Purnawirawan Tegaskan Pentingnya Pewarisan Jiwa Juang 1945 di Era Modern
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 14 Oktober 2025 – Kantor Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Pengurus Daerah (PD) Jawa Timur di Jalan Brawijaya Surabaya hari ini menjadi saksi berlangsungnya seminar bertajuk “Sosialisasi Sosial: Peran Purnawirawan dalam Membangun Ketahanan Sosial Masyarakat.”
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PPAD PD Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Wibisono Poespitohadi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman narkoba yang kini banyak menyasar generasi muda. Ia mengingatkan bahwa bahaya narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sosial dan moral bangsa.
“Penyalahgunaan narkoba itu bukan sekadar masalah pribadi, tapi ancaman terhadap ketahanan nasional,” tegas Wibisono, yang juga mengapresiasi peran aktif para purnawirawan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Usai pembukaan, Kolonel (Purn) Soeryadi Setiawan, salah satu tokoh PPAD PD Jawa Timur, memberikan sambutan yang sarat makna. Ia mengingatkan kembali pentingnya menanamkan Jiwa dan Semangat Nilai-nilai 1945 atau yang dikenal sebagai JSN-45 kepada generasi muda Indonesia.
“Nilai juang yang lahir di masa 1945 tidak boleh sekadar jadi cerita sejarah. Itu adalah energi moral bangsa yang harus terus kita hidupkan,” ujar Soeryadi dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan hangat peserta seminar.
Soeryadi menegaskan, nilai seperti percaya diri, teguh pada cita-cita, semangat gotong royong, dan pantang menyerah adalah kekuatan utama bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Nilai-nilai itu, katanya, kini harus disesuaikan penerapannya dengan kondisi zaman yang serba cepat dan penuh persaingan global.
Menurutnya, tanpa semangat juang yang tangguh, bangsa ini akan mudah goyah menghadapi tantangan modern seperti dekadensi moral, disinformasi digital, dan ketimpangan sosial.
Ia menekankan bahwa purnawirawan TNI memiliki peran strategis dalam membina karakter masyarakat agar tetap berakar pada nilai kebangsaan.
“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya bangga dengan sejarahnya, tapi bangsa yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah itu untuk menghadapi masa depan,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Soeryadi menyoroti bahwa pewarisan JSN-45 bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sipil.
“Kita harus menanamkan nilai juang itu dalam pendidikan, dalam keluarga, dan dalam lingkungan sosial agar generasi muda tidak kehilangan arah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil dari pengorbanan tanpa pamrih. Maka, tugas utama generasi kini adalah menjaga semangat itu agar tidak padam oleh kemajuan zaman yang cenderung materialistis.
“Jangan biarkan semangat gotong royong, setia kawan, dan keikhlasan berkorban terkikis oleh egoisme modern. Jiwa 45 harus tetap menyala dalam setiap langkah bangsa ini,” tutup Soeryadi penuh keyakinan.
Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan ajakan bersama untuk terus menguatkan ketahanan sosial melalui nilai kebersamaan dan semangat nasionalisme yang diwariskan para pejuang kemerdekaan.*** (Wawan)
Jurnalis: Hiermawuan Prambudhi
Ketegangan Kembali Pecah di Stasiun Papar Kediri, Asosiasi Ojol Garda Kediri Sesalkan Pelanggaran Kesepakatan Damai
WARTAPENASATUJATIM | Kediri – Ketegangan antar pelaku transportasi daring (Ojek Online/Ojol) dengan Ojek Konvensional (Ojek Pangkalan/Opang) kembali terjadi Minggu malam sekitar pukul 24.00 WIB atau Senin dinihari (13/10/2025) di kawasan Stasiun Papar, Kabupaten Kediri.
Kejadian kali ini menimpa seorang mitra pengemudi Grab Bike bernama Asrul Aziz, pria 33 tahun, seorang warga Ngronggot Kabupaten Nganjuk.
Kepada awak media yang menemuinya, Paksi Joko Waseso, Sekretaris Asosiasi Ojol DPW Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Kediri, mengatakan bahwa dia mendapatkan laporan perihal tindakan penghadangan dan intimidasi yang menimpa Asrul Aziz tadi malam, yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku sebagai ojek pangkalan (Opang).
Diceritakan bahwa saat Aziz melakukan tugas penjemputan penumpang di sebelah Selatan SMPN 1 Papar, titik kesepakatan penjemputan penumpang oleh Ojol, dia dihadang, diintimidasi dan diusir oleh 3 orang Opang, karena saking takutnya penumpang terpaksa membatalkan orderannya.
Paksi juga mengatakan bahwa kejadian serupa telah beberapa kali dialami oleh beberapa Ojol Kediri. Dia mengatakan dengan adanya insiden ini, memperlihatkan bahwa masih adanya pelanggaran terhadap kesepakatan damai yang difasilitasi oleh pemerintah setempat.
Kesepakatan damai pernah dilaksanakan pada 4 Maret 2024 di Pendopo Kecamatan Papar, yang dihadiri oleh perwakilan ojek pangkalan, komunitas ojek online Kediri, dan disaksikan oleh aparat keamanan dan lembaga masyarakat lokal.
Dalam pertemuan tersebut telah disepakati pembagian wilayah operasional dengan penentuan titik aman penjemputan penumpang oleh Ojol (zona hijau).
Juga disepakati dan disetujui pelarangan bagi kedua pihak untuk melakukan intervensi terhadap calon penumpang, serta sanksi administratif berupa denda sebesar Rp25.000 bagi pihak yang melanggar setelah melewati proses peringatan resmi.
Namun ternyata dalam praktek di lapangan ditemukan beberapa pelanggaran terhadap kesepakatan bersama tersebut.
Menurut keterangan Paksi, upaya sosialisasi dan pendekatan persuasif telah dilakukan secara berulang ulang, namun karena lemahnya pengawasan dan absennya sanksi tegas dari pihak berwenang terhadap pelanggaran yang terjadi.
Asosiasi Ojol Garda Kediri menilai bahwa pelanggaran berulang terhadap kesepakatan damai menunjukkan lemahnya pengawasan bersama oleh perwakilan kedua pihak, pemerintah maupun aparat keamanan. (Houget)***
Jurnalis: Teguh Ary
Lomba Mewarnai Dan Presentasi Food For The Future Menyambut Hari Pangan Sedunia 2025
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam rangka menyambut Hari Pangan Sedunia 2025 yang jatuh pada tanggal 16 Oktober setiap tahunnya, Dream Weaver Production menyelenggarakan lomba mewarnai untuk tingkat TK dan SD kelas 1 dan 2 dan lomba presentasi untuk anak SD kelas 1-6.
Lomba mewarnai dan presentasi ini digelar di Royal Plasa lantai UG dimulai tepat pukul 17.00 WIB pada Minggu (12/10/25) dan diikuti oleh peserta sebanyak 30 orang anak, sedangkan untuk lomba presentasi diikuti 4 orang anak tingkat SD.
Antusiasme yang tinggi ditunjukkan para orang tua dan keluarga peserta lomba mewarnai, terlihat satu orang peserta bisa di antar sampai lebih dari 4 sampai 5 orang, mulai dari orang tua, kakak dan adik peserta lomba.
Bahkan tidak ketinggalan ada beberapa peserta lomba mewarnai mengajak kakek dan nenek ikut mendampingi cucunya mengikuti lomba mewarnai tingkat TK dan SD kelas 1-2 tersebut.
Ada beberapa kejadian menarik saat pelaksanaan lomba mewarnai, yang pesertanya kebanyakan anak anak setingkat TK dan SD kelas 1 dan 2 ada yang sibuk mewarnai tetapi banyak juga yang bingung tanya ke panitia, orang tua atau ke sesama peserta lomba.
Beruntung dewan juri cepat tanggap, dengan lemah lembut para juri menanyakan ke anak-anak peserta lomba apakah hasil kerja sudah benar-benar selesai atau belum sambil berkeliling area lomba.
Sedangkan untuk lomba presentasi yang sedianya diikuti oleh 4 orang peserta, informasi terakhir ternyata diikuti oleh 3 orang peserta.
Sampai berita ini ditulis lomba mewarnai dan lomba presentasi dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia masih berlangsung. (Houget***)
Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Rakornas IV Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia
WARTAPENASATUJATIM | Yogyakarta – Yogyakarta menjadi pusat perhatian para pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia dengan digelarnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia.
Acara penting ini menjadi wadah bagi para anggota dewan pendidikan dari berbagai daerah untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat kabupaten/kota.
Rakornas IV ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPD RI Drs.Tamsil Linrung dan Staff Kementerian Dikdasmen Arif Jamali S.pd. M.pd serta perwakilan dewan pendidikan dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, serta para pakar pendidikan, praktisi, dan pemangku kebijakan terkait.

Acara ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai program dan kebijakan pendidikan yang telah berjalan, serta merumuskan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan.
Berbagai isu strategis dibahas dalam Rakornas IV ini, mulai dari peningkatan kualitas guru, pemerataan akses pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran.
Para peserta juga berdiskusi mengenai peran dewan pendidikan dalam mengawasi dan mengawal implementasi kebijakan pendidikan di daerah masing-masing.
Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Joko Riyanto menyampaikan bahwa Rakornas IV ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang konkret dan aplikatif, yang dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat kabupaten/kota.
“Kami berharap melalui Rakornas ini, para anggota dewan pendidikan dapat saling belajar dan berbagi pengalaman, sehingga dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Selain sesi diskusi dan presentasi, Rakornas IV ini juga diisi dengan kegiatan kunjungan ke Istana Yogyakarta.
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik penyelenggaraan Rakornas IV Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia ini.
Walikota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kota Yogyakarta.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan soft skill maupun hard skill agar pencapaian human capital indek maksimal terkait kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta, dan kami berharap melalui Rakornas ini, kami dapat memperoleh masukan dan inspirasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” ujarnya.
Rakornas IV Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Indonesia ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dewan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan sinergi dan kerjasama yang baik antara dewan pendidikan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat dan mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.
Sementara Juli Poernomo Ketua Bidang Advokasi dan Sosialisasi menyampaikan disamping program program atau isu strategis pemerintah.
Juli juga menyampaikan terkait permasalahan yang ada di masing-masing Kab/Kota secara all out/menyeluruh terhadap keberadaan Dewan Pendidikan.
Saat ini apakah sudah bersinergi dengan pemangku kepentingan dan pejabat setempat, baik anggaran maupun keterlibatan Dewan Pendidikan dalam mendesainkan/merumuskan pendidikan dimasing-masing Kab/Kota, karena keberadaan Dewan Pendidikan saat ini masih diharapkan oleh masyarakat.*** (Red)
Kepedulian Koramil 0829-08/Tragah di Pemakaman Santri Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Minggu malam (5/10/25) menjadi malam penuh haru bagi warga Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Di bawah temaram cahaya lampu dan lantunan doa yang mengalun lirih, ratusan warga mengantarkan kepergian Ahmad Rizal Haq (16), santri Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo yang menjadi korban dalam musibah robohnya bangunan pondok beberapa hari lalu.
Di tengah kerumunan warga yang larut dalam kesedihan, tampak personel Koramil 0829-08/Tragah hadir dengan seragam lorengnya. Mereka tidak sekadar datang untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turut membantu proses pemakaman dari mengatur jalannya prosesi, hingga memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Kehadiran mereka menjadi penguat moral bagi keluarga yang berduka, sekaligus menegaskan bahwa TNI selalu hadir di setiap situasi masyarakat, tanpa memandang waktu dan keadaan.
Danramil 0829-08/Tragah, Kapten Inf Badrud Mutammam, mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.
“Kami semua turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya penuh empati.
Ia menambahkan, keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam wujud kepedulian dan kebersamaan di saat-saat sulit.
Malam itu, suasana duka memang tak bisa disembunyikan, namun ada rasa hangat yang tumbuh dari kebersamaan. TNI, aparat Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat bergandeng tangan dalam kepedulian.
Dari peristiwa ini, tampak bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat — dan TNI menjadi bagian nyata dari denyut kepedulian itu. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Cerme Terjun Bangun Jembatan di Guranganyar
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam upaya meningkatkan akses masyarakat, Babinsa Koramil 0817/08 Cerme, Sersan Kepala Samsul, bergotong royong bersama warga Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Senin, (06/10/2025). Membangun jembatan di poros jalan desa. Kerja bakti ini mencerminkan kekompakan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut disambut hangat oleh warga. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat terlihat jelas saat bergotong royong dalam proses pembangunan. Sersan Kepala Samsul menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kami selalu siap terjun langsung membantu warga dalam bentuk apa pun, termasuk dalam pembuatan jembatan ini. Harapannya, pengerjaan bisa selesai cepat dan maksimal agar memudahkan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini nantinya akan memperlancar akses lalu lintas warga, meningkatkan mobilitas, serta memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Guranganyar.
Lebih lanjut, Sersan Kepala Samsul menegaskan bahwa kegiatan karya bakti adalah sarana efektif mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.
“Melalui gotong royong, terlihat hubungan erat dan kebersamaan yang terjalin. Ini adalah wujud pengabdian kami untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat binaan,” tambahnya.
Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tugas membantu masyarakat secara langsung melalui aksi nyata di lapangan. Kerja bakti semacam ini diharapkan terus berjalan berkesinambungan serta memberi kontribusi positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga Kecamatan Cerme.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Korem 084/Bhaskara Jaya Terima Kunjungan Polsek Waru dalam Rangka HUT ke-80 TNI
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Korem 084/Bhaskara Jaya menerima kunjungan dari jajaran Polsek Waru yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol M. Amin pada Senin (6/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Acara berlangsung di Makorem 084/BJ, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi wujud apresiasi dan ucapan selamat dari Polri kepada TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, S.H., M.M., M.Han., bersama para Kepala Seksi (Kasi) Korem, menyambut hangat kedatangan rombongan Polsek Waru.
Dalam sambutannya, Kasrem menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian, dukungan, serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik antara TNI dan Polri. Ia menekankan pentingnya sinergi yang solid antara kedua institusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.
“Kami bangga dan berterima kasih atas kunjungan serta ucapan yang diberikan. Momentum HUT ke-80 TNI ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan antara TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam membangun keamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Nico Reza.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan Polri sebagai mitra strategis dalam menjaga keutuhan serta stabilitas nasional.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Babinsa Dampingi Distribusi Makan Bergizi Gratis di SMK PGRI 1 Gresik
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Babinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro, melaksanakan pendampingan kegiatan Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SMK PGRI 1 Gresik, Jalan Dr. Sutomo No. 46, Kelurahan Ngilek, Kecamatan Gresik. Senin, (06/10/2025)
Kegiatan ini dihadiri oleh. Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Gresik, Drs. Aries Susanto, M.Pd. Wakil Kepala Sekolah, Warno. Babinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro. Kepala SPPG MBG, Farah Nabila Hanin, S.T. Asisten Lapangan Bagian Distribusi MBG, Ubaidillah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bertujuan untuk mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi pelajar agar lebih siap mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dengan adanya pendistribusian langsung di lingkungan pendidikan, diharapkan siswa dapat memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang.
Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Gresik, Drs. Aries Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Program makan bergizi gratis ini sangat membantu para siswa dalam menjaga stamina dan konsentrasi belajar. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan karena manfaatnya sangat dirasakan oleh peserta didik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Babinsa yang ikut mendampingi jalannya pendistribusian.” ungkapnya
Sementara itu, Babinsa Koramil 0817/05 Gresik, Sertu Wasis Wantoro, menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di masyarakat.
“Kami dari TNI selalu siap mendampingi kegiatan positif di wilayah binaan. Program makan bergizi gratis ini bukan hanya mendukung kesehatan siswa, tapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda. Dengan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, semoga program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.” ungkap Babinsa
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan disambut antusias oleh pihak sekolah serta para siswa. Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, pendistribusian berjalan aman, tertib, dan sesuai sasaran.*** (Bgs)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Tingkatkan Kemampuan 100 Penyidik Jajaran Polda Jatim Dibekali Integritas dan Empati di SPN Polda Jatim
WARTAPENASATUJATIM | MOJOKERTO – Guna menjawab tantangan penegakan hukum di era modern, sebanyak 100 personel penyidik dan penyidik pembantu di jajaran Polda Jawa Timur secara resmi memulai Program Pelatihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) T.A. 2025 di Gedung Dharma Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, pada Senin (6/10/2025) pagi.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K ini dihadiri oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol. Widi Atmoko, S.I.K., M.H., beserta jajaran pejabat utama.
Dalam amanatnya Kombes Pol. Agus Wibowo menegaskan bahwa SPN Polda Jatim tidak hanya menjadi tempat untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga untuk memperkokoh fondasi moral.
Ia menyambut para peserta dengan pesan mendalam mengenai Dua pilar utama seorang penyidik.
“Saya ingin menekankan bahwa integritas adalah napas bagi seorang penyidik, dan empati adalah jantungnya,” tegas Kombes Pol Agus Wibowo.
Menurut Ka SPN Polda Jatim, keahlian setinggi apa pun dapat disalahgunakan tanpa integritas yang kokoh.
Sementara itu empati menurut Kombes Pol Agus bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan terbesar.
“Dengan merasakan apa yang dialami korban, proses hukum akan berjalan dengan hati dan tidak kaku, sehingga keadilan seutuhnya dapat terwujud,”terang Kombes Pol Agus.
Dikesempatan yang sama, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol. Widi Atmoko menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban strategis terhadap kompleksitas kejahatan yang terus berkembang.
Menurut Kombes Widi kemampuan penyidik tidak boleh statis dan harus mampu beradaptasi.
Dirreskrimum Polda Jatim menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah persiapan fundamental menuju standardisasi profesi.
“Tujuan akhir dari peningkatan kemampuan ini jelas, yaitu mempersiapkan seluruh peserta untuk mengikuti dan lulus uji sertifikasi bagi penyidik dan penyidik pembantu,” pungkasnya.
Pada pelatihan ini sesi pendalaman materi diisi oleh Kabagjarlat SPN Polda Jatim, AKBP Iswahab, S.H., Koorgadik SPN Polda Jatim, AKBP Bambang Setiawan, S.Pd., serta AKBP Agung Setyono, S.S., M.H.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Kapolda Jatim Beri Penghargaan untuk 263 Personel dan KPLB bagi Bripda Ahmad Ricky
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar Upacara Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dan Pemberian Penghargaan kepada 263 personel berprestasi.
Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si itu digelar di Lapangan Upacara Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (6/10/2025)
Dalam amanatnya, Kapolda Jatim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi tertinggi institusi kepada para personel yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, serta pengorbanan luar biasa dalam menjalankan tugas.
“Pemberian reward ini adalah implementasi nyata dari komitmen Polri dalam menegakkan prinsip profesionalisme dan meritokrasi di lingkungan kepolisian, khususnya di Polda Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Nanang.
Pada kesempatan tersebut, Bripda Ahmad Ricky Agung menjadi satu-satunya personel yang menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas jasa dan keberanian yang dinilai melebihi panggilan tugas.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan juga amanah dan kehormatan yang harus dijaga.
Selain KPLB, Kapolda Jatim juga memberikan penghargaan kepada 263 personel, yang terdiri dari 262 anggota Polri dan 1 orang Pegawai Harian Lepas (PHL).
Penghargaan diberikan atas berbagai kategori prestasi dan
“Kepada seluruh penerima penghargaan, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Kapolda Jatim berharap penghargaan yang diberikan dapat sebagai pemacu semangat untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Nanang juga mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.
Ia menekankan bahwa tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks dan dinamis, sehingga seluruh personel dituntut untuk terus menjaga integritas dan kehadiran di tengah masyarakat. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan