Idul Fitri 1447 H, Erick R. Tahalele, S.Sos, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Nilai Kebersamaan
Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan suci Ramadan.
Momen kemenangan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga waktu yang penuh makna untuk kembali kepada kesucian hati, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan.
Dalam suasana penuh berkah tersebut, Erick R. Tahalele, S.Sos menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, kepada seluruh umat Muslim.
Ia berharap Idul Fitri menjadi titik awal untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, mempererat hubungan sosial, serta menghadirkan kedamaian di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Erick, semangat Idul Fitri hendaknya tidak hanya dirasakan pada hari raya semata, tetapi juga menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan, kepedulian, dan rasa persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan hati yang bersih, masyarakat diharapkan dapat melangkah ke depan dengan penuh optimisme dan kebersamaan.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohmaa Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, melimpahkan rahmat dan keberkahan, serta menjadikan kita pribadi yang lebih baik, penuh keikhlasan dan kedamaian,” ujar Erick R. Tahalele, S.Sos. 🌙✨
Mayor Laut (P) Djoko Walujo, S.T: Idul Fitri Momentum Mempererat Silaturahmi dan Menyucikan Hati
Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum suci yang selalu dinantikan umat Muslim setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Di hari kemenangan ini, gema takbir berkumandang mengagungkan kebesaran Allah SWT, sekaligus menjadi pengingat bagi setiap insan untuk kembali kepada fitrah, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Dalam suasana penuh berkah tersebut, Keluarga Besar Mayor Laut (P) Djoko Walujo, S.T. menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
Idul Fitri menjadi momentum untuk membuka lembaran baru dengan hati yang bersih, saling memaafkan, serta memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah puasa dan kebaikan yang telah kita lakukan selama Ramadan, melimpahkan rahmat serta keberkahan-Nya, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba yang kembali kepada kesucian serta meraih kemenangan yang hakiki.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M.
“Takabbalallahu minna wa minkum Takobbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin atas segala Khilaf dan Salah”
“Idul Fitri adalah saat terbaik untuk menyatukan hati dalam keikhlasan, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan komitmen untuk terus berbuat kebaikan bagi sesama.”
— Mayor Laut (P) Djoko Walujo, S.T. ✨H. Priyo Effendi Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H, Ajak Umat Islam Perkuat Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi momentum yang penuh makna bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.
Di momen kemenangan ini, H. Priyo Effendi menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah / 2026 Masehi kepada seluruh umat Islam.
“Takabbalallahu minna wa minkum Takobbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”
Menurutnya, Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan semata, tetapi menjadi kesempatan bagi setiap insan untuk kembali kepada kesucian hati, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan sesama.
Nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian yang dilatih selama Ramadan diharapkan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa kita, menerima amal ibadah kita, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua,” ujar H. Priyo Effendi dalam pesan Idul Fitrinya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari kemenangan ini sebagai momen memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, semangat saling memaafkan dan mempererat silaturahmi merupakan nilai luhur yang harus terus dijaga agar kehidupan sosial semakin harmonis dan penuh kedamaian.
“Di hari yang suci ini, mari kita buka pintu maaf seluas-luasnya, mempererat silaturahmi, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya dengan penuh harap. 🌙✨
MAKI Jatim Merajut dan Jalin 1000 Paket Tajil di Hari Ke – 24, Raih Keberkahan dan Kemenangan Menuju Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 14 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah datang sekadar sebagai pergantian bulan dalam hitungan kalender. Ia hadir sebagai cahaya yang lembut, mengetuk hati manusia yang kerap terjebak dalam hiruk pikuk kehidupan dunia.
Bulan suci ini seperti undangan Ilahi yang mengajak manusia berhenti sejenak dari perjalanan panjang mengejar ambisi, harta, dan kepentingan pribadi.
Ramadan mengingatkan kembali bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang berhasil dikumpulkan, tetapi tentang seberapa besar manusia mampu menghadirkan manfaat bagi sesamanya.
Puasa mengajarkan makna kesederhanaan yang sering kali terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sepanjang hari, manusia belajar merasakan apa yang mungkin setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah hati menjadi lebih peka terhadap penderitaan sesama.
Sore itu, kehidupan berjalan seperti biasanya di kawasan Jalan Kolonel Sugiono, Kepuh Kiriman, Waru. Deru kendaraan silih berganti melintas di tengah kepadatan lalu lintas. Para pekerja bergegas pulang, sementara pengendara terus melaju mengejar waktu berbuka puasa.
Namun di tengah arus kehidupan kota yang sibuk itu, hadir sebuah pemandangan sederhana yang memancarkan makna kemanusiaan yang begitu dalam.
Masyarakat Anti Korupsi7 Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Para relawan berdiri di tepi jalan dengan senyum hangat dan tangan terbuka. Satu per satu paket ta’jil diberikan kepada pengendara motor, pekerja jalanan, hingga warga yang kebetulan melintas sambil menanti waktu berbuka puasa.
Isi paketnya mungkin terlihat sederhana, namun sarat dengan ketulusan:
– 250 paket nasi telur bali dan tahu bali
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berisi donat coklat, dadar jagung, ote-ote, dan tahu isi.Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah makanan untuk mengawali berbuka puasa.
Namun bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang dibagikan bukan sekadar hidangan pelepas dahaga. Ia adalah simbol kepedulian, tanda bahwa di tengah kesibukan dunia yang sering terasa keras, masih ada hati yang memilih untuk berbagi.
Dalam kehidupan sosial, tindakan memberi sering kali tampak kecil dan sederhana. Padahal justru di sanalah kemanusiaan menemukan maknanya.
Memberi bukan hanya tentang jumlah yang diserahkan, melainkan tentang kelapangan hati untuk peduli terhadap orang lain.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata. Syukur sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, kegiatan ini juga memiliki makna yang lebih luas. Sebagai organisasi yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi, mereka meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum semata.
Perubahan juga tumbuh dari kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai itulah akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, langit Surabaya perlahan berubah warna. Semburat jingga senja menyelimuti kota dengan nuansa yang tenang dan damai.
Di bawah langit senja itu, para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas.
Senyum-senyum kecil terlihat di wajah para penerima. Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.
Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Sebab sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seakan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya. Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.
Karena kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Jalan Kolonel Sugiono Kepuh Kiriman Waru, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:
bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Sebab ketika manusia saling peduli,
di situlah nilai kemanusiaan menemukan makna yang paling sejati. (Bgn)***Nandur Becik Bersama MAKI Jatim, Indahnya Berbagi di Penghujung Ramadan, Santuni 500 Anak Yatim dan Dhuafa, Serta 250 Pemberian Bingkisan Kepada Security, Petugas Kebersihan, Insan Pers dan Anggota MAKI
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, semangat berbagi dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur. Pada hari ke-23 Ramadan, MAKI Jatim menggelar kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan ratusan penerima manfaat di lingkungan Sekretariat MAKI Jatim, Perumahan Permata Juanda, Sidoarjo, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 750 undangan yang terdiri dari 500 anak yatim dan dhuafa, anak-anak dari para pengemudi ojek online (ojol), serta sejumlah undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, MAKI Jatim juga menyalurkan paket parcel kepada para petugas keamanan (security), petugas kebersihan, hingga para tukang sampah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebanyak 50 rekan media di Jawa Timur turut menerima bingkisan sebagai wujud penghargaan atas peran mereka.Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebanyak 50 rekan media di Jawa Timur turut menerima bingkisan sebagai wujud penghargaan atas peran mereka.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama tahun 2026 ini menjadi salah satu agenda paling besar yang pernah digelar pihaknya.“Insya Allah acara buka puasa bersama anak yatim, dhuafa, anak para ojol dan rekan-rekan media untuk tahun ini adalah yang paling spektakuler,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi di bulan suci Ramadan, tetapi juga sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara MAKI Jatim dengan masyarakat, para pekerja lapangan, serta insan media.
Heru berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Suasana kebersamaan dan kehangatan tampak mewarnai acara tersebut. Ratusan anak yatim, dhuafa, serta para undangan menikmati momen berbuka puasa bersama dengan penuh kebahagiaan, sekaligus merasakan perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. (Bgn)Strategi di Jalur Distribusi: Aksi 1000 Takjil MSDN Perkuat Brand, Tim, dan Kedekatan Pasar di Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Momentum bulan Ramadan dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha untuk memperkuat relasi sosial sekaligus membangun kedekatan dengan pasar. Langkah tersebut terlihat dari inisiatif yang dilakukan PT Mitra Sukses Daya Nutrindo (MSDN), distributor produk Nestlé di wilayah Surabaya Barat yang berada di bawah naungan MSS Group.
Perusahaan tersebut membagikan 600 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Wiyung, Surabaya, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif sosial perusahaan yang melibatkan seluruh tim penjualan MSDN dan didukung oleh Nestlé Surabaya.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang digelar pada pekan sebelumnya, di mana MSDN telah menyalurkan 400 paket takjil kepada masyarakat. Dengan demikian, lebih dari 1.000 paket takjil telah didistribusikan dalam rangkaian kegiatan Ramadan perusahaan tahun ini.

Di tengah hujan deras yang mengguyur kota, para anggota tim sales MSDN tetap turun langsung ke lapangan untuk memastikan paket takjil sampai kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Kehadiran langsung tim penjualan di lapangan tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga mencerminkan budaya kerja perusahaan yang menekankan keterlibatan dan kedekatan dengan masyarakat.
CEO MSS Group, Lala Setiany Wee, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun nilai bisnis yang berkelanjutan.
Menurutnya, perusahaan distribusi tidak hanya berperan sebagai penghubung antara produsen dan pasar, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang tumbuh bersama lingkungan sekitarnya.
“Ramadan selalu menjadi pengingat bahwa bisnis tidak semata-mata tentang angka penjualan. Ada nilai kemanusiaan yang harus dijaga. Ketika tim kami tetap berdiri di tengah hujan untuk berbagi takjil kepada masyarakat, itu menunjukkan bahwa kepedulian adalah bagian dari budaya perusahaan,” ujarnya.
Sebagai distributor yang beroperasi dalam sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG), PT Mitra Sukses Daya Nutrindo memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan produk-produk Nestlé di jaringan ritel wilayah Surabaya Barat. Melalui dukungan ekosistem distribusi yang dikelola MSS Group, perusahaan terus memperluas jangkauan layanan distribusinya.
Dalam konteks bisnis modern, kegiatan sosial seperti pembagian takjil juga menjadi bagian dari strategi membangun reputasi perusahaan. Selain meningkatkan citra brand, kegiatan tersebut turut memperkuat engagement antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
Bagi MSDN, aksi sederhana membagikan takjil tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan berbagi di bulan suci. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen perusahaan untuk menjalankan bisnis yang tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberikan nilai sosial bagi lingkungan di mana perusahaan beroperasi.
Melalui langkah ini, MSDN berharap dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat Surabaya sekaligus menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis yang sehat adalah pertumbuhan yang berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang nyata. (Bgn)***
MAKI Jatim Undang 500 Anak Yatim dan Dhuafa, Jalin dan Memuliakan Yatim, Memuliakan Kemanusiaan: Upaya Raih di Kemenangan Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan musim turunnya rahmat yang melimpah dari langit ke bumi. Dalam setiap detik yang berlalu, Allah membuka pintu kasih-Nya bagi hamba-hamba yang mau menyucikan hati melalui amal kebaikan.
Di momentum suci inilah keluarga besar MAKI Jawa Timur menghadirkan sebuah majelis kemuliaan: santunan dan buka puasa bersama anak yatim piatu yang penuh makna spiritual.
Pada Jumat penuh berkah, 13 Maret 2026, di kawasan Permata Juanda, Sidoarjo, suasana Ramadhan terasa begitu hidup. Bukan sekadar pertemuan sosial, tetapi sebuah perjumpaan hati yang dipenuhi keikhlasan. 500 lebih anak yatim hadir membawa kesederhanaan dan ketulusan yang dalam pandangan makrifat justru menjadi cahaya yang menerangi jiwa orang-orang yang memuliakan mereka.
Dalam khazanah spiritual Islam, memuliakan anak yatim bukan hanya amal kebaikan, melainkan jalan untuk mendekat kepada Allah. Anak yatim adalah amanah Ilahi yang menghadirkan ujian sekaligus kesempatan bagi manusia untuk membuktikan kasih sayangnya kepada sesama.

Kehadiran para pengurus, relawan, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menjadi gambaran indah tentang persaudaraan yang dilandasi iman. Mereka berkumpul bukan karena kepentingan dunia, tetapi karena panggilan hati yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh keberkahan.
Koordinator MAKI Jawa Timur dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga setiap Ramadhan. Baginya, Ramadhan adalah madrasah ruhani yang mengajarkan manusia tentang empati, kasih sayang, dan keikhlasan.
“Ketika kita membahagiakan anak yatim, sesungguhnya kita sedang membuka pintu keberkahan bagi diri kita sendiri,” tuturnya dengan penuh harap.
Majelis pun semakin khusyuk ketika tausiyah keagamaan disampaikan. Pesan-pesan spiritual mengalir lembut, mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan singkat menuju keabadian. Dalam perjalanan itu, amal kebaikanlah yang akan menjadi cahaya penuntun di hadapan Allah.
Lantunan hadrah yang menggema menambah kekhidmatan suasana. Irama shalawat yang mengalun seakan menyatukan hati para hadirin dalam cinta kepada Rasulullah. Pada saat itu, batas antara yang memberi dan yang menerima seolah lenyap yang tersisa hanyalah kebersamaan dalam rasa syukur.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta duduk bersama dalam satu majelis penuh kehangatan. Hidangan sederhana yang tersaji bukan hanya makanan bagi tubuh, tetapi juga simbol persaudaraan dan kasih sayang yang tulus.
Di balik kebersamaan itu tersimpan pesan spiritual yang mendalam: bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada apa yang kita kumpulkan, melainkan pada apa yang kita bagikan kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, MAKI Jawa Timur berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab Ramadhan adalah waktu ketika manusia diajak kembali mengenal hakikat dirinya sebagai makhluk yang hidup untuk menebarkan rahmat.
Dalam pandangan makrifat, setiap tangan yang memberi kepada anak yatim sesungguhnya sedang mengetuk pintu langit. Setiap senyum yang mereka rasakan menjadi doa yang melambung menuju Arsy.
Dan di sanalah rahasia Ramadhan terungkap:
bahwa jalan menuju Allah sering kali dimulai dari langkah kecil membahagiakan hati mereka yang membutuhkan. (Bgn)***Segenap keluarga besar Media Warta Pena Satu Jatim mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan, semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang lebih bersih, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga semangat Ramadhan terus menginspirasi kita untuk menghadirkan informasi yang bermanfaat, membangun, dan membawa harapan bagi masyarakat.
Kaperwil Warta Pena Satu Jatim, Yuyun Ary Soekadi, menyampaikan bahwa Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan diri dan memperkuat komitmen dalam berkarya.
“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali kepada hati yang bersih. Semoga semangat kebersamaan, kejujuran, dan kepedulian terus menjadi landasan kami dalam menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan BatinKami segenap jajaran PPK Pengadaan Tanah II BBWS Brantas mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, semoga kita semua kembali dalam keadaan fitri, dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat baru untuk terus menebar kebaikan.
Momentum Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semoga nilai-nilai kesabaran, kepedulian, serta kebersamaan yang telah kita pelajari selama Ramadan dapat terus kita jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Atas nama keluarga besar PPK Pengadaan Tanah II BBWS Brantas, kami mengucapkan “Takabbalallahu minna wa minkum Takobbal Ya Karim, Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kesehatan, dan keberkahan kepada kita semua, serta menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat pengabdian dan kontribusi bagi bangsa dan negara.
MAKI Jatim Hari Ke – 22 Rajut Kebersamaan Dalam Ke-Istiqomahan di Persimpangan Senja: Mengetuk Kesadaran Hati Dalam Meraih Hari Kemenangan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Ramadan adalah bulan ketika langit seakan lebih dekat dengan bumi, dan hati manusia lebih mudah disentuh oleh cahaya Ilahi. Di bulan suci ini, setiap amal kebaikan seakan menemukan maknanya yang paling dalam, sebab ia lahir dari kesadaran bahwa hidup bukan sekadar perjalanan dunia, melainkan juga perjalanan ruh menuju Tuhan.
Di tengah kesibukan kota dan hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada orang-orang yang memilih berjalan di jalan sunyi kebaikan. Mereka tidak mencari sorotan, tidak mengejar pujian, tetapi menjalankan sebuah keyakinan sederhana: bahwa memberi adalah bentuk syukur yang paling nyata.
Semangat itu terlihat dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Pada Kamis (12/3/2026), di kawasan Jalan By Pass Juanda, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika Sidoarjo, para relawan MAKI membagikan sekitar 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Di bawah langit senja yang perlahan berubah jingga, para relawan berdiri di tepi jalan. Mereka menyapa para pengendara, pekerja jalanan, hingga masyarakat yang tengah dalam perjalanan pulang. Satu per satu paket ta’jil diberikan dengan senyum tulus, seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Bagi sebagian orang, paket ta’jil itu mungkin hanyalah makanan untuk berbuka. Namun dalam pandangan makrifat, setiap pemberian yang lahir dari hati yang ikhlas adalah sedekah yang membawa cahaya bagi jiwa manusia.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
“Ramadan adalah momen untuk memperkuat kepedulian sosial. Ketika kita mampu berbagi, maka di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi berbagi ini juga menjadi refleksi nilai yang selama ini dijunjung oleh MAKI. Sebagai organisasi yang dikenal konsisten menyuarakan semangat melawan korupsi, mereka percaya bahwa perubahan masyarakat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari kesadaran moral manusia.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dari hati yang bersih dan niat yang tuluslah lahir masyarakat yang adil dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di persimpangan jalan itu terasa berbeda. Tidak ada kemewahan, tidak ada perayaan besar. Namun ada sesuatu yang jauh lebih berharga: kebahagiaan yang lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang tulus.
Ramadan pada akhirnya mengajarkan satu hal yang sering dilupakan manusia bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas adalah jalan menuju kedekatan dengan Tuhan.
Dan di persimpangan jalan By Pass Juanda sore itu, ta’jil yang dibagikan menjadi lebih dari sekadar hidangan berbuka. Ia menjadi simbol bahwa ketika manusia memilih untuk peduli, di situlah cahaya kemanusiaan kembali menyala. (Bgn)***