• Uncategorized

    ARTOTEL Cabin Bromo Hotel Hadirkan “A Wishful Ramadan”, Sebuah Pengalaman Iftar Istimewa Di Kaki Gunung Bromo

    WARTAPENASATUJATIM | Jatim Bersinar – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, ARTOTEL Cabin Bromo menghadirkan program berbuka puasa spesial bertajuk “A Wishful Ramadan”, sebuah A Heavenly Iftar Experience dengan konsep open buffet all you can eat yang dapat dinikmati setiap hari di suasana sejuk dan eksotis kaki Gunung Bromo.

    Program A Wishful Ramadan akan berlangsung mulai 19 Februari 2026 hingga 20 Maret 2026, menyajikan beragam hidangan khas Ramadan dan Nusantara yang dirancang untuk menghadirkan momen berbuka puasa yang hangat dan penuh kebersamaan bersama keluarga, kolega, maupun komunitas.

    Sebagai penawaran menarik, ARTOTEL Cabin Bromo memberikan harga promo Early Bird dengan periode reservasi 18 hingga 28 Februari 2026.

    Tidak hanya menghadirkan pengalaman berbuka puasa, ARTOTEL Cabin Bromo juga menyediakan aktivitas ngabuburit di area Garden yang dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun warga sekitar.

    Pada sore hari, area Garden disulap menjadi ruang bersantai yang hangat dengan beragam permainan seru serta aneka jajanan dan takjil dengan harga sangat terjangkau.

    Pengunjung dapat menikmati momen bersantai dan berburu takjil sembari menyaksikan keindahan sunset khas Bromo dalam suasana yang nyaman dan ramah keluarga.

    Selain itu, ARTOTEL Cabin Bromo juga menghadirkan promo spesial bagi masyarakat Probolinggo.

    Dengan menunjukkan KTP Probolinggo, tamu berhak mendapatkan penawaran dengan harga dan diskon khusus, sebagai bentuk apresiasi bagi warga lokal.

    Saat ditemui oleh awak media, Sugiono Turwibowo selaku General Manager ARTOTEL Cabin Bromo mengatakan, “Melalui A Wishful Ramadan, kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan yang lengkap mulai dari ngabuburit yang hangat hingga berbuka puasa yang istimewa di tengah keindahan alam Bromo”.

    Lebih lanjut Sugiono berharap program ini dapat menjadi pilihan utama masyarakat untuk menikmati Ramadan dengan suasana yang berbeda, berkesan, dan penuh kebersamaan.

    Dengan konsep open buffet setiap hari (Syarat dan Ketentuan Berlaku), aktivitas ngabuburit yang ramah keluarga, pemandangan alam pegunungan, serta sentuhan modern khas ARTOTEL, A Wishful Ramadan menjadi destinasi Ramadan yang ideal di kawasan Bromo. (Houget)***

  • Militer

    Kodam V/Brawijaya Gelar Sidang Pemilihan Calon Bintara PK Gelombang I TA 2026 Dengan Transparan

    WARTAPENASATUJATIM | MALANG – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., memimpin Sidang Pemilihan Tk. Subpanpus Caba PK Gel. I TA. 2026 Kodam V/Brawijaya yang diikuti 395 calon siswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Dodikjur Rindam V/Brw, Jl. Mayjend M. Wiyono No. 01 Polehan Kec. Blimbing, Kota Malang, Kamis (19/02/2026).

    Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Hari Rahardjanto, S.Sos., bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan ini. Sidang ini merupakan bagian dari proses seleksi yang ketat dan transparan untuk mencari calon-calon bintara terbaik.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kapoksahli Kodam V/Brw, Danrindam V/Brawijaya, Wakil Ketua Sidang, Wadan Rindam V/Brw, Sekertaris I Panpus/Aspers Kasdam V/Brw, Katim Was Panpus, Katim Min Panpus, Katim Kes Panpus, Katim Psi Panpus, Sekertaris II Panpus, Kasrem 083/Bdj, Dandodikjur Rindam V/Brw, Katim Litpers Panpus, Katim Jas Panpus, dan Katim Pam Panpus.

    Sidang pemilihan ini melibatkan berbagai aspek penilaian, termasuk kemampuan fisik, kesehatan, psikologi, dan administrasi. Proses seleksi dilakukan secara cermat dan objektif untuk memastikan hanya calon-calon yang memenuhi syarat yang lolos.

    “Kami berkomitmen untuk melaksanakan proses seleksi ini secara transparan dan akuntabel. Tujuannya adalah untuk mendapatkan calon-calon bintara yang berkualitas dan siap mengemban tugas-tugas TNI di masa depan,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

    Dengan adanya sidang pemilihan ini, diharapkan Kodam V/Brawijaya dapat menghasilkan bintara-bintara yang profesional, tangguh, dan berintegritas. Mereka akan menjadi tulang punggung dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

    Proses seleksi yang ketat ini mencerminkan komitmen TNI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan para calon bintara yang terpilih dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan TNI dan bangsa Indonesia. (Bgn)***

  • Militer

    Pangdam V/Brawijaya Serahkan 43 Ranmor Taktis Pengadaan Kemhan RI Perkuat Operasional

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin M.A. memimpin acara penyerahan kendaraan dinas hasil pengadaan Kementerian Pertahanan RI Tahun Anggaran 2022 di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya, Kamis (19/02/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Kasdam V/Brawijaya, Irdam V/Brawijaya, Kapoksahli Pangdam, para Danrem, Asisten Kasdam, serta para Komandan Satuan jajaran Kodam V/Brawijaya bersama prajurit dan PNS.

    Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertahanan RI terhadap pemenuhan sarana transportasi operasional satuan.

    Sebanyak 43 unit kendaraan diterima, terdiri dari 35 unit Ransus Jeep 4×4 Tipe Jelajah Soft Top tahap VI, 7 unit Ransus Jeep 4×4 Tipe Komando Hard Top tahap VII, serta 1 unit Ransus Jeep 4×4 Tipe Irup tahap VII.

    Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa kendaraan tersebut merupakan bentuk dukungan strategis Kemhan guna meningkatkan mobilitas, efektivitas, dan kesiapan operasional Kodam V/Brawijaya dalam pelaksanaan tugas pokok.

    “Kendaraan ini adalah bentuk dukungan nyata dari Kementerian Pertahanan RI dalam meningkatkan mobilitas serta menunjang kelancaran tugas Kodam V/Brawijaya,” ujar Pangdam V/Brawijaya.

    Penambahan ranmor ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan sarana angkutan operasional serta memperkuat dukungan logistik di seluruh jajaran satuan wilayah Kodam V/Brawijaya.

    Di akhir kegiatan, Pangdam V/Brawijaya berharap seluruh prajurit merawat kendaraan dengan baik agar selalu siap operasional dan memberikan manfaat maksimal bagi pelaksanaan tugas satuan. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Puluhan Insan Pers Media Cetak-Online-TV Hadiri Silaturahmi Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H

    Samosir, Sumatera – Puluhan insan pers dari media cetak, online, dan televisi menghadiri kegiatan silaturahmi yang digelar Kapolres Samosir, Rina Sry Nirwana Tarigan, pada Kamis ( 19/2/2026 ) sekira pukul 11.00 WIB di Topi Tao Caffe, Pangururan.

    Kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan kemitraan dan sinergitas antara jajaran Polres Samosir dengan insan pers yang selama ini bertugas di wilayah hukum Polres Samosir.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Samosir Kompol Briston AM Napitupulu, ST, S.I.K., para Pejabat Utama (PJU) Polres Samosir, serta puluhan wartawan dari berbagai media yang aktif melakukan peliputan di Kabupaten Samosir.

    Perkenalan dan Penguatan Sinergitas
    Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan diri Kapolres Samosir, dilanjutkan dengan perkenalan para PJU Polres Samosir serta perwakilan insan pers.

    Dalam sambutannya, Kasi Humas Polres Samosir menyampaikan bahwa media memiliki peran penting sebagai kontrol sosial.
    Media adalah kontrol sosial. Mari kita tingkatkan hubungan kerja sama yang baik, ujarnya.

    Dalam sesi dialog, para insan pers menyampaikan sejumlah masukan konstruktif kepada Kapolres Samosir.
    Herbin Sinaga dari Medan Pos berharap keterbukaan informasi kepada wartawan dapat terus ditingkatkan serta meminta perhatian terhadap penertiban knalpot brong.

    Petrus Tampubolon dari Wahana menekankan pentingnya peningkatan kehadiran Polisi Pariwisata saat musim libur, mengingat Samosir merupakan daerah tujuan wisata.

    Nanang Simatupang dari Harian Realitas menyoroti penanggulangan perjudian, sementara Edward Limbong dari Waspada berharap adanya dukungan konkret Polres dalam menjaga integritas wartawan serta respons cepat terhadap konfirmasi berita.

    Dian Sinaga dari Mistar mengusulkan adanya diskusi publik terkait penerapan KUHP baru agar masyarakat lebih memahami aturan hukum terbaru. Sedangkan Effendi Naibaho dari Formatnews mengusulkan penyediaan ruang wartawan di Polres serta menyoroti persoalan pembentukan BNN dan penebangan pohon.

    Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Samosir menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan Restorative Justice dalam penanganan perkara.

    Kami akan melaksanakan sosialisasi KUHP baru dan edukasi tertib berlalu lintas. Kami juga akan meningkatkan pelayanan, termasuk meninjau program MBG serta memberikan bantuan sepatu bagi siswa yang membutuhkan, ujar Kapolres.

    Ia juga meminta dukungan insan pers dalam menyosialisasikan Call Centre 110 agar tidak terjadi penyalahgunaan berupa panggilan palsu (prank). Terkait penebangan dan penyadapan pohon pinus, Kapolres menyampaikan akan mengundang para kepala desa, kelompok tani hutan, serta Dinas Kehutanan melalui KPH 13 Dolok Sanggul untuk mencari solusi bersama.

    Selain itu, Polres Samosir akan memperbanyak ploting personel di lokasi-lokasi wisata strategis guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

    Suasana Akrab dan Penuh Kebersamaan
    Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen memperkuat sinergi antara Polres Samosir dan insan pers.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kemitraan yang harmonis antara kepolisian dan media semakin solid dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Samosir. Marlen s

  • SOSIAL

    MAKI Jatim Tebar 750 Ta’jil di Awal Bulan Suci, Menyulam Iman dan Kepedulian di Kota Surabaya Selatan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Media Indonesia Times | Di awal datangnya bulan suci Ramadhan, ketika langit senja mulai berpendar jingga dan lantunan doa menggema pelan di antara deru kendaraan, kehangatan kebersamaan terasa di sepanjang Jalan A. Yani, tepatnya di depan Bank BNI Graha Pangeran, sebelah Cito Mall, Kamis (19/2/2026).

    Di lokasi itulah jajaran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur membagikan ratusan paket ta’jil kepada para pengendara, pekerja, ojek daring, hingga masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka.

    Sebanyak 250 paket nasi goreng lengkap dengan sayur selada, kerupuk udang, dan telur dadar dibagikan dengan penuh keikhlasan. Tak hanya itu, 250 paket kurma dan 250 botol es sirup blewah turut melengkapi hidangan berbuka yang sederhana namun sarat makna.

    Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah madrasah ruhani, ruang perenungan, dan momentum membersihkan jiwa dari segala bentuk keserakahan serta ketidakadilan.

    Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan agenda tahunan organisasi sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen menghadirkan nilai-nilai kejujuran dan kepedulian di tengah masyarakat.

    “Ramadhan mengajarkan kita untuk berbagi, untuk peduli, dan untuk menjaga hati agar tetap bersih. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian kecil dari upaya menanamkan nilai keikhlasan dan kebersamaan,” ujarnya.

    Bagi MAKI, gerakan anti korupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun karakter dan moralitas. Memberantas korupsi sejatinya berangkat dari hati yang takut kepada Tuhan dan peduli terhadap sesama.

    Sore itu, wajah-wajah lelah para pengendara yang terjebak kemacetan berubah menjadi senyum syukur. Beberapa di antara mereka bahkan tak menyangka akan menerima hidangan berbuka secara cuma-cuma.

    Seorang pengemudi ojek daring mengaku terharu. “Alhamdulillah, ini sangat membantu. Kadang belum sempat beli untuk berbuka,” katanya sambil menerima paket dengan penuh rasa terima kasih.

    Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak selalu harus besar. Sebungkus nasi, beberapa butir kurma, dan segelas minuman manis bisa menjadi jembatan kasih sayang di tengah hiruk pikuk kota.

    Pembagian ta’jil ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga simbol penguatan ukhuwah dan solidaritas. Dalam semangat Ramadhan, setiap tangan yang memberi sejatinya sedang membersihkan diri dari sifat kikir dan menanam benih keberkahan.

    MAKI Jatim berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang tulus.

    Di bawah langit Surabaya yang mulai gelap, azan Maghrib akhirnya berkumandang. Paket-paket ta’jil telah berpindah tangan, doa-doa terucap lirih, dan Ramadhan kembali mengajarkan satu hal penting:

    Bahwa keberkahan lahir dari hati yang bersih, tangan yang memberi, dan niat yang semata-mata karena Allah SWT. (Bagas)***

  • AGAMA

    RABU ABU : Manusia Berasal Dari Abu Dan Akan Kembali Menjadi Abu, Bertobatlah Dan Percayalah Kepada Injil

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Pada hari Rabu 18/02/2026) Gereja Katolik di seluruh dunia memasuki Masa Prapaskah yang ditandai dengan merayakan Perayaan Rabu Abu.

    Begitu juga dengan umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Sakramen Maha Kudus Pagesangan Surabaya, sore itu ditengah hujan yang lumayan deras. Sore itu ada sebanyak 1.300 orang umat Katolik setempat yang datang.

    Mereka berduyun duyun datang dengan tertib dan khusyuk ke gereja yang terletak di area samping kiri sebelah Masjid Al Akbar Kota Surabaya.

    Rabu Abu menjadi awal dari perjalanan rohani seorang Katolik selama 40 hari ke depan untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah, yang mengenang atau mengisahkan akan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.

    Bagi umat Katolik, perayaan Rabu Abu mengingatkan akan kerapuhan dan keterbatasan manusia dalam hidup di dunia. Saat mengoleskan abu ke dahi umat, seorang imam atau pembantu imam akan mengucapkan, “ Ingatlah bahwa engkau berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu” atau juga bisa mengatakan ,“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.

    Begitulah ucapan yang didengar awak media saat masuk dalam antrian untuk mengikuti prosesi pengolesan abu.

    Abu yang ditandakan di dahi seorang Katolik menjadi simbol pertobatan, kerendahan hati, dan kesadaran akan kasih Allah yang selalu mengundang semua umat-Nya untuk kembali kepada-Nya.

    Dalam kotbahnya, RD Ferdinandus Eltyson Prayudi yang mempersembahkan Misa Kudus Perayaan Rabu Abu mengatakan bahwa Masa Prapaskah ini, Gereja Katolik mengajak untuk memperdalam hidup rohani melalui tiga pilar utama, yaitu Doa, Puasa, dan Amal Kasih.

    Mengapa Doa ? Karena doa membantu seseorang semakin dekat dengan Tuhan, sedangkan Puasa melatih pengendalian diri serta solidaritas dengan sesama, adapun Amal Kasih senantiasa menggerakkan hati seseorang untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

    Perayaan Rabu Abu juga merupakan hari puasa dan pantang bagi semua orang Katolik, saat saat dimana seorang umat Katolik diajak untuk menahan diri sebagai ungkapan pertobatan dan tentunya penyesalan atas dosa dosanya.

    Lebih dari sekadar aturan lahiriah, arti dari puasa dan pantang hendaknya menjadi sarana seorang Katolik untuk membarui hatinya, sehingga semakin mampu mengasihi Tuhan dan sesama dengan tulus, sehingga dalam perjalanan Masa Prapaskah ini, semua umat Katolik diajak untuk tidak hanya berfokus pada pengorbanan lahiriah, tetapi juga pembaruan batin.

    Tuhan Yesus menghendaki hati yang bertobat, hati yang terbuka, dan hati yang siap untuk diubah oleh kasih-Nya.

    Jadi semua umat Katolik yang hadir memiliki tanggung jawab untuk dengan penuh kesadaran membangun sikap batin dan suasana khidmat saat mengikuti perayaan ini. (Houget)***

  • hukum

    MAKI Jatim Siap Seret Akun Tiktok Penyebar Narasi “RP200 Juta” Ke Pidana UU ITE

    WARTAPENASATUJATIM | Malang – Gelombang opini liar di media sosial akhirnya mendapat respons tegas. MAKI Jatim menyatakan siap melaporkan akun TikTok yang menyebarkan narasi dugaan “paksaan Rp200 juta” oleh penyidik Polsek Gondanglegi ke Polda Jawa Timur melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

    Isu ini mencuat di tengah proses penyidikan kasus dugaan penganiayaan dan perampokan yang menimpa Hj. Muslicoh, warga Desa Gading, Bululawang. Kasus tersebut telah resmi dilaporkan dan kini memasuki fase penyidikan mendalam.

    Dalam proses pengungkapan perkara, penyidik melakukan penggeledahan di rumah saksi kunci. Namun, hasilnya tidak maksimal. Bahkan muncul dugaan adanya hambatan dalam proses penyidikan, termasuk hilangnya telepon genggam yang sebelumnya diminta penyidik sebagai bagian dari kepentingan pembuktian.

    Kondisi ini memunculkan tanda tanya serius: apakah ada upaya sistematis untuk memperlambat atau mengganggu proses hukum?

    Di tengah dinamika penyidikan, muncul konten TikTok dengan narasi “SAYA” yang menyebut adanya dugaan paksaan dari penyidik agar menyiapkan uang Rp200 juta.

    Narasi ini langsung memantik opini publik dan secara implisit mengaitkan angka tersebut dengan proses hukum yang sedang berjalan.

    Namun berdasarkan penelusuran dan klarifikasi internal, sebelum video itu beredar, keluarga saksi kunci justru meminta agar difasilitasi mediasi oleh Polsek Gondanglegi untuk mempertemukan dengan pihak korban.

    Permintaan tersebut direspons positif oleh penyidik. Dalam konteks mediasi itulah, korban menyampaikan bahwa kerugian berupa perhiasan emas yang diduga dirampas ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta. Angka tersebut murni berbasis estimasi kerugian korban bukan permintaan atau
    paksaan dari penyidik.

    Ironisnya, saat mediasi difasilitasi dan keluarga korban hadir, pihak keluarga saksi kunci tidak datang. Proses mediasi batal terlaksana.

    Ketua MAKI Koorwil Jawa Timur, Heru, menegaskan bahwa narasi yang beredar telah keluar dari konteks.

    Menurutnya, Polsek Gondanglegi hanya berperan sebagai fasilitator mediasi, bukan pihak yang menentukan nilai ataupun memaksa pihak mana pun.

    “Angka Rp200 juta itu adalah estimasi kerugian korban atas perhiasan emas yang hilang. Itu konteks mediasi, bukan tekanan. Proses penyidikan tetap berjalan sesuai hukum acara pidana,” tegasnya.

    MAKI Jatim menilai narasi tersebut berpotensi mengandung dugaan fitnah dan pencemaran nama baik institusi. Oleh karena itu, pelaporan ke Direskrimsus Polda Jawa Timur akan ditempuh sebagai langkah hukum resmi.

    Langkah ini disebut bukan sekadar membela nama baik, tetapi menjaga marwah proses penyidikan agar tidak dirusak oleh opini yang belum terverifikasi.

    Kasus dugaan penganiayaan dan perampokan terhadap Hj. Muslicoh kini telah berada pada tahap lanjutan. Sinyal kuat mengarah pada pengembangan perkara dan potensi penetapan tersangka dalam waktu dekat.

    MAKI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus memastikan bahwa ruang digital tidak dijadikan alat untuk membangun narasi yang menyimpang dari fakta.

    Ketika proses hukum berjalan, menggiring opini publik dengan narasi yang belum teruji berisiko menabrak hukum itu sendiri. Media sosial bukan tameng untuk menyebarkan tudingan tanpa konsekuensi.

    MAKI Jatim memilih jalur hukum, bukan adu sensasi.
    Dan ketika laporan resmi dilayangkan, babak berikutnya bukan lagi soal opini melainkan pertanggungjawaban pidana. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Sambut Bulan Suci, Kaperwil Warta Pena Satu Jatim Harapkan Ramadan Jadi Waktu Introspeksi dan Berbagi

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yuyun Ary Soekardi selaku Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Warta Pena Satu Jatim menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim, khususnya pembaca dan mitra kerja di Jawa Timur.

    Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat solidaritas sosial.

    Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat serta berkah, di mana setiap umat Muslim diberi kesempatan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah.

    Yuyun mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak doa, sedekah, serta mempererat silaturahmi antar sesama.

    Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan, terutama di era digital yang sarat arus informasi.

    Yuyun mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, sehingga suasana Ramadan tetap teduh dan penuh kedamaian.

    Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan media di wilayah Jawa Timur, ia menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan pemberitaan yang inspiratif dan menyejukkan selama Ramadan.

    Bahwa media, memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya suasana yang harmonis di tengah masyarakat.

    Menutup pesannya, Yuyun Ary Soekardi berharap Ramadan 1447 H membawa keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh umat Muslim.

    Ia juga mengajak semua pihak menjadikan bulan suci ini sebagai sarana memperkuat nilai kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.(Red)***

  • hukum

    MAKI Jatim Siapkan Aksi Demo Akbar, Siap Segel dan Status Quo Kantor DPRD Magetan

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Pasca laporan yang masuk dari tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim di Kabupaten Magetan berkenaan dengan dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019-2024, MAKI Jatim langsung bereaksi keras.

    Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur dalam rapat evaluasi kemarin (17/02) di kantor sekretariat MAKI Jatim pasca mendengarkan laporan pulbaket internal sementara dari Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim, langsung menyusun langkah penajaman untuk aksi demo akbar.

    Diputuskan juga bahwa aksi demo akbar pasti akan dilaksanakan dan lokasi Aksi Demo Akbar di Kabupaten Magetan ini akan mengarah ke dua titik utama yaitu menyegel Kantor DPRD Magetan serta men’status quo’kan kantor DPRD Magetan dan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Magetan.

    Mas Novel sebagai salah satu Wakil Ketua MAKI Jatim yang bertempat tinggal di Kabupaten Magetan sudah mendapatkan instruksi khusus untuk menjadi Komandan utama dalam Aksi Demo Akbar MAKI Jatim dan berkoordinasi terkait perijinan dengan Polres Magetan.

    Heru MAKI juga menyampaikan keheranan luar biasa ketika masuk juga laporan dari tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim adanya dugaan pemotongan anggaran Pokir sebanyak 30% untuk program hibah Pokir DPRD Magetan tahun 2025.

    “Kita lagi fokus untuk mengungkap dugaan korupsi penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019-2024, dalam investigasi, tim saya di lapangan pada salah satu desa berhasil menemukan dugaan cash back dari Pokir yang masuk ke salah satu desa sebesar 30% dan itu program hibah Pokir tahun 2025, malah luar biasa ini,” ungkap Heru MAKI.

    Heru MAKI menegaskan bahwa aksi demo akbar ini pastinya juga akan diikuti oleh masyarakat Kabupaten Magetan dan beberapa aktivis Sinti korupsi, NGO/LSM di Magetan serta insan media jurnalistik.

    Saat ini dalam rangka menajamkan data, tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim juga masih menelusuri lebih dalam dan panjang kaitan dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan tersebut, apakah dugaan penyimpangan tersebut juga terjadi untuk dana hibah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Magetan.

    “Semua masih dipertajam dan semua masih ditelusuri lebih mendalam, tunggu saja tanggal mainnya, saya hanya bisa jamin akan heboh dan masuk pada skala konstelasi kasus korupsi Nasional, CATAT ITU,” pungkas Heru MAKI. (Bagas)***

  • Uncategorized

    Heru MAKI Sambut Ramadan Untuk Hati yang Rindu: Menyucikan Diri, Menumbuhkan Kasih, Menguatkan Iman

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 17 Februari 2026 – Datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah adalah anugerah yang tak ternilai. Ia hadir bukan sekadar sebagai penanda waktu, melainkan sebagai pelukan kasih dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang rindu akan ampunan, kedamaian, dan pembaruan diri. Ramadan adalah bulan ketika langit seakan lebih dekat, doa-doa lebih khusyuk terangkat, dan hati-hati yang lelah menemukan ketenangan.

    Keluarga Besar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (MAKI Jatim) menyambut bulan suci ini dengan penuh syukur seraya mengucapkan, Marhaban Ya Ramadan. Sebuah sapaan hangat yang bermakna: selamat datang wahai bulan yang membawa rahmat, ampunan, dan keberkahan.

    Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.IP, menyampaikan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa adalah latihan kesabaran, madrasah kejujuran, serta jalan sunyi untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

    “Ramadan adalah momentum untuk kembali menata niat, meluruskan langkah, dan memperbaiki diri. Puasa mengajarkan kita arti pengendalian diri, keikhlasan, dan tanggung jawab, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia,” ujarnya.

    Dalam ibadah puasa, manusia belajar bahwa integritas sejati lahir dari kesadaran batin. Saat seseorang tetap menjaga puasanya meski tak ada yang melihat, di situlah nilai kejujuran tumbuh. Ketika ia menahan amarah, mengendalikan lisan, serta menolak perbuatan zalim, di situlah iman menempa karakter.

    Ramadan juga mengajarkan empati. Rasa lapar yang dirasakan menjadi pengingat akan penderitaan saudara-saudara yang kekurangan. Dari situlah tumbuh kepedulian, zakat ditunaikan, sedekah dilipatgandakan, dan tangan-tangan kebaikan saling terulur.

    Semangat puasa sejatinya melahirkan pribadi yang lebih bersih, masyarakat yang lebih peduli, serta kehidupan sosial yang lebih berkeadilan. Nilai kesederhanaan dan amanah yang dipupuk selama Ramadan hendaknya tidak berhenti di penghujung Syawal, melainkan terus hidup dalam perilaku sehari-hari.

    Ramadan 1447 Hijriah diharapkan menjadi titik awal kebangkitan moral dan spiritual. Saat hati disucikan, pikiran dijernihkan, dan niat diluruskan, maka lahirlah insan yang berintegritas dan masyarakat yang berakhlak mulia.

    Dengan penuh harap dan doa, semoga Ramadan tahun ini menjadi wasilah turunnya keberkahan, kesehatan, serta kedamaian bagi seluruh umat. Semoga setiap tetes keringat dalam berpuasa, setiap doa dalam sujud malam, dan setiap sedekah yang diberikan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan di dunia dan akhirat.

    Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah.
    Semoga kita semua diberi kekuatan menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan, kesabaran, dan keikhlasan, hingga kembali menjadi pribadi yang lebih suci dan diridai Allah SWT. (Bgn)***

Wartapenasatu.com @2025