• Uncategorized

    Silaturahmi ke Aksi Nyata: Halal Bihalal MAKI Jatim dan Launching Pokja Djoko Dolog, Menyalakan Gerakan Penjaga Kebenaran

    WARTAPENASATUJATIM | Pasuruan, 4 April 2026 — Hangatnya suasana Syawal di Vila Sabar PTPN Prigen, Pasuruan, tahun ini terasa lebih dalam dari biasanya. Halal bihalal yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur bersama Pokja Djoko Dolog bukan sekadar tradisi saling memaafkan, melainkan momentum penting yang menandai lahirnya sebuah gerakan baru: gerakan kolektif untuk mengawal kebenaran di ruang publik.

    Dalam suasana yang penuh kekhidmatan dan kebersamaan, para peserta tidak hanya datang membawa salam maaf, tetapi juga harapan dan tekad.

    Halal bihalal ini sekaligus menjadi momen deklaratif ditandai dengan launching Pokja Djoko Dolog Surabaya sebagai wadah sinergi insan media dan pegiat sosial yang berkomitmen menjaga kejernihan informasi di tengah derasnya arus berita.

    Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melalui pesan suara yang menyampaikan “Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin”, semakin menambah makna kebersamaan dalam acara tersebut.

    Ucapan itu bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol dukungan moral terhadap semangat kolaborasi yang tengah dibangun.

    Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal ini adalah titik awal dari langkah besar.

    Ia menyampaikan harapan agar Pokja Djoko Dolog mampu berperan sebagai “TOA” bagi masyarakat menjadi pengeras suara yang menyampaikan kebenaran dengan jernih, berimbang, dan penuh tanggung jawab.

    Menurutnya, tantangan media hari ini bukan lagi sekadar kecepatan dalam menyampaikan informasi, tetapi keberanian untuk menjaga akurasi dan integritas.

    Di tengah banjir informasi yang tak terbendung, publik justru semakin membutuhkan media yang mampu menjadi penjernih, bukan sekadar penyebar.

    “Media harus berdiri sebagai penjaga keseimbangan. Bukan hanya menyampaikan, tetapi juga menguji, mengkritisi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam forum tersebut.

    Launching Pokja Djoko Dolog Surabaya menjadi simbol konkret dari komitmen itu. Ia diharapkan tidak hanya menjadi komunitas, tetapi juga menjadi ekosistem media yang hidup yang bekerja dengan prinsip independensi, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta berani bersuara tanpa terikat kepentingan sesaat.

    Semangat yang lahir dari Prigen ini tidak berhenti di satu titik. Ia mulai merambat ke berbagai daerah di Jawa Timur, menjadi pertanda bahwa kebutuhan akan ruang informasi yang jujur dan berintegritas semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

    Namun, di tengah optimisme tersebut, Heru juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam membangun kredibilitas. Media, menurutnya, tidak boleh tergoda oleh sensasi. Kekuatan sejati lahir dari proses yang panjang: verifikasi, kajian mendalam, dan keberanian untuk tetap berada di jalur kebenaran.

    Karena pada akhirnya, kepercayaan publik adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan sepenuh hati.

    Halal bihalal dan launching ini pun menjadi penanda awal sebuah perjalanan bersama sinergi antara MAKI Jatim dan Pokja Djoko Dolog dalam membangun kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat. Sebuah langkah yang tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis dalam memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi.

    Dari ruang sederhana di Prigen, sebuah pesan besar lahir dan menggema: bahwa media bukan hanya tentang berita. Ia adalah amanah. Ia adalah penjaga nurani publik yang memastikan bahwa kekuasaan tidak pernah berjalan tanpa pengawasan.

    Dan dari sinilah, sebuah gerakan dimulai. Untuk satu tujuan yang tak berubah: menghadirkan keadilan, melalui kebenaran yang terus dijaga. (Bgn)***

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Ultimatum: Pelaku Bullying Jember Harus Diproses Tanpa Ampun!

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Amarah publik menemukan suaranya. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menyatakan sikap tanpa tedeng aling-aling: kasus dugaan kekerasan dan perundungan terhadap seorang pelajar di Kabupaten Jember bukan sekadar pelanggaran disiplin ini adalah kejahatan yang harus diseret ke ranah hukum.

    Korban, MFA (15), siswa SMA Ma’arif di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, diduga mengalami tindakan yang melampaui batas kemanusiaan. Peristiwa ini bukan hanya melukai fisik, tetapi juga menghancurkan psikologis korban serta mencoreng wajah dunia pendidikan.

    Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru, dengan tegas menolak segala bentuk upaya “damai kekeluargaan” yang kerap dijadikan tameng.

    “Ini bukan kenakalan remaja. Ini kekerasan yang berpotensi pidana. Tidak boleh ada pembiaran. Tidak ada kompromi,” ujarnya tajam.

    Nada pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dampak yang ditimbulkan terhadap korban dinilai serius dan berjangka panjang. Dalam kondisi seperti ini, perlindungan terhadap korban bukan pilihan melainkan kewajiban mutlak bagi semua pihak: aparat hukum, sekolah, hingga pemerintah daerah.

    MAKI Jatim bergerak cepat. Dalam waktu dekat, tim akan diterjunkan langsung ke lokasi. Mereka akan mengusut fakta di lapangan, menemui keluarga korban, dan memastikan satu hal: korban aman, tidak diintimidasi, dan mendapatkan dukungan penuh.

    “Kami hadir bukan sekadar melihat. Kami mengawal. Korban harus merasa dilindungi, bukan ditinggalkan,” tegas Heru.

    Lebih jauh, MAKI Jatim mengungkap bahwa bukti-bukti awal telah dikantongi dan dinilai cukup kuat untuk menyeret kasus ini ke proses hukum. Identitas para terduga pelaku pun sudah diketahui. Bahkan, terdapat indikasi bahwa beberapa pihak yang terlibat tengah menghilang.

    Pesan MAKI jelas: tidak ada yang bisa bersembunyi selamanya.
    Siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab tanpa pengecualian, tanpa perlindungan.

    “Hukum tidak mengenal alasan usia, status, atau kedekatan. Semua harus diproses. Tidak ada yang kebal,” kata Heru dengan nada keras.

    MAKI Jatim juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak lamban. Penanganan yang bertele-tele hanya akan memperpanjang luka korban dan merusak kepercayaan publik.

    Di sisi lain, pihak sekolah juga tidak luput dari sorotan. Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siswa bukan justru menjadi ruang terjadinya kekerasan.

    Evaluasi total diminta: dari sistem pengawasan, pembinaan karakter, hingga mekanisme penyelesaian konflik internal. Jika tidak, kejadian serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang.

    MAKI Jatim pun mengajak masyarakat untuk tidak diam. Pengawasan publik menjadi kunci agar proses hukum berjalan lurus, transparan, dan tidak “masuk angin”.

    Komitmen mereka tegas: kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan. Akan dikawal hingga tuntas, hingga keadilan benar-benar berdiri untuk korban.

    Ini bukan sekadar kasus. Ini peringatan keras.
    Bahwa di negeri ini, tidak boleh ada ruang bagi kekerasan terlebih di dunia pendidikan.

    Bahwa setiap tindakan bullying adalah pelanggaran serius.
    Dan bahwa hukum harus berdiri, tanpa takut, tanpa pilih kasih.

    “Tidak ada toleransi. Hukum harus ditegakkan. Keadilan bagi korban adalah harga mati,” pungkas Heru. (Bgn)***

  • MBG

    Aplikasi “Jaga Dapur MBG” Jadi Andalan Baru Kejaksaan dan ABPEDNAS dalam Pengawasan Program Gizi Nasional

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta – Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui Bidang Intelijen memperkuat pengawalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai prioritas nasional dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Institusi tersebut menjalin kerja sama strategis dengan Badan Gizi Nasional guna mendorong pertukaran data serta mencegah potensi penyimpangan melalui pendekatan intelijen terintegrasi.

    Komitmen tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Reda Manthovani, pada Rabu (1/4/2026) di Jakarta dalam kegiatan sinergitas pengawasan dan evaluasi pemenuhan gizi nasional di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur.

    Reda menegaskan bahwa program MBG berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan sasaran utama peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

    Reda menjelaskan bahwa pelaksanaan program mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang menekankan sinergi lintas sektoral untuk memastikan akuntabilitas dan ketepatan sasaran.

    Kejaksaan juga memperluas kolaborasi hingga tingkat desa melalui kemitraan dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional sebagai mitra strategis di lapangan.

    “ABPEDNAS menjadi mitra strategis untuk mendukung deteksi dini, pengumpulan data aktual, serta pemantauan partisipatif demi menjaga akuntabilitas program hingga tingkat desa,” ujar Reda.

    Kolaborasi tersebut memperkuat sistem pengawasan berbasis partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi pelaksanaan program.

     

    Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Kejaksaan mengoptimalkan pendekatan intelijen melalui tiga pilar utama, yakni pengendalian kualitas pada tahap hulu, transparansi distribusi pada tahap proses, serta validasi penerima manfaat pada tahap hilir.

    Pendekatan tersebut memastikan setiap tahapan berjalan terukur, akuntabel, dan tepat sasaran.

    Kejaksaan juga mengadopsi teknologi digital untuk mendukung pemantauan secara real-time melalui sistem berbasis data.

    Sistem tersebut berfungsi sebagai early warning system guna mendeteksi potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT), termasuk penyalahgunaan anggaran dan kendala distribusi.

    Berdasarkan hasil pemantauan di wilayah Tuban dan Bojonegoro, Kejaksaan mengidentifikasi sejumlah dinamika terkait distribusi dan kesiapan satuan pelayanan.

    Menanggapi temuan tersebut, Reda menegaskan bahwa pendekatan preventif menjadi prioritas utama dalam penyelesaian permasalahan di lapangan.

     

    “Setiap potensi permasalahan diselesaikan melalui mekanisme administratif, pembinaan, dan edukasi sebelum menempuh langkah penegakan hukum,” tegas Reda.

    Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan sebagai strategi utama dalam menjaga integritas program nasional.

    Seperti disampaikan oleh Sekjen ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, sebagai bagian dari transformasi digital, aplikasi “Jaga Dapur MBG” hadir sebagai instrumen strategis dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas rantai pasok program.

    Aplikasi tersebut memungkinkan pemantauan kualitas bahan pangan, kesiapan satuan pelayanan, serta validitas penerima manfaat secara real-time melalui sinergi dengan Bidang Intelijen Kejaksaan.

    Pemanfaatan teknologi digital menghadirkan sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi gangguan secara cepat dan akurat.

    Mekanisme tersebut memungkinkan aparat penegak hukum dan penyelenggara program mengambil langkah korektif secara responsif guna menjaga integritas pelaksanaan kebijakan nasional.

     

    Adhitya Yusma Perdana berharap pengawasan berbasis digital dapat memastikan setiap porsi makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar gizi tanpa hambatan administratif maupun teknis.

    Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya generasi sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kejaksaan.

    Ia menilai kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi digital memberikan rasa aman dalam pelaksanaan operasional di lapangan.

    “Komitmen dalam mendukung program melalui nota kesepahaman strategis menjadi pilar penting bagi kami. Dukungan pengamanan program serta pemanfaatan aplikasi Jaga Dapur MBG menghadirkan rasa aman dalam operasional,” ujar Sony.

    Ia menambahkan bahwa tantangan distribusi dan kesiapan satuan pelayanan di Tuban dan Bojonegoro menjadi dinamika yang dihadapi bersama.

    Dengan pendampingan Kejaksaan dan dukungan mitra strategis, ia optimistis tata kelola program tetap terjaga dengan integritas tinggi.***

    (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

  • AGAMA

    Kasih, Pengampunan, Harapan: Makna Suci dan Refleksi Jumat Agung Bagi Kemanusiaan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam keheningan yang sarat makna, segenap jajaran Direktur, Pemimpin Redaksi, serta seluruh wartawan Media Warta Pena Satu Jatim menyampaikan ucapan selamat memperingati Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah.

    Rangkaian hari suci ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan sebuah perjalanan batin yang mengajak setiap insan untuk menelusuri jejak pengorbanan, kasih tanpa batas, serta pengampunan yang agung.

    Jumat Agung hadir sebagai titik terdalam dari permenungan iman sebuah momen ketika dunia seakan berhenti sejenak untuk mengenang wafatnya Sang Juru Selamat di kayu salib.

    Di Golgota, cinta mencapai puncaknya, bukan dalam kemegahan, melainkan dalam penderitaan yang dipeluk dengan ketulusan.

    Dari sanalah manusia diajak belajar bahwa kasih sejati tidak menuntut, melainkan memberi; tidak membalas, melainkan mengampuni.

    Dalam suasana yang khidmat, gereja-gereja dipenuhi umat yang datang dengan hati yang hening.

    Doa-doa terangkat dalam lirih, pujian mengalun dengan penuh penghayatan, dan setiap jiwa larut dalam refleksi mendalam.

    Air mata yang jatuh bukan sekadar kesedihan, melainkan ungkapan syukur atas cinta yang tak terukur.

    Ketua Kaperwil Warta Pena Satu Jatim , Yuyun Ary Soekadi, turut menyampaikan pesan yang sarat makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Jumat Agung sejatinya melampaui batas ritual keagamaan.

    Pengorbanan, integritas, dan kepedulian adalah panggilan universal bagi setiap manusia, terlebih bagi mereka yang mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.

    Dalam dunia yang kerap diwarnai kepentingan dan ego, semangat pengorbanan menjadi cahaya yang menuntun pada kebenaran.

    Ia menegaskan bahwa keteladanan Sang Juru Selamat adalah fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

    Baik dalam ranah pribadi maupun profesional, nilai kasih dan pengorbanan menjadi kompas yang menjaga manusia tetap berjalan di jalan yang benar.

    Lebih dari itu, Jumat Agung juga menjadi pengingat akan pentingnya merawat harmoni dalam keberagaman.

    Di tengah perbedaan yang ada, semangat saling menghormati dan toleransi menjadi bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan dapat menyatukan.

    Di Jawa Timur, suasana peringatan berlangsung dengan damai dan tertib, mencerminkan kedewasaan masyarakat dalam merajut persaudaraan lintas iman.

    Akhirnya, Jumat Agung 2026 diharapkan bukan hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi momentum perenungan yang membaharui hati.

    Dari salib yang sunyi, lahir harapan yang hidup bahwa kasih akan selalu menang, bahwa pengorbanan tidak pernah sia-sia, dan bahwa kemanusiaan akan terus menemukan jalannya menuju terang. (Red)***

  • Militer

    Pangdam V/Brawijaya Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Kodam V Brawijaya Periode April 2026

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A memimpin langsung Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira periode 1 April 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kinerja, sekaligus penegasan peningkatan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas ke depan.

    Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 1 April 2026 di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya dengan dihadiri Kasdam, Irdam, Kapoksahli, Danrem, para Asisten, serta pejabat TNI AL dan TNI AU, termasuk seluruh perwira yang menerima kenaikan pangkat.

    Dalam amanatnya, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana tertib dan penuh kebersamaan, sekaligus menegaskan pentingnya momentum kenaikan pangkat sebagai bagian dari pembinaan karier prajurit TNI AD yang profesional.

    Sebanyak 232 perwira jajaran Kodam V/Brawijaya menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, terdiri dari 7 Kolonel, 18 Letkol, 21 Mayor, 95 Kapten, dan 91 Lettu, baik secara reguler maupun penghargaan.

    Pangdam V/Brawijaya juga memberikan apresiasi kepada para istri yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan tugas suami.

    Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan pengabdian para perwira di setiap penugasan.

    Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan penghargaan atas prestasi dan dedikasi, namun juga membawa konsekuensi tanggung jawab yang lebih besar.

    Para perwira diminta terus meningkatkan kapasitas diri, profesionalisme, serta menjadi teladan bagi seluruh anggota.

    Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh makna serta diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh perwira untuk meningkatkan pengabdian, memperkuat soliditas, serta mewujudkan Kodam V/Brawijaya sebagai satuan yang profesional, modern, dan adaptif dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. (Bgn)***

  • Militer

    Naik Pangkat, Lettu Cke Isdayun Siap Emban Amanah Lebih Besar

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Resmi mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi, Paur Penrem 081/DSJ Lettu Cke Isdayun mengaku bersyukur dan siap untuk terus memberikan yang terbaik dalam melanjutkan tugas dan pengabdiannya sebagai prajurit.

    “Alhamdulillah bangga dan bersyukur, namun kenaikan pangkat ini tentunya memiliki konsekuensi lebih terhadap tugas dan tanggung jawab yang kami emban selama ini,” katanya ditemui usai acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pama dan Pamen yang digelar di Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu (1/4/2026).

    “Dan konsekuensi inilah yang harus siap kami emban dalam tugas-tugas ke depan,” lanjutnya.

    Ia pun menegaskan, kenaikan pangkat bukan sekadar bentuk penghargaan dari pimpinan, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang semakin baik, disiplin yang tinggi, serta dedikasi tanpa batas dalam setiap pelaksanaan tugas.

    Ke depan, Isdayun berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan loyalitas sebagai prajurit, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.

    “Kami akan terus belajar meningkatkan kemampuan diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi satuan, bangsa, dan negara,” tegasnya.

    Pama TNI AD itu berharap, kenaikan pangkat yang diraihnya juga dapat memotivasi seluruh personel Penrem 081/DSJ lainnya untuk terus berbuat dan memberikan pengabdian terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas.

    Sebagai informasi, Korps Raport Kenaikan Pangkat Pama dan Pamen tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. (Bgn)***

  • Militer

    Danrem 084/Bhaskara Jaya Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat dan Halal Bihalal

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, memimpin upacara pelantikan kenaikan pangkat Bintara dan Tamtama periode 1 April 2026 yang dirangkaikan dengan acara halal bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan berlangsung di Aula Makorem, Jalan Ahmad Yani No. 1 Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo pada Rabu (1/4/2026).

    Dalam amanatnya, Danrem mengajak prajurit untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan memohon maaf lahir dan batin. Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat tali persaudaraan serta semangat toleransi di kalangan anggota.

    Menurutnya, halal bihalal berperan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperbaiki hubungan antaranggota, sekaligus membuka sekat yang mungkin terbentuk akibat kesibukan. Sementara itu, kenaikan pangkat bukan sekadar seremonial, melainkan penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi, yang juga membawa tanggung jawab yang lebih besar.

    Danrem menekankan bahwa TNI AD sebagai institusi profesional mengharuskan prajurit meningkatkan kualitas diri dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan keprajuritan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Setiap prajurit juga diharapkan memiliki integritas tinggi, disiplin kuat, dan loyalitas yang tidak tergoyahkan dengan nilai-nilai keprajuritan sebagai pedoman.

    “Kerja sama dan sinergi antar sesama prajurit sangat penting. Mari kita bangun soliditas yang kuat agar mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik,” ujarnya.

    Di akhir amanat, Danrem mengajak seluruh prajurit menjadikan kenaikan pangkat sebagai momentum refleksi diri untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada bangsa dan negara, serta berharap mendapatkan petunjuk7 dari Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

    Pada periode kenaikan pangkat 1 April 2026, sebanyak 18 anggota Korem 084/Bhaskara Jaya mendapatkan kenaikan pangkat, di antaranya 4 Perwira, 10 Bintara, dan 4 Tamtama. ” Letkol ke Kolonel (1 orang), Lettu ke Kapten (1 orang), Letda ke Lettu (2 orang), Serma ke Pelda (3 orang), Serka ke Serma (1 orang), Sertu ke Serka (5 orang), Serda ke Sertu (2 orang), Koptu ke Kopka (2 orang), dan Kopda ke Koptu (2 orang). (Bgn)***

  • Kepolisian

    Jejak Pengabdian yang Tak Pernah Padam: Ucapan Penuh Makna di Hari Istimewa Sang Pemimpin Humanis Jawa Timur

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Dalam setiap langkah pengabdian, selalu ada ketulusan yang tidak terlihat namun terasa dampaknya bagi masyarakat luas. Hari ulang tahun bukan sekadar penanda bertambahnya usia, melainkan momentum refleksi atas dedikasi, perjuangan, dan pengabdian yang telah diberikan tanpa henti.

    Pada hari yang penuh makna ini, segenap jajaran Direktur, Pemimpin Redaksi, serta seluruh wartawan Warta Pena Satu Jatim dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si.

    Ucapan ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi merupakan bentuk apresiasi mendalam atas kepemimpinan yang tegas, humanis, dan penuh integritas dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat Jawa Timur.

    Di tengah berbagai tantangan zaman, sosok pemimpin seperti beliau hadir sebagai peneduh, pengayom, sekaligus pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Kami mendoakan semoga di usia yang bertambah ini, senantiasa diberikan kesehatan yang prima, kekuatan lahir dan batin, serta kebijaksanaan dalam setiap langkah pengabdian.

    Semoga pula selalu berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas-tugas mulia, serta terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota kepolisian dan masyarakat luas.

    Dedikasi yang telah ditunjukkan selama ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa yang dijalankan dengan sepenuh hati.

    Kepemimpinan yang humanis dan berorientasi pada pelayanan publik menjadi teladan yang patut dihargai dan diteruskan oleh generasi penerus.

    Di hari yang istimewa ini, kami berharap setiap langkah ke depan semakin membawa kebaikan, keberkahan, serta keberhasilan dalam setiap misi yang diemban.

    Semoga terus menjadi sosok pemimpin yang dicintai, dihormati, dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur.

    Selamat ulang tahun. Teruslah menjadi cahaya dalam pengabdian, penjaga harapan, dan pelindung negeri. (Red)***

  • Uncategorized

    Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali

    WARTAPENASATUJATIM | Denpasar – Aparat kepolisian Indonesia berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris, Steven Lyons (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional. Ia diketahui terlibat dalam berbagai aktivitas kejahatan lintas negara.

    Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri, Polda Bali, dan pihak Imigrasi di Bandara Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.58 Wita, tak lama setelah yang bersangkutan tiba di Indonesia.

    Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widiyatmoko, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama intelijen internasional yang berjalan cepat dan akurat.

    “Keberhasilan ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan presisi. NCB Interpol Indonesia menerima pemberitahuan dari NCB Abu Dhabi terkait pergerakan subjek red notice yang tengah menuju Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, Divhubinter Polri segera mengambil langkah pencegatan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Bali serta Imigrasi,” ujarnya, Selasa (31/3).

    Steven Lyons tercatat dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026.

    Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi gabungan internasional bertajuk “Operasi Armourum” yang melibatkan otoritas penegak hukum dari Spanyol dan Skotlandia, termasuk Guardia Civil dan Police Scotland.

    Lyons diketahui merupakan pimpinan dari jaringan kejahatan terorganisasi “Lyons Crime Family” yang berbasis di Skotlandia. Kelompok ini diduga kuat mengendalikan jaringan pencucian uang dan peredaran narkotika dalam skala besar dari Spanyol menuju Inggris Raya.

    Sehari sebelum penangkapan Lyons di Indonesia, aparat penegak hukum di Eropa telah lebih dulu melakukan operasi serentak yang berhasil mengamankan puluhan anggota jaringan tersebut, yakni 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.

    Sementara itu, Lyons terdeteksi melarikan diri ke Indonesia dan tiba di Bali pada 28 Maret 2026. Berkat informasi Red Notice yang telah diterima sebelumnya, pihak Imigrasi langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat hingga akhirnya yang bersangkutan dapat diamankan tanpa perlawanan.

    Brigjen Pol. Untung menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung upaya pemberantasan kejahatan transnasional.

    “Penangkapan ini bukan hanya keberhasilan operasional, tetapi juga pesan tegas bahwa Indonesia tidak menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan terorganisasi internasional,” tegasnya.

    Saat ini, otoritas Indonesia telah memutuskan untuk segera mendeportasi Lyons agar dapat menjalani proses hukum di Eropa. Untuk mendukung proses tersebut, Polri juga memfasilitasi kedatangan dua perwira dari Guardia Civil Spanyol yang tiba di Bali pada Senin (30/3) sore guna berkoordinasi terkait teknis pemulangan tersangka. (Bgn)

  • Militer

    Ziarah HUT ke-80 Persit KCK di TMP Bangkalan Berlangsung Khidmat

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Persit KCK Cabang XLVIII Dim 0829 melaksanakan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Bangkalan, Rabu (1/4/26). Kegiatan ini menjadi wujud penghormatan kepada para pahlawan.

    Ziarah dipimpin Ketua Persit KCK Cabang XLVIII Dim 0829, Ibu Siti Mutmainah Nanang, dan diikuti anggota Persit. Rangkaian kegiatan meliputi penghormatan, peletakan karangan bunga, dan tabur bunga di makam pahlawan.

    Kegiatan berlangsung khidmat serta menjadi sarana menumbuhkan semangat nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan.

    Ketua Persit KCK Cabang XLVIII Dim 0829, Ibu Siti Mutmainah Nanang, menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk mengingat dan meneladani perjuangan para pahlawan.

    “Kami berharap seluruh anggota Persit dapat terus menjaga semangat kebersamaan serta meningkatkan pengabdian dalam mendukung tugas suami sebagai prajurit dan berperan aktif di masyarakat,” ujarnya. (Bgn)***

Wartapenasatu.com @2025