. Keberadaan posko ini menjadi tempat bernaung bagi para korban, memberikan rasa aman dan dukungan moral di tengah situasi yang sulit.
Kerja sama antara DKR Pramuka dan KPPI ini patut diapresiasi sebagai contoh nyata kolaborasi yang efektif dalam penanggulangan bencana. Keberhasilan mereka dalam mendirikan dan mengelola posko bantuan menunjukkan bahwa dengan semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi, kita dapat bersama-sama meringankan beban sesama yang tertimpa musibah. Semoga kolaborasi seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut serta dalam kegiatan sosial kemanusiaan.
Keberadaan posko bantuan gabungan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk turut serta dalam membantu korban bencana. Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik, kita dapat membangun masyarakat yang lebih peduli dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
ANTUSIASME TINGGI MASYARAKAT III KOTO TANAH DATAR SEMBELIH 158 HEWAN QURBAN
Jakarta. Warta pena satu. Antusiasme Tinggi Masyarakat III Koto, Tanah Datar, Sembelih 158 Hewan Kurban Idul Adha

Warga Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan antusiasme tinggi dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1446 H/2025 M. Di bawah kepemimpinan Wali Nagari III Koto, Bapak Wily Adha S. Sy, sebanyak 158 hewan kurban, terdiri dari 108 ekor sapi dan 50 ekor kambing, berhasil disembelih. Jumlah ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan 800 peserta ini berlangsung tertib dan lancar. Prosesnya dimonitoring langsung oleh Wali Nagari beserta perangkat nagari, Bhabinkamtibmas (Dera Eka Putra, S.Sos), dan Babinsa (Bambang). Kehadiran aparat keamanan ini turut menjamin keamanan dan kelancaran prosesi penyembelihan di sepuluh jorong yang ada di Nagari III Koto.Keberhasilan pelaksanaan kurban tahun ini tak lepas dari kerjasama yang baik antara pemerintah nagari, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terlihat nyata dalam partisipasi masyarakat yang tinggi. Hal ini menunjukkan kekompakan dan ketaatan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.

Peningkatan jumlah hewan kurban juga mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kemampuan ekonomi masyarakat. Lebih banyak warga yang mampu berkurban, menunjukkan peningkatan kesejahteraan di Nagari III Koto. Semoga hal ini dapat terus berlanjut dan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat.

Semoga momentum Idul Adha ini dapat memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat Nagari III Koto. Semoga keberkahan kurban ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan membawa kebaikan bagi daerah ini.
By, Hendrizon Parmato SinarroMENUMBUHKAN NILAI BERBAGI DARI USIA DINI MELALUI QURBAN
Qurban Perdana di Sulit Air: Menumbuhkan Nilai Berbagi di TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah

Jakarta, Warta pena Satu, TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sukses menggelar penyembelihan hewan qurban perdana mereka. Inisiatif luar biasa dari Kepala TK Aisyiyah II, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan Kepala SD Muhammadiyah, Ibu Epi, serta dukungan penuh para guru dan pembina yayasan, telah menjadikan acara ini momen berharga bagi siswa dan masyarakat sekitar. Dukungan juga mengalir deras dari perantau Sulit Air yang berdomisili di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Salah satu tokoh perantau yang peduli terhadap pendidikan dan sosial keagamaan di kampung halamannya adalah Bapak Zafrullah, yang komitmennya patut diapresiasi. Terima kasih juga kepada para perantau lainnya yang telah berkontribusi. Semoga rezeki para perantau senantiasa berlimpah dan terus tergerak untuk berbagi.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, penyembelihan hewan qurban ini menjadi pembelajaran berharga tentang berbagi dan kepedulian. Para siswa diajarkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme tinggi dari wali murid dan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban ini dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyiyah II. Selain sebagai pembelajaran karakter bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar, membangun kebersamaan dan memperkuat jalinan sosial yang erat. Semoga kegiatan ini menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta menanamkan nilai-nilai berbagi dan kepedulian kepada generasi muda.By : jasmiarti., S. Pd
GABUNGAN KEAMANAN BATASI JAM MALAM BAGI PELAJAR DI TASIKMALAYA
Petugas gabungan depan warga dan pelajar. PFiGABUNGAN KEAMANAN BATASI JAM MALAM BAGI PELAJAR DI TASIKMALAYA
Tasik WARTA PENA SATU – Petugas gabungan dari Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai melakukan patroli untuk membatasi jam malam bagi pelajar di Tasikmalaya.
Gabungan petugas penertiban tersebut sekaligus mensosiali sasikan penerapan pembatasan jam malam bagi peserta didik, yang, mulai dilaksanakan Rabu malam (4/6)
Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 51/PA.03/DISDIK tertanggal 23 Mei 2025, yang mengatur jam malam bagi pelajar dan warga yang masih di bangku pendidikan, kata pejabat Disdik kota Tasikmalaya.
Surat edaran tersebut melarang pelajar berada di luar rumah pada pukul 21.00 hingga 04.00 WIB, kecuali dalam kondisi tertentu seperti mengikuti kegiatan resmi pendidikan, kegiatan keagamaan, atau keadaan darurat lainnya.
Kapolres Tasikmalaya , AKBP Moh Faruk Rozi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait kebijakan pemerintah provinsi dalam usaha pembentukan generasi Panca Waluya di Jawa Barat.
“Malam ini Polres Tasikmalaya Kota bekerja sama dengan Satpol PP melaksanakan sosialisasi terkait surat edaran dari Pak Gubernur, tersebut” ungkap Moh Faruk Rozi.
Surat edaran tersebut mengatur bahwa pukul 21.00 WIB pelajar diharapkan sudah berada di rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri menghadapi kegiatan belajar keesokan harinya, tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengunjungi sejumlah lokasi pusat keramaian seperti taman kota dan kafe-kafe yang biasa dijadikan tempat berkum pul para pelajar. Pihaknya juga terlebih dahulu meminta izin kepada pemilik usaha sebelum melakukan sosialisasi.
Kapolres mengungkapkan bahwa sejumlah pelajar ditemu kan masih berada di luar rumah saat jam malam berlangsung.
Mantan pejabat Sat Pol PP Provinsi DKI Jakarta Mister Thomas angkat jempol. Konsep jam malam bagi peserta didik dan pelajar oleh Polres kota Tasikmalaya perlu diterapkan di salah satu kota administratif Jakarta, ujarnya serius.andi.
Qurban Perdana di Sulit Air: Menumbuhkan Nilai Berbagi di TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah

TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sukses menggelar penyembelihan hewan qurban perdana mereka. Inisiatif luar biasa dari Kepala TK Aisyiyah II, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan Kepala SD Muhammadiyah, Ibu Epi, serta dukungan penuh para guru dan pembina yayasan, telah menjadikan acara ini momen berharga bagi siswa dan masyarakat sekitar. Dukungan juga mengalir deras dari perantau Sulit Air yang berdomisili di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Salah satu tokoh perantau yang peduli terhadap pendidikan dan sosial keagamaan di kampung halamannya adalah Bapak Zafrullah, yang komitmennya patut diapresiasi. Terima kasih juga kepada para perantau lainnya yang telah berkontribusi. Semoga rezeki para perantau senantiasa berlimpah dan terus tergerak untuk berbagi.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, penyembelihan hewan qurban ini menjadi pembelajaran berharga tentang berbagi dan kepedulian. Para siswa diajarkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme tinggi dari wali murid dan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban ini dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyiyah II. Selain sebagai pembelajaran karakter bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar, membangun kebersamaan dan memperkuat jalinan sosial yang erat. Semoga kegiatan ini menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta menanamkan nilai-nilai berbagi dan kepedulian kepada generasi muda.SUKSESNYA PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DI MASJID BAITULUL MUTTAQIN DI RAWASARI JAKARTA PUSAT
Suksesnya Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Baitul Muttaqin, Rawasari Timur III, Jakarta Pusat

Jakarta Pusat, WartaPenaSatu – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Masjid Baitul Muttaqin, Jalan Rawasari Timur III, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M. Penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan Sabtu, 7 Juni 2025, pukul 07.00 WIB, berjalan lancar dan sukses.

Panitia kurban, diketuai oleh Ustadz H. Hasan Malik, bersama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Drs. H. Munawar dan jajarannya, berhasil mengelola prosesi penyembelihan dengan tertib dan efisien. Sebanyak tiga belas ekor sapi dan dua puluh satu ekor kambing disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada warga sekitar Masjid Baitul Muttaqin di sepuluh Rukun Tetangga (RT).Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Baitul Muttaqin, Drs. H. Munawar, menyampaikan hakikat dan makna berkurban, antara lain:
– Ibadah kepada Allah SWT: Sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan diri kepada Allah SWT, meneladani Nabi Ibrahim AS.
– Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan: Kurban diharapkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
– Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial: Kurban mendorong rasa berbagi, khususnya kepada yang membutuhkan, dan mengurangi kesenjangan sosial.
– Membersihkan Diri dari Dosa: Dalam ajaran Islam, kurban dapat menjadi sarana penyucian diri.
– Sumber Protein bagi Masyarakat: Daging kurban menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu.
– Mempererat Tali Silaturahmi: Prosesi kurban mempererat hubungan antar anggota masyarakat.Keberhasilan penyelenggaraan ini tak lepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh panitia, relawan, dan jamaah Masjid Baitul Muttaqin. Semoga daging kurban memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh penerima, dan semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga.
TK ASYAH II MELAKSANAKAN QURBAN TUMBUHKAN NILAI BERBAGI
TK Aisyah 2: Qurban Perdana Tumbuhkan Nilai Berbagi

Warta Pena Satu, TK Aisyah 2 Muhammadiyah sukses melaksanakan penyembelihan hewan qurban perdananya. Inisiatif dari Kepala Sekolah, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan dukungan para guru serta pembina yayasan, menjadikan kegiatan ini bermakna bagi siswa dan masyarakat sekitar.

Penyembelihan hewan qurban bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi para siswa. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama, menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan di manapun mereka berada. Antusiasme wali murid dan masyarakat sekitar pun sangat tinggi, menjadikan kegiatan ini sebagai contoh nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan.

Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyah 2. Selain sebagai pembelajaran bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap masyarakat sekitar, membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.WISUDAH TK ASYAH II SULIT AIR BEKAL IMAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA UNTUK GENERASI EMAS
Wisuda TK Aisyah 2 Sulit Air: Bekal Iman, Ilmu, dan Budaya untuk Generasi Emas

Jakarta Warta Pena Satu, TK Aisyah 2 Muhammadiyah Sulit Air menggelar wisuda dengan tema “Iman, Ilmu, dan Budaya: Bekal Menuju Masa Depan Cerah.” Kegiatan ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, pendidikan, dan budaya sejak dini. Kepala Sekolah, Ibu Jasmiarti, S.Pd., berharap para lulusan dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia.

Pendidikan, menurut Ibu Jasmiarti, merupakan kunci meraih cita-cita. Lebih dari itu, acara wisuda ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan pada kampung halaman Sulit Air, yang dikenal dengan tradisi merantau anak mudanya. Meskipun banyak perantau Sulit Air di berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara, ikatan silaturahmi tetap terjaga, terutama saat bulan Ramadan dan Lebaran. Organisasi daerah, SAS Sulit Air Sepakat, memfasilitasi kegiatan pulang kampung bersama ini.


Para wali murid mengapresiasi kegiatan wisuda dan kualitas pendidikan di TK Aisyah 2. Mereka merekomendasikan TK ini kepada warga Sulit Air, mengingat pengalaman dan kualitas para guru, termasuk Ibu Epi, seorang guru SD berpengalaman yang juga bagian dari pengelola yayasan. TK Aisyah 2 Sulit Air berkomitmen mencetak generasi emas yang unggul, beriman, berilmu, dan mencintai budaya by. ibu kepala sekolah tk Asyah II.jasmiati.Spd

Si Jago Merah Mengamuk di Kapuk Muara
Kebakaran Hebat Hanguskan Ratusan Rumah di Kapuk Muara, Jakarta Utara

Jakarta Utara – Sebuah kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di RT 017 RW 004, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (6 Juni 2025) pukul 14.50 WIB. Lebih dari 200 rumah dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat kondisi permukiman yang padat dan mudah terbakar. Diduga, kebakaran bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga.Meskipun tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang sangat besar bagi warga terdampak. Saat ini, pemerintah setempat tengah berupaya memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal. Proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihakpenyidik.
Warta Pena Satu