Keamanan
BERSINERGI MENUJU INDONESIA EMAS 2045, MACAN ASIA YG MERDEKA ADIL DAN MAKMUR
Jakarta, Wartapena Satu, 16 April 2026.
Ketua DPP GAKORPAN LBH PERS PRIMA PRESISI POLRI Dr Bernard BBBBI Siagian SH.MAkp,David Sianipar SH.MH Praktisi Hukum GAKORPAN bersama 500 Peserta Aktivis Anti Rasuah “FORUM DIALOG KEBANGSAAN & BELA NEGARA”, membuka Bedah Kasus Kasus krusial dengan tajuk trending topik “DEVISIT ANGGARAN “.
Momentum acara akbar ini diselenggarakan di Cirendeu Permai 4 /30 Kec.Ciputat Timur Kota Tangsel, Pada hari Selasa, 7 April 2026.
TOPIK PERMASALAHAN TERPURUKNYA EKONOMI
1. Program unggulan prioritas Presiden Prabowo, adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi salah satu problematika krusial tentang trending topik pendorong utama kenapa ada kenaikan belanja pemerintah sehingga APBN mencatat defisit Rp 240,1 triliun (0,93% PDB) di kuartal I-2026. Defisit ini melonjak 140,5% dibanding kuartal I-2025 yang Rp 99,8 triliun (0,41% PDB). Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio K mengatakan, lonjakan itu karena belanja pemerintah tereksekusi dengan baik, terutama faktor prioritas MBG. Dibanding 2025, belanja MBG sekarang jauh lebih cepat, rata-rata Rp 20 triliun sebulan.
Menkeu kita kemarin melaporkan, belanja negara melonjak lebih tinggi 31,4% (yoy) menjadi Rp 815 triliun, jauh di atas pertumbuhan belanja kuartal I-2025 yang hanya 1,4%. Ia menjelaskan, lonjakan itu merupakan strategi agar penyerapan anggaran lebih merata di sepanjang tahun.
2. Pemerintah mengubah skema pendanaan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15/2026, menggantikan PMK No. 49/2025. Beleid itu mengatur pemerintah bisa mengambil alih pembayaran cicilan kredit KDMP/KKMP menggunakan Dana Alokasi Umum dan Dana Bagi Hasil untuk koperasi tingkat kelurahan, serta Dana Desa untuk tingkat desa. Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop H.Siagian menyatakan, kebijakan ini merupakan langkah yg strategi mempercepat pembangunan KDMP/KKMP.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Junaedi Mulyono mengatakan, desa memang tak lagi mencicil langsung ke bank. Namun, sebagian anggaran desa sengaja tetap dialihkan untuk pembiayaan itu. Artinya, beban tetap ada hanya bentuknya berubah. Tantangan jargon juga muncul dalam pengelolaan aset koperasi yang nantinya jadi milik warga desa. Tiduak semua desa punya kesiapan yang sama, baik potensi ekonomi, kapasitas pengelolaan, maupun kemampuan menyusun rencana strategis bisnis.
Pengamat koperasi David Sianipar SH MH dan Marcel Gerungan Phd mengingatkan adanya potensi kearah _moral hazard_ dalam skema ini, terutama jika pengawasan melekat maupun protokol di lapangan tidak berjalan secara optimal. Menurut Bunda Nelly Pardede,Bunda Tiur Sinamora,Bunda Marliana aktivis anti rasuah Kasus Deli Serdang dan Sumatera utara Tokoh tokoh lansia ,emak emak RPG.08 yan uzur dan gaek perempuan Relawan RPG.08, GAKORPAN PPWI , dikupas tuntas faktor perbedaan kemampuan kapasitas pengurus koperasi di tiap daerah polemik krusial dan mendasar dan bisa menjadi titik lemah dalam implementasi kebijakan publik .
Direktur Ekonomi DPP. SARJANA PANCASILA Johan Tampubolon mengatakan, karena pada tahap awal pengelolaan koperasi dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara, membuat seluruh desa desa tidak mendapatkan manfaat optimal dari aset signifikan tersebut. Selain itu, skema pembayaran ini justru fluktuatif membatasi kemandirian desa dalam kedaulatan mengelola Dana Desa karena ikut serta menjadi bagian dari skema pembiayaan koperasi yang rancu serta ironis. Bunda Roslenny News pun angkat bicara mengatakan jika kapasitas bisnisnya tidak sesuai kebutuhan masyarakat, yang terjadi justru percepatan kolaps menuju kehancuran massive pemborosan uang.
3. Video yang menampilkan ribuan sepeda motor listrik untuk proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di medsos. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah informasi bahwa jumlahnya 70.000 unit. Menurut dia, realisasi total motor listrik itu 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025 untuk operasional kepala SPPG. Video viral di Instagram memperlihatkan bagian dalam dan luar gudang yang penuh sepeda motor dibungkus plastik berlogo BGN.
Pertengahan Maret lalu, organisasi inisiatif nirlaba Project Multatuli menurunkan laporan tentang MBG. Dalam laporan itu disebutkan, pembelian motor listrik merek Emmo Mobility senilai Rp 1,2 triliun, pada 2025. Motor dibeli dari PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang baru berdiri tahun 2025 dengan alamat perusahaan sepeda motor lain, yakni PT Kaisar Motorindo Industri. Hak paten desain motor itu didaftarkan pada 17 Oktober 2025, tiga hari setelah proses pembelian oleh BGN yang dilakukan pada 14 Oktober 2025.
4. Menkeu mengatakan, langkah pemotongan gaji menteri tengah dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi efisiensi APBN menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia mengaku tak keberatan jika kebijakan tersebut diterapkan. Namun, keputusan akhir tetap di tangan Bapak Presiden.
Jika pun terjadi, ia memprediksi pemotongan itu sebesar 25%. Dalam rapat paripurna kabinet, 13 Maret lalu, Presiden Prabowo mencontohkan Pakistan yang menerapkan pengurangan hari kerja hingga pemangkasan gaji pejabat dalam menghadapi dampak perang Timur Tengah.
SOSIAL
Sebanyak 3 karung berisi uang logam pecahan Rp 500 dan Rp 1.000 diserahkan kepada Bupati Indramayu oleh warga petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kemarin. Uang itu, kata Koordinator Umum KOMPI , untuk mengganti kerusakan di alun-alun akibat dari unjuk rasa penolakan KOMPI terhadap Proyek Revitalisasi Tambak Pantura yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Kamis (2/4/2026).
Mereka menolak PSN tersebut karena akan menyebabkan sekitar 2.000 warga kehilangan sumber penghidupan. Warga menyalahkan Bupati karena memberi izin proyek tersebut. Demonstrasi berakhir ricuh setelah Bupati tidak menemui para pendemo.
Bupati menyatakan, dia tidak mempunyai kewenangan karena proyek tersebut merupakan PSN ketahanan pangan Presiden Prabowo yang dijalankan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bupati tidak mau menerima uang receh dari warga dengan alasan bisa masuk kategori gratifikasi. Oleh warga 3 karung uang receh yang didapat dari saweran warga itu ditumpahkan di pendopo, kemudian mereka pergi.
Beredar kabar santer bahwa Bapak Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet lagi. Merespons kabar tersebut, Sekretaris Kabinet hanya mengatakan “tunggu saja”. Prabowo terakhir kali melakukan _reshuffle_ pada 5 Februari 2026, yaitu mengangkat Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan posisi Thomas Djiwandono yang berpindah ke kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
TRENDING TOPIK
1. “Jakarta Kondusif Indonesia Aman” _trending_ di X bersama tagar # Kawal Terus Sampai 2029, dengan Narasi ajakan untuk mendukung kepemimpinan Prabowo sampai tuntas. Para pendengung mengajak agar masyarakat tidak terbawa emosi sesaat sehingga mengorbankan hari esok.
2. “Harga plastik” menjadi salah satu topik yang dicari di Google. Harga plastik di pasar melonjak dua kali lipat dipicu sulitnya pasokan bahan baku akibat perang di Timur Tengah.
3. “Sepeda motor MBG” juga menjadi salah satu topik yang dicari di Google. Video viral di media sosial, Instagram dan TikTok, memperlihatkan deretan sepeda motor listrik terbungkus logo BGN memenuhi suatu gudang yang diduga berada di Jawa Barat. Sepeda motor tersebut akan didistribusikan ke SPPG guna mendukung program mercusuar MBG.
DEFISIT ANGGARAN
1. Defisit APBN pada kuartal I-2026 yang mencapai Rp 420,1 triliun ditengarai karena lonjakan signifikan belanja yang tak seimbang dibanding penerimaan. Belanja kuartal I-2026 tercatat Rp 815 triiun, tumbuh 31,4% (yoy) dibanding kuartal I-2025 sebesar Rp 620,3 triliun. Menkeu Purbaya beralasan, APBN memang didesain dengan akselerasi belanja K/L sejak awal tahun. Desain itu dibuat agar dampak belanja pemerintah dirasakan sepanjang tahun, bukan menumpuk PR di akhir tahun.
Namun, ada risiko jika tak diimbangi penerimaan negara. Penerimaan negara kuartal I-2026 cuma tumbuh 10,5% (yoy) sebesar Rp 574,9 triliun. Pertumbuhan penerimaan negara masih didorong pajak yang tumbuh 20,7% neto dan bruto 9,9%, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai terkontraksi. Dengan begitu, agak riskan untuk bergantung pada penerimaan dalam menyeimbangkan neraca APBN. Apalagi, jika dampak perang di Timur Tengah berlanjut lama.
Pemerintah perlu menyesuaikan belanja agar tak terlalu besar dibandingkan penerimaan. Bahkan, seandainya harus menyesuaikan harga BBM yang saat ini ditahan anggaran hingga akhir tahun.
2. Akselerasi belanja negara terutama melalui MBG yang mendorong defisit melonjak lebih dari dua kali lipat dalam satu tahun, menunjukkan arah kebijakan yang semakin bertumpu pada ekspansi fiskal tanpa fondasi penerimaan yang sepadan. Ketika belanja tumbuh 31% sementara penerimaan hanya 10%, narasi “percepatan dampak” berisiko menjadi justifikasi bagi ketidakseimbangan struktural. Skema pembiayaan KDMP yang membebankan Dana Desa dan DAU/DBH, ditambah indikasi _moral hazard_ dan lemahnya kesiapan perangkat desa, memperlihatkan bagaimana beban fiskal dipindahkan ke level lokal tanpa penguatan kapasitas. Di sisi lain, polemik pengadaan motor listrik MBG menambah rumit lapisan persoalan tata kelola MBG.
Ia menguji transparansi, akuntabilitas, dan integritas kebijakan publik. Ketegangan sosial seperti kejadian di Indramayu memperlihatkan konsekuensi nyata dari bobroknya kebijakan ekonomi yang tidak pro rakyat ,dan tidak sensitif terhadap keberlanjutan penghidupan rakyat kecil , sementara ketidakpastian politik (issue_reshuffle_) Dr Bernard Katakan bahwa, kita memperkuat persepsi volatilitas arah kebijakan. Mungkin masih ada ruang untuk koreksi: wacana efisiensi, bahkan simbolik seperti pemotongan gaji pejabat, dapat menjadi pintu gerbang untuk masuk keinginan menata ulang prioritas belanja; dan jika diarahkan dengan disiplin, program besar seperti MBG sebenarnya memiliki potensi dampak sosial-ekonomi yang signifikan. David Sianipar SH.MH pun menambahkan tentang kuncinya terletak pada keberanian mengoreksi introspeksi diri tentang desain, yakni setara & menyeimbangkan ambisi politik dengan kapasitas fiskal dan kualitas tata kelola, agar ekspansi hari ini tidak menjadi beban krisis lndonesia di hari esok. Dr Bernard BBBBI Siagian SH.MAkp Ketua DPP.GAKORPAN #LBH PERS Prima Presisi Polri# LBH Rumah Besar Relawan RPG.08 Suara Rakyat untuk keadilan dan HAM menambahkan bahwa Hidup ini bukan tentang mengikuti semua perubahan yang signifikan tentang suatu “PEMBOROSAN ANGGARAN NEGARA, APBN” Tetapi tentang mekanisme tetap utuhnya tata kelola massive Negara NKRI,Pancasila,UUD.45,Bhineka Tunggal lka sejati tentang bagaimana konsep memakmurkan dan meminimalisir rakyat miskin dan terlantar dengan semangat DPP GAKORPAN untuk Gerakan Anti Korupsi Nasional dan Penyelamatan Aset Negara yang serius ,serta penghematan uang negara dari hasil pajak rakyat demi.kemakmuran dan keutuhan bangsa ditengah polemik carut marut paska perang dingin lran ,lsrael yang diboncengi oleh USA dan sekutunya berdampak preseden buruk di selat Hormuz akibat keterpurukan ekonomi setiap negara dampak suatu globalisasi dan kedamaian dunia yang meradang serta ditebgah perubahan dunia yang signifikan serta infeksius rudal rydal balistik ancaman perang nuklir kehancuran alam raya ini .Sebuah pandangan yang filisofis .lntinya asah asih asuh lntegritas jati diri kita agar lebih penting mengurus sesuatu yang efektif untuk rakyat miskin dan terlantar dari pada,sekadar menyelenggarakan program-program pemborosan anggaran yang mercusuar dan sofisticated,sekadar pencitraan reaktif tanpa mutu kualitas yang jelas semacam yayasan untuk niar ingsun pemborosan anggaran mekanisme unjuk diri The Abuse Power kekuasaan dan cawe cawe para pejabat bancakan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN Berjamaah ) yang sangat di laknat oleh para mahasiswa dan segenap rakyat lndonesia ketika konon timbulnya kisah kisah cerita tentang lahirnya kedaulatan rakyat terhadap orde baru saat gejolak kerusuhan krusial tragis “REFORMASI MARET “98 ” SALAM REFORMASl , GAKORPAN ASTA CITA, Bersinergi untuk kemakmuran Rakyat lndonesia, Menuju lndonesia Emas 2045, Macan Asia yang Merdeka, Adil dan makmur (Redaksi : Tim Investigasi GAKORPAN. Marcel Gerungan, David Siabipar SH.MH)
labubu lalka | la bubu Official Store Overview
Welcome to the whimsical world of La Bubu! If you’re on the hunt for unique, charming products that make life a little more colorful, you’ve landed in the right spot. The La Bubu Official Store is not just another online shop; it’s a treasure trove brimming with delightful items that capture imagination and joy. From playful accessories to enchanting decor, there’s something special waiting for everyone. Dive into this blog as we explore popular offerings, hear from satisfied customers, uncover quality materials behind each product, discover exciting promotions, and glimpse into the future of this beloved brand. Let’s embark on this journey together!
Popular Products from the La Bubu Official Store
La Bubu Official Store is a haven for those seeking playful and creative items. Among the standout products are their whimsical plush toys, perfect companions for both kids and adults alike.
Another favorite is the vibrant range of accessories. From quirky bags to colorful keychains, each piece adds a touch of fun to any outfit. The designs often feature charming characters that spark joy at first glance.
Don’t overlook their delightful home decor items either. Each product radiates warmth and personality, making spaces more inviting and unique.
For those who love personalization, custom options are available too! Whether it’s a special gift or something just for you, La Bubu caters to individual tastes with flair.
Customer Reviews and Feedback on the LaBubu Official Store
Customer feedback is a vital part of any brand’s success, and La Bubu thrives on it. Shoppers rave about the vibrant designs and unique charm that each product brings to their lives. Many customers express delight in how these items brighten up their spaces.
The quality of Labubu Lalka products consistently receives praise as well. Buyers frequently mention durability and comfort, making them great gifts or personal treasures. The attention to detail does not go unnoticed either; many have highlighted the craftsmanship behind each piece.
However, like any store, there are constructive comments too. Some users suggest more variety in styles while others hope for faster shipping options. These insights help La Bubu refine its offerings further and enhance customer satisfaction.
The dialogue between customers and the brand fosters a sense of community around Labubu Lalka’s enchanting creations.
Quality and Materials Used in Labubu Lalka Products
When it comes to Labubu Lalka products, quality is never an afterthought. Each item reflects a commitment to superior craftsmanship and attention to detail.
The materials selected are top-notch, ensuring durability without compromising on aesthetics. From soft plush fabrics that invite cuddles to sturdy stitching designed for longevity, every aspect is thoughtfully considered.
Labubu Lalka sources eco-friendly materials wherever possible. This dedication not only enhances the product’s appeal but also aligns with sustainable practices that many consumers value today.
Safety is paramount too. All items undergo rigorous testing, ensuring they meet high safety standards for children of all ages. Parents can have peace of mind knowing their little ones are playing with safe toys made from reliable materials.
Every piece tells a story through its quality and careful construction—perfect for sparking creativity in young minds while standing the test of time.
Special Promotions and Deals Offered by Labubu Lalka
Labubu Lalka is known for its delightful range of products, but what truly sets it apart are the special promotions and deals that keep customers coming back. Whether you’re a first-time buyer or a loyal fan, there’s always something exciting happening.
Seasonal sales offer great discounts on popular items. These limited-time offers entice shoppers to snag their favorite Labubu creations at irresistible prices.
Loyalty programs reward repeat customers with exclusive perks. Points accumulate with every purchase, leading to fantastic savings and early access to new collections.
Don’t forget about flash sales! These surprise events pop up unexpectedly, featuring jaw-dropping deals that can vanish in a heartbeat. Stay connected through social media for real-time updates; they often announce these spontaneous opportunities there.
With so many ways to save, shopping at Labubu Lalka becomes an adventure filled with surprises and joy at every turn.
History and Background of the labubu-brelok Brand
Labubu-brelok began as a small venture driven by a passion for creativity and design. Founded in 2015, the brand quickly gained attention for its playful and whimsical accessories that resonate with both children and adults alike.
The inspiration behind Labubu’s creations comes from various cultural influences, which are reflected in its unique character designs. Each product tells a story, inviting customers into a world of imagination.
As the brand evolved, it maintained an unwavering commitment to quality craftsmanship. This dedication has forged strong connections with fans who appreciate not just the aesthetics but also the personal touch behind each piece.
Over time, labubu-brelok expanded beyond mere accessories. It embraced collaboration with local artists to create limited edition items that celebrate diverse artistry within their community.
Future Plans for La Bubu and labubu-brelok
La Bubu continues to innovate and expand its product offerings. The brand is committed to introducing new designs that capture the essence of fun and creativity. Future collections will likely feature collaborations with artists, aiming to blend unique styles with their beloved aesthetic.
Sustainability is also on the horizon for La Bubu and labubu-brelok. They are exploring eco-friendly materials that maintain quality while being gentle on the planet. This shift reflects a growing awareness in the fashion industry about responsible production practices.
Additionally, La Bubu plans to enhance its online shopping experience. Expect user-friendly navigation, personalized recommendations, and exciting interactive features that make shopping enjoyable.
As they look ahead, La Bubu aims to increase community engagement through social media initiatives and events. Building a loyal customer base remains a priority as they nurture connections with fans around the globe.
With these ambitious plans, La Bubu promises continued excitement for both loyal customers and newcomers alike!
*TAK HADIR DI SIDANG PERDANA, TERGUGAT DINILAI TAK PUNYA ITIKAD BAIK-LAPORAN PIDANA SUDAH DI PROSES!*
-
*TAK HADIR DI SIDANG PERDANA, TERGUGAT DINILAI TAK PUNYA ITIKAD BAIK-LAPORAN PIDANA SUDAH DI PROSES!*
-
Bandar Sabu di Bosar Maligas Ditangkap, Sempat Kabur Buang Barang Bukti
Bandar Sabu di Bosar Maligas Ditangkap, Sempat Kabur Buang Barang Bukti

Simalungun:wartapenasatu.com. Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Bosar Maligas kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial ANP (38), yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu, berhasil ditangkap setelah sempat mencoba melarikan diri saat hendak diamankan petugas.
Penangkapan tersebut terjadi di areal perladangan Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, Kamis malam (5/3/2026) sekira pukul 20.30 WIB. ANP yang merupakan warga Huta I Nagori Pagar Bosi, diduga telah lama terlibat dalam aktivitas penyalahgunaan sekaligus peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sonni G. Silalahi, SH, menjelaskan bahwa penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di Nagori Pagar Bosi.“Informasi dari masyarakat kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan di lapangan. Kami berkomitmen untuk tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Bosar Maligas,” ujar Iptu Sonni saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026) pagi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, sekira pukul 16.00 WIB, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Roy Jansen O. Sunggu, SH bersama personel untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud.
Setelah melakukan pemantauan selama beberapa jam, petugas kemudian mendatangi sebuah rumah yang diduga kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba.
Namun saat petugas tiba di lokasi, seorang pria yang berada di rumah tersebut langsung melarikan diri ke arah perladangan sambil melemparkan
sejumlah barang.Petugas yang melihat kejadian tersebut segera melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku. Dari lokasi pelarian pelaku, petugas menemukan barang yang dibuang berupa bong dan kaca pirex yang diduga berisi sabu.
Saat diinterogasi di lokasi, pria tersebut mengaku bernama ANP, warga setempat.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku dengan disaksikan Sekretaris Desa setempat, Hendro.Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa dua paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,29 gram, dua unit handphone (Oppo warna biru dan Nokia warna biru) yang diduga digunakan untuk transaksi, serta sejumlah peralatan untuk mengonsumsi sabu seperti bong dari botol plastik, kaca pirex, dan dua sekop yang terbuat dari pipet.
Selain itu, petugas juga menemukan plastik klip besar berisi plastik klip kecil kosong yang diduga digunakan untuk membungkus sabu, serta uang tunai sebesar Rp50.000 yang diduga merupakan hasil transaksi narkoba.
Dari hasil pemeriksaan awal, ANP mengaku memperoleh sabu dari seseorang bernama Sabar yang disebut-sebut merupakan warga Sidomukti, Kabupaten Asahan.“Pengakuan tersebut masih kami dalami untuk pengembangan kasus dan mengungkap jaringan pemasoknya,” jelas Kapolsek.
Setelah penangkapan dan penggeledahan selesai, tersangka bersama seluruh barang bukti diamankan ke Mapolsek Bosar Maligas untuk pemeriksaan awal, sebelum kemudian diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun guna proses hukum lebih lanjut.Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan tindakan tegas terhadap setiap bentuk peredaran narkotika di wilayah hukumnya.
“Polsek Bosar Maligas berkomitmen memberantas narkoba tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Iptu Sonni.Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkoba dan melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Kaperwil MWPS Sumut: t.raitSengketa Lahan Memanas, Galian Tanah di Desa Sukajaya Lebak Dilaporkan ke Polisi, Aktivitas Alat Berat Didesak Berhenti
Wartapena satu. Com-Banten
Diduga Bermasalah, Aktivitas Tambang Tanah di Sajira Dilaporkan ke Polres Lebak. Aktivitas galian tanah di Kampung Lewiranji, RT 004/RW 02, Blok 009, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, kini menjadi sorotan publik. Penambangan yang diduga mulai beroperasi sejak 11 Februari 2026 tersebut ,berdiri di atas lahan yang saat ini masih dalam status sengketa antara ahli waris, Abdurrahman Harum dan ahli waris Drs. Sukrisman,(Senin/2/3/2026).

Kuasa hukum ahli waris Abdurrahman Harum secara resmi telah melayangkan laporan pengaduan ke Polres Lebak pada 27 Februari 2026. Namun demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas alat berat dan pengangkutan tanah dilaporkan masih berlangsung hingga hari ini.

Dugaan Keterlibatan Pihak Ketiga, Selain persoalan sengketa antar ahli waris, muncul dugaan bahwa operasional galian tersebut melibatkan pihak ketiga atau pengelola dari luar. Hingga saat ini, dasar hukum dan legalitas kerja sama antara pihak pengelola dengan pemilik lahan yang sah belum dapat dipastikan. Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait prosedur perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,Sikap LSM PBR dan LSM NIL.
Ketua Umum LSM PBR “Sutisna”, menyatakan bahwa pihaknya tengah merampungkan surat resmi yang akan dikirimkan kepada Satpol PP Kabupaten Lebak, Polres Lebak, serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Banten.
Kami meminta otoritas terkait untuk segera menghentikan aktivitas di lapangan demi menghindari potensi konflik fisik yang lebih luas. Berdasarkan temuan awal, status tanah masih dalam sengketa dan legalitas izin operasionalnya, termasuk keterlibatan pihak ketiga, patut dipertanyakan, tegas “Sutisna”.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Nusantara Indah Lingkungan (NIL), “Michael”, menekankan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan supremasi hukum.
“Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap seluruh pihak, termasuk pengelola di lokasi. Namun apabila terbukti terdapat aktivitas penambangan di atas lahan yang legalitas penguasaannya belum jelas, maka penegakan sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan harus diterapkan tanpa pandang bulu. Kami mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Landasan Hukum:
Aktivitas tersebut berpotensi ditinjau berdasarkan beberapa instrumen hukum yang berlaku, di antaranya:
Pasal 502 UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) tentang penggunaan tanah tanpa izin dari pihak yang berhak atau kuasanya yang sah.
Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Minerba, yang mengatur sanksi pidana bagi setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin (IUP/IPR), dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.
UU No. 51/Prp/1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya.
LSM PBR dan LSM NIL, secara bersama-sama mendesak Satpol PP Kabupaten Lebak segera mengambil langkah preventif berupa penyegelan lokasi guna menjaga ketertiban umum, mencegah potensi kerusakan lingkungan, serta menghindari kerugian negara apabila aktivitas tersebut terbukti tidak memiliki izin resmi.
Hingga berita ini dirilis, pihak pengelola galian maupun perwakilan ahli waris Drs. Sukrisman belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
Dan akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan sesuai prinsip jurnalistik.
Audensi ke Kapolres, BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Bahas Maraknya Curanmor Diberbagai Lingkungan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pengurus BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan menyatakan sikap tegas atas lemahnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bangkalan.
Kemudian, maraknya Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di lingkungan permukiman, fasilitas umum, hingga kawasan pendidikan, yang dinilai telah menimbulkan keresahan sosial serta mengancam rasa aman mahasiswa dan masyarakat.
Pernyataan disampaikan dalam forum audiensi BEM KM terhadap Kapolres Bangkalan, Kamis (19/2/2026). Mereka menilai meningkatnya kasus curanmor, termasuk yang menimpa mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, menjadi indikator lemahnya upaya pencegahan dan penindakan APH.
Dalam penyampaiannya, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, mengaku maraknya Curanmor bukan sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan cerminan rapuhnya perlindungan negara terhadap warganya.
Ia menilai pembiaran atas situasi ini hanya akan memperdalam ketakutan sosial dan menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Mahasiswa tidak membutuhkan seremoni keamanan, tetapi tindakan nyata. Jika rasa aman terus dirampas, maka negara sedang gagal menjalankan fungsi paling dasarnya,” tegasnya.
Nada kritis juga disampaikan Menteri Koordinator Politik BEM, Anas Ruhul Qudus. Ia menyebut lonjakan curanmor sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan wilayah dan minimnya pencegahan sistematis.
Menurutnya, tanpa transparansi penanganan perkara dan keberanian bertindak tegas, kejahatan akan terus menemukan ruang tumbuh di tengah masyarakat.
“Keamanan publik tidak boleh bergantung pada keberuntungan warga menjaga kendaraannya sendiri. Aparat harus hadir sebelum kejahatan terjadi, bukan sekadar datang setelah korban berjatuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, menegaskan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan profesionalitas kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan serta menindak tegas tindak kriminalitas di wilayah hukum Bangkalan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan kalangan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami akan terus meningkatkan profesionalitas tim kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tutur Wibowo.
Ia mengaku hal itu membutuhkan dukungan dan sinergitas dari teman-teman mahasiswa untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat maupun mahasiswa luas agar lebih waspada.
“Jika sinergi ini terus dibangun, maka masyarakat dan mahasiswa akan semakin berhati-hati dalam menjaga dan keamanannya,” tukasnya.
Dalam audiensi tersebut, BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan menyampaikan lima tuntutan utama kepada Polres Bangkalan:
1. Segera menindaklanjuti secara serius dan profesional kasus curanmor yang menimpa mahasiswa, disertai kejelasan progres penanganan perkara.
2. Meningkatkan intensitas patroli, pengawasan, serta langkah preventif di wilayah rawan pencurian, khususnya kawasan sekitar kampus.
3. Bersikap tegas terhadap aktivitas sopir bus yang mangkal di sisi kampus karena dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan kerawanan.
4. Membuka ruang komunikasi, sosialisasi, dan edukasi sistematis terkait pencegahan curanmor bagi masyarakat dan mahasiswa.
5. Menegakkan hukum secara tegas, transparan, dan berkeadilan terhadap pelaku curanmor guna menciptakan efek jera serta memulihkan kepercayaan publik.
BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan memberikan tenggat waktu 7×24 jam sejak audiensi berlangsung kepada Polres Bangkalan untuk menunjukkan progres nyata atas tuntutan tersebut.
Jika hingga batas waktu itu tidak ada langkah konkret, mahasiswa menyatakan siap menempuh advokasi lanjutan sesuai koridor hukum dan etika demokrasi sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal keamanan publik. (Azis)***
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kepolisian, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, SOSIAL
Polsek Senen Gelar Patroli Skala Sedang Optimalkan Kamtibmas Wilayah Jakarta Pusat

Wartapena Satu.com, Jakarta Pusat –
Polsek Senen Jakarta Pusat menggelar patroli skala sedang dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah,Kramat Raya,Kenari, Kwitang,Bungur. pada Minggu 8 Feb 2026 jam 01.00 sampai 04.00 Wib.
Patroli yang dipimpin oleh Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro.SH,MH. Bersama Waka AKP Basuki Route. Semua ini melibatkan sejumlah personel Polsek Senen dan jajarannya, serta dibantu oleh unsur TNI dan masyarakat setempat.
Sasaran patroli meliputi tempat-tempat rawan gangguan Kamtibmas, seperti pusat perbelanjaan, terminal, dan area publik lainnya. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor dan identitas warga.
Kapolsek Senen Widodo Saputro.SH,MH menyampaikan bahwa operasi antisipasi gangguan kamtibmas ini merupakan bagian dari program preventif yang dilakukan secara berkala. Patroli ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas di wilayah Senen.
“Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman yang optimal bagi masyarakat. Melalui operasi ini, kami ingin memberikan efek jera kepada mereka yang berniat melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban, sekaligus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan bersama,” ujarnya dalam jumpa pers setelah operasi selesai.
Pihak Polsek Senen mengimbau seluruh warga masyarakat untuk tetap waspada dan aktif berperan serta dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar. Masyarakat yang menemukan aktivitas mencurigakan atau mengalami gangguan kamtibmas dapat segera melaporkannya melalui nomor darurat polisi atau langsung menghubungi pos patroli terdekat.
Pihak kepolisian juga akan terus meningkatkan intensitas patroli dan melakukan operasi serupa sesuai dengan perkembangan kondisi kamtibmas di lapangan.
- Artikel, Berita Duka, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kepolisian, Kriminal, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik
Lembaga KPK Dirwaster DKI : Polisi Diduga Biarkan 6 Pelaku Tawuran Maut Anak di Cengkareng Berkeliaran, Padahal Sudah Tercantum dalam Dakwaan dan Putusan Pengadilan
Wartapena Satu, Jakarta, 15 Januari 2026—
Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Dirwaster Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap penanganan perkara tawuran yang terjadi pada 16 Juni 2025 di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang anak di bawah umur meninggal dunia.Berdasarkan dokumen resmi penegak hukum, perkara tersebut melibatkan 9 (sembilan) orang pelaku. Namun hingga saat ini, baru 3 orang yang diproses dan diputus oleh pengadilan, sementara 6 orang lainnya masih bebas berkeliaran, meskipun telah tercantum secara sah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, fakta persidangan, serta putusan pengadilan.
6 Nama Sudah Tercatat Resmi, Tapi Tak Ditangkap
Adapun keenam pelaku yang hingga kini belum ditangkap oleh Polsek Cengkareng, yaitu:
Afandi (DPO – Anak di bawah umur)
Razkafi (Dewasa)
Aji
Radit
Rifal
Akmal FauzanNama-nama tersebut secara eksplisit tercantum dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor: PDM-869/JKTBRT/10/2025, serta terungkap dalam fakta persidangan dan replik Jaksa Penuntut Umum, bahkan diperkuat oleh alat bukti video kejadian.
“Ini bukan lagi persoalan kekurangan alat bukti. Semua sudah terang benderang di persidangan. Pertanyaannya: mengapa enam pelaku yang sudah berstatus terdakwa tidak ditangkap?” tegas perwakilan L-KPK.
Diduga Ada Pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum.L-KPK menilai kondisi ini patut diduga sebagai pembiaran penegakan hukum. Terlebih, Jaksa Penuntut Umum telah memberikan arahan dan petunjuk resmi kepada penyidik kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut.
Namun hingga kini, tidak ada langkah konkret dan terukur dari Polsek Cengkareng.
“Jika pelaku pembunuhan anak bisa bebas berkeliaran berbulan-bulan setelah namanya tercantum dalam dakwaan dan putusan, maka publik berhak bertanya: hukum ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” lanjut L-KPK.
Berpotensi Langgar Pasal Pidana
L-KPK menegaskan bahwa pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan pidana, antara lain:
Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat);
Pasal 422 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan);
Pasal 304 KUHP (pembiaran);UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak;
UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.
Kasus ini dinilai bukan hanya soal pidana pelaku tawuran, tetapi juga menyangkut integritas dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
Ultimatum Terbuka kepada Polsek Cengkareng
L-KPK telah melayangkan surat ultimatum hukum resmi kepada Kapolsek Cengkareng agar segera menangkap keenam pelaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender.Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, L-KPK memastikan akan:
Melaporkan perkara ini ke Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya;
Mengadukan ke Kompolnas dan Ombudsman RI;
Membuka laporan dugaan tindak pidana terhadap pejabat yang bertanggung jawab;
Melakukan ekspos lanjutan secara nasional.
“Nyawa anak yang melayang tidak boleh ditutup dengan pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian aparatnya sendiri,” tutup L-KPK. Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah
Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah
WARTAPENASATUJATIM | Ngawi – Gelombang informasi digital yang bergerak cepat dan masif di era modern kerap membawa dua wajah sekaligus: kemudahan akses pengetahuan dan ancaman penyebaran kabar bohong.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya preventif menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Ngawi, Rabu (14/1/2026).
Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa stabilitas keamanan daerah tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif masyarakat.
Ia menilai, derasnya arus informasi di media sosial dan aplikasi pesan instan berpotensi menjadi pemicu keresahan apabila tidak disikapi secara bijak dan kritis.
Menurutnya, informasi yang tidak jelas sumber dan validitasnya dapat memantik kesalahpahaman di tengah masyarakat, memecah persatuan, bahkan berujung pada gangguan ketertiban umum.
“Jangan mudah percaya apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Saring sebelum sharing. Keamanan dan kedamaian Ngawi adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas Kapolres.
Sebagai wujud komitmen memberikan perlindungan dan rasa aman secara maksimal, Polres Ngawi menghadirkan layanan pengaduan publik yang beroperasi 24 jam penuh tanpa henti.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait gangguan kamtibmas maupun informasi mencurigakan melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis, layanan WhatsApp di nomor 0822 30 110 110, serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi di nomor 0351-749510.
Seluruh laporan yang masuk akan ditangani melalui sistem quick response, sehingga setiap aduan masyarakat dapat direspons secara cepat, tepat, dan profesional oleh petugas di lapangan.
AKBP Prayoga menambahkan, keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Dengan tersedianya kanal pelaporan yang mudah dijangkau dan responsif, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk berkoordinasi serta melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini.
Polres Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan prima sesuai standar kepolisian, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah selama 24 jam penuh.
Sinergi yang erat antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi kunci utama terwujudnya Kabupaten Ngawi yang aman, tertib, dan harmonis.
Dengan semangat kebersamaan, Polres Ngawi mengajak seluruh warga untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing, menolak hoaks, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan serta mendukung kemajuan daerah. (Bgn)***
Pangdam V/Brawijaya Pimpin Operasi Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden RI di Wilayah Malang Raya
WARTAPENASATUJATIM | MALANG – Dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah Kabupaten Malang, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. selaku Pangkogasgabpad PAM VVIP memimpin langsung Pelaksanaan Operasi Pengamanan VVIP yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026. Operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan.
Pelaksanaan operasi tersebut berlandaskan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP/1287/XII/2018 tentang Penyelenggaraan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarga.
Operasi dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, mencakup pengamanan di Lanud Abd Saleh, Stadion Kanjuruhan, dan SMA Taruna Nusantara.
Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa pengamanan VVIP merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kehormatan, keselamatan, dan kewibawaan negara.
“Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi, dan profesional demi kelancaran tugas kenegaraan Presiden,” ujarnya Pangdam V/Brawijaya menegaskan dalam apel gelar pasukan.
Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah yang dibagi dalam tiga lapisan pengamanan: Ring I oleh Paspampres, Ring II oleh unsur TNI dan Polri, serta Ring III oleh satuan teritorial. Sistem pengamanan diterapkan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi ancaman.
Selain itu, berbagai Subsatgas turut dikerahkan, seperti Subsatgas Intelijen, Kesehatan, Komunikasi Elektronik, dan Peralatan.
Semua elemen bergerak berdasarkan analisa potensi kerawanan dengan tujuan utama menjamin keselamatan Presiden RI dan rombongan selama kunjungan berlangsung di wilayah Malang Raya.
Rangkaian kegiatan Presiden RI meliputi peninjauan fasilitas pendidikan di SMA Taruna Nusantara serta agenda kenegaraan di Stadion Kanjuruhan.
Personel gabungan melaksanakan patroli rutin dan pengamanan rute secara ketat untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan Presiden serta rombongan resmi.
Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Beliau berharap profesionalisme dan soliditas yang ditunjukkan dalam Operasi PAM VVIP Malang dapat menjadi teladan bagi pelaksanaan tugas-tugas pengamanan serupa di masa mendatang. (Bgn)***