AGAMA
Solat Jumat Bersama di Lapas Pekan Baru: Menjalin Ukwah dan Mempersiapkan Integrasi warga Binaan

pekanbaru, WARTAPENASATU.COM Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, pada Jumat, 20 Juni 2025, menyelenggarakan sholat Jumat berjamaah di Masjid At-Taubah. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kerohanian yang intensif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Suasana khidmat menyelimuti ratusan WBP dan petugas Lapas yang beribadah bersama.
Sholat Jumat berjamaah ini bukan sekadar ibadah rutin. Kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan antara petugas dan WBP, membangun rasa saling percaya dan menghormati. Kedekatan yang terjalin diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan mendukung keberhasilan program-program pemasyarakatan. Dengan demikian, proses reintegrasi sosial para WBP dapat berjalan lebih lancar.
Kepala Lapas Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, menyatakan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar penting dalam membentuk karakter WBP. Kegiatan keagamaan yang rutin dan berkualitas diharapkan dapat memberikan asupan rohani yang positif, membantu mereka menjalani masa pidana dengan lebih tenang dan bijak.
“Pembinaan keagamaan bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga proses pembentukan karakter yang religius,” ujar Erwin. Ia berharap melalui kegiatan ini, para WBP semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat spiritualitas mereka, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
Lebih lanjut, Erwin menekankan pentingnya peran pembinaan spiritual dalam proses pemasyarakatan. Dengan beribadah secara berjamaah, para WBP diberikan kesempatan untuk menemukan ketenangan batin, meningkatkan kedisiplinan diri, dan membentuk karakter positif yang akan menunjang keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya.
Melalui kegiatan sholat Jumat berjamaah ini, Lapas Pekanbaru berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan holistik bagi para WBP, meliputi aspek spiritual, mental, dan sosial. Harapannya, para WBP dapat keluar dari Lapas dengan bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif di masyarakat.
Keberhasilan program pembinaan di Lapas Pekanbaru tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari tingkat keberhasilan reintegrasi sosial para WBP ke masyarakat. Sholat Jumat berjamaah ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Lapas Pekanbaru dalam mewujudkan visi tersebut.
Sholat Jumat di Lapas Pekanbaru: Menjalin Ukhuwah dan Mempersiapkan Integrasi Warga Binaan
Sholat Jumat di Lapas Pekanbaru: Menjalin Ukhuwah dan Mempersiapkan Integrasi Warga Binaan

pekanbaru, WARTA PENASATU.COM Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, pada Jumat, 20 Juni 2025, menyelenggarakan sholat Jumat berjamaah di Masjid At-Taubah. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kerohanian yang intensif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Suasana khidmat menyelimuti ratusan WBP dan petugas Lapas yang beribadah bersama.
Sholat Jumat berjamaah ini bukan sekadar ibadah rutin. Kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan antara petugas dan WBP, membangun rasa saling percaya dan menghormati. Kedekatan yang terjalin diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan mendukung keberhasilan program-program pemasyarakatan. Dengan demikian, proses reintegrasi sosial para WBP dapat berjalan lebih lancar.
Kepala Lapas Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, menyatakan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar penting dalam membentuk karakter WBP. Kegiatan keagamaan yang rutin dan berkualitas diharapkan dapat memberikan asupan rohani yang positif, membantu mereka menjalani masa pidana dengan lebih tenang dan bijak.
“Pembinaan keagamaan bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga proses pembentukan karakter yang religius,” ujar Erwin. Ia berharap melalui kegiatan ini, para WBP semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkuat spiritualitas mereka, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik.
Lebih lanjut, Erwin menekankan pentingnya peran pembinaan spiritual dalam proses pemasyarakatan. Dengan beribadah secara berjamaah, para WBP diberikan kesempatan untuk menemukan ketenangan batin, meningkatkan kedisiplinan diri, dan membentuk karakter positif yang akan menunjang keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya.
Melalui kegiatan sholat Jumat berjamaah ini, Lapas Pekanbaru berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembinaan holistik bagi para WBP, meliputi aspek spiritual, mental, dan sosial. Harapannya, para WBP dapat keluar dari Lapas dengan bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif di masyarakat.
Keberhasilan program pembinaan di Lapas Pekanbaru tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari tingkat keberhasilan reintegrasi sosial para WBP ke masyarakat. Sholat Jumat berjamaah ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Lapas Pekanbaru dalam mewujudkan visi tersebut.
Semangat Jelang Hari Bhayangkara, Polresta Palangka Raya Gelar Bakti Religi di Masjid Al-Furqan
Semangat Jelang Hari Bhayangkara, Polresta Palangka Raya Gelar Bakti Religi di Masjid Al-Furqan

Palangka Raya WARTA PENA SATU.COM– Berbagai kegiatan sosial dilakukan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya, Polda Kalteng bersama Polsek jajarannya sebagai wujud semangat menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025.Salah satu kegiatan yakni dengan menggelar bakti religi untuk bergotong royong membersihkan area Masjid Al-Furqan yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (20/6/2025) pagi.

Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. menjelaskan, bakti religi merupakan wujud semangat untuk memberikan kepedulian dan dedikasi bagi masyarakat, sesuai dengan tagline peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yakni ‘Polri untuk Masyarakat’.
“Bakti Religi melalui kegiatan gotong royong yang kami lakukan untuk area Masjid Al-Furqan diharapkan mampu mewakili Polri untuk memberikan kepedulian dan dedikasi bagi masyarakat, sebagai semangat menjelang peringatan Hari Bhayangkara,” jelasnya.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan yang kami lakukan menjelang peringatan Hari Bhayangkara dapat semakin memperkuat komitmen untuk mewujudkan Polri yang presisi, profesional dan berintegritas, sehingga semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya.(Herry Kalteng)
Jelang HUT Bhayangkara ke-79, Polda Kalteng Gelar Tradisi Pengambilan Air Suci di Bukit Batu
Jelang HUT Bhayangkara ke-79, Polda Kalteng Gelar Tradisi Pengambilan Air Suci di Bukit Batu

PalangkaRaya WARTA PENA SATU.COM – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan tradisi pengambilan air suci, yang berlangsung di Telaga Bawin Kameluh, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Katingan, Kamis (19/6/2025) sore.


Prosesi ini merupakan salah satu rangkaian pembinaan tradisi Polri, khususnya dalam menyongsong peringatan Hari Bhayangkara, yang menjadi simbol kesucian, kehormatan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji menjelaskan, air suci tersebut akan digunakan untuk prosesi pencucian Pataka “Manunggal Karya Jaya”, yang merupakan simbol kehormatan Polda Kalteng.
“Pemilihan Telaga Bawin Kameluh sebagai lokasi pengambilan air suci bukan tanpa alasan. Lokasi ini dikenal memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi bagi masyarakat, khususnya suku Dayak,” ungkap Erlan.
Ia menambahkan, prosesi pengambilan air dilakukan secara khidmat dan penuh penghormatan. Air yang diambil kemudian dimasukkan ke dalam kendi khusus dan dikawal satu regu personel kepolisian sambil membawa bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme dan penghormatan terhadap tradisi.
“Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan kesatuan dalam tubuh Polri,” pungkas Kabidhumas.
Prosesi sakral ini diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian Polri kepada masyarakat dan negara, serta mempererat sinergi dengan budaya lokal Kalimantan Tengah.( Herry Kalteng)
Momen Hari Bhayangkara ke-79,Polresta Palangka Raya Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Al-Mim+
Momen Hari Bhayangkara ke-79,Polresta Palangka Raya Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Al-Mim

Palangka Raya Warta Pena Satu – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Mim yang berlokasi di Jalan Semeru, Kota Palangka Raya, Kamis (19/6/2025).

Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Kasubbagbekpal Baglog Polresta Palangka Raya, Iptu Priyoko, kepada pengurus panti sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dan perhatian.
Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kabaglog Kompol Mangatur Tampubolon, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“Momentum Hari Bhayangkara ini kami manfaatkan untuk terus memperkuat hubungan kemanusiaan dengan masyarakat.Semoga bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat bagi adik-adik kita di Panti Asuhan Al-Mim,” ungkapnya.Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kehangatan dan kebersamaan sangat terasa.
Anak-anak panti asuhan pun menyambut dengan antusias dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polresta Palangka Raya. (Herry Kalteng)
Momen Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Palangka Raya Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Al-Mim
Momen Hari Bhayangkara ke-79,Polresta Palangka Raya Salurkan Bansos ke Panti Asuhan Al-Mim

Palangka Raya Warta Pena Satu – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Mim yang berlokasi di Jalan Semeru, Kota Palangka Raya, Kamis (19/6/2025).

Bantuan sosial tersebut diserahkan langsung oleh Kasubbagbekpal Baglog Polresta Palangka Raya, Iptu Priyoko, kepada pengurus panti sebagai bentuk kepedulian institusi Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan dukungan dan perhatian.
Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kabaglog Kompol Mangatur Tampubolon, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
“Momentum Hari Bhayangkara ini kami manfaatkan untuk terus memperkuat hubungan kemanusiaan dengan masyarakat.Semoga bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat bagi adik-adik kita di Panti Asuhan Al-Mim,” ungkapnya.Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kehangatan dan kebersamaan sangat terasa.
Anak-anak panti asuhan pun menyambut dengan antusias dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polresta Palangka Raya. (Herry Kalteng)
Polri untuk Masyarakat: Wakapolresta Palangka Raya Salurkan 50 Paket Bansos di Panti Asuhan Berkah
Polri untuk Masyarakat: Wakapolresta Palangka Raya Salurkan 50 Paket Bansos di Panti Asuhan Berkah

palangkaraya, Warta Pena Satu. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polresta Palangka Raya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan bakti sosial (Baksos). Rabu pagi (18/6/2025), Wakapolresta Palangka Raya, AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan, S.I.K., M.M., bersama para Pejabat Utama (PJU) mengunjungi Panti Asuhan Berkah di Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan Baksos ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran 50 paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako. Paket-paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, dan lainnya. Pemberian bansos ini diharapkan dapat meringankan beban panti asuhan dan membantu mencukupi kebutuhan hidup para anak yatim piatu yang tinggal di sana. Senyum ceria dan rasa syukur terpancar dari wajah anak-anak penghuni panti asuhan saat menerima bantuan tersebut.

Wakapolresta AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Baksos menjelang Hari Bhayangkara ke-79. Tema “Polri untuk Masyarakat” menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak panti asuhan dan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.Penyaluran bansos ini tidak hanya sekadar pembagian sembako, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Polresta Palangka Raya terhadap anak-anak yatim piatu. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan sedikit kelegaan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Polri berkomitmen untuk selalu hadir bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan.
Kegiatan Baksos ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Palangka Raya. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Para PJU Polresta Palangka Raya turut aktif dalam kegiatan penyaluran bansos ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen dan keseriusan Polresta Palangka Raya dalam melaksanakan program Baksos. Hal ini juga menjadi contoh nyata bagi anggota Polri lainnya untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi instansi dan lembaga lain untuk turut serta berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan Baksos ini, Polresta Palangka Raya berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan anak-anak panti asuhan Berkah. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga semangat “Polri untuk Masyarakat” terus terpatri dalam setiap langkah dan tindakan anggota Polri.
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
Jakarta, Warta Pena Satu, 17 Juni 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Khusus Jakarta bakal menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sebagai forum strategis untuk konsolidasi program kerja dan perumusan arah kebijakan organisasi ke depan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 18-19 Juni 2025 dan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
Kegiatan ini akan menjadi ajang refleksi atas capaian sebelumnya sekaligus penguatan peran ulama dalam mengawal pembangunan Jakarta yang humanis dan berkeadaban.
Sebagai ibu kota negara yang tengah bertransformasi menuju kota global, Jakarta menghadapi beragam tantangan sekaligus peluang strategis di tengah dinamika globalisasi. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya, namun juga memerlukan tata kelola yang inklusif, adaptif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, ketertiban, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan.
Ketua MUI DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun menegaskan, Mukerda ini menjadi momentum untuk memastikan agar transformasi Jakarta menuju kota global tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial dan memastikan umat Islam turut aktif dalam proses pembangunan berkelanjutan,” kata Kyai Faiz.
Mukerda ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, hingga perwakilan pemerintah daerah. Diskusi yang berlangsung nantinya akan difokuskan pada isu-isu krusial seperti toleransi antarumat beragama, ketertiban dan keamanan kota, hingga urgensi pelestarian lingkungan hidup.
Dikakatan Kyai Faiz, Mukerda ini diharapkan menjadi titik tolak sinergi antara MUI dan pemerintah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang damai, adil, dan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.
Poin utama Mukerda MUI Jakarta, Pertama, mengevaluasi program kerja MUI tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja yang relevan dengan tantangan zaman. Kedua, memperkuat kontribusi MUI dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Ketiga, meningkatkan kapasitas dan sinergi antar pengurus MUI di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Keempat, menjaring gagasan dari berbagai tokoh dan pemangku kepentingan guna memperkaya perspektif ulama terhadap isu-isu strategis yang dihadapi Jakarta ke depan.
Polsubsektor Baun Bango: Jembatan Emas Polri untuk Masyarakat Katingan
Polsubsektor Baun Bango: Jembatan Emas Polri untuk Masyarakat Katingan


palangkaraya . warta pena satu. Polri kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selasa pagi (17 Juni 2025), Kapolres Katingan, AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K., secara resmi meresmikan Polsubsektor Baun Bango. Berlokasi di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, peresmian ini menandai langkah nyata Polri dalam memperkuat kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Tasik Payawan dan Kamipang.


Peresmian yang dimulai pukul 09.45 WIB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Selain Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres Katingan, turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Katingan beserta pengurus, Ketua Ranting Bhayangkari Tasik Payawan, Camat Kamipang, Danramil 1019-02 Kamipang, Kapolsek Tasik Payawan dan Kamipang, para kepala desa se-Kecamatan Kamipang, serta tokoh masyarakat, agama, adat, dan warga penerima bantuan sosial. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan dan sinergitas yang kuat antara Polri dan seluruh elemen masyarakat Katingan.Dalam sambutannya, Kapolres Katingan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Polsubsektor Baun Bango. Beliau menekankan bahwa keberadaan Polsubsektor ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Peresmian Polsubsektor Baun Bango bukan hanya sekadar seremonial belaka. Acara ini juga diramaikan dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati. Polri menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan warakauri, serta memberikan bantuan peralatan pertanian dan perikanan. Tindakan nyata ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesejahteraan warga dan menjadi simbol sinergitas yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Kehadiran Polsubsektor Baun Bango diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dengan jarak yang lebih dekat dan aksesibilitas yang lebih mudah, masyarakat dapat lebih leluasa menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik membangun kepada pihak kepolisian. Hal ini akan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, sehingga terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Lebih dari sekadar pos polisi, Polsubsektor Baun Bango diharapkan menjadi pusat informasi dan layanan masyarakat. Warga dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi terkait keamanan, mendapatkan bantuan, dan melaporkan permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian, Polsubsektor ini akan menjadi jembatan emas yang menghubungkan Polri dengan masyarakat, memperkuat ikatan, dan membangun kepercayaan.
Dengan diresmikannya Polsubsektor Baun Bango, Polres Katingan telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga, serta memperkuat sinergitas antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Katingan. Semoga Polsubsektor Baun Bango menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina

Jakarta, warta Pena satu, Film Hayya 3 Gaza sukses membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Acara nonton bareng (Nobar) dan meet & greet yang digelar di CGV Bekasi Trade Center pada Sabtu, 14 Juni 2025, dipadati ribuan penonton, membuktikan besarnya empati masyarakat Indonesia.

Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya enam studio CGV Bekasi yang menayangkan film tersebut secara serentak. Salah satu studio bahkan dipesan khusus oleh komunitas Rescue Masyumi Peduli, berkolaborasi dengan Aktivis Alumni ISTN dan grup WhatsApp Palestina Merdeka. Ketiga komunitas ini secara spontan berinisiatif untuk menggelar acara nobar tersebut.

Ketua Panitia Nobar, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa film Hayya 3 Gaza bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata untuk peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina. Lebih dari 1.500 penonton memadati CGV Bekasi, dengan beberapa di antaranya bahkan membeli tiket hanya untuk berdonasi. Keberhasilan film ini juga terlihat dari jumlah penonton yang mencapai 40.000 orang di hari pertama penayangan.Ir. Agung Mandala, pimpinan Rescue Masyumi Peduli, mengungkapkan awalnya acara nobar direncanakan di CGV Lagoon Bekasi pada tanggal 12 Juni, bertepatan dengan penayangan perdana. Namun, karena kendala teknis, acara tersebut dipindahkan ke CGV BTC Bekasi Timur. Ir. Agung Mandala juga memfasilitasi tiket gratis bagi 16 santri yatim dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan 14 anak yatim dari Bendungan Hilir.
Nobar dan meet & greet ini tak hanya dihadiri penonton lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Singapura. Acara tersebut menjadi momen solidaritas yang luar biasa, ditandai dengan penyerahan donasi untuk Palestina Merdeka dari Ir. Agung Mandala kepada sutradara Jastis Arimba, disaksikan oleh aktor Husein Alatas dan para inisiator nobar. Kenang-kenangan berupa kaos juga diberikan kepada Jastis Arimba, Husein Alatas, dan penulis Asma Nadia.
Film Hayya 3 Gaza sendiri mengisahkan Abdullah Gaza, anak yatim piatu berusia 8 tahun yang tinggal di panti asuhan. Kisah menjadi emosional ketika Gaza diculik oleh ayah kandungnya, Beni (diperankan Husein Alatas), yang berniat menjualnya. Karakter Beni yang tragis menjadi sorotan utama dalam film ini.
Sutradara Jastis Arimba, yang berkolaborasi dengan Asma Nadia dan Hayati Ayatillah, mengatakan bahwa film ini, bagian ketiga dari trilogi Hayya yang diproduksi oleh Warna Pictures, dikemas sebagai drama keluarga yang menyentuh dan reflektif. Ia berharap penonton dapat merenungkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara di Palestina.
Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan menyebutnya sebagai karya penting dalam melawan propaganda genosida. Dalam dua hari pertama penayangan, film ini telah ditonton lebih dari 50.000 orang dan masih terus tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jastis Arimba mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan pesan film ini dan mengajak keluarga dan kerabat untuk menonton, mengingat 40 persen keuntungan tiket akan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari publik untuk menjaga agar film ini tetap tayang.
Film yang juga dibintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, dan lainnya ini, dengan lagu tema “Surga Menanti” oleh Melly Goeslaw dan Mostafa Atef, mengusung pesan kemanusiaan yang universal, melewati batas agama, generasi, dan negara.