Dugaan Pungli di SMPN 7 Bangkalan, Pungutan Rp100 Ribu per Siswa Dipertanyakan Wali Murid dan Disorot Soal Transparansi Dana
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Kebijakan penggalangan dana sebesar Rp 100.000 per siswa di SMPN 7 Bangkalan dipertanyakan dari sejumlah wali murid. Mereka meragukan transparansi serta kejelasan peruntukan dana tersebut,
Salah satu wali murid mengaku memang pernah dilibatkan dalam rapat bersama pihak sekolah dan komite. Namun menurutnya, dalam pertemuan tersebut tidak semua wali murid memahami secara jelas mekanisme pengelolaan maupun kepastian pengembalian dana yang dipungut dari siswa.
“Memang benar kami dilibatkan dalam rapat koordinasi dengan komite sekolah. Tapi kami juga belum paham apakah dana itu benar-benar akan dikembalikan setelah anak kami lulus sekolah,” ujarnya.
Wali murid mengaku pungutan yang ditetapkan memiliki nominal tetap, yakni Rp 100.000 per siswa itu dinilai tidak lagi sekadar bentuk partisipasi sukarela, melainkan sudah menyerupai pungutan wajib yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 7 Bangkalan yang akrab disapa Lita membenarkan adanya penggalangan dana sebesar Rp 100.000 kepada siswa. Menurutnya, dana tersebut merupakan bagian dari program pembelajaran kewirausahaan bagi siswa di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa dana yang terkumpul kemudian dikelola melalui koperasi sekolah (kopsis) untuk membeli beberapa kebutuhan siswa, seperti alat tulis kantor (ATK) dan kalender yang dibagikan kepada siswa.
“Dana sebesar itu kami gunakan untuk memberikan pendidikan kewirausahaan kepada siswa dan dikelola melalui koperasi sekolah serta dibelanjakan untuk pembelian kalender dan beberapa alat tulis yang diperlukan siswa,” terang Lita saat dikonfirmasi awak media, Senin (9/3)
Di SMPN 7 Bangkalan sendiri tercatat sekitar 200 siswa. Dengan jumlah tersebut, dana yang terkumpul dari pungutan itu tentu mencapai puluhan juta rupiah jika dihitung secara keseluruhan.
Meski demikian, Dita juga mengakui bahwa koperasi sekolah yang digunakan untuk mengelola dana tersebut belum memiliki legalitas resmi sebagaimana koperasi pada umumnya. Bahkan, koperasi itu disebut belum memiliki kelengkapan administrasi seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Koperasi ini memang skopnya kecil hanya di ruang lingkup sekolah, makanya legalitas kami tidak punya seperti AD ART,” akunya.
Di SMPN 7 Bangkalan sendiri tercatat sekitar 200 siswa. Dengan jumlah tersebut, dana yang terkumpul dari pungutan itu tentu mencapai puluhan juta rupiah jika dihitung secara keseluruhan.
Meski demikian, Dita juga mengakui bahwa koperasi sekolah yang digunakan untuk mengelola dana tersebut belum memiliki legalitas resmi sebagaimana koperasi pada umumnya. Bahkan, koperasi itu disebut belum memiliki kelengkapan administrasi seperti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Koperasi ini memang skopnya kecil hanya di ruang lingkup sekolah, makanya legalitas kami tidak punya seperti AD ART,” akunya.
Ia juga menyebutkan bahwa program penggalangan dana tersebut hanya berlangsung selama dua periode atau dua tahun. Alasannya, program tersebut dinilai kurang efisien untuk dikembangkan melalui koperasi sekolah.
Menurutnya, dana yang dipungut dari siswa akhirnya dikembalikan kepada para siswa ketika mereka lulus sekolah.
“Dana tersebut sudah dikembalikan ketika siswa lulus sekolah sebesar Rp 100.000 dan sebanyak Rp 2.500 sebagai sisa hasil usaha,” jelasnya.
Namun di tengah penjelasan pihak sekolah tersebut, sejumlah pihak menilai praktik penggalangan dana dengan nominal yang telah ditentukan tetap berpotensi melanggar aturan. Dalam dunia pendidikan, pungutan kepada siswa pada dasarnya tidak diperbolehkan apabila bersifat wajib dan ditentukan besarannya, terlebih jika dikelola oleh pihak sekolah.
Apalagi, koperasi yang dijadikan sebagai wadah pengelolaan dana justru diakui belum memiliki legalitas resmi. Kondisi ini semakin memperkuat keraguan sebagian wali murid terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut.
Meski pihak sekolah menyatakan bahwa program itu telah melalui rapat koordinasi dengan komite dan wali murid, namun penetapan nominal yang sama kepada seluruh siswa tetap menimbulkan pertanyaan: apakah ini benar bentuk pembelajaran kewirausahaan, atau justru praktik pungutan yang seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah negeri. (Azis)***
Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan Akhirnya Punya Sekretariat, Aspirasi Lama BEM Terwujud
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Organisasi mahasiswa (ORMAWA) STKIP PGRI Bangkalan akhirnya memiliki sekretariat sendiri. Fasilitas tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan kunci oleh pimpinan kampus kepada Ketua Ormawa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM STKIP PGRI Bangkalan, Senin (9/3/2026).
Penyerahan kunci dilakukan oleh Wakil Ketua II bidang Administrasi dan Keuangan Ruski, M.Pd., bersama Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan Khoirul Anwar, M.Pd., dalam forum yang digelar di ruang rapat kampus.
Keberadaan sekretariat ORMAWA ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi mahasiswa yang sebelumnya disampaikan melalui BEM KM STKIP PGRI Bangkalan dalam forum audiensi dengan pimpinan kampus pada 14 Januari 2026.
Menteri Koordinator Politik BEM KM STKIP PGRI Bangkalan, Anas Ruhul Qudus, mengapresiasi langkah pimpinan kampus yang dinilai telah merespons kebutuhan mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih karena pimpinan kampus telah mendengarkan aspirasi mahasiswa. Kehadiran sekretariat ini menjadi ruang penting bagi aktivitas organisasi, sekaligus tempat konsolidasi bagi ORMAWA dalam menjalankan program-program kemahasiswaan,” ujarnya.
Wakil Ketua II Ruski berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh organisasi mahasiswa.
“Semoga sekretariat ini dapat dijaga kebersihannya dan dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat aktivitas organisasi mahasiswa, sekaligus menjadi penunjang kemajuan program studi masing-masing,” kata Ruski.
Ia juga menilai penyerahan sekretariat ini sebagai momentum penting bagi sejarah organisasi mahasiswa di kampus tersebut.
“Selama ini ORMAWA belum pernah memiliki sekretariat sendiri. Hari ini aspirasi mahasiswa yang disuarakan BEM akhirnya bisa direalisasikan oleh pimpinan kampus,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan Khoirul Anwar menegaskan pihak kampus tetap membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa.
“Kami berharap komunikasi tetap berjalan baik. Pimpinan tidak akan tuli terhadap aspirasi mahasiswa dan tidak akan menutup mata terhadap kondisi yang dihadapi mahasiswa,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan 2026, Abdur Rohman, menyoroti ketidakhadiran Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatullah, dalam forum tersebut.
“Ini momen penting bagi mahasiswa. Ketidakhadiran Ketua STKIP PGRI Bangkalan tentu menimbulkan tanda tanya. Bisa saja beliau memiliki agenda lain, namun fakta di lapangan menunjukkan beliau tidak pernah hadir dalam kegiatan ORMAWA maupun forum mahasiswa. Karena itu wajar jika mahasiswa mempertanyakan komitmen pimpinan terhadap ruang dialog dengan mahasiswa,” tegas Abdur Rohman.
Dengan penyerahan kunci tersebut, organisasi mahasiswa di STKIP PGRI Bangkalan kini resmi memiliki sekretariat sebagai ruang aktivitas dan koordinasi organisasi di lingkungan kampus. (Azis)***
Koramil 0829-03/Kamal Hadiri Khotmil Qur’an dan Peringatan Nuzulul Qur’an di UTM
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Anggota Koramil 0829-03/Kamal menghadiri undangan kegiatan Khotmil Qur’an dan peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jumat (6/3/26).
Kehadiran Koramil dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan sekaligus mempererat sinergitas dengan unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama, di antaranya Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Nanang Fathur Rozi yang diwakili Danramil 0829-03/Kamal Kapten Arm Muasari, Danlanal Batuporon, Kajari Bangkalan Noer Adi, KH Mauridi Masyudi dari Komisi Fatwa MUI Kabupaten Bangkalan, Babinsa Telang, serta Kepala Desa Telang.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta bersama-sama mengikuti rangkaian khotmil Qur’an serta tausiyah yang mengangkat makna turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Momentum Nuzulul Qur’an ini menjadi sarana memperkuat nilai-nilai spiritual, persatuan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, khususnya di bulan suci Ramadan.
Danramil 0829-03/Kamal Kapten Arm Muasari menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan unsur Forkopimda dan tokoh agama.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi wilayah yang aman dan kondusif,” ungkapnya. (Azis)***
Koramil Arosbaya Hadiri Konsolidasi MUI dan Buka Puasa Bersama di Desa Dlemer
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Memberitakan Dalam rangka mempererat sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat, Koramil 0829-13/Arosbaya menghadiri kegiatan konsolidasi organisasi Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Arosbaya yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jumat (6/3/26).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plh Danramil 0829-13/Arosbaya Pelda Ahmad Dhorie bersama dua orang Babinsa.
Kehadiran aparat teritorial ini merupakan bentuk dukungan TNI dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan para ulama serta unsur masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Selain dihadiri unsur Koramil, kegiatan juga diikuti Camat Arosbaya beserta staf, Kapolsek Arosbaya bersama Bhabinkamtibmas, Dewan Pimpinan MUI Kecamatan Arosbaya, Kepala Desa Dlemer, Kepala Desa Mangkon, Ketua Yayasan Al-Aziyah, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Dlemer.
Plh Danramil 0829-13/Arosbaya Pelda Ahmad Dhorie menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi yang dirangkai dengan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah, dan para ulama.
“Melalui kegiatan seperti ini diharapkan sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan serta kerukunan di wilayah Kecamatan Arosbaya,” ujarnya. (Azis)***
Takwa Tanpa Jeda, Ikhlas Tanpa Tapi: Pondok Ramadan SMPN 2 Kwanyar Ajarkan Ibadah dan Kepedulian Sosial
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – SMP Negeri 2 Kwanyar menggelar kegiatan Pondok Ramadan sebagai bagian dari pembinaan karakter religius bagi para siswa selama bulan suci. Kegiatan yang mengusung tema “Takwa Tanpa Jeda, Ikhlas Tanpa Tapi” ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 2 hingga 6 Maret 2026.
Program Pondok Ramadan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran keagamaan yang lebih mendalam kepada para siswa.
Tidak hanya melalui teori di kelas, kegiatan ini juga menekankan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal ibadah dan kepedulian sosial.
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai agenda keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca kitab suci.
Selain tadarus, para siswa juga mendapatkan materi mengenai keutamaan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Materi tersebut disampaikan oleh para guru untuk menanamkan pemahaman tentang makna kesabaran, pengendalian diri, serta nilai spiritual yang terkandung dalam ibadah puasa.
Pembelajaran tentang ibadah sholat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para siswa dibimbing untuk memahami tata cara sholat yang benar serta pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah wajib sehari-hari.
Tak hanya itu, para siswa juga dibekali pengetahuan mengenai zakat, khususnya zakat fitrah.
Melalui materi ini, siswa diajak memahami pentingnya berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan Pondok Ramadan juga diselingi dengan penyampaian hikayat Nabi dan Rasul. Kisah-kisah tersebut disampaikan sebagai sarana pembelajaran moral agar para siswa dapat meneladani sikap sabar, jujur, dan penuh kasih sayang yang dimiliki para Nabi.
Dalam kegiatan yang bersifat praktik, para siswa diajak membuat kreasi parsel Lebaran yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.
Selain itu, siswa juga terlibat langsung dalam kegiatan berbagi takjil serta pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah.
Kepala SMPN 2 Kwanyar, Rakhmad Adhi Hartyanto, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang makna ketakwaan dan keikhlasan berbagi.
“Sesuai dengan tema, Ramadan kali ini kami fokus memberikan pengalaman belajar tentang ketakwaan ibadah serta indahnya keikhlasan berbagi. Anak-anak belajar membuat kreasi bingkisan Lebaran untuk dibagikan kepada masyarakat tidak mampu, mereka juga belajar mengumpulkan zakat fitrah, mendata masyarakat miskin di sekitar dan mendistribusikannya sendiri dengan didampingi guru,” ujarnya. (Azis)***
Tingkatkan Ibadah Puasa UPTD SDN BUDDAN 2 Gelar Kegiatan Pondok Ramadan Dengan Tema Puasaku Totalitas Ramadhanku Berkwalitas, Belajarku Tuntas
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN –Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. UPTD SDN Buddan 2 Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan Pondok Ramadan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta membentuk karakter dan berakhlak mulia bagi siswa siswinya.
Kegiatan yang dimulai pada tanggal 3 hingga 6 maret 2026 itu, dibagi dalam dua kelompok, hari Selasa tanggal 3 Maret kelas 1,2 dan 3, meliputi kegiatan :Tadarus, Menyusun ayat.
Dan pada hari Rabu tanggal 4 Maret kelas 1,2,dan 3 meliputi Tadarus, Nobar filem keislaman dan Kuis Ramadhan.

Sedangkan untuk kelas 4,5 dan 6 pada hari kamis tanggal 5 maret, kegiatan meliputi: Solat Duha berjemaah,Tadarus dan melukis kaligrafi.
Pada hari Jum’at tanggal 5 maret kelas 4,5, dan 6 dilanjutkan dengan kegiatan, Nobar filem islami serta Kuis Ramadhan.”Hal itu disampaikan oleh Mohammad Romli, S.Pd. kasek SDN Buddan 2, Jum’at,(6/3/26).
Pada kesempatan itu, Mohammad Romli mengucapkan terimakasih atas semangat belajar para siswa siswinya serra dukungan walimurid dalam membina anak – anak untuk bersikap dan berjiwa sosial, peduli antar sesama, tolong menolong serta belajar hidup kebersamaan.
Beliau juga berharap, kegiatan pondok Ramadhan ini dapat membawa manfaat dan meningkatkan iman dan taqwa kepada Alloh SWT Serta tetap semangat dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan ini, dengan tema “Puasaku Totalitas, Ramadhanku Berkwalitas, Belajarku Tuntas”
“Semoga kegiatan pondok Ramadhan dibulan suci ini bisa menjadi moment berharga untuk meningkatkan iman dan amal shaleh, serta mempererat silaturahmi antara siswa, guru, dan wali murid,” ungkapnya.
Lanjut Mohammad Romli, “Puncak daripada kegiatan ini, berakhir pada hari jum’at sore 6 Maret, dengan melakukan kegiatan, bagi-bagi takjil kepada masyarakat setempat dan pengendara kendaraan yang melintas dijalan desa buddan ini.
Ketika adzan Magrib berkumandang acara kita lanjutkan dengan buka puasa bersama, kemudian kita melaksanakan Sholat maghrib berjamaah sebagai penutup acara,” imbuhnya. (Azis)***
Pesantren Ramadhan UPTD SMPN 2 Arosbaya Melalui Gerakan Bangkalan Menghafal Al Qur’an
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dalam rangka menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tentunya kita sebagai umat muslim berlomba-lomba dalam menjalankan ibadah dan segala kebaikan.
Begitu juga dengan UPTD SMP Negeri 2 Arosbaya (Spendubaya) yang kembali menyelenggarakan kegiatan Pesantren atau Pondok Ramadhan Tahun 1447 Hijriyah / 2026 Masehi.
Kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut mulai hari Selasa hingga Kamis, 3 sampai dengan 5 Maret 2026 di Ruang Aula dan Kelas UPTD SMP Negeri 2 Arosbaya, kabupaten Bangkalan.

Kepala UPTD SMP negeri 2 Arosbaya: Bambang Suhariyanto, S. Pd., M. Pd. menuturkan Beberapa moment kegiatan Pesantren Ramadhan yang laksanakan oleh siswa siswinya.
“Kegiatan ini kami awali dengan Pembukaan, lalu melaksanakan sholat dhuha berjamaah, Tadarus Al Qur’an, dan beberapa lomba seperti lomba praktik sholat shubuh, Lomba tartil al qur’an, dan lomba adzan shubuh.” tuturnya,(6/3/26).
Kemudian Bambang Suhariyanto mengucapkan, Bahwa pada hari terakhir, serangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan tersebut, ditutup dengan pengumuman pemenang Juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing lomba hingga pembagian hadiah serta piagam penghargaan bagi pemenang dan sertifikat bagi peserta lomba.
“Semoga dengan telah dilaksanakannya kegiatan Pesantren Ramadhan ini, semua warga UPTD SMP Negeri 2 Arosbaya semakin meningkat keimanan dan ketaqwaan nya serta mendapatkan pahala atas segala ibadah yang telah dilakukan oleh Allah SWT. Aamiin yaa robbal alamin.
“Taqabbalallahu Minna Waminkum, Taqabbal Yaa Kariim, kami segenap warga UPTD SMP Negeri 2 Arosbaya mengucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriyah, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.” tutup Bambang Suhariyanto. (Azis)***
Perkuat Tali Ukhuwah Dibulan Ramadhan UPTD Puskesmas Jaddih Bangkalan Berbagi Takjil, Dan Buka Bersama
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan, 5 Maret 2026 — Bulan suci Ramadhan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Ia bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga waktu yang istimewa untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat. Di bulan penuh rahmat ini, setiap amal kebaikan seakan memiliki makna yang lebih dalam, karena dilakukan dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Semangat itulah yang tampak dalam kegiatan yang digelar oleh UPTD Puskesmas Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, keluarga besar Puskesmas Jaddih bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) mengadakan kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama sebagai bentuk penguatan ukhuwah serta kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 18.30 WIB tersebut diikuti sekitar 50 orang peserta yang terdiri dari para staf Puskesmas Jaddih dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Meski sederhana, suasana kebersamaan yang tercipta terasa hangat dan penuh makna, mencerminkan semangat Ramadhan yang selalu mengajarkan arti berbagi dan mempererat silaturahmi.
Menjelang waktu berbuka, para peserta terlebih dahulu turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas di sekitar kawasan Puskesmas Jaddih. Paket-paket takjil yang dibagikan disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat, terutama para pengguna jalan yang tengah dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan berbagi ini menjadi simbol sederhana namun bermakna: bahwa di bulan Ramadhan, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menebarkan kebaikan, sekecil apa pun bentuknya.
Kepala UPTD Puskesmas Jaddih, drg. Purwanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk membangun kembali hubungan yang lebih erat antar sesama, baik di lingkungan kerja maupun dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah sekaligus sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara keluarga besar Puskesmas Jaddih,” ujar drg. Purwanti.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berbagi takjil, tetapi juga diisi dengan kegiatan religius yang memperkuat nilai spiritual para peserta.
“Kami mengemas kegiatan ini dengan berbagai aktivitas, mulai dari pembagian takjil kepada para pengendara, kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur’an. Menjelang magrib kami melaksanakan salat magrib berjamaah, dan setelah itu diakhiri dengan buka puasa bersama,” jelasnya.
Kegiatan khataman Al-Qur’an yang dilakukan sebelum berbuka menjadi salah satu momen yang sangat khidmat. Lantunan ayat-ayat suci yang dibaca bersama menghadirkan suasana religius yang menenangkan, sekaligus mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperdalam hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Setelah kumandang azan magrib terdengar, seluruh peserta melaksanakan salat magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Di tengah suasana kebersamaan tersebut, drg. Purwanti juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, terutama bagi tenaga kesehatan yang tetap harus menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, menjaga kesehatan tubuh merupakan bagian penting agar seseorang tetap dapat menjalankan ibadah dan aktivitas dengan baik selama bulan Ramadhan.
Ia menekankan pentingnya mengatur pola makan yang sehat dan seimbang, baik saat sahur maupun berbuka puasa.
“Penting untuk memperhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan agar tubuh tetap fit, terutama bagi tenaga kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berada di tengah masyarakat, Puskesmas Jaddih tidak hanya berperan dalam memberikan layanan medis, tetapi juga berupaya membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut: bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga menyentuh nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Di akhir kegiatan, drg. Purwanti bersama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan dan staf Puskesmas Jaddih menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat.
“Marhaban Ya Ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriyah. Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi kita semua,” tutupnya.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Puskesmas Jaddih menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antar manusia. Ketika tangan-tangan saling berbagi, hati-hati pun semakin dekat, dan ukhuwah yang terjalin menjadi kekuatan yang memperindah kehidupan bermasyarakat.
Di tengah kesibukan pelayanan kesehatan yang tak pernah berhenti, keluarga besar Puskesmas Jaddih membuktikan bahwa kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi tetap dapat tumbuh subur di bulan yang penuh rahmat ini. Ramadhan pun menjadi ruang untuk meneguhkan satu pesan sederhana namun mendalam: bahwa kebaikan yang dilakukan bersama akan selalu menghadirkan keberkahan bagi semua. (Azis)***
Paman Diduga Nodai Keponakan, Keluarga Korban Didampingi Kuasa Hukum Lapor Ke Polres Bangkalan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Seorang remaja putri inisial DA (18) dengan didampingi kuasa hukumnya melaporkan suami dari bibi nya sendiri, AD warga desa Morombuh, atas dugaan kekerasan seksual. Peristiwa dinyatakan telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku kelas 10 SMK di wilayah Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.
Ketua LBH Bangkalan Berbagi, Achmad Hartono, S.H., selaku kuasa hukum nya mengungkapkan bahwa peristiwa pertama terjadi sekitar dua hingga tiga tahun lalu. Saat itu, korban masih duduk di SMK kelas 10.
Peristiwa bermula ketika korban mendapat izin orang tuanya untuk belajar mengendarai sepeda motor.
“Awalnya korban dibimbing belajar motor oleh terlapor yang merupakan pamannya yaitu suami dari bibinya. Namun setelah beberapa kali latihan, korban dibawa ke area persawahan di Desa Morombuh, Kwanyar. Di situlah terlapor diduga pertama kali melakukan perbuatan bejatnya,” ujar Hartono, Senin (2/3).
Tidak berhenti di situ. Peristiwa kembali terjadi, kata Hartono saat itu DA yang duduk di kelas 3 SMK tengah menjalani masa magang sambil mengikuti pendidikan Islam dan tinggal di sebuah pondok pesantren di Bangkalan. Disebutkan, pada hari itu Selasa tanggal 17 Februari 2026 DA didatangi ke pondoknya oleh AD sekitar pukul 13.00 WIB.
Lima menit setelah pertemuan tersebut, korban dinyatakan hilang.
“Korban diduga dibawa ke salah satu rumah kerabat terlapor dan berada di sana selama lima hari. Dalam kurun waktu itu, korban kembali diperlakukan tidak senonoh oleh AD,” ungkap Hartono.
Kabar hilangnya DA pertama kali diketahui melalui informasi dari koordinator desa LBH Bangkalan Berbagi Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak wilayah Morombuh. Setelah dikonfirmasi, keluarga membenarkan bahwa putrinya tidak pulang selama lima hari.
“Keluarga sangat panik dan kebingungan. Mereka tidak tahu harus mencari ke mana,” imbuhnya.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah aparat Polres Bangkalan menemukan korban berada di rumah kerabat AD. Korban kemudian dipulangkan ke keluarganya.
Pasca kejadian, tim LBH Bangkalan Berbagi yang dipimpin Achmad Hartono, S.H., bersama Irdiana Kusumawati, S.H., selaku Koordinator Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak, mengunjungi rumah korban. Kondisi psikologis DA disebut sangat memprihatinkan.
“Korban mengalami trauma berat. Ia tidak mau berbicara dengan siapa pun, bahkan dengan orang tuanya sendiri. Korban juga sempat sulit makan dan menunjukkan tekanan mental yang serius,” jelas Hartono.
Setelah melalui proses pemulihan dengan pendampingan keluarga dan aparat, kondisi korban mulai membaik. Atas pendampingan kuasa hukum, keluarga akhirnya melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Polres Bangkalan.
Laporan itu tercatat dengan nomor: LP/B/44/III/2026/SPKT/POLRES BANGKALAN/POLDA JAWA TIMUR.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum Polres Bangkalan bertindak tegas agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan dan kasus serupa tidak kembali terulang. (Azis)***
Koramil 0829-03/Kamal Gelar Patroli Ramadhan, Sasar Jalan Protokol hingga Kafe
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Anggota Koramil 0829-03/Kamal melaksanakan Patroli Ramadhan 1447 H/2026 M pada Senin (2/3/26), dengan titik kumpul di Kantor Kecamatan Kamal.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Patroli menyasar sepanjang jalan protokol mulai dari kawasan Telang hingga Tanjung Jati, termasuk warung dan kafe di wilayah Kecamatan Kamal.
Petugas memberikan imbauan secara persuasif kepada pemilik usaha dan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta menghormati suasana ibadah puasa.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur lintas sektoral, yakni Kasi Trantib Kecamatan Kamal, Ketua MUI Kamal, Babinsa Koramil 0829-03/Kamal Serda Agus, Bhabinkamtibmas Polsek Kamal, serta Satpol PP Kecamatan Kamal.
Sinergi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Babinsa Serda Agus menegaskan, patroli Ramadhan merupakan upaya preventif untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Kami ingin suasana Ramadhan di Kamal tetap tertib dan penuh kekhusyukan,” ujarnya. (Azis)***