Opini
Tetesan Darah, Bukti Bakti Bhayangkara: Polresta Palangka Raya Sukses Gelar Donor Darah
Tetesan Darah, Bukti Bakti Bhayangkara: Polresta Palangka Raya Sukses Gelar Donor Darah

𝙥𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧𝙖𝙮𝙖 , 𝙒𝙖𝙧𝙩𝙖 𝙋𝙚𝙣𝙖 𝙎𝙖𝙩𝙪,Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Palangka Raya menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung sukses di Aula Yusuf Suganda, Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km. 3,5, Selasa (17/6/2025). Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat Kota Palangka Raya. Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan, sebuah sumbangan berharga yang akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menolong mereka yang membutuhkan.

Kegiatan donor darah ini diikuti oleh personel Polresta Palangka Raya dan jajarannya, serta masyarakat umum yang dengan antusiasme tinggi turut berpartisipasi. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terpancar jelas dari setiap peserta yang hadir, menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas institusi. Tetesan demi tetesan darah yang diberikan menjadi simbol nyata dari rasa kemanusiaan dan solidaritas.

Kasidokkes Polresta Palangka Raya, Ipda Irawan Rezky Iswara, mewakili Kapolresta Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Lebih dari sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir untuk memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam hal ketersediaan stok darah yang sangat vital.“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam bentuk kepedulian sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Ipda Irawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa peran Polri meluas hingga ke ranah kemanusiaan, membangun citra positif dan mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan donor darah ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara dalam menyambut Hari Bhayangkara. Bukan hanya upacara dan kegiatan formal, Polresta Palangka Raya memilih untuk merayakannya dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Suasana selama kegiatan berlangsung sangat kondusif, tertib, dan penuh semangat. Antusiasme para peserta menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan ini. Keberhasilan pengumpulan puluhan kantong darah menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan rasa kemanusiaan masih sangat tinggi di tengah masyarakat Palangka Raya.
Kegiatan donor darah ini bukan hanya sekadar berhasil mengumpulkan darah, tetapi juga berhasil mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut serta berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Merajut Budaya, Meraih Prestasi: Polda Kalteng Rayakan Hari Bhayangkara dengan Lomba Menembak dan Sipet
Merajut Budaya, Meraih Prestasi: Polda Kalteng Rayakan Hari Bhayangkara dengan Lomba Menembak dan Sipet

palangkaraya. warta pena satu. Dalam semarak Hari Bhayangkara ke-79, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar perlombaan menembak dan sipet yang unik dan bermakna. Bertempat di Lapangan Tembak Multifungsi Wira Pratama, Palangka Raya, Selasa (17 Juni 2025), acara ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan perpaduan apik antara olahraga presisi dan pelestarian budaya lokal. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Polda Kalteng dalam mendukung kearifan lokal Kalimantan Tengah.


Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menjelaskan bahwa perlombaan ini dirancang khusus untuk memeriahkan HUT Bhayangkara ke-79 sekaligus mengangkat permainan tradisional Dayak, yaitu Sipet. Sipet, permainan yang menggunakan sumpit untuk menembakkan anak sumpit ke target, merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Dayak dan memiliki nilai historis yang tinggi. Dengan memasukkan Sipet ke dalam rangkaian perlombaan, Polda Kalteng ingin melestarikan warisan budaya sekaligus mempromosikannya kepada khalayak luas.


Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Kapolda menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Kalimantan Tengah. Melalui perlombaan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih mengenal dan menghargai permainan tradisional Dayak. Selain itu, lomba ini juga menjadi ajang untuk melatih ketangkasan, konsentrasi, dan sportivitas.


Perlombaan menembak dan sipet ini diikuti oleh berbagai kalangan, termasuk TNI-Polri, Forkopimda, dan masyarakat umum. Kategori perlombaan pun beragam, sehingga memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kehadiran Gubernur Kalteng, Bapak H. Agustiar Sabran, semakin menambah semarak acara ini dan menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.Kombes Pol Erlan Munaji, Kabidhumas Polda Kalteng, menambahkan bahwa Gubernur Kalteng, Bapak H. Agustiar Sabran, berhasil meraih juara dalam perlombaan ini. Prestasi ini menunjukkan bahwa even ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu menarik minat dan partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah. Keberhasilan Gubernur dalam perlombaan ini pun semakin memperkuat pesan pentingnya pelestarian budaya lokal.
Rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-79 di Polda Kalteng tidak berhenti sampai di sini. Sejumlah kegiatan menarik lainnya masih akan digelar, seperti jalan santai, panjat pinang, besei kambei, dan sepak bola sarung. Kegiatan-kegiatan ini akan diselenggarakan di halaman Polda Kalteng dan diharapkan mampu semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat Kalimantan Tengah.
Dengan menggabungkan olahraga modern dan permainan tradisional, Polda Kalteng berhasil menciptakan perayaan Hari Bhayangkara yang unik, bermakna, dan menghibur. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut serta melestarikan warisan budaya Indonesia.
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
MUI DKI Jakarta Gelar Mukerda, Kawal Transformasi Ibu Kota Menuju Kota Global yang Berkeadaban
Jakarta, Warta Pena Satu, 17 Juni 2025 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Khusus Jakarta bakal menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) sebagai forum strategis untuk konsolidasi program kerja dan perumusan arah kebijakan organisasi ke depan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 18-19 Juni 2025 dan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
Kegiatan ini akan menjadi ajang refleksi atas capaian sebelumnya sekaligus penguatan peran ulama dalam mengawal pembangunan Jakarta yang humanis dan berkeadaban.
Sebagai ibu kota negara yang tengah bertransformasi menuju kota global, Jakarta menghadapi beragam tantangan sekaligus peluang strategis di tengah dinamika globalisasi. Perubahan ini tidak hanya berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan budaya, namun juga memerlukan tata kelola yang inklusif, adaptif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, ketertiban, keamanan, serta keberlanjutan lingkungan.
Ketua MUI DKI Jakarta KH Muhammad Faiz Syukron Makmun menegaskan, Mukerda ini menjadi momentum untuk memastikan agar transformasi Jakarta menuju kota global tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Sebagai mitra strategis pemerintah, MUI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial dan memastikan umat Islam turut aktif dalam proses pembangunan berkelanjutan,” kata Kyai Faiz.
Mukerda ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, ulama, hingga perwakilan pemerintah daerah. Diskusi yang berlangsung nantinya akan difokuskan pada isu-isu krusial seperti toleransi antarumat beragama, ketertiban dan keamanan kota, hingga urgensi pelestarian lingkungan hidup.
Dikakatan Kyai Faiz, Mukerda ini diharapkan menjadi titik tolak sinergi antara MUI dan pemerintah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang damai, adil, dan membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.
Poin utama Mukerda MUI Jakarta, Pertama, mengevaluasi program kerja MUI tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja yang relevan dengan tantangan zaman. Kedua, memperkuat kontribusi MUI dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Ketiga, meningkatkan kapasitas dan sinergi antar pengurus MUI di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Keempat, menjaring gagasan dari berbagai tokoh dan pemangku kepentingan guna memperkaya perspektif ulama terhadap isu-isu strategis yang dihadapi Jakarta ke depan.
Polsubsektor Baun Bango: Jembatan Emas Polri untuk Masyarakat Katingan
Polsubsektor Baun Bango: Jembatan Emas Polri untuk Masyarakat Katingan


palangkaraya . warta pena satu. Polri kembali menorehkan prestasi gemilang dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Selasa pagi (17 Juni 2025), Kapolres Katingan, AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K., secara resmi meresmikan Polsubsektor Baun Bango. Berlokasi di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, peresmian ini menandai langkah nyata Polri dalam memperkuat kehadirannya di tengah-tengah masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Tasik Payawan dan Kamipang.


Peresmian yang dimulai pukul 09.45 WIB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting. Selain Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres Katingan, turut hadir Ketua Bhayangkari Cabang Katingan beserta pengurus, Ketua Ranting Bhayangkari Tasik Payawan, Camat Kamipang, Danramil 1019-02 Kamipang, Kapolsek Tasik Payawan dan Kamipang, para kepala desa se-Kecamatan Kamipang, serta tokoh masyarakat, agama, adat, dan warga penerima bantuan sosial. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan dan sinergitas yang kuat antara Polri dan seluruh elemen masyarakat Katingan.Dalam sambutannya, Kapolres Katingan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Polsubsektor Baun Bango. Beliau menekankan bahwa keberadaan Polsubsektor ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Peresmian Polsubsektor Baun Bango bukan hanya sekadar seremonial belaka. Acara ini juga diramaikan dengan kegiatan sosial yang menyentuh hati. Polri menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dan warakauri, serta memberikan bantuan peralatan pertanian dan perikanan. Tindakan nyata ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesejahteraan warga dan menjadi simbol sinergitas yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Kehadiran Polsubsektor Baun Bango diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dengan jarak yang lebih dekat dan aksesibilitas yang lebih mudah, masyarakat dapat lebih leluasa menyampaikan aspirasi, saran, dan kritik membangun kepada pihak kepolisian. Hal ini akan memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, sehingga terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Lebih dari sekadar pos polisi, Polsubsektor Baun Bango diharapkan menjadi pusat informasi dan layanan masyarakat. Warga dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi terkait keamanan, mendapatkan bantuan, dan melaporkan permasalahan yang mereka hadapi. Dengan demikian, Polsubsektor ini akan menjadi jembatan emas yang menghubungkan Polri dengan masyarakat, memperkuat ikatan, dan membangun kepercayaan.
Dengan diresmikannya Polsubsektor Baun Bango, Polres Katingan telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warga, serta memperkuat sinergitas antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Katingan. Semoga Polsubsektor Baun Bango menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.
Pelantikan Pengurus dan Musyawarah Cabang DPC IPKI Jakarta Barat Sukses Digelar

Jakarta,Warta Pena Satu.
Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jakarta Barat baru saja menggelar pelantikan pengurus dan Musyawarah Cabang (Muscab) pada hari Kamis,12 Juni 2025, bertempat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat,berjalan lancar dan sukses.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus IPKI tingkat pusat,perwakilan daerah,tokoh masyarakat,serta jajaran pemerintah Jakarta Barat, Suasana penuh semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai jalannya acara tersebut.Dalam sambutannya, Ketua Umum yang diwakili Sekjen IPKI menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat cabang guna menjaga relevansi IPKI di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
Dalam kesempatan terpisah, ketua terpilih Albert Siagian mengatakan bahwa “Tema
Memajukan Kehidupan Bangsa bukan hanya slogan, tetapi panggilan bagi kita semua untuk turut aktif membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat berdasarkan semangat perjuangan kemerdekaan,”. Lanjutnya, bahwa IPKI Jakarta Barat akan menekankan penguatan
ekonomi masyarakat khususnya ekonomi berbasis UMKM.
Pelantikan pengurus baru DPC IPKI Jakarta Barat menandai babak baru bagi organisasi kepemudaan ini di wilayah Jakarta Barat. Pengurus yang dilantik diharapkan mampu membawa IPKI Jakarta Barat semakin maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen untuk meningkatkan kualitas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama kepengurusan yang baru.
Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru dilantik,Ketua, Albert Siagian dalam sambutannya menyampaikan visi dan misi kepengurusannya.Musyawarah ini juga menjadi momentum penting untuk pemilihan kepengurusan cabang yang
baru, pembahasan program kerja strategis, serta penguatan sinergi antaranggota dalam
mewujudkan visi IPKI sebagai wadah patriotisme modern. Setelah Muscab selesai dilakukan,dilanjutkan acara Pelantikan DPC IPKI Jakarta Barat yang dilakukan secara simbolis penyerahan Pataka Organisasi dari Ketua Harian DPW IPKI DK Jakarta kepada Albert Siagian sebagai Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru terpilih.Wali Kota Jakarta Barat, dalam sambutannya yang diwakili Bagian Pemerintahan,menyampaikan apresiasi atas kiprah IPKI dalam merawat semangat kebangsaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan dilantiknya pengurus baru dan terselenggaranya musyawarah cabang yang sukses, diharapkan DPC IPKI Jakarta Barat dapat semakin solid dan berkontribusi positif bagi masyarakat Jakarta Barat. Komitmen untuk mewujudkan visi dan misi organisasi akan terus dijaga dan diwujudkan melalui berbagai program kerja yang terencana dan terukur.
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina

Jakarta, warta Pena satu, Film Hayya 3 Gaza sukses membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Acara nonton bareng (Nobar) dan meet & greet yang digelar di CGV Bekasi Trade Center pada Sabtu, 14 Juni 2025, dipadati ribuan penonton, membuktikan besarnya empati masyarakat Indonesia.

Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya enam studio CGV Bekasi yang menayangkan film tersebut secara serentak. Salah satu studio bahkan dipesan khusus oleh komunitas Rescue Masyumi Peduli, berkolaborasi dengan Aktivis Alumni ISTN dan grup WhatsApp Palestina Merdeka. Ketiga komunitas ini secara spontan berinisiatif untuk menggelar acara nobar tersebut.

Ketua Panitia Nobar, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa film Hayya 3 Gaza bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata untuk peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina. Lebih dari 1.500 penonton memadati CGV Bekasi, dengan beberapa di antaranya bahkan membeli tiket hanya untuk berdonasi. Keberhasilan film ini juga terlihat dari jumlah penonton yang mencapai 40.000 orang di hari pertama penayangan.Ir. Agung Mandala, pimpinan Rescue Masyumi Peduli, mengungkapkan awalnya acara nobar direncanakan di CGV Lagoon Bekasi pada tanggal 12 Juni, bertepatan dengan penayangan perdana. Namun, karena kendala teknis, acara tersebut dipindahkan ke CGV BTC Bekasi Timur. Ir. Agung Mandala juga memfasilitasi tiket gratis bagi 16 santri yatim dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan 14 anak yatim dari Bendungan Hilir.
Nobar dan meet & greet ini tak hanya dihadiri penonton lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Singapura. Acara tersebut menjadi momen solidaritas yang luar biasa, ditandai dengan penyerahan donasi untuk Palestina Merdeka dari Ir. Agung Mandala kepada sutradara Jastis Arimba, disaksikan oleh aktor Husein Alatas dan para inisiator nobar. Kenang-kenangan berupa kaos juga diberikan kepada Jastis Arimba, Husein Alatas, dan penulis Asma Nadia.
Film Hayya 3 Gaza sendiri mengisahkan Abdullah Gaza, anak yatim piatu berusia 8 tahun yang tinggal di panti asuhan. Kisah menjadi emosional ketika Gaza diculik oleh ayah kandungnya, Beni (diperankan Husein Alatas), yang berniat menjualnya. Karakter Beni yang tragis menjadi sorotan utama dalam film ini.
Sutradara Jastis Arimba, yang berkolaborasi dengan Asma Nadia dan Hayati Ayatillah, mengatakan bahwa film ini, bagian ketiga dari trilogi Hayya yang diproduksi oleh Warna Pictures, dikemas sebagai drama keluarga yang menyentuh dan reflektif. Ia berharap penonton dapat merenungkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara di Palestina.
Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan menyebutnya sebagai karya penting dalam melawan propaganda genosida. Dalam dua hari pertama penayangan, film ini telah ditonton lebih dari 50.000 orang dan masih terus tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jastis Arimba mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan pesan film ini dan mengajak keluarga dan kerabat untuk menonton, mengingat 40 persen keuntungan tiket akan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari publik untuk menjaga agar film ini tetap tayang.
Film yang juga dibintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, dan lainnya ini, dengan lagu tema “Surga Menanti” oleh Melly Goeslaw dan Mostafa Atef, mengusung pesan kemanusiaan yang universal, melewati batas agama, generasi, dan negara.
- AGAMA, Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina
Hayya 3 Gaza: Ribuan Penonton di Bekasi Sambut Film Kemanusiaan Palestina

Jakarta,warta Pena satu, Film Hayya 3 Gaza sukses membangkitkan kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Acara nonton bareng (Nobar) dan meet & greet yang digelar di CGV Bekasi Trade Center pada Sabtu, 14 Juni 2025, dipadati ribuan penonton, membuktikan besarnya empati masyarakat Indonesia.

Antusiasme penonton terlihat dari penuhnya enam studio CGV Bekasi yang menayangkan film tersebut secara serentak. Salah satu studio bahkan dipesan khusus oleh komunitas Rescue Masyumi Peduli, berkolaborasi dengan Aktivis Alumni ISTN dan grup WhatsApp Palestina Merdeka. Ketiga komunitas ini secara spontan berinisiatif untuk menggelar acara nobar tersebut.

Ketua Panitia Nobar, Abdul Rojak, menjelaskan bahwa film Hayya 3 Gaza bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata untuk peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina. Lebih dari 1.500 penonton memadati CGV Bekasi, dengan beberapa di antaranya bahkan membeli tiket hanya untuk berdonasi. Keberhasilan film ini juga terlihat dari jumlah penonton yang mencapai 40.000 orang di hari pertama penayangan.

Ir. Agung Mandala, pimpinan Rescue Masyumi Peduli, mengungkapkan awalnya acara nobar direncanakan di CGV Lagoon Bekasi pada tanggal 12 Juni, bertepatan dengan penayangan perdana. Namun, karena kendala teknis, acara tersebut dipindahkan ke CGV BTC Bekasi Timur. Ir. Agung Mandala juga memfasilitasi tiket gratis bagi 16 santri yatim dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan 14 anak yatim dari Bendungan Hilir.

Nobar dan meet & greet ini tak hanya dihadiri penonton lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri, seperti Singapura. Acara tersebut menjadi momen solidaritas yang luar biasa, ditandai dengan penyerahan donasi untuk Palestina Merdeka dari Ir. Agung Mandala kepada sutradara Jastis Arimba, disaksikan oleh aktor Husein Alatas dan para inisiator nobar. Kenang-kenangan berupa kaos juga diberikan kepada Jastis Arimba, Husein Alatas, dan penulis Asma Nadia.
Film Hayya 3 Gaza sendiri mengisahkan Abdullah Gaza, anak yatim piatu berusia 8 tahun yang tinggal di panti asuhan. Kisah menjadi emosional ketika Gaza diculik oleh ayah kandungnya, Beni (diperankan Husein Alatas), yang berniat menjualnya. Karakter Beni yang tragis menjadi sorotan utama dalam film ini.
Sutradara Jastis Arimba, yang berkolaborasi dengan Asma Nadia dan Hayati Ayatillah, mengatakan bahwa film ini, bagian ketiga dari trilogi Hayya yang diproduksi oleh Warna Pictures, dikemas sebagai drama keluarga yang menyentuh dan reflektif. Ia berharap penonton dapat merenungkan sejauh mana keterlibatan mereka dalam memperjuangkan nasib saudara-saudara di Palestina.
Dukungan terhadap film ini datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional dan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan menyebutnya sebagai karya penting dalam melawan propaganda genosida. Dalam dua hari pertama penayangan, film ini telah ditonton lebih dari 50.000 orang dan masih terus tayang di bioskop seluruh Indonesia.
Jastis Arimba mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan pesan film ini dan mengajak keluarga dan kerabat untuk menonton, mengingat 40 persen keuntungan tiket akan disumbangkan untuk rakyat Palestina. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari publik untuk menjaga agar film ini tetap tayang.
Film yang juga dibintangi oleh Cut Syifa, Amna Shahab, Oki Setiana Dewi, dan lainnya ini, dengan lagu tema “Surga Menanti” oleh Melly Goeslaw dan Mostafa Atef, mengusung pesan kemanusiaan yang universal, melewati batas agama, generasi, dan negara.
IPKI Gelar Musyawarah Cabang di Jakarta Barat, usung Tema “Memajukan Kehidupan Bangsa”
Jakarta, Warta Pena Satu, 12 Juni 2025 – Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) pada hari Kamis, 12 Juni 2025, bertempat di Kantor Walikota Jakarta Barat.Muscab ini dilakukan untuk membentuk kepengurusan baru yaitu DPC IPKI Jakarta Barat. Acara ini mengusung tema “Memajukan Kehidupan Bangsa”, sebagai bentuk komitmen IPKI dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional dan pelestarian nilai-nilai perjuangan kemerdekaan.Musyawarah Cabang ini dihadiri oleh pengurus IPKI tingkat pusat, perwakilan daerah, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kota Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Ketua Umum yang diwakili Sekjen IPKI menekankan pentingnya konsolidasi organisasi di tingkat cabang guna menjaga relevansi IPKI di tengah dinamika sosial dan politik bangsa.
Pada kesempatan terpisah, ketua terpilih Albert Siagian mengatakan bahwa “TemaMemajukan Kehidupan Bangsa bukan hanya slogan, tetapi panggilan bagi kita semua untuk turut aktif membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat berdasarkan semangat perjuangan kemerdekaan” dan IPKI Jakarta Barat akan menekankan penguatan ekonomi masyarakat khususnya ekonomi berbasis UMKM.
Musyawarah ini juga menjadi momentum penting untuk pemilihan kepengurusan cabang yang baru, pembahasan program kerja strategis, serta penguatan sinergi antar anggota dalam mewujudkan visi IPKI sebagai wadah patriotisme modern.
Setelah Muscab selesai dilakukan, dilanjutkan acara Pelantikan DPC IPKI Jakarta Barat yang dilakukan secara simbolis penyerahan Pataka Organisasi dari Ketua Harian DPW IPKI DK Jakarta kepada Albert Siagian sebagai Ketua DPC IPKI Jakarta Barat yang baru terpilih.
Walikota Jakarta Barat, dalam sambutannya yang diwakili Bagian Pemerintahan, menyampaikan apresiasi atas kiprah IPKI dalam merawat semangat kebangsaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
IPKI terus berkomitmen untuk menjadi jembatan antara nilai-nilai sejarah perjuangan kemerdekaan dengan tantangan dan peluang zaman kini, serta mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan kebangsaan yang inklusif dan progresif.
Istituto Burgo : Sekolah Desain Mewah Milan Kini Hadir di Jakarta!

Jakarta, Warta Pena Satu, Indonesia – Dunia desain Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya Istituto Burgo, sekolah desain terkemuka dari Milan, Italia. Berlokasi di lantai 45 plaza Indonesia Shopping Town, jantung kota Jakarta, Istituto Burgo resmi membuka cabang pertamanya di Indonesia. Grand opening yang berlangsung meriah dihadiri oleh para calon desainermuda berbakat, profesional ternama, dan pengusaha sukses.

Acara pembukaan ini menandai langkah signifikan Istituto Burgo dalam memperluas jangkauan pendidikan desain berkualitas internasional keIndonesia. Dipimpin oleh profesional berpengalaman, Ms. Jenny, dan didukung oleh tim manajemen yang solidI stituto burgo siap mencetak generasi desainer Indonesia yang handal dan berdaya saing global.

Kehadiran Istituto Burgodi Indonesia bukan sekadar penambahan sekolahdesain, melainkan sebuah komitmen untuk meningkatkan standar pendidikan desain di Tanah Air.

Kurikulum yang diajarkan mengadopsi standar internasional, menjamin lulusan Istituto Burgo memiliki kualitas setara dengan lulusan dari lembaga desain ternama di luar negeri. Hal ini ditegaskan oleh Ms. Jenny dalam wawancara eksklusif dengan Warta Pena Satu.

Selama grand opening, karya-karya desain busana wanita dari para lulusan Istituto Burgo juga dipamerkan. Koleksi-koleksi tersebut menunjukkan kualitas dan kreativitas para desainer muda yang telah diasah melalui program pendidikan intensif di Istituto Burgo. Para pengajar yang berkualitas internasional turut berperan penting dalam membentuk bakat-bakat muda ini.

Ms. Jenny menekankan pentingnya komitmen dan fokus bagi para siswa yang ingin bergabung di Istituto Burgo. Beliau berharap setiap siswa dapat menyerap ilmu dan materi yang diajarkan dengan maksimal, sehingga dapat melahirkan desainer-desainer muda yang tidak hanya berbakat, tetapi jugam,memiliki kualitas internasional. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan grand opening ini.

Dengan hadirnya Istituto Burgo di Jakarta, para calon desainer Indonesia kini memiliki kesempatan untuk belajar dari para ahli dan mengembangkan potensi mereka di lingkungan pendidikan kelas dunia. Bagi Anda yang bermimpi menjadi desainer profesional dengan kualitas internasional, Istituto Burgo adalah jawabannya. Bergabunglah dan raih masa depan yang cerah di dunia desain!
Ketua KB APTSI Bicara TBC di Televisi Nasional: Seminar Nasional Soroti Dampak Uji Klinik
Ketua KB APTSI Bicara TBC di Televisi Nasional: Seminar Nasional Soroti Dampak Uji Klinik
Keluarga Besar Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (KB APTSI) baru saja menyelenggarakan Seminar Nasional Uji Klinik TBC dengan tema yang provokatif: “Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan?”. Seminar ini menjadi sorotan setelah Ketua KB APTSI diwawancarai oleh stasiun televisi nasional, mengangkat isu penting mengenai dampak uji klinik TBC bagi masyarakat.
Seminar yang digelar di gedung STOVIA, kawasan RSPAD Jakarta Pusat, menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka. Di antaranya adalah mantan Menteri Kesehatan Prof. Dr. Hj. Siti Fadilah Supari, Ahmad Azran dari DPD RI, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif mengenai uji klinik TBC.
Fokus utama seminar ini adalah isu 274 RW Siaga untuk “HEALTH CARE” bagi warga yang diduga terserang TBC. Ketua Panitia, Dr. Hasbi Wahidi AP.Par, S.Pd, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya KB APTSI untuk meningkatkan kesadaran dan akses pengobatan TBC di Jakarta. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan memberikan perawatan yang tepat bagi penderita TBC di tingkat RW.
Peserta seminar terdiri dari berbagai kalangan, termasuk pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, pakar medis, dan alumni kesehatan. Keragaman peserta ini mencerminkan komitmen KB APTSI untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya penanggulangan TBC. Diskusi yang terjalin diharapkan dapat menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Wawancara Ketua KB APTSI di televisi nasional memberikan dampak positif yang signifikan. Isu TBC yang seringkali terabaikan kini mendapat perhatian lebih luas dari masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengobatan TBC.
Seminar ini juga membahas berbagai aspek uji klinik TBC, mulai dari metode yang digunakan hingga dampaknya bagi pasien dan masyarakat luas. Diskusi yang mendalam diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya uji klinik dalam pengembangan pengobatan TBC yang efektif dan aman.

Jakarta. Warta Ena Satu. Melalui seminar ini dan wawancara di televisi nasional, KB APTSI berharap dapat berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk mengatasi masalah TBC di Indonesia. Komitmen KB APTSI untuk kesehatan masyarakat tercermin dalam kegiatan-kegiatan yang mereka selenggarakan, menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Jakarta.