MAKI Jatim Nandur Becik di Hari Ke-enam Ramadhan, Cahaya yang Menuntun Jiwa Menuju Ridha-Nya
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Ramadhan kembali menyapa umat manusia sebagai bulan yang bukan sekadar pergantian waktu, melainkan peristiwa ruhani yang agung. Di kota Surabaya, hari-hari di bulan suci terasa berbeda.
Hiruk-pikuk jalan raya dan padatnya aktivitas seakan melunak oleh getar ayat-ayat suci, doa-doa yang terangkat, serta hati-hati yang berusaha kembali kepada fitrah.
Pada hari keenam Ramadhan yang penuh keberkahan, suasana di Jalan Raya Ahmad Yani tepat di depan Kantor Dinas Peternakan Jawa Timur menjadi saksi bagaimana nilai keimanan menjelma dalam tindakan nyata.
Di lokasi itu, relawan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur membagikan seribu paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.
Tangan-tangan yang memberi dan tangan-tangan yang menerima bertemu dalam suasana haru. Senyum yang terukir bukan sekadar ekspresi sosial, melainkan pancaran rasa syukur.
Sebanyak 250 paket sayur manisah bersantan tahu, tempe, dan cecek; 250 paket kurma; 250 botol es sirup melon dengan isian blewah; serta 250 paket gorengan berisi donat, ote-ote, tahu isi, dan dadar jagung dibagikan dengan tertib dan penuh kelembutan.
Namun Ramadhan mengajarkan bahwa makna sesungguhnya tidak terletak pada jumlah yang dibagikan, melainkan pada niat yang melandasi. Setiap paket ta’jil yang berpindah tangan membawa doa yang tak terdengar, harapan yang tak terucap, dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Melihat setiap kebaikan sekecil apa pun.
Ramadhan adalah madrasah kesabaran. Ia melatih manusia menahan lapar dan dahaga bukan karena ketiadaan, tetapi karena ketaatan. Dalam rasa haus itu, manusia belajar bahwa dirinya lemah. Dalam rasa lapar itu, ia menyadari bahwa segala nikmat hanyalah titipan. Puasa mematahkan kesombongan, melembutkan hati, dan membersihkan jiwa dari karat duniawi.
Berbagi di bulan suci bukan sekadar aksi sosial, melainkan wujud penghambaan. Allah SWT berfirman bahwa harta dan anak hanyalah ujian.
Maka ketika sebagian rezeki dilepaskan dengan ikhlas, sesungguhnya yang sedang dilakukan adalah menguatkan ikatan dengan Sang Pemberi Rezeki.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Syukur, dalam ajaran Islam, bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan amal nyata.
“Setiap kesempatan berbagi adalah panggilan dari Allah. Kita hanya perantara dari rahmat-Nya,” ujarnya.
Sebagai lembaga yang konsisten menyerukan integritas dan keadilan, MAKI memaknai Ramadhan sebagai cermin besar bagi jiwa. Dalam pandangan iman, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah Allah. Ia lahir dari hati yang lupa akan pengawasan Ilahi.
Ramadhan hadir untuk menghidupkan kembali kesadaran itu. Ketika seorang hamba yakin bahwa Allah Maha Mengawasi setiap gerak dan niat, maka integritas tidak lagi dipaksakan. Ia tumbuh dari takwa. Ia bersemi dari rasa takut dan cinta kepada Allah SWT.
Menjelang adzan Maghrib, langit Surabaya berpendar jingga. Kendaraan melambat, tangan-tangan menengadah, dan doa-doa terbisik lembut. Di antara riuh kota, ada ketenangan yang tak terlihat oleh mata, tetapi terasa dalam dada.
Barangkali yang dibagikan hanyalah makanan sederhana. Namun yang ditanam adalah benih kasih sayang. Yang ditegakkan adalah nilai kemanusiaan. Dan yang diharapkan adalah ridha Allah SWT.
Ramadhan mengajarkan bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak kita mengumpulkan, tetapi seberapa tulus kita mengikhlaskan. Ia mengingatkan bahwa dunia hanyalah persinggahan, dan setiap amal kebaikan adalah bekal menuju kehidupan yang kekal.
Di bawah langit senja itu, tersirat pesan yang abadi:
Bahwa berbagi adalah cahaya iman.
Bahwa keikhlasan adalah mahkota ketakwaan.
Dan bahwa setiap langkah kebaikan, sekecil apa pun, akan menemukan jalannya kembali kepada-Nya. (Bgn)***
How Green Is Your Blog?
Anda Mungkin Suka Juga
Diduga Tipu dan gelapkan Motor, 4 Debt Collector Dilaporkan ke Polsek Balige
18 November 2025
Babinsa Cerme Dampingi Petani, Perkuat Sinergi Dorong Produktivitas Pertanian di Wilayah
30 Oktober 2025