Pancasila Tak Tergantikan dan Landasan Fundamental Persatuan Bangsa
WARTAPENASATUJATIM | Madiun – Ratusan prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Korem 081/DSJ mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Halaman Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Rabu (1/10/2025). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang kekuatan dan keteguhan Pancasila sebagai ideologi negara.
“Peringatan ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang ingin menggulingkan pemerintahan dan menggantikan ideologi Pancasila. Namun, berkat kekuatan dan keteguhan Pancasila, peristiwa itu dapat digagalkan,” kata Kasrem 081/DSJ Letkol Inf Meina Helmi ditemui usai upacara.
Lebih dari itu, sebut Helmi, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan revolusi yang telah gugur dalam peristiwa kelam tersebut.
Sebagai dasar negara, Pamen TNI AD itu menegaskan bahwa Pancasila tidak dapat digantikan oleh ideologi apa pun. Ia menyebut, Pancasila telah menjadi landasan fundamental yang mempersatukan seluruh elemen bangsa, mulai dari suku, agama, adat istiadat, hingga budaya.
“Sebagai ideologi negara, Pancasila tidak tergantikan dan telah menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Helmi pun menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila mencerminkan jati diri bangsa Indonesia dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Mengingat pentingnya nilai-nilai luhur tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menanamkan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila demi semakin kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Korem 084/Bhaskara Jaya Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Korem 084/Bhaskara Jaya menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Makorem 084/BJ, Jl. Ahmad Yani No. 1 Surabaya, pada Rabu (1/10/2025). Upacara ini dipimpin oleh Kepala Seksi Personel (Kasi Pers) Kasrem 084/BJ, Kolonel Inf Adhe Hansen, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Kolonel Inf Adhe Hansen menekankan pentingnya peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sebagai momen mengenang sejarah, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperkuat ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus tertanam dalam pikiran, perilaku, dan jiwa seluruh bangsa Indonesia. Tema tahun ini, ‘Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Jaya’, mencerminkan semangat tersebut,” tegasnya.
Kolonel Inf Adhe Hansen juga menambahkan bahwa peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh prajurit TNI dan ASN untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Upacara tersebut dihadiri oleh Kasiren Korem 084/BJ, para Kepala Seksi (Kasi) Korem 084/BJ, para Komandan Balak Aju (Kabalak) Korem, seluruh perwira, prajurit Korem 084/BJ, Kodim 0830/Surabaya Utara, serta ASN jajaran Korem.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Polda Jatim Pastikan Penangkapan Aktivis Paul Sesuai Prosedur, Isu Penyiksaan Dibantah
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur membantah isu miring terkait penangkapan aktivis Muhammad Fakhrurrozi alias Paul.
Melalui klarifikasi resmi, Kabidpropam Polda Jatim Kombes Pol Iman Setiawan, S.I.K didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan seluruh tahapan penangkapan hingga pemeriksaan telah dilakukan sesuai prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku.
Kombes Pol Iman menjelaskan, penangkapan terhadap Paul bukanlah tindakan sewenang-wenang, melainkan tindak lanjut dari laporan Polisi di Kediri Kota.
“Penangkapan Sdr. Muhammad Fakhrurrozi alias Paul dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/17/IX/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES KEDIRI KOTA/POLDA JATIM, setelah melalui gelar perkara pada 26 September 2025 yang menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Kombes Pol Imam, Selasa (30/9/2025).
Penangkapan dilakukan tim Ditreskrimum Polda Jatim pada Sabtu (27/9) sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Sleman, DIY. Proses itu disaksikan langsung Ketua RT dan Ketua RW.
“Petugas juga menunjukkan surat perintah penangkapan dan penggeledahan. Jadi prosedurnya jelas dan sah,” tambah Kombes Imam.
Setelah penangkapan, penyidik segera menghubungi keluarga Paul melalui sambungan video call WhatsApp dengan kakaknya, Nurul Fahmi, di Batam.
“Ada bukti screenshot percakapan dan video call pukul 16.53 WIB sebagai bukti bahwa keluarga diberitahu,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan di Polda Jatim, Paul didampingi penasihat hukum dari YLBHI Surabaya, yaitu Habibus Shalihin dan Fahmi Ar diyanto.
Pemeriksaan sempat dihentikan pada pukul 00.35 WIB untuk memberi pelayanan kesehatan oleh tim medis RS Bhayangkara Surabaya, sebelum dilanjutkan kembali pukul 01.00 WIB.
“Jadi pendampingan hukum dan pemeriksaan kesehatan juga kami berikan,” tegas Kombes Imam.
Lebih lanjut, status tersangka Paul juga langsung disampaikan kepada adik kandungnya, Al Hilal Muzakkir, yang hadir di Mapolda Jatim.
“Bukti tanda terima pemberitahuan juga dilampirkan dalam laporan,” tambahnya.
Selain soal penangkapan Paul, Bidpropam Polda Jatim juga menanggapi isu dugaan penyiksaan, kekerasan seksual, hingga penghalangan akses LBH dalam pengamanan unjuk rasa di Surabaya akhir Agustus 2025.
“Berdasarkan penyelidikan, tidak ada bukti adanya penyiksaan maupun pelanggaran yang dituduhkan. Anggota Polri telah bertindak sesuai SOP,” tegas Kombes Pol Imam.
Selama periode 29–31 Agustus 2025, Polrestabes Surabaya mengamankan 320 orang yang diduga terlibat kericuhan.
Rinciannya, 121 orang dewasa dan 199 anak-anak, seluruhnya laki-laki. Dari jumlah itu, 282 orang dipulangkan karena tidak terbukti, sedangkan 38 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Kabid Propam Polda Jatim mengatakan sebanyak 31 orang ditangani Satreskrim, sedangkan 7 orang lainnya dilimpahkan ke Satresnarkoba.
“Pasal yang dikenakan mulai dari Pasal 406, 363, 212, 187, 170, 160 KUHP, hingga UU Darurat No. 12 Tahun 1951,” papar Kombes Imam.
Menurutnya, proses pemulangan ratusan demonstran yang tidak terbukti melakukan pelanggaran bahkan dilakukan secara terbuka dan disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, keluarga, serta perwakilan LBH.
“Ini membuktikan akses keluarga maupun LBH tetap terbuka. Tidak ada penutupan akses seperti yang diberitakan. Justru semua proses dijalankan transparan,” tegasnya.
Sebagai langkah transparansi, Bidpropam bersama Bidhumas Polda Jatim juga menggelar pertemuan dengan awak media di Balai Wartawan, Gedung Bidhumas Polda Jatim, Selasa (30/9/2025).
Pertemuan itu dihadiri langsung Kabidpropam dan Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Keduanya menyampaikan komitmen bahwa Polri terbuka terhadap fungsi kontrol eksternal, baik dari media maupun lembaga bantuan hukum.
Bidpropam memiliki tugas untuk mengawasi anggota agar bertindak sesuai SOP, khususnya dalam pengamanan unjuk rasa.
“Kami juga memberikan akses penuh kepada media dan LBH sebagai bentuk check and balance. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” pungkas Kombes Imam. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Polda Jatim Gandeng Pakar dari ITS Fokus Evakuasi Korban Robohnya Bangunan di Ponpes Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Polda Jawa Timur (Jatim) masih terus fokus pada penyelamatan dan evakuasi korban robohnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Personel dari beberapa satuan kerja diantaranya Biddokkes, Brimob, Samapta dan satker lainya diterjunkan untuk membantu penanganan musibah yang menimpa Ponpes ini.
Selain itu Polda Jatim juga akan menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang ahli konstruksi bangunan untuk membantu proses evakuasi agar korban dan petugas SAR gabungan yang masuk ke dalam reruntuhan dapat selamat.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto meninjau langsung lokasi reruntuhan. Pihaknya masih mengedapankan proses evakuasi para korban.
“Saya pastikan dulu untuk penyelamatan korban dulu ya. Itu kita fokus itu dulu. Karena masih ada beberapa korban yang masih perlu dievakuasi,” kata Irjen Nanang, Selasa (30/9/2025).
Tim Inafis Polda Jatim dan petugas gabungan tak mau gegabah dalam proses penanganan ini karena bangunan mushala tersebut masih berpotensi mengalami goncangan susulan.
“Kita juga lihat kan kondisinya. Dan ini harus kita pastikan dengan ahlinya ya dari ITS ya. Jangan sampai nanti membahayakan petugas yang akan melakukan evakuasi,” ungkap Irjen Nanang.
Oleh sebab itu, meski Dua ekskavator disiagakan sejak Senin malam, hingga saat ini belum difungsikan mengingat getarannya dapat berpotensi menimbulkan goncangan yang dapat meruntuhkan puing bangunan.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan Polda Jatim dan SAR gabungan menggunakan alat-alat tertentu yang lebih memungkinkan untuk melakukan penyelamatan terhadap para korban.
“Saat ini fokus pada evakuasi dan penyelamatan korban termasuk personel yang kita libatkan untuk menangani musibah ini,” pungkas Kombes Abast.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Polda Jatim Dirikan Dapur Lapangan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Hingga Selasa (30/9/2025), personel Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo dari berbagai kesatuan disiagakan di lokasi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Puluhan personel tersebut ditugaskan membantu proses evakuasi terhadap korban yang masih terjebak reruntuhan, pengamanan area ponpes, hingga berbagai pelayanan terhadap masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Jules Abraham Abast menegaskan, Polda Jatim saat ini tetap fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan korban.
“Personel kepolisian bersama tim gabungan terus fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan korban dan faktor keamanan,” kata Kombes Pol Abast, Selasa (30/9/25).
Kabid Humas Polda Jatim juga mengatakan bahwa Polda Jatim telah mendirikan Posko di lokasi Pondok Pesantren Al Khoziny.
“Ada tim DVI, Dokkes, Sat Brimob Polda Jatim yang juga menyediakan kendaraan dapur lapangan untuk menyiapkan konsumsi bagi para relawan dan masyarakat,”terang Kombes Pol Abast.
Selain itu anggota Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas dari Polresta Sidoarjo juga dilibatkan untuk membantu kelancaran proses penanganan di lokasi.
Hingga berita ini ditulis, korban yang dinyatakan meninggal dunia yang berhasil dievakuasi ada 3 orang santri.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Jawa Timur: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 30 September 2025 – Masyarakat Sumenep, Jawa Timur, dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 pada Selasa malam ini. Gempa yang terjadi pada pukul 23.49 WIB ini sempat membuat panik warga, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan catatan BMKG, pusat gempa berada pada kedalaman 11 kilometer, dengan titik koordinat 7.25 Lintang Selatan dan 114.22 Bujur Timur. “Lokasi gempa 50 Km Tenggara Sumenep – Jawa Timur,” tulis keterangan resmi BMKG.
Guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat di wilayah Sumenep dan sekitarnya. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun di luar ruangan merasakan getaran yang cukup signifikan. Beberapa warga bahkan dilaporkan keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan koordinasi untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan situasi gempa.
Dalam pernyataannya, BMKG menekankan bahwa dalam beberapa menit pertama setelah gempa terjadi, parameter gempa dapat berubah dan belum tentu akurat, kecuali telah dianalisis ulang oleh seismolog. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi dari BMKG.
Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan menjauhi pantai untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemerintah daerah setempat juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan pasca gempa. Tim SAR dan relawan disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Semoga masyarakat Sumenep dan sekitarnya tetap diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Mari kita bersama-sama berdoa agar tidak terjadi gempa susulan dan situasi dapat segera kembali normal.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Sarasehan dan Nonton Bareng Bersama Gus Fawait Untuk Kawal Sukses Program MBG Serta Konsolidasi Kader
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (PD TIDAR) Jawa Timur menggelar Sarasehan dan Nonton Bareng (Nobar) untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas kader, dan memantapkan komitmen mendukung program prioritas nasional.
Sarasehan diselenggarakan Java Cup Jalan Gentengkali Surabaya, sedangkan Nonton Bareng (Nobar) di XXI Tunjungan Plaza Surabaya
Sarasehan ini merupakan wadah diskusi, saling bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman bagi pengurus serta anggota PD TIDAR Jatim. Suasana santai dan akrab mewarnai pembahasan berbagai isu aktual dan strategis, mulai dari perkembangan organisasi, tantangan, hingga program kerja mendatang.
Para kader menunjukkan antusiasme tinggi, ide-ide konstruktif bermunculan, serta semangat kebersamaan untuk memajukan organisasi. Sesi ini juga memperkuat pemahaman ideologi dan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Setelah acara Sarasehan usai, dilanjutkan dengan Nobar di XXI Tunjungan Plaza Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen relaksasi, hiburan, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar kader TIDAR Jatim.
Film yang ditonton bersama diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi dalam menjalankan tugas.
Nobar bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana mempererat hubungan personal antar kader. Suasana informal memungkinkan mereka saling mengenal lebih dekat, berbagi cerita, dan membangun jaringan yang kuat, sehingga meningkatkan soliditas dan kekompakan organisasi.
Ketua PD TIDAR Jatim, H. Muhammad Fawait, SE, MSc yang akrab disapa Gus Fawait ini menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan membina dan mengembangkan potensi kader TIDAR Jatim.
Ia berharap, para kader semakin termotivasi berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan soliditas antar kader TIDAR Jawa Timur. Kami juga berharap, para kader dapat semakin termotivasi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.
Gus Fawait juga menekankan komitmen PD TIDAR Jatim dalam mengawal dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional.
“Salah satu yang kami tekankan adalah program MBG. Saya bersama kader Tidar Jatim berkomitmen penuh mengawal dan menyukseskan program MBG,” tegasnya.
Gus Fawait sekaligus menjabat Bupati Jember menegaskan bahwa MBG sangat dinantikan masyarakat. Ia sering menerima pertanyaan dari warga soal kapan program ini dapat dinikmati.
“Setiap saya kunjungan, banyak warga yang menagih ke saya soal kapan mereka dapat MBG. Meski belakangan ada kabar miring soal temuan MBG, tapi kita harus melihat mayoritas publik bahwa mereka menunggu MBG,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa siswa-siswi yang sudah menerima MBG merasa senang dan berharap program ini terus berlanjut.
Gus Fawait berkomitmen untuk terus mengawal program MBG, baik sebagai Bupati Jember maupun Ketua Tidar PD Jatim. Ia meyakini MBG terbukti nyata menggerakkan ekonomi masyarakat hingga pelosok.
“Sampai pelosok sangat terasa dampak perputaran ekonomi dengan adanya MBG. Tentu sebuah program yang baru berjalan sekitar 9 bulan pasti belum sempurna, tapi kami di daerah akan berjuang keras untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan MBG di masyarakat,” terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait juga menerima berbagai aspirasi dari para kader dan memastikan bahwa Tidar Jatim akan semakin masif turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan.
“Hari ini kami diskusi sejak pagi sampai malam, bahkan tadi siang kita sempatkan nonton bareng sebagai upaya mendukung perfilman nasional dan mempererat pengurus,” tegasnya.
“Kami diskusi sumbangsih anak muda Tidar terhadap pembangunan di Jawa Timur dan Indonesia. Tidar akan menyukseskan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo,” tandasnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.***
Dandim 0827/Sumenep Dukung Sekolah Rakyat Terintegrasi 49, 96 Siswa Mulai MPLS
WARTAPENASATUJATIM | Sumenep – Sekolah Rakyat Terintegrasi 49 di Kabupaten Sumenep, yang berlokasi di SKD Batuan, resmi beroperasi pada Senin (30/9/2025). Sebanyak 96 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung hingga 13 Oktober 2025.
Dari jumlah tersebut, 50 siswa menempuh pendidikan di jenjang SMP, sementara 46 siswa lainnya duduk di tingkat SD. Launching sekolah rakyat ini diresmikan langsung oleh Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H.
Sekolah rakyat ini mengusung konsep pendekatan Multi-Entry Multi-Exit (MEME). Dengan pendekatan MEME, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga terintegrasi dengan pola kehidupan sehari-hari.
Aktivitas siswa dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan salat tahajud, salat subuh, mengaji, dan senam pagi. Setelah sarapan dan bersih-bersih, kegiatan belajar berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Sore hingga malam, siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, makan malam, refleksi, tambahan pelajaran, dan wajib tidur pukul 21.00 WIB. Sistem asrama diterapkan dengan fasilitas makan tiga kali sehari dan snack dua kali.
Dandim 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan Kodim Sumenep akan berkolaborasi dengan Pemkab serta instansi terkait dalam mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Kami siap mendukung aktivitas sekolah rakyat, baik dalam hal wawasan kebangsaan maupun kegiatan penunjang lain seperti senam pagi,” kata Dandim usai launching.
Ia menambahkan, keberadaan sekolah rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan.
“Harapannya, angka putus sekolah bisa ditekan sehingga indeks pembangunan sumber daya manusia semakin meningkat,” tegasnya.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Cepat Dekat dan Bersahabat Ditpolairud Polda Jatim Gelar Perpustakaan dan Klinik Terapung
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Satu lagi upaya pelayanan kepada masyarakat yang cepat dekat dan bersahabat dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur.
Upaya itu adalah dengan melaksanakan program rutin Perpustakaan dan Klinik Terapung di wilayah alur pelayaran Timur dan Barat Surabaya yang meliputi Gresik dan Madura.
Dir Polairud Polda Jatim melalui Kasubdit Patroli Ditpolairud AKBP Rochmad Slamet SH mengatakan, program tersebut dalam rangka mendukung peningkatan literasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir.
Adapun Perpustakaan dan Klinik Terapung itu dilaksanakan di sela-sela kegiatan patroli rutin Direktorat Polairud Polda Jatim.
Kasubdit Patroli pada Ditpolairud Polda Jatim itu juga mengatakan, untuk program Klinik Terapung diagendakan 2 kali seminggu dan Perpustakaan Terapung 4 sampai 5 kali seminggu.
“Kegiatan ini adalah bagian wujud komitmen Ditpolairud Polda Jatim dalam melayani masyarakat nelayan dengan lebih cepat,dekat dan bersahabat,” kata AKBP Rochmad
Menurut AKBP Rochmad pendekatan humanis melalui pelayanan kesehatan dan literasi menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.
Sementara itu Kasi Patwal Subdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim Kompol Fatmar mengatakan untuk mendukung kegiatan tersebut pihaknya menggunakan Kapal Brantas Tipe C1.
“Kami gunakan kapal Brantas Tipe C1 dengan dukungan 7 ABK yang terdiri dari komandan kapal, juru mudi, perwira mesin, dan ABK lainnya,” terang Kompol Fatmar.
Masih kata Kompol Fatmar sasaran kegiatan Perpustakaan Terapung adalah anak-anak yang masih pelajar.
“Mereka kita bawakan buku pengetahuan untuk literasi baik tentang pengetahuan umum maupun akademik,” ujarnya.
Program Klinik dan Perpustakaan Terapung ini menjadi wujud nyata kepedulian Polairud Polda Jatim terhadap masyarakat pesisir yang kerap mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan dan literasi.
Dengan hadir langsung ke tengah-tengah kehidupan nelayan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun wawasan pengetahuan.
“Ke depan, Ditpolairud Polda Jatim berkomitmen untuk terus melanjutkan program ini secara berkesinambungan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, Klinik dan Perpustakaan Terapung diharapkan mampu menjadi salah satu inovasi yang berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Jawa Timur.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Polda Jatim Kembalikan Buku Sitaan yang Tidak Terkait dengan Tindak Pidana
WARTAPENASATUJATIM | POLDA JATIM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama Polres jajaran mengembalikan sebanyak 39 buku yang sebelumnya sempat disita dari para pelaku kerusuhan, yang dilakukan proses penyidikan. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, pada Senin (29/9/2025).
Total ada 39 buku yang dikembalikan. Rinciannya, 21 buku kepada tersangka MF alias P, lima buku kepada tersangka AR, dua buku kepada tersangka AFY, dan 11 buku kepada tersangka GLM.
Menurutnya, pengembalian barang sitaan tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan evaluasi mendalam terhadap barang bukti, termasuk buku-buku yang semula diamankan.
Dari hasil penyidikan, penyidik menyimpulkan bahwa buku-buku tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan tindak pidana yang diduga dilakukan para tersangka.
“Berdasarkan Pasal 46 ayat 1 huruf a KUHAP, barang sitaan yang tidak berkaitan dengan tindak pidana wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Hal inilah yang mendasari keputusan penyidik untuk mengembalikan buku-buku tersebut,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Jatim juga menjelaskan alasan awal penyitaan buku. Ia mengatakan bahwa dalam proses penyidikan, penyidik membutuhkan barang bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP dan Pasal 39 ayat 1 huruf e KUHAP.
Karena itu, barang-barang yang diduga memiliki kaitan dengan tindak pidana harus disita terlebih dahulu untuk kemudian dianalisis.
Namun setelah dilakukan pendalaman, penyidik menyimpulkan buku-buku itu tidak berhubungan langsung dengan tindak pidana.
“Jadi secara keseluruhan perlu saya tegaskan bahwa keseluruhan buku yang disita sudah dikembalikan. Jadi dilakukan pengembalian, dan tidak ada lagi penyitaan. Hari ini per tanggal 29 September 2025 telah dikembalikan keseluruhannya kepada pihak tersangka maupun keluarga,” pungkasnya. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan