Internasional
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan”
Ibadah Minggu tanggal 20 Juli diadakan dengan penuh sukacita dan semangat di GKDI Bekasi. Ibadah ini dibagi menjadi dua sesi, yakni ibadah khusus untuk pasangan suami istri (married ministry) yang dimulai pukul 08.00 WIB dan ibadah untuk kaum single, mahasiswa (campus), dan remaja (teens) pada pukul 10.30 WIB. Hari yang spesial ini juga dimeriahkan dengan kedatangan tamu dari jemaat Ceko, yaitu Zedanko dan Iveta beserta ketiga anak mereka, yang disambut hangat oleh seluruh jemaat.

Firman Tuhan hari itu disampaikan oleh Pdt. Guntur Simbolon dengan pengajaran yang dalam. Ibadah dibuka dengan lagu yang menyentuh hati, “Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari Kami, Agar Kami Beroleh Hati yang Bijaksana”, yang membawa jemaat masuk dalam suasana penyembahan yang khidmat. Firman Tuhan diambil dari kitab Yehezkiel, dan berisi pesan kuat mengenai pertobatan sejati serta kewaspadaan terhadap cara kerja iblis yang licik dan penuh tipu daya.

Pdt. Guntur menyampaikan bahwa iblis akan berusaha membuat hidup kita begitu sibuk hingga kita jauh dari Tuhan, kehilangan waktu untuk disiplin rohani, dan pada akhirnya secara perlahan mulai berkompromi dengan dosa. Ia mengingatkan jemaat bahwa kita harus menjadi orang-orang yang mengerti hati Tuhan, sebagaimana nabi Yehezkiel mengingatkan bangsa Israel. Pesan dari Yehezkiel adalah teguran agar umat tidak hanya menjadi pendengar firman tetapi pelaku kebenaran yang sejati.

Beliau juga mengangkat pertanyaan penting bagi setiap jemaat dalam pelayanan married ministry, yaitu tentang kualitas pernikahan, bagaimana pola asuh terhadap anak (parenting), serta kesaksian dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menekankan bahwa hidup rohani tidak diukur dari penampilan luar saja, melainkan dari integritas ketika kita sendirian di kamar, saat tidak ada seorang pun yang melihat. Tuhan melihat hati dan perbuatan kita, bukan sekadar aktivitas rohani di depan umum.

Pesan dari kitab Yehezkiel juga menyinggung tentang bangsa Israel yang tetap datang beribadah namun hatinya menjauh dari Tuhan. Mereka menikmati kasih Tuhan, namun tidak bertobat dan tidak menghormati Tuhan. Pdt. Guntur menegaskan bahwa Tuhan menolak ibadah yang manis di luar tapi kosong di dalam. Kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, bukan sekadar terlihat rohani di gereja atau di rumah, namun benar-benar hidup takut akan Tuhan dalam keseharian

Salah satu penekanan penting dari khotbah ini adalah agar setiap pasangan suami istri memeriksa kembali kualitas hubungan mereka—apakah pernikahan mereka mencerminkan kekudusan Tuhan atau hanya sekadar rutinitas. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekudusan tidak bisa ditawar, dan bahwa kehidupan pernikahan, pengasuhan anak, serta pekerjaan adalah ladang nyata untuk memuliakan Tuhan.
³Setelah ibadah selesai, seluruh jemaat melanjutkan dengan waktu fellowship yang penuh kehangatan. Mereka saling berbagi tentang apa yang mereka pelajari dari firman Tuhan, memperkuat satu sama lain, dan menikmati kebersamaan dengan makan bersama. Momen ini mempererat hubungan di antara jemaat dan menciptakan suasana keluarga yang saling mendukung dalam pertumbuhan rohani. Hari Minggu itu menjadi pengingat yang kuat bahwa hidup rohani yang sejati adalah ketika hati kita sungguh-sungguh mengerti dan taat kepada kehendak Tuhan.
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!

http://Jakarta, Wartapenasatu.com19 Juli 2025 – Sebuah konferensi pers yang digelar hari ini di Hotel Accasia, Jakarta, menyuarakan penolakan keras terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) terkait penanganan pandemi. Konferensi pers ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Dr. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia dan menolak dominasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.

Ibu Siti Fadillah Supari dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi pengalihan kedaulatan kesehatan Indonesia kepada WHO jika Presiden menandatangani amandemen IHR tersebut. Beliau berpendapat bahwa penandatanganan tersebut akan membatasi kemampuan Indonesia dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini, menurut beliau, sangat berbahaya bagi masa depan kesehatan bangsa.

“Jika IHR ini ditandatangani, maka kedaulatan kesehatan kita akan berada di tangan WHO,” tegas Ibu Siti. “Kita akan kehilangan kemampuan untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatan kita, sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia.”Sentimen yang sama diungkapkan oleh Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dan komprehensif sebelum Indonesia menyetujui amandemen IHR tersebut. Kajian ini, menurut beliau, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.
Konferensi pers ini menghasilkan tiga rekomendasi penting yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh terhadap amandemen IHR dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pemerintah harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi IHR tidak mengurangi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para narasumber menekankan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan negara berkewajiban untuk menjamin akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.
Konferensi pers ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dan aspirasinya terkait isu kedaulatan kesehatan. Para peserta konferensi pers berharap pemerintah akan mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan rekomendasi yang telah disampaikan.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kesehatan nasional. Pemerintah diharapkan untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
Penolakan terhadap amandemen IHR ini bukan berarti Indonesia menolak kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara. Indonesia harus tetap memiliki kendali penuh atas kebijakan kesehatan nasionalnya untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya terjamin.
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!
Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!


Jakarta, wartapenasatu.com 19 Juli 2025 – Sebuah konferensi pers yang digelar hari ini di Hotel Accasia, Jakarta, menyuarakan penolakan keras terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) terkait penanganan pandemi. Konferensi pers ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Dr. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia dan menolak dominasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.Ibu Siti Fadillah Supari dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi pengalihan kedaulatan kesehatan Indonesia kepada WHO jika Presiden menandatangani amandemen IHR tersebut. Beliau berpendapat bahwa penandatanganan tersebut akan membatasi kemampuan Indonesia dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini, menurut beliau, sangat berbahaya bagi masa depan kesehatan bangsa.
“Jika IHR ini ditandatangani, maka kedaulatan kesehatan kita akan berada di tangan WHO,” tegas Ibu Siti. “Kita akan kehilangan kemampuan untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatan kita, sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia.”
Sentimen yang sama diungkapkan oleh Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dan komprehensif sebelum Indonesia menyetujui amandemen IHR tersebut. Kajian ini, menurut beliau, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.
Konferensi pers ini menghasilkan tiga rekomendasi penting yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh terhadap amandemen IHR dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pemerintah harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi IHR tidak mengurangi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para narasumber menekankan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan negara berkewajiban untuk menjamin akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.
Konferensi pers ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dan aspirasinya terkait isu kedaulatan kesehatan. Para peserta konferensi pers berharap pemerintah akan mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan rekomendasi yang telah disampaikan.
Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kesehatan nasional. Pemerintah diharapkan untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.
Penolakan terhadap amandemen IHR ini bukan berarti Indonesia menolak kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara. Indonesia harus tetap memiliki kendali penuh atas kebijakan kesehatan nasionalnya untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya terjamin.
Pahlawan Perdamaian Pulang
Pahlawan Perdamaian Pulang

Jakarta, waratapenasatu.com, Sebanyak 173 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni (Kizi) Kontingen Garuda XX-U/MONUSCO 2024 telah kembali ke Tanah Air. Setelah satu tahun menjalankan misi perdamaian di luar negeri, mereka disambut dengan upacara militer yang khidmat di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menandai berakhirnya tugas mulia para pahlawan bangsa ini.
Para prajurit disambut dengan penuh hormat dan bangga oleh seluruh jajaran TNI. Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan upacara, mencerminkan rasa syukur atas kembalinya para prajurit dengan selamat dan membawa prestasi membanggakan. Kehadiran keluarga dan kerabat menambah kehangatan suasana, menjadi penyemangat bagi para prajurit yang telah berjuang jauh dari rumah.
Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan oleh Irjen TNI, disampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi, disiplin, dan loyalitas yang ditunjukkan para prajurit selama bertugas. Mereka telah berhasil menyelesaikan lebih dari 45 proyek utama dan 40 pekerjaan tambahan dalam misi perdamaian di bawah naungan MONUSCO. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata profesionalisme dan kemampuan TNI dalam menjalankan tugas di luar negeri.
Tidak hanya berhasil menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang krusial, Satgas Kizi juga berhasil meningkatkan citra positif MONUSCO di masyarakat setempat. Melalui berbagai kegiatan sosial, mereka berhasil menurunkan sentimen anti-MONUSCO, menunjukkan bahwa TNI tidak hanya handal dalam bidang militer, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa misi perdamaian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan pembangunan.
Keberhasilan Satgas Kizi dalam menjalankan misi perdamaian menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia, sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Mereka telah menjadi duta perdamaian Indonesia, menunjukkan wajah Indonesia yang damai dan peduli kepada dunia internasional. Pengalaman berharga yang didapatkan selama bertugas akan menjadi bekal berharga bagi para prajurit dalam menjalankan tugas selanjutnya.
Kembalinya para prajurit ini bukan hanya menandai berakhirnya misi perdamaian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi prajurit TNI lainnya. Semangat dan dedikasi yang mereka tunjukkan selama bertugas akan terus dikenang dan menjadi contoh bagi generasi penerus. Mereka telah membuktikan bahwa prajurit TNI mampu berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Para prajurit Satgas Kizi Kontingen Garuda XX-U/MONUSCO 2024 telah pulang dengan membawa segudang pengalaman dan prestasi yang membanggakan. Mereka telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa TNI adalah kekuatan yang handal dan dapat diandalkan dalam menjaga perdamaian dunia.
Kedatangan mereka disambut dengan upacara militer yang penuh penghormatan, menunjukkan rasa syukur dan apresiasi atas pengabdian mereka. Para prajurit ini telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya prajurit yang tangguh, tetapi juga duta perdamaian yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Semoga keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mengabdi dan mengharumkan nama bangsa.
Dengan bangga, 173 prajurit TNI ini kembali ke Tanah Air. Mereka bukan hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga membawa pulang prestasi gemilang yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. Selamat datang kembali para pahlawan perdamaian! By: Eny, k
TNI Lokananta Unjuk Gigi Di Paris, prancis
TNI Lokananta Unjuk Gigi Di Paris, prancis

Jakarta, watapenasatu.com, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Lokananta, lembaga musik ternama Indonesia, telah tiba di Paris, Prancis, untuk berpartisipasi dalam parade militer Bastille Day 2025. Kehadiran mereka menandai babak baru dalam diplomasi militer Indonesia, sekaligus menjadi panggung unjuk kebolehan bagi prajurit-prajurit terbaik dan talenta musik Tanah Air di kancah internasional. Parade yang akan berlangsung di Champs-Élysées, jantung kota Paris, merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Para prajurit TNI, dengan disiplin dan profesionalisme tinggi, telah memulai latihan intensif di Boulevard Champs-Élysées yang bersejarah. Dipimpin oleh Letkol Inf Bistok Simarmata, mereka menampilkan langkah tegap, formasi yang rapi, dan kedisiplinan yang mengagumkan. Latihan ini bukan sekadar persiapan teknis, namun juga merupakan demonstrasi nyata kemampuan dan kesiapan TNI dalam menjalankan tugas di panggung dunia. Tahun ini, parade Bastille Day memiliki makna khusus, memperingati 100 tahun penyalaan api abadi La Flamme dan simbol Bleuet de France, menambah bobot dan prestise acara tersebut.
Kehadiran Drum Band Lokananta, yang terdiri dari gabungan taruna Akademi TNI dan Kepolisian, semakin memperkaya penampilan kontingen Indonesia. Irama musik khas Nusantara yang mereka bawakan berhasil memikat warga lokal. Tepuk tangan meriah dan sorak sorai spontan menjadi bukti apresiasi masyarakat Prancis atas penampilan memukau tersebut. Musik Lokananta menjadi jembatan budaya yang menghubungkan Indonesia dan Prancis, memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada dunia internasional.
Keikutsertaan TNI dalam parade Bastille Day 2025 merupakan bentuk diplomasi militer yang efektif. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dengan Prancis. Brigjen TNI Ferry Irawan, Komandan Kontingen Satgas Patriot II, menyatakan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan yang diberikan kepada TNI untuk menjadi pasukan pembuka dalam parade tersebut. Mereka bertekad untuk memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.
Latihan yang dilakukan TNI di Paris berlangsung dengan semangat dan kekompakan yang tinggi. Sorak yel-yel “TNI PRIMA!” yang dilantunkan secara serempak oleh seluruh personel TNI di tengah Champs-Élysées menjadi bukti semangat juang dan kebanggaan mereka. Latihan ini akan berlanjut dengan latihan lintas matra dan gladi bersih yang dijadwalkan pada 12 Juli 2025, memastikan kesiapan maksimal untuk parade utama.
Suksesnya penampilan TNI dan Lokananta di Paris akan menjadi bukti nyata kemampuan Indonesia di kancah internasional. Keikutsertaan ini tidak hanya menunjukkan kekuatan militer Indonesia, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan seni Indonesia kepada dunia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global.
Melalui partisipasi dalam parade Bastille Day ini, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia dan memperkuat kerja sama internasional. Penampilan TNI dan Lokananta menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kemampuan dan potensi yang besar untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas regional dan global. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di dunia internasional.by : eny. K
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Kuliner, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
PELATIHAN BARISTA BPP HIPKA INDONESIA : “MEMBEKALI DIRI UNTUK KARIER DAN WIRAUSAHA DI INDUSTRI KOPI
PELATIHAN BARISTA BPP HIPKA INDONESIA : “MEMBEKALI DIRI UNTUK KARIER DAN WIRA USAHA DI INDUSTRI KOPI

Jakarta, wartapenasatu.com, [6 juli 2025] – Pelatihan Barista yang diselenggarakan oleh Badan Pendidikan dan latihan (BPP HIPKA) memasuki hari kedua dengan penuh semangat dan antusiasme. Pelatih- Belajar mean ini bertujuan untuk membekali diri bagi karier dan wirausaha di industri kopi.

Pada hari kedua pelatihan, peserta belajar tentang beberapa topik penting, yaitu : mbuat espresso baik secara manual maupun menggunakan mesin espresso



– Membuat produk turunan dari espresso
– Belajar membuat kopi susu gula aren
– Belajar membuat latte art baik dengan alat manual maupun mesin espressoPelatihan ini dipandu oleh dua tokoh inspiratif, yaitu Adiyana Sulistianto (“Bang Jack”) dan Helmi Nur Amin, barista senior dan praktisi bisnis kopi berpengalaman. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka kepada peserta pelatihan.
Ini adalah pengalaman saya pertama kali mengikuti Pelatihan Barista di mana Tingkat kesulitan untuk setiap topik yang di praktekan dapat bervariasi, berikut adalah penilaian umum:1. Belajar membuat espresso:
– Manual: Sulit (memerlukan keterampilan tangan dan kontrol yang tepat)
– Mesin espresso: Sedang (memerlukan pemahaman tentang mesin dan teknik yang tepat)
2. Membuat produk turunan dari espresso:
– Sedang (memerlukan pemahaman tentang rasio kopi dan susu, serta teknik yang tepat)
3. Belajar membuat kopi susu gula aren:
– Mudah-Sedang (memerlukan pemahaman tentang rasio kopi dan susu, serta teknik yang tepat)
4. Belajar membuat latte art:
– Sulit (memerlukan keterampilan tangan, kontrol yang tepat, dan kreativitas)Secara keseluruhan, tingkat kesulitan dapat dinilai sebagai berikut:
– Pemula: Membuat kopi susu gula aren
– Sedang: Membuat produk turunan dari espresso
– Sulit: Belajar membuat espresso manual dan latte artNamun, perlu diingat bahwa tingkat kesulitan dapat berbeda-beda tergantung pada individu dan pengalaman masing-masing.
Setelah sesi pelatihan pagi dan siang, peserta berkunjung ke Pasar Santa Jakarta Selatan, yang merupakan pusat kopi Nusantara. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat langsung bagaimana industri kopi beroperasi dan berinteraksi dengan para pelaku industri kopi.
Pelatihan Barista BPP HIPKA ini berlangsung dengan sukses dan ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh semangat. Panitia pelaksana berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan meningkatkan kualitas industri kopi di Indonesia.
“Harapan kami, peserta pelatihan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan untuk meningkatkan karier dan wirausaha mereka di industri kopi,” ungkap (Pak Helmi)]. “Kami juga berharap bahwa pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi barista profesional dan sukses di industri kopi.”
Dengan demikian, pelatihan Barista BPP HIPKA ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas industri kopi di Indonesia dan memberikan kesempatan bagi para pelaku industri kopi untuk meningkatkan karier dan wirausaha mereka.Semangat!
By : Eny K. Jejak Sejarah Peradaban Di Lebak-Banten
Banten-Warta Pena Satu. Com Sejarah Water Toren Rangkasbitung

Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda
Water Toren Rangkasbitung merupakan bangunan bersejarah peninggalan pemerintahan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1931. Tujuan pembangunannya adalah untuk menyuplai air bersih bagi penduduk Rangkasbitung, yang saat itu merupakan pusat kota Kabupaten Lebak. Bangunan ini merupakan salah satu dari dua Water Toren yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda di Kabupaten Lebak; satu lagi terletak di Kecamatan Gunung Kencana .
Fungsi dan Perkembangan
Dahulu, Water Toren berfungsi sebagai penampung dan pengendali aliran air ke Kota Rangkasbitung. Namun, seiring perkembangan zaman dan infrastruktur perpipaan air modern, Water Toren tidak lagi berfungsi sebagai penyedia air bersih. Kini, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi salah satu objek wisata sejarah di Rangkasbitung, yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak. Pemerintah setempat telah melakukan upaya pelestarian untuk menjaga keaslian bangunan bersejarah ini .
Kesimpulan
Water Toren Rangkasbitung merupakan saksi bisu sejarah perkembangan Rangkasbitung dan Kabupaten Lebak. Bangunan ini bukan hanya memiliki nilai sejarah yang penting, tetapi juga berpotensi sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik. Upaya pelestarian bangunan ini sangat penting untuk menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.
AKSI DAMAI ONE MILION WOMENS FOR GAZA PALESTINA


Aksi Damai “One Million Women for Gaza”: Seruan Nurani Perempuan Indonesia untuk Palestina
Jakarta,wartapenasatu.com, Aksi damai bertajuk “One Million Women for Gaza” yang digelar pada Ahad, 6 Juli 2025, di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, menjadi bukti nyata kepedulian kaum perempuan Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang—komunitas, organisasi masyarakat (ormas), dan elemen masyarakat lainnya—tumpah ruah memenuhi area tersebut, menyuarakan seruan nurani untuk perdamaian dan keadilan di Gaza.

Kehadiran tokoh-tokoh agama dan masyarakat semakin memperkuat pesan solidaritas yang disampaikan. Habib Muhammad bin Hussein Alatas (Ketua Umum DPP FPI), KH Shobri Lubis (Ketua Umum DTN Persada 212), dan Bunda Neno Warisman turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap aksi ini. Kehadiran mereka menjadi simbol persatuan dan kekuatan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Perwakilan dari Rescue Masyumi Peduli, Mbak Ratna, menyampaikan pesan pentingnya dukungan multi-faceted bagi Palestina. Ia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk mendoakan, memberikan donasi, dan secara aktif memboikot produk-produk yang mendukung penjajahan Israel. Dukungan ini bukan hanya berupa simpati, tetapi juga aksi nyata yang dapat memberikan dampak signifikan bagi perjuangan rakyat Palestina.
Selain Mbak Ratna, aksi ini juga dihadiri oleh Ketua Rescue Masyumi Peduli, Mas Agung Mandala, beserta jajaran pengurus dan anggota, termasuk Mbak Yuli, Devi, Bu Nurhayati, Fitria, Caterine, Bang Eri, Olin, Anggi, Keke, Maya, dan Nurhasanah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif Rescue Masyumi Peduli dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian di Palestina.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB ini menjadi simbol gerakan perempuan terbesar di Indonesia yang menunjukkan solidaritas global. Peserta aksi membawa berbagai atribut, seperti spanduk, syal Palestina, dan simbol-simbol solidaritas lainnya, sembari mengumandangkan doa dan dukungan untuk rakyat Palestina.
Suasana penuh haru dan semangat persaudaraan mewarnai aksi ini. Para peserta dengan lantang menyuarakan aspirasi mereka, mengingatkan dunia akan pentingnya perdamaian dan penghentian penjajahan di Palestina. Aksi ini juga menjadi refleksi atas tanggung jawab moral seluruh umat manusia untuk membantu mereka yang tertindas.
Puncak aksi ditandai dengan longmarch menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat. Aksi ini merupakan bentuk protes damai atas sikap negara-negara yang dianggap mendukung penjajahan di Palestina. Peserta aksi berharap agar tekanan internasional dapat mendorong perubahan signifikan dan mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.
“One Million Women for Gaza” bukan sekadar aksi demonstrasi, tetapi juga sebuah gerakan moral yang kuat. Aksi ini mengirimkan pesan damai dari Indonesia kepada dunia, mengingatkan pentingnya solidaritas global dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi seluruh umat manusia. Semoga aksi ini menginspirasi gerakan serupa di berbagai belahan dunia, untuk bersama-sama memperjuangkan hak asasi manusia dan perdamaian dunia.
Melalui aksi ini, perempuan Indonesia menunjukkan peran aktif mereka dalam isu internasional, menunjukkan bahwa suara perempuan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan positif dan perdamaian dunia. Semoga aksi ini menjadi langkah awal dari berbagai aksi solidaritas lainnya yang akan datang.
One Million Womens For Gaza
Aksi damai bertajuk One Million Women For Gaza menjadi seruan nurani bagi kaum perempuan Indonesia untuk bangkit membela Palestina.

jakarta wartapenasatu.com, Ribuan massa tumpah ruah memenuhi kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Ahad pagi (6/7). Aksi ini di hadiri dari sejumlah komunitas, Ormas, berbagai elemen perempuan Indonesia yang peduli pada perjuangan Rakyat Gaza serta diikuti para ulama, habaib, tokoh masyarakat. Tampak hadir Ketua Umum DPP FPI,

Habib Muhammad bin Hussein Alatas, Ketua Umum DTN Persada 212 KH Shobri Lubis, Bunda Neno Warisman. mbak Ratna Dari elemen Rescue Masyumi Peduli yang mewakili suara perempuan, menyampaikan pesannya untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina, baik melalui doa, donasi serta menyerukan penghentian penjajahan dan memboikot produk pro-Israel dan yang terafiliasi dengan Israel.
Hadir juga Ketua Rescue Masyumi Peduli Mas Agung Mandala dan para pengurus dan anggota Rescue Masyumi Peduli mbak Yuli, Devi, bu Nurhayati, Fitria, Caterine, bang Eri, olin, anggi, keke maya, nurhasanah.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB ini berjalan dengan tertib dan damai.Aksi ini diharapkan menjadi simbol gerakan perempuan terbesar untuk Gaza, mengirimkan pesan damai dari Indonesia untuk dunia.
Para peserta membawa spanduk, syal Palestina, dan beragam atribut solidaritas, seraya mengumandangkan dukungan dan doa bagi rakyat Palestina yang masih tertindas.
Massa aksi juga melakukan longmarch menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai bentuk protes damai atas sikap negara-negara pendukung penjajahan di Palestina.
ONE MILLION WOMEN FOR GAZA – AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTONA (6/7) by : ratna depokUZTAZAH DARI BRUNAI KUNJUNGI SAS JAKARTA
Tim pengajian depan.gedung SAS. PFi
UZTAZAH DARI BRUNAI KUNJUNGI SAS JAKARTA

Jakarta, Media – Tim Uztazah dari Brunai Hj Siti Alafiah, Mila Irawati dan Endang Ningsih mengunjungi sekretariat perantau Minang Sulit Air Sepakat (SAS) cabang Pondok Labu Jakarta Selatan Sabtu petang (28/6).
Kunjungi tim tersebut ke sekretariat DPC SAS Pondok Labu, meninjau lokasi gedung yang megah dan permanen untuk kolaborasi dalam upaya menyemarakkan pengajian, terjemahan Al Quran, pendidikan dan kebudayaan perantau SAS.
Tim Pengajian, pendidikan dan kebudayaan yang tergabung di Gerakan Masyarakat Peduli Indonesia (GMPI) diterima oleh Syahril Elis mewakili ketua DPC SAS Datuk Majo Indo yang diguide oleh Drs Risman Thomas MM, mantan wakil Sekjend DPP SAS dan Pjbt Pemda DKI Jakarta.
Tim pengajian yang diketuai oleh Ibu Hj Mila Irawati terkesan kagum dan senang gedung SAS yang megah dan indah itu, dapat menyemarakkan siaran agama, pendidikan informal dan melestarikan kebudayaan warga SAS, katanya serius.
Perkumpulan perantau Minang SAS dari provinsi Sumbar itu, di Jakarta saja terdapat sejumlah gedung DPC SAS, seperti SAS Menteng, SAS Kampung Ambon, SAS Sentiong, SAS Kemanduran, SAS Petamburan, SAS Tanah Abang dan SAS Cengkareng Jakarta Barat.
Perkumpulan perantau SAS yang kini terus berkembang juga terdapat SAS SAS lainnya di berbagai kota perantauan dan kabupaten di tanah air, bahkan DPC SAS juga terdapat di Australia, Belanda dan Amerika, ungkap Syahril Elis, pelatih kesenian Minang Sulit Air.
Gedung DPC SAS Pondok Labu mulai dibangun di tahun 2008 yang diinisiator oleh alm Syafirman ASN Pemda DKI Jakarta juga pengurus DPP GMPI bersama Darmansyah, seperantauan dari nagari Sulit Air yang bermukim di Jakarta Selatan.
Gedung SAS Pondok Labu dengan jumlah 185 KK hampir tembus 1000 jiwa termasuk anak cucu cicit rang sumando dan sumandan yang berasal dari berbagai suku dan daerah perantau, mengikuti pengajian minggu kedua di awal bulan pertama.
Kolaborasi dengan tim pengajian pendidikan dan kebudayaan GMPI akan dirapatkan dengan pengurus, kata ketua DPC SAS Pondok Labu Jakarta Selatan Datuk Majo Indo yang didampingi oleh pembina H Zulkifli.
Program yang akan disampaikan pada pertemuan rakor untuk kegiatan kolaborasi yaitu bidang pengajian keagamaan, belajar Iqro bagi putera puteri terjemahan Al quran per kata, Tajwid, Fiqih, dan hafalan.
Setiap peserta yang belajar juga diajar mengajar dengan motto : STUDENT TODAY, TEACHER TOMORROW dikembangkan di setiap DPC SAS yang ada dan siap berkolaborasi untuk menyemarakkan agama islam jika dikelola secara terpadu.
Di bidang pendidikan formal dan informal akan dipimpin oleh DR.Hasbi Wahidi. A.P.Par. Spd.Mpd dekan dan dosen di berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek.
Program ini juga diselengi dengan pelajaran bahasa Inggris bahasa Arab dan Jepang bagi warga yang berminat bekerja ke Eropa, Arab Saudi dan Jepang melalui pelatihan Training of English Foreign Language (TOEFL).
Di bidang kebudayaan akan dikoordinir oleh Profesor DR.Sri Rusliyanti Dekan Institute Seni Budaya Bandung (ISBI) Puteri Sulit Air yang berperan sebagai pembina DPP SAS berawal karir dari ASKI Padang Panjang Sumbar.
Dalam aplikasinya diperankan oleh asistennya Syahril Elis yang akan melestarikan budaya kental Sulit Air Solok yaitu : Seni budaya randai, tari piring dengan musiknya Talempong terpatri oleh yang sesepuh dari dulu hingga sekarang. Ris.
