Uncategorized

Silaturahmi ke Aksi Nyata: Halal Bihalal MAKI Jatim dan Launching Pokja Djoko Dolog, Menyalakan Gerakan Penjaga Kebenaran

Bagikan

WARTAPENASATUJATIM | Pasuruan, 4 April 2026 — Hangatnya suasana Syawal di Vila Sabar PTPN Prigen, Pasuruan, tahun ini terasa lebih dalam dari biasanya. Halal bihalal yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama Pokja Djoko Dolog bukan sekadar tradisi saling memaafkan, melainkan momentum penting yang menandai lahirnya sebuah gerakan baru: gerakan kolektif untuk mengawal kebenaran di ruang publik.

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan, para peserta tidak hanya datang membawa salam maaf, tetapi juga harapan dan tekad.

Halal bihalal ini sekaligus menjadi momen deklaratif ditandai dengan launching Pokja Djoko Dolog Surabaya sebagai wadah sinergi insan media dan pegiat sosial yang berkomitmen menjaga kejernihan informasi di tengah derasnya arus berita.

Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melalui pesan suara yang menyampaikan “Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin”, semakin menambah makna kebersamaan dalam acara tersebut.

Ucapan itu bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol dukungan moral terhadap semangat kolaborasi yang tengah dibangun.

Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal ini adalah titik awal dari langkah besar.

Ia menyampaikan harapan agar Pokja Djoko Dolog mampu berperan sebagai “TOA” bagi masyarakat menjadi pengeras suara yang menyampaikan kebenaran dengan jernih, berimbang, dan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, tantangan media hari ini bukan lagi sekadar kecepatan dalam menyampaikan informasi, tetapi keberanian untuk menjaga akurasi dan integritas.

Di tengah banjir informasi yang tak terbendung, publik justru semakin membutuhkan media yang mampu menjadi penjernih, bukan sekadar penyebar.

“Media harus berdiri sebagai penjaga keseimbangan. Bukan hanya menyampaikan, tetapi juga menguji, mengkritisi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Launching Pokja Djoko Dolog Surabaya menjadi simbol konkret dari komitmen itu. Ia diharapkan tidak hanya menjadi komunitas, tetapi juga menjadi ekosistem media yang hidup yang bekerja dengan prinsip independensi, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta berani bersuara tanpa terikat kepentingan sesaat.

Semangat yang lahir dari Prigen ini tidak berhenti di satu titik. Ia mulai merambat ke berbagai daerah di Jawa Timur, menjadi pertanda bahwa kebutuhan akan ruang informasi yang jujur dan berintegritas semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

Namun, di tengah optimisme tersebut, Heru juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam membangun kredibilitas. Media, menurutnya, tidak boleh tergoda oleh sensasi. Kekuatan sejati lahir dari proses yang panjang: verifikasi, kajian mendalam, dan keberanian untuk tetap berada di jalur kebenaran.

Karena pada akhirnya, kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

Halal bihalal dan launching ini pun menjadi penanda awal sebuah perjalanan bersama sinergi antara MAKI Jatim dan Pokja Djoko Dolog dalam membangun kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat. Sebuah langkah yang tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis dalam memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi.

Dari ruang sederhana di Prigen, sebuah pesan besar lahir dan menggema: bahwa media bukan hanya tentang berita. Ia adalah amanah. Ia adalah penjaga nurani publik yang memastikan bahwa kekuasaan tidak pernah berjalan tanpa pengawasan.

Dan dari sinilah, sebuah gerakan dimulai. Untuk satu tujuan yang tak berubah: menghadirkan keadilan, melalui kebenaran yang terus dijaga. (Bgn)***


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartapenasatu.com @2025