MBG

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  MBG,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Prabowo Subianto Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

    Surakarta wartapenasatu.com

    Sekolah Rakyat, Bukti Negara Hadir untuk Anak Kurang Mampu

    Surakarta, Jawa Tengah — Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal hanya karena persoalan biaya.

    Agus Jabo Priyono menyampaikan hal tersebut saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa jika masyarakat mampu bisa menyekolahkan anaknya dengan biaya sendiri, maka negara memiliki kewajiban untuk membiayai pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung. “Dengan Sekolah Rakyat, negara hadir menjemput masa depan anak-anak bangsa,” ujar Agus Jabo.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul, adil, dan berdaya saing. “Presiden ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bermimpi besar dan mewujudkan cita-citanya,” tambahnya.

    Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kemerdekaan sejati. “Kita tidak boleh membiarkan anak-anak Indonesia kehilangan masa depannya karena kemiskinan. Tugas negara adalah menjamin mereka bisa bersekolah dan belajar dengan layak,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang dikutip dari Sekretariat Presiden.

    Sementara itu, pakar pendidikan nasional, Prof. Anwar Sanusi, menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis dalam pemerataan akses pendidikan. “Model seperti ini menghidupkan kembali semangat gotong royong pendidikan. Negara menjadi pelindung utama, sementara masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan dan dukungan sosial,” jelasnya.

    Selain menekankan akses gratis, Sekolah Rakyat juga mengusung kurikulum berbasis karakter, nasionalisme, dan kemandirian. Para siswa tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga nilai moral, keterampilan hidup, dan kecintaan terhadap tanah air. Tujuannya agar generasi muda tumbuh menjadi insan cerdas sekaligus berjiwa sosial.

    Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, pemerintah berharap kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat semakin berkurang. Program ini menjadi simbol nyata dari komitmen Presiden Prabowo Subianto bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan, dan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan masa depan yang lebih cerah

    “Nok Srie”Melporkan ­

  • Artikel,  Daerah,  Kepolisian,  MBG,  Pendidikan

    Perdana, SPPG Kemala 1 Presisi Polda Kalteng Distribusikan 1000 Paket MBG Untuk Pelajar di SMPN 2 Palangka Raya

    Perdana, SPPG Kemala 1 Presisi Polda Kalteng Distribusikan 1000 Paket MBG Untuk Pelajar di SMPN 2 Palangka Raya

    Palangka Raya, wartapenasatu.com  – Sentra Palayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala 1 Presisi Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), melaksanakan pendistribusian perdana Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di Kota Palangka Raya.

    Pendistribusian yang diperuntukan bagi siswa-siswi SMPN 2 Palangka Raya tersebut, secara resmi dilepas oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Gubernur H. Agustiar Sabran, dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, bertempat di Dapur SPPG Kemala 1 Presisi, Halaman Belakang Kantor Ditlantas Mapolda setempat, Rabu (22/10/2025).

    Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Polri khususnya Polda Kalteng dalam mendukung program Presiden, yaitu terkait MBG.

    “Hari ini, kita telah melaksanakan pendistribusian bagi penerima manfaat. Meskipun belum tersalurkan sepenuhnya, saya pastikan untuk segera terealisasi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional,” kata Kapolda.

    Irjen Iwan menegaskan bahwa untuk kualitas makanan di SPPG Kemala I Presisi Polda Kalteng telah sesuai standar keamanan pangan untuk didistribusikan ke penerima manfaat.

    “Kita pastikan untuk makanan yang disajikan aman dan higienis. Tantunya berkat standart keamanan pangan yang telah diterapkan melalui Food Security oleh tim uji lab dari Biddokkes Polri,” tegas Kapolda.

    “Harapannya juga kedepan pengelolaan MBG di SPPG Kemala 1 Presisi dan SPPG di jajaran dapat semakin meningkat, mulai dari kualitas pelayanan hingga makanan serta jumlah pendistribusian bagi penerima manfaat,” tutupnya.@ Herry Kalteng

  • Kepolisian,  MBG,  Militer

    Sinergi TNI dan Pemerintah Kecamatan Dukun Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa, Danramil 0817/16 Dukun yang diwakili oleh Peltu Gatot Weliyandi menghadiri kegiatan Pengarahan Umum terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Modal Penyertaan Koperasi Desa Merah Putih (KMP). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, pada Selasa (21/10/2025).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Dukun Bapak Gunawan Pura Atmaja, S.STP., M.M, Kapolsek Dukun AKP Selamet, S.H, Kepala Puskesmas Dukun, Kepala Puskesmas Mentaras, serta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Dukun.

    Dalam sambutannya, Camat Dukun Gunawan Pura Atmaja menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat dan kemandirian ekonomi desa melalui penguatan koperasi.

    “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi lintas sektor untuk membangun kesejahteraan warga. Sementara Koperasi Merah Putih akan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Camat Dukun.

    Sementara itu, Danramil 0817/16 Dukun yang diwakili Peltu Gatot Weliyandi menegaskan komitmen TNI AD dalam mendukung penuh kegiatan pemerintah daerah, terutama yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat.

    “Koramil Dukun siap mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Merah Putih. Melalui kerja sama lintas instansi, kita berharap masyarakat semakin mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujar Peltu Gatot.

    Kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Melalui sinergi antara pemerintahan kecamatan, TNI, Polri, dan unsur masyarakat, diharapkan program-program sosial dan ekonomi di wilayah Dukun dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.*** (Bgn)

  • Daerah,  Kepolisian,  MBG,  Militer

    Peresmian SPPG Hibrid Yayasan Perguruan Pendidikan NU Terate Gresik: Dorong Pemenuhan Gizi Seimbang untuk Tumbuh Kembang Anak Sekolah

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen meningkatkan kualitas pemenuhan gizi anak usia sekolah. Hal tersebut diwujudkan melalui peresmian Satuan Pelayanan6 Pemenuhan Gizi (SPPG) Hibrid Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPPNU) Trate, yang berlangsung di halaman SDNU 1 Trate, Jalan KH Abdul Karim No. 60, Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik. Senin (20/10/2025).

    Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., didampingi Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P., serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.

    Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari mewakili Dandim 0817/Gresik, Kapolsek Gresik Iptu Suharto, S.H. mewakili Kapolres Gresik, Kepala Dinas Pendidikan Dr. S. Haryanto, S.Pd., M.M., Dirut Petrokimia Gresik Bpk Daconi Kotob, serta Kepala Yayasan SDNU 1 Trate Drs. H.M.E. Wahyudi, M.M.

    Dalam sambutannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa keberadaan SPPG Hibrid merupakan inovasi strategis dalam memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.

    “Tumbuh kembang anak yang cerdas harus didukung dengan makanan bergizi. Peningkatan dari kantin menjadi SPPG artinya tidak ada jarak dalam pemenuhan gizi. Semua proses dilakukan langsung di sekolah agar lebih terjamin kebersihannya dan kualitasnya,” tutur Bupati.

    Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, yayasan, dan instansi kesehatan agar pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa dapat berjalan optimal.

    “Dapur SPPG harus benar-benar bersih, dan pengelolaannya harus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan maupun pihak terkait lainnya. Kita ingin memastikan tidak ada kasus keracunan makanan dan mutu pelayanan tetap terjaga,” tambahnya.

    Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penekanan tombol peresmian secara simbolis oleh Bupati Gresik bersama jajaran Forkopimda, yang disambut meriah oleh para undangan.

    Setelah itu, dilakukan peninjauan langsung ke lokasi dapur SPPG Hibrid SDNU 1 Trate, yang kini siap melayani kebutuhan makan bergizi siswa secara higienis dan terstandar.

    Sementara itu, Kasdim 0817/Gresik Mayor Inf Siari, yang hadir mewakili Dandim 0817/Gresik, menyampaikan apresiasi atas langkah positif Pemkab Gresik dan Yayasan YPPNU Trate dalam mendukung program ketahanan pangan serta peningkatan kualitas generasi muda.

    “Program SPPG Hibrid ini sejalan dengan semangat dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi yang kuat, sehat, dan berdaya saing tinggi. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk keberlanjutan program ini,” ungkapnya.

    Kegiatan peresmian SPPG Hibrid Yayasan Perguruan Pendidikan NU Trate ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan para tamu undangan.

    Acara ditutup dengan pembacaan doa, dilanjutkan peninjauan fasilitas dapur yang telah memenuhi standar kebersihan serta keamanan pangan.*** (Bgn)

  • MBG,  Militer

    Lagi – lagi, Program Makan Bergizi Gratis Resmi Diluncurkan di Modung, Jangkauan Distribusi Semakin Luas

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKoramil 0829-12/Modung bersama Forkopimcam menghadiri Launching Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Yayasan Pondok Pesantren Al Anwar 2, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Senin (20/10/25). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar di wilayah setempat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Camat Modung Mahsus, Kapolsek Modung Iptu Joko Purwowidodo, SH, Ws. Danramil Modung Peltu Joko Eri Susanto, KH. Muhlis Muksin, perwakilan Discovery Water Sustainability, para kepala desa se-Kecamatan Modung, serta unsur pendidikan dan kesehatan daerah.

    Ws. Danramil 0829-12/Modung Peltu Joko Eri Susanto menyampaikan bahwa program MBG merupakan wujud kepedulian bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat.

    “Koramil siap mendukung dan memonitor pelaksanaan program ini agar berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

    Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan lembaga sosial diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan bergizi seimbang.(Bgn)

  • Daerah,  Kepolisian,  MBG,  Militer

    Kodim 0829/Bangkalan Dukung Peresmian SPPG, Wujud Sinergi Forkopimda untuk Pemenuhan Gizi Masyarakat

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKodim 0829/Bangkalan turut mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jl. Jaya Wijaya, Kelurahan Mlajah, Kamis (16/10/25).

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd, bersama jajaran Forkopimda Bangkalan.

    Acara yang berlangsung pukul 08.15 hingga 09.55 WIB tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Novyan, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, serta Ketua Bhayangkari Cabang Bangkalan Ibu Putri Hendro Sukmono.

    Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas SPPG oleh seluruh tamu undangan.

    Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan gizi anak di Kabupaten Bangkalan.

    Ia juga menjelaskan, SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bangkalan telah menyalurkan 3.500 porsi makanan bergizi kepada penerima manfaat, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku.

    Sementara itu, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

    “Program seperti ini sangat penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan produktif. Kodim 0829 siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” ujarnya.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selama acara berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.*** (Bgn)

  • MBG

    SMP Negeri 1 Lagu Boti,dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar Setelah Mencicipi Makanan Bergizi (BMG) Gratis,langsung di bawa ke Puskesmas

    Insiden keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara, Rabu (15/10/2025). Peristiwa terjadi di dua sekolah dengan kecamatan berbeda, masing-masing di SMP N 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar. Akibat peristiwa ini puluhan siswa siswi dari SMP N 1 Laguboti di rawat di 2 Rumah Sakit berbeda dan 1 Puskesmas di kabupaten Toba yakni RSU HKBP Balige dan RSUD Porsea serta di Puskesmas Laguboti.

    Terpantau di UGD RSU HKBP Balige, tampak beberapa siswa/i yang mengalami keracunan MBG sedang menjalani perawatan intensif dan sedang diinfus hingga ada yang mengunakan ventilator oksigen sebagai penambah pernafasan korban.

     

    Dari beberapa korban keracunan MBG yang menjalani perawatan di UGD RSU HKBP Balige menuturkan, makan siang dilaksanakan sekira pukul 10.30 Wib. Keracunan makanan baru dirasakan setelah beberapa jam usai bersantap siang atau detailnya setelah pulang sekolah sekira pukul 13.30 Wib.

    Sebelum bersantap siang gurunya berpesan “semua makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan supaya jangan mubazir”.

     

    Salah seorang korban menuturkan, setelah membuka MBG yang diterimanya di hari ketiga sudah mencium aroma berbau tidak sedap khususnya dari sayuran karena rasanya bukan seperti sayuran yang baru dimasak. Karena setelah dimakan rasanya seperti yang dimasak kemarin dan ikan mujaer asam manis yang disajikan rasanya seperti mengunakan saos tomat yang kurang berkualitas demikian juga rasa dan aroma tempe juga tidak mengenakkan serta buah semangka yang disajikan tidak lagi menampilkan warna dan aroma segar, sepertinya sudah seperti buah yang dipotong di hari kemarin karena di hari kedua MBG yang dikonsumsi buah yang disajikan adalah buah semangka.

     

    Di hari kedua MBG kami terima dan konsumsi sayuran lalapan yang disajikan sudah ada nampak seperti busuk terlihat dari ruas sayur lalapan itu kuning kecoklatan dan makanan juga ada beraroma kurang sedap atau beraroma bau basi,” ujar salah seorang siswa.

     

    Sementara MBG yang dikirim di hari pertama, Senin (13/10/2025) enak dan beraroma sedap dengan lauk daging dan buah jeruk namun dagingnya keras. Setelah dihari kedua MBG berubah dan rasa serta aromanya sudah berbeda beraroma kurang sedap dan hari ketiga keracunan.

     

     

     

    Romaintan Pardede Kepala seksi Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Toba saat di konfirmasi di ruang UGD RSU HKBP Balige menyebutkan, MBG yang menyebabkan keracunan siswa/i SMP Negeri 1 Laguboti penyedia dari Dapur SPPG Namora Tama Berkarya Pardomuan Nauli beralamat di Jalan Hephata Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti dengan Ketua MBG Daniel Gultom dan MBG Dapur SPPG Situatua Sigumpar dengan Ketua MBG Josua Siahaan untuk SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar.

     

    Disebutkannya, korban keracunan MBG dari siswa/i SMP N 1 Laguboti yang menjalani perawatan medis di RSU HKBP sebanyak 56 orang dan menjalani perawatan di RSUD Porsea sebanyak 31 orang ditambah 3 orang dari SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar dan sedang dirawat di Puskesmas Laguboti.

     

    Untuk kondisi kesehatan seluruh korban setelah mendapat perawatan medis intensif dari pihak medis kedua Rumah Sakit sudah mulai membaik dan sudah ada yang diijinkan pulang oleh keputusan dokter karena kondisi kesehatannya sudah pulih.

     

    Namun masih banyak yang masih menjalani perawatan sedang diinfus di ruangan observasi dan harus menjalani rawat inap.

     

    Ia menambahkan berdasarkan, informasi yang diterima pukul 20.00 Wib, ada juga dugaan keracunan MBG dari SD Negeri 173557 Tanding sebanyak 3 orang dan telah masuk di Puskesmas Laguboti untuk menjalani perawatan medis.

     

    Terkait jumlah data ini belum konkrit karena masih menunggu perkembangan selanjutnya. Karena harus menunggu, Kamis (hari ini), (16/10/2025), apakah masih ada para siswa yang mengalami gejala keracunan seperti para korban yang sedang dirawat atau tidak.

     

    Assiten 1 Eston Sihotang didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Toba Sitinuraya, hadir di RSU HKBP Balige membesuk para korban keracunan MBG.

     

    Dalam kesempatan ini Eston memberikan support dan dukungan moril kepada para korban serta para orang tua siswa/i yang mendampingi anak masing masing.

     

    Eston Sihotang menyebutkan, pihaknya belum bisa memberikan data dan statemen resmi karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan instruksi resmi dari pimpinan.

     

    Namun untuk kondisi para korban saat ini sudah semakin membaik dan sudah ada yang dipulangkan kerena sudah sehat.

     

    “Untuk menindak lanjuti peristiwa yang telah terjadi saat ini, sesuai arahan pimpinan malam ini seluruh jajaran akan melakukan rapat untuk mengevaluasi peristiwa keracunan MBG terhadap siswa/i SMP N 1 Laguboti, serta untuk mengambil kesimpulan tindakan yang harus dilakukan atas peristiwa yang terjadi,” sebutnya.

     

    Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Toba Sitinuraya saat di konfirmasi di UGD RSU HKBP Balige disela-sela pengecekan para korban keracunan MBG menyebutkan, pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah data korban serta dugaan penyebab keracunan secar global karena masih menunggu pendataan yang akurat dari pihak sekolah dan Puskesmas Laguboti juga dari Loka POM Toba,tuturnya.

    (Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)

  • Kepolisian,  MBG

    Dukung Program MBG, Kapolres Bangkalan Resmikan SPPG Kemala Bhayangkari Layani 3.500 Penerima Manfaat

    WARTAPENASATUJATIM | Polres BangkalanKapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. pada Kamis pagi ini (16/10/2025) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan di Jl. Jaya Wijaya Perumda Mlajah Kec./ Kab. Bangkalan.

    Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita di pintu masuk SPPG, sebagai bentuk dukungan nyata Kepolisian terhadap program pemerintah dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.

    Hadir dalam peresmian SPPG Kemala Bhayangkari ini Bupati Bangkalan, Dandim 0829, Danlanal Batuporon, Kadinkes, Kadisdik, dan 7 Kepala Sekolah yang akan menjadi penerima manfaat SPPG Polri pertama di Bangkalan ini.

    Mengawali sambutannya, Kapolres Bangkalan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program yang menjadi bagian dari implementasi program nasional Presiden RI dalam pemenuhan gizi masyarakat.

    “Alhamdulillah hari ini bersama-sama kita launching dapur sehat makan bergizi gratis SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan,” ungkap Kapolres.

    AKBP Hendro Sukmono menjelaskan jika SPPG pertama yang dibangun oleh Polres Bangkalan ini akan melayani 3.500 penerima manfaat yang mencakup 7 sekolah mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA di kota Bangkalan.

    “Kami melakukan peresmian SPPG melalui Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bangkalan yang pertama di wilayah ini. InsyaAllah kami akan mendirikan lima titik SPPG di Bangkalan, yang kini proses pembangunannya sudah mencapai lebih dari 80 persen,” tambah AKBP Hendro.

    Selain fasilitas dapur sehat, SPPG Bhayangkari Cabang Bangkalan juga dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan ruang penyimpanan bahan makanan khusus untuk menjaga kebersihan serta mencegah pencemaran lingkungan.

    “Kami memastikan seluruh fasilitas memiliki IPAL yang berfungsi baik agar limbah tidak mencemari lingkungan. Lima titik SPPG yang kami bangun nantinya akan dilengkapi sarana dan prasarana sesuai standar kesehatan,” jelas Kapolres Bangkalan.

    Orang nomor satu di Mapolres Bangkalan tersebut berharap dengan kehadiran SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan ini sebagai wujud sinergi Polri, pemerintah, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan dalam mendukung program nasional dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    “Harapannya, SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan dapat memberikan pelayanan yang terintegrasi, mulai dari edukasi gizi, penyediaan makanan sehat, hingga pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan,” tutup Kapolres Bangkalan tersebut. (Bgn)

  • Artikel,  Berita Duka,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Kabupaten Toba, wartapenasatu.com – Sumatera Utara, digegerkan oleh insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah berbeda. Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar menjadi pusat perhatian setelah sejumlah besar siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pemerintah daerah, dalam upaya menangani krisis kesehatan yang mendadak ini.

    Akibat insiden ini, puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Kabupaten Toba, yaitu RSU HKBP Balige, RSUD Porsea, dan Puskesmas Laguboti. Kondisi beberapa siswa dilaporkan cukup serius hingga memerlukan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator oksigen untuk membantu pernapasan. Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak keracunan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

    Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU HKBP Balige, terlihat para siswa yang mengalami keracunan MBG tengah menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya tampak lemah dan membutuhkan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Pemandangan ini mencerminkan betapa mengerikannya pengalaman yang dialami oleh para siswa akibat keracunan makanan tersebut.

    Menurut penuturan beberapa korban yang dirawat di UGD RSU HKBP Balige, makan siang MBG dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala keracunan baru dirasakan beberapa jam kemudian, tepatnya setelah para siswa pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, serta bagaimana makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan massal.

    Ironisnya, sebelum makan siang, guru-guru berpesan agar seluruh makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan agar tidak mubazir. Pesan ini, yang seharusnya bertujuan baik untuk mengajarkan siswa menghargai makanan, justru menjadi bumerang ketika makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

    Salah seorang korban menuturkan bahwa pada hari ketiga, aroma MBG yang diterimanya sudah tidak sedap, terutama pada sayuran. Rasanya pun tidak seperti sayuran yang baru dimasak, melainkan seperti masakan kemarin. Ikan mujair asam manis yang disajikan juga terasa kurang berkualitas, begitu pula dengan rasa dan aroma tempe yang tidak mengenakkan. Bahkan, buah semangka yang disajikan tidak lagi segar, seolah-olah sudah dipotong sejak hari sebelumnya.

    Pada hari kedua, siswa juga mengeluhkan bahwa sayuran lalapan yang disajikan sudah tampak seperti busuk, dengan ruas sayur yang berwarna kuning kecoklatan dan aroma yang kurang sedap atau basi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan MBG yang disajikan semakin menurun dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan terjadinya keracunan massal.

    Padahal, pada hari pertama, Senin (13/10/2025), makanan MBG yang disajikan masih terasa enak dan beraroma sedap, dengan lauk daging dan buah jeruk. Namun, dagingnya terasa keras. Perubahan kualitas makanan yang drastis ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pengadaan dan penyajian makanan MBG tersebut.

    Insiden keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Toba. Selain menimbulkan trauma bagi para siswa dan orang tua, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kesehatan,  MBG

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam


    Laguboti, wartapenasatu.com –  16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.

    “Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

    Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

    “Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

    “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.

    Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.

Wartapenasatu.com @2025