Pendidikan

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Nasional,  Pendidikan,  SOSIAL

    MENUMBUHKAN NILAI BERBAGI DARI USIA DINI MELALUI QURBAN

    Qurban Perdana di Sulit Air: Menumbuhkan Nilai Berbagi di TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah

    Jakarta, Warta pena Satu, TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sukses menggelar penyembelihan hewan qurban perdana mereka. Inisiatif luar biasa dari Kepala TK Aisyiyah II, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan Kepala SD Muhammadiyah, Ibu Epi, serta dukungan penuh para guru dan pembina yayasan, telah menjadikan acara ini momen berharga bagi siswa dan masyarakat sekitar. Dukungan juga mengalir deras dari perantau Sulit Air yang berdomisili di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Salah satu tokoh perantau yang peduli terhadap pendidikan dan sosial keagamaan di kampung halamannya adalah Bapak Zafrullah, yang komitmennya patut diapresiasi. Terima kasih juga kepada para perantau lainnya yang telah berkontribusi. Semoga rezeki para perantau senantiasa berlimpah dan terus tergerak untuk berbagi.

    Lebih dari sekadar ritual keagamaan, penyembelihan hewan qurban ini menjadi pembelajaran berharga tentang berbagi dan kepedulian. Para siswa diajarkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme tinggi dari wali murid dan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban ini dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyiyah II. Selain sebagai pembelajaran karakter bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar, membangun kebersamaan dan memperkuat jalinan sosial yang erat. Semoga kegiatan ini menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta menanamkan nilai-nilai berbagi dan kepedulian kepada generasi muda.

    By : jasmiarti., S. Pd

  • AGAMA,  Pendidikan,  SOSIAL

    Idul Adha 1446 H di Masjid Nurul Hidayah: Menebar Kebaikan dan Membangun Generasi Penerus

    Idul Adha 1446 H di Masjid Nurul Hidayah: Menebar Kebaikan dan Membangun Generasi Penerus

    Jakarta, WartaPenaSatu – Semangat Idul Adha 1446 Hijriah begitu terasa di lingkungan Masjid Nurul Hidayah, Kebagusan, Jakarta Selatan. Tahun ini, perayaan hari raya kurban mengusung tema mendalam: “Hikmah Kurban: Sembelih Sifat Kehewanan, Raih Kemanusiaan Seutuhnya.” Tema ini mengajak umat Muslim untuk tidak hanya berfokus pada penyembelihan hewan kurban secara fisik, namun juga menyoroti pentingnya “menyembelih” sifat-sifat buruk dalam diri demi mencapai kemuliaan sebagai manusia sejati.

    Panitia pelaksana kurban Masjid Nurul Hidayah telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya. Dari hasil pengumpulan dan sumbangan, terkumpul 8 ekor sapi dan 8 ekor domba yang akan disembelih. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban sendiri dilakukan pada hari Sabtu, 7 Juni 2025, pukul 07.00 WIB di area masjid.

    pelatihan sembelih hewan qurban di dampingi oleh juru sembelih halal (juleha)

    Yang menarik, dalam pelaksanaan kurban tahun ini, panitia utama dibantu oleh tiga orang peserta yang telah mengikuti pelatihan pemotongan hewan kurban. Hal ini selaras dengan pesan yang disampaikan oleh Ustaz Sofian. Beliau menekankan pentingnya regenerasi, khususnya bagi para pemuda di lingkungan Masjid Nurul Hidayah. “Sudah saatnya ada perwakilan dari generasi penerus sebagai pengganti generasi sebelumnya yang harus bisa melakukan penyembelihan hewan kurban. Ini adalah bekal ilmu dan juga ladang pahala,” ujar Ustaz Sofian.

    proses awal sebelum pendistribusian

    Setelah proses penyembelihan, daging hewan kurban langsung didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Prioritas utama pembagian adalah kepada kaum dhuafa, anak-anak yatim piatu, para janda, serta mereka yang ikut serta membantu kelancaran acara ini. Semangat berbagi dan kepedulian sosial menjadi inti dari perayaan Idul Adha di Masjid Nurul Hidayah.

    Semoga semangat kurban tahun ini tidak hanya meninggalkan jejak kebaikan melalui daging yang dibagikan, namun juga menginspirasi setiap individu untuk terus memperbaiki diri dan menumbuhkan sifat-sifat mulia.

    ruki

  • AGAMA,  Daerah,  Pendidikan,  SOSIAL

    Qurban Perdana di Sulit Air: Menumbuhkan Nilai Berbagi di TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah

    TK Aisyiyah II dan SD Muhammadiyah Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sukses menggelar penyembelihan hewan qurban perdana mereka. Inisiatif luar biasa dari Kepala TK Aisyiyah II, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan Kepala SD Muhammadiyah, Ibu Epi, serta dukungan penuh para guru dan pembina yayasan, telah menjadikan acara ini momen berharga bagi siswa dan masyarakat sekitar. Dukungan juga mengalir deras dari perantau Sulit Air yang berdomisili di berbagai daerah, termasuk Jakarta. Salah satu tokoh perantau yang peduli terhadap pendidikan dan sosial keagamaan di kampung halamannya adalah Bapak Zafrullah, yang komitmennya patut diapresiasi. Terima kasih juga kepada para perantau lainnya yang telah berkontribusi. Semoga rezeki para perantau senantiasa berlimpah dan terus tergerak untuk berbagi.

    Lebih dari sekadar ritual keagamaan, penyembelihan hewan qurban ini menjadi pembelajaran berharga tentang berbagi dan kepedulian. Para siswa diajarkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme tinggi dari wali murid dan masyarakat sekitar menjadi bukti nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban ini dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyiyah II. Selain sebagai pembelajaran karakter bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar, membangun kebersamaan dan memperkuat jalinan sosial yang erat. Semoga kegiatan ini menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut serta menanamkan nilai-nilai berbagi dan kepedulian kepada generasi muda.

  • AGAMA,  Daerah,  Pendidikan,  SOSIAL

    SUKSESNYA PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN DI MASJID BAITULUL MUTTAQIN DI RAWASARI JAKARTA PUSAT

    Suksesnya Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Baitul Muttaqin, Rawasari Timur III, Jakarta Pusat

    Jakarta Pusat, WartaPenaSatu – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti Masjid Baitul Muttaqin, Jalan Rawasari Timur III, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M. Penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan Sabtu, 7 Juni 2025, pukul 07.00 WIB, berjalan lancar dan sukses.

    Panitia kurban, diketuai oleh Ustadz H. Hasan Malik, bersama Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Drs. H. Munawar dan jajarannya, berhasil mengelola prosesi penyembelihan dengan tertib dan efisien. Sebanyak tiga belas ekor sapi dan dua puluh satu ekor kambing disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada warga sekitar Masjid Baitul Muttaqin di sepuluh Rukun Tetangga (RT).

    Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Baitul Muttaqin, Drs. H. Munawar, menyampaikan hakikat dan makna berkurban, antara lain:

    – Ibadah kepada Allah SWT: Sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan diri kepada Allah SWT, meneladani Nabi Ibrahim AS.

    – Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan: Kurban diharapkan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

    – Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial: Kurban mendorong rasa berbagi, khususnya kepada yang membutuhkan, dan mengurangi kesenjangan sosial.

    – Membersihkan Diri dari Dosa: Dalam ajaran Islam, kurban dapat menjadi sarana penyucian diri.

    – Sumber Protein bagi Masyarakat: Daging kurban menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat, terutama yang kurang mampu.

    – Mempererat Tali Silaturahmi: Prosesi kurban mempererat hubungan antar anggota masyarakat.

    Keberhasilan penyelenggaraan ini tak lepas dari kerja sama dan dedikasi seluruh panitia, relawan, dan jamaah Masjid Baitul Muttaqin. Semoga daging kurban memberikan manfaat dan keberkahan bagi seluruh penerima, dan semoga semangat berbagi dan kepedulian sosial terus terjaga.

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Pendidikan,  SOSIAL

    TK ASYAH II MELAKSANAKAN QURBAN TUMBUHKAN NILAI BERBAGI

    TK Aisyah 2: Qurban Perdana Tumbuhkan Nilai Berbagi

    Warta Pena Satu, TK Aisyah 2 Muhammadiyah sukses melaksanakan penyembelihan hewan qurban perdananya. Inisiatif dari Kepala Sekolah, Ibu Jasmiarti, S.Pd., dan dukungan para guru serta pembina yayasan, menjadikan kegiatan ini bermakna bagi siswa dan masyarakat sekitar.

    Penyembelihan hewan qurban bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi para siswa. Kegiatan ini mengajarkan pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama, menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan di manapun mereka berada. Antusiasme wali murid dan masyarakat sekitar pun sangat tinggi, menjadikan kegiatan ini sebagai contoh nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan.

    Ibu Jasmiarti berharap kegiatan qurban dapat menjadi agenda tahunan TK Aisyah 2. Selain sebagai pembelajaran bagi siswa, qurban juga menjadi wujud nyata kepedulian sekolah terhadap masyarakat sekitar, membangun kebersamaan dan kepedulian sosial.

  • AGAMA,  Daerah,  Opini,  Pendidikan,  SOSIAL

    WISUDAH TK ASYAH II SULIT AIR BEKAL IMAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA UNTUK GENERASI EMAS

    Wisuda TK Aisyah 2 Sulit Air: Bekal Iman, Ilmu, dan Budaya untuk Generasi Emas

    Jakarta Warta Pena Satu, TK Aisyah 2 Muhammadiyah Sulit Air menggelar wisuda dengan tema “Iman, Ilmu, dan Budaya: Bekal Menuju Masa Depan Cerah.” Kegiatan ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, pendidikan, dan budaya sejak dini. Kepala Sekolah, Ibu Jasmiarti, S.Pd., berharap para lulusan dapat tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia.

    Pendidikan, menurut Ibu Jasmiarti, merupakan kunci meraih cita-cita. Lebih dari itu, acara wisuda ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan pada kampung halaman Sulit Air, yang dikenal dengan tradisi merantau anak mudanya. Meskipun banyak perantau Sulit Air di berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara, ikatan silaturahmi tetap terjaga, terutama saat bulan Ramadan dan Lebaran. Organisasi daerah, SAS Sulit Air Sepakat, memfasilitasi kegiatan pulang kampung bersama ini.

    Para wali murid mengapresiasi kegiatan wisuda dan kualitas pendidikan di TK Aisyah 2. Mereka merekomendasikan TK ini kepada warga Sulit Air, mengingat pengalaman dan kualitas para guru, termasuk Ibu Epi, seorang guru SD berpengalaman yang juga bagian dari pengelola yayasan. TK Aisyah 2 Sulit Air berkomitmen mencetak generasi emas yang unggul, beriman, berilmu, dan mencintai budaya by. ibu kepala sekolah tk Asyah II.jasmiati.Spd

  • Nasional,  Pendidikan,  SOSIAL

    Paduan Suara Merah Putih, IKN milik Kita Semua

    Warta Pena: Paduan Suara Merah Putih Kibarkan Semangat Persatuan di IKN

    Jakarta, 5 Juni 2025 – Paduan Suara Merah Putih (PSMP) sukses memeriahkan Parade Budaya Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada 30 Mei – 1 Juni 2025. Bergabung dengan 37 provinsi lainnya, PSMP menampilkan penampilan memukau dengan tema “Nusantara adalah Kita, Kita adalah Nusantara,” sebuah perwujudan dari semangat persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.

    Festival Budaya Nusantara ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang budaya. Di bawah kepemimpinan Ibu Delly Rasubala, Ketua Umum PSMP dan pencipta lagu “IKN” dan “Kabinet Merah Putih,” serta Ibu Felmi Rumagit, Ketua PSMP Kalimantan Timur, PSMP membawakan lagu-lagu andalan, termasuk “IKN,” “Kabinet Merah Putih,” dan “Indonesia Pusaka.”

    PSMP, sebuah komunitas yang berdedikasi untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan seni dan budaya Indonesia, berharap partisipasi mereka dalam parade ini dapat memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap IKN. Penampilan PSMP mendapat sambutan hangat, dan mereka bertekad untuk tampil lebih spektakuler lagi pada parade tahun depan di IKN. Parade tahun ini telah menjadi bukti nyata betapa hebatnya potensi budaya Indonesia, dan menjanjikan perhelatan yang lebih meriah lagi di masa mendatang.

  • Nasional,  Pendidikan,  SOSIAL

    WARTA PENA SATU GELAR PELATIHAN JURNALISTIK, RAIH APRESIASI DARI EMPAT PROVINSI

    Warta Pena Satu Gelar Pelatihan Jurnalistik, Raih Apresiasi dari Empat Provinsi

    Jakarta, WARTA PENA SATU – Warta Pena Satu sukses menggelar pelatihan jurnalistik kedua yang dihadiri perwakilan jurnalis dari empat provinsi: Jakarta, Aceh, Banten, dan Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung di kantor Warta Pena Satu, Jl. Sultan Agung, Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta.

    Direktur Warta Pena Satu, Mardian, SE, didampingi Sekretaris Letkol Purn. Syafni Tanjung dan Ibu Siti Nurjanah, serta Ibu Ayu Utari selaku pembina, dan perwakilan dari bagian Intel Kejaksaan Agung RI, menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat. Para peserta, yang terdiri dari jurnalis-jurnalis handal dari berbagai daerah, berkesempatan meningkatkan kemampuan dalam meliput dan mengemas berita secara berkualitas.

    Perwakilan dari Provinsi Banten, Suharto dan kawan-kawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelatihan ini. Kepala Biro Jurnalis Warta Pena Satu Banten, Ahmad Basir Karomi, bahkan menyatakan keinginannya untuk mengadakan pelatihan serupa di Banten agar seluruh jurnalis di provinsi tersebut dapat meningkatkan kompetensinya. Beliau berkomitmen untuk memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan di Banten mengingat antusiasme yang tinggi dari para jurnalis setempat.

    Senada dengan Banten, perwakilan dari Aceh, Dowa Rizki dan kawan-kawan, menyampaikan pesan dari Kepala Biro Jurnalis Aceh, Bapak Syahrul Azlin, yang menyatakan kesiapan Aceh untuk memfasilitasi pelatihan bagi jurnalis Warta Pena Satu di Aceh. Harapannya, para jurnalis Warta Pena Satu Aceh mampu menghasilkan berita yang tajam, akurat, berimbang, dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

    Direktur Mardian menegaskan komitmen Warta Pena Satu untuk terus mencetak jurnalis yang handal, kompeten, profesional, dan proporsional. Beliau menyatakan kesiapan untuk memberikan pelatihan kepada seluruh jurnalis Warta Pena Satu di seluruh Indonesia dengan menghadirkan pengajar-pengajar yang berpengalaman dan berkualitas. Kehadiran Ibu Anna Maria dan rekan-rekan dari Jakarta turut menambah semarak pelatihan ini.

  • Nasional,  Pendidikan,  SOSIAL

    PELATIHAN JURNALISTIK WARTA PENA SATU: MENCETAK JURNALIS PROFESIONAL, AKURAT, DAN BERETIKA

    PELATIHAN JURNALISTIK WARTA PENA SATU BERSAMA KPPI: MENCETAK JURNALIS PROFESIONAL, AKURAT, DAN BERETIKA

    Jakarta – Warta Pena Satu sukses menggelar pelatihan jurnalistik yang berlokasi di Cut The Crab (CTC) pada Selasa (27/5). Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini dihadiri antusias oleh ibu-ibu Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) dan menghadirkan jajaran pimpinan Warta Pena Satu serta seorang pakar hukum sebagai mentor.

    Pentingnya Akurasi dan Keseimbangan Berita

    Direktur Utama Warta Pena Satu, Bapak Mardian, S.E., dalam paparannya menekankan pentingnya menjadi jurnalis profesional yang mengedepankan akurasi dan keseimbangan berita. Beliau menjelaskan bahwa kedua prinsip ini adalah fondasi utama dalam menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. “Seorang jurnalis profesional harus mampu menyajikan fakta tanpa bias, memastikan setiap sudut pandang terwakili, dan selalu berpegang pada kebenaran,” tegas Mardian.

    Motivasi dan Kode Etik Profesi

    Senada dengan Dirut, Sekretaris Warta Pena Satu, Bapak Letkol Syafni Tanjung, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mendorong agar para jurnalis memiliki keberanian untuk menyajikan berita yang benar dengan tetap menjunjung tinggi kode etik profesi. “Jangan pernah gentar dalam menyampaikan kebenaran, namun selalu ingat untuk tetap profesional dan beretika dalam setiap langkah peliputan,” ujar Syafni.

    Hukum dan Batasan dalam Jurnalistik

    Aspek hukum dalam jurnalistik juga tidak luput dari perhatian. Ibu Wahyu Utari, seorang jaksa, hadir untuk menjelaskan hukum-hukum yang harus dijunjung tinggi oleh para jurnalis. Beliau mengingatkan agar tidak ada jurnalis yang bersikap sewenang-wenang dalam mencari berita dan selalu memperhatikan batasan-batasan hukum yang berlaku. “Kebebasan pers bukan berarti kebebasan tanpa batas. Ada aturan main yang harus kita patuhi demi menjaga integritas profesi dan menghindari masalah hukum,” jelas Ibu Wahyu Utari.

    Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para peserta, khususnya ibu-ibu KPPI, dengan pemahaman mendalam tentang dunia jurnalistik profesional yang mengedepankan integritas, akurasi, dan etika. (Sumber: Saiful Bahri)

Wartapenasatu.com @2025