Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM ) Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. / 2026 Masehi
Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah / 2026 Masehi H.Sobirin Hasan, S.E, MBA Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM ) Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. / 2026 Masehi.
“Takabbalallahu minna wa minkum Takobbal Ya Karim “Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon maaf lahir dan batin”
Mari jadikan momentum kemenangan ini sebagai penyemangat baru untuk mempererat sinergi, meningkatkan kinerja, dan mempercepat pembangunan Kabupaten Bangkalan yang lebih maju dan sejahtera,” Ujarnya.Janji Pemasangan Tinggal Janji: Layanan ERKA Cyber di Bangkalan Tuai Cibiran Warga
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pelayanan pemasangan jaringan internet yang dilakukan oleh provider lokal ERKA Cyber di Kota Bangkalan Madura kini jadi cerita tak sedap di kalangan warga sekitar. Bermula dari seorang warga Kelurahan Kota sebut saja namanya Raden, ia mengaku sangat kecewa setelah permohonan pemasangan Wi-Fi yang dijadwalkan tak kunjung terpasang tanpa adanya kejelasan dari pihak manajemen.
Kekecewaan itu dialami Raden ketika mendapat layanan tak sedap saat setelah mengajukan pemasangan WiFi pada Kamis (5/3) lalu dan ternyata gagal.
Dalam keterangannya, Raden mengaku telah melakukan proses pendaftaran melalui salah satu rekannya.
Dengan mengirimkan identitas diri serta nomor telepon kepada pihak manajemen sebagai syarat pemasangan.Raden berharap pemasangan wi-fi tersebut dapat terlaksana sebelum dirinya berangkat ke luar kota bersama keluarga pada Kamis (12/3).
“Semoga saja hari Selasa atau Rabu Wi-Fi-nya sudah terpasang, karena hari Kamis saya dan keluarga ada kegiatan keluar kota,” tutur Raden saat itu.
Beberapa hari setelah pendaftaran, tepat Sabtu (7/3), setelah dilakukan konfirmasi kepada pihak manajemen ERKA bahwa pemasangan akan dijadwalkan pada hari Selasa (10/3).
“Kami jadwalkan hari Selasa Pak untuk pemasangannya,” ujar manajer ERKA. Sabtu, (7/3)
Namun janji tinggal janji. Hingga hari yang telah dijadwalkan, hari Selasa bahkan hari Rabu malam, pemasangan tidak juga dilakukan. Lebih parah lagi pihak ERKA juga tidak memberikan informasi lanjutan mengenai alasan keterlambatan maupun perubahan jadwal.
Kondisi tersebut berlanjut hingga Rabu (11/3), sampai malam hari, Raden mengaku tidak menerima satu pun konfirmasi dari pihak penyedia layanan terkait pemasangan yang telah dijanjikan sebelumnya. Namun hanya dua patah kata yang disampaikan pihak manager Erka, “Aman pak,” jawabnya singkat setelah dikonfirmasi, Rabu malam, (11/3)
Merasa tidak mendapatkan kepastian, Raden akhirnya memutuskan untuk membatalkan pemasangan dan beralih ke provider lain.
“Sampai hari ini, Rabu malam, pihak Erka belum juga memberi informasi. Terpaksa saya beralih ke provider lain karena besok hingga tanggal 29 saya harus berangkat ke luar kota,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Menurut Raden, persoalan utama bukan hanya soal pemasangan yang tertunda, tetapi minimnya komunikasi dari pihak penyedia layanan kepada pelanggan yang diduga tidak profesional.
Setidaknya kata Raden, pihak manajemen memberikan pemberitahuan kepada pelanggan jika ada perubahan jadwal atau penundaan pemasangan agar tidak menimbulkan opini tidak baik.
“Seharusnya Erka memberikan kabar apakah jadi atau tidak dipasang. Nomor saya sudah ada disana, tapi sampai sekarang tidak ada informasi lanjutan,” pungkasnya.
Raden menilai pelayanan seperti ini menunjukkan kurangnya profesionalitas dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Ia berharap kejadian serupa tidak dialami warga lainnya. (Azis)***
Iman Menguat, Karakter Membumi: Gerakan 9 Cinta PAISLOVE Warnai Ramadhan di SMPN 7 Bangkalan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi kehidupan generasi muda, pendidikan karakter berbasis nilai religius menjadi semakin penting.
Hal inilah yang mendorong SMPN 7 Bangkalan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertema “9 Cinta PAISLOVE Ramadhan: Iman Menguat, Karakter Membumi, Lingkungan Terjaga, Generasi Emas Terwujud.”
Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026 di kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran spiritual sekaligus pembentukan karakter agar siswa tetap memiliki pondasi iman yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Kepala sekolah Repelita Ayu Winarni, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pembinaan nilai religius harus terus ditanamkan sejak dini kepada para siswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan pendidikan akhlak dan spiritual agar generasi muda tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.
“Di era digital ini, siswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki iman yang kuat serta karakter yang baik. Melalui Pondok Ramadhan ini kami ingin menanamkan nilai religius, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada para siswa,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai program keagamaan dan edukatif digelar. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, tahfidz Al-Qur’an, praktik wudhu dan shalat, hingga kajian tentang etika berpuasa di era digital yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Tak hanya itu, para siswa juga mendapatkan materi tentang sejarah ulama besar Bangkalan, yakni Syaichona Cholil.
Pengenalan tokoh ulama tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi siswa dalam meneladani nilai perjuangan serta keteguhan iman.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial. Para siswa diajak untuk berbagi dengan masyarakat melalui kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian di bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini, SMPN 7 Bangkalan berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan semangat 9 Cinta PAISLOVE Ramadhan, sekolah optimistis mampu mencetak generasi emas yang beriman kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Azis)***
SMPN 1 Sepulu Bangkalan Gelar Pondok Ramadhan, Tanamkan Nilai Keimanan dan Akhlak kepada Siswa
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – UPTD SMPN 1 Sepulu menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang diikuti oleh siswa kelas 7 dan kelas 8 pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan bagi para siswa selama bulan suci Ramadhan.
Kepala UPTD SMPN 1 Sepulu, Totok Gunarto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai religius kepada para siswa sejak dini.
Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
“Pondok Ramadhan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT, sekaligus memperdalam pemahaman agama selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Totok Gunarto.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berisi materi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu mempraktikkan ajaran yang mereka pelajari baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan Pondok Ramadhan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap religius yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan. (Azis)***
Tadarus Dan Tahfidz Qur’an Pondok Ramadhan UPTD SMPN 2 Tragah Dengan Tema GBMQ
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Semangat memperkuat nilai religius di kalangan pelajar yang digelorakan oleh UPTD SMPN 2 Tragah, kabupaten Bangkalan, melalui kegiatan Tadarus dan Tahfidz Al-Qur’an dalam rangka Pondok Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 Masehi.
Kegiatan yang mengusung tema Gerakan Bangkalan Menghafal Al-Qur’an (GBMQ) tersebut berlangsung mulai 2 hingga 9 Maret 2026 dengan melibatkan seluruh siswa dan warga sekolah.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah di wilayah Tragah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter spiritual peserta didik selama bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan tadarus dan tahfidz, para siswa diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an serta membiasakan diri membaca dan menghafal ayat-ayat suci dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 2 Tragah, Suparni, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan dengan tema GBMQ merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat.
“Melalui kegiatan tadarus dan tahfidz Al-Qur’an ini kami berharap dapat menumbuhkan semangat siswa untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan seluruh warga sekolah,” ujar Suparni.
Ia menambahkan, melalui kegiatan Pondok Ramadhan tersebut diharapkan para siswa dapat meningkatkan ketekunan dalam beribadah, memiliki akhlakul karimah, berjiwa sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, menuju terbentuknya generasi Insanul Kamil yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (Azis)***
Pondok Ramadhan di SMPN 1 Klampis Digelar 3 Hari, Kepala Sekolah Tekankan Iman dan Karakter Siswa
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius, UPTD SMPN 1 Klampis, Kecamatan Klampis, kabupaten Bangkalan, menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pemahaman keagamaan serta membentuk karakter siswa yang berakhlak baik.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Klampis tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Selama pelaksanaan Pondok Ramadhan, siswa mendapatkan pembinaan spiritual melalui berbagai kajian keagamaan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran beribadah serta memperdalam pemahaman ajaran Islam.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 1 Klampis, Imam Syafii, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa Pondok Ramadhan merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sekaligus membangun karakter siswa agar lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan semangat PAISlove Ramadhan, kami ingin menanamkan nilai bahwa iman harus semakin menguat, karakter siswa harus membumi, lingkungan tetap terjaga, sehingga pada akhirnya dapat melahirkan generasi emas di masa depan,” ujar Imam Syafii.
Ia berharap melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini para siswa dapat belajar agama secara lebih mendalam dan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.” tutupnya. (Azis)***
Bupati dan Wabup Bangkalan Gelar Silaturahmi Ramadhan dengan Insan Pers, Perkuat Kemitraan dan Kolaborasi Informasi Publik
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam upaya mempererat hubungan dan membangun kemitraan yang lebih solid, Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan menggelar silaturahmi Ramadhan bersama insan pers di Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
Acara yang berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026 di Aula Pendopo Agung Bangkalan tersebut dihadiri oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Moch. Fauzan Ja’far, wartawan senior Bangkalan Jimhur Saros, seluruh Kepala OPD, serta para jurnalis dari berbagai komunitas media di Bangkalan.
Bupati Bangkalan bersama wakil bupati Bangkalan bertemu langsung dengan para jurnalis dari berbagai media dalam suasana santai namun penuh makna.
Momentum ini menjadi ajang mempererat komunikasi, membangun sinergi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.Dalam sambutannya, Bupati Lukman Hakim menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga berfungsi sebagai kontrol sosial serta sarana edukasi bagi masyarakat.
“Media merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjaga kondusivitas daerah. Melalui sinergi yang baik, kita dapat bersama-sama mendorong pembangunan Bangkalan yang lebih maju,” ujarnya.
Melalui kegiatan silaturahmi Ramadhan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers semakin erat serta mampu memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi yang konstruktif bagi masyarakat Bangkalan. (Azis)***
Pesantren Ramadhan UPTD SMP Negeri 1 Labang Dengan Tema: Mengetuk Hati Menuju Peradaban Generasi Islami
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara intelektual, Namun juga Untuk membina karakter siswa agar memiliki akhlak mulia dan jujur. UPTD SMP Negeri 1 Labang, Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H / 2026 M dengan tema: Mengetuk Hati Menuju Peradaban Generasi Islami.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari sejak tanggal 2 – 4 Maret 2026 dan diikuti oleh semua siswa SMP Negeri 1 Labang. Meski terlihat sederhana namun kegiatan ini mencerminkan semangat ramadhan penuh makna.”Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rahmawati, S.Pd.M.Pd, Kepala SMP Negeri 1 Labang,(10/3/26).
Beliau juga menjelaskan, pentingnya menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan di bulan suci ramadhan ini, adalah supaya siswa dapat memahami, indahnya berpuasa sembari belajar melakukan pendekatan emosional dan spiritual sebagai langkah awal untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia.
“Bulan Ramdhan ini adalah momen istimewa untuk mentransformasi diri siswa supaya menjadi pribadi yang lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa serta bertaqwa, sabar, dan jujur.” jelas Rahmawati.
Diapun mengharap, Dengan adanya pesantren ramadhan ini, Siswa SMP Negeri 1 Labang dapat menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bersemangat dalam belajar, dan bertaqwa kepada Alloh SWT, dan bisa istiqomah melaksanakan 7 kebiasaan anak indonesia hebat,
“semoga dapat membekali siswa menuju peradaban generasi islami, dan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, dan bisa Istiqomah bangun pagi, beribadah, berolahraga,makan makanan bergizi,gemar belajar, bermasyarakat,dan tidur cepat,” pungkasnya.
Moment Perkenalan Danlanal Batuporon Dengan LSM Dan Aktivis Bangkalan Melalui Kegiatan Buka Bersama
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka memperkenalkan diri, guna memperkuat sinergi dan pembangunan daerah supaya lebih terarah dan efektif. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Batuporon Bangkalan Madura menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan sejumlah LSM dan organisasi masyarakat di Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks Asrama Lanal Batuporon tersebut menjadi momen perkenalan sekaligus mempererat komunikasi antara TNI AL dengan berbagai elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat, LSM, serta aktivis yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan pengawasan publik di Bangkalan.

Adapun organisasi yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya:
1. Gerakan Bangkalan Bersih (GBB), Ketua H. Moh. Rosul Mochtar, SH
2. Lembaga Informasi Publik Independen (LIPI), Ketua Ridoi Nababan
3. Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Bangkalan, Ketua Muzammil, S.Pd
4. Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) DPD Bangkalan, Ketua Mahrum Thosin
5. Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ketua Kresna Bayu
6. Pusat Analisis dan Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Ketua H. Abdurrahman Tohir
7. Squad Nusantara (SN), Ketua Moh. Samsih
8. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Gubernur Samsudin, S.H
9. Madas Nusantara, Ketua DPW Jawa Timur H. Romlan, S.H
10. Gerakan Mahasiswa Labang (GEMALA), Ketua Moch. Sunardi, S.Ak
11. Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB), Ketua Taufik Nurhidayat
12. Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Ketua H. RawiDalam arahannya, Komandan Lanal Batuporon, Letkol Laut (P) Ari Wibowo, SE, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun sinergi yang kuat dengan berbagai elemen masyarakat di Bangkalan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, aktivis, hingga insan media.
“Dalam membangun Bangkalan secara utuh, kami ingin bersinergi dengan organisasi masyarakat, LSM, aktivis, media, serta seluruh elemen masyarakat. Kita harus bisa bergandeng tangan untuk mendorong pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Bangkalan, Tak kenal maka tak sayang,” tutur Ari Wibowo. Senin, (9/3)
Ia juga menekankan bahwa komunikasi dan kerja sama yang baik akan menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas daerah sekaligus mendorong kemajuan pembangunan.
“Mari duduk bareng di sini jika ada sesuatu yang perlu dibahas kita akan selesaikan problem yang ada bersama,” imbuhnya.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi awal dari terbangunnya hubungan yang lebih erat antara Lanal Batuporon dengan berbagai organisasi masyarakat, sehingga ke depan dapat tercipta kolaborasi nyata dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan di Kabupaten Bangkalan.(Azis)***
Dugaan Pungli di SMPN 7 Bangkalan, Pungutan Rp100 Ribu per Siswa Dipertanyakan Wali Murid dan Disorot Soal Transparansi Dana
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Kebijakan penggalangan dana sebesar Rp 100.000 per siswa di SMPN 7 Bangkalan dipertanyakan dari sejumlah wali murid. Mereka meragukan transparansi serta kejelasan peruntukan dana tersebut,
Salah satu wali murid mengaku memang pernah dilibatkan dalam rapat bersama pihak sekolah dan komite. Namun menurutnya, dalam pertemuan tersebut tidak semua wali murid memahami secara jelas mekanisme pengelolaan maupun kepastian pengembalian dana yang dipungut dari siswa.
“Memang benar kami dilibatkan dalam rapat koordinasi dengan komite sekolah. Tapi kami juga belum paham apakah dana itu benar-benar akan dikembalikan setelah anak kami lulus sekolah,” ujarnya.
Wali murid mengaku pungutan yang ditetapkan memiliki nominal tetap, yakni Rp 100.000 per siswa itu dinilai tidak lagi sekadar bentuk partisipasi sukarela, melainkan sudah menyerupai pungutan wajib yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 7 Bangkalan yang akrab disapa Lita membenarkan adanya penggalangan dana sebesar Rp 100.000 kepada siswa. Menurutnya, dana tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran kewirausahaan bagi siswa di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa dana yang terkumpul kemudian dikelola melalui koperasi sekolah (kopsis) untuk membeli beberapa kebutuhan siswa, seperti alat tulis kantor (ATK) dan kalender yang dibagikan kepada siswa.
“Dana sebesar itu kami gunakan untuk memberikan pendidikan kewirausahaan kepada siswa dan dikelola melalui koperasi sekolah serta dibelanjakan untuk pembelian kalender dan beberapa alat tulis yang diperlukan siswa,” terang Lita saat dikonfirmasi awak media, Senin (9/3)
Di SMPN 7 Bangkalan sendiri tercatat sekitar 200 siswa. Dengan jumlah tersebut, dana yang terkumpul dari pungutan itu tentu mencapai puluhan juta rupiah jika dihitung secara keseluruhan.
Meski demikian, Dita juga mengakui bahwa koperasi sekolah yang digunakan untuk mengelola dana tersebut belum memiliki legalitas resmi sebagaimana koperasi pada umumnya. Bahkan, koperasi itu disebut belum memiliki kelengkapan administrasi seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Koperasi ini memang skopnya kecil hanya di ruang lingkup sekolah, makanya legalitas kami tidak punya seperti AD ART,” akunya.
Di SMPN 7 Bangkalan sendiri tercatat sekitar 200 siswa. Dengan jumlah tersebut, dana yang terkumpul dari pungutan itu tentu mencapai puluhan juta rupiah jika dihitung secara keseluruhan.
Meski demikian, Dita juga mengakui bahwa koperasi sekolah yang digunakan untuk mengelola dana tersebut belum memiliki legalitas resmi sebagaimana koperasi pada umumnya. Bahkan, koperasi itu disebut belum memiliki kelengkapan administrasi seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Koperasi ini memang skopnya kecil hanya di ruang lingkup sekolah, makanya legalitas kami tidak punya seperti AD ART,” akunya.
Ia juga menyebutkan bahwa program penggalangan dana tersebut hanya berlangsung selama dua periode atau dua tahun. Alasannya, program tersebut dinilai kurang efisien untuk dikembangkan melalui koperasi sekolah.
Menurutnya, dana yang dipungut dari siswa akhirnya dikembalikan kepada para siswa ketika mereka lulus sekolah.
“Dana tersebut sudah dikembalikan ketika siswa lulus sekolah sebesar Rp 100.000 dan sebanyak Rp 2.500 sebagai sisa hasil usaha,” jelasnya.
Namun di tengah penjelasan pihak sekolah tersebut, sejumlah pihak menilai praktik penggalangan dana dengan nominal yang telah ditentukan tetap berpotensi melanggar aturan. Dalam dunia pendidikan, pungutan kepada siswa pada dasarnya tidak diperbolehkan apabila bersifat wajib dan ditentukan besarannya, terlebih jika dikelola oleh pihak sekolah.
Apalagi, koperasi yang dijadikan sebagai wadah pengelolaan dana justru diakui belum memiliki legalitas resmi. Kondisi ini semakin memperkuat keraguan sebagian wali murid terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.
Meski pihak sekolah menyatakan bahwa program itu telah melalui rapat koordinasi dengan komite dan wali murid, namun penetapan nominal yang sama kepada seluruh siswa tetap menimbulkan pertanyaan: apakah ini benar bentuk pembelajaran kewirausahaan, atau justru praktik pungutan yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah negeri. (Azis)***