Daerah

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kriminal,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  SOSIAL

    Cegah Ancaman Kamtibmas, Satsamapta Polresta Palangka Raya Kunjungi Rutan Kelas IIA

    Cegah Ancaman Kamtibmas, Satsamapta Polresta Palangka Raya Kunjungi Rutan Kelas IIA

    Palangka Raya wartapenasatu.com– Dalam rangka mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban, Satuan Samapta (Satsamapta) Polresta Palangka Raya melaksanakan kunjungan dan patroli dialogis ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mendeteksi dini berbagai potensi ancaman kamtibmas, serta memperkuat koordinasi antara Polri dan petugas rutan dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan tahanan.

    Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kasatsamapta AKP Suyatman menjelaskan bahwa kunjungan ini penting untuk memastikan sistem pengamanan berjalan dengan baik, terutama menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

    “Kami melakukan komunikasi aktif dengan petugas Rutan guna menyamakan persepsi dan langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan, baik dari dalam maupun luar rutan,” jelas Suyatman, Senin (30/6/2025).

    Dalam kesempatan tersebut, personel Satsamapta juga memantau langsung sistem pengawasan di sekitar area rutan serta memberikan motivasi kepada petugas jaga agar tetap disiplin dan waspada dalam menjalankan tugas.

    Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat tanggapan positif dari pihak Rutan Kelas IIA Palangka Raya atas dukungan dan sinergi yang diberikan oleh Polresta Palangka Raya. (Herry Kalteng)

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Kriminal,  Opini,  Pendidikan

    Dalam Serah Terima Tugas, Kanit I SPKT Polresta Palangka Raya Antisipasi Premanisme

    Dalam Serah Terima Tugas, Kanit I SPKT Polresta Palangka Raya Antisipasi Premanisme

    Palangka Raya wartapenasatu.com– Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palangka Raya terus meningkatkan kesiapsiagaan.

    Salah satunya ditunjukkan oleh Kanit I SPKT Ipda Puguh Darmadji yang mengambil langkah preventif saat serah terima tugas jaga, Senin (30/6/2025).

    Kegiatan serah terima tugas yang berlangsung di Mako Polresta Palangka Raya ini menjadi momen penting untuk menyampaikan arahan dan pembekalan kepada personel jaga, khususnya dalam mengantisipasi potensi aksi premanisme yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    Dalam arahannya, Kanit I SPKT menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait gangguan keamanan, termasuk ancaman premanisme di wilayah-wilayah rawan.

    Selain itu, personel juga diarahkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani setiap potensi gangguan, tanpa mengurangi ketegasan penegakan hukum terhadap pelaku premanisme dan tindakan meresahkan lainnya.

    Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kanit I SPKT menyampaikan bahwa penguatan fungsi pelayanan dan pengamanan sejak awal pergantian regu jaga menjadi salah satu strategi dalam mencegah gangguan Kamtibmas.

    “Kami ingin setiap personel peka terhadap situasi di lapangan, terutama terhadap aksi premanisme yang kerap terjadi di lokasi-lokasi publik. Kesiapsiagaan dan kehadiran polisi sangat penting untuk menjaga rasa aman masyarakat,” tegasnya. (Herry Kalteng)

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Delapan Penghulu Baru di Sulit Air: Tradisi dan Modernitas Berpadu

    Delapan Penghulu Baru di Sulit Air: Tradisi dan Modernitas Berpadu

    Nagari Sulit Air,Wartapenasatu.Com Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akan menjadi saksi bisu sebuah peristiwa adat yang monumental. Pada tanggal 30 Juni hingga 4 Juli 2025, warga Sulit Air akan merayakan Batagak Panghulu Pasukuan Simabur, sebuah upacara pengangkatan delapan penghulu baru. Peristiwa ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan adat, melainkan juga perpaduan harmonis antara tradisi luhur dan semangat modernitas.

    Delapan figur muda terpilih untuk mengemban amanah sebagai pemimpin adat. Mereka terdiri dari tiga Datuk Ninik dan lima Datuk Andiko, masing-masing membawa visi dan misi untuk memajukan nagari. Nama-nama mereka, Muhammad Rafik SSIT MM Dt Rajo Kuaso, Prof Dr Nuradli Rizwan Shah Dt Marajo, Armaidi Dt Rajo Batuah, Mulyadi Datuk Perhimpunan Andiko Kutie Anyie, DR Charles Simabura SH MH, Datuk Pono Marajo, Effendi Datuk Penghulu Sutan, Risky Risman SE Datuk Lenggang Marajo, dan Syafrianto Datuk Rajo Putieh, akan terukir dalam sejarah Pasukuan Simabur.

    Keunikan Batagak Panghulu kali ini terletak pada pengangkatan delapan penghulu secara serentak. Ketua Panitia, Drs Ahmad Purnama, menjelaskan bahwa ini merupakan peristiwa terbesar yang pernah terjadi di Sulit Air. Acara akbar ini direncanakan akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Solok, Ketua DPRD Solok, Wali Nagari Sulit Air, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan para penghulu dari seluruh Nagari Sulit Air.

    Lebih istimewa lagi, peristiwa ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar perantau dan masyarakat setempat. Drs Ahmad Purnama mengajak perantau untuk pulang kampung dan menyaksikan langsung prosesi adat yang sarat makna ini, sekaligus menghidupkan kembali suasana meriah di Nagari Sulit Air. Kehadiran perantau diharapkan dapat menambah semarak perhelatan adat ini.

    Salah satu figur yang menarik perhatian adalah Prof Dr Nuradli Rizwan Shah, seorang Datuk Ninik yang lahir dan besar di Malaysia. Beliau merupakan seorang profesor dan Guru Besar di Faculty of Economics and Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia. Keberhasilannya di kancah internasional menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

    Pengangkatan Prof Nuradli menunjukkan bahwa kepemimpinan adat tidak hanya diukur dari latar belakang geografis, tetapi juga dari kemampuan dan integritas individu. Beliau pun mengungkapkan kesiapannya untuk mengemban amanah berat ini dengan penuh tanggung jawab, menjaga marwah adat istiadat Nagari Sulit Air, dan menjadi pengayom bagi seluruh masyarakat.

    Batagak Panghulu Pasukuan Simabur 2025 bukan hanya sekadar seremonial adat, melainkan juga tonggak sejarah bagi Nagari Sulit Air. Peristiwa ini menandai regenerasi kepemimpinan adat yang mengabungkan kearifan lokal dengan semangat modern, sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam masyarakat. Semoga kedelapan penghulu baru ini dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi Nagari Sulit Air.

    By: hendrizon permata sinaro

  • Daerah

    PRIA MENINGGAL DI TASIK

    Petugas di rumah kontrakan.PFi

    PRIA MENINGGAL DI TASIK

    Tasik, Media – Pria ditemukan meninggal dalam kamar kontrakan di kampung cinutut kelurahan Linggar Jaya kecamatan Mangunreja kabupatenTasikmalaya, pada hari Minggu (29/6)

    Petugas kepolisian dari Polsek mangunreja bersama Unit identitas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Petugas meminta keterangan sejumlah saksi bahwa pria yang diperkirakan berusia sekira 40 tahun diduga berprofesi juru parkir

    “Setelah menerima laporan, kami langsung ke lokasi untuk olah TKP. Dari informasi awal yang kami peroleh, korban diduga meninggal akibat sakit,” ujar IPTU Arif Soleh, Perwira Pengawas (Pawas) Polres tasikmalaya Kota.

    Korban yang selama ini diketahui berprofesi sebagai juru parkir di sekitar Pasar Cikurubuk, ditemukan pertama kali oleh seseorang yang diduga sebagai teman perempuannya.

    Namun, keberadaan perempuan tersebut kini menjadi tanda tanya, karena ia menghilang tak lama setelah melapor dan tak meninggalkan dokumen resmi.

    Warga sekitar mengaku tak mengenal sosok perempuan tersebut, begitu pula dengan korban. Menurut keterangan warga, korban diketahui tinggal di kontrakan tersebut sejak setahun terakhir, tetapi jarang bersosialisasi dan tidak pernah melapor ke RT atau RW setempat.

    Salah seorang warga menduga korban telah meninggal sejak malam sebelumnya. Seorang perempuan yang mengaku diduga teman perempuan atau istri sirinya, korban seperti tidur sejak malam, katanya.

    Akan tetapi hingga siang tak bangun-bangun. Si Perempuan agak curiga, dia melapor ke RT RW dan diteruskan ke polisi, ungkap Ade, warga sekitar.

    Berdasarkan informasi awal, korban sempat menjalani pengobatan selama empat bulan terakhir, seperti disampaikan oleh teman perempuan korban sebelum menghilang.

    Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut.

    Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menelusuri identitas lengkapnya, termasuk keberadaan perempuan yang sebelumnya melaporkan penemuan jenazah tersebut.Andi

  • Daerah

    LONGSOR TIMPA BOCAH, MENUJU TEMPAT MENGAJI DI TASIK

    Korban tertimpa longsor. PFi

    LONGSOR TIMPA BOCAH, MENUJU TEMPAT MENGAJI DI TASIK

    Tasik, Media – Seorang bocah laki – laki sesaat menuju tempat mengaji Mesjid, tertimpa longsoran, peristiwa yang naas itu terjadi di kampung Mekar Jaya desa Cikubang kecamatan Taraju kabupatennTasikmalaya Jawa Barat , Sabtu petang (28/6)

    Lelaki kecil korban terimbun longsoran itu berinisial Nazril siswa kelas 3 SD cikubang terseret longsor yang terjadi sebab hujan membasahi wilayah taraju seminggu dalam pekan ini.

    Dari peristiwa tersebut, korban yang berusia 10 tahun ini dilarikan ke Puskesmas Taraju yang berjarak sekitar 6 km dari tempat kejadian dan saat ini menjalani perawatan yang intensif oleh medis setempat.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, sabtu petang itu. Sesaat korban mau berangkat mengaji sendirian, ujar Edi Junaidi kepada Media dan , tiba-tiba tebing longsor terus menimpa Si kecil dan terpental, katanya.

    Warga sekitar yang melihat peristiwa longsor yang tiba tiba itu melapor ke aparat desa dan petugas jajaran kepolisian Polsek, Polres kabupaten Tasikmalaya.

    Petugas polisi dari polsek taraju langsung terjun ke lapangan di bantu warga bergotong-royong mengevakuasi korban yang sudah lemas, membawanya untuk pertolongan medis karena mengalami luka, korban dirujuk ke puskesmas taraju .

    Yayan Warga sekitar yang melihat korban mau berangkat ke Mesjid mau mengaji sebab cuaca dari semalam hujan rintik rintik yang membasahi kampung mekar desa Cikubang katanya, mengulangi peristiwa yang sama menimpa Si kecil Nazril.

    Pantauan wartawan Warta Pena Satu dan Pewarta Nasional perwakilan Jakarta, tampaknya tebing yang longsor ada sekitar 10 meteran amburuk yang menimpa korban sempat terpental ke pinggir rumah warga.

    Jajaran Polsek Taraju yang langsung ke tempat kejadian, melakukan olah TKP dan memasang garis off line, supaya menghindari kejadian tidak terulang. (Andy)

  • Daerah

    HUJAN LONGSORKAN HUBUNGAN TASIKMALAYA – GARUT.

    Lokasi longsor Tasik Garut.PFi

    HUJAN LONGSORKAN HUBUNGAN TASIKMALAYA – GARUT.

    Tasik, Media – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Tasikmalaya, melonsorkan hubungan jalan raya Tasikmalaya – Garut terjadi sejak Jumat malam hingga sabtu pagi (28/6)

    Lokasi longsor Jalan Raya Tasikmalaya-Garut, tepatnya di Kampung Babakansari, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.

    Menurut pantauan, terdapat dua titik longsor di kawasan tapal kuda. Kedua titik lonsor berada di jalan provinsi yang menghu bungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kota Garut, Jawa Barat.

    Kapolsek Salawu AKP Dedi Darsono, membenarkan terjadi lonsor barusan dititik kawasan tapal kuda dan anggota sudah meluncur bersama instansi terkait, katanya.

    Longsor pertama terjadi pada tebing setinggi sekitar 40 meter di dekat wilayah Tenjoaringin. Material longsoran berupa tanah dan tanaman menutup saluran irigasi serta sepertiga badan jalan.

    Sementara itu, titik longsor kedua terjadi tidak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di kawasan Tapal Kuda. Tebing setinggi 10 meter runtuh dan menutupi seluruh badan jalan.

    Selain itu, tampak rumpun bambu yang ikut terbawa longsoran. Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas dari Garut ke Tasikmalaya, maupun sebaliknya.

    Saat ini, arus lalu lintas dari arah Garut menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya masih umpuh total. Jalanan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

    “Arus lalin dari arah Garut menuju Tasikmalaya kami alihkan ke perempatan Sukadana,” ucap Aang petugas.

    Hingga pukul 08.45 WIB Sabtu (28/6), petugas personel gabungan masih berupaya mengevakuasi material longsor yang menutupi badan jalan. Belum ada laporan adanya korban dalam kejadian ini.

    Petugas gabungan dari Kepolisian, Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi material longsor.

    Ya anggota kami turun, kita bantu evakuasi longsoran. Mengingat hujan masih deras, maka dibutuhkan kehati-hatian,” kata Jembar Adi Setia Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya

    Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih berlangsung menggunakan alat manual. Longsor ini juga menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama penghubung antar wilayah. (Andy)

  • AGAMA,  Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Kolaborasi Sukses: Ketua SAS Pekanbaru Bapak Aidil Fitsen.,SH dan Bundo Kanduang Tembus Kunjungan Kerja Gubernur Sumbar

    Ketua SAS Pekanbaru Bapak Aidil Fitsen.,SH Bersama Bundo Kanduang Tembus Kunjungan Kerja Gubernur Sumbar

    Pekanbaru, Wartapenasatu.com, Ketua (SAS) Pekanbaru, Aidil Fitsen, SH, bersama Bundo Kanduang SAS Pekanbaru, berhasil menembus kunjungan kerja Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Anshorullah, di ruang pertemuan khusus perjamuan Gubernur di Kota Padang. Keberhasilan ini patut diapresiasi dan menjadi kebanggaan bagi seluruh warga SAS Pekanbaru.

    Kunjungan kerja tersebut bukan hanya sekadar pertemuan formal, melainkan juga menjadi bukti nyata kolaborasi yang kuat antara Ketua SAS dan Bundo Kanduang dalam memajukan dan memperkenalkan SAS Pekanbaru ke kancah yang lebih luas. Partisipasi dalam kunjungan kerja bersama Kepala Pemerintahan Solok dan Gubernur Sumbar menunjukkan komitmen dan dedikasi yang tinggi.

    Keberhasilan ini juga menjadi tonggak penting dalam melegitimasi kepengurusan SAS dan Bundo Kanduang, baik di Pekanbaru maupun di Ranah Minang. Kehadiran mereka dalam kunjungan kerja tersebut menunjukkan representasi yang kuat dan solid.

    Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh rombongan Bapak Aidil Fitsen.,SH selaku Ketua SAS Pekan Baru, patut diacungi jempol. Dedikasi dan usaha mereka telah membuahkan hasil yang membanggakan bagi seluruh anggota dan masyarakat Pekanbaru.

    Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi SAS Pekanbaru untuk terus berkarya dan berinovasi dalam melestarikan seni dan budaya Minangkabau. Semoga kolaborasi yang terjalin semakin erat dan menghasilkan prestasi-prestasi gemilang di masa mendatang.

    Selamat kembali ke Pekanbaru, Ketua Aidil Fitsen, SH, dan seluruh rombongan. Semoga perjalanan kembali ke rumah masing-masing dipenuhi dengan keselamatan dan keberkahan. Semoga silaturahmi dan kebersamaan yang terjalin tetap terjaga.

    Insya Allah, kegiatan wirid bulanan rutin SAS Pekanbaru akan tetap dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2025, sebagaimana biasanya. Mari kita tetap menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam memajukan SAS

    Diberitahukan kepada seluruh warga SAS Pekan Baru, bahwasanya  pengurus SAS yang diakui oleh pemerintah pekan Baru, yaitu Pengurus dpc sas  pimpinannya Bapak Aidil fitsen, SH. Yang Dipayungi SK KESBANGPOL. Pekan Baru (Riau)

    Insyaaallah tahun 2026 mendatang muscab sas pekanbaru digelar, mampu menjadikan sas Pekanbaru bersatu kembali

    by: H. Irwanto Rusli., se,

    Kepala Biro jurnalis media wartapenasatu. Com, pekanbaru(RIAU)

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Kemenangan Iman: Jalan Menuju Surga Kembali Terbuka Setelah 22 Bulan Perjuangan

    Kemenangan Iman: Jalan Menuju Surga Kembali Terbuka Setelah 22 Bulan Perjuangan

    Jakarta, . Wartapenasatu.com

     Alhamdulillah! Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan limpahan rahmat dan keagungan Asma-Nya, saya panjatkan rasa syukur yang tak terhingga. Jalan menuju surga, yang sempat terasa tertutup, kini kembali terbuka berkat pertolongan-Nya.

    Pada penghujung tahun Islam 1446 Hijriyah, tepatnya Kamis malam, 26 Juni 2025, doa saya akhirnya dikabulkan. Setelah 22 bulan lamanya, saya berhasil mendapatkan kembali apartemen Pesakih Tower yang telah diduduki secara paksa oleh pihak yang berniat jahat.

    Selama periode tersebut, saya menghadapi berbagai cobaan. Pihak yang menduduki apartemen saya melakukan tindakan zalim dan bahkan membebankan hutang atas nama orang lain, yaitu Risman. Situasi ini sangat menekan dan menguji kesabaran saya.

    Namun, Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Meskipun menghadapi kesulitan yang berat, saya senantiasa berdoa dan berserah diri kepada-Nya. Keteguhan iman dan kepercayaan kepada Allah SWT menjadi kekuatan utama saya dalam menghadapi cobaan ini.

    Kabar gembira datang pada Jumat pagi, 27 Juni 2025. Berkat bantuan seorang sahabat yang bertugas di Pemerintah Daerah DKI Jakarta – yang ikhlas membantu karena Allah SWT – masalah sengketa apartemen akhirnya selesai. Proses hukum yang panjang dan melelahkan akhirnya membuahkan hasil yang positif.

    Sahabat saya tersebut, dengan penuh keikhlasan, telah membantu meringankan beban saya. Tindakannya yang mulia ini menjadi bukti nyata akan kebaikan dan kepedulian sesama manusia. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikannya.

    Kini, saya dan istri kembali dapat menikmati ketenangan di hunian kami. “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mat maula wa ni’mal nasir.” Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung. Rasa syukur yang mendalam terpancar dari hati kami.

    Saat ini, fokus saya tertuju pada usaha mendapatkan biaya pendidikan putri saya yang telah diterima di sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Doa saya semoga Allah SWT memberikan taufiq dan hidayah-Nya, serta membuka pintu rezeki yang lebih luas lagi, seluas lautan yang diciptakan-Nya, untuk meraih keberkahan dan mendekatkan diri kepada-Nya.

    Semoga usaha saya ini mendapat ridho Allah SWT. Amin ya rabbal alamin. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa beriman dan bertawakkal kepada Allah SWT dalam menghadapi segala cobaan hidup.

  • AGAMA,  Artikel,  Daerah,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Masyarakat Jawa Barat Sambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan Pawai Obor yang Meriah

    Masyarakat Jawa Barat Sambut Tahun Baru Islam 1447 H dengan Pawai Obor yang Meriah


    Cimahi, Jawa Barat  Wartapenasatu.com– Semarak Tahun Baru Islam 1447 H atau 1 Muharram 1447 H yang jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025, dirayakan dengan penuh khidmat dan meriah oleh masyarakat Jawa Barat. Salah satu tradisi yang paling menonjol adalah pawai obor yang digelar di berbagai wilayah, seperti di Kota Cimahi dan Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Malam Kamis (26/6), suasana kota-kota tersebut dipenuhi dengan cahaya obor yang berkelap-kelip, diiringi lantunan sholawat dan tabuhan bedug yang menggema di seantero kampung.

    Pawai obor ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Antusiasme terlihat jelas dari raut wajah mereka yang penuh semangat dan gembira. Para peserta pawai berjalan beriringan, membawa obor yang menyala terang, menerangi kegelapan malam. Suasana semakin meriah dengan lantunan sholawat dan puji-pujian kepada Allah SWT yang menggema di sepanjang rute pawai. Terlihat pula para ibu-ibu yang turut berpartisipasi aktif, menambah semarak acara tersebut.

    Salah satu peserta pawai, Widia dari Kota Cimahi, mengungkapkan bahwa pergantian tahun baru Islam merupakan momen sakral yang wajib diperingati. Ia menjelaskan bahwa penanggalan Hijriah dimulai sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Peringatan tahun baru Islam ini menjadi momentum untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah tersebut dan mengambil hikmah dari perjalanan hidup Rasulullah SAW.

    Pawai obor sendiri bukan sekadar acara seremonial belaka. Di balik kemeriahannya, terdapat nilai historis dan filosofis yang mendalam. Api obor yang menyala diartikan sebagai simbol cahaya, ilmu, dan petunjuk di tengah kegelapan. Hal ini mencerminkan harapan akan datangnya perubahan positif dan keberkahan di tahun baru Hijriah. Tradisi ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi antar warga.

    Lebih dari itu, pawai obor juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam. Dalam pawai tersebut, masyarakat dari berbagai latar belakang dan usia berkumpul bersama, saling berbagi kebahagiaan, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Kemeriahan yang tercipta mencerminkan kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut tahun baru Hijriah.

    Dengan demikian, pawai obor bukan hanya sekadar tradisi turun-temurun, melainkan juga sebuah bentuk ibadah dan syiar Islam yang sarat makna. Kegiatan ini menjadi simbol harapan baru, semangat untuk berbuat kebaikan, dan komitmen untuk menjalani hidup yang lebih bermakna di tahun 1447 H. Semoga tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat muslim di Indonesia.

    Melalui pawai obor ini, masyarakat Jawa Barat menunjukkan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Mereka menyambut tahun baru Islam dengan penuh syukur dan harapan, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan amal ibadahnya. Semoga semangat dan kegembiraan yang terpancar dalam pawai obor ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam di Indonesia untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan penuh hikmat dan keberkahan.

  • Daerah

    Masyarakat sambut tahun baru Islam, berpawai obor di Jawa Barat

    Emak emak peserta pawai obor. PFi.

    Masyarakat sambut tahun baru Islam, berpawai obor di Jawa Barat

    Tasik, Media – Masyarakat menyambut tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah dirayakan berkeliling dengan pawai obor digelapnya malam, seperti terlihat di kota Cimahi dan kecamatan Taraju di kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

    Warga di masing masing pemukim kampung, desa dan kelurahan melaksanakan kegiatan berkeliling dengan meriahnya bersorak serai penuh kegirangan sambil memukul mukul beduk, kamis malam (26/6).

    “Momen pergantian tahun baru Islam bagi umat Muslim, merupakan hal yang sakral yang wajib diperingati setiap tanggal 1 Muharram, ” ungkap Widia di kota Cimahi.

    Penanggalan ini dimulai sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, lanjutnya.

    Memasuki tahun baru 1447 Hijriah, tahun 2025 Masehi yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025, umat Islam di berbagai penjuru dunia menyambutnya dengan beragam tradisi dan amalan.

    Peringatan ini menjadi salah satu cara untuk mengenang dari peristiwa bersejarah dalam perjalanan Islam pada masanya.

    Di Indonesia, momen pergantian tahun Hijriah diramaikan dengan berbagai kegiatan. Salah satu yang paling umum dilakukan adalah pawai obor yang digelar pada malam 1 Muharram.

    Tradisi ini menjadi simbol penyambutan tahun baru Islam yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini. Namun, pawai obor bukan hanya sekadar acara seremonial. Di baliknya, terdapat nilai historis dan filosofi yang mendalam.

    Pelaksanaan pawai obor pada malam 1 Muharram bukanlah bentuk kesyirikan ataupun upaya mengultuskan sebuah perayaan.

    Tradisi ini digelar sebagai bagian dari syiar Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah, agar gaung Tahun Baru Islam tak kalah semarak dibanding perayaan tahun baru Masehi.

    Pembacaan sholawat dan puji-pujian kepada Allah SWT yang dikumandangkan selama pawai merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas datangnya tahun baru dalam kalender Islam.

    Selain sebagai wujud ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.

    Pawai obor yang kerap digelar pada 1 Muharram menyimpan makna mendalam. Obor yang menyala menjadi simbol dari cahaya, ilmu, dan petunjuk di tengah kegelapan.

    Ini mencerminkan harapan akan hadirnya perubahan positif dalam kehidupan umat Islam di tahun yang baru.

    Peserta dari berbagai kalangan anak-anak hingga orang dewasa turut meramaikan suasana dengan sholawat penuh semangat.

    Kemeriahan yang tercipta mencerminkan kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut awal tahun Hijriah.

    Pawai obor juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan syiar Islam. Obor yang menyala menjadi perlambang semangat baru untuk melakukan perbaikan dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Andi.

Wartapenasatu.com @2025