Dengan dalih UU PPA dan Kemanusiaan
Warta pena satu-Banten
Dengan Dalih Dilindungi UU PPA Dan Kemanusian Pihak Polsek Rajeg Enggan Tangkap Dan Tahan Tersangka 170 KUHP (Pengeroyokan/Penganiayaan).

Dalam kasus tindak pidana 170 KUHP yang sedang berproses di polsek rajeg harus mendapat perhatian khusus baik oleh Polda Banten atau pun Mabes polri.

Hampir 6 bulan lamanya perkara ini berjalan namun tak pernah ada kepastian hukum atau pun keadilan untuk pihak korban 170 KUHP.
Dalam prosesnya keluarga korban berupaya agar tersangka 170 KUHP dapat ditahan namun hal itu tidak dilakukan aparat kepolisian polsek rajeg.
Kanit reskrim polsek Rajeg IPDA Doni S.H menyampaikan “bukan pihak kami tidak mau melakukan penangkapan,mengingat tersangkanya sedang sakit dan bukan orang jauh,terus koperatif masih bisa dihadirkan oleh kuasa hukumnya,rasa kemanusian,dan dilindungi UU PPA,jadi untuk apa dilakukan penahanan”,jelasnya pada rabu malam (10/09/2025) dikantornya.
Selain itu dirinya juga menambahkan akan turun langsung kelapangan guna menemui tokoh-tokoh masyarakat,kepala desa dan lain-lain agar bisa dilakukan mediasi,imbuhnya.

Namun para pakar hukum tidak sependapat dengan kanit reskrim polsek rajeg mengingat intimidasi yang dilakukan secara lisan oleh tersangka berpotensi dapat mengulang kejadian yang sama.
Menurut ahli hukum pidana internasional Mochamad Moro Asih, S.H., M.H., C.I.H., C.I.L., C.L.A menyampaikan melalui pesan whatsapp “Dalam proses penyidikan tindak pidana Pasal 170 KUHP, kondisi kesehatan tersangka memang dapat menjadi pertimbangan penyidik untuk tidak melakukan penahanan sementara waktu. Namun, pertimbangan tersebut wajib dibuktikan secara sah melalui dokumen resmi berupa surat keterangan dokter, hasil diagnosa, rekam medis, maupun surat jaminan dari pihak keluarga atau penasihat hukum tersangka,
Apabila pihak kepolisian hanya menyampaikan alasan sakit tanpa menyertakan bukti medis, maka hal tersebut tidak memiliki kekuatan formil untuk menunda proses penahanan. Sebaliknya, kondisi ini justru berpotensi menimbulkan keraguan publik terhadap profesionalitas dan independensi penyidik”,ungkapnya.
Selain itu dirinya menambahkan Adapun terhadap tersangka kedua, yakni NH, yang dalam keadaan sehat walafiat, seharusnya tidak ada alasan hukum untuk tidak dilakukan penahanan sepanjang syarat subjektif maupun objektif Pasal 21 KUHAP terpenuhi. Hal ini penting agar proses penyidikan tidak dianggap tebang pilih dan tetap menjamin rasa keadilan bagi korban,harus melihat profesionalitas penyidik,dan tidak ada kejahatan pembiaran,imbuhnya.
Ditemui di kediamannya M.Abdulloh selaku pelapor menyampaikan” saya setiap menanyakan ke Kanit Polsek Rajeg cuma di suruh sabar dan minta waktu terus menerus sementara perkara ini sudah mau 6 bulan,terus kita sebagai korban mau minta keadilan kemana lagi bang”,jelasnya pada (14/09/2025).
- Hingga berita ini di terbitkan awak media masih menunggu penjelasan humas Polda Banten dan Polresta Tangerang guna menyelesaikan permasalahan ini.
Gawatt! Diduga Kades Tobat Dilaporkan ke Polda Banten, Terkait menggusur masjid ,yang sedang di pakai ibadah oleh masyarakat.
warta pena satu- Banten

Waduuh Gawaat! Diduga Kades Tobat kecamatan Balaraja , Dilaporkan Ke Polda Banten, Terkait masjid Pemilik Masyarakat Di Robohkan Oleh Oknum Kades Dengan Alat Berat/excavator.
Kabupaten Tangerang, Kamis 04/09/2025.
Atas Viralnya Disosial media,tiktok/FB, Terkait masjid yang Sedang di Ibadahi oleh Masyarakat Dirobohkan Diduga Oleh Oknum Kepala Desa Tobat, Kecamatan Balaraja.

‘Peristiwa ini sempat memicu keresahan publik hingga viral di media sosial. Kepala Desa Tobat pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka didampingi Bupati Tangerang. Ia berjanji akan menghibahkan lahan dan membangun kembali masjid di lokasi yang telah disepakati. Namun, hingga kini pembangunan baru sebatas peletakan batu pertama tanpa ada tindak lanjut nyata.
Merasa dirugikan dan dilecehkan, Oki Agus Tiawan, bersama Ketua Umum H. TB Endang, menggandeng kuasa hukum Amrizal Syaufi, SH., MH. & Partner, untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum tersebut ke Polda Banten.
“Kasus ini tidak bisa dibiarkan. Masjid adalah simbol ibadah umat Islam, perobohan tanpa musyawarah jelas mencederai hak masyarakat. Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” tegas Oki.
Potensi Jeratan Hukum
Menurut pengamat hukum yang ditemui Awak media, tindakan perobohan masjid tanpa dasar musyawarah berpotensi melanggar beberapa aturan:
1. KUHP Pasal 156a dan Pasal 170 – mengatur larangan perusakan tempat ibadah serta perbuatan yang menimbulkan permusuhan atau penghinaan terhadap suatu golongan. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat pidana penjara.
2. UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya – meskipun belum ada penetapan resmi, masjid yang berdiri puluhan tahun bisa masuk kategori bangunan bersejarah. Penghancuran tanpa izin berpotensi melanggar aturan pelestarian.
3. UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 – kepala desa seharusnya menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah dalam setiap kebijakan pembangunan desa. Perobohan masjid tanpa musyawarah jelas bertentangan dengan amanat UU ini.
Masjid Nurul ihtijarot,dirobohkan pada tgl 5/7/2025, kepala desa tobat , lokasi di pasar Sentiong, kecamatan Balaraja.

Kasus-kasus terkait status perobohan masjid sering kali meresahkan masyarakat. Dan tak jarang membuat kontroversi bahkan menjadi konflik sosial antar kelompok masyarakat. Kasus-kasus yang ramai diperbincangkan media dan menyedot emosi bernuansa sara dalam beberapa tahun terakhir adalah penggusuran yang terjadi masjid Nurul ihtijarot lokasi di pasar Sentiong, kecamatan balaraja. Hasil pencarian kasus yang mencuat menimbulkan kontroversi dan dimuat media online adalah sebagai berikut.
– Ruislag lahan dan penggusuran Masjid ihtijarot, di pasar Sentiong ,Desa Tobat Kecamatan Balaraja, dirobohkan pada tgl 5/7/ 2025.
masjid merupakan suatu hal yang sensitif dan menyulut emosi masyarakat. Tentu saja karena masjid memiliki tempat istimewa bagi Muslim, bernuansa sakral, spiritual keagamaan, serta ada kultur sosial yang sudah terjalin yang mengukuhkan kedekatan emosional warga. Dalam bahasa lain, masjid memiliki ruang-ruang sosial dan spiritual (social and religious spheres), bukan hanya sekedar bangunan fisik. Wajar saja, jika tidak berhati-hati, kontroversi dan konflik bisa muncul, terlepas proses administirasi prosedural sudah dilakukan. Contohnya terlihat dalam kasus ruislag tanah masjid Raudhatul Islam, kasus no 3 di atas. Ini harus menjadi pelajaran berharga, bahwa proses administrasi harus dibarengi dengan proses musyawarah dan edukasi yang cukup. Harus dipahami bahwa emosi akan mengemuka ketika penggusuran atau ruislag melibatkan pihak lain yang diaggap tidak mewakili kepentingan umum, alias untuk kepentingan komersial. Terlebih lagi jika ada intimidasi dari pihak-pihak yang dianggap memiliki
kuasa seperti para pejabat maupun pengusaha demi kepentingan politik.
Nyawa Yang Murah Di Negeri Bernama Tanah Air
Keterangan Gambar: Ahmadi, S.Sos
Affan Kurniawan (21) barangkali hanya ingin mengantarkan makanan. Tak pernah ia kira malam itu menjadi orderan terakhirnya. Tubuh mudanya remuk dilindas mobil baja, sekeras besi yang tak mengenal empati.
Sumari (60) tak tahu tidurnya di atas becak di Pasar Gede Solo menjadi tidur paling panjang. Lelaki renta asal Pacitan itu mungkin hanya lelah, menyerah sejenak dari kerasnya hidup. Namun siapa sangka, gas yang menyapu udara malam ikut merenggut napas terakhirnya.
Di Makassar, Abay dan Sarina, dua anak muda yang memilih menjadi pegawai negeri, tak pernah menduga gedung tempat mereka bekerja menjadi api neraka. Mereka hangus bersama mimpi, bersama bangunan yang berubah jadi puing. Saiful Akbar pun menyusul, namanya masuk dalam daftar panjang korban yang tak pernah meminta kematian sesegera itu.
Lalu ada Rusmadiansyah (26), tubuhnya menjadi sasaran amarah sekelompok orang misterius. Entah siapa, entah kenapa. Yang jelas, darahnya tumpah di jalan, tertulis sebagai berita singkat, padahal ia adalah anak dari seorang ibu, mungkin kakak dari adik-adik yang menunggunya pulang.
Dan Rheza Sendy Pratama, mahasiswa yang pulang dari demonstrasi bukan dengan cerita perjuangan, melainkan dengan tubuh yang dingin.Namanya kini hanya disebut di lorong-lorong rumah sakit, bukan lagi di ruang kelas.
Mereka semua bukan siapa-siapa di panggung kekuasaan. Nama mereka tak tercetak di undangan kenegaraan, tak dipanggil presiden untuk menerima tanda jasa, tak masuk headline kecuali sebagai berita duka. Mereka hanyalah rakyat kecil, yang bahkan tak tahu isi naskah kebijakan, yang asing dengan teori Karl Marx, yang berpendapat bahwa konflik sosial timbul dari ketimpangan kelas dan pertentangan kepentingan ekonomi antara kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Atau bahkan teori konspirasi ala pengamat politik lainnya. Dan mungkin tak peduli dengan skema konspirasi politik. Yang mereka tahu hanya satu: hidup itu sulit, jadi harus terus bekerja.
Affan bekerja malam-malam demi rating pelanggan. Sumari tetap mangkal meski usia renta. Abay, Sarina, dan Saiful lembur demi tanggung jawab. Rusmadiansyah dan Rheza mungkin hanya ingin bersuara, menyampaikan keresahan yang sederhana. Dan kini, semuanya terhenti.
Dalam hitungan hari, nyawa-nyawa itu terkubur. Bersama mereka, terkubur pula tawa keluarga, harapan anak-anak, dan doa-doa yang tak sempat dijawab. Betapa murahnya nyawa di negeri ini. Semurah angka statistik, semurah narasi resmi yang dingin tanpa air mata.
Sementara itu, halte terbakar, gedung DPRD hangus. Andai begini keadaannya, saya makin teringat pada ucapan Ahmad Sahroni, seorang politikus NasDem, yang pernah menyebut rakyat dengan diksi “tolol”.
Barangkali memang begitu nasib kami-dipaksa tampil sebagai orang “tolol” di panggung pertunjukan yang bahkan kami tak tahu skenarionya.
Saya pun, sebagai bagian dari rakyat, sering merasa diri ini begitu “tolol”-bukan karena bodoh, melainkan karena bingung membaca situasi yang kian keruh. Alih-alih suara keresahan kami didengar, justru telinga ini dijejali teori cocokologi: tentang pusaran politik, tarik-menarik kuasa, geng Solo atau Hambalang, bahkan gosip politik yang merembes hingga ke pos ronda kampung. Sekonyong-konyong, rakyat jelata pun dipaksa jadi pengamat politik dadakan.
Namun bagi saya, geng Solo atau Wonogiri, Hambalang atau Jonggol, semuanya hanyalah nama belaka. Yang penting bukanlah kubu siapa melawan siapa, melainkan nurani itu sendiri. Andai semua pihak kembali pada satu kalimat sederhana dari penyair WS. Rendra- “Bahwa Nurani ialah hakim adil”-niscaya tak akan ada situasi seperti yang kini kita saksikan.
Kita diminta cooling down. Kita diminta jaga warga. Dan memang, rakyat siap menjaga rakyat. Tapi siapa yang menjaga kami dari kekuasaan yang abai? Siapa yang menjaga kami dari aparat yang kehilangan kendali? Siapa yang menjaga kami dari politikus yang hanya pandai bicara?
Gus Dur pernah berkata, “Ada yang lebih penting dari politik, yakni kemanusiaan.” Kini kita melihat, kemanusiaan itu terkoyak. Negeri yang katanya penuh tata krama dan nilai adi luhur, kini hanya menyisakan wajah garang.
Dalam beberapa hari terakhir, bangsa ini kehilangan senyum. Senyum itu terbakar bersama gedung, pudar bersama gas air mata, hancur bersama tubuh-tubuh yang terbujur.
Dan kita, rakyat kecil, hanya bisa mengirim doa, sambil bertanya lirih: apakah nyawa kami benar-benar semurah ini?
Istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan Pembacaan Asma Badar Bersama Ansor-Banser Kabupaten Tangerang
Tangerang – kader Ansor Banser Kabupaten Tangerang bersama kiai serta jamaah Nahdliyin menggelar istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar pada Senin (1/9/2025) malam. Acara berlangsung khidmat di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini digagas sebagai wujud kepedulian spiritual terhadap keamanan dan ketenangan negeri. Melalui doa bersama, para kader muda NU berharap bangsa Indonesia tetap dalam lindungan Allah SWT dari segala bentuk ancaman, sekaligus semakin kokoh menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang M.Asdiansyah, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa istighotsah dan dzikir bersama ini menjadi pengingat pentingnya kekuatan doa dalam menjaga tanah air. Menurutnya, peran pemuda tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga harus menghadirkan ikhtiar batin melalui doa.
Suasana acara semakin khidmat ketika lantunan istighotsah menggema, diikuti dengan pembacaan Asma Badar secara serempak oleh seluruh Kader NU. Doa-doa itu dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat, serta terhindarnya negeri dari perpecahan maupun bencana.
Selain jajaran pengurus Ansor dan Banser, kegiatan ini juga dihadiri tokoh ulama NU setempat. Kehadiran mereka memberikan dorongan moral sekaligus teladan bahwa menjaga bangsa dapat ditempuh melalui kekuatan spiritual yang bersumber dari nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Para kader berharap kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan, bukan hanya dalam momentum tertentu, melainkan menjadi bagian dari tradisi kebangsaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, doa bersama menjadi kekuatan kolektif dalam merawat persatuan dan ketenteraman tanah air.
Melalui istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar ini, Ansor-Banser Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga keamanan negeri. Mereka menegaskan bahwa doa dan kerja nyata harus berjalan beriringan demi terciptanya Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera.
Ribuan kader NU padati alun alun kota serang untuk menghadiri pelantikan PWNU Banten
Serang, – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-Alun Kota Serang, Senin (25/8/2025), dalam rangka pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten. Kehadiran para kader dan simpatisan ini menandai besarnya antusiasme warga NU terhadap agenda yang dianggap penting bagi perkembangan dakwah serta penguatan peran sosial keagamaan di Banten.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Kehadirannya disambut hangat ribuan jamaah yang telah sejak pagi menunggu di lokasi. Ia hadir didampingi Gubernur Banten Andra Soni, para ulama karismatik Banten, serta sejumlah tokoh penting lainnya.


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat meskipun diguyur hujan. Para peserta yang hadir tetap bertahan di area alun-alun. Bagi mereka, hujan bukanlah penghalang untuk menyaksikan momentum penting bagi perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya peran NU dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan agar kader-kader NU di Banten terus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, sosial, hingga ekonomi kerakyatan. “NU harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata, bukan hanya dalam tataran wacana,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kiprah NU yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan. Ia berharap, Muskerwil PWNU Banten dapat menghasilkan program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman.
Para ulama Banten yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa kekompakan kader NU di tingkat akar rumput menjadi modal besar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan peran NU di kancah regional maupun nasional. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara itu menjadi bukti bahwa NU masih menjadi magnet penting dalam dinamika sosial-keagamaan.
Meski hujan turun cukup deras, jalannya acara tetap berlangsung lancar hingga usai. Momen tersebut sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan loyalitas kader NU yang tak luntur oleh cuaca, menjadikan pelantikan dan Muskerwil PWNU Banten kali ini sebagai salah satu peristiwa bersejarah bagi warga NU di tanah Jawara.
Pelantikan pengurus DPN partai PADI
pelantikan pengurus DPN Partai PADI
Tangerang-Banten,Warta pena satu. com

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai PADI resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2025-2030. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, pada Senin (18/8/2025) ini dihadiri oleh ratusan kader partai, tokoh politik nasional, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat.
Presiden Partai PADI, dalam sambutannya menekankan pentingnya soliditas dan kerja keras seluruh pengurus dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus berjuang demi mewujudkan cita-cita partai, yaitu Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.
“Pelantikan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam melayani masyarakat dan membangun bangsa,” ujar presiden PADI . Ia menambahkan, pengurus baru harus mampu membawa Partai PADI menjadi kekuatan politik yang relevan dan berpengaruh dalam percaturan politik nasional.

Susunan pengurus DPN Partai PADI yang baru dilantik terdiri dari berbagai tokoh dengan latar belakang yang beragam, mulai dari politisi senior, akademisi, pengusaha, hingga aktivis muda. Komposisi ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan strategi partai dalam merespons berbagai isu dan permasalahan yang dihadapi bangsa.
Kehadiran tokoh-tokoh ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan elektabilitas Partai PADI di mata masyarakat.

Dalam kesempatan yang baik ini presiden Partai PADI, menyampaikan pesan agar seluruh pengurus senantiasa mengedepankan etika dan moralitas dalam berpolitik. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi partai politik, sehingga harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
- Acara pelantikan pengurus DPN Partai PADI ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para pengurus baru tampak antusias dan bersemangat untuk segera menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan. Mereka berjanji akan bekerja keras untuk memajukan partai dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Kunjungan Kerja Wamenkes RI di Curug: Komitmen Pemerintah dalam Penanggulangan Kusta di Kabupaten Tangerang
CURUG, 14 Agustus 2025 – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (14/08/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau dan membahas strategi penanggulangan kusta di wilayah Kabupaten Tangerang. Acara berlangsung di aula kantor Desa Kadu, Kecamatan Curug, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.


Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD, Ph.D didampingi oleh Bupati Tangerang, Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. Kehadiran Bupati Tangerang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Selain itu, turut hadir pula Sekretaris Camat Curug, Gilang Pratama Putra, S.STP, S.IP, serta beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Acara dimulai dengan sambutan dari Bupati Tangerang yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenkes RI. Beliau menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menanggulangi kusta, yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Bupati juga menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penyakit kusta dan cara pencegahannya.
Prof. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penanggulangan kusta di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Beliau menekankan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Selain itu, beliau juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas hidup para penderita kusta melalui dukungan sosial dan ekonomi.

Beberapa perangkat desa, tokoh masyarakat dan perwakilan dari puskesmas menyampaikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan kusta di lapangan. Wamenkes RI memberikan solusi dan arahan yang konstruktif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lurah Desa Kadu, M. Asdiansyah, SH, sebagai harapan agar upaya penanggulangan kusta di Kabupaten Tangerang dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menanggulangi kusta di Kabupaten Tangerang. Dengan kerjasama yang solid dan komitmen yang kuat, diharapkan penyakit kusta dapat segera diatasi dan masyarakat dapat hidup sehat dan produktif.
Seminar Kewirausahaan Pemuda: Kolaborasi DPK KNPI dan GP ANSOR Curug Sukses Digelar
Curug, 11 Agustus 2025 – Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Curug bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor Curug menggelar seminar kewirausahaan pemuda pada Minggu (10/8/2025) pukul 19.30 WIB. Acara yang berlangsung di Sop Durian BOSTA, Pasirandu, Desa Kadu, Kecamatan Curug ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Ketua KNPI Kecamatan Curug, Bung Ahmadi S.Sos, turut hadir memberikan semangat kepada para peserta. Selain itu, Ketua GP Ansor Kecamatan Curug, Sahabat Irwin Priatna, juga memberikan motivasi agar pemuda Curug semakin bersemangat dalam berwirausaha.



Camat Curug, Arif Rachman Hakim S.STP, M.SiM, beserta Sekretaris Camat, Gilang Pratama Putra, S.STP., S.IP, juga hadir memberikan dukungan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung pengembangan potensi pemuda di bidang kewirausahaan.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Curug, KH. Aang Munawar, M.Ag. turut memberikan tausiyah dan doa untuk kesuksesan acara. Dukungan dari tokoh agama ini memberikan keberkahan tersendiri bagi para peserta seminar.
Dari tingkat kabupaten, hadir Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten, M. Asdiansyah, S.H, dan Ketua DPK KNPI Kabupaten, M Yusuf Basnar, S.H. Keduanya memberikan pandangan dan pengalaman mereka dalam berorganisasi dan berwirausaha.


Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Fahrizal Azmi, mengajak seluruh peserta untuk merumuskan masukan-masukan konstruktif terkait kewirausahaan. Ia berjanji akan mengupayakan pengajuan dari masukan-masukan tersebut agar dapat direalisasikan demi kemajuan pemuda Curug.
Pembentukan panitia HUT RI ke-80 Desa Kadu
KADU,wartapenasatu.com— Desa Kadu,kecamatan curug,kab.tangerang. dengan antusias menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80. Sebagai langkah awal, pada Senin (21/7/2025), desa tersebut menggelar rapat pembentukan panitia HUT RI. Rapat yang berlangsung diaula desa kadu ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, menunjukkan semangat kebersamaan dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan.


Tokoh-tokoh penting Desa Kadu turut hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya adalah Bpk Adang Akbarudin, Ketua Umum PHBI sekaligus Sekjen KONI Kabupaten Tangerang yang akrab disapa Bang Abex. Kehadirannya menunjukkan dukungan penuh dari organisasi olahraga terhadap perayaan HUT RI di tingkat desa. Selain Bang Abex, turut hadir Ustd. Endang Alim, Ketua LPTQ Desa Kadu; Bpk. M. Asdinsyah, SH, Lurah Desa Kadu; Bpk Wangga Aditya, Sekretaris Desa; Bpk Marfi Junani, Ketua BPD; dan Adi Yuliatin, Pembina Paskibra Desa Kadu.

Partisipasi aktif mahasiswa KKN UIN Ciputat dan anggota Paskibra Desa Kadu juga menambah semarak rapat pembentukan panitia. Kehadiran mereka menunjukkan semangat generasi muda dalam turut serta memeriahkan perayaan HUT RI. Mereka diharapkan dapat memberikan ide-ide kreatif dan membantu kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan.
Dalam rapat tersebut, disepakati berbagai rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT RI ke-80. Salah satu program unggulan adalah penyediaan makan siang gratis bagi seluruh warga Desa Kadu yang hadir di lapangan selama perayaan. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Selain makan siang gratis, panitia juga merencanakan atraksi paralayang sebagai hiburan utama. Empat paralayang akan menampilkan atraksi terbang di atas langit Desa Kadu, memberikan pemandangan yang spektakuler bagi warga dan pengunjung. Atraksi ini diharapkan mampu menarik minat warga dari desa-desa sekitar untuk turut merayakan HUT RI di Desa Kadu.
Lebih lanjut, panitia akan merumuskan detail kegiatan dan jadwal pelaksanaan perayaan HUT RI ke-80. Mereka akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan seluruh rangkaian acara. Anggaran dan sumber daya yang dibutuhkan juga akan segera dibahas dan disiapkan.
Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, diharapkan perayaan HUT RI ke-80 di Desa Kadu akan menjadi momen yang berkesan dan bermakna bagi seluruh warga. Perayaan ini diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan di tengah masyarakat Desa Kadu.
Banjir membuat lalulintas macet
Banjir Cisereh, Kadujaya Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Cikupa dan Curug
Tangerang, 8 Juli 2025 – Wartapenasatu.com. Hujan deras yang mengguyur wilayah Curug, Tangerang sejak dini hari menyebabkan banjir di kawasan Cisereh, Kadujaya. Banjir dengan ketinggian air bervariasi, mencapai hingga 80 sentimeter di beberapa titik, mengakibatkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Raya Cisereh yang menghubungkan Cikupa dan Curug. Kemacetan bahkan meluas hingga akses keluar Tol Bitung, mengganggu aktivitas warga dan perjalanan menuju berbagai tujuan.


Banjir yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi membuat arus lalu lintas praktis lumpuh total. Kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak dalam kemacetan yang mencapai puluhan kilometer. Beberapa kendaraan terpaksa memutar balik untuk menghindari kemacetan yang semakin parah. Kondisi ini diperparah oleh sempitnya jalan alternatif di sekitar lokasi banjir.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, kepolisian, dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan membantu mengurai kemacetan. Proses evakuasi warga yang terdampak banjir masih berlangsung hingga siang hari ini. Petugas juga berupaya membersihkan jalan dari genangan air dan puing-puing yang terbawa arus banjir.
Kemacetan yang terjadi berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tersebut. Banyak aktivitas bisnis dan perdagangan terganggu akibat sulitnya akses transportasi. Para pekerja yang hendak menuju tempat kerja mengalami keterlambatan, sementara para pedagang mengalami penurunan penjualan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Tangerang hingga sore hari. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah kondisi banjir dan kemacetan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pembenahan infrastruktur dan peningkatan kapasitas saluran air menjadi prioritas utama dalam upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.