SOSIAL

MAKI Jatim di Hari Ketujuh Bagi 1000 Paket Tajil di Kota Malang: Ketika Iman, Integritas, dan Kemanusiaan Menyatu

Bagikan

WARTAPENASATUJATIM | Malang, 25 Februari 2026 – Ramadhan turun ke bumi bukan hanya sebagai pergantian bulan, tetapi sebagai peristiwa langit yang mengetuk pintu hati manusia. Ia hadir membawa cahaya yang menembus kesibukan, meneduhkan kegaduhan, dan menghidupkan kembali nurani yang mungkin lama terdiam. Di Surabaya, bulan suci menjelma menjadi denyut spiritual yang terasa di setiap sudut kota.

Fajar menyingsing dengan lantunan ayat-ayat suci. Siang berjalan dalam kesabaran. Dan senja menutup hari dengan doa-doa yang mengambang di cakrawala. Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan pulang menuju fitrah menuju hati yang bersih, jiwa yang tunduk, dan kesadaran bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.

Pada hari ketujuh yang sarat keberkahan, Jalan Kepanjen di depan Kantor Bupati Malang menjadi saksi bagaimana iman diterjemahkan dalam tindakan nyata. Relawan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur berdiri dengan wajah-wajah tulus, membagikan seribu paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.

Di antara deru kendaraan dan langkah yang bergegas, tangan-tangan terulur dengan penuh kelembutan. Sebanyak 250 paket lontong soto ayam lengkap dengan kerupuk udang dan sambal, 250 paket kurma, 250 botol es sirup melon berisi blewah, serta 250 paket jajanan tradisional dibagikan dengan tertib. Sederhana dalam bentuk, namun agung dalam makna.

Karena sejatinya, Ramadhan mengajarkan bahwa nilai amal tidak terletak pada kemegahan, tetapi pada keikhlasan. Setiap bingkisan yang berpindah tangan adalah saksi niat. Setiap senyum yang terukir adalah cermin syukur. Dan setiap doa yang terucap lirih adalah jembatan antara bumi dan langit.

Puasa adalah madrasah ketakwaan. Ia melatih manusia menundukkan ego, meredam kesombongan, dan menyadari betapa rapuhnya diri tanpa pertolongan Allah. Dalam rasa lapar, tumbuh empati terhadap mereka yang kekurangan. Dalam rasa haus, lahir kesadaran bahwa setiap teguk air adalah rahmat yang tak ternilai.

Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat yang Allah SWT anugerahkan. Syukur, dalam ajaran Islam, bukan hanya ucapan yang meluncur dari lisan, tetapi amal yang hidup dalam tindakan nyata.

“Berbagi adalah cara kita menjaga hati tetap hidup. Kita hanya perantara dari rahmat Allah,” ungkapnya.

Sebagai lembaga yang konsisten menyuarakan integritas dan keadilan, MAKI memaknai Ramadhan sebagai momentum penyucian nurani. Dalam pandangan iman, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah Ilahi. Ia lahir dari hati yang lalai, dari jiwa yang lupa bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Yang Maha Melihat.

Ramadhan hadir untuk menghidupkan kembali kesadaran itu. Ia menanamkan muraqabah—rasa diawasi oleh Allah dalam setiap langkah. Ketika keyakinan itu bersemayam kuat, integritas tumbuh tanpa paksaan. Ia mengalir dari takwa. Ia bersemi dari cinta dan takut kepada Allah SWT.

Menjelang adzan Maghrib, langit Surabaya berpendar jingga keemasan. Waktu seakan melambat. Doa-doa terangkat bersama hembusan angin senja. Di tengah riuh kota, ada keheningan yang suci hening yang menyatukan manusia dengan Tuhannya.

Mungkin yang dibagikan hanyalah makanan untuk berbuka. Namun yang sesungguhnya disebarkan adalah kasih sayang. Yang ditegakkan adalah nilai kemanusiaan. Dan yang dituju adalah ridha Allah SWT.

Ramadhan mengajarkan bahwa hidup bukan tentang menumpuk harta, melainkan menguatkan makna. Bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara, dan setiap amal kebaikan adalah bekal menuju keabadian.

Di bawah langit senja yang bersaksi, terpatri pesan yang tak lekang oleh waktu:
Bahwa iman tanpa tindakan adalah hampa.
Bahwa keikhlasan adalah mahkota kemuliaan.

Dan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan kembali sebagai cahaya di hari ketika tak ada lagi yang tersisa selain amal dan rahmat-Nya. (Bgn)***


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartapenasatu.com @2025