Nasional

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI Bintaro Gelar Pengajian Rutin Jumat Pagi, Perkuat Spiritualitas dan Integritas Pegawai

    Bintaro – BRI Cabang Bintaro secara konsisten menggelar pengajian rutin setiap Jumat pagi sebelum memulai aktivitas perbankan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai upaya meningkatkan spiritualitas, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat kerja yang lebih positif dan berintegritas.

    Pengajian Jumat pagi ini berlangsung secara singkat namun khidmat, dengan rangkaian kegiatan berupa pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta tausiyah yang memberikan motivasi dan penguatan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia kerja.

    Pimpinan Cabang BRI Bintaro, Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin ini merupakan bagian dari pembinaan karakter pegawai agar senantiasa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

    “Melalui pengajian rutin ini, kami berharap seluruh pegawai dapat memulai aktivitas kerja dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, serta semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah dengan penuh integritas,” ujar Mahmuddin.

    Ia menambahkan, keseimbangan antara profesionalisme dan spiritualitas menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan harmonis.

    Dengan adanya pengajian rutin setiap Jumat pagi, BRI Cabang Bintaro berharap nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan pelayanan yang tulus dapat terus terjaga, sehingga berdampak positif terhadap kinerja pegawai serta kepercayaan nasabah kepada BRI.

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI Bintaro Gelar Car Free Day, Hadirkan Olahraga dan Edukasi Perbankan untuk Masyarakat

    Bintaro – BRI Cabang Bintaro menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Bintaro Utama dengan menghadirkan berbagai aktivitas olahraga serta edukasi perbankan bagi masyarakat, pada [tanggal kegiatan].

    Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sekitar yang memanfaatkan momen CFD untuk berolahraga sekaligus mendapatkan informasi seputar layanan perbankan BRI. Beragam aktivitas interaktif disediakan, mulai dari olahraga bersama, sosialisasi produk dan layanan BRI, hingga edukasi literasi keuangan yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.

    Pimpinan Cabang BRI Bintaro, Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan BRI dengan masyarakat sekitar sekaligus mengajak warga menerapkan pola hidup sehat.

    “Melalui kegiatan Car Free Day ini, BRI hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga meningkatkan awareness terhadap layanan dan inovasi perbankan BRI melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif,” ujar Mahmuddin.

    Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.

    Dengan adanya kegiatan CFD ini, BRI Cabang Bintaro berharap dapat terus membangun sinergi positif dengan masyarakat, meningkatkan pemahaman tentang layanan perbankan, serta memperkuat citra BRI sebagai bank yang peduli terhadap kesehatan, edukasi, dan kebutuhan finansial masyarakat.

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI Bintaro Gelar Sportainment Padel, Pererat Kebersamaan dan Gaya Hidup Sehat Pegawai

    Bintaro – Dalam rangka mempererat hubungan antarpegawai serta mendorong penerapan gaya hidup sehat, BRI Cabang Bintaro menggelar kegiatan olahraga padel bersama yang dikemas dalam konsep sportainment.

    Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai BRI Cabang Bintaro dengan penuh antusias. Selain sebagai sarana olahraga, acara padel bersama ini juga menjadi ajang silaturahmi, memperkuat kekompakan tim, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.

    Pimpinan Cabang BRI Bintaro, Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan sportainment ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kinerja dan kesehatan pegawai.

    “Melalui kegiatan padel bersama ini, kami ingin membangun kebersamaan, meningkatkan soliditas tim, serta mengajak seluruh pegawai untuk menerapkan pola hidup sehat di tengah padatnya aktivitas kerja,” ujar Mahmuddin.

    Ia menambahkan, dengan terjalinnya hubungan yang baik antarpegawai, diharapkan semangat kerja dan pelayanan kepada nasabah dapat terus meningkat.

    Kegiatan padel bersama ini diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama, sebagai simbol kekompakan dan kebersamaan keluarga besar BRI Cabang Bintaro. BRI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang mendukung kesehatan, kebahagiaan, dan kinerja optimal seluruh pegawai.

  • Nasional

    Kembalinya Lima Eks OPM Intan Jaya Teguhkan Komitmen Persatuan dan Perdamaian Papua

    WARTAPENASATUJATIM | INTAN JAYALapangan Apel Kantor Bupati Intan Jaya menjadi saksi sejarah pada Jum’at, 12 Desember 2025, ketika lima mantan anggota OPM resmi menyatakan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Peristiwa ini disambut haru oleh ratusan masyarakat, tokoh adat, dan pejabat daerah.

    Acara bersejarah ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, serta Bupati Intan Jaya Aner Maisini. Momen ini menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam merajut persatuan.

    Dalam sambutannya, Gubernur Meki Fritz Nawipa menegaskan bahwa langkah kelima eks OPM tersebut merupakan kemenangan nurani rakyat Papua.

    “Ikrar ini bukti bahwa masa depan Papua akan lebih baik jika kita bersatu dalam NKRI,” ujarnya dengan penuh haru.

    Bupati Aner Maisini menambahkan apresiasi kepada TNI dan Polri atas pendekatan humanis yang berhasil menciptakan kedamaian.

    Ia menyebut peristiwa itu sebagai bukti bahwa persatuan jauh lebih kuat daripada perpecahan, sekaligus kemenangan bagi seluruh masyarakat Intan Jaya.

    Salah satu eks OPM, Fransiskus Japugau, mengungkapkan alasan kembali ke NKRI dengan nada haru. Ia menyadari bahwa kekerasan tidak membawa masa depan yang baik dan bertekad membangun tanah kelahirannya bersama pemerintah sebagai wujud komitmen terhadap perdamaian Papua.

    Acara ikrar ditutup dengan doa, penyerahan Al Kitab, serta tarian adat sebagai simbol penerimaan. Prosesi berlangsung khidmat, aman, dan penuh persaudaraan.

    Kembalinya lima eks OPM ini menandai babak baru bagi Papua yang damai dan bersatu menuju masa depan penuh harapan.*** (Bgn)

  • Nasional

    Buruh FSPMI Kepung MA, Desak Putusan Kasasi Tegaskan Hak Kerja Pengurus Serikat PT YMMA

    Jakarta — wartapenasatu.com – Ribuan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kembali mendatangi Gedung Mahkamah Agung (MA) pada Kamis, 11 Desember 2025. Mereka menuntut MA memperkuat putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung yang memerintahkan reinstatement atau pemanggilan bekerja kembali para pengurus serikat PT YMMA yang di-PHK setelah proses perundingan upah berlangsung.

    Ketua Umum SPEE FSPMI, Abdul Bais, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sehari setelah Hari Hak Asasi Manusia sebagai simbol bahwa persoalan pemecatan tersebut tidak hanya terkait hubungan industrial, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak-hak asasi pekerja.

    “Pemutusan hubungan kerja terhadap pengurus serikat setelah perundingan upah merupakan bentuk tekanan terhadap kebebasan berserikat. Kami meminta MA menegakkan putusan PHI Bandung dan mengembalikan hak bekerja kawan-kawan kami. Hak bekerja adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dirampas,” ujar Abdul Bais.

    Aksi ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil Seminar Hukum Ketenagakerjaan FSPMI bertema “Disharmonis Ancaman Kaum Buruh” yang digelar pada 2 Desember lalu. Seminar tersebut menegaskan bahwa istilah “disharmonis” tidak dikenal dalam regulasi ketenagakerjaan dan kerap digunakan sebagai dalih untuk melemahkan posisi serikat pekerja.

    Menurut Bais, alasan disharmonis telah menjadi ancaman serius karena sering diarahkan kepada pengurus serikat yang aktif memperjuangkan hak-hak pekerja.

    FSPMI juga menekankan bahwa Mahkamah Agung memiliki yurisprudensi yang konsisten menolak alasan disharmonis sebagai dasar PHK. Karena itu, putusan kasasi untuk kasus PT YMMA harus sejalan dengan preseden hukum yang sudah ada.

    “Yurisprudensi MA jelas menyatakan disharmonis bukan alasan PHK. Kami menuntut MA konsisten dengan putusannya sendiri, demi kepastian hukum bagi seluruh pekerja,” tegas Bais.

    Ia juga mengingatkan adanya surat resmi Dirjen PHI & Jamsos Kemenakertrans tertanggal 5 Juni 2012 yang menegaskan bahwa alasan PHK harus sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 dan tidak boleh didasarkan pada penilaian subjektif seperti ketidakharmonisan.

    “Surat Dirjen tersebut memperkuat bahwa PHK pengurus PT YMMA tidak memiliki dasar hukum,” tambahnya.

    Selain menuntut penguatan putusan PHI Bandung, FSPMI juga meminta MA memberikan kepastian jadwal pembacaan putusan kasasi. Ketidakjelasan proses ini disebut memperparah beban ekonomi dan psikologis para pekerja yang sudah terlalu lama menunggu keadilan.

    “Kawan-kawan kami membutuhkan kepastian hukum. Kasasi tidak boleh berlarut-larut tanpa kejelasan,” kata Bais.

    Aksi yang digelar hari ini diikuti oleh massa buruh dari berbagai wilayah Jabodetabek. FSPMI memastikan aksi berlangsung damai, teratur, dan tetap fokus pada tuntutan utama: memulihkan hak bekerja para pengurus serikat PT YMMA dan menjaga masa depan kebebasan berserikat di Indonesia.

  • Nasional

    “Kongres I dan Rakernas VII GPP: Meneguhkan Trisakti dan Mengokohkan Pembumian Pancasila Menuju Indonesia Berkeadilan”

    Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) sukses menggelar Kongres I dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025, di Hotel Metro, Semarang, Jawa Tengah. Agenda berskala nasional ini tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga forum strategis untuk menegaskan kembali relevansi Pancasila sebagai ideologi hidup bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh nasional, akademisi, dan jajaran pengurus daerah dari seluruh Indonesia menjadikan forum ini kaya perspektif dan penuh gagasan konstruktif.

    Acara resmi dibuka dengan sambutan sekaligus laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Dr. Gunawan Djayaputra, S.H., S.S., M.H. Dalam paparannya, Dr. Gunawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berbagai pihak, khususnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang berperan besar dalam terselenggaranya Kongres I GPP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan semangat kolektif-gotong royong yang menjadi fondasi nilai Pancasila sekaligus identitas organisasi.

    Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kongres I adalah tonggak bersejarah bagi organisasi yang berdiri sejak 1 Juni 2019. Menurutnya, enam tahun perjalanan GPP yang penuh tantangan justru semakin menguatkan komitmen internal untuk terus menghidupkan nilai Pancasila di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ia juga mengaitkan momen ini dengan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, sembari mengingatkan kembali dua cita-cita Revolusi Nasional: membangun masyarakat tanpa penindasan, dan mewujudkan “Dunia Baru” sebagaimana dicita-citakan Sukarno dalam pidato 30 September 1960.

    Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP RI dan Ketua Dewan Pembina DPP GPP, dalam sambutannya menekankan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan tidak terpisahkan dari sejarah kelahiran bangsa. Ia menguraikan bahwa sejak 1 Juni 1945, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sumber hukum dan arah moral kehidupan berbangsa. Menurutnya, Pancasila harus terus ditanamkan lintas generasi melalui pendidikan, toleransi, dan praktik kehidupan sehari-hari untuk menjaga keutuhan bangsa.

    Forum berlanjut pada Diskusi Publik bertema Quo Vadis Cita-Cita Revolusi Nasional?!” yang menghadirkan para pakar di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Diskusi ini menghasilkan rekomendasi strategis berupa kebangkitan kesadaran ideologis dan implementasi Trisakti secara utuh: Berdaulat dalam Politik, Mandiri dalam Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Rekomendasi ini menjadi dasar konseptual bagi penyusunan arah perjuangan organisasi lima tahun ke depan.

    Dalam aspek politik, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya menghentikan ketergantungan pada utang luar negeri dan memperbaiki tata kelola kekayaan alam. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan nasional harus kembali merujuk pada Pancasila dan UUD 1945. Senada dengan itu, Prof. Dr. Ganjar Razuni mengkritik adanya jarak antara cita-cita Pancasila dan realitas bangsa saat ini, termasuk lunturnya pendidikan ideologis akibat penghapusan mata pelajaran Pancasila dari kurikulum beberapa tahun lalu.

    Dari perspektif ekonomi, Prof. Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D., merekomendasikan tiga langkah fundamental untuk mewujudkan kemandirian nasional: menjadikan Pancasila sebagai landasan utama regulasi, memperkuat pendidikan ideologis, dan memperluas kegiatan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Prof. Dr. Anthony Budiawan menyoroti ancaman serius akibat praktik penyimpangan kekuasaan yang bertentangan dengan konstitusi, memicu kesenjangan ekstrem, serta berpotensi menciptakan instabilitas sosial.

    Pada bidang kebudayaan, Prof. Muhamad Sabri menekankan perlunya memperkuat nilai gotong royong, religiusitas, serta karakter bangsa sebagai modal moral dalam menghadapi tantangan global. Implementasi Trisakti diyakini menjadi kunci dalam membangun Indonesia sebagai negara hukum yang berkebudayaan, sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., menegaskan bahwa seluruh peserta kongres memikul tanggung jawab etis untuk menjalankan pembumian Pancasila sesuai kapasitas masing-masing.

    Memasuki agenda inti, Kongres I GPP menyusun beberapa keputusan strategis, mulai dari pembahasan laporan pertanggungjawaban DPP, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penetapan Garis Perjuangan, hingga pemilihan Ketua Umum GPP periode 2025–2030. Melalui musyawarah mufakat yang dipimpin Drs. Hendrikus Clement, peserta kongres menyepakati Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua Pembina, Dr. Antonius Manurung sebagai Ketua Umum, serta pengukuhan Prof. Dr. Ganjar Razuni dan Prof. Dr. Ermaya Suradinata sebagai Ketua Dewan Pakar dan Ketua Dewan Pengawas.

    Kesepakatan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan konsolidasi visi organisasi dalam lima tahun mendatang. Setelah Kongres I, Rakernas VII dilaksanakan dengan dihadiri pimpinan DPD dari berbagai daerah. Rakernas berfokus pada perumusan dan sinkronisasi program kerja strategis yang sejalan dengan hasil-hasil kongres, terutama penguatan kaderisasi, perluasan jangkauan program pembumian Pancasila, serta penguatan kerja sama dengan lembaga negara, khususnya BPIP RI.

    Seluruh rangkaian acara ditutup oleh Ketua Umum GPP 2025–2030, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta. Ia menekankan kembali bahwa gotong royong adalah kekuatan utama GPP dalam mewujudkan Indonesia yang adil, beradab, dan berkepribadian sesuai nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan semangat tersebut, GPP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembumian Pancasila di seluruh pelosok negeri.

  • Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Politik,  SOSIAL

    RIBUAN KEPALA DESA DEMO DI MONAS: DANA DESA DIANGGAP INKONSTITUSIONAL

    Jakarta, wartapenasatu.com, Ribuan kepala desa tiba-tiba melakukan aksi demo di Monas, langsung menuju ke arah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaaya Yudi Sadewa. Tujuan mereka? Menuntut agar dana desa yang dianggap memiliki sifat inkonstitusional segera diperbaiki.


    Ketua Umum Perubahan Untuk Indonesia Raya (yang lebih dikenal dengan PURBAYA INDONESIA)Dr.Ali Yusran Gea,SH.,MKn.,MH, menyatakan tegas: dana desa saat ini tidak sesuai dengan konstitusi, melawan hukum, dan bahkan merendahkan martabat bangsa kita.
    Bukan cuma itu, kata dia, aksi nekat para kepala desa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus ada konsekuensi, terutama sanksi administratif yang tegas.
    Alasan mengapa harus disanksi? Karena perilaku para kepala desa dalam demo ini terkesan seperti premanisme. Bukan cara yang pantas untuk menyampaikan aspirasi.
    Tidak sepatutnya terjadi hal seperti ini,” tegas dia lagi. Aksi yang penuh nafsu kekuasaan dan mirip preman itu jelas bukan contoh yang baik dari seorang pemimpin desa.
    PURBAYA INDONESIA sendiri menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaaya yang telah mengambil langkah membatasi program dana desa.
    Menurut mereka, langkah pembatasan itu perlu dilakukan karena selama ini, penggunaan dan peruntukan dana desa terkesan tidak baik. Bahkan, menjadi sumber mata air korupsi yang sulit dihentikan.
    Tak cuma korupsi, dana desa juga dianggap sebagai salah satu penyebab konflik horizontal di berbagai daerah. Banyak masalah antar warga yang muncul karena perselisihan soal pengelolaan dana ini.
    Semoga aksi demo ini bisa menjadi peringatan bagi semua pihak, terutama pengelola dana desa. Harus ada perbaikan yang cepat dan tegas agar dana yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat desa tidak malah menjadi beban dan sumber masalah.

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani Jalin Kolaborasi dengan PT Taspen (Persero) untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Mitra Bayar

    Tangerang – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kepada nasabah, BRI Kantor Cabang Tangerang Ahmad Yani menjalin kolaborasi strategis dengan PT Taspen (Persero). Kerja sama ini bertujuan memperkuat peran BRI sebagai Mitra Bayar yang mampu memberikan pelayanan optimal, khususnya kepada para pensiunan dan penerima manfaat Taspen.

    Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas, sekaligus memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan kemudahan dalam transaksi keuangan. Selain itu, kemitraan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan sinergi antarinstansi untuk mendukung efisiensi dan kenyamanan nasabah.

    Pemimpin Cabang BRI KC Tangerang Ahmad Yani, Mustofa Adi S., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memperkuat layanan publik.

    “Melalui kolaborasi bersama PT Taspen (Persero), kami ingin memastikan BRI menjadi Mitra Bayar yang unggul dalam memberikan layanan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Harapannya, nasabah dapat merasakan kemudahan dan kepuasan dalam setiap transaksi,” ujarnya.

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dan inovasi layanan demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah, khususnya penerima manfaat Taspen.

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani Berikan Penghargaan kepada Pekerja Terbaik Bulan November

    Tangerang – Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kinerja unggul, dan kontribusi nyata yang telah diberikan, BRI Kantor Cabang Tangerang Ahmad Yani memberikan penghargaan kepada para pekerja terbaik di bulan November. Penghargaan ini menjadi wujud komitmen manajemen dalam mendorong budaya kerja profesional, produktif, dan berprestasi.

    Para pekerja yang menerima penghargaan dinilai berdasarkan capaian kinerja, kualitas pelayanan, serta kontribusi positif terhadap tim dan kantor. Pemberian apresiasi ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi juga motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menghadirkan performa terbaik demi kemajuan bersama.

    Pemimpin Cabang BRI KC Tangerang Ahmad Yani, Mustofa Adi S., menyampaikan harapannya agar penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh pekerja.

    “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para pegawai. Semoga ini menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berprestasi dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah,” ujarnya.

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani akan terus menghadirkan program pembinaan, apresiasi, serta pengembangan kompetensi guna menciptakan lingkungan kerja yang semakin positif dan berorientasi pada kinerja unggul.

  • Bisnis,  Ekonomi,  Nasional

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani Berikan Apresiasi kepada Pekerja Berprestasi yang Berhasil Melampaui Target Kinerja

    Tangerang – Prestasi bukan sekadar capaian, tetapi merupakan bukti nyata dari komitmen, dedikasi, serta kerja keras yang terus dijaga oleh para pekerja. Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, BRI Kantor Cabang Tangerang Ahmad Yani memberikan apresiasi kepada pekerja yang berhasil mencapai dan melampaui target kinerja.

    Program apresiasi ini merupakan langkah manajemen untuk menumbuhkan motivasi, memperkuat budaya kinerja unggul, serta mendorong semangat pekerja agar terus menghadirkan performa terbaik. Penghargaan diberikan kepada individu-individu yang menunjukkan hasil kerja optimal, baik dari sisi produktivitas, kualitas layanan, maupun kontribusi dalam pencapaian target bisnis.

    Pemimpin Cabang BRI KC Tangerang Ahmad Yani, Mustofa Adi S., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan refleksi dari komitmen pegawai terhadap kemajuan organisasi.

    “Prestasi yang diraih adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi. Apresiasi ini kami berikan sebagai bentuk penghargaan serta dorongan agar semangat kinerja semakin kuat, sehingga ke depan dapat terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah,” ujarnya.

    BRI KC Tangerang Ahmad Yani berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang produktif, apresiatif, dan penuh semangat sehingga prestasi para pekerja dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kualitas layanan perbankan.

Wartapenasatu.com @2025