MAKI Jatim Hari Ke – 22 Rajut Kebersamaan Dalam Ke-Istiqomahan di Persimpangan Senja: Mengetuk Kesadaran Hati Dalam Meraih Hari Kemenangan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Ramadan adalah bulan ketika langit seakan lebih dekat dengan bumi, dan hati manusia lebih mudah disentuh oleh cahaya Ilahi. Di bulan suci ini, setiap amal kebaikan seakan menemukan maknanya yang paling dalam, sebab ia lahir dari kesadaran bahwa hidup bukan sekadar perjalanan dunia, melainkan juga perjalanan ruh menuju Tuhan.
Di tengah kesibukan kota dan hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada orang-orang yang memilih berjalan di jalan sunyi kebaikan. Mereka tidak mencari sorotan, tidak mengejar pujian, tetapi menjalankan sebuah keyakinan sederhana: bahwa memberi adalah bentuk syukur yang paling nyata.
Semangat itu terlihat dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Pada Kamis (12/3/2026), di kawasan Jalan By Pass Juanda, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika Sidoarjo, para relawan MAKI membagikan sekitar 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Di bawah langit senja yang perlahan berubah jingga, para relawan berdiri di tepi jalan. Mereka menyapa para pengendara, pekerja jalanan, hingga masyarakat yang tengah dalam perjalanan pulang. Satu per satu paket ta’jil diberikan dengan senyum tulus, seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Bagi sebagian orang, paket ta’jil itu mungkin hanyalah makanan untuk berbuka. Namun dalam pandangan makrifat, setiap pemberian yang lahir dari hati yang ikhlas adalah sedekah yang membawa cahaya bagi jiwa manusia.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
“Ramadan adalah momen untuk memperkuat kepedulian sosial. Ketika kita mampu berbagi, maka di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi berbagi ini juga menjadi refleksi nilai yang selama ini dijunjung oleh MAKI. Sebagai organisasi yang dikenal konsisten menyuarakan semangat melawan korupsi, mereka percaya bahwa perubahan masyarakat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari kesadaran moral manusia.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dari hati yang bersih dan niat yang tuluslah lahir masyarakat yang adil dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di persimpangan jalan itu terasa berbeda. Tidak ada kemewahan, tidak ada perayaan besar. Namun ada sesuatu yang jauh lebih berharga: kebahagiaan yang lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang tulus.
Ramadan pada akhirnya mengajarkan satu hal yang sering dilupakan manusia bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas adalah jalan menuju kedekatan dengan Tuhan.
Dan di persimpangan jalan By Pass Juanda sore itu, ta’jil yang dibagikan menjadi lebih dari sekadar hidangan berbuka. Ia menjadi simbol bahwa ketika manusia memilih untuk peduli, di situlah cahaya kemanusiaan kembali menyala. (Bgn)***
When was Peninsula Daily News created?
Anda Mungkin Suka Juga
Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Desa Sengon dan Sumurup Berjalan Lancar
11 Februari 2026
BRI Kanca Tangerang Merdeka Berkolaborasi dengan Agen BRILink “Toko Alif Berkah”
24 Desember 2025