• Nasional,  SOSIAL

    Halal bihalal anggota DPRD Fraksi PSI Bun Joi Phiau bersama warga RW 017 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan Jakarta utara mengusung tema berbagi dan menyerap aspirasi warga

    Halal Bihalal Bun Joi Phiau anggota DPRD fraksi PSI Bersama Warga RW 17 Penjaringan, Perkuat Sinergi dan Serap Aspirasi

    Warta Pena satu , 4 april 2026
    Bun Joi Phiau Anggota DPRD komisi D fraksi PSI menghadiri kegiatan halal bihalal bersama pengurus RW 17 serta para ketua RT di lingkungan RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, bun joi phiau menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan warga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik.

    Bun Joi Phiau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Sejumlah aspirasi pun mengemuka dalam pertemuan tersebut. Warga melalui pengurus RW dan RT menyampaikan berbagai isu krusial, di antaranya terkait pengelolaan sampah, kondisi drainase yang rawan memicu genangan saat musim hujan, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur lingkungan seperti perbaikan jalan dan fasilitas umum.

    Selain itu, warga juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif di tingkat kelurahan.
    Menanggapi hal tersebut, Bun Joi Phiau anggota DPRD fraksi PSI menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan. Bun menegaskan bahwa aspirasi warga akan menjadi bahan penting dalam fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

    “Kegiatan halal bihalal ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menyerap aspirasi secara langsung. Apa yang disampaikan warga hari ini akan kami kawal dan perjuangkan di tingkat kebijakan,” ujarnya.

    Sementara itu, pengurus RW 17 menyambut baik kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat. Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini sangat dibutuhkan agar permasalahan di wilayah dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti secara konkret.
    Para ketua RT juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga hubungan antara DPRD dan masyarakat semakin erat dan tidak terputus hanya pada momen tertentu saja.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih merata, berkelanjutan, serta responsif terhadap kebutuhan warga khususnya di wilayah Penjaringan.

  • Nasional,  SOSIAL

    Kerja bakti warga RT 008 RW 03 Penjaringan,kecamatan Penjaringan Jakarta Utara dengan anggota DPRD PSI Bun Joi Phiau

    Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Bun Joi Phiau Hadir dalam Kerja Bakti Warga RT 008/03 Luar Batang

    ⁷Warta Pena Satu, Minggu, 5 April 2026 Warga RT 008/03 Kelurahan Luar Batang menggelar kegiatan kerja bakti sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga. Kegiatan ini turut dihadiri  langsung oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, yang ikut serta bersama warga dalam aksi gotong royong tersebut.

     

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus RT, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Mereka bersama-sama membersihkan area lingkungan, memperbaiki fasilitas yang rusak, serta menata kembali area sekitar agar lebih rapi dan nyaman.

    Kehadiran Bun Joi Phiau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh warga Luar Batang.

    Ketua RT 008/03 menyampaikan bahwa kerja bakti ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong yang menjadi nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.


    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

    Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi antarwarga untuk membahas berbagai hal terkait keamanan, kenyamanan, dan kemajuan lingkungan ke depan.

    Warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin guna menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis.

    Poin Utama:

    – Tujuan: Selain membersihkan lingkungan dan memperbaiki fasilitas umum, kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan.

    – Partisipasi: Melibatkan pengurus RT, tokoh masyarakat, dan warga setempat dengan penuh semangat.

    – Dukungan: Bun Joi Phiau memberikan apresiasi atas kekompakan warga dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

    – Harapan: Warga berharap kegiatan positif ini dapat dilakukan secara rutin demi terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan harmonis.

    Apakah Anda ingin saya menyusun berita ini menjadi format berita yang lebih ringkas untuk dimuat di media sosial atau buletin?

  • Nasional,  Politik

    Pengawasan Produk Hukum Tentang Pengelolaan Sampah

    SOSPERDA KOMISI D: PENGELOLAAN SAMPAH DIPERKUAT DENGAN PENGAWASAN PRODUK HUKUM

    Warta pena satu, Teluk gong,Pejagalan minggu 08 Maret 2026
    Acara Sosialisasi dan Pembahasan Peraturan Daerah (SOSPERDA) dengan tema “Pengawasan Produk Hukum tentang Pengelolaan Sampah” sukses digelar di Jakarta, yang dipimpin oleh Anggota Dewan Komisi D, Partai Solidaritas Indonesia Dr.Ir.Bun Joi Phiau ST,SH,MH. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman terkait peraturan daerah tentang pengelolaan sampah antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku lapangan, sekaligus memastikan implementasi aturan berjalan efektif di tingkat wilayah.

    Pembuka acara diberikan oleh Hambali S.Fil.I, Ketua RW 09 Pejagalan, yang menyampaikan kondisi aktual pengelolaan sampah di lingkungannya. Menurutnya, permasalahan sampah sering muncul akibat kurangnya kesadaran bersama, namun dengan kerja sama antar warga dan koordinasi yang baik, sudah terlihat perbaikan signifikan dalam pemilahan dan pengumpulan sampah rumah tangga.

    Dian Hermawan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Penjaringan menjelaskan peran pemerintah daerah dalam mendukung program pengelolaan sampah. Ia menyampaikan bahwa dinas telah menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat pembuangan sementara (TPS) dan melatih Petugas Pengelola Sampah Umum (PPSU) untuk membantu pengumpulan serta pemilahan sampah dari sumber.

    Siti Aisah SH,MH,C.Med memberikan paparan mendalam mengenai Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang berlaku. Ia menguraikan poin-poin penting dalam perda, termasuk kewajiban masyarakat dalam pemilahan sampah, tanggung jawab pelaku usaha, serta sanksi bagi pelanggaran yang ditetapkan untuk menjamin kelancaran program pengelolaan sampah.

    Ayatullah Rehullah Khomeny SH,M.AX,MH,C.CLA menambahkan pemaparan terkait aspek hukum dan pengawasan terhadap implementasi perda sampah. Ia menekankan bahwa pengawasan produk hukum bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aturan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan.

    Ayu Nina Wirahayu, Sekretaris Kelurahan Pejagalan, memaparkan model pengelolaan sampah yang digerakkan dari tingkat rumah tangga. Program yang dijalankan melibatkan pemilahan sampah setiap hari di masing-masing keluarga, kemudian diambil dan diproses lebih lanjut oleh PPSU. Menurutnya, kunci keberhasilan program ini terletak pada koordinasi yang erat antara RT dan RW untuk memastikan tidak satu pun rumah tangga yang terlewat dalam kegiatan ini. Ibu Ayu menegaskan kembali untuk pengelolaan sampah dipilah dari keluarga masing masing sehingga tidak menumpuk dan membusuk di TPS ,beliau juga berusaha koordinasikan dengan PPSU agar tiap hari mengangkut sampah

    Pada penutupan acara, Dr.Ir.Bun Joi Phiau menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi dasar penting untuk menciptakan sinergi antara regulasi dan pelaksanaan di lapangan. Ia berharap dengan pemahaman yang sama tentang perda dan kerja sama semua pihak, pengelolaan sampah di wilayah tersebut dapat menjadi contoh terbaik dalam implementasi produk hukum terkait lingkungan hidup.

  • Nasional

    Forum Kemendagri bahas stategi pengelolaan stadion berbasis UMKM

    Kemendagri Dorong Pengelolaan Kawasan Stadion Berbasis UMKM untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

    JAKARTA,  Warta pena satu 20 Januari 2026 – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya pengelolaan kawasan stadion sepak bola sebagai aset strategis daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, namun juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penegasan ini disampaikan dalam forum diskusi aktual bertema “Strategi Pengelolaan Kawasan Stadion Sepak Bola di Daerah Berbasis Pemberdayaan UMKM” yang digelar di Hotel Golden Boutique, Kemayoran, Jakarta, pada hari ini.

    Forum ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Dr. Akhmad Wiyagus, SIK., M.Si., MM. Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini menjadi wadah untuk menyusun langkah konkret dalam mengoptimalkan peran stadion bagi kemajuan daerah.

    Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa sepak bola merupakan olahraga dengan tingkat antusiasme tertinggi di Indonesia, sehingga stadion harus dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan. “Stadion tidak boleh hanya hidup saat pertandingan berlangsung. Pengelolaannya harus mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mendukung UMKM di sekitar kawasan stadion,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa potensi ekonomi sepak bola nasional belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, akibat belum diterapkannya model pengelolaan yang tepat di daerah.

    Hadir dalam kesempatan ini Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan, Wakil Wali Kota Bekasi Dr. Abdul Harris Bobihoe, serta perwakilan dari Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan beberapa bupati lainnya seperti Bupati Boyolali Agus Irawan. Juga ada perwakilan klub sepak bola besar seperti Persib Bandung yang turut berpartisipasi dalam diskusi untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah dan klub lokal.

    Forum ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.2/612/SJ Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Stadion Sepak Bola dan Penyelenggaraan Olahraga Sepak Bola di Daerah. Kebijakan ini juga diperkuat dengan sinergi lintas kementerian, di mana Kemenpora melalui Menteri Dito Ariotedjo sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk menggandeng Kemendagri dalam menyusun regulasi yang fleksibel agar stadion bisa dikelola bersama klub lokal dan mendukung perkembangan UMKM.

    Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyunggo, M.Pd., menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah. “Pengelolaan stadion harus berbasis tata kelola yang baik, profesional, dan berfokus pada manfaat masyarakat luas. Dengan melibatkan UMKM, kawasan stadion bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi yang produktif sepanjang tahun,” jelasnya. Beberapa contoh konsep yang dibahas antara lain pengembangan zona usaha khas di sekitar stadion, kerjasama dengan UMKM untuk penyediaan produk dan jasa pada saat pertandingan maupun kegiatan rutin lainnya, serta pelatihan kapasitas bagi pelaku UMKM agar mampu bersaing.

    Dalam sesi diskusi, Wali Kota Bandung  Muhammad Farhan menyampaikan bahwa Kota Bandung berencana untuk mengintegrasikan pengelolaan Stadion Si Jalak Harupat dengan program pengembangan UMKM lokal, khususnya produk kuliner dan kerajinan khas Bandung. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menambahkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi potensi Stadion Patriot Chandrabhaga untuk menjadi pusat bisnis dan olahraga yang mendukung UMKM di wilayah tersebut. Kedepannya, Kemendagri akan membentuk tim kerja bersama dengan daerah dan kementerian terkait untuk mengawal implementasi strategi yang telah disepakati.

  • Hiburan,  Nasional

    Uwais picture sukses menggelar press conference dan gala premiere film “Timur” pada tanggal 04 Desember 2025

    Warta pena satu, Di Balik Layar ‘Sang Laga” Aktor sekaligus sutradara Iko Uwais.

    Kisah Persaudaraan tiga sahabat yang diperankan Iko Uwais – Timur, Jimmy Kabogau – Sila dan Aufa Assagaf – Apollo sejak anak anak sudah mempunyai janji setia untuk tidak saling mengkhianati. Di jantung Jakarta, di antara hiruk pikuk lalu lintas dan gedung-gedung pencakar langit, lahir sebuah film yang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah perayaan persaudaraan. ‘Sang Timur adalah Sebuah film laga yang diproduksi oleh Uwais Pictures dan disutradarai oleh Iko Uwais, menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan adalah nilai yang tak ternilai harganya.

    Ide film ini muncul dari Ryan Santoso, produser visioner yang ingin mengangkat tema persaudaraan ke layar lebar. Ryan percaya bahwa di tengah dunia yang semakin individualistis, penting untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Ia kemudian mengajak Iko Uwais seorang sutradara muda berbakat, untuk mewujudkan visinya.

    Iko Uwais yang dikenal dengan gaya penyutradaraan yang dinamis dan penuh aksi, langsung tertarik dengan ide tersebut. Ia melihat ‘Timur” sebagai kesempatan untuk menggabungkan elemen laga yang mendebarkan dengan pesan moral yang kuat. Bersama-sama, Ryan Santoso dan Iko Uwais mulai merancang sebuah cerita tentang tiga orang sahabat yang harus berjuang bersama untuk menghadapi berbagai rintangan. Tema brotherhood yang terinspirasi selama 5 tahun impian aktor laga dan sang produser sehingga  dipoduksilah film laga berskala internasional…ini bukti dari persaudaraan Iko dan Ryan dibalik layar

    Proses produksi film ini tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari jadwal syuting yang padat  ,medan laga yang sulit hingga adegan laga yang berbahay serta cuaca ekstrim. Namun, di tengah semua kesulitan itu, semangat persaudaraan tetap menjadi kekuatan utama mereka. Para pemain dan kru film saling mendukung dan menguatkan satu sama lain, menciptakan suasana kerja yang positif dan penuh kekeluargaan.

    Salah satu momen paling berkesan adalah ketika mereka harus melakukan syuting adegan perkelahian di sebuah gudang tua. Adegan itu sangat berbahaya dan membutuhkan koordinasi yang sempurna. Namun, berkat kerja sama tim yang solid, mereka berhasil menyelesaikan adegan itu dengan sukses tanpa ada yang terluka. Momen itu menjadi bukti nyata bahwa persaudaraan bisa mengatasi segala rintangan.

    ‘Timur”  bercerita tentang tiga orang sahabat bernama Timur, Sila dan Apollo.Mereka tumbuh besar bersama di sebuah kampung kecil dan memiliki impian yang sama, yaitu menjadi seorang prajurit yang gagah berani. Namun, impian mereka harus teruji ketika kampung mereka diserang oleh sekelompok penjahat. Mereka bertiga harus berjuang bersama untuk melindungi

    Timur siap tayang diseluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025. Saksikan pengalaman sinematik yang menegangkan sekaligus mengunggah sebuah kisah tentang keberanian, pengkhianatan dan perjuangan tanpa akhir untuk menemukan jalan pulang.

  • Seni dan Budaya

    Partangiangan bolon & Pelantikan Pengurus Baru Ompu Raja Marbulang

    Pesta Meriah Pesta Batak Toba Raja Marbulang Gemparkan Padepokan Pencak Silat TMII. Jakarta timur.

    Jakarta Timur , warta pena satu  Gedung Padepokan Pencak Silat  TMII menjadi saksi kemeriahan pesta Batak Toba Raja Marbulang yang berlangsung meriah pada Minggu 24 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh ribuan anggota keluarga besar Raja Marbulang dari seluruh wilayah Jabodetabek, yang datang untuk mempererat tali persaudaraan dan melestarikan budaya Batak Toba serta mendoakan agar Pembangunan Tugu Marbulang bulan november bisa terlaksana dengan baik.

    Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan adat dan hiburan, termasuk musik dan lagu batak, tarian tor tor dan solois perempuan cilik. Para hadirin tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, menunjukkan kecintaan mereka pada warisan leluhur.Ada juga  hadiah menarik untuk door prize tiap anggota keluarga yang sudah mendata di buku registrasi. Sebuah motor sebagai hadiah utama yang dimenangkan Tohom Simamora/ br hutajulu mengakhiri rangkaian acara pesta Bonataon Ompu Marbulang.

    Ketua panitia, Samudur Simamora, dalam sambutannya mengajak seluruh keluarga besar Ompu Raja Marbulang untuk bersatu padu mendukung pembangunan tugu di Tano Paaogit. “Tugu ini akan menjadi simbol persatuan dan kebanggaan kita sebagai keturunan Raja Marbulang. Mari kita bersama-sama mewujudkan impian ini,” ujarnya dengan semangat.

    Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi generasi muda Raja Marbulang, yang diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan tradisi Batak Toba di tengah современный dunia. Dengan semangat kebersamaan, Pesta Batak Toba Raja Marbulang sukses menjadi momentum penting untuk memperkokoh identitas dan solidaritas keluarga.

    Diakhir acara semua diakhiri dengan menyanyikan lagu ” O tano batak” yang bermakna untuk saling mengenal dan mencintai kebudayaan batak dimanapun berada terlebih mencintai Bona pasogit sebagai tanah leluhur yang beradab.

  • Nasional,  Seni dan Budaya

    Press conference “Perempuan Pembawa Sial” film horor yang sangay menegangkan

    Jumpa Pers Film “Perempuan Pembawa Sial” Gemparkan XXI Plaza Senayan.

    Jakarta, 20 Agustus 2025  warta pena satu – Suasana tegang namun antusias meliputi XXI Plaza Senayan kemarin, saat konferensi pers film “Perempuan Pembawa Sial” digelar. Film horor terbaru karya yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang mendebarkan sekaligus menggugah pikiran. Judul yang memberi arti dan makna yang mendalam menurut Fajar Nugros sehingga saya dicap sebagai sutradara misoginis dimana film.ini mengangkat cerita kutukan yang menimpa seorang perempuan yang berjuang melawan takdirnya karena budaya kita yang penuh dengan mitos.

    Acara tersebut dihadiri oleh para pemain utama, kru film, serta sejumlah tokoh penting dari industri perfilman Indonesia. Fajar Nugros, sang sutradara, mengungkapkan bahwa film ini adalah sebuah karya yang sangat personal dan sarat akan makna tersembunyi. Beberapa nama aktor dan aktris terkenal turut pula membintangi film “Perempuan Pembawa Sial”

    -Raihaanun sebagai Mirah

    – Morgan Oey sebagai Bana

    -Clara Bernadeth sebagai Puti

    -Didik Nini Thowok sebagai Warso

    -Aura Kharisma sebagai Lasmi

    -Benedictivity sebagai Yanto

    “Judulnya mungkin terdengar menyeramkan, tetapi sebenarnya film ini berbicara tentang kekuatan perempuan dalam menghadapi stigma dan prasangka,” ujar Fajar dalam konferensi pers tersebut. Ia menambahkan bahwa film ini diharapkan dapat membuka diskusi yang lebih luas tentang isu-isu sosial yang relevan di masyarakat.

    Para pemain pun turut berbagi pengalaman mereka selama proses syuting. Mereka sepakat bahwa film ini adalah sebuah tantangan yang sangat berarti, karena mengharuskan mereka untuk mendalami karakter yang kompleks dan penuh dengan konflik internal.

    “Perempuan Pembawa Sial” bercerita tentang seorang wanita muda yang harus berjuang melawan takdirnya, setelah dituduh membawa kesialan bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan alur cerita yang penuh dengan kejutan dan ketegangan, film ini diharapkan dapat memikat hati penonton dari berbagai kalangan.

    Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 18 September 2025. Dengan dukungan dari tim produksi yang solid dan jajaran pemain yang bertalenta, “Perempuan Pembawa Sial” siap menjadi salah satu film yang paling diperbincangkan tahun ini.

    Para penonton yang hadir dalam jumpa pers tersebut tampak antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan film ini. Mereka berharap bahwa “Perempuan Pembawa Sial” dapat memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

  • Nasional

    Bela negara meningkatkan rasa bela negara dan menyongsong Indonesia emas

    Bamagnas Gelar Seminar Nasional Bela Negara

    Warta pena satu, 14 agustus 2025
    Jakarta, Artha Gading Jakarta Utara
    Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) menggelar Seminar Nasional Bela Negara sebagai bentuk komitmen mendukung persatuan, kesatuan, dan ketahanan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Mall Atha Gading STT EKUMENE Lantai 5, Kamis ( 14/08/2025 ),

    Narasumber :
    Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si ( Direktur Bela Negara Kemenhan RI)

    Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd ( Dirjen Bimas Kristen RI)

    Kol. Sus Prof.Dr.Drs.Mhd.Halkis,MH ( Guru Besar Univ Pertahanan)

    Ketua Umum Bamagnas, *Pdt. Dr Japarlin Marbun, M.Pd* dalam sambutannya menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri, tetapi juga kewajiban seluruh warga negara tanpa memandang suku, agama, maupun golongan. “Bela negara dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, taat hukum, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

    Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan militer, akademisi, dan tokoh agama yang membahas strategi membangun kesadaran bela negara di tengah tantangan global dan ancaman disintegrasi.

    Dengan adanya seminar ini, Bamagnas berharap masyarakat semakin memahami pentingnya bela negara sebagai bagian dari pengamalan Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari.

    Diharapkan materi  P4 yang dahulu pernah diterapkan di sekolah bisa diterapkan kembali mingingat maraknya intoleransi di NKRI.. Semoga Bela negara bisa mewujudkan harapan masyarakat Indonesi umumnya dan umat minoritas khususnya yang mengalami kejadian intoleran di beberapa daerah akhir akgir ini.

    Report,

  • Nasional

    Forum Group Discussion membahas RDF Plant Rorotan tutup atau dilanjutkan?

    FGD di Hotel The Tavia Bahas Nasib RDF Plant Rorotan: Antara Harapan dan Tantangan , antara tutup atau dilanjutkan.


    Hotel The Tavia, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, warta pena satu menjadi tempat berlangsungnya Forum Group Discussion (FGD) krusial yang membahas masa depan RDF Plant Rorotan. Diskusi yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik atas proyek pengolahan sampah senilai Rp 1,3 Triliun tersebut yang akan diresmikan bapak presiden Prabowo Subianto menimbulkan pro-kontra.

    Sebagai pembicara kunci, hadir Lurah Rorotan Bapak Ahmad Fitroh, Ketua RW 08 dan RW 09, yang mewakili suara langsung masyarakat sekitar. Mereka berbagi pengalaman dan aspirasi terkait dampak RDF Plant Rorotan terhadap lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi warga. Kehadiran Koordinator staf khusus Gubernur DKI Jakarta Bapak Prof. Firdaus Ali, yang turut membantu menjawab aspirasi masyarakat Jakarta dalam persoalan tata kelola persampahan DKI Jakarta 2025, memberikan perspektif yang lebih luas dan komprehensif. Pendampingan dari Dewan Kota Jakarta Utara  Bapak Epriyanto juga memastikan agar kebijakan Pemda selaras dengan kebutuhan masyarakat Cilincing khususnya.

    FGD yang dipimpin oleh Bapak Viktor Napitupulu sangatlah mengharapkan ada hasil yang memuaskan untuk semua pihak terkait pabrik pengelolaan sampah ini. Diskusi dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pertama fokus pada dampak positif RDF Plant Rorotan bagi masyarakat sekitar. Para pembicara menekankan pentingnya proyek ini sebagai pencipta lapangan kerja dan peluang ekonomi baru bagi warga Rorotan. Keberadaan pabrik pengolahan sampah ini dianggap mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

    Sesi kedua berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha pengelolaan sampah. Para peserta diskusi membahas berbagai kendala, termasuk regulasi yang sering berubah setiap tahunnya, yang membuat para pelaku usaha merasa kesulitan dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan. Ketidakpastian regulasi ini berdampak pada investasi dan pengembangan usaha di sektor pengelolaan sampah.

    Diskusi yang berlangsung cukup alot dan penuh perdebatan ini menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan proyek RDF Plant Rorotan. Proyek yang telah menelan biaya Rp 1,3 Triliun ini diharapkan dapat beroperasi sesuai rencana awal, sehingga DKI Jakarta tidak lagi bergantung pada TPA Bantar Gebang di Bekasi untuk pembuangan sampahnya.

    Selain itu, FGD juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kampanye pemilahan sampah di tingkat rumah tangga digalakkan sebagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan mendukung keberhasilan RDF Plant Rorotan.

    Keberhasilan RDF Plant Rorotan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan investor, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Harapannya, proyek ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk masalah sampah di Jakarta dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Wartapenasatu.com @2025