• Artikel,  Kesehatan

    “Dosen Fisika Unesa Pulih Lewat DetokRapith Homecare: Saat Sains, Energi, dan Totok Saraf Bertemu di Pondok Wage Indah 1”

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 — Dwikoranto, dosen fisika dari Universitas Negeri Surabaya, menerima layanan DetokRapith Homecare langsung di rumahnya di Pondok Wage Indah 1. Kondisinya sebelum terapi memang sedang menurun—nyeri punggung, tegang leher, mudah lelah, dan fokus yang makin mengabur ketika mengajar.

     

    Saat pemeriksaan awal dilakukan, terlihat jelas adanya ketegangan kronis di jalur saraf leher, punggung bawah, hingga panggul. Pola tegang ini sering muncul pada akademisi yang bekerja berjam-jam di depan laptop, mengajar sambil berdiri lama, dan kurang peregangan.

    Dwikoranto memilih paket kombinasi totok saraf anatomi dan konsultasi Life DETOX and Luck Hacks. Pendekatan ganda ini menyelidiki kondisi tubuhnya dari dua sisi: anatomi fisik dan energi hidup berbasis frekuensi nama.

     

    Saat perhitungan energi nama dilakukan, hasilnya sangat mencolok dan membuat Dwikoranto terdiam sesaat. Analisis menunjukkan masalah pada sirkulasi darah, potensi gangguan ginjal ringan, kelelahan adrenal, serta inflamasi kronis di area lumbal. Ia tersenyum kecil ketika melihat grafiknya karena itu persis dengan hasil laboratorium yang ia simpan di mejanya.

     

    “Dalam fisika, frekuensi itu fakta, bukan mitos. Nama membawa resonansi. Kalau resonansinya tidak sinkron, tubuh ikut bermasalah,” ujar Dwikoranto ketika membandingkan data perhitungan nama dengan hasil cek lab-nya. Sebagai dosen fisika, ia merasa temuan ini justru masuk akal secara ilmiah.

     

    Ia melanjutkan, “Bahkan dalam fisika kuantum, energi kecil bisa memengaruhi sistem besar. Jadi tidak heran kalau energi nama ikut memengaruhi tubuh.” Komentarnya memberi warna baru pada sesi konsultasi, karena ia mengaitkan hasil numerologi dengan teori resonansi dan gelombang.

    Totok saraf anatomi kemudian diterapkan. Saat tekanan pertama mengenai titik saraf servikalnya, tubuhnya langsung memberikan respons. Ada aliran hangat yang merambat turun ke punggung—pertanda jalur saraf mulai terbuka kembali setelah lama tersumbat.

     

    Beberapa titik yang semula keras seperti batu akhirnya melunak setelah beberapa teknik pelepasan diterapkan. Nafasnya lebih dalam, pandangannya lebih jernih, dan rasa tegang yang ia bawa bertahun-tahun mulai terurai.

     

    Sesi Life DETOX melengkapi proses pemulihan. Energi tubuh yang semula berat dan penuh residu stres dibersihkan secara bertahap. Dengan energi yang lebih stabil, terapi totok saraf berikutnya menjadi jauh lebih efektif.

     

    Dwikoranto mengibaratkan proses ini seperti membersihkan noise pada gelombang. “Begitu noise dihapus, sinyal kembali jernih. Tubuh manusia sama: kalau energinya bersih, saraf lebih cepat pulih,” katanya.

     

    Dalam beberapa hari saja, perubahannya terlihat jelas. Tidurnya lebih pulas, tubuhnya lebih bertenaga, dan ia kembali mengajar tanpa merasa cepat lelah. Mahasiswanya di Unesa bahkan mengaku melihat ia tampak lebih segar dan lebih fokus selama kuliah fisika kuantum.

     

    Layanan DetokRapith Homecare yang datang langsung ke Pondok Wage Indah 1 membuktikan bahwa terapi tidak harus dilakukan di klinik. Di rumah pun, proses pemulihan bisa berjalan maksimal asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.

     

    Kasus Dwikoranto menjadi bukti bahwa perpaduan totok saraf anatomi, analisis energi nama, dan Life DETOX and Luck Hacks mampu memberikan hasil yang menyeluruh. Bukan hanya memulihkan tubuh, tetapi juga menata ulang energi dasarnya agar hidup lebih panjang, kuat, dan stabil.(Dodo)

  • Kesehatan

    “Enam Bulan Menahan Kebas, Wiknyo Akhirnya Menemukan Jalan Pulang ke Kesehatannya di DetokRapit”

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 —Wiknyo, seorang driver Gojek asal Menganti, akhirnya mengambil langkah yang selama ini ia tunda: mencari pertolongan profesional. Setelah enam bulan menahan kebas tangan kanan dan nyeri pinggang yang makin menjadi, ia memutuskan datang ke DetokRapit Totok Saraf Anatomi untuk mencari jawaban.

     

    Ketika kecelakaan motor terjadi setengah tahun lalu, Wiknyo sama sekali tidak merasakan sakit. Semuanya terasa normal. Namun setelah kerja bakti di kampung, tubuhnya “membalas” dengan rasa sakit luar biasa yang muncul mendadak seperti dihantam gelombang besar setelah diam terlalu lama.

     

    Yang membuatnya bingung, rasa sakit itu sempat hilang ketika ia memasang lampu rumah. Kondisi yang naik-turun ini membuat pikirannya kacau. Apalagi pekerjaannya sebagai driver menuntut gerakan konstan mengendalikan motor, mengerem, memutar badan, dan membawa beban perjalanan tiap hari.

    Khawatir kondisi makin parah dan berdampak pada pekerjaannya, Wiknyo akhirnya memberanikan diri datang ke DetokRapit. Di sinilah ia berharap menemukan jawaban dan perawatan yang lebih pasti.

     

    Hasil pemeriksaan menunjukkan keluhannya bukan sekadar kebas biasa. Diagnosa medis mengarah pada radikulopati servikal dan lumbal, yaitu gangguan akar saraf di leher dan pinggang akibat benturan lama yang dibiarkan. Saraf yang teriritasi selama berbulan-bulan ini memicu kebas, nyeri tertarik, sensasi panas, dan rasa tidak nyaman yang terus berulang.

     

    Selain itu, terapis menemukan trigger point aktif pada otot levator scapula, trapezius, quadratus lumborum, dan gluteus medius ketegangan otot khas pengendara motor yang mengalami trauma dan tetap bekerja tanpa masa pemulihan.

     

    Pada sesi terapi pertama, totokan saraf dan pijatan presisi pada titik pemicunya langsung membuat Wiknyo merasakan kelegaan yang sudah lama ia rindukan. Tubuhnya terasa lebih ringan, napas lebih lapang, dan rasa sesak di area pinggang mulai mereda. “Rasanya lepas banget, Mas… kayak beban ilang,” ujarnya dengan lega.

     

    Perubahan itu bukan hanya di permukaan. Otot yang semula mengeras mulai melunak, aliran darah membaik, dan sinyal saraf yang kacau kembali tertata. Ini menjadi titik balik penting bagi seorang pekerja lapangan seperti Wiknyo, yang bergantung penuh pada fisik untuk mencari nafkah.

     

    Terapi lanjutan sangat disarankan agar pemulihan menyeluruh tercapai. Cedera saraf yang sudah berlangsung lama tidak bisa dipulihkan sekali sesi, tapi progres awal menunjukkan tubuh Wiknyo masih sangat responsif terhadap perawatan.

     

    Ia pulang hari itu dengan wajah lebih tenang dan harapan baru. Perjalanannya menuju pemulihan mungkin panjang, tetapi langkah awal sudah ia tempuh di DetokRapit Totok Saraf Anatomi—tempat banyak orang menemukan kembali kesehatan, kendali tubuh, dan ketenangan setelah sekian lama berjuang dalam diam.(Dodo)

  • Kesehatan

    “Jein Pulih dari Nyeri Menahun: Terapi Totok Saraf Surabaya Jadi Jawaban Setelah Bertahun Mencari Kesembuhan”

     

    WARTAPENASATUJATIM | 1 Desember 2025 –Surabaya Zein, warga Sumput Driyorejo, Gresik, akhirnya menemukan ruang bernapas setelah lama terjebak dalam lingkaran sakit yang tidak kunjung selesai. Sebagai sopir kantor yang rutin mendampingi pegawai Dinas Telekomunikasi dalam perjalanan keluar kota, ia memikul beban kerja fisik yang tidak ringan—dan tubuhnya pelan-pelan memberi sinyal kelelahan.

    Keluhan awal Zein sebenarnya tampak sederhana: bahu kiri sering nyeri, mata tiba-tiba kabur, dan pinggang kiri terasa seperti ditarik dari dalam. Namun lama-kelamaan keluhan itu berubah menjadi hambatan serius, terutama ketika ia harus menempuh perjalanan jauh dengan fokus tinggi.

    Dari pemeriksaan dan penilaian awal oleh terapis Rijendanel, kondisi Zein menunjukkan tanda-tanda Upper Cross Syndrome, Trigger Point aktif di trapezius dan levator scapula, iritasi saraf oksipital, serta ketegangan lumbal kiri akibat posisi duduk statis berjam-jam. Kombinasi itu memicu penglihatan kabur, ketegangan bahu kronis, dan nyeri pinggang kiri yang tak kunjung reda.

     

    Zein mengaku sudah mencari pengobatan di berbagai tempat, baik medis maupun alternatif. Namun hasilnya tidak pernah bertahan lama. Rasa nyeri kembali muncul setiap kali ia kembali ke jalanan untuk perjalanan dinas.

    Titik terang muncul ketika ia memutuskan menjalani terapi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, layanan totok saraf yang dikenal dengan presisi tekniknya dalam menangani kasus-kasus pekerja berat seperti sopir, teknisi lapangan, hingga pekerja operasional.

    Pada terapi pertama, efeknya langsung terasa. Bahu kiri yang biasanya mengeras seperti batu mulai lunak dan bergerak lebih bebas. Pandangan yang sebelumnya mudah buram mulai stabil, dan pinggang kirinya tidak cepat kram meski harus duduk lama.

    Memasuki terapi kedua, Zein menggambarkan tubuhnya sebagai “lebih enteng dan lebih siap kerja.” Terapi pembebasan saraf yang dilakukan oleh Rijendanel, dikombinasikan dengan teknik detoks jaringan dan koreksi titik tegang, membuat aliran saraf di area bahu–leher–pinggang kembali terbuka.

    Rijendanel menjelaskan bahwa pekerja seperti Zein memang rentan mengalami gangguan pada jalur saraf cervico-thoracal hingga lumbal akibat posisi duduk monoton, getaran kendaraan, dan beban mental perjalanan jauh. Ketika ketegangan menumpuk dan tidak dilepas, gejalanya menyebar hingga menyebabkan sakit kepala, mata kabur, dan pinggang terkunci.

    Bagi Zein, perubahan yang ia rasakan bukan sekadar perbaikan sementara, tetapi langkah besar menuju kondisi tubuh yang kembali normal. Dalam testimoninya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya karena berhasil memberikan hasil nyata setelah sekian lama mencari jalan keluar.

    DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, yang berlokasi di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, Jawa Timur, terus menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan pemulihan saraf, otot, dan mobilitas tubuh. Kisah Zein menjadi bukti bahwa dengan teknik yang tepat, pasien nyeri kronis sekalipun masih punya harapan untuk kembali pulih dan bekerja tanpa rasa takut akan rasa sakit yang menghantui.(Dodo)

  • Pendidikan

    Gemilang di LPBB DETIL 2025: Pasforty Tunjukkan Kualitas, Bangga Jadi Pelatih Penentu Kemenangan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — 30 November 2025 Ajang LPBB DETIL 2025 yang berlangsung di Marvel City Mall Surabaya menjadi panggung pembuktian bagi tim paskibra SMPN 40 Surabaya. Dengan persiapan yang ketat dan disiplin selama tiga minggu, Pasforty tampil penuh percaya diri dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi tingkat Jawa Timur.

    Sosok yang berperan besar dalam keberhasilan ini adalah Kak Yoga Putra Fernando, pelatih yang akrab dipanggil Bangga. Selama masa latihan, Bangga mendampingi para peserta dengan pendekatan penuh kesabaran dan perhatian, memastikan setiap anggota pasukan mampu tampil maksimal. Dedikasi dan ketelatenannya menjadi kekuatan yang mengokohkan mental pasukan menjelang hari kompetisi.

    Pada hari perlombaan, dua pasukan kebanggaan SMPN 40 Surabaya menunjukkan performa terbaik mereka. Pasukan Cya meraih Juara 2 Harapan Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur, sementara Pasukan Joshua juga mengukir prestasi dengan Juara 3 Madya Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur.

    Selain prestasi utama tersebut, Pasforty juga menyabet dua penghargaan kategori khusus, yaitu:

    Best Supporter 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur

    Best Favorit 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur

    Kemenangan ini tidak hanya lahir dari latihan intensif, tetapi juga dari solidaritas para wali murid yang terus memberikan dukungan sejak pemberangkatan dini hari hingga kepulangan pada malam hari. Kebersamaan dan kekompakan keluarga besar SMPN 40 Surabaya menjadi fondasi penting keberhasilan tim.

    Salah satu anggota yang turut mencuri perhatian adalah Irbah dari kelas 8, yang terlibat dalam Pasukan Joshua. Usai menerima penghargaan Juara 3 Madya, Irbah mengungkapkan rasa bangganya dan berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa lain untuk terus membangun disiplin dan karakter yang kuat.

    “Kami belajar banyak, bukan hanya soal baris-berbaris, tapi juga soal komitmen,” ungkapnya penuh semangat.

    Pihak sekolah, pembina Pasforty, serta pelatih Bangga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang tua dan siswa yang telah mendukung tanpa henti. Mereka berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan membawa Pasforty melangkah lebih jauh pada kompetisi yang akan datang.

    Keberhasilan di LPBB DETIL 2025 menjadi bukti bahwa Pasforty adalah tim yang tidak hanya disiplin, tetapi juga solid, visioner, dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi.(Quraya)

     

  • Pendidikan

    Pasforty Bersinar di Marvel City Mall: Dua Pasukan Raih Prestasi Jawa Timur, Irbah Jadi Sorotan Inspiratif!

    WARTAPENASATUJATIM | 30 November 2025 –Surabaya — Giat Lomba Paskibra LPBB DETIL 2025 yang digelar di Marvel City Mall Surabaya pada Sabtu, 29 November 2025, kembali menghadirkan kabar membanggakan bagi keluarga besar SMPN 40 Surabaya. Dengan persiapan yang disiplin sejak dini, dua pasukan kebanggaan Pasforty akhirnya pulang membawa prestasi tingkat Jawa Timur.

    Di balik performa kuat dan kompaknya para peserta, ada sosok pelatih yang tak kalah penting: Kak Yoga Putra Fernando, atau yang akrab disapa Bangga—singkatan dari Bang Yoga. Selama tiga minggu penuh, Bangga membimbing para peserta dengan kesabaran, ketelatenan, dan perhatian yang tulus. Dedikasinya menjadi pondasi penting yang mengangkat mental, disiplin, serta kekuatan pasukan hingga mampu tampil maksimal di panggung lomba.

    Dalam kompetisi yang diikuti berbagai sekolah dari seluruh penjuru provinsi, Pasukan Cya sukses meraih Juara 2 Harapan Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur. Sementara itu, Pasukan Joshua tampil gemilang dengan menorehkan Juara 3 Madya Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur.

    Tak berhenti di sana, tim ini juga mencatatkan kemenangan tambahan pada kategori khusus, yakni:

    Juara Best Supporter 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur

    Juara Best Favorit 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur

    Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kekompakan, dan mental disiplin yang dibangun para pelatih serta siswa tidak pernah sia-sia. Seluruh proses latihan yang berlangsung sejak subuh hingga sore hari akhirnya berbuah manis.

    Salah satu momen paling menyentuh datang dari Irbah, siswa kelas 8 yang menjadi bagian dari Pasukan Joshua. Dengan mata berbinar, Irbah menyampaikan kebahagiaannya usai meraih Juara 3 Madya Se-Jawa Timur,

    Semoga ini jadi penyemangat untuk adik kelas dan bukti kalau disiplin itu selalu membawa hasil,” ujar Irbah dengan penuh semangat.

    Para wali murid turut berperan besar dalam kesuksesan ini. Dukungan mereka sejak keberangkatan pukul 05.00 hingga kepulangan sekitar 19.30 menjadi energi penting bagi para peserta.

    Kepala sekolah, pembina Pasforty, serta pelatih Bangga mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan seluruh orang tua dan siswa. Mereka berharap kekompakan ini terus terjaga demi mengharumkan nama Pasforty dan SMPN 40 Surabaya pada ajang-ajang berikutnya.

    Dengan kemenangan ini, Pasforty kembali menegaskan diri sebagai salah satu tim paskibra paling solid di Jawa Timur—memadukan disiplin klasik dengan semangat muda yang terus menyala.(Quraya)

  • Daerah,  hukum

    Dugaan Manuver di Balik Pembatalan Tender Kit Stunting 2025: MAKI Jatim Bongkar Celah Koruptif di Kemendukbangga dan Daerah!

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 November 2025 — Aroma persoalan kembali merebak dari proyek pengadaan Kit Stunting tahun anggaran 2025 di Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Berdasarkan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP LKPP), paket pengadaan tersebut awalnya direncanakan melalui skema e-Catalogue dan mini kompetisi dengan pendekatan tender konsolidasi. Namun perjalanan proyek ini justru berubah dramatis dan memantik perhatian publik.

    Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim melakukan pelacakan intensif. Hasilnya mengejutkan proses pengadaan yang dikendalikan langsung oleh pusat itu dinyatakan resmi dibatalkan. Pembatalan ini membuka beragam tanda tanya besar, terutama karena alasan yang muncul dinilai janggal dan minim transparansi.

    Dokumen internal yang dihimpun menunjukkan dua dasar pembatalan. Pertama, nota dinas dari Inspektorat Kemendukbangga selaku APIP yang menyebut adanya “ketidaksesuaian” dalam proses tender, tanpa memaparkan parameter yang dimaksud. Kedua, nota dinas PPK yang juga menolak hasil pemilihan Pokja penyedia lagi-lagi tanpa penjelasan substansial.

    Ketua MAKI Jawa Timur, Heru MAKI, menyampaikan sorotan tajam. Ia menilai sejak awal tender konsolidasi dengan nilai HPS besar itu tampak sarat kepentingan. “Ada dugaan bahwa pembatalan ini membuka ruang bagi pola permainan lain setelah tender gagal,” ujarnya tegas.

    Pasca pembatalan, Kemendukbangga disebut menyerahkan sepenuhnya pengelolaan anggaran kit stunting kepada pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten termasuk di Jawa Timur. MAKI Jatim kemudian menemukan indikasi lain yang tak kalah serius: potensi praktik koruptif di level BKKBN daerah.

    Menurut penelusuran tim investigasi, pola dugaan koruptif itu berupa cash back dan fee berbasis hubungan timbal balik antara penyedia barang dan oknum di BKKBN daerah. Celah tersebut semakin mencuat setelah harga paket kit stunting yang dikelola daerah diduga mencapai nilai maksimal, bahkan lebih tinggi dibanding harga dalam tender konsolidasi yang sempat disiapkan pusat.

    Perbandingan harga itu menunjukkan margin signifikan yang dinilai MAKI Jatim berpotensi menjadi ruang bagi praktik tidak sehat. “Kita mendapati fakta bahwa harga paket akhirnya bisa maksimal dan langsung diklik oleh PPK tanpa adanya mini kompetisi,” ungkap Heru, menyerukan pentingnya transparansi total.

    MAKI Jatim menegaskan bahwa temuan ini akan diproses lebih lanjut sebagai fakta hukum, terutama mengacu pada Pasal 3 UU Tipikor. Langkah koordinasi dengan Inspektorat Kemendukbangga akan segera dilakukan, sekaligus membawa dugaan tersebut ke ranah aparat penegak hukum.

    Dengan dinamika yang terus bergulir, publik kini menantikan kejelasan apakah pembatalan tender ini sekadar prosedural atau justru penanda adanya permainan anggaran di balik layar. Heru menutup pernyataannya dengan tekad kuat: “Kami tidak akan berhenti sampai semuanya terang.” (Bgn)

  • Pendidikan

    Sinergi Baru: APS Dorong Perbaikan Kanal Laporan Bullying, Dispendik Terbuka Kolaborasi

     

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA —November 2025. Aliansi Pelajar Surabaya (APS) menggelar audiensi strategis bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk membahas penguatan sistem pencegahan dan penanganan bullying di sekolah-sekolah. Pertemuan ini menjadi forum penting yang mempertemukan suara pelajar dengan pemangku kebijakan, khususnya dalam isu perlindungan pelajar dan keselamatan lingkungan belajar.

    Dalam kesempatan itu, APS menekankan bahwa praktik bullying masih menjadi persoalan serius di berbagai sekolah. Banyak kasus yang tidak tertangani secara cepat karena masih lemahnya kanal pelaporan, terutama bagi siswa yang membutuhkan respons segera dari pihak terkait.

    Salah satu sorotan utama APS adalah implementasi Pembimbing Teman Terbaik (Pemantik) yang dinilai belum berjalan maksimal. Menurut APS, Pemantik merupakan instrumen efektif untuk mendampingi korban, tetapi masih menghadapi kendala SOP, kurangnya koordinasi dengan guru BK, dan minimnya dukungan operasional di lapangan.

    APS mengusulkan agar Dispendik melakukan peninjauan ulang SOP Pemantik sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pemantik, guru BK, OSIS, ORPES, dan organisasi pelajar lainnya. Mereka menegaskan bahwa Pemantik tidak dapat berdiri sendiri dan membutuhkan jaringan pendukung agar mampu menangani kasus secara komprehensif.

    Isu lain yang turut mencuat adalah rendahnya respons dari DP3A terhadap laporan kasus yang disampaikan siswa. APS meminta agar seluruh kanal pelaporan dipublikasikan secara terbuka, khususnya saat kegiatan MPLS, sehingga setiap siswa mengetahui jalur yang harus ditempuh ketika menghadapi kasus bullying.

    APS juga menyampaikan kekhawatiran terkait penggunaan AI dalam pengerjaan Try Out Tes Kejar Akademik (TKA) tingkat SMP. Menurut APS, fenomena ini berpotensi menurunkan kualitas evaluasi pembelajaran dan perlu segera ditangani secara kebijakan.

    Menanggapi masukan tersebut, Dispendik menyampaikan apresiasi atas kepedulian APS serta mengakui bahwa beberapa aspek teknis memang harus diperkuat. Pihak dinas menegaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi dalam bentuk fisik atau verbal, tetapi juga di ruang digital, sehingga perlu pendekatan dan pelatihan yang lebih adaptif bagi guru dan pelajar.

    Dispendik juga menyatakan kesiapannya mengevaluasi program Pemantik, memperjelas SOP pendampingan, serta melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan penanganan kasus dapat dimaksimalkan.

    Forum dialog ini menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan bullying memerlukan kolaborasi terbuka—bukan saling menyalahkan antar pihak. Penguatan peran pelajar, profesionalisme guru BK, serta sinergi bersama DP3A, Satpol PP, dan lembaga pendamping anak menjadi fondasi langkah lanjutan.

    Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem sekolah ramah anak di Kota Surabaya. APS memastikan akan terus mengawal isu ini, sementara Dispendik membuka ruang bagi kolaborasi lanjutan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif .(Quraya)

  • Pendidikan

    Generasi Digital Siap Bangkit: Quraya Ikut Dorong Literasi Aman & Anti-Bullying di Sekolah

     

     

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — November 2025 Kegiatan Dialog Literasi Digital & Penguatan Karakter Remaja kembali digelar di Surabaya pada Rabu (27/11/2025), menghadirkan pelajar dari berbagai sekolah termasuk kehadiran aktif Quraya sebagai peserta. Acara ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan suara anak muda mengenai keamanan digital, pengaruh media sosial, dan urgensi pencegahan bullying.

    Dalam sambutannya, DP3APPKB Surabaya melalui Bunda Relita Wulandari, S.Sos., menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya pendampingan anak di era digital. Menurutnya, dunia maya membawa peluang besar, namun juga risiko yang sering kali tidak disadari oleh anak dan remaja.

     

    “Ruang digital harus dikelola dengan bijak. Anak perlu dilindungi dari konten negatif dan tekanan sosial yang menggerus karakter,” tegas Bunda Relita. Pernyataan ini langsung memantik perhatian para pelajar, termasuk Quraya, yang merasakan langsung dinamika kehidupan online.

    Materi kemudian dilanjutkan oleh Bunda Dita Amalia dari PLATO Foundation yang membawakan topik Pengaruh Influencer terhadap Gaya Hidup dan Citra Diri Anak. Ia menjelaskan bahwa influencer memiliki daya tarik besar bagi remaja, yang kerap meniru gaya hidup, standar kecantikan, hingga pola konsumsi tanpa mempertimbangkan realitas sebenarnya.

    Quraya terlihat aktif mengikuti sesi ini, terutama saat dijelaskan bahwa banyak konten influencer telah melewati proses kurasi sehingga tidak mencerminkan kehidupan nyata. Pemahaman ini penting agar remaja tidak terjebak pada perbandingan sosial yang merusak kepercayaan diri.

    Isu lain yang menjadi sorotan utama adalah fenomena bullying di sekolah. Laporan dari Aliansi Pelajar Surabaya (APS) menunjukkan bahwa kasus perundungan masih terjadi baik secara langsung maupun melalui media digital. Para pelajar mengungkap bahwa kanal pelaporan masih belum efektif dan membutuhkan respons lebih cepat dari pihak terkait.

    APS menyoroti peran Pemantik—teman sebaya konselor sekolah—sebagai program yang sebenarnya potensial, namun belum berjalan maksimal. Beberapa sekolah bahkan belum memiliki SOP yang jelas sehingga mempersulit kerja Pemantik dalam menangani korban bullying.

    Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan Surabaya (Dispendik) menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas instansi. Mereka menegaskan bahwa penyelesaian kasus bullying tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan harus melibatkan guru, siswa, keluarga, hingga DP3A.

    Jika hanya saling menyalahkan, kasus bullying tidak akan pernah selesai. Kita harus bergerak bersama,” ujar perwakilan Dispendik. Pernyataan ini mendapat dukungan peserta, termasuk Quraya yang menilai pentingnya pelibatan suara remaja dalam kebijakan.

    Sesi diskusi semakin menghangat ketika pelajar menyinggung penggunaan AI pada Try Out Tes Kejar Akademik (TKA). Mereka menilai penggunaan kecerdasan buatan untuk membantu pengerjaan soal dapat merusak fungsi evaluasi. Dispendik berjanji melakukan evaluasi menyeluruh atas temuan tersebut.

    Kegiatan ini berjalan interaktif. Quraya juga sempat berpendapat mengenai perlunya ruang digital yang aman, sekaligus pentingnya dukungan teman sebaya agar remaja tidak merasa sendirian saat menghadapi tekanan sosial. Suara remaja inilah yang menjadi penguat arah kebijakan ke depan.

    Sejumlah solusi juga dirumuskan, mulai dari penyebaran kanal laporan resmi, peningkatan edukasi melalui komik atau video pendek, penguatan peran OSIS–APS–ORPES, hingga program literasi digital berkelanjutan. Kolaborasi dianggap kunci mencegah semakin meningkatnya kasus perundungan.

    Forum kemudian ditutup dengan kesepakatan bahwa keamanan digital bukan sekadar isu teknologi, tetapi juga persoalan karakter dan budaya. Keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah memegang peran penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat.

    Partisipasi Quraya dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa generasi muda Surabaya siap menjadi agen perubahan. Dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai literasi digital dan anti-bullying, remaja didorong untuk menjadi pelopor ruang digital yang positif, aman, dan penuh empati.(Dodo)

  • Nasional,  Politik

    KONSOLIDASI DPW, DPD, DAN DPC PARTAI PARSINDO JAWA TIMUR MENUJU PEMILU 2029

    DPW Partai Parsindo Jawa Timur menggelar konsolidasi besar bersama para ketua dan pengurus DPD hingga DPC dalam rangka memperkuat langkah politik menuju Pemilu 2029. Acara yang berlangsung penuh semangat tersebut menghadirkan Ketua Umum Parsindo, Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, M.Si., Ketua DPW Parsindo Jawa Timur Drs. KH. Abadi Manshur, MM., serta Sekretaris DPW Achmad Yani, SH.

  • hukum

    Kejaksaan Negeri Tanjung Perak: Musnahkan Ribuan Barang Bukti, Negara Raup Rp5 Miliar dari Rampasan Kejahatan”

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Penegakan hukum kembali diperlihatkan dengan tegas oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak melalui pemusnahan massif berbagai barang bukti tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) untuk periode III tahun 2025. Kegiatan yang digelar pada Rabu (26/11/2025) di halaman kantor Kejari Tanjung Perak ini menjadi panggung komitmen negara dalam memutus mata rantai kejahatan, terutama peredaran gelap narkotika yang kian meresahkan.

    Acara ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai lembaga penegak hukum. Turut hadir perwakilan Polrestabes Surabaya, Kepala Dinas Kesehatan, Kapolres KP3, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, serta Kepala Kejari Tanjung Perak beserta jajarannya. Hadirnya para pemangku kepentingan ini menandaskan bahwa pemberantasan kejahatan bukan hanya tugas satu institusi, tetapi kerja bersama yang strategis dan berkelanjutan.

    Dalam sambutannya, Kepala Kejari Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bentuk nyata implementasi putusan hukum.

    “Ini adalah komitmen nyata kami dalam memastikan barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap tidak lagi menimbulkan ancaman. Sejak Januari hingga akhir Oktober 2025, telah tercatat 1.159 putusan, di antaranya 864 perkara selesai inkracht dan 295 lainnya masih menempuh upaya7 hukum,” tegas Darwis.

    Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari berbagai tindak pidana dengan jumlah yang tidak sedikit, terutama kategori narkotika dan kejahatan lain yang berdampak luas pada masyarakat. Rinciannya meliputi:

    Sabu: 2.196 paket (total 8.698,596 gram)

    Ekstasi: 2.754 butir (1.332,006 gram)

    Obat keras daftar G (Double L): 100.125 butir

    Ganja: 6.125,702 gram

    Senjata tajam: 78 unit

    Handphone: 83 unit

    Pakaian: 195 lembar

    Seluruh barang bukti dimusnahkan dengan metode pembakaran, penghancuran, dan pemotongan sesuai standar keamanan yang ketat. Langkah ini memastikan seluruh bukti kejahatan tersebut tidak dapat dimanfaatkan ataupun beredar kembali.

    Darwis menegaskan bahwa tugas kejaksaan tidak berhenti pada pemusnahan semata. Barang bukti yang berubah status menjadi barang rampasan negara turut memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara.

    “Ketika status barang bukti berubah menjadi barang milik negara, maka ada kontribusi nyata bagi keuangan negara. Ini adalah bagian dari akuntabilitas kami dalam penegakan hukum,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, Kejari Tanjung Perak juga mencatat capaian luar biasa dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang tahun itu. Hingga 25 November 2025, jumlah PNBP yang berhasil disetorkan mencapai Rp5 miliar, bersumber dari:

    Penjualan langsung barang bukti kendaraan bermotor: Rp91 juta

    Uang rampasan tindak pidana: Rp108 juta

    Lelang barang rampasan kejahatan: Rp5,2 miliar

    “Seluruh proses dilakukan secara transparan dan legal sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Darwis.

    Pemusnahan barang bukti ini tidak hanya menjadi simbol ketegasan hukum, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ruang publik dari ancaman kejahatan. Kejari Tanjung Perak kembali menegaskan bahwa perang melawan narkotika dan kriminalitas tidak akan surut justru terus diperkuat dengan langkah-langkah konkret dan terukur. (Bagas)

Wartapenasatu.com @2025