MAKI Jatim dan Ormas Laskar Jahanam Menebar Ta’jil, Menuai Rahmat: Perjalanan Makrifat Ramadhan di Kota Jember
WARTAPENASÀTUJATIM | Jember, 5 Maret 2026 — Di setiap datangnya Ramadhan, langit seakan menurunkan tirai kelembutan yang tak kasatmata. Ia bukan sekadar pergantian waktu, melainkan panggilan pulang bagi jiwa-jiwa yang lama tersesat dalam riuh dunia.
Ramadhan adalah madrasah sunyi, tempat manusia diajak menyelami dirinya sendiri, hingga akhirnya menemukan Tuhannya dalam cahaya makrifat.
Di jantung Jember, tepatnya di kawasan Jalan Pierre Tendean Sumbersari Jember (Depan Kantor Ormas Laskar Jahanam Jember) denyut kemanusiaan bergetar dalam irama yang khusyuk.
Kendaraan melintas seperti biasa, manusia berlalu-lalang dalam kesibukan masing-masing. Namun di balik itu semua, ada getar yang lebih dalam getar cinta yang menjelma menjadi amal.
Sebanyak 1.000 paket ta’jil dibagikan kepada masyarakat yang menanti adzan maghrib.
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menghadirkan 250 paket lontong dan soto ayam, lengkap dengan kentang goreng, bihun dan irisan gobis plus sambal, 250 paket kurma, 250 botol es sirup melon isian blewah, serta 250 paket 2 jenis kue basah.
Sebab Ramadhan tidak pernah berbicara tentang kemewahan. Ia berbicara tentang kesadaran. Tentang bagaimana setiap butir nasi yang berpindah tangan adalah pengingat bahwa rezeki hanyalah titipan. Setiap teguk yang membasahi dahaga adalah pesan lembut bahwa segala nikmat bersumber dari Yang Maha Memberi. Dan setiap senyum yang merekah di wajah penerima adalah cermin rahmat-Nya yang mengalir melalui tangan-tangan hamba.
Puasa adalah latihan ruhani: menahan diri dari yang halal agar jiwa mampu menjauhi yang haram. Lapar bukan sekadar kosongnya perut, melainkan ruang hening tempat hati belajar mendengar bisikan Tuhan. Dahaga bukan sekadar keringnya tenggorokan, melainkan madrasah empati agar manusia merasakan getir kehidupan saudaranya. Dari sanalah makrifat tumbuh kesadaran bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga dalam naungan kasih Ilahi.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas nikmat Allah SWT. Namun syukur sejati bukanlah kalimat yang berhenti di lisan. Ia adalah gerak. Ia adalah amal. Ia adalah kesediaan menjadi perantara turunnya rahmat bagi sesama. Ketika tangan memberi dengan ikhlas, sejatinya ia sedang menerima cahaya yang lebih besar di dalam dadanya.
Sebagai lembaga yang menyerukan integritas, MAKI memaknai Ramadhan bukan hanya sebagai momentum sosial, tetapi juga cermin makrifat.
Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kaburnya kesadaran akan pengawasan Ilahi. Ketika manusia lupa bahwa Allah Maha Melihat, ia berani menyimpang.
Namun ketika makrifat tumbuh ketika setiap napas disadari berada dalam penglihatan-Nya maka kejujuran bukan lagi beban, melainkan kebutuhan jiwa. Amanah bukan sekadar tanggung jawab, melainkan kehormatan.
Menjelang azan maghrib, langit senja di atas Kaliwates memerah dalam semburat jingga yang syahdu. Waktu seakan melambat. Doa-doa terangkat dalam diam. Hati-hati yang berpuasa bergetar oleh harap.
Ta’jil yang sederhana itu menjadi saksi bahwa cinta tidak memerlukan gemerlap untuk bermakna. Yang kecil di mata dunia bisa menjadi besar dalam timbangan langit.
Pada akhirnya, Ramadhan adalah perjalanan pulang. Pulang dari kesibukan menuju kesadaran. Pulang dari keserakahan menuju keikhlasan. Pulang dari lupa menuju ingat.
Segala yang digenggam dunia akan terlepas, namun segala yang diikhlaskan karena-Nya akan menetap sebagai cahaya abadi.
Di antara derap langkah senja Kota Jember, terselip pesan yang tak terucap namun terasa: kemuliaan manusia tidak diukur dari apa yang ia miliki, melainkan dari seberapa dalam ia mengenal Tuhannya dan seberapa luas ia mencintai sesamanya.
Dan di situlah makrifat bertemu kemanusiaan
dalam sujud yang khusyuk dan tangan yang terulur,
dalam zikir yang lirih dan kasih yang mengalir,
dalam iman yang bukan hanya diyakini, tetapi dihidupi. (Bgn)***
Anda Mungkin Suka Juga
Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolresta Palangka Raya: Jadikan Motivasi untuk Meningkatkan Kinerja
30 Juni 2025
Kemanusiaan Bedah Buku “Luka yang Tak Menyerah” Ajak Publik Menafsirkan Makna Perlawanan dalam Sastra
29 Oktober 2025