SOSIAL

MAKI Jatim Tebar 750 Ta’jil di Awal Bulan Suci, Menyulam Iman dan Kepedulian di Kota Surabaya Selatan

Bagikan

WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Media Indonesia Times | Di awal datangnya bulan suci Ramadhan, ketika langit senja mulai berpendar jingga dan lantunan doa menggema pelan di antara deru kendaraan, kehangatan kebersamaan terasa di sepanjang Jalan A. Yani, tepatnya di depan Bank BNI Graha Pangeran, sebelah Cito Mall, Kamis (19/2/2026).

Di lokasi itulah jajaran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur membagikan ratusan paket ta’jil kepada para pengendara, pekerja, ojek daring, hingga masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka.

Sebanyak 250 paket nasi goreng lengkap dengan sayur selada, kerupuk udang, dan telur dadar dibagikan dengan penuh keikhlasan. Tak hanya itu, 250 paket kurma dan 250 botol es sirup blewah turut melengkapi hidangan berbuka yang sederhana namun sarat makna.

Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhani, ruang perenungan, dan momentum membersihkan jiwa dari segala bentuk keserakahan serta ketidakadilan.

Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan agenda tahunan organisasi sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen menghadirkan nilai-nilai kejujuran dan kepedulian di tengah masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi, untuk peduli, dan untuk menjaga hati agar tetap bersih. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian kecil dari upaya menanamkan nilai keikhlasan dan kebersamaan,” ujarnya.

Bagi MAKI, gerakan anti korupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun karakter dan moralitas. Memberantas korupsi sejatinya berangkat dari hati yang takut kepada Tuhan dan peduli terhadap sesama.

Sore itu, wajah-wajah lelah para pengendara yang terjebak kemacetan berubah menjadi senyum syukur. Beberapa di antara mereka bahkan tak menyangka akan menerima hidangan berbuka secara cuma-cuma.

Seorang pengemudi ojek daring mengaku terharu. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kadang belum sempat beli untuk berbuka,” katanya sambil menerima paket dengan penuh rasa terima kasih.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus besar. Sebungkus nasi, beberapa butir kurma, dan segelas minuman manis bisa menjadi jembatan kasih sayang di tengah hiruk pikuk kota.

Pembagian ta’jil ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga simbol penguatan ukhuwah dan solidaritas. Dalam semangat Ramadhan, setiap tangan yang memberi sejatinya sedang membersihkan diri dari sifat kikir dan menanam benih keberkahan.

MAKI Jatim berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang tulus.

Di bawah langit Surabaya yang mulai gelap, azan Maghrib akhirnya berkumandang. Paket-paket ta’jil telah berpindah tangan, doa-doa terucap lirih, dan Ramadhan kembali mengajarkan satu hal penting:

Bahwa keberkahan lahir dari hati yang bersih, tangan yang memberi, dan niat yang semata-mata karena Allah SWT. (Bagas)***


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartapenasatu.com @2025