Revolusi Sehat di Bulan Suci: Dari Lorenzo Anson Poedijono Cahaya Harapan Generasi Bangsa Dinyalakan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Ramadan tidak hanya menghadirkan ruang perenungan spiritual, tetapi juga membuka pintu kepedulian sosial yang lebih luas. Di sudut Kecamatan Tandes, Surabaya, nilai-nilai itu menemukan bentuk nyatanya dalam sebuah gerakan sederhana namun sarat makna: mengajarkan anak-anak panti untuk mengenal gizi sejak dini.
Sabtu sore (28/2/2026), menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Yayasan Panti Asuhan Amanah Insan terasa berbeda. Tawa anak-anak bersahutan, sementara sejumlah relawan menyiapkan hidangan berbuka.
Di tengah kehangatan itu, perwakilan Food Hope Indonesia, Lorenzo Anson Poedijono, tidak hanya datang membawa makanan, tetapi juga membawa pengetahuan.
Kegiatan bertajuk “Satu Hari Berbagi, Sejuta Harapan” tersebut memadukan kebersamaan berbuka puasa dengan edukasi gizi komprehensif.

Bagi Lorenzo, berbagi makanan saja tidak cukup. Anak-anak perlu memahami apa yang mereka konsumsi dan bagaimana dampaknya bagi tubuh mereka.
“Hari ini kita ingin berbagi kebahagiaan. Tapi lebih dari itu, kita ingin anak-anak mengerti bahwa tubuh mereka membutuhkan sayur, buah, protein, karbohidrat, vitamin, dan air agar bisa tumbuh kuat dan sehat,” ujarnya di sela kegiatan.
Dengan pendekatan dialogis, Lorenzo menjelaskan fungsi protein untuk pertumbuhan, karbohidrat sebagai sumber energi, serta pentingnya serat dan vitamin dalam menjaga daya tahan tubuh.
Ia menekankan bahwa kebiasaan makan sehat bukan sekadar tren, melainkan fondasi masa depan.
Pesan itu menjadi relevan di tengah masih rendahnya kesadaran gizi di sejumlah kalangan masyarakat.
Di banyak tempat, pola konsumsi anak-anak masih didominasi makanan instan dan karbohidrat berlebih tanpa keseimbangan nutrisi.
Edukasi langsung seperti ini, menurut Lorenzo, dapat menjadi titik awal perubahan.
Ketua yayasan, Lilik Harini Iswati, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini anak-anak sering kali sulit mengonsumsi sayur dan cenderung memilih makanan praktis.
“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Penjelasan yang sederhana dan interaktif membuat mereka lebih mudah memahami pentingnya makan bergizi,” ungkapnya.
Menjelang Maghrib, suasana semakin khidmat. Anak-anak duduk berbaris, tangan terangkat dalam doa.
Ketika azan berkumandang, hidangan sederhana tersaji bukan hanya sebagai pelepas dahaga, tetapi sebagai simbol kebersamaan.
Di tengah tantangan kesehatan generasi muda, langkah kecil seperti ini memiliki makna strategis.
Mengajarkan anak-anak mengenal gizi sejak dini berarti menanamkan kesadaran yang akan tumbuh bersama usia mereka.
Sebab generasi yang sehat bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan investasi bangsa.
Ramadan kali ini di Tandes menghadirkan pesan yang kuat: bahwa kepedulian tidak harus menunggu usia matang atau sumber daya besar. Ketulusan dan komitmen sudah cukup untuk menyalakan perubahan.
Dari halaman panti asuhan itu, harapan tumbuh pelan namun pasti bahwa anak-anak yang hari ini belajar tentang sayur dan protein, kelak akan menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.
Dan di bulan suci yang penuh berkah ini, cahaya kecil itu telah dinyalakan. (Bgn)***
Kapolres Samosir Janji Sekolahkan Anak PHL hingga Tamat SMA, Serahkan Bantuan Sosial Penuh Kepedulian

Samosir, Sumatera – Wujud kepedulian terhadap keluarga besar internal, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H menyerahkan bantuan sosial kepada Pekerja Harian Lepas (PHL) Polres Samosir, Sabtu ( 28/2/2026 ).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dipimpin langsung Kapolres dan turut dihadiri PLT Kasi Propam Polres Samosir IPDA D.B. Siregar, S.H., PS Kasikeu Brigpol Japen Sembiring, S.H., serta PS Kasium AIPDA Efripandi.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyambangi dua keluarga PHL yang bertugas di Seksi Bagian Umum (SIUM) Polres Samosir, yakni J. Sihombing (sudah berkeluarga) yang berdomisili di Perbukitan Desa Sigaol Simbolon, Kecamatan Palipi, serta A. Sitanggang (masih lajang) yang tinggal di Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Bantuan sosial yang diberikan berupa beras 20 kilogram, telur, minyak makan 3 kilogram, satu buah tikar, jajanan anak-anak, satu kotak mi instan, serta perlengkapan sekolah berupa enam lusin buku tulis dan enam lusin pulpen.

Kapolres Samosir menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan bentuk perhatian dan kebersamaan dalam keluarga besar Polres Samosir.
Kita adalah keluarga besar Polres Samosir. Tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Untuk kesehatan keluarga, silakan memanfaatkan fasilitas Klinik Polres Samosir. Jangan sampai anak-anak tidak sekolah, minimal harus tamat SMA, ujar AKBP Rina di hadapan keluarga PHL.
Momen haru terjadi saat Kapolres berjanji akan menyekolahkan dua orang anak dari J. Sihombing hingga tamat SMA.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan anak anggota keluarga besar Polres Samosir.
Kegiatan bantuan sosial ini bertujuan mempererat hubungan antara pimpinan dan PHL, membangun kedekatan serta kepercayaan, sekaligus memperkuat citra positif Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sekira pukul 15.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dalam situasi aman dan kondusif. Marlen s
Kapolres Samosir: Kita Harus Berdoa Agar Tetap Sehat Hingga Pensiun, pada Pelepasan Purna Bhakti Kapolsek Onanrunggu

Samosir, Sumatera – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Lapangan Mako Polres Samosir, Sabtu ( 28/2/2026 ) pagi.
Dalam upacara Pelepasan Wisuda Purna Bhakti, Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan pentingnya doa dan kesehatan bagi setiap personel hingga akhir masa pengabdian.
Kita harus berdoa agar tetap sehat hingga pensiun, pungkasnya dalam amanat saat melepas Kompol (Purn) Marlan Silalahi yang resmi mengakhiri masa dinasnya sebagai anggota Polri.
Upacara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin langsung oleh AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H selaku Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti pleton Pejabat Utama (PJU) dan Perwira Polres Samosir, personel gabungan staf, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, jajaran Polsek, Bhayangkari Cabang Samosir hingga Pegawai Harian Lepas (PHL).

Adapun personel yang memasuki masa Purna Bhakti adalah Kompol (Purn) Marlan Silalahi yang sebelumnya menjabat Kapolsek Onanrunggu. Pelepasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Nomor: KEP/49/I/2026 tentang Pemberian Pensiun Purnawirawan Polri.
Rangkaian upacara berlangsung tertib, dimulai dari masuknya Komandan Upacara, laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, penyerahan Keputusan Pensiun, hingga pembacaan doa dan laporan akhir bahwa upacara telah selesai dilaksanakan.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan rasa syukur atas pengabdian panjang yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa pelepasan purna bhakti bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan dan kecintaan keluarga besar Polres Samosir kepada anggota yang telah berdedikasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengabdian yang telah dilakukan selama ini memiliki makna positif bagi institusi. Masa pensiun bukan akhir dari pengabdian seorang Bhayangkara bagi bangsa dan negara, ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa purnawirawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan diharapkan terus menjalin komunikasi serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Secara pribadi dan kedinasan, Kapolres menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf atas kebersamaan selama kurang lebih 21 tahun 8 bulan pengabdian di Polres Samosir.
Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada keluarga, khususnya istri yang setia mendampingi selama masa dinas. Semoga senantiasa diberikan rezeki dan kesehatan, serta tetap menunjukkan jiwa Bhayangkara di tengah masyarakat, tuturnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dan ramah tamah, pemberian cenderamata dari Kapolres dan jajaran, serta prosesi Gerbang Pora dan pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Kompol (Purn) Marlan Silalahi kemudian dilepas menggunakan kendaraan dinas yang telah disiapkan di gerbang Mako Polres Samosir.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.18 WIB dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan Kapolsek Onanrunggu, saat ini posisi tersebut dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) AKP Radiaman Simarmata.
Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Vandiko :Samosir Rumah Kita, Harus Dijaga Bersama untuk Generasi Mendatang

Samosir, Sumatera – Pemerintah Kabupaten Samosir memperingati Hari Jadi ke-22 dengan mengusung tema, Samosir Rumah Kita, dan subtema Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045.Perayaan syukur digelar di Segmen 5 Waterfront Pangururan, Kamis ( 27/2/2026 ), diawali dengan ibadah oikumenis yang dipimpin Pastor Ivo Sinaga.
Kabupaten Samosir secara administratif berdiri sejak 7 Januari 2004. Namun, perayaan hari jadi daerah ini secara konsisten dipusatkan setiap 27 Februari. Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir Vandiko T . Gultom dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan.

Perayaan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara, Asisten Administrasi Umum Provinsi Sumatera Utara H. Muhammad Suib, Forkopimda Kabupaten Samosir, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang, Pj Bupati Samosir periode 2004–2005 Wilmar Simanjorang, mantan Wakil Bupati Samosir Ober Sagala dan Juang Sinaga, pimpinan dan anggota DPRD lintas periode, pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, serta tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tema , Samosir Rumah Kita, memiliki makna mendalam sebagai simbol tempat bertumbuh, berinteraksi, dan saling menguatkan, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan yang mencerminkan identitas, nilai spiritual, sosial, dan harmoni dengan alam serta Tuhan. Rumah dalam filosofi Batak adalah tempat pemersatu keluarga, tempat manusia berinteraksi dengan sesama dan dengan Tuhan. Karena itu, kita patut menjaga dan memperindah rumah kita ini tanpa kehilangan identitas, Selamat hari jadi ke-22 untuk Samosir dan seluruh masyarakat. Kata Vandiko.

Seiring bertambahnya usia Kabupaten Samosir, Vandiko menekankan peningkatan kemampuan, meningkatkan profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu diharapkan saran, masukan, hingga kritik yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna mempertajam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewariskan Samosir yang lebih damai, maju, dan sejahtera kepada generasi mendatang, dengan menjaga lingkungan serta memperkuat kerukunan hidup di tengah keberagaman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Administrasi Umum H. Muhammad Suib Sitorus mengatakan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penuh makna untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat tekad melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik kabupaten samosir, ungkap nya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung pembangunan Kabupaten Samosir melalui penguatan konektivitas kawasan Danau Toba, pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis lokal, katanya.
Menutup sambutan, Muhammad Suib mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai luhur Batak Toba, dan menjadikan Samosir sebagai rumah bersama yang nyaman, produktif, dan penuh harapan. Selamat Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir Tahun 2026. Semoga Samosir semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan Sumatera Utara serta Indonesia, pungkasnya.
Marsius menyampaikan terima kasih kepada
Bupati Samosir atas kepemimpinan yang telah membuahkan hasil nyata, sehingga Samosir sebagai daerah hasil pemekaran kini semakin terang dan menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan daerah dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi menciptakan narasi kontra produktif yang pada akhirnya justru merugikan.Marlan S
Pangdam V/Brawijaya Berangkatkan Delegasi TNI Ikuti Kompetisi Hafalan Al-Qur’an Internasional di Libya Tahun 2026
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin, M.A. memberangkatkan delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an setelah Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Kodam V/Brawijaya, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan mental spiritual prajurit berprestasi.
Pemberangkatan dilaksanakan sebagai bentuk dukungan pimpinan terhadap prajurit yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Delegasi selanjutnya akan mengikuti pembekalan terpusat di Pusbintal TNI Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada 01 hingga 03 Maret 2026 sebagai persiapan kompetisi.
Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hafalan, penguatan mental bertanding, serta kesiapan administrasi sebelum mengikuti kompetisi internasional.
Program ini juga menjadi bagian pembinaan rohani prajurit guna membentuk karakter religius, disiplin, serta berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 13 Maret 2026 di Kota Misrata, Libya.
Ajang tersebut diikuti delegasi berbagai negara dan menjadi sarana diplomasi budaya serta spiritual melalui prestasi prajurit TNI di tingkat global.
Dua prajurit yang mewakili TNI dalam kompetisi tersebut yaitu Serma Abdi Nasrullah dari Kodim 0819/Pasuruan kategori hafalan 30 juz dan Prada Moh. Marzuki Al Farizi dari Yonif TP 887/KJM kategori hafalan 11 hingga 30 juz.
Serma Abdi Nasrullah bertugas sebagai Bati Puanter Kodim 0819/Pasuruan Korem 083/BDJ, sementara Prada Moh. Marzuki Al Farizi merupakan prajurit Yonif TP 887/KJM Brigif TP 33/NS. Keduanya dinilai memiliki kemampuan hafalan serta dedikasi tinggi dalam pembinaan mental spiritual prajurit.
Pemberangkatan delegasi ini menegaskan komitmen Kodam V/Brawijaya dalam mendukung pengembangan potensi prajurit secara menyeluruh.
Diharapkan partisipasi dalam kompetisi internasional mampu meningkatkan prestasi TNI sekaligus memperkuat citra positif prajurit Indonesia di forum keagamaan dunia. (Bgn)***
MAKI Jatim Tak Kan Lelah Mengejar Matahari: Dari Syariat Menuju Hakikat, Dari Berbagi Menuju Makrifat Lewat Nandur Becik
WARTAPENASATUJATIM | Gresik, 27 Februari 2026 — Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah perjalanan ruhani. Dari syariat menuju hakikat. Dari hakikat menuju makrifat. Dari sekadar memberi menuju benar-benar mengenal siapa Pemberi segala rezeki.
Di Jalan Raya Menganti, depan Perum Menganti Permai, Kelurahan Hulakan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, langkah-langkah sederhana para relawan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menjelma menjadi pelajaran batin yang dalam.
Sebanyak 1.250 paket ta’jil dibagikan kepada para pengguna jalan. Namun dalam pandangan hakikat, yang bergerak bukan hanya tangan manusia. Yang bekerja adalah kehendak-Nya. Yang mengalir bukan sekadar makanan, tetapi rahmat Allah yang dititipkan melalui hamba kepada hamba.
Secara syariat, kegiatan itu adalah amal sosial. Paket demi paket berpindah tangan: mie goreng, kurma, es sirup melon berisi blewah, jajanan jadul, dan aneka gorengan yang akrab di lidah rakyat.
Semua tampak biasa. Semua tampak sederhana.
Namun syariat hanyalah pintu. Ia adalah bentuk lahiriah dari sesuatu yang jauh lebih dalam.
Dalam hakikat, berbagi bukan tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Karena pada dasarnya manusia tidak memiliki apa-apa. Semua hanyalah titipan.
Rezeki yang di tangan kita bukan milik kita. Ia hanya singgah. Ketika ia dibagikan, sesungguhnya ia sedang kembali kepada Pemiliknya.
Di titik ini, hati mulai menyadari:
Tidak ada yang benar-benar kaya.
Tidak ada yang benar-benar miskin.
Yang ada hanyalah hamba yang sedang diuji dengan kelapangan atau kekurangan.Ramadhan mengosongkan perut agar manusia memahami satu hal mendasar: ketergantungan total kepada Allah SWT. Saat lapar terasa, ego melemah. Saat dahaga datang, kesombongan luruh. Yang tersisa hanyalah pengakuan bahwa kita ini fakir di hadapan-Nya.
Makrifat adalah ketika hati tidak lagi melihat amal sebagai kebanggaan, tetapi sebagai kesempatan untuk mendekat.
Ketika paket ta’jil diberikan, hati yang terjaga tidak berkata, “Aku telah memberi.”
Ia berkata, “Allah telah menggerakkan.”Ketika senyum penerima terlihat, hati yang sadar tidak merasa berjasa.
Ia justru merasa ditolong untuk membersihkan diri dari cinta dunia.Di sanalah makrifat tumbuh:
Saat amal tidak lagi menjadi panggung diri, tetapi menjadi jalan sunyi menuju ridha Ilahi.Sebagai gerakan yang konsisten menyuarakan perlawanan terhadap korupsi, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia memaknai Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ritual, tetapi sebagai madrasah kesadaran.
Korupsi lahir dari hati yang merasa memiliki.
Kejujuran lahir dari hati yang merasa diawasi.Dalam maqam makrifat, manusia hidup dalam muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, bahkan atas bisikan terdalam.
Jika kesadaran ini bersemayam, maka integritas bukan lagi kewajiban yang dipaksakan hukum. Ia menjadi kebutuhan ruhani. Ia menjadi napas kehidupan.
Menjelang Maghrib, langit memerah keemasan. Kendaraan berhenti sejenak. Doa-doa terangkat tanpa suara.
Barangkali yang terlihat hanyalah pembagian makanan di tepi jalan.
Namun yang terjadi sesungguhnya adalah latihan jiwa.Latihan untuk tidak melekat pada dunia.
Latihan untuk mencintai tanpa pamrih.
Latihan untuk menyadari bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah perjalanan pulang.Karena pada akhirnya, hakikat hidup bukan pada seberapa banyak yang dikumpulkan, tetapi pada seberapa bersih hati saat kembali kepada-Nya.
Dan makrifat adalah saat kita mengerti:
Tidak ada amal yang sampai kepada Allah, kecuali yang lahir dari hati yang mengenal-Nya.Di tepi Jalan Menganti itu, 1.250 paket ta’jil mungkin telah habis terbagi.
Namun cahaya yang ditanam cahaya kesadaran, cahaya keikhlasan, cahaya tauhid semoga terus menyala, bahkan setelah Ramadhan berlalu. (Bgn)***Progres Pengadaan Tanah Bendungan Bagong Terus Berlanjut, 95,59 Persen Sudah Terealisasi
WARTAPENASATUJATIM | TRENGGALEK –Pada tanggal 24 Februari 2026, pemerintah kembali melakukan pembayaran ganti kerugian untuk sejumlah 34 bidang tanah dengan total luas 41.150 M².
Pembayaran ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengadaan tanah untuk proyek Bendungan Bagong yang sangat dinantikan.
Dengan adanya realisasi pembayaran tersebut, progres pengadaan tanah Bendungan Bagong saat ini telah mencapai 95,59%.

Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang terdampak dan juga bagi tim pelaksana proyek.
Namun, masih ada sisa 3,41% tanah yang belum bebas, yang berarti masih ada beberapa proses yang harus diselesaikan sebelum proyek ini dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.
Proyek Bendungan Bagong sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam hal penyediaan air dan pengendalian banjir.

Dengan progres yang sudah sangat baik, diharapkan proyek ini dapat segera selesai dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. (Yuyun)***
Danrem Danny Alkadrie Hadiri Buka Puasa Bersama di Kodim 0830/Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0830/Surabaya menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di Markas Kodim (Makodim) 0830/Surabaya, Kamis (26 Februari).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, bersama Ibu Ketua Koorcab Rem 084/BJ PD V/Brawijaya Ny. Nining Danny Alkadrie Kehadiran Danrem beserta rombongan disambut hangat oleh jajaran Kodim 0830/Surabaya.
Danrem menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama ini bukan hanya sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat soliditas dan sinergitas antar satuan serta keluarga besar TNI di wilayah Surabaya.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap terjalin komunikasi yang harmonis serta semakin memperkokoh kebersamaan dalam mendukung tugas pokok TNI AD, khususnya di wilayah teritorial,” ujar Danrem.
Acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu, tausiyah singkat menjelang waktu berbuka, sholat magrib berjamaah kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh prajurit serta Persit Kartika Chandra Kirana. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara pimpinan danh anggota, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. (Bgn)***
MAKI Jatim Nandur Becik Bagi 1000 Tajil di By Pass Juanda Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 26 Februari 2026 – Ramadhan adalah musim di mana langit terasa lebih dekat dan doa-doa melayang lebih ringan. Ia hadir bukan sekadar mengganti nama bulan, melainkan menggugah kesadaran terdalam manusia: bahwa hidup adalah amanah, dan setiap detiknya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Pada hari kedelapan yang penuh keberkahan, nilai itu menjelma menjadi gerak nyata. Di Jalan Raya By Pass Juanda, di depan Klinik Sheila Medika, relawan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur berdiri menyapa para pengguna jalan dengan senyum dan doa. Sebanyak 1.000 paket ta’jil dibagikan kepada masyarakat yang melintas, menjadi oase kecil di tengah perjalanan panjang menjelang waktu berbuka.
Sore itu, yang terlihat bukan sekadar aktivitas sosial. Yang terasa adalah denyut keikhlasan. Satu per satu bingkisan berpindah tangan: lontong balap petis lengkap dengan tahu dan lento, kurma manis pengingat sunnah, es sirup melon dengan blewah yang menyegarkan, serta aneka gorengan sederhana yang akrab di lidah rakyat. Namun sesungguhnya, yang berpindah bukan hanya makanan melainkan doa dan harapan.
Ramadhan mengajarkan bahwa tangan yang memberi dan tangan yang menerima sama-sama dimuliakan. Yang satu belajar tentang syukur dalam kecukupan, yang lain belajar tentang syukur dalam penerimaan. Di antara keduanya, Allah menghadirkan keberkahan yang tak kasat mata.
Puasa adalah jalan sunyi untuk membersihkan jiwa. Ia melatih kesabaran, mengikis kesombongan, dan menumbuhkan empati. Saat perut terasa kosong, hati justru diisi dengan kesadaran bahwa segala nikmat bersumber dari-Nya. Saat tenggorokan mengering, jiwa diingatkan bahwa tanpa rahmat-Nya, manusia tak memiliki apa-apa.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan wujud rasa syukur atas karunia Allah SWT. Baginya, berbagi adalah bentuk ibadah sosial ikhtiar kecil untuk menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak hanya bersih dalam ibadah pribadi, tetapi juga jujur dan peduli dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Sebagai organisasi yang konsisten menyerukan integritas dan perlawanan terhadap korupsi, MAKI memandang bulan suci sebagai momentum muhasabah bersama. Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran nurani. Ia mencederai amanah dan merusak kepercayaan dua hal yang dalam Islam dijunjung sebagai nilai suci.
Ramadhan adalah madrasah takwa. Di dalamnya, manusia diajak menghidupkan muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Mengawasi. Ketika kesadaran itu bersemayam dalam dada, kejujuran tidak lagi menjadi beban, melainkan kebutuhan. Integritas tidak lagi dipaksakan oleh aturan, tetapi tumbuh dari iman.
Menjelang Maghrib, langit memancarkan cahaya keemasan. Kendaraan berhenti sejenak. Beberapa pengendara menengadahkan tangan, memanjatkan doa sebelum berbuka. Dalam hening yang singkat itu, seolah-olah waktu ikut bersaksi: bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak pernah sia-sia.
Barangkali yang dibagikan hanyalah makanan sederhana. Namun yang ditebar adalah kasih sayang. Yang dihidupkan adalah persaudaraan. Dan yang dicari hanyalah ridha Allah SWT.
Ramadhan mengingatkan bahwa kemuliaan manusia tidak terletak pada jabatan atau harta, tetapi pada ketakwaan. Bukan pada seberapa banyak yang dikumpulkan, melainkan pada seberapa tulus yang disalurkan.
Di hari kedelapan itu, seribu paket ta’jil menjadi simbol bahwa ketika iman menyala, kepedulian pun menyebar. Bahwa di tengah dunia yang sering gaduh oleh kepentingan, masih ada hati-hati yang memilih untuk memberi.
Dan pada akhirnya, setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah jejak menuju ampunan-Nya. (Bgn)***
MAKI Jatim di Hari Ketujuh Bagi 1000 Paket Tajil di Kota Malang: Ketika Iman, Integritas, dan Kemanusiaan Menyatu
WARTAPENASATUJATIM | Malang, 25 Februari 2026 – Ramadhan turun ke bumi bukan hanya sebagai pergantian bulan, tetapi sebagai peristiwa langit yang mengetuk pintu hati manusia. Ia hadir membawa cahaya yang menembus kesibukan, meneduhkan kegaduhan, dan menghidupkan kembali nurani yang mungkin lama terdiam. Di Surabaya, bulan suci menjelma menjadi denyut spiritual yang terasa di setiap sudut kota.
Fajar menyingsing dengan lantunan ayat-ayat suci. Siang berjalan dalam kesabaran. Dan senja menutup hari dengan doa-doa yang mengambang di cakrawala. Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan perjalanan pulang menuju fitrah menuju hati yang bersih, jiwa yang tunduk, dan kesadaran bahwa manusia sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.
Pada hari ketujuh yang sarat keberkahan, Jalan Kepanjen di depan Kantor Bupati Malang menjadi saksi bagaimana iman diterjemahkan dalam tindakan nyata. Relawan dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur berdiri dengan wajah-wajah tulus, membagikan seribu paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas.
Di antara deru kendaraan dan langkah yang bergegas, tangan-tangan terulur dengan penuh kelembutan. Sebanyak 250 paket lontong soto ayam lengkap dengan kerupuk udang dan sambal, 250 paket kurma, 250 botol es sirup melon berisi blewah, serta 250 paket jajanan tradisional dibagikan dengan tertib. Sederhana dalam bentuk, namun agung dalam makna.
Karena sejatinya, Ramadhan mengajarkan bahwa nilai amal tidak terletak pada kemegahan, tetapi pada keikhlasan. Setiap bingkisan yang berpindah tangan adalah saksi niat. Setiap senyum yang terukir adalah cermin syukur. Dan setiap doa yang terucap lirih adalah jembatan antara bumi dan langit.
Puasa adalah madrasah ketakwaan. Ia melatih manusia menundukkan ego, meredam kesombongan, dan menyadari betapa rapuhnya diri tanpa pertolongan Allah. Dalam rasa lapar, tumbuh empati terhadap mereka yang kekurangan. Dalam rasa haus, lahir kesadaran bahwa setiap teguk air adalah rahmat yang tak ternilai.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat yang Allah SWT anugerahkan. Syukur, dalam ajaran Islam, bukan hanya ucapan yang meluncur dari lisan, tetapi amal yang hidup dalam tindakan nyata.
“Berbagi adalah cara kita menjaga hati tetap hidup. Kita hanya perantara dari rahmat Allah,” ungkapnya.
Sebagai lembaga yang konsisten menyuarakan integritas dan keadilan, MAKI memaknai Ramadhan sebagai momentum penyucian nurani. Dalam pandangan iman, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah Ilahi. Ia lahir dari hati yang lalai, dari jiwa yang lupa bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Yang Maha Melihat.
Ramadhan hadir untuk menghidupkan kembali kesadaran itu. Ia menanamkan muraqabah—rasa diawasi oleh Allah dalam setiap langkah. Ketika keyakinan itu bersemayam kuat, integritas tumbuh tanpa paksaan. Ia mengalir dari takwa. Ia bersemi dari cinta dan takut kepada Allah SWT.
Menjelang adzan Maghrib, langit Surabaya berpendar jingga keemasan. Waktu seakan melambat. Doa-doa terangkat bersama hembusan angin senja. Di tengah riuh kota, ada keheningan yang suci hening yang menyatukan manusia dengan Tuhannya.
Mungkin yang dibagikan hanyalah makanan untuk berbuka. Namun yang sesungguhnya disebarkan adalah kasih sayang. Yang ditegakkan adalah nilai kemanusiaan. Dan yang dituju adalah ridha Allah SWT.
Ramadhan mengajarkan bahwa hidup bukan tentang menumpuk harta, melainkan menguatkan makna. Bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara, dan setiap amal kebaikan adalah bekal menuju keabadian.
Di bawah langit senja yang bersaksi, terpatri pesan yang tak lekang oleh waktu:
Bahwa iman tanpa tindakan adalah hampa.
Bahwa keikhlasan adalah mahkota kemuliaan.Dan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, akan kembali sebagai cahaya di hari ketika tak ada lagi yang tersisa selain amal dan rahmat-Nya. (Bgn)***