Shangri‑La Surabaya Rayakan “Enchanted Wonders” Menyambut Tahun Baru 2026
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Menyongsong pergantian tahun 2025 ke 2026, Shangri‑La Hotel Surabaya menggelar rangkaian perayaan akhir tahun dengan tema “Enchanted Wonders at Shangri‑La Surabaya”.
Acara tersebut ditujukan bagi keluarga, pasangan, maupun wisatawan kota Surabaya, dengan menampilkan suasana mewah, kuliner istimewa, dan hiburan yang dirancang untuk menambah kehangatan momen pergantian tahun.
Kepada awak media yang menemuinya, Gurpreet Gulati, General Manager Shangri‑La Surabaya, menjelaskan bahwa hotel telah bertransformasi menjadi ruang penuh keanggunan.
“Kami mengundang para tamu untuk merasakan keajaiban, kebersamaan, dan kebahagiaan di setiap sudut hotel,” ujarnya kepada media.
Di musim liburan kali ini Shangri-La hotel menyambut para tamunya dengan :
– Pohon Natal ikonik di Lobby Lounge resmi dinyalakan, disambut paduan suara, ensemble musik, dan penampilan Santa Claus.
– Christmas Selling Booth beroperasi 24 Nov–25 Des, menawarkan dekorasi, hampers eksklusif, dan Cokelat La Petite.
– Magical Bazaar setiap Sabtu‑Minggu, 6–21 Des, menampilkan karya artisan lokal.Shangri-La hotel menawarkan Paket Menginap Istimewa bagi pelanggan setianya, yaitu ;
– _Christmas Eve Dinner Staycation_: sarapan gratis, makan malam Natal, valet, dan akses ke Candy Land Park.
– _Glitzy Glam Feast Staycation_: sarapan gratis, makan malam Tahun Baru di Jamoo, valet, dan aktivitas Shang Jr.
– _Glitzy Glam Celebration Staycation_: sarapan gratis, makan malam Tahun Baru di Lobby Lounge, valet, serta akses ke aktivitas Shang Jr.Khusus di Malam Tahun Baru tanggal 31 Desember 2025, Lobby Lounge akan menggelar “Midnight Glitzy Glam” dengan penampilan penyanyi profesional, tarian, permainan, dan grand prize. Restoran Jamoo, Nishimura, Sapore Osteria, serta Desperados Restaurant & Bar masing‑masing menyajikan menu prasmanan dan set khusus.
Gurpreet juga menyampaikan bahwa “‘Enchanted Wonders’ mencerminkan komitmen kami untuk menyebarkan kehangatan, sukacita, dan kebersamaan.
“Mari sambut tahun baru dengan kemewahan di Shangri‑La Surabaya”, pungkas Gurpreet menutup wawancara.
Para tamu dapat memesan paket menginap melalui situs resmi Shangri‑La atau menghubungi layanan reservasi hotel. Selamat menyambut tahun baru 2026. (Houget)***
Sertifikat Warisan Digadai 500 Juta Rupiah, Anak Seret Ayah Tiri ke Polda Jatim
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 31 Desember 2025 – Dugaan kejahatan penggelapan aset bernilai ratusan juta rupiah kembali mencuat di Jawa Timur. Kali ini, perkara pidana tersebut menyeruak dari lingkaran keluarga sendiri dan berujung pada konflik hukum serius yang kini ditangani aparat penegak hukum.
Seorang pemuda asal Kabupaten Pasuruan, Erlan Ladzina Kamarudin, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).
Laporan itu diajukan menyusul dugaan penguasaan dan penggadaian sertifikat tanah warisan tanpa hak, yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya sendiri.
Dalam laporan yang diterima Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Erlan menuding seorang pria berinisial SB yang diketahui bernama Ir. Syamsul Bachri telah menggadaikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 192 Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan pemilik sah.
Berdasarkan keterangan Pelapor, sertifikat tanah tersebut diduga digadaikan kepada pihak ketiga dengan nilai pinjaman mencapai Rp500 juta.
Nilai tersebut dinilai signifikan, mengingat objek tanah merupakan harta warisan yang secara hukum sepenuhnya melekat pada hak Pelapor.
Ironisnya, tanah yang dijadikan jaminan utang itu bukan milik Terlapor. SHM Nomor 192 Desa Winong merupakan harta warisan dari almarhum ayah kandung Pelapor.
Dalam laporan resminya ke Polda Jatim, Erlan karyawan swasta kelahiran Bandung, 6 Januari 1998 menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin, kuasa, maupun persetujuan dalam bentuk apa pun kepada Terlapor untuk menggadaikan tanah tersebut.
Peristiwa yang menjadi pangkal perkara ini diduga terjadi pada Selasa, 1 Maret 2022, di wilayah Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Pelapor bahkan mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya transaksi penggadaian tersebut. Fakta itu baru terungkap setelah rumah tangga ibunya, Anik Wilujeng Astuti, dengan Terlapor berakhir di meja perceraian.
Perceraian tersebut justru membuka tabir persoalan keuangan yang selama ini tersembunyi. Pasca perpisahan, diketahui bahwa Anik Wilujeng Astuti sempat diyakinkan oleh Terlapor bahwa sertifikat tanah akan digadaikan untuk kepentingan modal usaha jual beli mobil.
Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Dana pinjaman diketahui telah cair, sementara usaha yang dijanjikan tidak pernah dijalankan.
Lebih jauh, meskipun dana hasil gadai ditransfer ke rekening atas nama Anik Wilujeng Astuti, Pelapor menyebut seluruh dana tersebut justru dikuasai dan digunakan oleh Terlapor.
Anik Wilujeng Astuti disebut tidak menikmati uang tersebut sepeser pun. Sebaliknya, ia justru menanggung beban cicilan pinjaman setiap bulan, meski tidak memperoleh manfaat ekonomi apa pun.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa nama dan rekening Anik Wilujeng Astuti hanya dijadikan kedok administratif untuk melancarkan dugaan perbuatan melawan hukum.
Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, ditambah beban psikologis akibat konflik rumah tangga, disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat keretakan keluarga hingga berujung perceraian.
Akibat rangkaian peristiwa tersebut, Pelapor kehilangan hak penguasaan atas tanah warisan bernilai tinggi miliknya. Di sisi lain, Anik Wilujeng Astuti terjerat kewajiban utang yang tidak pernah ia kehendaki.
Pelapor menegaskan bahwa ibunya tidak memiliki niat jahat, tidak menguasai dana, serta tidak memperoleh keuntungan apa pun, sehingga kedudukannya murni sebagai korban dalam perkara ini.
Atas dasar tersebut, Pelapor menduga Terlapor telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait Penggelapan, Juncto Pasal 488 KUHP mengenai penggelapan benda tidak bergerak, serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.
Sebagai bukti awal, Pelapor melampirkan fotokopi Sertifikat Hak Milik Nomor 192 Desa Winong dan Surat Keterangan Waris.
Pelapor meminta agar Polda Jawa Timur segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memeriksa seluruh pihak terkait, serta mengambil langkah hukum tegas apabila unsur pidana dinyatakan terpenuhi.
Kuasa hukum Pelapor, Dany Tri Handianto, S.H., yang didampingi Umar Al Khotob dari YBH Batara Sunda sekaligus Ketua Puskominfo Indonesia DPD Jawa Timur, menegaskan bahwa pihaknya hanya menuntut keadilan dan pengembalian hak kliennya sesuai ketentuan hukum.
“Kami percaya aparat penegak hukum akan memproses perkara ini secara objektif, profesional, dan berlandaskan hukum yang berlaku. Harapan klien kami sederhana: hak atas sertifikat tanah warisan itu dikembalikan sebagaimana mestinya,” tegas Dany.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan dugaan penyalahgunaan relasi keluarga dalam penguasaan aset warisan, yang berujung pada kerugian ekonomi, tekanan psikologis, serta kehancuran rumah tangga.
Polda Jawa Timur diharapkan segera membuka tabir perkara ini secara terang, adil, dan tuntas. (Bgn)***
Putra Satrio Dwi Athallah Atlet Muda dari Sidoarjo: Mengguncang Hirarki Anggar Nasional
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 30 Desember 2025 — Anggar bukan olahraga yang ramah sorotan. Ia hidup di balik garis lintasan sempit, di antara keheningan, kalkulasi jarak, dan duel mental yang brutal. Namun justru dari ruang sunyi itulah lahir sosok yang kini mulai mengguncang tatanan Anggar nasional: Putra Satrio Dwi Athallah. Rio. Nama yang kian sering disebut dengan nada hormat oleh mereka yang memahami betul kerasnya dunia Anggar.
Rio tidak datang membawa gemuruh. Ia hadir dengan konsistensi. Tusukannya presisi, langkahnya ekonomis, emosinya terkendali.
Atlet Epee asal Kota Sidoarjo ini menjelma menjadi potret ideal generasi baru Anggar Jawa Timur, cerdas membaca situasi, berani mengambil risiko, dan matang jauh melampaui usia.
Bagi komunitas Anggar, Rio bukan sekadar atlet muda berprestasi. Ia adalah indikator perubahan. Bahwa kekuatan baru bisa lahir dari proses panjang yang senyap, bukan dari sensasi instan.

Di balik statusnya sebagai siswa kelas XI-9 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda), Rio menjalani kehidupan ganda: pelajar di pagi hari, petarung lintasan di sisa waktunya.
Di bawah bimbingan Coach Ilham, setiap detail teknik Epee diasah tanpa kompromi, mulai dari timing serangan, penguasaan jarak, hingga ketahanan mental saat duel berjalan panjang dan melelahkan.
Puncak terbaru pembuktian itu terjadi di Banyuwangi. Pada Kejuaraan Anggar Antar Pelajar Se-Jawa Bali, 18–20 Desember 2025, Rio tampil dingin di tengah tekanan.
Satu demi satu lawan ia kunci, hingga medali emas Juara 1 Individu Epee tingkat SMA resmi menjadi miliknya. Tak ada selebrasi berlebihan hanya ekspresi atlet yang tahu, kerja kerasnya terbayar.
Namun dominasi Rio tidak lahir dalam semalam. Sebulan sebelumnya, pada Kejuaraan Nasional di Palu, 15–21 November 2025, ia memperlihatkan kualitas langka: keberanian menantang lintas generasi. Rio tidak hanya berjaya di kategori cadet, tetapi juga sanggup menembus podium junior dan senior:
Juara 1 Individu Cadet Senjata Epee
Juara 3 Individu Junior Senjata Epee
Juara 3 Individu Senior Senjata Epee
Di dunia Anggar, pencapaian semacam ini adalah pernyataan keras bahwa usia hanyalah angka ketika teknik, fisik, dan mental bertemu dalam satu paket utuh.
Jejak konsistensi Rio sejatinya telah terpatri sejak Kejurnas Manado, Agustus 2024. Saat itu, ia memperlihatkan dirinya sebagai atlet komplet: tajam secara individu, kokoh dalam beregu. Empat medali ia bawa pulang, termasuk emas beregu Epee dan perak beregu Foil. Sebuah sinyal awal bahwa Sidoarjo sedang menyiapkan sesuatu yang besar.
Di luar lintasan, Rio adalah putra dari Moch. Budi Prasetyo keluarga yang setia menjadi penopang di balik setiap latihan dan kompetisi. Dukungan juga datang dari lingkungan sekolah.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Zainul Arifin, menegaskan bahwa prestasi Rio adalah bukti nyata potensi siswa Smamda di level nasional.
Sekolah, kata dia, berkomitmen penuh mendukung siswa berprestasi, baik akademik maupun olahraga.
Bagi Rio, semua pencapaian ini bukan tujuan akhir. Ia menyimpannya sebagai bekal menuju mimpi yang lebih tinggi: mengenakan seragam Merah Putih di panggung Asia dan dunia.
“Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke level internasional,” ucapnya singkat tanpa retorika, tanpa berlebihan.
Sidoarjo hari ini tidak sekadar mencatat prestasi. Ia sedang menanam fondasi. Dan dari lintasan sunyi bernama Anggar, Rio tengah menajamkan Epee-nya bersiap menembus batas nasional dan menantang dunia. (Bgn)***
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Tekan Angka Kriminalitas Hingga 13 Persen di 2025
WARTAPENASATUJATIM | TANJUNG PERAK – Komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah gerbang maritim Jawa Timur membuahkan hasil nyata.
Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun 2025, angka kriminalitas di kawasan pelabuhan dan sekitarnya tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat memaparkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat ada 1.731 laporan tindak pidana yang masuk.
Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 1.990 kasus.
“Artinya, ada penurunan sebanyak 259 kasus atau setara dengan 13 persen. Ini merupakan indikator bahwa strategi pencegahan di lapangan berjalan efektif,” ujar AKBP Wahyu saat memimpin rilis Anev di Mapolres, Senin (29/12/2025).
Menariknya, meski jumlah laporan menurun, kualitas penyelesaian perkara justru menunjukkan grafik peningkatan.
Dari 1.731 laporan yang masuk di tahun 2025, jajaran Satreskrim dan Polsek jajaran berhasil menuntaskan 1.664 perkara.
Jika dikomparasikan dengan tahun 2024, di mana polisi menyelesaikan 1.517 perkara, maka terjadi kenaikan produktivitas kerja sebesar 10 persen atau sebanyak 147 perkara tambahan yang berhasil diselesaikan tahun ini.
“Capaian ini merefleksikan dedikasi personel di lapangan. Kami tidak hanya fokus menekan jumlah kejahatan, tapi juga memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara tuntas dan profesional,” tegasnya.
Keberhasilan menekan angka kriminalitas di kawasan yang dikenal memiliki kompleksitas tinggi ini tidak lepas dari kombinasi strategi preventif dan represif. Patroli intensif di titik-titik rawan serta penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pelabuhan menjadi kunci utama.
Wahyu menambahkan bahwa pendekatan humanis dalam merangkul masyarakat juga berperan penting.
“Penurunan ini bukan hanya hasil penindakan, tapi buah dari kolaborasi aktif antara polisi dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan,” imbuhnya.
Menyongsong tahun 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini. Peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat dan transparansi penyidikan akan terus diperkuat demi menjaga kepercayaan publik di wilayah pelabuhan dan sekitarnya. (Bagas)***
Refleksi Akhir Tahun 2025: Polda Jatim Pastikan Jawa Timur Aman, Solid dan Siap Stabilitas Terjaga
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 Desember 2025 — Kepolisian Daerah Jawa Timur menutup tahun 2025 dengan satu pesan tegas: keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Majapahit berada dalam kondisi kondusif.
Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 Polda Jatim, yang menjadi momentum evaluasi sekaligus peneguhan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya mobilitas dan dinamika sosial masyarakat.
Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si, Kapolda Jatim menegaskan, situasi kamtibmas yang relatif aman hingga penghujung tahun bukanlah hasil kebetulan. Kondisi tersebut merupakan buah dari kerja keras berkelanjutan aparat kepolisian yang bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam semangat Jogo Jawa Timur sebuah ikhtiar kolektif menjaga keamanan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.
Dalam refleksi tersebut, Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga supremasi hukum dan stabilitas keamanan sebagai bagian integral dari dukungan terhadap program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Stabilitas keamanan, ditegaskan, menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi, kelancaran aktivitas sosial, serta terpeliharanya kepercayaan publik.
Sebagai bentuk nyata pengawasan langsung di lapangan, jajaran Polda Jatim bersama Gubernur Jawa Timur melakukan pengecekan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, salah satu simpul transportasi vital yang menghubungkan Jawa Timur dengan Pulau Bali.
Dari hasil pantauan tersebut, aktivitas masyarakat terpantau berjalan aman, tertib, dan lancar, meski terjadi peningkatan volume penumpang dan kendaraan menjelang libur akhir tahun.
Polda Jatim juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat dalam beberapa pekan terakhir, baik untuk keperluan ibadah, liburan, maupun silaturahmi.
Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di sejumlah titik, namun dinilai masih dapat dikendalikan berkat langkah-langkah antisipatif, pengaturan lalu lintas terpadu, serta kehadiran personel di lapangan.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Polda Jatim turut menyampaikan empati mendalam kepada para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari Jawa Timur telah disalurkan dan dilaporkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian antardaerah.
Terkait potensi bencana di wilayah Jawa Timur, termasuk aktivitas Gunung Semeru, Polda Jatim memastikan kesiapsiagaan penuh.
Personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus disiagakan untuk merespons cepat setiap kemungkinan, dengan prioritas utama pada keselamatan masyarakat.
Menjelang perayaan Tahun Baru, Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara sederhana, bijak, dan penuh empati.
Warga diminta menghindari konvoi kendaraan, pesta kembang api, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, terutama sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.
Polda Jatim juga mengingatkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk ancaman kejahatan konvensional maupun penyebaran informasi bohong atau hoaks yang dapat memecah persatuan.
Di akhir konferensi pers, Polda Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin sepanjang tahun 2025.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama terjaganya stabilitas keamanan di Jawa Timur.
Kapolda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.
Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin presisi, humanis, dan berkeadilan demi Jawa Timur yang aman, damai, dan bermartabat. (Bgn)***
Dari Surabaya untuk Indonesia: MAKI Jawa Timur Menyalakan Optimisme 2026 dan Seruan Keberanian Melawan Korupsi
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 Desember 2025 — Menjelang pergantian tahun, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggaungkan pesan optimisme dan keberanian kepada publik.
Momentum Tahun Baru 2026 dimaknai bukan sekadar seremoni pergantian kalender, melainkan sebagai ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali komitmen membangun Indonesia yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan.
Dalam pernyataannya, MAKI Jawa Timur menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Timur.
Ajakan tersebut disertai seruan moral agar masyarakat menjadikan akhir tahun sebagai waktu menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus menata langkah ke depan dengan semangat baru dan harapan yang lebih kuat.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, S.Ip, menegaskan bahwa tahun baru harus dipahami sebagai kesempatan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai dinamika sosial, politik, dan hukum yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya.
Refleksi tersebut, menurutnya, menjadi fondasi agar masyarakat mampu belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, serta memperkuat komitmen terhadap nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial.
“Tahun baru adalah titik awal. Kita perlu berani meninggalkan beban masa lalu dan melangkah ke depan dengan sikap yang lebih jujur, kritis, dan bertanggung jawab,” ujar Heru Satriyo.
Ia menambahkan, keberanian yang dimaksud tidak semata keberanian menghadapi tantangan hidup, tetapi juga keberanian bersikap benar, menyuarakan kebenaran, dan konsisten menjaga integritas di tengah berbagai godaan dan tekanan.
Heru Satriyo menekankan bahwa cita-cita mewujudkan masyarakat yang bersih dan berintegritas tidak mungkin tercapai tanpa partisipasi aktif publik.
Pemberantasan korupsi, tegasnya, bukan hanya domain aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Peran masyarakat dalam pengawasan, kepedulian terhadap persoalan publik, serta keberanian menyampaikan kritik secara konstruktif menjadi kunci utama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
MAKI Jawa Timur juga memandang Tahun 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
Kolaborasi yang sehat dan berimbang diyakini mampu mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih, adil, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam konteks tersebut, MAKI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal kebijakan publik sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya anti korupsi.
Menutup pernyataannya, Heru Satriyo menyampaikan doa dan harapan agar Tahun Baru 2026 membawa kedamaian, kemajuan, serta keberanian bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ia berharap semangat baru yang tumbuh di awal tahun dapat menjadi energi bersama untuk membangun masa depan bangsa yang lebih bermartabat, berkeadilan, dan terbebas dari praktik-praktik korupsi. (Bgn)
Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Konvoi pada Malam Pergantian Tahun
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat merayakan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026.
Larangan ini dikeluarkan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau agar perayaan tahun baru dilaksanakan dengan sederhana untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kombes Pol Abast menegaskan, masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun dapat melakukannya di wilayah setempat, tanpa harus konvoi apa lagi menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.
“Polda Jatim meminta warga Jawa Timur merayakan pergantian tahun baru di lingkungan masing-masing tanpa perlu melakukan konvoi lintas kabupaten atau kota,” tegas Kombes Abast, Senin (29/12).
Kabid Humas Polda Jatim menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menghindari kepadatan lalu lintas dan meminimalisir potensi kecelakaan serta gangguan keamanan.
“Petugas akan melakukan pemeriksaan di jalan-jalan yang telah dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi, ” tambah Kombes Pol Abast.
Mantan Kabid Humas Polda Jabar itu juga meminta seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mematuhi himbauan larangan konvoi demi keselamatan dan keamanan bersama.
“Masyarakat yang menemukan gangguan keamanan, tindakan mencurigakan, atau membutuhkan kehadiran anggota Polri dapat segera menghubungi call center 110, tanpa biaya (bebas pulsa) dan beroperasi aktif 24 jam,” pungkas Kombes Pol Abast. (Bgn)***
Hukum yang Tegas, Pelayanan yang Humanis: Tahun Emas Kejari Tanjung Perak 2025
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 Desember 2025 – Dedikasi dan integritas yang tak tergoyahkan menjadi fondasi utama Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dalam menuntaskan seluruh agenda kerja sepanjang tahun 2025.
Di bawah kepemimpinan yang progresif dan visioner, institusi penegak hukum ini tidak semata mengejar capaian statistik, melainkan berhasil merajut keseimbangan antara ketegasan hukum dan sentuhan kemanusiaan yang berkeadilan.
Transformasi besar tersebut tercermin nyata dalam wajah pelayanan publik yang kian transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Surabaya dan wilayah sekitarnya. Kejaksaan tidak lagi berdiri sebagai menara gading, tetapi hadir sebagai institusi negara yang membumi dan dipercaya.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, S.H., M.H., menegaskan bahwa orientasi penegakan hukum yang ia pimpin kini melampaui pendekatan konvensional.
Menurutnya, hukum modern harus mampu menyentuh akar persoalan sosial melalui pendekatan kemanusiaan, tanpa kehilangan daya tekan dan efek jera.
“Prioritas utama kami tetap pada pemulihan kerugian negara, sekaligus edukasi hukum yang masif agar masyarakat semakin sadar dan melek aturan,” ujar Darwis, Senin (29/12/2025).
Profesionalisme kelembagaan tercermin kuat dari kinerja Bidang Pembinaan, yang mencatat realisasi anggaran hampir sempurna, mencapai 99,99 persen.
Dari total pagu anggaran sebesar Rp18,5 miliar, sisa dana yang tidak terserap berada pada angka yang nyaris tak signifikan sebuah indikator perencanaan yang presisi dan disiplin fiskal yang patut menjadi teladan.
Capaian yang lebih mencengangkan datang dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kejari Tanjung Perak sukses melampaui target hingga 357,75 persen, dengan total setoran ke kas negara menembus Rp7,1 miliar lebih.
Pendapatan ini bersumber dari pengelolaan denda, uang pengganti, serta lelang barang rampasan yang dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel.
Sementara itu, Bidang Intelijen bekerja senyap namun berdampak luas. Seluruh program kerja dituntaskan dengan serapan anggaran 100 persen, disertai inovasi edukatif seperti Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa yang berhasil membangun komunikasi aktif dan humanis dengan masyarakat.
Upaya preventif melalui kampanye antikorupsi serta pengawasan aliran kepercayaan turut menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Kerja keras tersebut berbuah manis dengan diraihnya predikat Satuan Kerja Terbaik ke-4 se-Jawa Timur.
Penghargaan ini menegaskan peran strategis intelijen dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan mengawal kebijakan publik sepanjang 2025.
Sisi kemanusiaan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak semakin menonjol melalui kinerja Bidang Tindak Pidana Umum, yang berhasil menyelesaikan 21 perkara melalui mekanisme Keadilan Restoratif.
Capaian ini mengantarkan Kejari Tanjung Perak meraih Peringkat 1 se-Jawa Timur untuk Kejari Tipe B dalam penerapan Restorative Justice, sekaligus juara pertama dalam koordinasi penanganan perkara koneksitas.
Prestasi nasional turut ditorehkan oleh Bidang Tindak Pidana Khusus, yang menyabet predikat Terbaik Pertama se-Indonesia dalam penanganan perkara korupsi pada momentum Hakordia 2025.
Dengan keberhasilan menangani 10 penyidikan serta belasan penuntutan kasus korupsi dan cukai, Kejari Tanjung Perak menegaskan komitmennya: tidak ada ruang bagi perampok uang rakyat. Seluruh perkara dieksekusi secara tuntas dan menyeluruh.
Tak kalah impresif, peran Jaksa Pengacara Negara di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) mencatatkan keberhasilan luar biasa dengan menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara senilai Rp251,3 miliar lebih.
Capaian ini diraih melalui puluhan kerja sama strategis dan pemberian bantuan hukum yang efektif, mengantarkan Bidang Datun meraih Peringkat Terbaik Pertama se-Jawa Timur pada Rakerda 2025.
Menutup deretan prestasi, Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) kembali mengukuhkan keunggulannya dengan predikat Peringkat 1 Kinerja Pemulihan Aset se-Jawa Timur.
Keberhasilan dalam pelaksanaan lelang dan pemusnahan barang bukti secara rutin memastikan setiap aset sitaan negara dikelola sesuai standar operasional yang ketat dan bertanggung jawab.
Capaian kolektif ini bukan sekadar deretan angka dan penghargaan, melainkan cerminan dedikasi tanpa batas dalam menjaga marwah hukum. Bagi masyarakat, prestasi Kejaksaan Negeri Tanjung Perak sepanjang 2025 menjadi bukti nyata bahwa hukum dapat ditegakkan dengan tegas, bersih, dan tetap berwajah manusia. (Bgn)***
Eri Cahyadi Walikota Surabaya Wacanakan Bentuk Satgas Anti Preman Agar Kasus Nenek Elina Tidak Terulang
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Hari Jumat (26/12/2025) dihadapan awak media dan tokoh masyarakat, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan bahwa kasus dugaan pengusiran yang dialami Nenek Elina dari rumahnya akan ditangani serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Ia juga akan mengunjungi Polda untuk memastikan kasus ini mendapatkan perhatian yang cukup.
Sebagai Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan bahwa kasus ini menjadi alarm penting bagi Surabaya untuk memperkuat perlindungan terhadap warganya, terutama kelompok rentan.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya berencana membentuk Satgas Anti-Preman yang terdiri dari TNI, Polri, dan seluruh suku yang ada di Kota Surabaya.
“Masalah seperti ini biar cepat selesai. Sehingga ada kepercayaan, ada trust warga Surabaya, ada keamanan untuk warga Surabaya,” kata Eri Cahyadi.
Ia juga mengajak seluruh warga Surabaya untuk tidak terpecah belah dan tetap menjaga persatuan. Surabaya adalah rumah bersama, tanpa membeda bedakan latar belakang kesuku-an.
“Kita ini adalah warga Surabaya. Mau suku apa pun, semuanya ada di Surabaya. Maka yang namanya Surabaya tidak mengenal suku,” tandasnya.
Eri menekankan bahwa perlu untuk saling menjaga antar warga sebagai salah satu bentuk adalah fondasi keamanan kota. Walikota Surabaya itu menegaskan tidak boleh ada pihak yang merugikan, menipu, atau bertindak semena mena terhadap warga Kota Surabaya.
Eri menghimbau agar masyarakat untuk lebih berani melawan ketidakadilan secara bersama-sama, namun diharapkan tetap dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan konflik horizontal antar warga masyarakat. (Houget)***
Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya Rayakan Natal 2025 Dengan Meriah
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Hari Rabu dan Kamis (24-25/12/2025) saat langit Surabaya sedang cerah tanpa awan, Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya merayakan Natal tahun 2025 dengan meriah.
Acara Natal menyambut kelahiran Tuhan Yesus dimulai dari hari Rabu malam (24/12/2025) dengan Misa Malam Natal (biasa disebut Vigili Natal).
Misa malam Natal ini dilaksanakan secara bergiliran sebanyak 2 kali, yaitu Misa Vigili 1 yang dipersembahkan oleh RD Ferdinandus Eltyson Prayudi dan Misa Vigili Natal 2 yang dipersembahkan secara Konselebran oleh RD Yohanes Agus Sulistyo dan RD FX Hardi Aswinarno.
Dalam homilinya, RD Agus, Pastor Kepala Paroki, menyampaikan bahwa Natal adalah saatnya untuk berbagi dan memberikan tempat kepada mereka dan siapa saja yang membutuhkan.

“Semua orang di dunia, dimana saja, senantiasa sedang mencari tempat. Baik itu tempat bekerja, tempat buka usaha, tempat untuk berkarya, berkreasi bahkan tempat berteduh termasuk untuk tidur dan beristirahat, seperti yang dialami saudara saudara kita di Sumatera yang sedang dilanda bencana” ujar RD Agus.
Perayaan Natal tahun ini bagi umat Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya terasa istimewa, karena gereja baru saja selesai melakukan renovasi total di usianya yang ke-25 tahun.
Cuaca kota Surabaya yang cerah juga mendukung perayaan Natal tahun ini, sehingga suasana Misa Kudus yang sederhana menjadi cukup meriah dengan banyaknya umat yang datang.
Saat ditemui awak media, panitia mengatakan saat Misa Vigili 1 umat yang mengikuti misa ada sebanyak 1.970 orang, sedangkan saat Misa Vigili 2 dihadiri oleh umat sebanyak 880 orang.
Umat Katolik akan melanjutkan perayaan Natal dengan Misa Natal pada 25 Desember, yang merupakan Misa sukacita dan biasanya sebagian besar dihadiri oleh anak-anak dan keluarga. (Houget**)