• Daerah,  Kesehatan

    Momentum Idul Fitri 1447 H, Dodo DetokRapith Ucapkan Terima Kasih dan Harapan Kesehatan untuk Semua

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 21 Maret  2026Dodo, terapis dari DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pasien yang selama ini telah mempercayakan proses ikhtiar penyembuhan melalui terapi totok saraf anatomi.

    Berlokasi di Jalan Bangkingan IX Blok XI No. 38 Surabaya, layanan terapi ini hadir sebagai solusi alternatif dalam membantu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari saraf kejepit, pasca stroke, hingga gangguan metabolik. Dengan pendekatan terapi yang berfokus pada sistem saraf dan aliran tubuh, DetokRapith terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    “Kepercayaan pasien adalah amanah yang harus kami jaga dengan penuh tanggung jawab. Setiap terapi bukan hanya soal tindakan, tetapi juga niat ikhtiar untuk membantu tubuh kembali seimbang,” ujar Dodo.

    DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya melayani pasien setiap hari, mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB, sehingga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin melakukan terapi di tengah kesibukan aktivitas.

    Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Dodo juga menyampaikan pesan penuh makna:

    “Kami segenap keluarga besar DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga di hari yang fitri ini, kita semua diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan untuk terus menjaga tubuh dan kehidupan yang lebih baik.”

    Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang konsisten, DetokRapith berharap dapat terus menjadi bagian dari perjalanan kesehatan masyarakat, khususnya di Surabaya dan sekitarnya.(Wawan)

  • AGAMA,  Nasional

    Sinergi Teologis dan Demokrasi: Pesan Idul Fitri 1447 H dari Pimpinan Sahabat KDM

    JAKARTA – Di ambang fajar kemenangan 1 Syawal 1447 H, Organisasi Koalisi Demokrasi Merdeka (Sahabat KDM) menyampaikan refleksi kebangsaan yang mendalam. Pembina Sahabat KDM, KGP Agung Budi Utomo, SP, bersama Ketua Umum, Anggi Tugino, SH, secara resmi merilis pesan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pesan ini melampaui sekadar tradisi lisan, melainkan sebuah manifestasi komitmen organisasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas ke dalam praksis demokrasi di tanah air.

    KGP Agung Budi Utomo, SP dalam pandangan akademisnya menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum recharging moral bagi setiap individu. Sebagai pembina, beliau melihat korelasi signifikan antara disiplin selama Ramadan dengan kualitas kedewasaan berdemokrasi. Beliau berargumen bahwa puasa adalah latihan kontrol diri (self-regulation) yang paling murni, di mana kemampuan mengendalikan impuls ego sangat dibutuhkan untuk membangun diskursus publik yang sehat dan jauh dari narasi kebencian.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Sahabat KDM, Anggi Tugino, SH, menyoroti dimensi hukum dan etika yang melekat pada hari raya ini. Beliau menekankan bahwa Idul Fitri adalah simbol dari “Keadilan yang Menyejukkan”, di mana prinsip memaafkan menjadi supremasi tertinggi di atas segala perselisihan pendapat. Dalam perspektif hukum sosial, pemaafan kolektif saat lebaran dipandang sebagai mekanisme restorative justice alami yang mampu merekatkan kembali kohesi sosial yang mungkin sempat renggang akibat dinamika politik.

    Kedua tokoh pimpinan ini melihat bahwa Idul Fitri 1447 H harus dijadikan pijakan untuk memperkuat “Modal Sosial” (Social Capital) bangsa. Sahabat KDM meyakini bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun di atas institusi yang kokoh, tetapi juga di atas fondasi kepercayaan antarwarga. Momentum silaturahmi saat Idul Fitri merupakan laboratorium sosial di mana sekat-sekat primordial dan afiliasi politik melebur dalam semangat persaudaraan universal (Ukhuwah Insaniyah).

    Lebih jauh, KGP Agung Budi Utomo, SP menggarisbawahi pentingnya kesalehan sosial pasca-Ramadan. Beliau mengajak seluruh anggota Sahabat KDM untuk menerjemahkan nilai-nilai zakat fitrah ke dalam keberpihakan terhadap isu-isu kemanusiaan dan keadilan ekonomi. Demokrasi Merdeka, menurut beliau, adalah sistem yang harus menjamin setiap warga negara memiliki hak yang setara untuk sejahtera, selayaknya kebahagiaan Idul Fitri yang dirasakan merata oleh semua lapisan masyarakat.

    Sementara itu, Anggi Tugino, SH mengingatkan bahwa tantangan demokrasi di masa depan membutuhkan kejernihan berpikir yang ditempa melalui pengendalian diri. Beliau berharap Idul Fitri kali ini melahirkan kader-kader yang memiliki integritas tinggi. “Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menundukkan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” ujar beliau dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran adalah ruh utama dalam organisasi Sahabat KDM.

    Narasi yang diusung oleh duet kepemimpinan ini juga menyentuh aspek moderasi beragama sebagai pilar stabilitas nasional. Sahabat KDM berkomitmen untuk terus mengawal agar iklim demokrasi di Indonesia tetap inklusif dan menghargai keragaman. Perayaan 1 Syawal 1447 H ini menjadi bukti empiris bahwa identitas keagamaan yang kuat justru dapat memperkokoh semangat nasionalisme, menciptakan harmoni yang harmonis antara kewajiban langit dan tanggung jawab bumi.

    Sebagai penutup, KGP Agung Budi Utomo, SP dan Anggi Tugino, SH mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh rakyat Indonesia. Mereka berharap cahaya Idul Fitri menyinari jalan menuju Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan merdeka secara hakiki. Semoga spirit kemenangan ini menjadi energi baru bagi Sahabat KDM untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa yang lebih luhur dan bermartabat.

  • AGAMA,  Ekonomi,  Nasional

    Sinergi APMISO Jatim, Pemprov Jatim, dan Universitas Dr. Soetomo: Halal Bi Halal dan Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah

    SurabayaDewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Jawa Timur menggelar acara Halal Bi Halal di Aula Universitas Dr. Soetomo Surabaya 06 April 2026, sekaligus mengukuhkan kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Studi Lanjut Pendidikan Tinggi dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Umum APMISO, Drs. Lasiman, S.Pd, dan Pembina APMISO, Jenderal  TNI (Purn). Prof. Dr. Dudung Abdurrachman, S.E., M.M., M.H. serta dukungan penuh dari jajaran Forkopimda Jawa Timur.

    Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat sebagai Pembina DPW APMISO Jawa Timur, menegaskan pentingnya acara ini. Beliau menyatakan kesiapannya untuk turut serta memeriahkan dan mendukung penuh sinergi antara APMISO, pemerintah provinsi, dan dunia akademis. Dukungan ini menjadi angin segar bagi pengembangan UMKM di Jawa Timur.

    Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan APMISO dan perwakilan universitas, tetapi juga mendapat kehormatan dengan komitmen kehadiran pejabat tinggi dari unsur kepolisian Jawa Timur, pejabat Kodam V Brawijaya, serta pimpinan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur. Hal ini menunjukkan sinyal positif dan dukungan luas dari berbagai elemen strategis di Jawa Timur terhadap upaya penguatan UMKM dan kolaborasi pendidikan.

    Penandatanganan MOU antara DPW APMISO Jawa Timur dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya menjadi puncak acara, yang mencakup komitmen bersama dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerjasama ini akan difokuskan pada pengembangan program studi lanjut pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan UMKM, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

    Drs. Lasiman, S.Pd, Ketua Umum APMISO, mengapresiasi inisiatif DPW APMISO Jawa Timur dan sambutan hangat dari berbagai pihak. “Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan dukungan dari pemerintah provinsi, TNI, Polri, dan institusi pendidikan, kami optimis APMISO dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.

    Jenderal Dudung Abdurrachman, Pembina APMISO, turut memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya sinergi antara UMKM, pemerintah, dan akademisi. Beliau menekankan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

    Di balik layar, Dewi Shinta, SS, dan Agung Budi Utomo, SP, selaku panitia pelaksana, bekerja keras untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Upaya mereka dalam mengoordinasikan berbagai pihak dan memastikan kenyamanan seluruh tamu undangan patut mendapatkan apresiasi tertinggi.

    Acara Halal Bi Halal dan penandatanganan MOU ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah langkah strategis yang membuka peluang kolaborasi lebih luas. Dengan dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta komitmen dari APMISO dan Universitas Dr. Soetomo, diharapkan Jawa Timur akan semakin maju dalam memberdayakan UMKM dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

  • AGAMA,  Nasional

    GEP Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H: Semangat Kebersamaan dan Perubahan untuk Negeri

    Jakarta, 1 Syawal 1447 H – Organisasi Gerakan Emansipasi Perubahan (GEP) menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya para anggota dan simpatisan yang tersebar di berbagai wilayah. Momen suci ini menjadi momen yang penuh makna, bukan hanya sebagai puncak dari ibadah puasa selama sebulan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja.

    Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kepengurusan pusat GEP, ucapan selamat ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum GEP, Drs. H. Teguh Wiyono, MPI, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Agung Budi Utomo, SIP, dan Bendahara Umum Hj. Sri Redjeki. Mereka berharap momen Idul Fitri ini dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar GEP dan masyarakat luas.

    Ketua Umum GEP, Drs. H. Teguh Wiyono, MPI, dalam sambutannya menekankan bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah momen untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati dari segala noda, dan memperkuat ikatan persaudaraan antar sesama. Ia juga mengajak seluruh anggota GEP untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal ibadah maupun dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

    “Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan panggilan untuk kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih berdedikasi dalam mewujudkan perubahan yang positif bagi negeri ini. Semoga semangat Idul Fitri ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus bergerak maju, bersatu, dan bekerja keras demi mencapai tujuan bersama yang telah kita tetapkan,” ujar Teguh Wiyono.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal GEP, Agung Budi Utomo, SIP, menambahkan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mewujudkan emansipasi dan perubahan yang berkelanjutan. Ia berharap seluruh anggota GEP dapat tetap solid, kompak, dan bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

    “Kita semua tahu bahwa perjalanan menuju perubahan tidaklah mudah, tetapi dengan semangat persaudaraan dan kerja sama yang kuat, kita pasti dapat mengatasi segala tantangan yang ada. Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan di dalam organisasi, serta meningkatkan kualitas layanan kita kepada masyarakat,” kata Agung Budi Utomo.

    Bendahara Umum GEP, Hj. Sri Redjeki, juga turut menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar momen Idul Fitri ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar GEP. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keuangan organisasi dengan baik dan transparan, agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

    “Semoga di hari yang suci ini, Allah SWT memberikan keberkahan dan kekuatan kepada kita semua untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat dan bangsa. Mari kita jaga kebersamaan, saling mendukung, dan bekerja sama dengan sebaik-baiknya untuk memajukan organisasi GEP dan mewujudkan perubahan yang nyata bagi negeri ini,” ucap Hj. Sri Redjeki.

    Di akhir pernyataannya, seluruh kepengurusan pusat GEP kembali mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, dan berharap semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia.

  • AGAMA,  Nasional

    Merajut Fitrah, Membumikan Pancasila: Ucapan Hangat Idul Fitri 1447 H dari GPP Jawa Timur

    SURABAYA – Di tengah gema takbir yang mulai berkumandang di seluruh pelosok Jawa Timur, Organisasi Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Provinsi Jawa Timur secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Pesan ini mengusung semangat rekonsiliasi dan penguatan nilai-nilai luhur bangsa dalam bingkai keberagaman yang harmonis.

    Ketua GPP Jawa Timur, Dewi Shinta, SS, menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk kembali ke fitrah kemanusiaan yang beradab. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila sangat sejalan dengan semangat Idul Fitri yang menekankan pada pengampunan, pembersihan diri, dan kepedulian antar sesama manusia tanpa memandang latar belakang.

    “Idul Fitri 1447 H ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan kontemplasi nasional. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai titik balik untuk semakin memperkokoh persaudaraan di bumi Jawa Timur, sekaligus memastikan bahwa nilai Pancasila hadir dalam setiap tarikan napas kehidupan sosial kita,” ujar Dewi Shinta dalam keterangannya.

    Senada dengan hal tersebut, Sekretaris GPP Jawa Timur, KGP Agung Budi Utomo SP, menegaskan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan sosial. Ia melihat bahwa momen saling memaafkan merupakan manifestasi nyata dari sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, yang harus terus dirawat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

    “Kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan suci Ramadan adalah modal besar bagi bangsa kita. Kami di kesekretariatan GPP Jawa Timur mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk mengonversi energi spiritual ini menjadi kerja-kerja nyata dalam menjaga kerukunan dan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing,” tambah Agung Budi Utomo.

    Sementara itu, Bendahara GPP Jawa Timur, Ir. Hari Cahyono, SE, menyoroti aspek keadilan sosial yang tercermin dalam tradisi berbagi di hari lebaran. Ia menekankan bahwa keberkahan Idul Fitri akan semakin sempurna apabila mampu memicu empati ekonomi dan kepedulian terhadap warga yang kurang beruntung, demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

    “Zakat dan sedekah yang kita tunaikan adalah bentuk pengamalan nilai keadilan sosial. Kami berharap semangat berbagi ini tidak berhenti di hari raya saja, namun menjadi perilaku ekonomi yang berkelanjutan guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Jawa Timur,” tutur Hari Cahyono dengan penuh optimisme.

    Menutup rangkaian ucapan tersebut, jajaran pimpinan GPP Jawa Timur berharap agar perayaan 1 Syawal 1447 H ini membawa kedamaian yang abadi bagi seluruh rakyat Indonesia. Organisasi berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai Pancasila yang inklusif dan menyejukkan.

  • AGAMA,  Nasional

    Refleksi Kemenangan dan Persatuan: Pijar Nusa Bangsa Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

    SURABAYA – Menyongsong fajar kemenangan 1 Syawal 1447 H, Organisasi Pijar Nusa Bangsa (PNB) secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Pesan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah seruan untuk mempererat tali persaudaraan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

    Ketua Umum PNB, KGP Agung Budi Utomo SP, menyampaikan bahwa Idul Fitri tahun ini harus dijadikan momentum bagi setiap elemen bangsa untuk melakukan transformasi diri. Menurutnya, esensi dari ibadah puasa yang telah dijalani selama satu bulan penuh adalah melatih disiplin dan empati sosial yang harus diimplementasikan dalam kehidupan bernegara.

    “Idul Fitri adalah simbol dari kembalinya kita kepada fitrah, yaitu kesucian hati dan pikiran. Kami di Pijar Nusa Bangsa berharap semangat ini mampu meleburkan segala perbedaan dan memperkokoh fondasi persatuan demi kemajuan Nusantara,” ujar Agung Budi Utomo dalam pesan tertulisnya.

    Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal PNB, Dewi Shinta, SS, menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antarwarga. Ia menyoroti bahwa di era informasi ini, menjaga lisan dan jemari dari hal-hal yang memecah belah adalah bentuk nyata dari keberhasilan ibadah di bulan Ramadan.

    “Kemenangan yang sejati adalah saat kita mampu merajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang. Kami mengajak seluruh anggota PNB dan masyarakat luas untuk menjadikan momen lebaran ini sebagai ajang saling memaafkan dengan tulus dan penuh suka cita,” tambah Dewi Shinta.

    Dari sisi penguatan organisasi, Bendahara Umum PNB, Ir. Hari Cahyono, SE, melihat Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan bahwa keberkahan hari raya akan semakin terasa ketika semangat berbagi tetap terjaga melampaui bulan suci.

    “Pijar Nusa Bangsa berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang inklusif. Melalui semangat Idul Fitri, kita perkuat gotong royong dan kepedulian sosial guna memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dalam merayakan kebahagiaan ini,” ungkap Hari Cahyono.

    Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus pusat PNB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai kebangsaan. Perayaan 1 Syawal 1447 H ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi bangsa Indonesia untuk melangkah lebih mantap menuju masa depan yang lebih cerah, damai, dan sejahtera di bawah naungan kerukunan.

  • Daerah,  Kepolisian,  Nasional

    Sambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Samosir Gelar Bakti Sosial untuk Lansia dan Anak Disabilitas

    Samosir, Sumatera-Dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Samosir melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dan anak disabilitas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (22/12/2025). wilayah Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

    Bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir, AKBP Rina Frillya, S.I.K., didampingi Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K., Kasat Samapta AKP Nandi Butar-Butar, S.H., Kasat Intelkam IPTU Donal P. Sitanggang, S.H., M.H., serta Kasi Propam IPDA Darmono Samosir, S.H.

    Dengan kunjungan Kapolres Samosir ke kediaman Doma Simbolon (80 tahun) di Jalan FL Tobing, Kelurahan Pasar Pangururan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako.

    Doma Simbolon mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan terharu atas kunjungan serta bantuan dari Polres Samosir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami para orang tua, ujar Doma Simbolon dengan mata berkaca-kaca.

    Selanjutnya, pada pukul 12.20 WIB, Kapolres Samosir mengunjungi Dormauli Simbolon (74 tahun) di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan. Dormauli menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih kepada Ibu Kapolres dan seluruh jajaran yang sudah datang langsung melihat kondisi kami, ungkapnya.

    Dengan mengunjungi Kameria Sinaga (75 tahun) di Jalan Nahum Situmorang, Desa Pardomuan I. Ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan sembako yang diberikan. Semoga Polres Samosir selalu diberkati dan diberi kesehatan dalam melayani masyarakat, ucap Kameria Sinaga.

    Tidak hanya menyasar lansia, Polres Samosir juga menunjukkan kepedulian kepada anak disabilitas. Kapolres Samosir mengunjungi GN (4 tahun), seorang anak disabilitas di Desa Pardomuan I Kecamatan Pangururan dan menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada pihak keluarga. Orang tua GN menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Samosir. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Polres Samosir. Kunjungan ini memberikan semangat dan harapan bagi kami sekeluarga, ujar salah satu anggota keluarga.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya, S.I.K. menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai wujud perhatian dan kasih Polri kepada masyarakat. Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban serta mempererat silaturahmi, kata Kapolres.

    Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menjaga kerukunan antar umat beragama, meningkatkan toleransi, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

    Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial Polres Samosir berakhir pada pukul 13.00 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.

    Sementara itu, PLT Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.

    Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun rasa kebersamaan dan kepedulian, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Samosir tetap aman dan kondusif, pungkasnya.
    Marlen s

  • Daerah,  SOSIAL

    PT Arthaindo Jaya Abadi Minta Kejelasan Penyelesaian Biaya Kunjungan Kerja di Ampana

     

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 16 Desember 2025 Ampana, Tojo Una-Una Manajemen PT Arthaindo Jaya Abadi, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, meminta kejelasan terkait penyelesaian biaya operasional kunjungan kerja, yang meliputi rental mobil dan penginapan, yang timbul saat kunjungan dua pihak eksternal ke perusahaan tersebut.

    Permintaan klarifikasi ini disampaikan karena hingga saat ini sejumlah nota dari penyedia jasa transportasi dan penginapan belum dinyatakan selesai, sementara pihak perusahaan tambang masih menerima penagihan secara langsung dari penyedia jasa terkait.

    Kronologi Peristiwa Berdasarkan keterangan manajemen PT Arthaindo Jaya Abadi, kunjungan kerja dilakukan pada 12 November 2025 oleh Sodikun Bin Abas dan Supriyadi, dalam rangka agenda penjajakan kerja sama dan peluang investasi.

    Selama kegiatan berlangsung, digunakan fasilitas operasional berupa kendaraan rental dan penginapan, yang dikoordinasikan melalui pihak perusahaan tambang. Setelah kegiatan selesai, pihak penyedia jasa kemudian menerbitkan nota tagihan resmi dengan total nilai biaya sebesar Rp10.000.000.

    Namun, karena penyedia jasa mengetahui bahwa kunjungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan PT Arthaindo Jaya Abadi, penagihan kemudian ditujukan kepada pihak perusahaan, sehingga menimbulkan beban administratif serta komunikasi yang berulang.

    Terkait Agenda Investasi Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahap awal pembahasan investasi dan kerja sama usaha, sehingga diharapkan seluruh kewajiban operasional dapat diselesaikan secara profesional.

    “Dalam konteks pembicaraan investasi, penyelesaian administrasi merupakan bagian penting agar hubungan antar pihak tetap berjalan dengan baik,” ujar perwakilan manajemen.

    Sikap Perusahaan PT Arthaindo Jaya Abadi menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menuduh pihak tertentu, dan permintaan kejelasan ini murni bertujuan untuk penyelesaian administrasi, serta menjaga transparansi dan iklim usaha yang sehat.

    Manajemen juga menyatakan masih membuka ruang komunikasi dan berharap adanya itikad baik agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa berlarut.

    Keterangan DomisiliUntuk kepentingan informasi publik, pihak terkait diketahui berdomisili di:

    Desa Podo, Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.

    Hak Jawab Hingga berita ini diterbitkan, Sodikun Bin Abas dan Supriyadi, yang diketahui terkait dengan PT Lima Saudara Membangun, Jakarta, belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi Warta Pena Satu Jatim membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(HIERMAWAN)

  • Nasional

    “Kongres I dan Rakernas VII GPP: Meneguhkan Trisakti dan Mengokohkan Pembumian Pancasila Menuju Indonesia Berkeadilan”

    Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) sukses menggelar Kongres I dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII yang berlangsung selama tiga hari, 5–7 Desember 2025, di Hotel Metro, Semarang, Jawa Tengah. Agenda berskala nasional ini tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga forum strategis untuk menegaskan kembali relevansi Pancasila sebagai ideologi hidup bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh nasional, akademisi, dan jajaran pengurus daerah dari seluruh Indonesia menjadikan forum ini kaya perspektif dan penuh gagasan konstruktif.

    Acara resmi dibuka dengan sambutan sekaligus laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Dr. Gunawan Djayaputra, S.H., S.S., M.H. Dalam paparannya, Dr. Gunawan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berbagai pihak, khususnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang berperan besar dalam terselenggaranya Kongres I GPP. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan semangat kolektif-gotong royong yang menjadi fondasi nilai Pancasila sekaligus identitas organisasi.

    Ketua Umum DPP GPP, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kongres I adalah tonggak bersejarah bagi organisasi yang berdiri sejak 1 Juni 2019. Menurutnya, enam tahun perjalanan GPP yang penuh tantangan justru semakin menguatkan komitmen internal untuk terus menghidupkan nilai Pancasila di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ia juga mengaitkan momen ini dengan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia, sembari mengingatkan kembali dua cita-cita Revolusi Nasional: membangun masyarakat tanpa penindasan, dan mewujudkan “Dunia Baru” sebagaimana dicita-citakan Sukarno dalam pidato 30 September 1960.

    Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP RI dan Ketua Dewan Pembina DPP GPP, dalam sambutannya menekankan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan tidak terpisahkan dari sejarah kelahiran bangsa. Ia menguraikan bahwa sejak 1 Juni 1945, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga sumber hukum dan arah moral kehidupan berbangsa. Menurutnya, Pancasila harus terus ditanamkan lintas generasi melalui pendidikan, toleransi, dan praktik kehidupan sehari-hari untuk menjaga keutuhan bangsa.

    Forum berlanjut pada Diskusi Publik bertema Quo Vadis Cita-Cita Revolusi Nasional?!” yang menghadirkan para pakar di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Diskusi ini menghasilkan rekomendasi strategis berupa kebangkitan kesadaran ideologis dan implementasi Trisakti secara utuh: Berdaulat dalam Politik, Mandiri dalam Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan. Rekomendasi ini menjadi dasar konseptual bagi penyusunan arah perjuangan organisasi lima tahun ke depan.

    Dalam aspek politik, Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya menghentikan ketergantungan pada utang luar negeri dan memperbaiki tata kelola kekayaan alam. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan nasional harus kembali merujuk pada Pancasila dan UUD 1945. Senada dengan itu, Prof. Dr. Ganjar Razuni mengkritik adanya jarak antara cita-cita Pancasila dan realitas bangsa saat ini, termasuk lunturnya pendidikan ideologis akibat penghapusan mata pelajaran Pancasila dari kurikulum beberapa tahun lalu.

    Dari perspektif ekonomi, Prof. Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D., merekomendasikan tiga langkah fundamental untuk mewujudkan kemandirian nasional: menjadikan Pancasila sebagai landasan utama regulasi, memperkuat pendidikan ideologis, dan memperluas kegiatan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Prof. Dr. Anthony Budiawan menyoroti ancaman serius akibat praktik penyimpangan kekuasaan yang bertentangan dengan konstitusi, memicu kesenjangan ekstrem, serta berpotensi menciptakan instabilitas sosial.

    Pada bidang kebudayaan, Prof. Muhamad Sabri menekankan perlunya memperkuat nilai gotong royong, religiusitas, serta karakter bangsa sebagai modal moral dalam menghadapi tantangan global. Implementasi Trisakti diyakini menjadi kunci dalam membangun Indonesia sebagai negara hukum yang berkebudayaan, sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dr. Bondan Kanumoyoso, M.Hum., menegaskan bahwa seluruh peserta kongres memikul tanggung jawab etis untuk menjalankan pembumian Pancasila sesuai kapasitas masing-masing.

    Memasuki agenda inti, Kongres I GPP menyusun beberapa keputusan strategis, mulai dari pembahasan laporan pertanggungjawaban DPP, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penetapan Garis Perjuangan, hingga pemilihan Ketua Umum GPP periode 2025–2030. Melalui musyawarah mufakat yang dipimpin Drs. Hendrikus Clement, peserta kongres menyepakati Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua Pembina, Dr. Antonius Manurung sebagai Ketua Umum, serta pengukuhan Prof. Dr. Ganjar Razuni dan Prof. Dr. Ermaya Suradinata sebagai Ketua Dewan Pakar dan Ketua Dewan Pengawas.

    Kesepakatan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan dan konsolidasi visi organisasi dalam lima tahun mendatang. Setelah Kongres I, Rakernas VII dilaksanakan dengan dihadiri pimpinan DPD dari berbagai daerah. Rakernas berfokus pada perumusan dan sinkronisasi program kerja strategis yang sejalan dengan hasil-hasil kongres, terutama penguatan kaderisasi, perluasan jangkauan program pembumian Pancasila, serta penguatan kerja sama dengan lembaga negara, khususnya BPIP RI.

    Seluruh rangkaian acara ditutup oleh Ketua Umum GPP 2025–2030, Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta. Ia menekankan kembali bahwa gotong royong adalah kekuatan utama GPP dalam mewujudkan Indonesia yang adil, beradab, dan berkepribadian sesuai nilai-nilai luhur Pancasila. Dengan semangat tersebut, GPP menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak pembumian Pancasila di seluruh pelosok negeri.

  • Artikel,  Kesehatan

    “Terapi Kedua, Hasil Berlipat: Dosen Pondok Wage Indah 1 Sidoarjo Kembali Jalani Totok Saraf Anatomi Homecare”

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – 4 Desember 2025 — Kabar terbaru datang dari dunia kesehatan alternatif Jawa Timur. Seorang dosen asal Taman Pondok Wage Indah 1, Sidoarjo, kembali menjalani sesi kedua terapi Totok Saraf Anatomi setelah sebelumnya merasakan perubahan signifikan pada kondisi saraf dan tubuhnya. Pasien tersebut adalah Dwikoranto, yang sebelumnya mengalami kebas, rasa berat pada tubuh, serta gangguan aliran saraf pasca cedera dan aktivitas berlebih.

    Pada terapi pertama beberapa minggu lalu, Dwikoranto mengaku datang dalam kondisi was-was dan sedikit panik karena gejala yang muncul tiba-tiba dan semakin mengganggu keseharian. Namun setelah menjalani sesi pertama, ia merasakan perubahan drastis  tubuh lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan rasa kebas berkurang drastis.

    Karena hasil positif tersebut, sesi kedua dijalankan melalui layanan homecare oleh terapis Totok Saraf Anatomi DetokRapith. Langkah ini dilakukan untuk kenyamanan sekaligus melanjutkan pemulihan saraf yang masih dalam tahap penyetelan ulang.

    Dalam proses terapi kedua ini, respons tubuh pasien menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa titik saraf yang pada sesi pertama masih keras dan sensitif kini mulai lebih lentur dan merespons stimulasi dengan lebih cepat. Itu menandakan jalur saraf mulai pulih dan sirkulasi darah membaik.

    Selesai terapi, Dwikoranto memberikan komentar yang cukup jujur dan apa adanya:

    “Kalau sesi pertama itu bikin kaget karena langsung terasa, sesi kedua ini malah bikin nagih. Rasanya tubuh kayak diperbaiki dari dalam, bukan cuma hilang sakit. Lebih enteng, lebih fokus, dan lebih nyaman.”

    Totok Saraf Anatomi sendiri kini menjadi salah satu metode pemulihan non-operasi dan non-obat yang banyak diminati masyarakat Jawa Timur. Teknik ini menargetkan sistem saraf, aliran darah, dan titik kompresi tubuh yang sering jadi sumber rasa sakit dan gangguan mobilitas.

    Melalui format layanan klinik dan homecare, DetokRapith Totok Saraf Anatomi Surabaya kini menjangkau berbagai wilayah termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, hingga Jombang. Layanan ini sangat membantu pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas seperti post-injury, stroke recovery, dan gangguan saraf kejepit.

    Banyak pasien dengan keluhan kebas, kesemutan kronis, pinggang sakit, lutut tidak stabil, hingga susah bangun pagi karena otot kaku mulai memilih terapi ini sebagai solusi yang lebih masuk akal dan minim risiko dibandingkan tindakan invasif.

    Untuk masyarakat yang ingin merasakan layanan terapi Totok Saraf Anatomi, sesi dapat dilakukan di klinik atau melalui homecare dengan sistem booking terlebih dahulu. Jam layanan tersedia setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB.Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp: wa.me//6285180980474 (Dodo)

     

Wartapenasatu.com @2025