Polres Blitar Pantau Pangkalan LPG, Antisipasi Kelangkaan Gas Melon di Bulan Ramadan
WARTAPENASATUJATIM | BLITAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Polda Jatim melaksanakan pengecekan sejumlah pangkalan LPG di wilayah Kabupaten Blitar pada Minggu (22/2/2026).
Kegiatan ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kelangkaan serta memastikan distribusi LPG 3 Kg bersubsidi (Gas Melon) tetap aman dan tepat sasaran, khususnya di bulan Ramadan.
Kapolres Blitar, AKBP Rivanda, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Margono Suhendra, S.T.K., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan bersama anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Blitar Polda Jatim di sejumlah pangkalan LPG.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap stok LPG, harga jual, serta mekanisme pendistribusian kepada masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan,AKP Margono mengatakan terjadi peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg oleh masyarakat selama bulan Ramadan.
“Peningkatan kebutuhan ini merupakan hal yang wajar setiap memasuki bulan Ramadan. Kami ingin memastikan ketersediaan stok tetap aman dan tidak terjadi penyimpangan distribusi,” ujar AKP Margono Suhendra.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Blitar Polda Jatim berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar.
Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan diterbitkannya surat edaran Nomor: B/510/XXX/409.29.3/2026 tanggal 12 Februari 2026 tentang rencana penambahan kuota LPG 3 Kg fakultatif.
Diharapkan dengan adanya penambahan kuota tersebut, kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di wilayah Kabupaten Blitar.
Satreskrim Polres Blitar Polda Jatim juga mengimbau kepada seluruh pemilik pangkalan agar tidak melakukan penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tentu tindakan tegas akan kami lakukan jika terbukti ada penimbunan maupun penjualan di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. (Bgn)***
Jembatan Permanen Dibangun, Warga Desa Krisik di Blitar Tak Perlu Lagi Waswas
WARTAPENASATUJATIM | Blitar – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0808/Blitar yang dilaksanakan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu sasaran pokok.
Dalam pengerjaan jembatan tersebut, para prajurit TNI bersama warga setempat saling bergotong royong dan bahu-membahu dalam setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam pembangunannya.
Pembangunan jembatan ini dinilai sangat mendesak, mengingat kondisi sebelumnya yang hanya berupa sesek atau anyaman bambu. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.
“Jembatan sebelumnya hanya berupa sesek atau bambu, sehingga sangat rawan untuk dilintasi. Apalagi saat hujan turun, permukaannya menjadi licin dan berbahaya bagi warga,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, Minggu (22/2/2026).
Sebagai akses vital penghubung antar dusun, keberadaan jembatan permanen diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat.
“Jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan Dusun Barurejo dan Dusun Sumber. Setiap hari banyak warga, termasuk anak-anak sekolah yang melintasinya. Jika dibangun permanen, tentu akan sangat membantu,” jelasnya.
Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan tersebut.
“Yang terpenting warga tak perlu lagi waswas, karena keselamatannya akan lebih terjamin apabila jembatan sudah dibangun secara permanen,” ujarnya.
Mengingat pentingnya akses tersebut, Danrem berharap proses pembangunan dapat selesai tepat waktu dan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat secara luas.
Selain pembangunan jembatan, TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar juga melaksanakan sasaran fisik lainnya berupa rabat jalan sepanjang 1.087 meter serta pembangunan tujuh unit gorong-gorong.
Untuk memperluas dampak program TMMD, berbagai program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) juga turut dilakukan. Mulai dari TNI AD Manunggal Air di 5 titik, rehabilitasi 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan 15 unit jamban, penguatan ketahanan pangan seluas satu hektare, pemberian 100 paket makanan tambahan untuk penanganan stunting, penghijauan, serta pembersihan lingkungan.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-127 di Desa Krisik juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti pembagian paket sembako, layanan pengobatan gratis, donor darah, pasar murah, pameran UMKM, sunatan massal, pelayanan Posyandu dan imunisasi, serta program KB Kesehatan. (Bgn)***
Di HUT KSPSI-Harpekindo, Kapolri Tekankan Perkuat Sinergitas hingga Dukung Hak Buruh
WARTAPENASATUJATIM | Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara tasyakuran HUT KSPSI ke-53 dan Hari Pekerja Indonesia (HARPEKINDO) di Pembangunan Pusdiklat, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (21/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Sigit yang juga merupakan Ketua Dewan Penasihat KSPSI menekankan soal pentingnya memperkuat sinergisitas antara Polri, elemen buruh dan seluruh lintas elemen masyarakat. Hal itu kunci utama untuk menghadapi segala dinamika situasi global yang berpotensi berdampak ke dalam negeri.
“Tentunya harapan kita ke depan sinergitas kita, kolaborasi kita juga akan terus semakin baik. Kemudian tentunya memang menghadapi situasi dinamika global yang tidak mudah karena memang dinamika global tersebut tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri,” kata Sigit.
Sigit menyebut, masing-masing negara terus bertahan menjadi lebih baik dengan mengedepankan sumber daya yang dimiliki. Situasi global, kata Sigit juga akan berdampak ke sisi ketenagakerjaan Indonesia jika tak bersatu padu menghadapinya.
Untuk mencegah terjadinya gejolak di sisi ketenagakerjaan, Sigit menyatakan, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan berbagai macam upaya agar terkait dengan masalah tersebut di Indonesia bisa dimitigasi.
“Bapak Presiden ke depan tentunya akan terus mendorong di dalam program Asta Citanya untuk terus mendorong berbagai program prioritas strategis. Antara lain bagaimana beliau mendorong hilirisasi dan salah satu yang akan dilaksanakan adalah beliau akan segera melaksanakan dan mendorong pembangunan 18 industri strategis,” ujar Sigit.
“Dan harapannya ini juga tentunya membuka lapangan pekerjaan yang baru,” tambah Sigit menekankan.
Lebih dalam, Sigit menyebut, sinergisitas ini akan menjadi jawaban untuk menciptakan iklim investasi yang sejuk. “Oleh karena itu tentunya perlu adanya kolaborasi antara pengusaha dan rekan-rekan serikat sehingga di satu sisi mereka mau berinvestasi, mereka mau mengembangkan usahanya,” ucap Sigit.
Namun, Sigit juga menegaskan bahwa, Polri bakal terus berkomitmen untuk terus mendukung seluruh perjuangan buruh untuk mendapatkan haknya.
“Di sisi lain lain juga mereka tetap harus memperhatikan hak-hak dari para pekerja, hak-hak dari buruh. Keseimbangan ini yang tentunya harus kita jaga. Rekan-rekan buruh harus tetap terus memperjuangkan namun melalui koridor aturan yang benar,” ucap Sigit.
Lebih dalam, Sigit juga menegaskan bahwa buruh Indonesia harus terus meningkatkan keterampilan dan kemampuan. Menurutnya hal itu penting untuk menghadapi persaingan mancanegara.
“Sehingga kemudian rekan-rekan juga siap untuk bersaing dengan buruh di mancanegara. Dan kita tunjukkan bahwa buruh-buruh Indonesia juga tidak kalah profesional, tidak kalah tangguh, dan tidak kalah hebat dengan bruuh di luar,” tutup Sigit. (Bgn)***
Babinsa Balongpanggang Laksanakan Komsos dan Pendampingan Peternak Kambing di Kedungpring
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memantau kondisi perekonomian warga binaan, Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, Koptu Sugiyo, melaksanakan kegiatan pendampingan dan komunikasi sosial (komsos) dengan peternak kambing di Dusun Pilangrejo, Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. Minggu (22/2/224)
Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi langsung kandang milik Bapak Dedy Eko Priyono, salah satu peternak kambing di wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Koptu Sugiyo memberikan semangat, arahan, serta motivasi agar para peternak tetap optimis dan terus mengembangkan usahanya meskipun dihadapkan pada tantangan harga pasar.
Bapak Dedy Eko Priyono menyampaikan bahwa saat ini harga kambing di pasaran cenderung menurun, sementara kebutuhan pokok masyarakat justru mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadhan. Kondisi tersebut cukup berdampak terhadap pendapatan para peternak.
“Kami merasa prihatin dengan harga kambing di pasaran saat ini yang menurun, sementara kebutuhan rumah tangga semakin meningkat. Harapan kami ada perhatian dari pemerintah desa maupun kecamatan agar dapat membantu mendongkrak perekonomian kami,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Koptu Sugiyo menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga sebagai mitra dan pendamping warga dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk di bidang ekonomi dan peternakan.
Ia juga mendorong agar para peternak tetap menjaga kualitas ternak, kebersihan kandang, serta menjalin komunikasi dengan pemerintah desa guna mencari solusi bersama.
Sementara itu, Bapak Dedy Eko Priyono mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Babinsa.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Bapak Babinsa. Semoga terus semangat dalam menjalankan tugas mendampingi para petani maupun peternak kambing di desa binaan, khususnya di Desa Kedungpring,” tuturnya.Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara TNI dan masyarakat, sehingga setiap permasalahan yang dihadapi warga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama demi kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.(Bgn)***
KDKMP Desa Bono Tuntas 100 Persen, Percepatan Program di Tulungagung Terus Berjalan
WARTAPENASATUJATIM | Tulungagung —Pembangunan KDKMP Desa Bono, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, resmi dinyatakan selesai 100 persen dan telah terverifikasi melalui portal Agrinas, sistem pemantauan resmi progres pembangunan KDKMP. Dengan capaian ini, KDKMP Desa Bono menjadi titik keenam yang rampung dari total 271 lokasi KDKMP di wilayah Kabupaten Tulungagung, Minggu (22/02/2026).
Keberhasilan tersebut menunjukkan percepatan pelaksanaan program KDKMP di Kabupaten Tulungagung yang terus bergerak sesuai target yang telah ditetapkan. Proses verifikasi melalui Agrinas memastikan seluruh tahapan pembangunan telah memenuhi standar teknis dan administrasi yang berlaku, sehingga fasilitas siap dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya satu lagi KDKMP yang selesai dibangun di wilayah binaannya. Ia menegaskan bahwa rampungnya pembangunan ini merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang berkomitmen mendukung percepatan program pemerintah di daerah.
“Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan sesuai rencana dan hari ini kita kembali melihat satu titik KDKMP selesai. Ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus mengawal program hingga seluruh target di Kabupaten Tulungagung dapat tercapai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bono, Masfut, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas rampungnya pembangunan KDKMP di desanya. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut mampu meningkatkan aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas terealisasinya pembangunan KDKMP di desa kami. Semoga koperasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya KDKMP yang telah selesai, diharapkan implementasi program di Kabupaten Tulungagung semakin optimal dan memberikan dampak langsung bagi penguatan ekonomi desa serta pelayanan kepada masyarakat. (Bgn)***
MAKI Jatim Bagi 1000 Paket Ta’jil di Pasar Sayur Magetan
WARTAPENASATUJATIM | Magetan – Di kota Magetan, gema Ramadhan tidak hanya terdengar dari lantunan ayat suci dan doa-doa yang terucap lirih, tetapi juga dari langkah-langkah sunyi yang memilih berbagi tanpa pamrih. Pada hari ketiga bulan yang mulia, ketika cahaya senja meneteskan warna keemasan di langit, Pasar Sayur Magetan menjadi ruang perjumpaan antara iman dan kemanusiaan.
Di tempat itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat. Terdiri dari 250 paket mie goreng lengkap dengan telur dadar dan kerupuk udang, 250 paket kurma, 250 botol es sirup cocopandan dengan isian jelly, serta 250 paket jajanan tradisional. Sederhana dalam bentuk, namun agung dalam makna.
Karena dalam pandangan ruhani, berbagi bukan sekadar aktivitas sosial ia adalah ibadah yang menembus langit. Tangan yang memberi sejatinya sedang dididik untuk melepaskan. Hati yang berbagi sedang dilatih untuk tunduk. Setiap paket yang berpindah tangan adalah saksi bahwa manusia tidak hidup sendiri; ia terikat dalam jaringan takdir yang dirajut oleh kasih sayang Allah.
Ramadhan mengajarkan bahwa lapar bukan sekadar rasa di perut, melainkan jendela empati. Dahaga bukan sekadar kekeringan tenggorokan, melainkan jalan memahami penderitaan sesama. Dalam kesadaran makrifat, manusia menyadari bahwa dirinya faqir di hadapan Allah, dan karena itu ia belajar menjadi dermawan kepada sesama.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Namun hakikat syukur bukan hanya pada ucapan, melainkan pada pengakuan batin bahwa kesempatan memberi pun adalah karunia. Allah yang menggerakkan hati, Allah yang melapangkan rezeki, dan Allah pula yang mempertemukan pemberi dan penerima dalam satu momen yang telah tertulis di Lauhul Mahfuz.
Sebagai lembaga yang konsisten menyuarakan integritas dan keadilan, MAKI memahami bahwa Ramadhan bukan hanya momentum berbagi, tetapi juga momentum membersihkan jiwa. Sebab korupsi tidak lahir dari kekurangan harta, melainkan dari kekosongan ruhani. Ketika hati jauh dari muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Mengawasi maka nafsu mudah mengambil alih.
Di sinilah nilai humanisme Ilahiah menemukan bentuknya. Bahwa membangun masyarakat yang bersih bukan hanya soal hukum dan aturan, tetapi juga soal hati yang hidup. Integritas yang sejati tumbuh dari ketakwaan; dari keyakinan bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban, dan setiap perbuatan sekecil apa pun tercatat dengan sempurna.
Menjelang adzan Maghrib, wajah-wajah yang menerima ta’jil memancarkan syukur yang jernih. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya makanan pembuka puasa. Namun bagi mata hati, itu adalah tanda bahwa rahmat Allah bekerja melalui manusia-manusia yang bersedia menjadi perantara kebaikan.
Karena pada akhirnya, yang sampai kepada Allah bukanlah angka seribu, bukan pula kemeriahan kegiatan, melainkan ketulusan niat yang tersembunyi dalam dada.
Ramadhan adalah jalan kembali, kembali kepada fitrah, kepada kesadaran bahwa kita hanyalah hamba.
Dan setiap tangan yang terulur dengan ikhlas adalah jembatan menuju cahaya ridha-Nya. (Bgn)***Dorong Peningkatan Kualitas Hasil Panen, Koptu Sugiyo Sambangi Lahan Sawah Petani Binaan
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, Koptu Sugiyo, melaksanakan kegiatan anjangsana ke lahan persawahan milik Bapak Slamet di Dusun Grabakan, Desa Dohoagung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Sabtu (21/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi persawahan Dusun Grabakan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi serta arahan kepada pemilik lahan agar semakin optimal dalam mengelola pertanian, khususnya tanaman padi. Dalam kunjungannya, Koptu Sugiyo berdialog langsung dengan Bapak Slamet selaku pemilik lahan guna membahas proses budidaya padi mulai dari tahap awal tanam hingga masa panen.
Babinsa menekankan pentingnya penggunaan bibit padi yang berkualitas serta perawatan tanaman yang maksimal sejak awal tanam. Menurutnya, pemilihan bibit unggul dan pola perawatan yang tepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas serta mutu hasil panen.
“Dalam mengelola lahan, khususnya tanaman padi, perlu memperhatikan kualitas bibit dan perawatan secara berkelanjutan dari awal tanam sampai panen agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan berkualitas baik,” ujar Koptu Sugiyo di sela-sela kegiatan.
Selain memberikan motivasi kepada petani, Babinsa juga mengingatkan operator alat pemanen padi (kombinasi/kombi) agar selalu bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal tersebut penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun kerugian hasil panen akibat kesalahan teknis di lapangan.
Koptu Sugiyo menambahkan bahwa kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang rutin dilakukan guna mendukung para petani agar lebih semangat dan giat dalam bertani.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk memotivasi para petani supaya lebih giat dan bersemangat dalam bercocok tanam sehingga memperoleh hasil yang memuaskan,” ungkapnya.
Dengan kegiatan tersebut, masyarakat menyambut baik kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pertanian. Menurutnya, mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya pendampingan serta arahan yang diberikan. Harapannya kegiatan serupa terus dilakukan guna mendorong peningkatan hasil pertanian di wilayah Balongpanggang. (Bgn)***
Polresta Sidoarjo Raih Presisi Award dari Lemkapi
WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) kembali mengapresiasi kerja keras Polresta Sidoarjo Polda Jatim beserta jajarannya dalam upaya masif memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Penghargaan Presisi Award tersebut diberikan Direktur Eksekutif Lemkapi Dr. Edi Saputra Hasibuan kepada Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Dr. Christian Tobing di Mako Polresta Sidoarjo pada Rabu (18/2/26) yang lalu.
Direktur Eksekutif Lemkapi menilai Polresta Sidoarjo Polda Jatim juga gencar membangun SPPG guna mensukseskan program pemerintah dalam hal ini pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lemkapi menilai kerja keras Polresta Sidoarjo Polda Jatim sebagai wujud implementasi program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam mewujudkan Polri yang Prediktif,Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan.
Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengungkapkan penghargaan yang diterimanya dari Lemkapi beberapa hari yang lalu itu, bukan hanya sekedar wujud apresiasi namun menjadikan motivasi untuk Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam meningkatkan kinerja.
“Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak termasuk masyarakat yang mendukung penuh terhadap upaya Polresta Sidoarjo dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, ” ungkapnya, Jumat (20/2/26).
Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing juga menyatakan akan terus melakukan upaya-upaya masif, untuk mendukung tujuan nyata dari keberadaan SPPG dalam pemenuhan MBG sesuai program Presiden.
“Masih banyak yang harus kami lakukan ke depan, karenanya kami harap doa dan dukungan dari masyarakat serta berbagai pihak guna peningkatan pelayanan publik sebaik mungkin,”pungkasnya. (Bgn)***
Gerakan Nasional ASRI: Polrestabes Surabaya Bersihkan Kawasan Jembatan Merah
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam melaksanakan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Kali ini melalui aksi nyata puluhan personel Polrestabes Surabaya bersama pemerintah Kota Surabaya melakukan pembersihan aliran kali di kawasan Jembatan Merah, Jumat (20/2/26).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri sebagai bentuk implementasi gerakan nasional yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun budaya kerja yang tertib, sehat, dan profesional di lingkungan kepolisian.
Hadir langsung dalam kegiatan ini Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Wakapolrestabes, para pejabat utama, anggota Polrestabes Surabaya, serta jajaran Pemerintah Kota Surabaya yang bersama-sama turun ke lapangan membersihkan aliran sungai.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menegaskan bahwa Gerakan Nasional ASRI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun karakter institusi yang humanis dan berorientasi pelayanan.
Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam menjaga lingkungan.
Ia menyampaikan bahwa lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah mencerminkan kedisiplinan serta kesungguhan personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan. Ketika lingkungan kerja tertata dengan baik, hal itu akan berbanding lurus dengan kualitas pelayanan publik yang diberikan,” ungkapnya.
Gerakan ini juga menjadi momentum penguatan nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tubuh Polrestabes Surabaya.
Melalui kegiatan tersebut, tercipta sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kota yang nyaman, sehat, dan layak huni.
Aksi bersih kali di kawasan Jembatan Merah menjadi simbol bahwa pelayanan kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya menjaga kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan semangat Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Polrestabes Surabaya berharap budaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperkuat citra Polri sebagai institusi yang tidak hanya responsif terhadap keamanan, tetapi juga peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. (Bgn)***
MAKI Jatim Bagi Seribu Ta’jil, Sejuta Cahaya: Jejak Cinta Menuju Ridha Allah
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Pada hari kedua bulan suci Ramadhan, ketika matahari condong ke barat dan langit Kota Surabaya berpendar keemasan, suasana di Jalan A. Yani, tepat di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, menjadi saksi bagi sebuah gerak sunyi yang berakar pada iman.
Di sana, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat. Terdiri dari 250 paket donat dan aneka gorengan, 250 paket kurma, 250 mangkuk kolak gula merah bersantan lengkap dengan ubi, pohong, dan pisang, serta 250 paket jajanan tradisional semuanya berpindah tangan dengan senyum yang teduh dan doa yang lirih.
Namun bagi hati yang menempuh jalan makrifat, Ramadhan bukanlah peristiwa sosial semata.
Ia adalah mi‘raj batin, pendakian ruh menuju kesadaran terdalam bahwa tiada daya dan upaya selain dari Allah.
Lapar dan dahaga hanyalah pintu; di baliknya ada penyadaran bahwa manusia pada hakikatnya faqir miskin di hadapan Yang Maha Kaya.
Dalam pandangan ruhani, memberi bukan sekadar memindahkan makanan dari satu tangan ke tangan lain.
Memberi adalah melepaskan sebagian keterikatan dunia yang selama ini diam-diam membelenggu jiwa.
Setiap paket ta’jil yang dibagikan sejatinya adalah latihan fana mengikis rasa memiliki, menumbuhkan kesadaran bahwa semua yang ada hanyalah titipan.
Ramadhan mendidik manusia untuk menyelami muraqabah: merasa diawasi oleh Allah dalam setiap gerak dan niat.
Ketika tangan terulur untuk berbagi, hati diajak untuk jujur kepada dirinya sendiri apakah ini karena pujian, atau karena cinta kepada-Nya?
Di situlah makrifat diuji, bukan dalam keramaian, melainkan dalam keheningan niat.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud syukur dan penghayatan nilai Ramadhan.
Tetapi lebih dalam dari itu, syukur sejati adalah menyadari bahwa kesempatan memberi pun adalah karunia.
Allah-lah yang menggerakkan hati, Allah-lah yang mempertemukan tangan pemberi dan penerima dalam satu takdir yang indah.
Bagi MAKI, yang dikenal konsisten menyuarakan integritas dan keadilan, Ramadhan adalah cermin untuk membersihkan batin.
Sebab korupsi bukan semata pelanggaran hukum; ia berakar pada penyakit hati pada jiwa yang tak pernah merasa cukup, pada hati yang lupa bahwa Allah Maha Melihat bahkan bisikan paling tersembunyi.
Makrifat menuntun manusia memahami bahwa amanah bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan perjanjian ruhani.
Setiap jabatan akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap rupiah akan ditanya dari mana datang dan ke mana pergi.
Kesadaran inilah yang melahirkan integritas yang sejati integritas yang tumbuh bukan karena takut kepada manusia, tetapi karena takut kehilangan ridha-Nya.
Menjelang azan Maghrib, di antara deru kendaraan dan hembusan angin senja, wajah-wajah yang menerima ta’jil memancarkan rasa syukur sederhana.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sekantong makanan. Namun bagi yang menatap dengan mata hati, itu adalah tanda bahwa rahmat Allah selalu menemukan jalannya melalui tangan-tangan yang bersedia menjadi perantara.
Pada akhirnya, yang sampai kepada Allah bukanlah jumlah paket yang dibagikan, melainkan kejernihan niat dan ketulusan hati.
Ramadhan adalah jalan pulang jalan kembali kepada fitrah, kepada kesadaran bahwa kita hanyalah hamba.
Dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas, sekecil apa pun, adalah satu langkah sunyi menuju cahaya-Nya. (Bgn)***