Ekonomi
Polri untuk Masyarakat: Wakapolresta Palangka Raya Salurkan 50 Paket Bansos di Panti Asuhan Berkah
Polri untuk Masyarakat: Wakapolresta Palangka Raya Salurkan 50 Paket Bansos di Panti Asuhan Berkah

palangkaraya, Warta Pena Satu. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polresta Palangka Raya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan bakti sosial (Baksos). Rabu pagi (18/6/2025), Wakapolresta Palangka Raya, AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan, S.I.K., M.M., bersama para Pejabat Utama (PJU) mengunjungi Panti Asuhan Berkah di Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan Baksos ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran 50 paket bantuan sosial (bansos) berupa sembako. Paket-paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, dan lainnya. Pemberian bansos ini diharapkan dapat meringankan beban panti asuhan dan membantu mencukupi kebutuhan hidup para anak yatim piatu yang tinggal di sana. Senyum ceria dan rasa syukur terpancar dari wajah anak-anak penghuni panti asuhan saat menerima bantuan tersebut.

Wakapolresta AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Baksos menjelang Hari Bhayangkara ke-79. Tema “Polri untuk Masyarakat” menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak panti asuhan dan membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.Penyaluran bansos ini tidak hanya sekadar pembagian sembako, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Polresta Palangka Raya terhadap anak-anak yatim piatu. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan sedikit kelegaan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan. Polri berkomitmen untuk selalu hadir bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan.
Kegiatan Baksos ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara Polri dan seluruh lapisan masyarakat di Kota Palangka Raya. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Para PJU Polresta Palangka Raya turut aktif dalam kegiatan penyaluran bansos ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen dan keseriusan Polresta Palangka Raya dalam melaksanakan program Baksos. Hal ini juga menjadi contoh nyata bagi anggota Polri lainnya untuk selalu peduli dan berbagi kepada sesama. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi instansi dan lembaga lain untuk turut serta berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan Baksos ini, Polresta Palangka Raya berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan anak-anak panti asuhan Berkah. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Semoga semangat “Polri untuk Masyarakat” terus terpatri dalam setiap langkah dan tindakan anggota Polri.
Carut Marut Managemen Universitas Sriwijaya
Palembang, Warta Pena Satu— Universitas Sriwijaya (Unsri), salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di Indonesia, menghadapi tantangan serius terkait fasilitas transportasi mahasiswa di Kampus Indralaya. Meski dikenal sebagai kampus terluas di Asia Tenggara dengan luas mencapai 712 hektare, aksesibilitas menuju lokasi yang berjarak sekitar 38 kilometer dari Kota Palembang dinilai masih belum memadai.
Unsri memiliki dua kampus utama, yaitu Kampus Bukit Besar di Palembang dan Kampus Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir. Sejak Kampus Indralaya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1997, permasalahan jarak dan transportasi telah menjadi sorotan. Mahalnya biaya perjalanan dan minimnya sarana transportasi publik menjadi kendala utama mahasiswa dalam menjalani aktivitas akademik.
“Selama puluhan tahun, kampus tidak berhasil merealisasikan sistem transportasi yang memadai. Sebaliknya, pembangunan justru terfokus di Palembang,” ujar Arie Muhyiddin, SH., MH., alumni Unsri yang kini menjabat Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Palembang.
Ia juga menyoroti ketimpangan fasilitas. “Beberapa fakultas diketahui membeli kendaraan mewah untuk dosen dan pegawai, namun kebutuhan dasar mahasiswa seperti transportasi justru terabaikan. Padahal, mahasiswa turut menanggung biaya melalui Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang kian mahal,” tambah Arie.
Arie mempertanyakan kelayakan transportasi yang tersedia saat ini. Menurutnya, bus kampus yang dahulu disediakan oleh Kementerian Perhubungan sudah tidak lagi beroperasi secara optimal. “Padahal, itu pun layanan berbayar, bukan gratis. Kini mahasiswa hanya bisa berharap,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya jumlah mahasiswa yang diterima, ia menilai Unsri perlu melakukan evaluasi menyeluruh. “Universitas Sriwijaya tidak hanya perlu membenahi sarana, tetapi juga harus lebih serius dalam mengelola kebutuhan mahasiswa di Kampus Indralaya,” pungkasnya.
Bersama Membangun Palangka Raya: Kapolresta Jalin Sinergi dalam Perayaan Hari Jadi ke-68
Bersama Membangun Palangka Raya: Kapolresta Jalin Sinergi dalam Perayaan Hari Jadi ke-68

𝙥𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧𝙖𝙮𝙖, 𝙒𝙖𝙧𝙩𝙖 𝙋𝙚𝙣𝙖 𝙎𝙖𝙩𝙪, Suasana khidmat menylimuti halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya pada Selasa (17/6/2025). Di tengah rangkaian upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya, terlihat kehadiran Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Kapolresta Palangka Raya. Kehadiran beliau bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan simbol kuatnya sinergitas antara institusi Polri dan Pemerintah Kota dalam membangun Palangka Raya yang lebih maju dan sejahtera.

Upacara peringatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka semua merepresentasikan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan begitu terasa, menunjukkan semangat persatuan yang kuat dalam memajukan Kota Palangka Raya.

Kehadiran Kapolresta Palangka Raya menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Stabilitas Kamtibmas merupakan fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. Dengan terjaminnya keamanan dan ketertiban, pelayanan publik dapat berjalan optimal dan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.Usai upacara, Kombes Pol. Dedy Supriadi menegaskan kembali komitmen Polresta Palangka Raya untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas Kamtibmas. Beliau menekankan pentingnya sinergitas antara Polri dan Pemerintah Kota dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Palangka Raya. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan dan harus berjalan beriringan.
Perayaan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-68 ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan perjalanan panjang kota ini, tetapi juga sebagai refleksi dan perencanaan untuk masa depan. Semangat kebersamaan dan kerja sama antar elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Palangka Raya sebagai kota yang maju, aman, dan sejahtera.
Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-68 berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang kuat di tengah masyarakat Palangka Raya. Keberhasilan penyelenggaraan upacara ini menjadi bukti nyata bahwa dengan sinergi dan kerja sama yang solid, Palangka Raya dapat terus berkembang dan mencapai kemajuan yang pesat.
Peringatan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-68 menjadi bukti nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang harmonis antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh lapisan masyarakat. Semoga semangat persatuan dan kesatuan ini terus terjaga dan menjadi pendorong utama dalam membangun Palangka Raya yang lebih maju, aman, dan sejahtera di masa mendatang.
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
Jakarta, Warta Pena Satu, 17 Juni 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Khusus Jakarta bakal menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sebagai forum strategis untuk konsolidasi program kerja dan perumusan arah kebijakan organisasi ke depan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 18-19 Juni 2025 dan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
Kegiatan ini akan menjadi ajang refleksi atas capaian sebelumnya sekaligus penguatan peran ulama dalam mengawal pembangunan Jakarta yang humanis dan berkeadaban.
Sebagai ibu kota negara yang tengah bertransformasi menuju kota global, Jakarta menghadapi beragam tantangan sekaligus peluang strategis di tengah dinamika globalisasi. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya, namun juga memerlukan tata kelola yang inklusif, adaptif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, ketertiban, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan.
Ketua MUI DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun menegaskan, Mukerda ini menjadi momentum untuk memastikan agar transformasi Jakarta menuju kota global tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial dan memastikan umat Islam turut aktif dalam proses pembangunan berkelanjutan,” kata Kyai Faiz.
Mukerda ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, hingga perwakilan pemerintah daerah. Diskusi yang berlangsung nantinya akan difokuskan pada isu-isu krusial seperti toleransi antarumat beragama, ketertiban dan keamanan kota, hingga urgensi pelestarian lingkungan hidup.
Dikakatan Kyai Faiz, Mukerda ini diharapkan menjadi titik tolak sinergi antara MUI dan pemerintah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang damai, adil, dan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.
Poin utama Mukerda MUI Jakarta, Pertama, mengevaluasi program kerja MUI tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja yang relevan dengan tantangan zaman. Kedua, memperkuat kontribusi MUI dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Ketiga, meningkatkan kapasitas dan sinergi antar pengurus MUI di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Keempat, menjaring gagasan dari berbagai tokoh dan pemangku kepentingan guna memperkaya perspektif ulama terhadap isu-isu strategis yang dihadapi Jakarta ke depan.
Pelantikan Pengurus dan Musyawarah Cabang DPC IPKI Jakarta Barat Sukses Digelar

Jakarta,Warta Pena Satu.
Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Barat baru saja menggelar pelantikan pengurus dan Musyawarah Cabang (Muscab) pada hari Kamis,12 Juni 2025, bertempat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat,berjalan lancar dan sukses.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus IPKI tingkat pusat,perwakilan daerah,tokoh masyarakat,serta jajaran pemerintah Jakarta Barat, Suasana penuh semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai jalannya acara tersebut.Dalam sambutannya, Ketua Umum yang diwakili Sekjen IPKI menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat cabang guna menjaga relevansi IPKI di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
Dalam kesempatan terpisah, ketua terpilih Albert Siagian mengatakan bahwa “Tema
Memajukan Kehidupan Bangsa bukan hanya slogan, tetapi panggilan bagi kita semua untuk turut aktif membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat berdasarkan semangat perjuangan kemerdekaan,”. Lanjutnya, bahwa IPKI Jakarta Barat akan menekankan penguatan
ekonomi masyarakat khususnya ekonomi berbasis UMKM.
Pelantikan pengurus baru DPC IPKI Jakarta Barat menandai babak baru bagi organisasi kepemudaan ini di wilayah Jakarta Barat. Pengurus yang dilantik diharapkan mampu membawa IPKI Jakarta Barat semakin maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen untuk meningkatkan kualitas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama kepengurusan yang baru.
Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru dilantik,Ketua, Albert Siagian dalam sambutannya menyampaikan visi dan misi kepengurusannya.Musyawarah ini juga menjadi momentum penting untuk pemilihan kepengurusan cabang yang
baru, pembahasan program kerja strategis, serta penguatan sinergi antaranggota dalam
mewujudkan visi IPKI sebagai wadah patriotisme modern. Setelah Muscab selesai dilakukan,dilanjutkan acara Pelantikan DPC IPKI Jakarta Barat yang dilakukan secara simbolis penyerahan Pataka Organisasi dari Ketua Harian DPW IPKI DK Jakarta kepada Albert Siagian sebagai Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru terpilih.Wali Kota Jakarta Barat, dalam sambutannya yang diwakili Bagian Pemerintahan,menyampaikan apresiasi atas kiprah IPKI dalam merawat semangat kebangsaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan dilantiknya pengurus baru dan terselenggaranya musyawarah cabang yang sukses, diharapkan DPC IPKI Jakarta Barat dapat semakin solid dan berkontribusi positif bagi masyarakat Jakarta Barat. Komitmen untuk mewujudkan visi dan misi organisasi akan terus dijaga dan diwujudkan melalui berbagai program kerja yang terencana dan terukur.
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina

Jakarta, warta Pena satu, Film Hayya 3 Gaza sukses membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Acara nonton bareng (Nobar) dan meet & greet yang digelar di CGV Bekasi Trade Center pada Sabtu, 14 Juni 2025, dipadati ribuan penonton, membuktikan besarnya empati masyarakat Indonesia.

Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya enam studio CGV Bekasi yang menayangkan film tersebut secara serentak. Salah satu studio bahkan dipesan khusus oleh komunitas Rescue Masyumi Peduli, berkolaborasi dengan Aktivis Alumni ISTN dan grup WhatsApp Palestina Merdeka. Ketiga komunitas ini secara spontan berinisiatif untuk menggelar acara nobar tersebut.

Ketua Panitia Nobar, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa film Hayya 3 Gaza bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata untuk peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina. Lebih dari 1.500 penonton memadati CGV Bekasi, dengan beberapa di antaranya bahkan membeli tiket hanya untuk berdonasi. Keberhasilan film ini juga terlihat dari jumlah penonton yang mencapai 40.000 orang di hari pertama penayangan.Ir. Agung Mandala, pimpinan Rescue Masyumi Peduli, mengungkapkan awalnya acara nobar direncanakan di CGV Lagoon Bekasi pada tanggal 12 Juni, bertepatan dengan penayangan perdana. Namun, karena kendala teknis, acara tersebut dipindahkan ke CGV BTC Bekasi Timur. Ir. Agung Mandala juga memfasilitasi tiket gratis bagi 16 santri yatim dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan 14 anak yatim dari Bendungan Hilir.
Nobar dan meet & greet ini tak hanya dihadiri penonton lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Singapura. Acara tersebut menjadi momen solidaritas yang luar biasa, ditandai dengan penyerahan donasi untuk Palestina Merdeka dari Ir. Agung Mandala kepada sutradara Jastis Arimba, disaksikan oleh aktor Husein Alatas dan para inisiator nobar. Kenang-kenangan berupa kaos juga diberikan kepada Jastis Arimba, Husein Alatas, dan penulis Asma Nadia.
Film Hayya 3 Gaza sendiri mengisahkan Abdullah Gaza, anak yatim piatu berusia 8 tahun yang tinggal di panti asuhan. Kisah menjadi emosional ketika Gaza diculik oleh ayah kandungnya, Beni (diperankan Husein Alatas), yang berniat menjualnya. Karakter Beni yang tragis menjadi sorotan utama dalam film ini.
Sutradara Jastis Arimba, yang berkolaborasi dengan Asma Nadia dan Hayati Ayatillah, mengatakan bahwa film ini, bagian ketiga dari trilogi Hayya yang diproduksi oleh Warna Pictures, dikemas sebagai drama keluarga yang menyentuh dan reflektif. Ia berharap penonton dapat merenungkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara di Palestina.
Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan menyebutnya sebagai karya penting dalam melawan propaganda genosida. Dalam dua hari pertama penayangan, film ini telah ditonton lebih dari 50.000 orang dan masih terus tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jastis Arimba mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan pesan film ini dan mengajak keluarga dan kerabat untuk menonton, mengingat 40 persen keuntungan tiket akan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari publik untuk menjaga agar film ini tetap tayang.
Film yang juga dibintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, dan lainnya ini, dengan lagu tema “Surga Menanti” oleh Melly Goeslaw dan Mostafa Atef, mengusung pesan kemanusiaan yang universal, melewati batas agama, generasi, dan negara.
- AGAMA, Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina

Jakarta,warta Pena satu, Film Hayya 3 Gaza sukses membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Acara nonton bareng (Nobar) dan meet & greet yang digelar di CGV Bekasi Trade Center pada Sabtu, 14 Juni 2025, dipadati ribuan penonton, membuktikan besarnya empati masyarakat Indonesia.

Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya enam studio CGV Bekasi yang menayangkan film tersebut secara serentak. Salah satu studio bahkan dipesan khusus oleh komunitas Rescue Masyumi Peduli, berkolaborasi dengan Aktivis Alumni ISTN dan grup WhatsApp Palestina Merdeka. Ketiga komunitas ini secara spontan berinisiatif untuk menggelar acara nobar tersebut.

Ketua Panitia Nobar, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa film Hayya 3 Gaza bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata untuk peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina. Lebih dari 1.500 penonton memadati CGV Bekasi, dengan beberapa di antaranya bahkan membeli tiket hanya untuk berdonasi. Keberhasilan film ini juga terlihat dari jumlah penonton yang mencapai 40.000 orang di hari pertama penayangan.

Ir. Agung Mandala, pimpinan Rescue Masyumi Peduli, mengungkapkan awalnya acara nobar direncanakan di CGV Lagoon Bekasi pada tanggal 12 Juni, bertepatan dengan penayangan perdana. Namun, karena kendala teknis, acara tersebut dipindahkan ke CGV BTC Bekasi Timur. Ir. Agung Mandala juga memfasilitasi tiket gratis bagi 16 santri yatim dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan 14 anak yatim dari Bendungan Hilir.

Nobar dan meet & greet ini tak hanya dihadiri penonton lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Singapura. Acara tersebut menjadi momen solidaritas yang luar biasa, ditandai dengan penyerahan donasi untuk Palestina Merdeka dari Ir. Agung Mandala kepada sutradara Jastis Arimba, disaksikan oleh aktor Husein Alatas dan para inisiator nobar. Kenang-kenangan berupa kaos juga diberikan kepada Jastis Arimba, Husein Alatas, dan penulis Asma Nadia.
Film Hayya 3 Gaza sendiri mengisahkan Abdullah Gaza, anak yatim piatu berusia 8 tahun yang tinggal di panti asuhan. Kisah menjadi emosional ketika Gaza diculik oleh ayah kandungnya, Beni (diperankan Husein Alatas), yang berniat menjualnya. Karakter Beni yang tragis menjadi sorotan utama dalam film ini.
Sutradara Jastis Arimba, yang berkolaborasi dengan Asma Nadia dan Hayati Ayatillah, mengatakan bahwa film ini, bagian ketiga dari trilogi Hayya yang diproduksi oleh Warna Pictures, dikemas sebagai drama keluarga yang menyentuh dan reflektif. Ia berharap penonton dapat merenungkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara di Palestina.
Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan menyebutnya sebagai karya penting dalam melawan propaganda genosida. Dalam dua hari pertama penayangan, film ini telah ditonton lebih dari 50.000 orang dan masih terus tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jastis Arimba mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan pesan film ini dan mengajak keluarga dan kerabat untuk menonton, mengingat 40 persen keuntungan tiket akan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari publik untuk menjaga agar film ini tetap tayang.
Film yang juga dibintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, dan lainnya ini, dengan lagu tema “Surga Menanti” oleh Melly Goeslaw dan Mostafa Atef, mengusung pesan kemanusiaan yang universal, melewati batas agama, generasi, dan negara.
IPKI Gelar Musyawarah Cabang di Jakarta Barat, usung Tema “Memajukan Kehidupan Bangsa”
Jakarta, Warta Pena Satu, 12 Juni 2025 – Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) pada hari Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di Kantor Walikota Jakarta Barat.Muscab ini dilakukan untuk membentuk kepengurusan baru yaitu DPC IPKI Jakarta Barat. Acara ini mengusung tema “Memajukan Kehidupan Bangsa”, sebagai bentuk komitmen IPKI dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional dan pelestarian nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.Musyawarah Cabang ini dihadiri oleh pengurus IPKI tingkat pusat, perwakilan daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kota Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum yang diwakili Sekjen IPKI menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat cabang guna menjaga relevansi IPKI di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
Pada kesempatan terpisah, ketua terpilih Albert Siagian mengatakan bahwa “TemaMemajukan Kehidupan Bangsa bukan hanya slogan, tetapi panggilan bagi kita semua untuk turut aktif membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat berdasarkan semangat perjuangan kemerdekaan” dan IPKI Jakarta Barat akan menekankan penguatan ekonomi masyarakat khususnya ekonomi berbasis UMKM.
Musyawarah ini juga menjadi momentum penting untuk pemilihan kepengurusan cabang yang baru, pembahasan program kerja strategis, serta penguatan sinergi antar anggota dalam mewujudkan visi IPKI sebagai wadah patriotisme modern.
Setelah Muscab selesai dilakukan, dilanjutkan acara Pelantikan DPC IPKI Jakarta Barat yang dilakukan secara simbolis penyerahan Pataka Organisasi dari Ketua Harian DPW IPKI DK Jakarta kepada Albert Siagian sebagai Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru terpilih.
Walikota Jakarta Barat, dalam sambutannya yang diwakili Bagian Pemerintahan, menyampaikan apresiasi atas kiprah IPKI dalam merawat semangat kebangsaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
IPKI terus berkomitmen untuk menjadi jembatan antara nilai-nilai sejarah perjuangan kemerdekaan dengan tantangan dan peluang zaman kini, serta mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan kebangsaan yang inklusif dan progresif.
- AGAMA, Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Kesehatan, Nasional, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Geger Vaksin TBC: Mantan Menkes Kritik Keras Kebijakan Menkes Budi Sadikin
Geger Vaksin TBC: Mantan Menkes Kritik Keras Kebijakan Menkes Budi Sadikin
Jakarta, warta pena satu.
15 Juni 2025 – Seminar Nasional Uji Klinis Vaksin TBC yang digelar KB APTSI di Gedung STOVIA, Jakarta Pusat, Sabtu (14/6), menciptakan gelombang protes terhadap kebijakan Menteri Kesehatan Budi Sadikin. Seminar yang dihadiri ratusan peserta, didominasi perempuan, diwarnai pertanyaan kritis dan kecaman terhadap program vaksinasi TBC.

Mantan Menteri Kesehatan, DR. dr. Siti Fadilah Supari, Sp., menjadi sorotan utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara ilmiah tentang vaksin TBC dan menekankan pentingnya pemahaman publik agar terhindar dari kesalahpahaman. Siti Fadilah secara tegas mengkritik kebijakan Menkes Budi Sadikin yang dianggap memaksakan uji klinis vaksin TBC kepada masyarakat.“Vaksin melatih tubuh untuk melawan penyakit, tetapi pemaksaan uji klinis bukanlah tindakan profesional,” tegas Siti Fadilah. Beliau juga menyoroti tudingan terhadap Menkes Budi Sadikin sebagai agen asing dan mempertanyakan kebijakan “Health Care – Health Industry”-nya. Siti Fadilah khawatir kebijakan tersebut akan menguntungkan industri farmasi global dan merugikan rakyat Indonesia.
Peserta seminar yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk alumni perguruan tinggi, LSM, Ormas, dan tokoh masyarakat, mengungkapkan ketidakpercayaan mereka kepada Menkes Budi Sadikin. “Kita tidak percaya kepada Menteri Kesehatan sekarang,” ungkap Ibu Hany, mantan diplomat di Amerika.
Ketua Umum KB APTSI, Drs. H. Hendra Zon, S.Kt., MM., menyatakan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto mengganti Menkes dengan sosok yang lebih pro-rakyat dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Seminar ini menghasilkan rekomendasi untuk Presiden Prabowo agar mempertimbangkan pendapat para pakar kedokteran yang meragukan kebijakan Menkes saat ini.
Presiden Prabowo, yang dikenal dengan komitmennya pada kedaulatan kesehatan Indonesia, telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Perlindungan Produsen Obat-Obat Tradisional. Kebijakan ini diharapkan dapat memberdayakan petani dan produsen obat tradisional di Indonesia.
Ketua Panitia, DR. Hasbi Wahidi, menyimpulkan seminar dengan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam program vaksinasi TBC. “Kami tidak menolak vaksin, tetapi pemaksaan kepada masyarakat adalah tindakan yang tidak tepat,” ujarnya. Seminar ini menjadi bukti nyata keresahan publik terhadap kebijakan kesehatan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat.
Istituto Burgo : Sekolah Desain Mewah Milan Kini Hadir di Jakarta!

Jakarta, Warta Pena Satu, Indonesia – Dunia desain Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya Istituto Burgo, sekolah desain terkemuka dari Milan, Italia. Berlokasi di lantai 45 plaza Indonesia Shopping Town, jantung kota Jakarta, Istituto Burgo resmi membuka cabang pertamanya di Indonesia. Grand opening yang berlangsung meriah dihadiri oleh para calon desainermuda berbakat, profesional ternama, dan pengusaha sukses.

Acara pembukaan ini menandai langkah signifikan Istituto Burgo dalam memperluas jangkauan pendidikan desain berkualitas internasional keIndonesia. Dipimpin oleh profesional berpengalaman, Ms. Jenny, dan didukung oleh tim manajemen yang solidI stituto burgo siap mencetak generasi desainer Indonesia yang handal dan berdaya saing global.

Kehadiran Istituto Burgodi Indonesia bukan sekadar penambahan sekolahdesain, melainkan sebuah komitmen untuk meningkatkan standar pendidikan desain di Tanah Air.

Kurikulum yang diajarkan mengadopsi standar internasional, menjamin lulusan Istituto Burgo memiliki kualitas setara dengan lulusan dari lembaga desain ternama di luar negeri. Hal ini ditegaskan oleh Ms. Jenny dalam wawancara eksklusif dengan Warta Pena Satu.

Selama grand opening, karya-karya desain busana wanita dari para lulusan Istituto Burgo juga dipamerkan. Koleksi-koleksi tersebut menunjukkan kualitas dan kreativitas para desainer muda yang telah diasah melalui program pendidikan intensif di Istituto Burgo. Para pengajar yang berkualitas internasional turut berperan penting dalam membentuk bakat-bakat muda ini.

Ms. Jenny menekankan pentingnya komitmen dan fokus bagi para siswa yang ingin bergabung di Istituto Burgo. Beliau berharap setiap siswa dapat menyerap ilmu dan materi yang diajarkan dengan maksimal, sehingga dapat melahirkan desainer-desainer muda yang tidak hanya berbakat, tetapi jugam,memiliki kualitas internasional. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan grand opening ini.

Dengan hadirnya Istituto Burgo di Jakarta, para calon desainer Indonesia kini memiliki kesempatan untuk belajar dari para ahli dan mengembangkan potensi mereka di lingkungan pendidikan kelas dunia. Bagi Anda yang bermimpi menjadi desainer profesional dengan kualitas internasional, Istituto Burgo adalah jawabannya. Bergabunglah dan raih masa depan yang cerah di dunia desain!