Panggung Talenta Dan Gelar Karya Literasi Dasar Abad 21 Meriahkan Diesnatalis SMPN 2 Kamal Ke-42
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Mengusung tema membangun masa depan gemilang melalui sinergi literasi dasar abad 21 UPTD SMP Negeri 2 Kamal merayakan hari jadinya yang ke-42 melalui perhelatan Dies Natalis yang spektakuler pada Sabtu, 1 November 2025.
Mengusung konsep Outdoor dan Indoor yang terintegrasi, acara ini menampilkan keberagaman kreasi siswa sekaligus memamerkan hasil Project Based Learning literasi dasar abad ke-21.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Bapak H. Moh Yakub, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Turut hadir pula Hj. Christin Sri Hayati, S.E., M.M., Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Kapolsek Kamal, Muspika Kecamatan Kamal, Ketua PGRI Kecamatan Kamal, serta Komite Sekolah.
Baca Juga: Warga Bangkalan Keluhkan Motor Mogok Usai Isi BBM di SPBU
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Beliau menyoroti bahwa Dies Natalis ini tidak hanya memamerkan talenta baik di bidang seni dan literasi, tetapi juga karya hasil pembelajaran berbasis proyek siswa terkait literasi dasar abad ke-21.
“Saya sangat mengapresiasi Dies Natalis ini, kepada guru dan siswa SMPN 2 Kamal yang telah mampu mengimplementasikan kolaborasi lintas mata pelajaran dalam karya literasi yang luar biasa,” ujar Bapak H. Moh Yakub. “Terus tingkatkan kreativitas dan inovasi untuk pendidikan yang lebih berkualitas.”
Sebelum acara puncak dibuka, kegiatan diawali dengan membaca buku bersama selama 10 menit dan resensi buku dari perwakilan siswa, ini merupakan komitmen sekolah terhadap budaya literasi.
Para tamu undangan kemudian diajak mengunjungi Galeri Gelar Karya yang menampilkan hasil Project Based Learning siswa.
Di sini, inovasi teknologi terlihat nyata, salah satunya melalui percobaan aplikasi refleksi umpan balik menggunakan Layar IFP yang dikembangkan dengan sentuhan Artificial Intelligence (AI)
Acara inti dibuka secara simbolis dengan pelepasan burung oleh Kepala Dinas, menandai kebebasan kreasi dan harapan masa depan. Plt. Kepala UPTD SMP Negeri 2 Kamal, Hj. R. Sulfa Diana, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi luar biasa dari seluruh pihak.
Panggung Dies Natalis kemudian diramaikan oleh penampilan-penampilan keren peserta didik yang memukau hadirin yaitu Ketangkasan Baris Berbaris yang keren dengan kreasi drama teatrikalnya,
Tari Kreasi yang memancarkan keindahan budaya, Dongeng Bahasa Madura dan Story Telling Bahasa Indonesia yang mengasah kemampuan berbahasa, Lawak yang mengundang gelak tawa, Kreasi Semaphore dari Pramuka yang unik dan kreatif.
Pada kesempatan itu Sulfadiana menjelaskan, Di usia yang matang, 42 tahun, SMPN 2 Kamal juga menerima kado terindah berupa serangkaian prestasi gemilang yang dicapai pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026 diantaranya Juara 2 Lomba Bahasa Madura tingkat kabupaten dalam Festival Tunas Bahasa Ibu, Juara Harapan 1 Dongeng Bahasa Indonesia tingkat Jawa Timur dalam ajang Kreativitas Anak Indonesia Berbahasa,
“Juara 1 Futsal Putra se-Kecamatan Kamal. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UPTD SMP Negeri 2 Kamal adalah tempat ideal bagi siswa untuk mengembangkan talenta dan mengukir prestasi, selaras dengan semangat sinergi dan kolaborasi yang ditekankan dalam perayaan Dies Natalis ini.” pungkasnya.*** (Azis)
Jurnalis: Abdul Azis
Talk Show JSEF 2025 Jadi Motor Penggerak Ekonomi Digital Jawa Timur: Kolaborasi Pemerintah dan UMKM Menuju Era Inovasi Nasional
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, Sabtu (1 November 2025) – Jawa Timur terus mempertegas posisinya sebagai salah satu provinsi terdepan dalam pengembangan ekonomi digital dan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah.
Melalui kegiatan Talk Show Digital Marketing Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III Tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat fondasi ekonomi yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.
Acara yang diselenggarakan di Fairway Ninemall Surabaya (dahulu Lenmarc Mall) ini merupakan bagian dari pameran akbar tahunan Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III 2025, dengan tema besar “The Biggest Etalase Premium UKM/UMKM Provinsi Jawa Timur Menuju Gerbang Nusantara Baru.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan Jawa Timur menuju Transformasi Ekonomi Digital yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Membangun Ekosistem Ekonomi Digital yang Berdaya Saing
Talk show yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan pelaku usaha, akademisi, komunitas digital, dan pegiat ekonomi kreatif menghadirkan dua pembicara inspiratif, yaitu Roy Alfred Sutanto, Gen Z Entrepreneur sekaligus Koordinator Pemberdayaan UKM/UMKM Jawa Timur, dan Heru Satriyo, Ketua Koordinator Wilayah Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur.
Keduanya menyoroti pentingnya membangun ekosistem ekonomi digital yang seimbang antara inovasi teknologi dan tata kelola usaha yang berintegritas. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Dalam pemaparannya, Roy Alfred Sutanto menggarisbawahi pentingnya pemahaman pelaku usaha terhadap strategi pemasaran digital berbasis data. Ia menegaskan bahwa digital marketing bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk memperluas pasar dan mempertahankan eksistensi usaha di tengah ketatnya persaingan global.
“Pelaku usaha harus memahami dengan jelas siapa target pasarnya sebelum melakukan promosi. Ketika kita tahu kebutuhan konsumen, kita bisa mengemas keunggulan produk dengan cara yang lebih efektif dan menarik,” ujar Roy di hadapan peserta.
Roy juga menyoroti tantangan utama dalam era digitalisasi, yakni membangun Kepercayaan Konsumen (Customer Trust). Menurutnya, reputasi dan kualitas produk adalah modal utama dalam memenangkan hati pelanggan.
“Di awal, masyarakat mungkin ragu terhadap produk baru. Tapi jika pelaku usaha menjaga kualitas dan konsistensi layanan, kepercayaan itu akan tumbuh dan menjadi kekuatan bisnis jangka panjang,” tambahnya.
Integritas Bisnis: Pilar Keberlanjutan Transformasi Ekonomi
Sementara itu, Heru Satriyo dari MAKI Jawa Timur menekankan bahwa digitalisasi ekonomi harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai integritas, transparansi, dan tanggung jawab sosial.
Menurutnya, transformasi digital tanpa etika bisnis hanya akan melahirkan sistem ekonomi yang rapuh dan tidak berkeadilan.“Digitalisasi tanpa integritas hanya akan melahirkan sistem yang tidak kokoh. Dunia usaha harus tumbuh di atas prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika bisnis yang kuat,” tegas Heru.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa MAKI Jawa Timur siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola bisnis yang bersih dan berintegritas, serta mendorong pelaku UMKM untuk menjauhi praktik curang dan koruptif.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya meningkatkan keuntungan, tetapi juga membawa manfaat sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya menambahkan.
JSEF 2025: Etalase Inovasi dan Kolaborasi Ekonomi Daerah
Sebagai ajang pameran terbesar di Jawa Timur, Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) 2025 menjadi wadah strategis bagi ribuan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota untuk mempromosikan produk unggulan daerahnya.
Mulai dari sektor kuliner, kriya, fashion, hingga teknologi digital, JSEF menjadi etalase inovasi yang merepresentasikan kekuatan ekonomi kreatif Jawa Timur.
Tahun ini, tema “Gerbang Nusantara Baru” diusung sebagai simbol semangat baru Jawa Timur dalam menciptakan ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan seperti talk show digital marketing, para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan teoretis, tetapi juga pembekalan praktis mengenai strategi promosi berbasis teknologi dan branding produk lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Jawa Timur sedang menapaki jalur yang benar untuk menjadi pusat ekonomi digital Indonesia. Inovasi, kolaborasi, dan integritas harus menjadi pondasi utama dalam setiap langkah pembangunan ekonomi kita,” ujar Roy menegaskan.
Generasi Muda: Aset Strategis dalam Transformasi Ekonomi Digital
Transformasi ekonomi digital tidak akan optimal tanpa dukungan generasi muda. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis teknologi yang mampu menjadi penggerak utama Ekonomi Kreatif dan Digital.
Kegiatan seperti Talk Show Digital Marketing JSEF 2025 diharapkan dapat menciptakan ruang belajar dan kolaborasi antargenerasi, mempertemukan pengalaman praktis dari pelaku usaha senior dengan semangat inovatif dari wirausahawan muda.
“Talk show ini bukan hanya tentang strategi bisnis, tetapi juga gerakan kolektif untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah. Jawa Timur harus tampil sebagai motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Roy di akhir sesi diskusi.
Jawa Timur Menuju Pusat Inovasi Ekonomi Nasional
Kehadiran Talk Show Digital Marketing JSEF 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen Jawa Timur dalam memperkuat transformasi ekonomi berbasis inovasi, teknologi, dan integritas. Kolaborasi yang dibangun antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas digital, dan masyarakat menunjukkan keseriusan provinsi ini dalam mewujudkan ekonomi daerah yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan semangat Gerbang Nusantara Baru, Jawa Timur terus melangkah menjadi pusat inovasi ekonomi nasional, sekaligus contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan UMKM yang adaptif terhadap era digital.
Langkah ini tidak hanya membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung ekonomi kreatif dan pilar utama kebangkitan ekonomi Indonesia. (Bgn)Warga Bangkalan Keluhkan Motor Mogok Usai Isi BBM di SPBU
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Meski hasil inspeksi resmi bersama pihak terkait yang dinyatakan oleh pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Bangkalan menyebut tidak ada temuan soal dugaan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat, fakta di lapangan justru berkata lain.
Sejumlah pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengaku mengalami kerusakan serius setelah mengisi BBM di salah satu SPBU.
Beberapa warga menyebut, motor dan mobil mereka bermasalah setelah pengisian BBM. Salah satu pengendara motor Honda mengatakan, beberapa hari ini motornya tersendat-sendat dan mati setwlah melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU.
“Motor saya diservis habis delapan ratus ribu setelah mengalami kendala tersendat. Baru setelah servis, motornya bisa nyala meski gak bisa normal,” ujar salah satu warga, Jumat (31/10).
Hal serupa dialami seorang pemilik mobil Kijang. Ia mengaku mobilnya tak bisa dihidupkan sejak beberapa hari lalu setelah mengisi BBM di SPBU yang sama. Tidak hanya di SPBU, salah satu Pertashop di Bangkalan juga diduga terjadi pengoplosan.
“Mobil saya mangkrak di garasi setelah beberapa hari saya mengisi bbm di spbu dan di Pertashop,” ujarnya.
Salah satu mekanik di Bangkalan yang enggan disebut namanya mengaku mendapati adanya perbedaan tekstur pada bahan bakar yang dibawa konsumen untuk pengecekan.
“Ada perubahan pada tekstur bahan bakarnya, baik jenis Pertalite maupun Pertamax Turbo yang warna merah. Itu terlihat tidak normal,” ungkapnya setelah dikonfirmasi. Jum’at (31/10)
Namun, tidak semua bengkel menemukan indikasi serupa. Seorang mekanik bengkel resmi Yamaha menegaskan hingga kini belum pernah menangani kasus mesin rusak akibat dugaan BBM oplosan.
“Sampai saat ini, saya belum menemukan kasus itu dari konsumen kami,” jelasnya.
Berbeda dengan mekanik Honda, yang justru mencatat lonjakan perbaikan kendaraan dalam beberapa hari terakhir.
“Rata-rata kerusakan di filter bahan bakar, banyak yang buntu dan bikin mesin mati. Tapi kami tidak bisa langsung menyimpulkan itu akibat BBM,” kata salah satu teknisi di dealer Honda Bangkalan.
Pihak terkait bidang Meteorologi DKUPP didampingi Kasat Reskrim Polres Bangkalan menyampaikan hasil pengecekan dan sidak terhadap beberapa SPBU.
“Jadi clear, di Bangkalan insyaallah BBM jenis pertalite ataupun Pertamax ini aman untuk kendaraan,’ tegas kabid Agung menyampaikan.
Baca Juga : BRIN Dorong Kolaborasi Riset di Seminar Nasional Hybrid “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan”
Menanggapi maraknya keluhan warga, tokoh masyarakat Bangkalan, Jimhur Saros, meminta agar aparat penegak hukum dan instansi terkait tidak gegabah dalam membuat pernyataan publik. Ia menilai pernyataan yang menyebut tidak ada temuan, justru bertolak belakang dengan kenyataan di masyarakat.
“Faktanya, banyak kendaraan rusak parah, bahkan pemilik motor harus keluar biaya antara Rp600 ribu hingga Rp800 ribu. Untuk mobil, kerugiannya bisa mencapai dua juta rupiah,” tegasnya.
Jimhur juga mendesak agar pemerintah daerah ada posko pengaduan masyarakat untuk menampung laporan kerusakan akibat fenomena ini.
“Aparat penegak hukum dan instansi terkait harus lebih hati-hati dalam menyampaikan statement, dan masyarakat perlu ruang untuk melapor agar persoalan ini tidak tenggelam,” pungkasnya.*** (Azis)
JSEF Volume III MAKI Jatim Gelar Deklarasi Anti-Bullying, Libatkan 5.000 Peserta dari Berbagai Sekolah di Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Jawa Timur, Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) Volume III yang digagas oleh MAKI Jatim sukses menggelar Deklarasi Anti-Bullying di lantai Ground Fairway Ninemall (Lenmarc Mall) Surabaya, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PG, PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Malang, Jombang, Pasuruan, Gresik, dan Sidoarjo.
Acara yang sarat nilai edukasi dan sosial ini mendapat sambutan hangat dari peserta maupun orang tua. Antusiasme siswa terlihat sejak awal acara, mencerminkan semangat tinggi untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Para orang tua pun memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kesadaran anti-bullying perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh dengan empati, menghargai perbedaan, dan saling menghormati.
Baca Juga: YBM PLN UIP JBTB Dukung KUC Cah Angon Kembangkan Budidaya Lele untuk Kemandirian Warga Ketintang
Ketua MAKI Koorwil Jatim, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan bagi seluruh insan pendidikan untuk bersama-sama menyatakan “Say No to Bullying.”
Ia menegaskan bahwa praktik perundungan masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan perlu upaya bersama untuk mengatasinya.
“Peserta yang hadir mencapai lebih dari 5.000 orang, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga SMK. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Malang, Pasuruan, Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo,” ujar Heru.
Heru menambahkan, ke depan gerakan ini akan digencarkan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur agar semangat anti-bullying dapat menyebar hingga ke pelosok daerah.
“Kampanye ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus menyosialisasikannya sampai ke tingkat kabupaten demi mewujudkan Jawa Timur bebas dari praktik perundungan. Jika ada kasus, masyarakat bisa melapor ke nomor hotline 0813-3746-3972,” tegasnya.
Ketua Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Jawa Timur, Kunjung Wahyudi, turut memberikan dukungan penuh terhadap gerakan ini.
“Kami sangat mendukung acara ini karena di dunia pendidikan masih banyak ditemukan kasus kekerasan. Inisiatif yang dilakukan oleh Mas Heru dan tim MAKI Jatim ini sangat positif dan perlu kita dukung bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, seluruh lembaga pendidikan harus berperan aktif dalam mendukung gerakan tersebut.
“Tadi disampaikan bahwa lebih dari 5.000 peserta terlibat, dan nantinya gerakan ini akan hadir secara masif di tiap kabupaten/kota. Kami akan memberikan dukungan penuh agar program Zero Kekerasan di Jawa Timur benar-benar bisa terwujud,” pungkasnya.
Selain deklarasi, JSEF Volume III MAKI Jatim juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai yang diikuti 175 peserta dari berbagai sekolah. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengekspresikan kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai positif tentang persahabatan dan toleransi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat anti-bullying terus digaungkan di seluruh sekolah di Jawa Timur, menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli, dan berbudaya.*** (Bgn)
BRIN Dorong Kolaborasi Riset di Seminar Nasional Hybrid “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan”
WARTAPENASATUJATIM | Payakumbuh – Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh bekerja sama dengan Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban Badan Riset dan Inovasi Nasional (PR KPP BRIN) serta Perkumpulan Program Studi Sejarah se-Indonesia (PPSI) menggelar Seminar Nasional Hybrid dengan tema “Perempuan dan Perannya dalam Pergerakan Kebangsaan”.
Seminar tersebut dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Kampus STKIP Yayasan Abdi Pendidikan, Jalan Prof. M. Yamin, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
Seminar yang dihadiri oleh 220 peserta, baik secara luring maupun daring, menampilkan Dr. Mutiah Amini, M.Hum (Kepala Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) sebagai Keynote Speaker. Dalam pembukaan seminar, ia membahas topik “Membaca Ulang Historiografi Perempuan Indonesia.”

Enam narasumber yang turut menyajikan makalah serta judul bahasan mereka pada seminar tersebut adalah: Dr. Yuliarni, M.Hum – Dosen Pendidikan Sejarah, FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang (Ratu Sinuhun dan Simbur Cahaya. Kontribusi Perempuan bagi Pendidikan Toleransi), Dr. Sudirman, M.Pd – Kaprodi PPKN STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh (Karakter Kebangsaan Pemuda, perjalanan masa lalu, realitas kini dan harapan masa depan).
Selain itu juga ada Dra. Zusneli Zubir, M.Hum – Peneliti Pusat Riset Khazanah Keagamaan dan Peradaban, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional – PR KKP OR ARBASTRA BRIN (Pergerakan Perempuan Minangkabau Menantang Tradisi dan Penjajahan Awal abad 20), Destel Meri, M.Pd – Wakil Ketua I STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh (Ratna Sari: Orator Tanah Minang yang menguncang kongres perempuan 1935), Selfi Mahat Putri, S.S, MA – Dosen Prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Bidaya Universitas Andalas Padang (Limpapeh Rumah nan Gadang: Suara Perempuan Minang dalam Pergerakan Bangsa), dan Jumhari, S.S, M.Hum – Kepala Balai Pelestarian Kebudayaah (BPK) Wilayah IV Riau dan Kepri.
Dalam sambutannya, Kepala PR KPP BRIN, Wuri Handoko, S.S., M.Si, menyampaikan bahwa seminar tersebut sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang peran perempuan dalam membangun kebangsaan.
“Dualitas peran perempuan dan laki-laki dalam pergerakan kebangsaan tidak bisa dipisahkan. Sejak masa perjuangan, banyak pahlawan perempuan yang mengambil peran penting. Dalam konteks pembangunan, peran perempuan juga sangat signifikan,” ujarnya.
Wuri Handoko menekankan bahwa pentingnya mengungkap peran perempuan sejak awal berdirinya Indonesia melalui berbagai riset kolaboratif, guna menghasilkan informasi baru dan pengetahuan yang lebih mendalam.
Ia berharap kolaborasi riset antara BRIN dan lembaga-lembaga riset di kampus, termasuk STKIP Payakumbuh, dapat terus ditingkatkan untuk memastikan semua pihak dapat bekerja optimal di bidangnya masing-masing.

Ketua Pelaksana Seminar, Fikrul Hanif Sufyan, juga menegaskan bahwa pergerakan kebangsaan yang telah berusia hampir satu abad tidak hanya dilakoni oleh kaum laki-laki, namun juga oleh perempuan.
Ia menjelaskan bahwa geliat perempuan, terutama di Sumatera pada awal abad ke-20, digerakkan oleh perempuan yang terdidik, yang berasal dari sekolah untuk perempuan seperti Madrasatu lil Banat, yang kini dikenal dengan nama Diniyah Putri Padang Panjang.
“Seminar ini diadakan untuk membuka sejarah perempuan sebagai bagian penting dari kesejarahan di Sumatra Barat. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mengulang kembali memori kolektif tentang peran perempuan Minang di masa lalu,” tambah Fikrul Hanif.
Destel Meri, dalam pembukaan acara, menjelaskan bahwa perempuan Minang pada masa lalu tidak hanya dikenal sebagai simbol “limpapeh rumah nan gadang”, tetapi juga berperan aktif dalam mencerahkan kaumnya melalui pendidikan, organisasi pergerakan, dan pers.
Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, saat menyampaikan makalahnya, mengungkapkan bahwa puncak lahirnya pergerakan perempuan di Minangkabau ditandai dengan perluasan aktivitas politik mereka melawan penjajahan Belanda.
Hal tersebut tercermin dalam partisipasi mereka dalam organisasi kepemudaan seperti Jong Sumateranen Bond cabang Padang, Persatuan Muslimin Indonesia (Permi), dan lainnya.
Sebagai Keynote Speaker, Dr. Mutiah Amini menegaskan pentingnya menghadirkan perempuan dalam narasi sejarah untuk membongkar ketimpangan narasi masa lalu, yang tidak hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga pada keseluruhan sejarah itu sendiri.
“Dalam catatan yang kami temukan, terdapat tujuh pers yang digerakkan oleh perempuan di Sumatra Barat, di antaranya adalah: Soenting Melajoe, Djauharah, Soeara Perempoean, Asjraq, Soeara Kaoem Iboe Soematra, Keoetamaan Istri Minangkabau, dan Suara Kaoem Iboe Seoemoemnja (SKIS),” ujarnya.*** (Red)
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Laporan Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU Pertamina 54.622.22, Lamongan
WARTAPENASATUJATIM | Lamongan, 27 Oktober 2025 — Masyarakat sekitar melaporkan adanya dugaan aktivitas penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Pertamina 54.622.22, yang berlokasi di Jl. Deket – Karangbinangun, Keputran, Dinoyo, Kec. Deket, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur 62291.
Menurut informasi dari warga sekitar, terdapat aktivitas yang mencurigakan berupa pengisian BBM bersubsidi menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi atau pengangsu (kendaraan pengangkut BBM), yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan operasional SPBU.
Aktivitas tersebut disebutkan berlangsung di sekitar area SPBU, bahkan hingga radius 100–200 meter dari lokasi utama.

Warga juga menyebutkan adanya kendaraan berjenis Avanza nopol S 1493 JU dengan muatan drum sekitar 200 liter dan sepeda motor yang telah dimodifikasi, yang secara rutin melakukan pengisian BBM dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut diduga berlangsung baik pada siang hari maupun malam hari.
Tindakan penyalahgunaan BBM Bersubsidi seperti penimbunan, pengangkutan ilegal, maupun niaga tanpa izin merupakan pelanggaran sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Cipta Kerja.
Ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan BBM Bersubsidi adalah:
Pidana penjara paling lama 6 tahun, dan
Denda paling banyak Rp60 miliar.Jenis pelanggaran yang termasuk dalam kategori ini meliputi:
Penimbunan: Mengumpulkan BBM bersubsidi untuk dijual kembali.
Niaga Ilegal: Menjual BBM bersubsidi di atas harga eceran resmi.
Pengangkutan ilegal: Mengangkut BBM tanpa izin dan tidak sesuai peruntukan.

Masyarakat berharap pihak berwenang, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pertamina, segera menindaklanjuti laporan ini dengan langkah investigasi dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.*** (Tim Investigasi)
Food Foria, Pesta Kuliner ala Bali Telah Hadir di Fairway Ninemall Surabaya 03-12 Oktober 2025
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Telah hadir di tengah masyarakat Surabaya, event Mega Kuliner ala Bali bernama Food Foria dengan mengangkat tema “The Authentic Taste of Bali Volume 4” di Fairway Ninemall Pakuwon Surabaya mulai tanggal 03 – 12 Oktober 2025.
Mega Kuliner Bali ini menjadi jawaban atas permintaan masyarakat Surabaya yang kangen dengan beragam menu otensik asli dari Bali, baik yang Halal maupun yang Non Halal.
Lebih dari 20 stand terpajang dalam Food Foria kuliner Bali tersebut, diantaranya Ayam Klungkung Bu Ketut, Ayam Singaraja Bli Pasek, Rujak Pindang Bu Kesuma dan Ikan Bakar Bu Putu.
Untuk ketagori non hala, kita bisa kunjungi stand, Babi Guling Karya Rebo, Sate Babi Bawah Pohon, Rebo Pork Ribs Warung Be Geol Men Nana serta Bakwan Babi Ganyol.
Untuk menu ikan, tersaji pada stand Ikan Bakar Bli Putu serta Nasi Tempong Mbok Lenong dan Nasi ayam Kedewatan Sangtu.
Bukan hanya kuliner makanan, dalam Food Foria volume 4 tersebut juga disajikan menu manja aneka es, diantaranya Es Daluman Lumpia gang 9 dan Es Teh Nusantara serta tersaji juga Falala Chocolate Bali dan Saychizu Matcha Bali.
Berbagai sajian kuliner Khas Bali tersebut menjadi jawaban atas kerinduan Arek Suroboyo terhadap aneka kuliner dari Bumi Dewata tersebut.
Pameran kuliner Food Foria “The Authentic Taste of Bali volume 4” ini berlangsung mulai tanggal 3 – 12 Oktober 2025 di Fairway Ninemall (dulunya Lencmark) Pakuwon Surabaya.
Kunjungi Food Foria bersama rekan kantor, teman, sahabat dan keluarga serta handai taulan dan nikmati keaslian rasa kuliner Bumi Dewata Bali di Fairway NineMall Pakuwon Surabaya.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Revitalisasi Fungsi Kantor, DPD Golkar Jatim Difungsikan Sebagai Rumah Aspirasi Bagi Masyarakat Termasuk Ojek Online (Ojol)
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Hari Sabtu pagi (25/10/2025) terlihat antrian para Ojek Online (Ojol) mulai ramai memasuki pintu gerbang halaman kantor DPD Golkar Jatim di seputaran Jl A Yani Surabaya.
Ternyata, tidak kurang sebanyak lebih dari 300 orang para pengemudi ojek online mendapatkan undangan peresmian Rumah Aspirasi di kantor DPD Golkar Jatim.
Kepada awak media yang menemuinya, Ali Mufthi, Ketua DPD Golkar Jatim, mengatakan, “Golkar sedang melakukan revitalisasi fungsi kantornya, dimana sebelumnya kantor lebih sering digunakan untuk kegiatan kepartaian, namun mulai hari ini kantor DPD Golkar Jatim berfungsi sebagai rumah aspirasi bagi siapa saja masyarakat Jawa Timur”.
Menurut anggota Komisi V DPR RI ini, Rumah Aspirasi merupakan wadah penyerapan dan penyaluran suara rakyat mulai bidang sosial, ekonomi, maupun pelayanan publik, yang merupakan manifestasi fungsi partai dalam mengartikulasikan suara masyarakat. Menurut Ali nantinya, pengelolaan Rumah Aspirasi akan diatur oleh Ketua Fraksi.
Ali mengapresiasi para pengemudi ojek online, sebab kelompok masyarakat pertama yang memanfaatkan Rumah Aspirasi Golkar dan menyalurkan aspirasinya adalah teman-teman ojol (ojek online).
“Tadi teman teman Ojol yang diwakili oleh GARDA telah menyampaikan beberapa point, mulai dari keselamatan kerja, permasalahan tarif, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Jadi begitu hari pertama buka, rumah aspirasi langsung diserbu masyarakat Jatim dalam hal ini kelompok Ojol,” kata Ali.
Senada dengan Ali, saat dihubungi oleh awak media melalui telepon, Fikri N Hafid, Ketua DPD GARDA Jatim, Golkar sebagai partai memiliki peran menjaga nilai-nilai Pancasila dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jadi sudah sepantasnya Golkar merubah fungsi kantor DPD Golkar Jatim menjadi Rumah Aspirasi bagi masyarakat Jatim.
Fikri menyampaikan terimakasih atas kesediaan DPD Golkar Jatim menerima aspirasi para pengemudi ojek online, dan diharapkan ke depan dapat meneruskan ke para pihak yang berwenang. (Houget***)
Jurnalis: Teguh Ary
Media Warta Pena Satu Jatim mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA -Segenap pimpinan, pemimpin redaksi, dan wartawan Media Warta Pena Satu Jatim mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025.
Semoga semangat perjuangan para ulama dan santri senantiasa menginspirasi kita untuk membangun Indonesia yang Berintegritas, Berkeadilan, dan Berperadaban Mulia.
Dalam memperingati Hari Santri Nasional ini, kita mengenang peristiwa bersejarah 22 Oktober 1945, ketika Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad di Surabaya, dengan menggerakkan ribuan santri dan masyarakat untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Serta memperingati peran besar ulama pesantren dalam memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Mari kita terus merawat warisan perjuangan para santri dengan menjaga keikhlasan, menegakkan integritas, dan membangun peradaban mulia yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.*** (Red)
Kepengurusan DPW GARDA Kediri Telah Resmi Terbentuk Yang Akan Memperkuat Sinergitas Pengurus Kota dan Kabupaten
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Hari Minggu Malam (20/10/2025) sekitar pukul 20.00 WIB secara bergelombang, ada banyak Ojek Online (Ojol) merapat ke sebuah Warung Kopi (Warkop) Djarjono yang terletak di Jl Joyoboyo – Kota Kediri, yang lebih di kenal sebagai Basecamp Komunitas Ojol GFK (Green Force Kediri) setiap harinya.
Ternyata para Ojol, yang berjumlah lebih dari 30 orang Ojol dari sekitar 26 Komunitas Ojol di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri, berkumpul di Warkop tersebut untuk membentuk dan mengukuhkan kepengurusan DPW GARDA Kediri.
Acara berlangsung dalam suasana kehangatan dan penuh keakraban karena para Ojol yang datang dari berbagai sudut Kota dan Kabupaten Kediri datang dengan semangat kebersamaan dan mempunyai kesamaan tujuan mengenai pentingnya peran GARDA sebagai wadah perjuangan dan solidaritas para pengemudi Ojek Online.
Dalam kesempatan tersebut, secara demokratis melalui musyawarah dan mufakat telah memilih dan menetapkan struktur pengurus baru DPW GARDA Kediri sebagai berikut :
1. Tri Cahyono, sebagai Ketua
2. Paksi Joko Waseso sebagai Sekretaris
3. Joko Eko Santrika sebagai Bendahara
Mereka bertiga yang akan bertugas di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.Kepada awak media yang menemuinya, Paksi Joko Waseso, selaku panitia berharap para pengurus terpilih akan mampu menjadi jembatan komunikasi antara sesama driver online serta dapat menjalin sinergi positif dengan pihak pemerintah maupun perusahaan aplikator.
Menurut Paksi, dengan pemilihan kepengurusan DPW GARDA Kediri yang baru ini merupakan langkah awal dalam memperkuat organisasi, serta sinergitas yang positif antara pengurus Garda di Kota dan Kabupaten Kediri.
Senada dengan Paksi, saat diwawancarai oleh awak media Hengki Puswantoro, yang biasa disapa dengan nama Bima, selaku ketua panitia acara menyampaikan, “Kami ingin membangun GARDA yang kuat, solid, dan bisa menjadi rumah bagi para driver online di Kediri. Semangat kebersamaan dan profesionalisme harus terus dijaga,”
Setelah acara pemilihan, dan pembentukan kepengurusan DPW GARDA Kediri yang baru, dilanjutkan dengan acara makan malam bersama. (Houget***)