Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam
Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

Laguboti, wartapenasatu.com – 16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.
“Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.
Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba
Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba
Medan, wartapenasatu.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara (Sumut) terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar sebagai langkah preventif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi remaja dari ancaman narkoba yang semakin meresahkan.

Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin memberikan pembekalan dan edukasi kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) melalui platform daring. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan kebangsaan serta pemahaman mendalam tentang bahaya narkotika, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan diri para pelajar terhadap godaan narkoba. Pembekalan daring ini dilaksanakan setiap dua pekan sekali, memastikan siswa mendapatkan informasi yang relevan dan terkini.
Mulyono menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya pemberantasan narkoba. “Peran koordinasi kita lakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Karena itu, kita terus bekerja sama dengan BNN dan Kepolisian, termasuk dalam rencana aksi pemberantasan narkoba,” ujarnya saat Temu Pers di kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025). Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menciptakan strategi yang komprehensif dan efektif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus berupaya untuk mengeluarkan provinsi ini dari daftar teratas pengguna narkoba di Indonesia. Penguatan basis relawan dan penerapan proteksi dini menjadi strategi utama dalam mendukung langkah-langkah yang diambil oleh berbagai pihak. Upaya ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Selain BNN, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP, berbagai instansi lain juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Pembekalan wawasan kebangsaan kini menjadi bagian integral dari materi ajar di sekolah-sekolah, yang juga mencakup penyadaran tentang bahaya judi online (judol) dan aksi geng motor yang semakin marak di kalangan remaja. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa tentang berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, terdapat 23 desa/kelurahan di Sumatera Utara yang berstatus zona merah narkoba. Meskipun angka ini masih mengkhawatirkan, terdapat penurunan signifikan dari sebelumnya yang mencapai 300 desa/kelurahan. Penurunan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut, meskipun tantangan yang dihadapi masih besar.
Mulyono menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara memiliki blueprint yang jelas, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini. “Ini merupakan blueprint upaya pemberantasan narkoba di Sumut, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini,” jelasnya. Dengan adanya blueprint ini, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumatera Utara.
Polres Toba Gelar Tes Urine Dadakan: Upaya Berantas Narkoba di Internal Kepolisian
Polres Toba Gelar Tes Urine Dadakan: Upaya Berantas Narkoba di Internal Kepolisian
Toba, wartapenasatu.com – Polres Toba menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan internal kepolisian dengan menggelar tes urine dadakan bagi seluruh personelnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Mapolres Toba pada Senin, 13 Oktober 2025, dengan menggandeng Yanmeddokpol Rumkit RSB Tebing Tinggi serta melibatkan Sie Dokkes dan Sie Propam Polres Toba.
Pamin II Subbid Yanmeddokpol Rumkit RSB Tebing Tinggi, Iptu dr. Edgar Saragih, Sp.FM, didampingi Sie Dokkes Polres Toba, Iptu TH Manik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri, khususnya personel Polres Toba. Tujuan utamanya adalah untuk membersihkan wilayah Polres Toba dari pemakai narkoba.
“Kegiatan ini adalah pemeriksaan dini narkoba dengan enam titik pemeriksaan. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi anggota Polri, khususnya personel Polres Toba, yang memakai barang narkotika yang dilarang oleh negara,” ujar Iptu dr. Edgar Saragih.
Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K, melalui Kasi Humas AKP Bungaran Samosir, mengungkapkan bahwa pengecekan urine ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan pengawasan internal guna mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri.
Dari 52 personel yang menjalani tes urine, semuanya dinyatakan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa Polres Toba serius dalam upaya memberantas narkoba dan memastikan anggotanya bersih dari penyalahgunaan zat terlarang.
AKP Bungaran Samosir menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi anggota Polri yang terbukti mengonsumsi barang haram atau zat adiktif.
“Bagi yang terbukti melanggar, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kasi Humas Polres Toba. Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Polres Toba dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota kepolisian serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.
Judul: Tapteng Berbenah: Kolaborasi Atasi Krisis Sampah
Judul: Tapteng Berbenah: Kolaborasi Atasi Krisis Sampah
Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – (Tapteng) menghadapi tantangan multidimensional berupa tiga krisis yang semakin mendesak: perubahan iklim, degradasi alam dan hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan penumpukan limbah. Ketiga krisis ini saling terkait dan mengancam keseimbangan ekosistem global, merusak miliaran hektar lahan, serta berdampak signifikan pada hampir separuh populasi dunia. Lebih jauh lagi, krisis ini berpotensi menggerogoti pendapatan domestik bruto global secara keseluruhan.

Masyarakat pedesaan, petani kecil, dan kelompok masyarakat miskin adalah pihak yang paling rentan dan merasakan dampak paling berat dari krisis ini. Kerentanan ini diperparah oleh keterbatasan akses terhadap sumber daya, teknologi, dan informasi yang diperlukan untuk beradaptasi dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Plt. Sekdakab Tapteng, Dra. Nurjalilah, menyampaikan sambutan Bupati Tapteng dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Sampah tingkat OPD se-Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Tapteng pada Senin, 13 Oktober 2025. Acara ini dihadiri oleh Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, Yupiter L. Manurung, ST, M.Si, serta pimpinan OPD Tapteng.
Dalam sambutannya, Dra. Nurjalilah menekankan bahwa sampah merupakan salah satu faktor utama penyebab krisis yang dihadapi saat ini. “Sampah telah menjadi masalah global yang mendunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Pengelolaan sampah yang belum ramah lingkungan menjadi masalah krusial bagi keberlangsungan hidup manusia di bumi,” ujarnya.
Pada tahun 2025, Menteri Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Keputusan kepada 343 Kabupaten dan Kota yang dinilai belum optimal dalam pengelolaan sampah di TPA. Tapteng termasuk dalam daftar tersebut dan menerima sanksi administratif berupa paksaan Pemerintah Penghentian seluruh kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah TPA Aek Nabobar, berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI No. 743 Tahun 2025.
Menyadari urgensi permasalahan ini, Pemerintah Kabupaten Tapteng berupaya melakukan perbaikan pengelolaan sampah dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas, Bagian, Kantor, Sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk berkolaborasi aktif. Sosialisasi pengelolaan sampah tingkat OPD Tapteng merupakan salah satu langkah konkret dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dra. Nurjalilah mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk serius dalam pengelolaan sampah di kantor masing-masing. “Tugas ini adalah beban kita bersama, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup. Mari wujudkan Kabupaten Tapanuli Tengah yang lebih ramah sampah dan ramah lingkungan,” pungkasnya.
Dukungan Konkret Anggota DPR RI Sabam Raja Guk-Guk: Memperkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Toba
Dukungan Konkret Anggota DPR RI Sabam Raja Guk-Guk: Memperkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Toba

Toba, wartapenasatu.com – Pada hari Senin, 13 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB, Kantor Sekretariat Partai Gerindra Kabupaten Toba menjadi titik awal kunjungan kerja Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi I Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) II, Sabam Raja Guk-Guk. Kunjungan ini merupakan manifestasi komitmen beliau dalam menyerap aspirasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Rombongan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Toba, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Kodim Kabupaten Toba, serta fungsionaris pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Toba.Agenda pertama kunjungan kerja tersebut berpusat di Desa Tambunan, Kecamatan Tambunan, Kabupaten Toba. Di hadapan masyarakat dan kelompok tani setempat, Sabam Raja Guk-Guk menyerahkan 1.000 bibit tanaman pohon berbuah. Penyerahan bibit ini bukan sekadar bantuan material, melainkan simbol upaya konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Sabam Raja Guk-Guk menegaskan bahwa bantuan bibit pohon ini merupakan wujud nyata dari perjuangan aspirasinya sebagai wakil rakyat. Beliau menyatakan kesiapannya untuk senantiasa menerima masukan dan arahan dari masyarakat Kabupaten Toba, demi memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang diusung benar-benar relevan dengan kebutuhan konstituennya.
Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari Komisi I tersebut berpesan agar bibit-bibit tanaman pohon berbuah ini didistribusikan secara merata kepada kelompok tani dan masyarakat yang membutuhkan. Beliau juga menekankan pentingnya untuk tidak menjual bibit tersebut, melainkan menanam dan merawatnya dengan sungguh-sungguh hingga menghasilkan buah, sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas.

Menanggapi inisiatif ini, Wakil Bupati Kabupaten Toba, Murphy O. Sitorus, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Sabam Raja Guk-Guk atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Tambunan. Murphy O. Sitorus juga turut berpesan agar bibit pohon yang telah diterima dapat dirawat dengan baik sehingga kelak dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga.
Setelah penyerahan bibit pohon di Desa Tambunan, rombongan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi I melanjutkan perjalanan ke Desa Sigumpar, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba. Di lokasi kedua ini, Sabam Raja Guk-Guk bersama jajaran turut serta dalam pembagian sembako kepada masyarakat. Paket sembako tersebut meliputi 10 kg beras, 1 kg minyak goreng, satu kaleng susu, dan satu botol sirup markisa, yang langsung diserahkan kepada warga Desa Sigumpar.
Kegiatan ini secara keseluruhan mencerminkan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program seperti ini, diharapkan dapat tercipta fondasi yang lebih kuat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan merata.
Tinjauan MBG di Toba: Sinergi Pemerintah dan DPR RI untuk Generasi Emas
Tinjauan MBG di Toba: Sinergi Pemerintah dan DPR RI untuk Generasi Emas

Kabupaten Toba, Sumatera Utara, wartapenasatu.com – menjadi fokus perhatian dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, mendampingi Anggota Komisi I DPR RI, Sabam Rajagukguk, melakukan tinjauan langsung terhadap pelaksanaan program MBG pada Senin, 13 Oktober 2025. Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kehadiran Sabam Rajagukguk tidak hanya terbatas pada inspeksi fasilitas dapur, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan para penerima manfaat program MBG di SMA Negeri 1 Balige. Langkah ini menunjukkan pendekatan holistik dalam evaluasi program, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan administratif, tetapi juga dampak sosial dan penerimaan masyarakat terhadap program tersebut.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian Sabam Rajagukguk yang bersedia turun langsung meninjau pelaksanaan program MBG di Kabupaten Toba. Menurutnya, kunjungan ini memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan penyempurnaan program di masa mendatang. “Beliau ingin melihat plus-minus program ini, untuk selanjutnya menjadi masukan bagi pemerintah sehingga ada perbaikan-perbaikan ke depan,” ujarnya di hadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Balige.
Program MBG merupakan salah satu pilar dari Astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang bertujuan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Selain memberikan asupan gizi yang memadai bagi para pelajar, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah di sektor pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Toba memberikan motivasi kepada para pelajar dengan menyampaikan perbandingan kondisi pendidikan dan ekonomi antara generasi saat ini dan masa lalu. “Sekarang kalian sulit memilih sekolah, buku, makanan, dan yang lain. Sementara di masa kami, kami kesulitan mencari, sedangkan kalian sekarang sudah sulit memilih,” ujarnya, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih prestasi setinggi mungkin.
Sabam Rajagukguk dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Toba adalah untuk memastikan program MBG berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Mengingat anggaran yang dialokasikan untuk program ini cukup besar, pengawasan dan evaluasi yang ketat sangat diperlukan untuk menghindari penyimpangan dan memastikan efektivitas program. “Program ini menggunakan anggaran yang cukup besar, jadi harus benar-benar dipantau. Di beberapa sekolah ada yang sampai keracunan, jadi harus benar-benar dipantau untuk bisa terus diperbaiki,” tegasnya.
Secara khusus, Sabam Rajagukguk memberikan pesan kepada para pengelola dapur agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, tetapi juga mengutamakan keamanan dan kenyamanan para penerima manfaat. “Kepada para pemilik dapur ini memang ada keuntungan rupiah. Tetapi jangan karena keuntungan rupiah kalian tidak memikirkan perut generasi muda. Jangan korbankan generasi muda demi keuntungan rupiah,” pungkasnya, mengingatkan akan tanggung jawab moral dan sosial dalam menjalankan program MBG.
Polda Sumut Gelar Gerakan Pangan Murah: Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat
Polda Sumut Gelar Gerakan Pangan Murah: Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Medan, wartapenasatu.com – 10 Oktober 2025 – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di dua lokasi berbeda pada Jumat, 10 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Kegiatan GPM ini dipimpin langsung oleh dua Kasubdit di jajaran Ditbinmas Polda Sumut, yaitu AKBP Kamdani, S.Ag., M.H. (Kasubdit Bintibsos) dan AKBP Hartono, S.H., M.H. (Kasubdit Polmas). Kehadiran para pejabat utama ini menunjukkan keseriusan Polda Sumut dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tujuan utama dari Gerakan Pangan Murah ini adalah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, khususnya beras, dengan harga yang terjangkau. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pangan di wilayah Sumatera Utara, terutama di tengah dinamika ekonomi yang seringkali mempengaruhi harga kebutuhan pokok.
Di Masjid Taqwa Al-Falah, Pasar VII Tembung, Kabupaten Deli Serdang, tim yang dipimpin oleh AKBP Kamdani menggelar pasar murah beras SPHP hasil kerja sama antara Polri dan Bulog. Sebanyak 1.200 karung beras atau setara dengan 6 ton berhasil dipasarkan kepada masyarakat dengan harga Rp58.000 per karung (5 kg).
AKBP Kamdani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan kestabilan harga bahan pokok. “Polri berupaya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam membantu kebutuhan dasar seperti pangan. Ini bagian dari semangat Presisi untuk melayani masyarakat dengan hati,” ujarnya.
Sementara itu, di lokasi berbeda, tim GPM yang dipimpin oleh AKBP Hartono, S.H., M.H. menggelar kegiatan serupa di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari, sebanyak 1.000 karung beras atau setara dengan 5 ton beras SPHP dipasarkan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat langsung. Program GPM Polda Sumut ini diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai daerah sebagai bagian dari langkah strategis menjaga ketahanan pangan, membantu perekonomian rakyat, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Polda Sumut Gelar Gerakan Pangan Murah: Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat
Polda Sumut Gelar Gerakan Pangan Murah: Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat

Medan, warapenasaru.com – 10 Oktober 2025 – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di dua lokasi berbeda pada Jumat, 10 Oktober 2025. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Kegiatan GPM ini dipimpin langsung oleh dua Kasubdit di jajaran Ditbinmas Polda Sumut, yaitu AKBP Kamdani, S.Ag., M.H. (Kasubdit Bintibsos) dan AKBP Hartono, S.H., M.H. (Kasubdit Polmas). Kehadiran para pejabat utama ini menunjukkan keseriusan Polda Sumut dalam menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tujuan utama dari Gerakan Pangan Murah ini adalah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, khususnya beras, dengan harga yang terjangkau. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pangan di wilayah Sumatera Utara, terutama di tengah dinamika ekonomi yang seringkali mempengaruhi harga kebutuhan pokok.
Di Masjid Taqwa Al-Falah, Pasar VII Tembung, Kabupaten Deli Serdang, tim yang dipimpin oleh AKBP Kamdani menggelar pasar murah beras SPHP hasil kerja sama antara Polri dan Bulog. Sebanyak 1.200 karung beras atau setara dengan 6 ton berhasil dipasarkan kepada masyarakat dengan harga Rp58.000 per karung (5 kg).
AKBP Kamdani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan kestabilan harga bahan pokok. “Polri berupaya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam membantu kebutuhan dasar seperti pangan. Ini bagian dari semangat Presisi untuk melayani masyarakat dengan hati,” ujarnya.
Sementara itu, di lokasi berbeda, tim GPM yang dipimpin oleh AKBP Hartono, S.H., M.H. menggelar kegiatan serupa di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Dalam kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari, sebanyak 1.000 karung beras atau setara dengan 5 ton beras SPHP dipasarkan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombespol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang bermanfaat langsung. Program GPM Polda Sumut ini diharapkan dapat terus berlanjut di berbagai daerah sebagai bagian dari langkah strategis menjaga ketahanan pangan, membantu perekonomian rakyat, serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Kasus Mantan Kepala Puskesmas Parsoburan: Tuntutan Janggal dan Dugaan Kriminalisasi
Kasus Mantan Kepala Puskesmas Parsoburan: Tuntutan Janggal dan Dugaan Kriminalisasi

Toba, wartapenasatu.com – 9 Oktober 2025 – Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran yang menjerat mantan Kepala Puskesmas Parsoburan, Ria Agustina Hutabarat, memasuki babak baru yang penuh kejanggalan. Ria Agustina, yang dituduh menyalahgunakan dana BOK dan JKN sebesar Rp 125.281.159, dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Sumatera Utara pada Kamis, 2 Oktober 2025. Sidang pembacaan pledoi pembelaan telah dilaksanakan pada Kamis, 9 Oktober 2025.
Namun, fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai profesionalitas dan integritas Kejaksaan Negeri Toba. Ria Agustina dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa semua kegiatan yang dilakukannya telah sesuai prosedur dan diawasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Toba.
Kejanggalan semakin mencuat ketika terungkap bahwa Ria Agustina tidak pernah diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Toba sebelum hasil audit diserahkan ke kejaksaan. Majelis Hakim bahkan menegur perwakilan Inspektorat, mempertanyakan dasar mereka dalam menyatakan adanya kerugian negara.

Majelis Hakim menyatakan bahwa inspektorat tidak berwenang mendeklarasikan kerugian negara, sesuai dengan SEMA 4 tahun 2016 dan SEMA 7 tahun 2012 yang dikeluarkan setelah putusan MK nomor 31/PUU-X/2012. Putusan tersebut mengatur bahwa lembaga yang berwenang menetapkan kerugian negara adalah BPK RI.
Lebih lanjut, Majelis Hakim menyatakan bahwa tindak pidana korupsi berdasarkan putusan MK merupakan delik materil yang memerlukan kerugian nyata (aktual loss) dan dapat dihitung secara pasti, bukan hanya potensi kerugian. Temuan Inspektorat terhadap Ria Agustina dianggap tidak sah.
Fakta bahwa laporan keuangan Puskesmas Parsoburan melalui bendaharanya sudah diaudit dan diperiksa oleh BPK di kantor keuangan Kabupaten Toba, serta Kabupaten Toba meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam kasus ini.
Ria Agustina juga mengungkapkan bahwa saksi-saksi yang diperiksa oleh oknum kejaksaan merasa ditekan dan diintervensi. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa Ria Agustina menjadi korban politik penguasa. Publik menuntut Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk segera meninjau ulang perkara ini, karena diduga kuat sarat akan kepentingan dan merupakan bentuk kriminalisasi terhadap Ria Agustina Hutabarat.
Saat dikonfirmasi, pihak inspektorat memilih bungkam, sedangkan Kejaksaan Negeri Toba menyatakan bahwa tudingan kriminalisasi terhadap terdakwa tidak berdasar. Mereka menyatakan bahwa proses persidangan telah selesai pada tahap pembuktian dan menunggu putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Medan.
Siswa SMP Negeri 1 Pinangsori Ukir Prestasi Gemilang di Martabe Sain
Siswa SMP Negeri 1 Pinangsori Ukir Prestasi Gemilang di Martabe Sain

Pinangsori, wartapenasatu.com – 8 Oktober 2025 – SMP Negeri 1 Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik. Dua siswa berbakat, Feliks Jantua Tampubolon dan Albert Sitanggang, berhasil meraih medali dalam ajang Martabe Sain yang bergengsi.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pinangsori, Masrin Halawa, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kedua siswanya tersebut. “Kami sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh Feliks dan Albert. Ini adalah bukti bahwa siswa-siswa kami memiliki potensi yang luar biasa,” ujarnya dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya.
Feliks Jantua Tampubolon, siswa kelas VIII, berhasil meraih medali perak dalam bidang matematika. Sementara itu, Albert Sitanggang, siswa kelas IX, meraih medali perunggu dalam bidang yang sama.
Prestasi Feliks tidak hanya berhenti di tingkat regional. Ia juga terpilih sebagai finalis yang mewakili Provinsi Sumatera Utara dalam lomba matematika tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 10-17 September 2025.
Albert Sitanggang juga menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Ia berhasil meraih peringkat 2 provinsi dalam lomba matematika dan melaju ke babak semifinal nasional.
Masrin Halawa menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh kepada siswa-siswa berprestasi. “Kami akan terus memfasilitasi dan memberikan motivasi kepada siswa-siswa kami agar mereka dapat terus mengembangkan potensi diri dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Dengan prestasi yang telah diraih oleh Feliks dan Albert, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain di SMP Negeri 1 Pinangsori untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.