Kepolisian

  • Kepolisian

    Polresta Sidoarjo Optimalkan Swasembada Pangan, Dampingi Petani Jagung di Krembung

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Upaya mewujudkan swasembada pangan terus digencarkan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing melalui jajaran di wilayah.

    Salah satunya dilakukan Polsek Krembung dengan turun langsung mendampingi petani jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

    Pada Senin (30/3/2026), Kanit Binmas Polsek Krembung Aiptu Adin melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan Desa Tanjekwager, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo.

    Lahan jagung yang dikelola oleh BUMDes Tanjekwager tersebut menjadi salah satu titik pengembangan program P2B (Pekarangan Pangan Bergizi) di Kabupaten Sidoarjo.

    Dalam kegiatan itu, petugas turut berkoordinasi dengan kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta para petani setempat.

    Kanit Binmas Polsek Krembung Aiptu Adin menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan dilakukan secara berkala untuk memastikan tanaman jagung tumbuh optimal.

    “Kami melakukan pemantauan, pendampingan, hingga perawatan seperti pemupukan secara rutin. Harapannya, hasil panen bisa maksimal dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani,” jelasnya.

    Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

    “Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat, termasuk para petani. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan hasil pertanian meningkat dan mampu mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

    Selain itu, bantuan dan pendampingan yang diberikan juga menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap petani.

    Program “Polisi Cinta Petani” diharapkan mampu memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

    Dengan langkah ini, Polresta Sidoarjo Polda Jatim optimistis swasembada pangan di wilayah Kabupaten Sidoarjo dapat terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pergerakan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data periode 13 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan keluar-masuk tercatat mencapai 1.938.668 unit.

    Angka tersebut meningkat sekitar 18 persen atau bertambah 300.676 kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.992 kendaraan.

    Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum mudik Lebaran tahun ini.

    “Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu,” ujar Kombes Pol Abast dalam keterangannya, Rabu (25/3/26).

    Di jalur tol, peningkatan juga terlihat dengan total kendaraan mencapai 1.483.303 unit atau naik 10 persen.

    Sementara di jalur arteri, lonjakan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri Magetan yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 400 persen.

    Selain kendaraan, jumlah penumpang moda transportasi umum juga mengalami peningkatan cukup tinggi.

    Total penumpang tercatat sebanyak 2.544.309 orang atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang.

    “Lonjakan penumpang terlihat di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara. Ini menandakan aktivitas mudik tahun ini berjalan sangat dinamis,” tambah Kombes Abast.

    Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat kenaikan penumpang sebesar 13 persen menjadi 522.135 orang.

    Sementara di terminal bus Purabaya jumlah penumpang meningkat 22 persen menjadi 472.519 orang.

    Untuk transportasi kereta api, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi juga mengalami kenaikan signifikan.

    Di Stasiun Gubeng jumlah penumpang naik 41 persen menjadi 326.493 orang, sedangkan di Stasiun Pasar Turi meningkat 18 persen menjadi 210.016 orang.

    Sementara itu, di sektor penyeberangan laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21 persen menjadi 904.814 orang.

    Namun, Pelabuhan Tanjung Perak justru mengalami penurunan total penumpang sekitar 21 persen.

    Kombes Abast menegaskan, secara keseluruhan kondisi arus mudik dan balik di Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan aman dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume yang cukup tinggi.

    “Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif. Ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkas Kombes Abast. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Kapolres Gresik Tinjau Pantai Dalegan Pastikan Keamanan Wisatawan

    WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Menjelang puncak libur Idul Fitri 1447 H, jajaran Polres Gresik Polda Jatim memperketat pengawasan di sejumlah titik keramaian, termasuk destinasi wisata air yang dipadati pengunjung.

    Upaya ini dilakukan guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum libur Lebaran 2026.

    Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya aspek keselamatan di seluruh destinasi wisata, khususnya wisata air, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.

    “Kami telah mengimbau kepada pengelola wisata wajib mengutamakan keselamatan pengunjung,” ujar AKBP Ramadhan Nasution, Rabu (25/3/26).

    Kapolres Gresik menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengawasan intensif di kawasan wisata.

    “Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Bagi pengunjung Pantai Dalegan, perhatikan keselamatan keluarga, terutama saat beraktivitas di air,” ujarnya.

    Di lokasi wisata, personel kepolisian dari Polsek Panceng bersama Polres Gresik tampak aktif melakukan patroli dan memberikan edukasi langsung kepada pengunjung.

    Melalui pengeras suara, petugas mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain atau berenang di laut, menggunakan pelampung saat beraktivitas di air, serta mematuhi batas aman zona renang yang telah ditentukan.

    Pengawasan yang dilakukan secara intensif ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur Idul Fitri 1447 H, sehingga masyarakat dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan nyaman.

    Dengan langkah preventif dan humanis tersebut, Polres Gresik menargetkan terciptanya perayaan Lebaran yang aman dan minim risiko kecelakaan, khususnya di destinasi unggulan seperti Pantai Dalegan.

    Untuk pengaduan masyarakat, Polres Gresik menyiapkan Hotline pengaduan yang dapat dihubungi 24 jam melalui Call Center 110 atau melalui layanan khusus “Lapor Cak Rama” di nomor WhatsApp/Telepon 0811-8800-2006.

    “Warga dapat melaporkan gangguan kamtibmas, laka lantas, maupun tindakan kriminal lainnya melalui call center 110 bebas pulsa, atau layanan khusus “Lapor Cak Rama,” pungkas Kapolres Gresik. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Tinjau Jasa Marga Command Center, Kapolri Pastikan Penanganan Arus Balik Berjalan Lancar dan Aman

    WARTAPENASATUJATIM | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Ia memastikan penanganan dan pengendalian lalu lintas berjalan baik dan optimal.

    Sigit mengungkapkan, puncak arus balik gelombang pertama sudah berlangsung kemarin hari, Selasa 24 Maret 2026. Berdasarkan data, tercatat ada 256.338 kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Ini lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin, tahun kemarin 223.163 kendaraan. Namun Alhamdulillah artinya kita melihat bahwa puncak arus balik kurang lebih sudah terjadi tadi malam, tinggal kita urai untuk yang lain,” kata Sigit, Rabu (25/3/2026).

    Sigit memastikan, penanganan arus balik berjalan optimal dan aman dengan melakukan kebijakan rekayasa lalu lintas. Di antaranya menerapkan one way nasional maupun lokal hingga contraflow.

    Meski begitu, Sigit menyebut, kepolisian dan pihak terkait lainnya terus mewaspadai dan mengantisipasi adanya gelombang arus balik kedua. Mengingat, masih ada pemudik yang memilih untuk menunda kepulangannya.

    “Jadi, per tadi malam ya, ada catatan kurang lebih 1.958.838 kendaraan yang masuk. Dan baru saja tadi kita cek lagi di jam 12.00 ada 82.000 sehingga total kurang lebih 2.040.000 yang sudah masuk Jakarta,” ujar Sigit.

    “Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai di kegiatan yang terkait dengan puncak arus balik,” tambah Sigit menjelaskan.

    Di sisi lain, Sigit juga kembali meminta kepada seluruh jajarannya untuk mengingatkan kepada pemudik agar mengutamakan keselamatan. Ia mengimbau kepada pengendara untuk berisitirahat apabila sudah mengalami kelelahan.

    “Ada rest area di jalur tol, kemudian juga ada tempat-tempat istirahat yang ada di jalur arteri, baik itu di pos-pos pelayanan, pos terpadu ataupun jalur-jalur jembatan timbang yang sudah disiapkan sehingga kemudian kita betul-betul bisa menekan jumlah laka lantas walaupun secara nasional kita turun, namun kita harapkan sampai dengan arus balik nanti jumlah laka lantasnya tidak terlalu signifikan,” papar Sigit.

    Sementara itu, Sigit menyebut, Operasi Ketupat 2026 berakhir pada hari ini. Namun, Polri tetap bersiaga dalam memberikan pengamanan serta pelayanan dengan melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

    “Karena hari ini operasi kita sudah selesai, kita tambahkan tiga atau empat hari dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Ini semua menjadi bagian dari upaya untuk supaya rangkaian arus mudik dan arus balik betul-betul bisa terjaga dengan baik,” tutup Sigit. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta – Negara Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 menyampaikan update situasi kamtibmas pada hari ke-13 pelaksanaan operasi. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

    Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan harian, jumlah gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.387 kejadian.

    “Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol. Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Jansen.

    Dari data tersebut, tercatat 1.288 kasus kejahatan, 18 pelanggaran, 8 kejadian bencana, serta 73 gangguan lainnya. Sementara itu, pada sektor lalu lintas, tercatat 226 kejadian kecelakaan dengan rincian 12 orang meninggal dunia, 73 orang luka berat, dan 440 orang luka ringan, serta kerugian materiil sebesar Rp226.150.000.

    Untuk penegakan hukum lalu lintas, Polri mencatat 10 pelanggaran melalui sistem ETLE serta 27 teguran kepada pengguna jalan sebagai langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Terkait arus lalu lintas, volume kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 135.724 kendaraan, meningkat 2,77 persen dibandingkan kondisi normal. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 11,98 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

    Sebaliknya, arus kendaraan yang masuk ke Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 256.338 kendaraan masuk ke ibu kota, meningkat 99,02 persen dibandingkan volume normal dan naik 14,87 persen dibandingkan tahun lalu.

    “Arus balik sudah mulai terlihat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” jelas Jansen.

    Selain itu, mobilitas masyarakat di sektor transportasi umum juga masih cukup tinggi. Pada moda penyeberangan, tercatat 1.438 trip kapal dengan total 496.130 penumpang. Sementara itu, pada moda kereta api terdapat 2.707 perjalanan dengan jumlah 1.475.203 penumpang, dan sektor penerbangan mencatat 2.473 penerbangan dengan 311.047 penumpang.

    Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama menuju destinasi wisata dan pusat keramaian.

    “Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

    Sebagai bentuk pelayanan, Polri juga menyediakan layanan darurat melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    Polri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    “Mudik aman, keluarga bahagia,” tutup Jansen. (Bgn)

  • Kepolisian

    Sapa Pengunjung di Gunung Bromo Kapolres Probolinggo Pastikan Keamanan Wisatawan

    WARTAPENASATUJATIM | PROBOLINGGO – Gunung Bromo masih menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur.

    Hal itu terlihat banyaknya pengunjung pada libur lebaran Idulfitri mulai H+3 setelah sebelumnya kawasan wisata Bromo ditutup selama hari raya Nyepi.

    Untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, Polres Probolinggo Polda Jatim memaksimalkan patroli kawasan Gunung Bromo.

    Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa peningkatan patroli ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, keselamatan wisatawan, serta untuk memastikan situasi tetap kondusif.

    AKBP Latif menerangkan, patroli tersebut difokuskan pada sejumlah titik yang ramai dikunjungi wisatawan, diantaranya kawasan lautan pasir, kawah Bromo dan jalur masuk kawasan wisata melalui wilayah Kabupaten Probolinggo.

    “Kehadiran kami di sini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sedang berlibur di Gunung Bromo agar merasa aman dan nyaman,” ujar AKBP Latif di Gunung Bromo, Selasa (24/3/26).

    Tak hanya soal keamanan, Kapolres Probolinggo juga menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat membludaknya pengunjung.

    Kapolres Probolinggo mengimbau wisatawan agar menjaga kelestarian kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    Selain itu, Kapolres Probolinggo juga mengingatkan wisatawan agar tetap memperhatikan keselamatan saat melintas di jalur menuju lokasi Gunung Bromo.

    “Banyak jalur yang ekstrem, jadi kami ingatkan agar wisatawan lebih hati – hati, pastikan kendaraannya dalam kondisi prima serta perhatikan rambu peringatan di sepanjang jalur menuju lokasi,” kata AKBP Latif.

    Sementara itu, menurut salah seorang rombongan wisatawan dari Blora – Jawa Tengah, wisata Bromo tak hanya nyaman karena pemandangan alamnya namun juga karena kehadiran pihak keamanan dari Kepolisian setempat.

    “Pemandangan di Gunung Bromo sangat bagus, udaranya sejuk dan lebih merasa aman lagi di sini banyak Polisi yang patroli,” kata Anik yang datang ke Bromo bersama 35 orang rombongan dari perusahaan tempat ia bekerja.

    Menurutnya dengan kehadiran Polisi, wisatawan tidak merasa khawatir ada tindak kejahatan di lokasi wisata yang memang ramai pengunjung.

    “Jadi kita tenang gitu lho atau kalaupun ada kejahatan kan cepat ditangani dengan adanya Polisi yang siaga di sini ( lokasi Gunung Bromo),” kata Anik.

    Hal senada juga diakui salah seorang pelaku jasa transportasi wisata di Bromo yang mengatakan stabilnya jumlah wisatawan Bromo juga ditunjang oleh perbaikan sistem pengelolaan di pintu masuk dan sistem pengamanan.

    Ia menilai, jika sebelumnya antrean panjang hingga memicu kepadatan kerap terjadi, kini kondisi tersebut sudah jauh lebih terkendali terlebih hadirnya pihak Kepolisian yang rutin patroli.

    “Sekarang tidak ada kemacetan di tiket masuk. Penanganannya lebih cepat, jadi pengunjung lebih lancar masuk dan sistem keamanannya juga terjamin dengan hadirnya pihak Kepolisian,” jelasnya. (Bgn)***

  • Berita Duka,  Kepolisian

    Apendra Gugur saat Kawal Malam Takbiran Diberi KPLB, Kapolda Riau: Jadi Warisan Abadi

    WARTAPENASATUJATIM | Riau – Anggota Polsek Kampar Aiptu Apendra yang gugur saat melaksanakan tugas pengawalan dan pengamanan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi diberikan penghargaan anumerta Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSi.

    Hal itu disampaikan oleh Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MH MHum, Selasa (24/3/2026). Ia mengatakan KPLB ini sebagai pengingat akan dedikasi serta pengabdian almarhum yang menjadi warisan abadi bagi rekan-rekan sesama petugas kepolisian dan masyarakat.

    Aiptu Apendra, yang menjabat sebagai Banit Reskrim Polsek Kampar, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 02.39 WIB, akibat kelelahan dan sesak napas saat bertugas.

    “Terima kasih kepada Bapak Kapolri yang memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada almarhum Aiptu Apendra. KPLB ini bukan sekadar apresiasi tertinggi, tetapi lebih dari itu menjadi pengingat bagi kita semua akan dedikasi dan pengorbanan almarhum sebagai petugas kepolisian yang berjuang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” Ujar Kapolda Riau.

    Dikatakannya, teladan akan dedikasi dan pengorbanan inilah yang menjadi warisan abadi almarhum bagi rekan-rekan sesama petugas kepolisian maupun masyarakat. Tak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi, namun demikianlah takdir yang disuratkan oleh Tuhan Allah SWT.

    ”Kita yang ditinggalkan hanya bisa mendoakan serta memetik hikmah dari seluruh kebaikan hidup almarhum,” kata Kapolda alumni Akpol 1996 itu.

    Aiptu Apendra, yang lahir di Air Tiris pada 24 Februari 1984 meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di Polsek Kampar.

    *Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

    Hal serupa juga diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi. ”Mari kita sama-sama agar tetap Melindungi Tuah, Menjaga Marwah. Slogan yang dicetus Bapak Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ini, sangat baik sekali dilestarikan dan diaplikasikan. Karena maknanya sangat mendalami sekali untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau,” kata Kombes Pandra.

    Kabid Humas mengingatkan kembali apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silakan lapor ke Call Center 110. ”Kami siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Kapolres Mojokerto Tinjau Objek Wisata di Libur Lebaran Pastikan Keamanan Pengunjung

    WARTAPENASATUJATIM | MOJOKERTO – Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata didampingi Wakapolres Mojokerto, Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho beserta Pejabat Utama Polres Mojokerto melakukan pemantauan ke sejumlah objek wisata di wilayah Kecamatan Trawas, Selasa (24/3/2026).

    Kegiatan itu dalam rangka memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap kondusif selama masa libur lebaran.

    “Kami ingin memastikan kesiapan pengelola dan personel pengamanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang berlibur,” ujar AKBP Andi.

    Dalam patroli tersebut, Kapolres Mojokerto menyusuri area lokasi wisata, memantau situasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.

    Kehadiran Kepolisian di tengah aktivitas wisatawan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas.

    Kapolres Mojokerto juga menyapa para pengunjung dan menyampaikan imbauan secara humanis.

    Ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak serta kewaspadaan terhadap barang bawaan pribadi.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang berlibur agar selalu menjaga keselamatan, khususnya anak-anak saat bermain, serta tetap waspada terhadap barang bawaan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” pesan AKBP Andi.

    Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pengelola wisata, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, sehingga tercipta suasana liburan yang aman dan nyaman.

    Dengan dilaksanakannya kegiatan patroli ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berwisata, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas selama libur Lebaran.

    Polres Mojokerto Polda Jatim berkomitmen untuk terus meningkatkan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat, guna menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto selama perayaan Lebaran. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Polres Tulungagung Musnahkan 22 Kg Bahan Peledak dan Ratusan Petasan

    WARTAPENASATUJATIM | TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung Polda Jatim bersama jajaran melaksanakan pemusnahan barang bukti petasan dan bahan peledak hasil ungkap kasus selama kegiatan cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026.

    Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 346 buah petasan berbagai ukuran serta bahan petasan (bubuk) dengan total berat 22,15 kilogram dari berbagai jenis.

    Pemusnahan dilakukan oleh Tim Jibom Gegana Brimob Polda Jawa Timur dengan prosedur aman dan sesuai standar.

    Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Maga menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

    “Ada sekitar 22,15 Kg bahan peledak dan 346 petasan hasil penindakan selama kurang lebih 30 hari di bulan suci Ramadan bersama jajaran Polsek, kami lakukan pemusnahan,” ujarnya, Selasa (24/3/26).

    Ia menambahkan, dari hasil pengungkapan tersebut, sebagian besar kasus berasal dari wilayah hukum Polsek jajaran, dengan temuan petasan berukuran besar serta bahan peledak yang masih dalam tahap pembuatan.

    “Mayoritas pelaku adalah anak-anak usia 10 hingga 15 tahun. Untuk itu kami lakukan pembinaan dan mengembalikan kepada orang tua, serta mengajak peran aktif keluarga dalam pengawasan,” jelasnya.

    Selain itu, diketahui bahwa para pelaku mendapatkan pengetahuan pembuatan petasan dari internet serta membeli bahan secara online melalui berbagai platform.

    Lebih lanjut, untuk pelaku dewasa tetap dilakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kompol Maga menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi korban jiwa maupun kerugian materiil akibat petasan.

    “Alhamdulillah, sejauh ini di wilayah Tulungagung tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian akibat petasan. Ini merupakan hasil dari langkah preventif dan patroli yang kami lakukan,” pungkasnya.

    Dengan kegiatan pemusnahan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya petasan serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Bgn)***

  • Kepolisian,  Kriminal

    Mengerikan, Besi Anti Karat Pelindung Tiang Pancang Jembatan Suramadu Dicuri, Diperlukan Biaya Miliaran Rupiah Untuk Perbaikan

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan Madura – Polres Bangkalan berhasil menangkap 7 orang nelayan yang diduga melakukan pencurian besi antikarat di bawah Jembatan Suramadu yang berfungsi sebagai pelindung tiang pancang jembatan.

    Komplotan pelaku pencurian ini berasal dari Gresik dan Bangkalan. Para pelaku ini mengaku telah melakukan aksi pencurian sebanyak 21 kali, sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp92 juta.

    Besi antikarat yang dicuri sangat vital, karena berfungsi melindungi tiang pancang jembatan dari korosi air laut.

    Kasat Reskrim AKP Hafid Dian Maulidi mengkonfirmasi penangkapan tersebut. Saat ini para tersangka ditahan di Mapolres Bangkalan dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

    Pakar konstruksi dari ITS memperingatkan bahwa jembatan Suramadu memerlukan perlindungan ekstra, karena korosi bisa memicu retak kolom dan kegagalan bentang. Biaya perbaikan diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah.

    Daftar tersangka pencurian:
    – Dari Gresik: Adi (27), Misyan (32), Fata (40), Budi, SA (40)
    – Dari Bangkalan: Muhid (32), Arip (40)

    Polres Bangkalan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pencurian yang menghebohkan ini. (Houget)***

Wartapenasatu.com @2025