Kodam V/Brawijaya Gelar Upacara Bendera 17-an Tekankan Pengabdian dan Ketahanan Wilayah
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Kodam V/Brawijaya menggelar Upacara Bendera 17-an di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya sebagai wadah penguatan komitmen dan profesionalisme prajurit serta pegawai ASN, Selasa (17/03/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dihadiri seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil Kodam V/Brawijaya.
Pada kesempatan tersebut Pangdam mengajak seluruh personel untuk mensyukuri dapat melaksanakan upacara rutin dan menegaskan pentingnya mempertahankan kedisiplinan serta tanggung jawab sebagai abdi negara.
Pangdam menyampaikan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan loyalitas yang ditunjukkan prajurit dan PNS dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Kontribusi kolektif itu dinilai menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif, serta menunjukkan profesionalisme Kodam V/Brawijaya dalam melayani masyarakat.
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pangdam juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Kodam V/Brawijaya.
Ia mengimbau agar momentum Idul Fitri dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan menguatkan kebersamaan meskipun tugas negara tetap harus diutamakan.
Dalam amanatnya Pangdam mengingatkan situasi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian dan berpotensi berdampak luas, termasuk pada ketersediaan energi dan stabilitas ekonomi.
Kondisi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bagian dari sistem pertahanan negara, Pangdam menegaskan peran strategis Kodam V/Brawijaya tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung ketahanan sosial dan ekonomi daerah.
Stabilitas wilayah harus terus diperkuat agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar dan pembangunan tetap terjaga.
Untuk mengakhiri amanatnya, Pangdam mengingatkan beberapa hal praktis: persiapan mudik harus matang dengan memperhatikan keselamatan dan kondisi fisik; patuhi aturan lalu lintas dan istirahat bila lelah; satuan yang mengamankan Hari Raya agar bekerja profesional dan humanis; serta seluruh personel menjaga nama baik TNI melalui sikap disiplin dan santun.
Upacara bulan ini diharapkan semakin memperkokoh disiplin, soliditas, dan kesiapsiagaan seluruh jajaran Kodam V/Brawijaya. (Bgn)***
1.000 Ta’jil, Satu Pesan Besar: Kepedulian Tak Pernah Mati di Tangan MAKI Jatim
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 17 Maret 2026 — Ramadan tak pernah sekadar hadir sebagai penanda waktu dalam kalender Hijriah. Ia datang membawa pesan yang lebih dalam: mengajak manusia menengok kembali makna hidup, menata ulang prioritas, serta menghidupkan kepekaan terhadap sesama.
Di bulan penuh berkah ini, ritme kehidupan yang biasanya bergerak cepat seolah diperlambat. Manusia diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, merenungkan bahwa kehidupan bukan semata tentang kepemilikan, melainkan tentang kebermaknaan.
Puasa mengajarkan kesederhanaan yang kerap terlupakan. Lapar dan dahaga yang ditahan sejak fajar hingga senja menjadi jembatan empati membuka ruang kesadaran akan realitas hidup mereka yang setiap hari bergelut dengan keterbatasan.
Dari situlah empati tumbuh. Dari situlah kepedulian menemukan pijakannya.
Nilai-nilai itulah yang dihidupkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur melalui aksi sosial berbagi ta’jil di penghujung Ramadan.
Pada hari ke-27 Ramadan 1447 Hijriah, suasana sore di kawasan Jalan Panglima Sudirman Surabaya menjadi saksi sebuah gerakan sederhana namun sarat makna. Di tengah padatnya arus lalu lintas menjelang waktu berbuka, para relawan MAKI berdiri di tepi jalan, menyapa masyarakat dengan senyum tulus.
Satu per satu paket ta’jil dibagikan kepada para pengendara mulai dari ojek daring, pekerja harian, hingga warga yang tengah bergegas pulang.
Sebanyak 1.000 paket ta’jil disalurkan. Isinya mungkin sederhana, namun mengandung pesan kebersamaan yang kuat: nasi ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalapan, kurma, minuman segar es melon dengan irisan blewah, serta aneka gorengan.
Bagi sebagian orang, itu hanyalah hidangan pembuka puasa. Namun bagi yang merasakan, setiap paket adalah simbol kepedulian tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan kota, masih ada tangan-tangan yang terulur dengan keikhlasan.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan.
“Syukur tidak cukup diucapkan. Ia harus diwujudkan dalam tindakan yang memberi manfaat. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, aksi ini lebih dari sekadar kegiatan berbagi. Organisasi yang dikenal konsisten dalam gerakan antikorupsi tersebut meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga pada kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah fondasi masyarakat yang adil dan bermartabat akan tumbuh.
Menjelang waktu berbuka, langit Surabaya perlahan berpendar jingga. Di bawah cahaya senja itu, para relawan masih setia membagikan ta’jil.
Senyum-senyum kecil tampak di wajah para penerima. Tanpa panggung megah. Tanpa seremoni berlebihan. Namun hadir kebahagiaan yang tulus.
Sebab sering kali, kebahagiaan paling jujur justru lahir dari perhatian sederhana yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Aksi berbagi di persimpangan jalan itu menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup. Bahwa di balik dinamika kota yang keras, selalu ada ruang bagi kasih sayang dan kebersamaan.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga tentang bagaimana ia memperbaiki hubungannya dengan sesama.
Karena kemuliaan tidak diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak sore itu, satu pelajaran sederhana kembali menguat: bahwa kebaikan sekecil apa pun selalu memiliki kekuatan untuk menyalakan harapan. (Bgn)***
ASN Peduli Pemudik, Ratusan Takjil Dibagikan di Terminal Bratang Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA l Humas – Hujan yang mengguyur Terminal Bratang Surabaya pada Minggu sore (16/3/2026) tidak menyurutkan langkah para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur untuk berbagi dengan para pemudik.
Dengan penuh kehangatan, mereka menyapa satu per satu warga yang melintas sambil membagikan paket berbuka puasa dalam kegiatan bertajuk “ASN Peduli, Empati, dan Berbagi: Sapa Pemudik.”
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB di Posko Mudik Bangga Kencana Terminal Bratang ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan dan informasi program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) kepada masyarakat yang tengah bersiap melakukan perjalanan mudik Lebaran.
Di tengah rintik hujan, para pemudik mulai dari pekerja, keluarga muda hingga sopir angkutan terlihat berbondong-bondong mendatangi posko. Ratusan paket menu berbuka puasa yang disiapkan pun habis dalam waktu singkat.
Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, SE., M.Si hadir langsung memantau kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan Sapa Pemudik yang digelar selama masa arus mudik tahun ini.
“Hari ini kita memulai rangkaian kegiatan Sapa Pemudik dengan membagikan paket buka puasa kepada masyarakat. Meskipun hujan, antusiasme masyarakat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Sukamto, mudik tidak hanya sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, tetapi juga momentum memperkuat nilai kekeluargaan dan silaturahmi.
Karena itu, melalui kegiatan ini pihaknya ingin memastikan para pemudik tetap mendapatkan akses informasi terkait pembangunan keluarga.
“Dengan hadirnya ASN di titik-titik perjalanan pemudik, kami ingin berbagi semangat sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan informasi tentang penguatan keluarga melalui Program Bangga Kencana,” katanya.
Program tersebut merupakan salah satu program strategis Kemendukbangga/ BKKBN yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga Indonesia agar lebih sehat, sejahtera, dan terencana.
Dalam kegiatan ini, sasaran utama adalah sekitar 250 masyarakat yang melintas atau singgah di Posko Mudik Bangga Kencana, terutama pasangan usia subur, keluarga muda, serta masyarakat umum yang membutuhkan informasi terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Tak hanya berbagi takjil, para ASN juga menyapa pemudik secara langsung dan memberikan informasi singkat mengenai pentingnya perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan Sapa Pemudik ini merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor B-2/AK.03/B/2026 tertanggal 10 Maret 2026 tentang pelaksanaan pelayanan Program Bangga Kencana selama masa arus mudik Lebaran.
Selain di Terminal Bratang, layanan bagi pemudik juga akan dilanjutkan melalui Posko Sapa Pemudik Lebaran 2026 yang dijadwalkan beroperasi pada 17–18 Maret serta 25–26 Maret 2026 di ruas Tol Surabaya–Mojokerto KM 725 dan 726.
Tak berhenti di situ, program kepedulian ini juga dilengkapi dengan agenda Mudik Gratis Bareng yang akan dilaksanakan pada 18 Maret 2026 bekerja sama dengan Koperasi Karya Kencana.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, BKKBN berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah mobilitas tinggi menjelang Lebaran.
Lebih dari sekadar berbagi makanan, kehadiran para ASN di tengah pemudik menjadi simbol kepedulian negara terhadap keluarga Indonesia.
Di sela perjalanan panjang menuju kampung halaman, para pemudik tidak hanya mendapatkan takjil untuk berbuka, tetapi juga pesan penting tentang arti keluarga sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. (Bgn)***
MAKi Jatim Siap Hadapi Komunitas Salam Lima Jari Terkait Tuduhan Pungli yang Dialamatkan ke Pihak Sekolah SMK di Nganjuk
WARTAPENASATUJATIM | Nganjuk — Polemik tuduhan dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Nganjuk kini memasuki babak baru.
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur secara terbuka menantang komunitas Salam Lima Jari (SLJ) untuk membawa tuduhan tersebut ke ranah hukum, bukan sekadar menggulirkannya di ruang publik media sosial.
Pernyataan tegas itu disampaikan Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menyusul maraknya narasi dugaan pungli yang disuarakan komunitas SLJ melalui berbagai platform media sosial serta disampaikan dalam forum hearing bersama DPRD Kabupaten Nganjuk.
MAKI Jatim yang saat ini bertindak sebagai pendamping hukum Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Nganjuk menilai tuduhan tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak utuh jika tidak didasarkan pada pemahaman regulasi pendidikan yang komprehensif.
Menurut Heru, sebagian besar narasi yang beredar justru menunjukkan adanya kekeliruan dalam memahami aturan yang mengatur pembiayaan pendidikan, khususnya yang tertuang dalam Permendikdasmen serta Peraturan Gubernur Jawa Timur terkait pengelolaan dana pendidikan.
“Isu pungli yang digembar-gemborkan itu muncul karena tidak semua pihak memahami regulasi secara menyeluruh. Dana pendidikan dari pemerintah tidak selalu mampu menutup seluruh kebutuhan operasional sekolah,” ujar Heru.
Ia menjelaskan bahwa dana BOS dari Kementerian Pendidikan yang diterima sekolah jika digabungkan dengan BPOPP dari APBD Provinsi Jawa Timur, pada praktiknya masih belum mampu menutup berbagai kebutuhan operasional sekolah secara menyeluruh.
Kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menyangkut pembiayaan tenaga honorer, pengadaan buku mata pelajaran, penguatan literasi siswa, hingga berbagai kegiatan penunjang pendidikan lainnya.
“Ini fakta yang harus dipahami dulu oleh semua pihak. Dana BOS ditambah BPOPP itu masih belum cukup untuk menjalankan seluruh kebutuhan operasional sekolah secara maksimal,” tegasnya.
Dalam kerangka itulah regulasi pemerintah membuka ruang bagi sekolah untuk melakukan penggalian dana peran serta masyarakat melalui komite sekolah. Komite sekolah sendiri merupakan representasi wali murid yang secara struktural menjadi bagian dari sistem pengawasan sekaligus partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan.
Namun Heru menegaskan bahwa mekanisme tersebut memiliki batasan yang sangat jelas.
Penggalian dana masyarakat harus dilakukan secara sukarela, tanpa unsur paksaan, serta tidak boleh membebani wali murid yang secara ekonomi tidak mampu.
“Secara etika dan SOP sudah sangat jelas. Penggalian dana permasyarakatan itu tidak boleh bersifat wajib dan tidak boleh ada paksaan. Apalagi kepada wali murid yang tidak mampu itu sangat dilarang,” tegasnya.
Berdasarkan kajian awal yang dilakukan MAKI Jatim, praktik yang dijalankan oleh SMKN 1 Nganjuk dan SMKN 2 Nganjuk dinilai masih berada dalam koridor regulasi yang berlaku.
Karena itu, menurut Heru, tuduhan pungli yang dilontarkan di ruang publik seharusnya terlebih dahulu diverifikasi melalui mekanisme klarifikasi resmi.
Ia menegaskan bahwa setiap sekolah memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dapat diakses masyarakat untuk memperoleh penjelasan terkait kebijakan maupun penggunaan dana.
“Kalau ada yang belum jelas, mekanisme klarifikasi sangat terbuka. Tinggal datang ke sekolah, minta penjelasan melalui PPID. Semua bisa diklarifikasi secara transparan,” ujarnya.
Namun Heru menilai pola yang saat ini terjadi justru cenderung berbeda.
Alih-alih menempuh jalur klarifikasi atau pelaporan resmi, isu tersebut justru lebih banyak disuarakan di ruang media sosial yang berpotensi memicu kegaduhan publik tanpa proses pembuktian yang jelas.
“Buat apa koar-koar di tengah jalan atau di media sosial?” kata Heru dengan nada tajam.
Ia bahkan secara terbuka menantang pihak yang menuduh adanya pungli untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
“Kalau memang ada bukti pungli, silakan laporkan saja ke Polda Jawa Timur atau Kejati Jawa Timur. Kami siap menghadapi laporan itu,” tegasnya.
Heru memastikan bahwa Bidang Hukum MAKI Jawa Timur, yang saat ini telah menerima kuasa pendampingan dari pihak sekolah, akan mengawal penuh proses hukum jika laporan tersebut benar-benar diajukan.
“Catat ini baik-baik. Kami siap menghadapi laporan apa pun yang diajukan secara resmi,” ujarnya.
Menurutnya, akan menjadi persoalan serius apabila dugaan pungli justru dijadikan komoditas publik untuk membangun popularitas di media sosial.
Heru mengingatkan bahwa narasi yang dibangun tanpa proses pembuktian yang jelas dapat berpotensi merugikan reputasi lembaga pendidikan serta menciptakan kegaduhan yang tidak produktif.
“Kalau temuan dugaan pungli itu hanya dijadikan bahan pansos untuk menaikkan viewer di TikTok atau Instagram, itu jelas berbeda konteksnya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Heru kembali menegaskan bahwa MAKI Jatim tidak akan meladeni polemik yang berkembang di ruang linimasa media sosial.
Menurutnya, ruang klarifikasi dan pembuktian yang sah hanya berada di jalur hukum.
“Tidak ada mediasi di media sosial. Kalau ada bukti, silakan tempuh jalur hukum. Kami siap mengawal proses itu sampai tuntas,” pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus menandai meningkatnya tensi polemik antara komunitas aktivis lokal dan lembaga pendidikan di Nganjuk. Publik kini menunggu langkah lanjutan: apakah tuduhan tersebut benar-benar akan dibawa ke meja hukum, atau tetap berhenti sebagai perdebatan panjang di ruang media sosial. (Bgn)***
1.000 Ta’jil, Seribu Kepedulian: Aksi MAKI Jatim Menghidupkan Nurani di Senja Ramadan Menuju Kemenangan Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 16 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah sekadar datang sebagai pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Ia hadir membawa pesan yang lebih dalam, mengetuk kesadaran manusia untuk kembali memahami hakikat kehidupan.
Di bulan yang penuh berkah ini, manusia diajak berhenti sejenak dari kesibukan mengejar dunia. Ramadan mengingatkan bahwa hidup bukan semata tentang apa yang dimiliki, melainkan tentang seberapa besar seseorang mampu memberi arti bagi orang lain.
Puasa mengajarkan kesederhanaan yang sering terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, manusia belajar merasakan apa yang mungkin setiap hari dialami oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah kepedulian tumbuh.
Nilai-nilai kemanusiaan itulah yang coba dihidupkan kembali oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur melalui aksi sosial berbagi ta’jil di penghujung Ramadan.
Pada hari ke-26 Ramadan 1447 Hijriah, suasana sore di kawasan Jalan By Pass Juanda, Sidoarjo, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika, menjadi saksi hadirnya sebuah gerakan kecil yang sarat makna.Di tengah deru kendaraan yang silih berganti melintas dan kepadatan lalu lintas menjelang waktu berbuka puasa, para relawan MAKI berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh kehangatan.
Dengan senyum tulus, mereka menyapa para pengendara yang melintas mulai dari pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga masyarakat yang sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah.
Satu per satu paket ta’jil diserahkan dengan penuh keikhlasan.
Sebanyak 1.000 paket ta’jil dibagikan kepada masyarakat. Isi paket yang diberikan memang sederhana, namun sarat dengan pesan kebersamaan dan kepedulian:
– 250 paket nasi kuning lengkap dengan tempe mihun dan irisan telur dadar
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berupa lumpia dan tahu bakso (Mbak Pipin).Bagi sebagian orang, paket tersebut mungkin hanya sekadar hidangan pembuka puasa.
Namun bagi mereka yang memahami makna berbagi, setiap paket yang diberikan adalah simbol kepedulian. Ia menjadi tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan kota, masih ada hati yang memilih untuk peduli terhadap sesama.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata. Syukur sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi orang lain.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial biasa. Organisasi yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi itu meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum semata.
Perubahan sejati juga tumbuh dari kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai itulah akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, langit senja perlahan berubah warna. Semburat jingga menghiasi cakrawala di atas Kota Sidoarjo, menghadirkan suasana damai di tengah kesibukan kota.
Para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas.
Senyum kecil terlihat di wajah para penerima.
Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.
Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Karena sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seakan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya. Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama.
Sebab kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Kota Sidoarjo sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:
bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Karena ketika manusia saling peduli, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya yang paling sejati. (Bgn)***
Tiga Matra Organisasi Angkatan dan Satu Organisasi Polri Berkolaborasi Buka Puasa Bersama
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Empat organisasi di Jawa Timur laksanakan buka puasa bersama di gedung Graha Unesa Surabaya. Kegiatan ini dihadiri Siti Julaicha, SE., MSA., M.H selaku Ketua DPD PPPAU.
Tampak beberapa undangan seperti dari DPD Hipakad Yuyun Ary Soekadi, DPD FKPPAL Sony Wondal dan DPD KBPP Polri Erick. R. Tahalele, S. Sos yang diwakili oleh Ikwan KBPP Polri Restabes Surabaya, begitu bersemangat ketika berbuka puasa. Perwakilan organisasi begitu semangat membangun komunikasi yang cukup insten di sela kegiatan berlangsung.
Menyikapi kegiatan ini, Ketua penyelenggara. Siti Jubicha mengapresiasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Dirinya mengatakan, jika kegiatan ini memberikan manfaat positif yang berlipat, baik dalam memperkuat silaturahmi antara anggota organisasi maupun dengan undangan yang hadir.
Momen ini semakin menegaskan jika organisasi di Kota Surabaya khususnya Provinsi Jawa Timur terus berupaya memberikan manfaat terbaik bagi seluruh anggotanya.
Di penghujung, acara Ketua penyelenggara mengingatkan agar anggota organisasi bisa terus menjaga silaturahmi dan kekompakan guna terus memberikan kontribusi serta manfaat baik untuk organisasi itu sendiri maupun bagi masyarakat pada umumnya.
“Silturahmi terbaik adalah pondasi besar dalam membangun organisasi yang sehat dan terus bermanfaat. Kita yakin momentum ini sangat bermanfaat dalam mewujudkan semangat dan silaturahmi yang berkelanjutan,” sebut Siti Julaicha, Minggu (15/03/2026).
Selain kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan saat ini Ketua DPD PPPAU Siti Julaicha, SE., MSA., MH. menyampaikan bahwa rencana kedepan akan melaksanakan kegiatan Halal Bi Halal dalam rangka Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. (Bgn)***
Ramadan Satukan Organisasi Jatim: PPPAU, HIPAKAD, FKPPAL dan KBPP Polri Gelar Buka Bersama di Graha UNESA
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Momentum Bulan Suci Ramadan dimanfaatkan oleh sejumlah organisasi di Jawa Timur untuk mempererat tali silaturahmi.
Empat organisasi besar Provinsi Jawa Timur yakni DPD PPPAU, DPD HIPAKAD, DPD FKPPAL, dan DPD KBPP Polri menggelar kegiatan buka puasa bersama di Gedung Graha Unesa, Surabaya, Minggu (15/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh DPD HIPAKAD Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Yuyun Ary Soekadi selaku Wakil Ketua I.

Sementara itu Ketua DPD FKPPAL Provinsi Jawa Timur Sony Wondal turut hadir secara langsung dalam acara tersebut.
Adapun Ketua DPD KBPP Polri Provinsi Jawa Timur Erick Tahalele, S.Sos., berhalangan hadir dan diwakili oleh Ichwan yang turut mengikuti rangkaian kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut dihadiri oleh para pengurus serta anggota organisasi dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kekompakan antarorganisasi di tengah momentum Ramadan.
Suasana penuh keakraban tampak ketika para anggota organisasi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang dan membangun komunikasi yang lebih erat.
Momentum buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang berbagi hidangan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan emosional dan mempererat jaringan silaturahmi antar organisasi.
Ketua DPD PPPAU Provinsi Jawa Timur, Siti Julaicha, SE., MSA., MH., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara yang dinilai membawa dampak positif bagi seluruh organisasi yang terlibat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam menjaga kebersamaan serta memperkuat kekompakan antaranggota organisasi.

Ia menegaskan bahwa silaturahmi merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga soliditas organisasi agar tetap mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Silaturahmi yang baik akan melahirkan kekuatan besar bagi organisasi. Melalui kebersamaan seperti ini, kita berharap hubungan antarorganisasi semakin erat dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Siti Julaicha.
Di akhir acara, Siti Julaicha juga menyampaikan rencana untuk menggelar kegiatan Halal Bihalal setelah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah sebagai upaya lanjutan dalam mempererat silaturahmi serta menjaga kekompakan antarorganisasi di Jawa Timur. (Red)***
Lautan Kebaikan di Hari ke-25 Ramadan: MAKI Jatim Tebar 1.000 Ta’jil, Menjemput Berkah Menuju Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 15 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah hadir sekadar sebagai pergantian waktu dalam kalender Hijriah. Ia datang membawa pesan yang lebih dalam: mengetuk nurani manusia agar kembali mengingat hakikat kehidupan.
Di bulan yang penuh berkah ini, manusia diajak berhenti sejenak dari kesibukan mengejar dunia. Ramadan mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang dimiliki, tetapi tentang seberapa besar seseorang mampu memberi arti bagi orang lain.
Puasa mengajarkan kesederhanaan yang kerap terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, manusia belajar memahami rasa yang mungkin setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah hati menjadi lebih peka terhadap sesama.
Pada hari ke-25 Ramadan 1447 H, suasana sore di kawasan Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, tepatnya di depan Kantor Dinas Kehutanan Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Deru kendaraan yang melintas silih berganti di tengah kepadatan lalu lintas menjadi saksi hadirnya sebuah aksi kemanusiaan yang sederhana namun penuh makna.
Di tengah hiruk pikuk kota menjelang waktu berbuka puasa, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.
Para relawan berdiri di tepi jalan dengan wajah penuh kehangatan. Dengan senyum tulus, mereka menyapa setiap pengendara yang melintas mulai dari pengemudi ojek online, pekerja harian, hingga warga yang pulang dari aktivitasnya.
Satu per satu paket ta’jil diberikan dengan penuh keikhlasan.
Isi paket yang dibagikan memang sederhana, namun sarat makna kebersamaan:
– 250 paket bihun goreng bakso dengan irisan telur dadar
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berisi donat coklat, dadar jagung, ote-ote, dan tahu isi.Bagi sebagian orang, paket tersebut mungkin hanya sekadar hidangan pembuka puasa. Namun bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang diberikan adalah simbol kepedulian.
Ia menjadi tanda bahwa di tengah kerasnya kehidupan kota, masih ada hati yang memilih untuk berbagi.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup diucapkan dengan kata-kata semata. Syukur sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi orang lain.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, kegiatan ini tidak sekadar aksi sosial biasa. Organisasi yang dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi itu meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum.
Perubahan sejati juga lahir dari kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai tersebut akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, langit senja perlahan berubah warna. Semburat jingga menghiasi cakrawala, memberikan suasana damai di tengah kesibukan kota.
Para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas. Senyum kecil terlihat di wajah para penerima. Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.
Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Karena sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seolah menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya.
Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama.Sebab kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang dimilikinya, melainkan dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Kota Sidoarjo sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata: bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Sebab ketika manusia saling peduli, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya yang paling sejati. (Bgn)***
Investigasi Khusus: Sabung Ayam Berkedok Kontes Diduga Bebas di Kediri, Publik Soroti Pengawasan Aparat
WARTAPENASATUJATIM | Pare Kediri – Meskipun Wakapolres Kabupaten Kediri pernah berjanji “Selama saya menjadi Wakapolres Kabupaten Kediri tidak akan ada arena judi sabung ayam” begitu ucap tokoh masyarakat menirukan janji Wakapolres saat itu. Namun sangat ironis sekali dan justru makin marak perjudian sabung ayam di Ds. Sawah’an, Kecamatan Bogo Pare Kabupaten Kediri (15/03/2026).
Sangat eklusif dengan alas karpet yang digunakan adu ayam dalam arena sambung ayam “Sebagaimana diatur dalam UU No 02 Tahun 2002 Tentang Kepolisian adalah POLRI, kalau memang ada perjudian ayam laga, dibungkus kontes, harus tetap ditindak, karena itu melanggar hukum, jelas ada pidananya, tidak mungkin Kapolsek setempat, Kapolres Kabupaten Kediri melalui Kanitreskrim, Kasatreskrim tidak mengetahui hal ini.
Polsek ada babinkamtibmas, ada satuan intelkam ada satuan Reskrim, yang mana tiap hari membuat laporan,” Ini ada yang disembunyikan kalau pimpinan Polri tidak mengetahuinyaLebih lanjut, Berdasarkan info yang didapat oleh masyarakat, patut diduga ada oknum yang terlibat baik dari instansi, ini harus ditindak secara maksimal.
“Sangat patut diduga ada pembiaran, logikanya tidak mungkin pimpinan setempat atau kasatwil tidak mengetahuinya,” Ungkapnya.
Aktivitas perjudian 303 sabung ayam di Kecamatan megaluh ini menjadi sorotan masyarakat maupun publik , menurut narasumber warga setempat, yang memberikan keterangan kepada media ini, kalau ada perjudian di wilayah nya. “Kami sangat keberatan sekali mas,” adanya penyakit masyarakat yang sekarang ada di desa kami, Tuturnya narasumber yang enggan disebutkan namanya. Dan berharap agar arena judi sabung ayam di wilayah Kabupaten Kediri di tiadakan dan di bongkar tenda tenda sarana sabung ayam.
Beredarnya undangan sabung ayam, dikalangan para penghobi ayam, kontes laga ayam tersebut di adakan di arena sabung ayam milik Hendro Ds.Sawah’an Wilayah Hukum Polres Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Berdasarkan informasi diduga dengan Taruhan T 1,5 JT, yang tercepat akan mendapatkan hadiah kambing, dan para peserta yang hadir akan mendapat door prize jika beruntung. Para pemain undangan bahkan berdatangan dari luar kota memadati arena sabung ayam yang laksanakan di hari Sabtu dan Minggu (14 -15 Maret 2026), pagi hari ayam di gandeng kan siang pemenang tercepat akan mendapatkan Hadiah se ekor Kambing.
Mengingat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Polri untuk memberantas perjudian, baik yang konvensional maupun online. Instruksi ini mencakup pencegahan dan penindakan tegas terhadap pelaku perjudian, termasuk pihak yang membekingi dan anggota Polri yang terlibat.
Pencegahan dan Penindakan.”Instruksi Kapolri meliputi upaya pencegahan dan penindakan tegas terhadap segala bentuk perjudian, termasuk judi online.
Kapolri menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap kasus perjudian tidak pandang bulu, termasuk terhadap anggota Polri yang terlibat.
Instruksi juga mencakup pemberantasan pihak yang memberikan dukungan atau perlindungan kepada pelaku perjudian.
Ancaman Hukuman, pelaku perjudian dapat dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda paling banyak Rp 25 juta. Dengan adanya instruksi ini, diharapkan Polri dapat lebih efektif dalam memberantas perjudian dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Bahkan Kapolri tidak pandang bulu jika ketahuan ada aparat yang jadi backing akan tindak tegas dan pemecatan. (Bgn)***
ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Hampers Lebaran dan Paket Halal Bi Halal yang Meriah
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Lebaran 1447 H tahun ini ARTOTEL TS Suites Surabaya kembali menghadirkan pengalaman kuliner Lebaran yang istimewa dengan menghadirkan berbagai pilihan Hampers Lebaran dan paket Halal Bi Halal.
Hampers Lebaran ini menawarkan menu Ayam Lengkuas dan Ayam Taliwang yang diolah dengan bumbu rempah pilihan, serta hampers cookies dengan harga promo menarik.
Dalam satu paket, tamu akan mendapatkan tiga varian cookies sekaligus, yaitu Almond Orange Cookies, Palm Cheese Cookies, dan Brownies Fudgy Cookies.
Tidak hanya hampers, ARTOTEL TS Suites Surabaya juga menghadirkan Paket Halal Bi Halal dengan harga terjangkau.
Paket ini cocok untuk acara silaturahmi perusahaan, komunitas, maupun keluarga besar setelah Hari Raya, dengan menu unggulan seperti ketupat lodeh manisa, opor ayam, dan koya kelapa sambal terasi.
“Menu yang kami hadirkan terinspirasi dari hidangan khas Lebaran yang akrab di lidah masyarakat Indonesia,” ujar Executive Chef ARTOTEL TS Suites Surabaya, Catur Suyanto.
ARTOTEL TS Suites Surabaya berharap dapat menghadirkan pengalaman kuliner Lebaran yang hangat dan berkesan bagi para tamu. (Houget)***