• Kepolisian

    Operasi Zebra Semeru Polresta Malang Kota Bagikan 100 Helm Gratis

    WARTAPENASATUJATIM | KOTA MALANGSatlantas Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur (Jatim) terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas selama Operasi Zebra Semeru 2025.

    Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, jajaran Satlantas Polresta Malang Kota membagikan 100 helm gratis kepada pengendara roda dua di sejumlah titik strategis Kota Malang.

    Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Agung Fitransyah mengatakan, pembagian helm ini bertujuan untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menggunakan helm, baik untuk perjalanan jarak jauh maupun dekat.

    “Kegiatan hari ini masih dalam rangka Operasi Zebra Semeru 2025. Kami membagikan hampir 100 helm untuk mengingatkan masyarakat, khususnya pengendara roda dua agar selalu menggunakan helm,” ujar Kompol Agung, Senin (25/11/2025).

    Ia mengatakan Operasi Zebra Semeru 2025 telah memberikan dampak positif terhadap tingkat kepatuhan berlalu lintas para pengendara di Kota Malang.

    “Alhamdulillah, di wilayah poros KTL dan jalur utama sudah terlihat peningkatan. Data lengkap masih kami kumpulkan, tapi secara umum kepatuhan sudah membaik,” ungkap Kompol Agung.

    Ia menambahkan, imbauan serta sosialisasi mengenai bahaya pelanggaran lalu lintas turut membantu menekan potensi kecelakaan.

    Respons masyarakat selama operasi berlangsung juga dinilai sangat baik.

    Banyak pengendara yang awalnya mengira akan ada penindakan, namun justru menerima edukasi, teguran lisan, dan pembagian helm gratis.

    “Masyarakat menyambutnya dengan positif. Kami tidak melakukan penindakan, hanya teguran dan pembagian helm,” terangnya.

    Kompol Agung kemudian mengimbau seluruh pengendara, terutama roda dua, untuk disiplin menjaga keselamatan diri dengan melengkapi seluruh persyaratan berkendara.

    “Mari bersama menjaga keselamatan berlalu lintas, mematuhi rambu, dan memastikan kelengkapan kendaraan. Ini penting untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko kecelakaan,” pungkasnya.

    Operasi Zebra Semeru 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai Senin (17/11/2025) hingga 1 Desember 2025. Hingga hari keempat pelaksanaan, kegiatan edukasi dan penertiban masih terus digencarkan.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  SOSIAL

    Polres Lumajang Dampingi A²nak-anak Pengungsi Semeru: Beri Hiburan dan Pulihkan Trauma

    WARTAPENASATUJATIM | LUMAJANG – Upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak pengungsi erupsi Gunung Semeru terus dilakukan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Lumajang, Polda Jatim.

    Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar melalui Ketua Tim Psikologi, Iptu Purwaningsih, menyampaikan bahwa hari pertama pascakejadian menjadi masa yang cukup berat, terutama bagi anak-anak yang ikut merasakan kepanikan orang tua mereka.

    “Pada hari pertama setelah kejadian, memang keadaannya kacau. Anak-anak itu terpengaruh karena orang tuanya ikut panik. Orang tua panik, akhirnya anak-anak ikut merasakan trauma,” ujar Iptu Purwaningsih saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (25/11/2025).

    Menurutnya, kondisi darurat membuat anak-anak merasa tidak nyaman berada di pengungsian.

    Bahkan beberapa kali mereka mengungkapkan keinginan untuk pulang karena suasana rumah jauh lebih membuat mereka tenang.

    “Keadaannya seperti ini serba darurat. Mereka kadang-kadang pengin pulang karena di rumah lebih nyaman,”jelas Iptu Purwaningsih.

    Meski begitu, pihak kepolisian terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman, terutama melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang bersifat menghibur.

    Tim Psikologi Bag SDM Polres Lumajang, Polda Jatim melakukan berbagai aktivitas bermain untuk mengurangi ketegangan dan membantu anak-anak melupakan sejenak momen erupsi.

    “Terapi yang kami lakukan ya bermain. Memberikan motivasi, semangat. Tidak akan selamanya kejadian ini ada. Kami bantu mereka untuk melupakan sejenak waktu kejadian itu,” tambahnya.

    Dari data yang dihimpun di lokasi pengungsian SD Negeri 4 Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, terdapat 118 warga pengungsi dari Dusun Sumber Sari dan Dusun Gumuk Mas, Desa Supit Urang, Lumajang.

    Sebagian besar di antaranya adalah keluarga dengan anak-anak yang masih membutuhkan pendampingan emosional pascabencana.

    Upaya pendampingan psikologi ini diharapkan dapat membantu anak-anak memulihkan rasa aman sambil menunggu situasi di wilayah mereka kembali kondusif.

    Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, langkah cepat tanggap personel Polda Jatim dan Polres Lumajang di lapangan merupakan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat terdampak bencana.

    Kombes Abast Ia juga menambahkan bahwa anggota Kepolisian terus memantau situasi di lapangan dan siap melakukan langkah cepat bila terjadi perubahan kondisi.

    “Personel tetap siaga di lokasi-lokasi rawan untuk memberikan peringatan serta memastikan keamanan masyarakat,” pungkas Kombes Pol J.Abast.*** (Bgn)

  • Militer

    Pangdam V/Brawijaya Tinjau Latihan Terintegrasi, Pastikan Kesiapan Prajurit Menuju TNI Prima Dilanjutkan Vidcon tentang KDKMP

    WARTAPENASATUJATIM | MOJOKERTO — Kegiatan peninjauan Latihan Terintegrasi Kodam V/Brawijaya berlangsung di Pendopo Agung Trowulan, Mojokerto. Selasa (25/11/2025). Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat) memimpin langsung jalannya kegiatan dan menyampaikan satu pernyataan penting terkait optimalisasi efektivitas latihan.

    “Latihan terintegrasi ini harus menjadi pedoman untuk meningkatkan efektivitas pembinaan satuan dan kesiapan operasional ke depan.” tegas Pangdam V/Brawijaya, menegaskan pentingnya sinergi antar satuan.

    Pangdam V/Brawijaya hadir didampingi Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya, Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., Danrem 084/BJ Brigjen TNI Danny Alkadrie, Danrindam V/Brawijaya, Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos. Selaku Danlat, para PJU Kodam V/Brawijaya, serta Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada peningkatan kesiapan satuan melalui pengawasan terintegrasi.

    Usai transit, Pangdam V/Brawijaya menerima penjelasan rinci dari Danlat dan Asops Kasdam V/Brawijaya, Kolonel Inf Mario Christian Noya selaku Waslat mengenai skema pelaksanaan latihan.

    Penjabaran tersebut memuat gambaran pelaksanaan sekaligus objektif latihan sebagai acuan evaluasi untuk meningkatkan profesionalitas personel.

    Peninjauan dilanjutkan di TSAC (Training Supervision Assistance Center) guna melihat langsung pelaksanaan teknis latihan.

    Pangdam V/Brawijaya juga mengikuti rapat evaluasi pembangunan KDKMP secara hybrid yang dipimpin Presiden RI Bapak Prabowo Subianto didampingi Menhan Jenderal (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., Wapang TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita. dan Wamendagri. Agenda tersebut menekankan sinkronisasi kebijakan pusat dengan pelaksanaan di daerah.

    Para Asisten Kodam V/Brawijaya memberikan evaluasi terkait sektor masing-masing sebelum Pangdam V/Brawijaya menyampaikan pengarahan kepada seluruh Dansat dan Kabalakdam V/Brawijaya. Pangdam V/Brawijaya menekankan pentingnya menjadikan latihan integrasi sebagai pedoman latihan berikutnya dan meminta seluruh para Dandim jajaran memperbarui data Sisrendalbinter hingga tingkat Koramil.

    Di akhir pengarahan, Pangdam V/Brawijaya mengingatkan satuan untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta mengikuti arahan Presiden RI terkait KDKMP.

    Kegiatan berjalan lancar, termasuk dukungan publikasi dan dokumentasi, dengan harapan seluruh hasil latihan dapat meningkatkan kesiapan dan responsivitas satuan ke depan.*** (Bgn)

  • hukum,  Nasional

    MAKI Jatim Menatap Terangnya Keadilan: “Dukungan Menguat Untuk Ira Puspadewi di Sidang Tipikor 2025”

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta — Kamis, 6 November 2025, lorong Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dipenuhi suasana tegang. Langkah-langkah tenang namun tegas terdengar bergema, mengantar Ira Puspadewi, mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), memasuki ruang sidang. Bukan sebagai pesakitan yang pasrah, melainkan sebagai seorang profesional yang merasa harus menghadapi kriminalisasi atas keputusan bisnis yang diyakininya sah dan berdasar.

    Di balik ketenangannya, Ira sedang menghadapi dakwaan besar: dugaan korupsi dalam akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN) dengan klaim kerugian negara lebih dari Rp1 triliun. Angka itu cukup untuk mengguncang reputasi siapa pun. Namun bagi Ira, yang ia hadapi bukan hanya tuduhan melainkan perjuangan untuk mempertahankan kebenaran versinya.

    Pleidoi yang Mengubah Suasana Sidang

    Ketika giliran Ira membacakan pleidoi, ruang sidang mendadak hening. Suaranya terdengar stabil dan terkontrol, namun menyiratkan emosi seorang pemimpin yang merasa diperlakukan tidak adil.

    “Saya bukan koruptor. Saya dikriminalisasi.”

    Ira mengungkap bahwa sejak penahanannya pada 13 Februari 2025, ia dan dua rekannya Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono tidak pernah ditunjukkan bukti korupsi yang sahih. Ia menyoroti bahwa laporan kerugian negara justru muncul tiga bulan setelah penahanan, bukan dari lembaga audit resmi, melainkan dari penyidik internal.

    “Lalu apa dasar menahan saya selama ini?” ucapnya dengan suara yang sempat bergetar.

    Ahli BPK yang dihadirkan dalam persidangan menyatakan akuisisi dilakukan sesuai prosedur. Namun temuan itu tidak otomatis meredam gelombang tuduhan yang telanjur mencuat.

    Nilai Kapal yang Didegradasi: “Dari Aset Produktif Menjadi Besi Tua”

    Dalam bagian paling krusial dari pembelaannya, Ira membeberkan kejanggalan penilaian aset PT JN yang menurutnya dihitung seolah semuanya merupakan rongsokan.

    Contoh yang ia soroti adalah Kapal Royal Nusantara, kapal 6.000 GT yang masih produktif dan beroperasi. Kapal bernilai sekitar Rp121 miliar itu dinilai hanya Rp12,4 miliar oleh pihak yang ditunjuk penyidik.

    “Apakah masuk akal pemilik JN mau menjual perusahaan bila kapal-kapalnya dianggap scrap? Kapal itu masih melaut, bukan rongsokan!” Pernyataan itu memicu bisik-bisik di ruang sidang.

    Akuisisi: Antara Tuduhan Kerugian dan Klaim Keuntungan Negara

    Ira kemudian menyajikan data inti dari pembelaannya. Akuisisi PT JN membawa 53 kapal komersial berikut izin operasional dengan nilai estimasi Rp2,09 triliun, namun dibeli ASDP seharga Rp1,27 triliun.

    “Kami membeli aset Rp2 triliun dengan harga Rp1,2 triliun. Bagaimana mungkin ini disebut merugikan negara?”

    Ia menegaskan bahwa akuisisi tersebut dilakukan demi menjamin layanan penyeberangan di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) tetap berjalan—sebuah langkah strategis yang menurut Ira justru menguntungkan negara. Namun keputusan bisnis itu berujung pada tuntutan hukuman 8 tahun 6 bulan penjara dari jaksa KPK.

    Detik Menegangkan Saat Putusan Dibacakan

    Ketua Majelis Hakim Sunoto membuka sidang pembacaan putusan. Ruang sidang yang penuh jurnalis, keluarga terdakwa, dan tim penasihat hukum seakan membeku.

    Kalimat pertama hakim langsung menggetarkan seluruh ruangan:

    “Seharusnya para terdakwa dijatuhkan vonis lepas… ontslag van alle recht vervolging.”

    Waktu seperti terhenti sejenak. Ira tampak menahan napas. Di sudut matanya, air mata mulai menggenang bukan karena kelemahan, tapi karena munculnya setitik cahaya harapan.

    Hakim: “Ini Bukan Korupsi. Ini Keputusan Bisnis.”

    Dalam putusannya, hakim Sunoto menegaskan bahwa Kerja Sama Usaha (KSU) dan akuisisi PT JN bukanlah tindak pidana, melainkan keputusan bisnis yang masuk dalam prinsip Business Judgement Rule (BJR).

    Ia menjelaskan bahwa para terdakwa: telah bertindak dengan itikad baik, berhati-hati sesuai kewenangan, dan tidak terbukti memiliki mens rea atau niat jahat untuk merugikan negara. Hakim juga memperingatkan bahwa kriminalisasi keputusan bisnis dapat berdampak luas terhadap dunia usaha, khususnya BUMN.

    Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan

    Majelis hakim akhirnya menjatuhkan putusan:

    Ira Puspadewi: 4 tahun 6 bulan + denda Rp500 juta (subsider 3 bulan)

    Muhammad Yusuf Hadi: 4 tahun + denda Rp250 juta

    Harry M.A. Caksono: 4 tahun + denda Rp250 juta

    Putusan tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa KPK. Namun baik terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir, membuka peluang banding.

    MAKI Jatim: Cahaya Keadilan Itu Mulai Tampak

    Menyikapi perjalanan panjang kasus ini, LSM MAKI Jawa Timur melihat bahwa proses persidangan menunjukkan adanya ruang bagi kebenaran untuk muncul. Bagi MAKI Jatim, kasus ini menjadi pengingat bahwa profesional di BUMN harus dilindungi dari kriminalisasi keputusan bisnis yang sah dan diperlukan.

    Akhir Babak, Bukan Akhir Perjuangan

    Sidang itu mungkin telah selesai, tetapi perjuangan Ira belum. Hari itu, publik menyaksikan seorang perempuan yang tidak runtuh di tengah badai, seorang profesional yang menolak tunduk pada stigma, dan seseorang yang percaya bahwa keadilan, meski terlambat, tetap harus diperjuangkan.

    Dan di titik itulah MAKI Jatim berdiri:
    melihat cahaya, mendukung kebenaran, dan menyerukan pentingnya perlindungan bagi keputusan bisnis yang berintegritas. (Bgn)

  • Nasional

    Guru: Penjaga Nilai yang Menyalakan Integritas Bangsa — Pesan MAKI Jatim Pada Hari Guru Nasional 2025

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Peringatan Hari Guru Nasional pada Selasa, 25 November 2025, menjadi momentum reflektif bagi LSM MAKI Jawa Timur (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) untuk menegaskan kembali arti penting guru dalam merawat akhlak dan integritas bangsa. Dalam pernyataan resmi, Koordinator Wilayah MAKI Jatim, Heru Satriyo, S.Ip, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pendidik yang terus menabur cahaya pengetahuan meski dihimpit beragam tantangan zaman.

    Dalam pesan yang menggugah, Heru menyampaikan kalimat yang menjadi inti penghormatan MAKI Jatim kepada para pendidik:
    “Terima kasih, guru. Karena berkatmu, mimpi kami menemukan jalannya.”
    Menurutnya, ucapan tersebut bukan sekadar kalimat manis, melainkan cerminan betapa guru telah menjadi kompas yang membantu generasi muda menemukan arah, mengenali potensi, dan memupuk keberanian untuk bermimpi.

    Heru menegaskan bahwa peran guru jauh melampaui tugas mengajar di ruang kelas. Mereka adalah penjaga nilai moral, teladan kejujuran, dan pembangun karakter pilar inti yang sejalan dengan misi MAKI dalam mewujudkan budaya antikorupsi.

    “Integritas tidak lahir dari aturan semata, melainkan ditanamkan sejak dini melalui pendidikan yang jujur, beretika, dan berkarakter,” tuturnya.

    MAKI Jatim juga mengangkat perhatian publik terhadap kondisi guru, khususnya mereka yang bertugas di wilayah terpencil dengan fasilitas yang terbatas. Heru mengakui bahwa di balik kesederhanaan ruang belajar dan keterbatasan sarana, para guru tetap hadir membawa semangat yang tak pernah padam.

    Dedikasi tersebut, katanya, adalah bagian dari perjuangan besar untuk mencetak generasi bangsa yang berwawasan, kritis, serta memiliki integritas moral yang kuat.

    Momentum Hari Guru Nasional 2025 ini dijadikan MAKI Jatim sebagai panggilan kolektif kepada masyarakat dan pemerintah. Heru menekankan pentingnya keberpihakan nyata terhadap kesejahteraan guru dan kualitas ekosistem pendidikan.

    Penghargaan terhadap guru bukan hanya soal kesejahteraan finansial, tetapi juga pengakuan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas karakter yang dibangun melalui tangan-tangan pendidik.

    “Guru adalah ujung tombak pembangunan moral bangsa. Dari ketulusan dan keteguhan mereka, lahir benih-benih integritas yang kelak menumbuhkan Indonesia yang bebas dari praktik korupsi,” ujar Heru.

    Menutup pernyataannya, Heru Satriyo menegaskan komitmen MAKI Jatim untuk terus hadir sebagai mitra strategis para pendidik.

    Dengan semangat Hari Guru Nasional 2025, MAKI Jatim bertekad memperkuat gerakan pendidikan berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang bermartabat, jujur, dan berkeadilan.

    Guru adalah cahaya dan dari tangan merekalah masa depan bangsa disinari dengan nilai dan integritas.*** (Bagas)

  • MBG

    Diduga Ada Provokasi, Warga Villa Bukit Mas Cluster Jepang Mendukung Program MBG Tapi Menolak Dapur MBG di Pemukiman

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif sosial yang hadir untuk memperluas akses pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kini menjadi pusat perhatian di Perumahan Villa Bukit Mas, tepatnya di Cluster Jepang RT 01 RW 07, Kelurahan dan Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

    Program yang sedianya dirancang sebagai jembatan kepedulian sosial ini justru harus berhadapan dengan dinamika yang tidak terduga, menyusul adanya keberatan dari sebagian warga yang mempertanyakan aktivitas dapur MBG yang akan berjalan di lingkungan mereka.

    Ketua Inspirasi Nusantara Aman Makmur (Ina Makmur) Dukuh Pakis, Joko Dwitanto, menegaskan bahwa MBG hadir dari niat tulus untuk memberikan manfaat kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi elemen pendukung bagi pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Ia menyebutkan bahwa gerakan ini tidak pernah ditujukan untuk kepentingan pihak tertentu.

    Joko memaparkan bahwa sejak awal pihaknya telah mengikuti seluruh proses, mulai dari pencarian lokasi, komunikasi dengan warga, hingga mediasi yang dilakukan secara terbuka, bertahap, dan tanpa ada satu pun rekayasa. Ia dan tim bahkan turun langsung ke rumah-rumah warga untuk meminta persetujuan, sebuah langkah yang ia sebut sebagai bukti kesungguhan mereka menjaga etika sosial.

    “Program ini tidak hanya untuk kami atau kelompok tertentu. Ini bagian dari upaya membantu masyarakat. Kami pun tidak selamanya berada di sini, karena ada rencana relokasi ke lokasi lain setelah berjalan beberapa waktu,” ujar Joko dengan penuh keyakinan.

    Sebelum dapur MBG menjalankan aktivitasnya, tim pengelola telah melewati survei teknis dari BGN. Pemeriksaan meliputi ketentuan tata ruang, kelayakan konstruksi bangunan, hingga sistem pembuangan limbah. Semua aspek tersebut, menurut Joko, telah dinyatakan memenuhi standar dan mendapatkan lampu hijau. Selain itu, alokasi anggaran juga telah resmi masuk ke rekening dapur sebagai legalitas formal.

    Namun penolakan mulai mencuat dari sebagian warga. Menariknya, Joko melihat bahwa dinamika tersebut tidak mewakili keseluruhan suara masyarakat. Ia menduga adanya tekanan atau framing yang membuat sebagian warga memilih bungkam meski sebenarnya mendukung program ini.

    “Ada warga yang sebenarnya mendukung, tapi mereka takut disalahkan. Ketika sudah ada provokasi, apa pun yang kami lakukan dianggap salah,” tegas Joko, menyoroti atmosfer sosial yang mulai tidak kondusif.

    Isu kemudian berkembang ke peralihan fungsi rumah menjadi dapur MBG, serta persoalan izin PUD (Peraturan Umum Dalam). Joko menjelaskan bahwa pihak lingkungan tidak pernah menyampaikan larangan atau keberatan dari awal, dan informasi terkait aturan tersebut justru baru muncul ketika program hendak berjalan.

    “Seandainya sejak awal ada pemberitahuan resmi, tentu kami patuhi. Kami siap mengikuti aturan. Bahkan desain bangunan sudah kami sesuaikan agar tetap menyerupai rumah tinggal dan tidak mengganggu estetika lingkungan,” tambahnya.

    Di tengah polemik yang bergulir, Joko menegaskan bahwa dapur MBG tetap membuka tangan selebar-lebarnya untuk berdialog. Aktivitas dapur akan tetap berlangsung sementara sambil menunggu keputusan final, dengan tenggat relokasi maksimal tiga bulan sesuai rencana awal program.

    Joko juga menekankan bahwa fondasi utama MBG adalah semangat berbagi, keberlanjutan aksi sosial, dan upaya nyata membantu masyarakat mulai dari program Jumat Berkah hingga edukasi untuk ibu dan anak.

    “Jika bukan kami yang menjalankan program ini, siapa lagi? Tidak semua orang punya kesempatan dan kemauan untuk membantu,” pungkasnya.

    Menutup pernyataannya, Joko mengajak seluruh pihak untuk menurunkan tensi ego dan mengedepankan kepentingan kemanusiaan. Ia berharap pemerintah dapat turut hadir sebagai penengah sehingga dinamika yang terjadi tidak berujung pada perpecahan, melainkan menjadi pintu menuju solusi terbaik bagi semua pihak. (Red)

  • Olah Raga

    BUKIT DARMO GOLF 30th GRAND LEGACY CELEBRATION: NOSTALGIA ’90-an, PRESTASI TIADA AKHIR, DAN LOMPATAN BESAR MENUJU ERA BARU GOLF SURABAYA

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 23 November 2025 — Bukit Darmo Golf (BDG) Surabaya mencatatkan sejarah emas dengan merayakan tiga dekade kejayaan pada Sabtu, 23 November 2025. Selama 30 tahun, klub golf prestisius ini telah menjadi ikon sport, lifestyle, dan komunitas premium yang tak tergantikan di Surabaya. Di bawah tema penuh pesona, “’90s Nostalgia”, BDG mengajak seluruh anggota dan tamu undangan kembali ke era ketika klub ini pertama kali lahir menghidupkan memori, memperkuat ikatan, dan merayakan perjalanan panjang menuju keunggulan.

    Perayaan akbar ini digelar sepanjang hari, dari matahari terbit hingga malam bertabur bintang. Setiap rangkaian acara disusun dengan detail, menampilkan karakter elegan BDG yang sejak awal berdirinya telah menjadi benchmark pelayanan golf kelas dunia.

     

    Rangkaian Acara Puncak: Satu Hari Penuh Kejayaan

    Turnamen Golf Dua Sesi.
    Perayaan dimulai dengan turnamen golf istimewa, berlangsung dalam dua sesi pagi pukul 06.00 WIB dan siang pukul 12.00 WIB. Para pegolf berkompetisi melalui dua format: individual competition (sistem 36) dan team competition (sistem scramble). Antusiasme peserta menggema di seluruh fairway dan green, menciptakan atmosfer kompetitif sekaligus penuh kebersamaan.

    Konferensi Pers Eksklusif

    Pada pukul 09.00 WIB, manajemen BDG menggelar konferensi pers di Tournament Room. Forum ini menjadi ruang refleksi perjalanan BDG, kontribusi nyata bagi komunitas pecinta golf, serta visi masa depan klub yang semakin inovatif dan modern.

    Santap Siang & Hiburan Premium

    Menjelang siang, para anggota dan tamu disajikan hidangan elegan yang berpadu dengan hiburan istimewa menghadirkan suasana hangat, santai, dan penuh keakraban.

    Gala Dinner: Malam Perayaan yang Ikonik

    Puncak perayaan berlangsung megah di Driving Range. Gala Dinner menghadirkan pidato resmi, pemberian penghargaan, pemotongan kue ulang tahun ke-30, pertunjukan kembang api spektakuler, hingga undian grand prize yang menambah kemeriahan.

    Apresiasi untuk Pilar-Pilar Bukit Darmo Golf

    Sebagai bentuk penghormatan, BDG memberikan penghargaan kepada 7 member setia dan 24 karyawan berdedikasi yang selama tiga dekade menjadi tulang punggung keberlangsungan klub. Mereka adalah figur-figur yang menjaga nilai, karakter, dan kualitas pelayanan BDG sehingga tetap menjadi primadona golf di Jawa Timur.

    Warisan 30 Tahun: Dari Legenda Ke Masa Depan Gemilang

    Bukit Darmo Golf merupakan mahakarya yang dibangun dengan desain istimewa dari legenda golf dunia, Jack Nicklaus II. Dalam tiga dekade perjalanannya, BDG berkembang menjadi lebih dari sekadar lapangan golf ia tumbuh menjadi pusat gaya hidup, komunitas solid, dan rumah bagi berbagai kegiatan olahraga dan sosial berkualitas tinggi.

    Dalam konferensi pers, Gavin Webb (General Manager) yang hadir bersama Anna Rigata (Operation Manager) dan R. Kristina (Marketing Manager) menegaskan bahwa perayaan 30 tahun ini adalah persembahan untuk seluruh golfer, anggota, dan tim yang telah menghidupkan BDG dari masa ke masa.

    “Perayaan ini adalah bentuk terima kasih kepada para golfer dan staf yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Dari tee-off pertama hingga kembang api terakhir, setiap momen dirancang untuk menghormati masa lalu sekaligus menyambut masa depan yang penuh inovasi dan layanan premium,” ujar Gavin.

    Catatan Bersejarah: Hole in One Berhadiah Mobil

    Di sesi shotgun pagi, sejarah baru tercipta ketika Richard berhasil mencatatkan hole in one di Hole 3. Ia berhak membawa pulang 1 unit mobil BYD Atto 3 serta jackpot uang tunai Rp6.901.000 sebuah momen yang langsung tercatat dalam sejarah perjalanan BDG.

    Menatap Masa Depan: Transformasi Menuju 2026

    Gavin Webb juga mengumumkan serangkaian inovasi besar yang akan diluncurkan pada awal tahun 2026:

    Digital Score System untuk pencatatan skor yang lebih modern dan efisien.

    Renovasi Club House untuk pengalaman yang lebih nyaman dan eksklusif.

    Pembaruan ruang VIP untuk memenuhi kebutuhan para golfer premium.

    Seluruh langkah ini merupakan komitmen BDG dalam memberikan fasilitas terbaik kepada 285 member aktif maupun para guest, menciptakan pengalaman golf yang semakin nyaman, elegan, dan berkelas dunia.

    Tiga Dekade Keunggulan, Sejuta Kenangan, dan Masa Depan yang Lebih Gemilang

    Perayaan 30 tahun Bukit Darmo Golf adalah perayaan warisan, inovasi, dan komunitas. Dengan sentuhan nostalgia era 90-an yang membangkitkan memori, BDG menegaskan posisinya sebagai ikon golf Surabaya yang siap melangkah ke dekade berikutnya lebih kuat, lebih modern, dan lebih menginspirasi.*** (Bagas)

  • Kesehatan

    Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang & HUT ke-58 RS Siti Khodijah: Meneguhkan Dedikasi, Menyemai Sehatnya Generasi Emas

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Sabtu 22 November 2025 – Atmosfer penuh syukur, semangat pengabdian, dan harapan besar bagi masa depan bangsa menyelimuti peringatan HUT ke-58 RS Siti Khodijah yang dipadukan dengan Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang. Bertempat di Gedung Golden Eksekutif RS Siti Khodijah, rangkaian acara ini digelar dengan khidmat sekaligus meriah, bersamaan dengan momentum Hari Kesehatan Nasional dan Hari Kesehatan Anak Sedunia. Sejalan dengan semangat kedua hari besar tersebut, kegiatan tahun ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan anak, generasi penerus yang menjadi fondasi masa depan bangsa.

    Dalam sambutannya, dr. H. Muhammad Hamdan, SpS, Direktur Holding AUMKES PCM Sepanjang, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Direksi RS Siti Khodijah, dokter spesialis anak, dokter gigi, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah terlibat dalam menyukseskan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak-anak. Menurut beliau, kegiatan ini merupakan bentuk nyata ekspresi syukur sekaligus tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap masyarakat.

    Rangkaian layanan pemeriksaan gratis tersebut mencakup pemeriksaan jantung untuk 20 anak, pemeriksaan gigi untuk 58 anak, serta pemeriksaan mata untuk 58 anak. Para orang tua tampak antusias mengikuti kegiatan ini, karena pemeriksaan dini sangat penting dalam memonitor tumbuh kembang buah hati mereka.

    “Kami berbagi kebahagiaan, rasa syukur bahwa rumah sakit ini tetap eksis, terus berkembang baik dari sisi gedung, fasilitas, maupun SDM. Dan rasa syukur itu kami wujudkan melalui kegiatan sosial, memberikan pemeriksaan gratis bagi anak-anak,” ujar dr. Hamdan.

    Beliau menegaskan bahwa RS Siti Khodijah senantiasa menjunjung tinggi asas pelayanan yang ramah, profesional, dan inklusif. Seiring perkembangannya, rumah sakit kini ditunjang oleh fasilitas medis modern seperti MRI dan CT-Scan 128 Flash, yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh golongan masyarakat, termasuk peserta BPJS, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang adil dan merata.

    “Anak-anak adalah amanah sekaligus pewaris bangsa. Tumbuh kembang mereka harus dijaga agar kelak menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas,” imbuhnya.

    Tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, momen Milad juga menjadi ruang berbagi kebaikan melalui pembagian 1.000 paket minyak goreng kepada masyarakat sekitar. Upaya ini menjadi bentuk kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.

    Puncak acara ditandai dengan Fun Walk akbar yang diikuti oleh 3.000 peserta, mulai dari pegawai rumah sakit hingga masyarakat umum. Gelaran ini berlangsung meriah, terlebih dengan hadirnya hadiah utama Umroh serta berbagai doorprize elektronik yang semakin memeriahkan suasana.

    Menutup rangkaian kegiatan, dr. Hamdan menyampaikan harapan agar Milad kali ini menjadi titik tolak semakin banyaknya kebaikan dan kebermanfaatan.

    “Semoga dari rasa syukur ini kami dapat terus berbagi dengan masyarakat. Dengan dukungan doa dari semua pihak, kami berharap rumah sakit ini semakin berkembang dan mampu menjadi rujukan layanan kesehatan Muhammadiyah, pemerintah, dan masyarakat luas.”

    Dengan semangat kolaborasi, kepedulian, dan komitmen kuat terhadap kualitas pelayanan, Milad Perdana AUMKES PCM Sepanjang dan HUT ke-58 RS Siti Khodijah bukan hanya menjadi perayaan perjalanan panjang sebuah institusi kesehatan, tetapi juga penegasan bahwa rumah sakit hadir sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sehat, berkeadilan, serta berorientasi pada masa depan generasi emas bangsa. (Bagas)

  • Daerah,  hukum

    Dugaan Aksi Sewenang-wenang Kades Mulyodadi: Warga Tempuh Jalur Hukum, Desa Memanas

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, Selasa, 18 November 2025 — Suasana pemerintahan Desa Mulyodadi, Kecamatan Wonoayu, tengah berada dalam pusaran polemik. Seorang warga resmi melaporkan Kepala Desa Mulyodadi ke Polresta Sidoarjo atas dugaan penyalahgunaan wewenang, sebuah langkah yang membuat tensi di tingkat desa meningkat tajam. Laporan tersebut telah teregistrasi dalam STTLPM Nomor STTLPM/1375/XI/2025/SPKT/POLRESTA SIDOARJO tertanggal 12 November 2025.

    Pelapor bernama Achmad Muchlish, warga Dusun Gabus RT 03 RW 01, menjelaskan bahwa ia memilih jalur hukum setelah pembangunan kolam perikanan miliknya dihentikan secara tiba-tiba pada 22 September 2025. Muchlish menuduh Kepala Desa Mulyodadi, Slamet Priyanto, bertindak melampaui kewenangannya dengan mengintervensi proses pembangunan yang menurutnya sudah berizin resmi berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

    Muchlish mengaku, penghentian itu dilakukan tidak hanya oleh aparat desa, tetapi juga melibatkan Satpol PP, Babinsa Koramil, dan Bhabinkamtibmas Polsek Wonoayu. Ia menilai tindakan kolektif tersebut tidak memiliki dasar hukum kuat dan berdampak langsung pada keberlangsungan usahanya.

    Di lahan yang disengketakan, Muchlish tengah mengembangkan kawasan farm integrated seluas kurang lebih 1.000 m² yang telah berisi kolam ikan nila dan azolla. Enam petak kolam berukuran 3 × 15 meter di lokasi itu diproyeksikan mampu menghasilkan hingga 60.000 ekor ikan nila pada setiap periode panen 3–4 bulan. Akibat terhentinya pembangunan, ia mengklaim mengalami kerugian sekitar Rp450.000.000, dan total kerugian keseluruhan mencapai Rp500.000.000.

    Laporan tersebut diterima secara resmi oleh IPDA Bramas Owi Setyadi, S.H., M.H., selaku Kepala SPKT Polresta Sidoarjo, menandai dimulainya proses penyelidikan awal untuk mengungkap fakta di balik dugaan penyalahgunaan kewenangan ini.

    Di tengah mencuatnya kasus tersebut, reaksi bermunculan dari warga Desa Mulyodadi. Sebagian masyarakat mengaku khawatir isu ini dapat mengganggu harmoni sosial desa serta mencederai kepercayaan publik terhadap pemerintah desa. Tidak sedikit yang berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan, profesional, dan tanpa tekanan, mengingat pihak terlapor adalah pejabat publik yang memegang otoritas di tingkat lokal.

    Kini, sorotan publik tertuju pada langkah Polresta Sidoarjo dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi penentu apakah dugaan penyalahgunaan wewenang ini memiliki dasar kuat atau sekadar kesalahpahaman birokratis yang berujung konflik. (Red)

  • Daerah

    Anggaran Menggelinding ke Jogja: Kunker Insan Pers Sidoarjo Berbiaya Ratusan Juta Disorot Publik

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO — Sorotan publik kini tertuju pada kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Insan Pers ke Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo tahun anggaran 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (5) hingga Jumat (7) November 2025 di Hotel Royal Malioboro Yogyakarta, Jalan Pasar Kembang No. 29, disebut menelan anggaran fantastis hingga Rp 377.000.000.

    Kegiatan dengan tema “Dari Wartawan untuk Wartawan: Jurnalisme Adaptif dan Inovasi Digital untuk Pelestarian Lingkungan” ini tercatat dalam proses E-Purchasing/E-Catalog dengan kode RUP 61409653, dan dilaksanakan oleh penyedia jasa Khalila Enterprise, sesuai surat undangan resmi No. 400.14.5.6/3203/438.5.14/2025.

    Namun, angka pengeluaran yang disodorkan pihak event organizer justru mengundang tanda tanya besar.

     

    Estimasi Biaya Versi EO Priyo Hadi Pranoto

    Priyo Hadi Pranoto, pihak event organizer (EO) yang kerap menangani kegiatan serupa, memberikan estimasi biaya yang dianggap relevan dengan agenda tersebut. Rincian biayanya sebagai berikut:

    1. Transportasi Bus

    4 unit × Rp 12.000.000/hari/unit
    Total: Rp 48.000.000

    2. Bantuan Transport Peserta

    170 orang × Rp 500.000/orang
    Total: Rp 85.000.000

    3. Akomodasi Hotel

    170 peserta → 2 orang/kamar → 85 kamar

    85 kamar × Rp 900.000/kamar
    Total: Rp 76.500.000

    4. Konsumsi

    Sarapan & makan malam hotel (2 kali):
    170 × 2 × Rp 35.000 = Rp 11.900.000

    Makan siang di luar 1 kali:
    170 × Rp 35.000 = Rp 5.950.000
    Total konsumsi: Rp 17.850.000

     

    Rekapitulasi

    Sewa bus: Rp 48.000.000

    Bantuan transport: Rp 85.000.000

    Sewa hotel: Rp 76.500.000

    Makan: Rp 17.850.000

    Subtotal: Rp 227.350.000

     

    Honor Narasumber

    3 narasumber × Rp 2.400.000
    Total: Rp 7.200.000

    Total keseluruhan: Rp 234.550.000

    Event Organizer (EO) juga memperhitungkan keuntungan jasa acara, sehingga total estimasi mencapai:
    Rp 258.005.000

    Jika dibandingkan dengan nilai kontrak Rp 377.000.000, maka terdapat selisih anggaran sebesar Rp 118.995.000 yang menimbulkan sejumlah pertanyaan dari berbagai pihak.

     

    Narasumber yang Dihadirkan

    Acara tersebut turut menghadirkan:

    – Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo
    – Perwakilan Dewan Pers
    – Komdigi

    Ketiganya menjadi narasumber dalam sesi diskusi yang menjadi inti acara.

     

    Respons Kominfo: Mengambang dan Tidak Tegas

    Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sadewo, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait berapa persen realisasi anggaran kegiatan, hanya memberikan jawaban singkat dan sama sekali tidak menjelaskan substansi.

    “Coba tanya ke Pak Wildan, saya tidak berani menjelaskan, takut salah,” ujar Eri Sadewo.

    Jawaban tersebut semakin memperkuat tanda tanya publik tentang transparansi penggunaan anggaran dan efektivitas belanja perjalanan dinas dengan nilai ratusan juta rupiah tersebut.

     

    Penutup

    Kunker insan pers ke Yogyakarta ini kini menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat, terutama terkait selisih anggaran yang mencapai lebih dari seratus juta rupiah. Ketidakterbukaan pihak dinas semakin mendorong publik mempertanyakan mekanisme belanja, efektivitas kegiatan, serta akurasi realisasi anggaran. (Bagas)

Wartapenasatu.com @2025