• Militer

    Doa Bersama Peringati Hari Juang TNI AD dan HUT Ke-77 Kodam V/Brawijaya

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD dan HUT ke-77 Kodam V/Brawijaya Tahun 2025, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., memimpin kegiatan doa bersama yang digelar di Masjid At-Taqwa Makodam V/Brawijaya pada Jum’at (12/12/2025).

    Kegiatan ini dihadiri Kasdam V/Brawijaya, Irdam, Kapoksahli, para Asisten Kasdam, prajurit Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, serta perwakilan Satbalak, Satpur, dan Satbanpur jajaran wilayah Surabaya. Suasana doa bersama berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan antar personel.

    Pelaksanaan doa bersama ini dilakukan secara terpusat dan tersebar di seluruh satuan jajaran Kodam V/Brawijaya.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, rasa syukur, serta tekad pengabdian prajurit dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

    Dalam tausiyahnya, KH. Drs. Ahmad Mursyahid menyampaikan materi bertema “Sebab-Sebab Kerusakan yang Disebabkan Tangan-Tangan Manusia (Ar-Rum: 41)”.

    Pesan yang disampaikan mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga moralitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

    Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa doa bersama merupakan bentuk rasa syukur atas perjuangan TNI AD dan sarana mempererat silaturahmi antar anggota.

    “Hari Juang menjadi pengingat bagi kita untuk berjuang dengan hati tulus dan tangguh demi kejayaan bangsa,” ujarnya.

    Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan semangat juang dan kebersamaan prajurit Kodam V/Brawijaya semakin kuat. Hal ini menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas dengan profesional, responsif, dan berintegritas demi terciptanya TNI AD yang adaptif dan modern.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Kriminal

    Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat LPG: Jaringan Ilegal Beromzet Jutaan Rupiah Per Hari Terungkap

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaKepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil mengungkap praktik ilegal penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi dalam sebuah operasi pada Kamis, 4 Desember 2025, sekitar pukul 15.30 WIB.

    Pengungkapan tersebut membuka tabir beroperasinya jaringan besar “aplosan LPG” yang selama ini merugikan negara dan masyarakat.

    Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula saat petugas mendapati sebuah kendaraan Daihatsu Grand Max yang dikemudikan dua pria berperan sebagai sopir dan kernet.

    Keduanya kedapatan membawa 96 tabung LPG 12 kg warna pink berisi gas suntikan hasil oplosan dari LPG 3 kg bersubsidi, tanpa dokumen resmi dan tanpa surat jalan yang sah.

    “Mereka kedapatan mengangkut 96 tabung LPG 12 kg warna pink yang berisi gas suntikan dari LPG 3 kg bersubsidi, tanpa dokumen resmi pengangkutan maupun surat jalan,” terang Kombes Pol Luthfi dalam konferensi pers, Kamis (11/12) sore.

    Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi polisi untuk menelusuri rantai distribusi ilegal tersebut. Dari pemeriksaan awal, polisi berhasil mengamankan dua pria lain, termasuk seorang pemilik gudang berinisial A.B., yang berlokasi di Dusun Keongan, Jalan Bujeng, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

    Gudang tersebut terbukti digunakan sebagai tempat penyuntikan gas LPG 3 kg bersubsidi ke tabung LPG 12 kg berlabel Bright Gas.

    “Proses pemindahan gas dilakukan dengan metode penyetaraan tekanan menggunakan selang khusus, sementara tabung 12 kg didinginkan dengan es batu untuk memaksimalkan pengisian,” ujar Luthfi.

    Di lokasi, A.B. diketahui mengawasi beberapa pekerja yang bertugas memindahkan gas subsidi ke tabung ukuran besar. Ia juga tidak memiliki izin resmi sebagai agen maupun sub-agen LPG.

    Kapolrestabes memaparkan bahwa LPG 3 kg bersubsidi didapatkan para pelaku dari berbagai pangkalan di Pasuruan dengan harga Rp18.000 per tabung, sementara tabung kosong LPG 12 kg diperoleh dari penjual di Pasuruan, Malang, hingga Surabaya, dengan harga Rp150.000–Rp280.000.

    “Satu tabung 12 kg pink diisi setara empat tabung LPG 3 kg subsidi. Rata-rata pengiriman lebih dari 100 tabung per hari, dengan keuntungan sekitar Rp20.000 per tabung. Total pendapatan harian mencapai kurang lebih Rp2 juta,” ungkapnya.

    LPG hasil oplosan ini kemudian dikirim ke wilayah Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Untuk pasar Surabaya, para pelaku memasok kepada seorang pembeli berinisial DT dengan harga Rp120.000 per tabung.

    Sementara LPG subsidi 3 kg diangkut menggunakan mobil Grand Max hitam berpelat N 8372 TO yang digunakan untuk mengambil barang dari berbagai pangkalan menuju gudang penyuntikan.

    Selain empat tersangka utama, polisi kini memburu lima orang lain masing-masing berinisial F, IL, IR, A, dan R, yang berperan sebagai tenaga penyuntik LPG di gudang tersebut. Mereka diduga mengetahui detail teknis serta distribusi harian dari kegiatan ilegal itu.

    Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat keberadaan praktik niaga ilegal ini, di antaranya: Dua unit mobil Grand Max, 233 tabung LPG 12 kg (137 berisi, 96 kosong), 513 tabung LPG 3 kg (259 berisi, 254 kosong), 254 tabung LPG 3 kg kosong tambahan, Selang penyuntikan, Kulkas untuk pendinginan tabung, Panci, alat buka seal, timbangan, Satu unit handphone.

    Keempat pelaku dijerat Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, yang mengubah Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

    Kapolrestabes menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang memasok tabung dan mendistribusikan hasil oplosan ke lebih banyak wilayah.

    Operasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberantas penyalahgunaan energi bersubsidi yang merugikan masyarakat, negara, dan mengancam keselamatan publik.*** (Bgn)

  • Kepolisian

    Polres Gresik Gandeng Dishub Gelar Ramcheck Armada Bus Jelang Nataru

    WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Menyambut masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, pengawasan terhadap moda transportasi publik diperketat.

    Polres Gresik Polda Jatim melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur bersama Dishub Kabupaten Gresik menggelar Pengecekan Keselamatan Kendaraan (ramcheck) terhadap sejumlah armada bus di Terminal Bunder mulai Selasa (9/12/2025) yang lalu.

    Langkah ini menjadi salah satu upaya preventif dalam mengantisipasi tingginya arus perjalanan masyarakat saat libur akhir tahun, sekaligus memastikan angkutan umum yang beroperasi dalam kondisi layak, aman, dan siap mengangkut penumpang jarak jauh.

    Pelaksanaan ramcheck dipimpin Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik, Ipda Andreas Dwi Anggoro, mewakili Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin.

    Dalam pengecekan tersebut, sejumlah petugas Dishub Provinsi Jawa Timur dan Dishub Kabupaten Gresik turut dilibatkan secara terpadu.

    Sedikitnya 10 unit bus antarkota dan tujuan wisata menjalani pemeriksaan menyeluruh.

    Pengujian teknis meliputi kondisi pengereman, ban, lampu, wiper, dan kelengkapan alat keselamatan penumpang.

    Selain itu, petugas memverifikasi Dokumen Laik Jalan (KIR), perizinan trayek, serta persyaratan operasional lainnya.

    Tidak hanya inspeksi teknis, tim gabungan juga memberikan edukasi langsung kepada sopir dan awak bus mengenai pentingnya menjaga kesiapan armada selama periode libur panjang.

    Para pengemudi diminta memperhatikan kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan guna meminimalkan potensi kecelakaan.

    “Ramcheck ini bentuk langkah preventif menyambut libur Nataru 2026. Kami minta tidak ada yang main-main soal keselamatan penumpang. Mulai dari kondisi teknis kendaraan hingga kelengkapan dokumen harus 100 persen laik jalan,” tegas Ipda Andreas, Kamis (11/12).

    Ia menegaskan, pihaknya siap memberikan tindakan tegas apabila ditemukan armada yang tidak memenuhi standar keselamatan.

    Hal itu dinilai penting sebagai bentuk perlindungan dan jaminan keamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan angkutan umum.

    Melalui kegiatan ramcheck yang dilaksanakan secara rutin dan intensif ini, pemerintah daerah bersama kepolisian berharap layanan transportasi di wilayah Gresik dapat berjalan aman, nyaman, serta bebas dari ancaman gangguan keselamatan sepanjang periode Nataru tahun ini.*** (Bgn)

  • Kepolisian

    Jelang Nataru 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Gelar Cek Kesehatan Gratis di Gate Pelabuhan Jamrud

    WARTAPENASATUJATIM | TANJUNG PERAK – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat memastikan keamanan dan keselamatan transportasi publik.

    Pada Jumat (12/12/2025), aparat kepolisian berkolaborasi dengan BNNK Surabaya menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Tes Urine bagi para pengemudi angkutan umum, angkutan antar pulau, serta ojek online (Ojol) yang melintas di kawasan Gate Pelabuhan Jamrud, Jalan Perak Timur.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, didampingi oleh Kepala BNN Kota Surabaya Kombes Pol Heru Prasetyo, Kasat Resnarkoba AKP Mochammad Suparlan, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

    Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel di lokasi Gate Keluar Pelabuhan Jamrud. Petugas kemudian secara humanis menghentikan kendaraan angkutan barang, angkutan penumpang, dan ojek online yang keluar area pelabuhan.

    Para pengemudi langsung diarahkan ke posko kesehatan yang telah disediakan. Layanan yang diberikan tidak hanya sekadar tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, tetapi juga pengecekan kesehatan secara gratis.

    Pemeriksaan tersebut meliputi cek tensi darah, kolesterol, asam urat, hingga gula darah. Tercatat sebanyak 80 orang partisipan yang terdiri dari pengemudi angkutan antar pulau, penumpang umum, dan pengemudi ojek online mengikuti kegiatan ini.

    Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif bagian dari upaya cipta kondisi agar Nataru 2026 berjalan aman, terutama dari potensi penyalahgunaan narkoba.

    “Kegiatan Bakti Kesehatan dan Cek Urine yang diselenggarakan oleh Satresnarkoba ini menjadi momentum penting menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tujuannya jelas, yakni guna menjamin keselamatan pengemudi maupun penumpang angkutan umum,” ujar Iptu Suroto.

    Lebih lanjut, Iptu Suroto menjelaskan bahwa kesehatan pengemudi sangat berdampak pada kelancaran pendistribusian kebutuhan pokok antar pulau serta keamanan para penumpang yang hendak bepergian ke luar pulau melalui jalur laut.

    Iptu Suroto menambahkan, dari total 80 pengemudi yang diperiksa, semua hasil tes urine dinyatakan negatif narkoba.

    “Alhamdulillah, hasil cek urine seluruhnya negatif. Ini menunjukkan kesiapan para pengemudi dalam menyambut arus mudik dan libur Nataru,” jelasnya

    Sebagai apresiasi atas partisipasi dan kepedulian terhadap kesehatan, ke-80 pengemudi yang telah menjalani pemeriksaan juga diberikan extra pudding sebagai penambah energi.*** (Bgn)

  • Nasional

    Kembalinya Lima Eks OPM Intan Jaya Teguhkan Komitmen Persatuan dan Perdamaian Papua

    WARTAPENASATUJATIM | INTAN JAYALapangan Apel Kantor Bupati Intan Jaya menjadi saksi sejarah pada Jum’at, 12 Desember 2025, ketika lima mantan anggota OPM resmi menyatakan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Peristiwa ini disambut haru oleh ratusan masyarakat, tokoh adat, dan pejabat daerah.

    Acara bersejarah ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, serta Bupati Intan Jaya Aner Maisini. Momen ini menunjukkan kuatnya sinergi pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam merajut persatuan.

    Dalam sambutannya, Gubernur Meki Fritz Nawipa menegaskan bahwa langkah kelima eks OPM tersebut merupakan kemenangan nurani rakyat Papua.

    “Ikrar ini bukti bahwa masa depan Papua akan lebih baik jika kita bersatu dalam NKRI,” ujarnya dengan penuh haru.

    Bupati Aner Maisini menambahkan apresiasi kepada TNI dan Polri atas pendekatan humanis yang berhasil menciptakan kedamaian.

    Ia menyebut peristiwa itu sebagai bukti bahwa persatuan jauh lebih kuat daripada perpecahan, sekaligus kemenangan bagi seluruh masyarakat Intan Jaya.

    Salah satu eks OPM, Fransiskus Japugau, mengungkapkan alasan kembali ke NKRI dengan nada haru. Ia menyadari bahwa kekerasan tidak membawa masa depan yang baik dan bertekad membangun tanah kelahirannya bersama pemerintah sebagai wujud komitmen terhadap perdamaian Papua.

    Acara ikrar ditutup dengan doa, penyerahan Al Kitab, serta tarian adat sebagai simbol penerimaan. Prosesi berlangsung khidmat, aman, dan penuh persaudaraan.

    Kembalinya lima eks OPM ini menandai babak baru bagi Papua yang damai dan bersatu menuju masa depan penuh harapan.*** (Bgn)

  • Militer

    Doa Bersama di Masjid An Nuur, Jejak Keakraban TNI AD dan Warga Trenggalek

    WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Suasana hening menyelimuti Masjid An Nuur Markas Kodim 0806/Trenggalek, Jumat siang (12/12/2025). Di antara barisan prajurit berseragam rapi, tampak pula puluhan warga yang hadir dengan penuh kekhusyukan.

    Mereka berkumpul dalam satu momen kebersamaan: doa bersama memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) 2025, sebuah tradisi yang setiap tahun mengajak kembali merenungi perjalanan panjang pengabdian prajurit terhadap bangsa.

    Begitu salat Jumat selesai, jamaah tetap berada di tempat. Lantunan doa yang dipimpin Ustad H. Komarudin, S.Ag., secara khidmat menggema dari saf terdepan hingga beranda masjid, menambah suasana religius yang menyatukan prajurit dan masyarakat. Setiap doa yang dipanjatkan terasa seperti peneguhan komitmen untuk menjaga tanah air serta merawat harmoni di Trenggalek.

    Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., yang hadir memimpin jajarannya, menegaskan makna mendalam dari peringatan tersebut. Menurutnya, Hari Juang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk kembali menelusuri sejarah lahirnya TNI AD yang berakar pada perjuangan rakyat.

    “Hari ini bukan hanya peringatan seremonial, ini adalah jeda untuk merenungkan kembali makna pengabdian,” ujar Letkol Roy.

    Ia menambahkan bahwa nilai kejuangan yang diwariskan para pendahulu harus terus hidup dalam setiap langkah prajurit. Di tengah dinamika tantangan keamanan dan perubahan sosial, semangat melayani masyarakat menjadi fondasi utama tugas TNI.

    “Melalui doa bersama ini kita berharap seluruh prajurit Kodim 0806/Trenggalek diberi kesehatan, keselamatan, serta kemampuan melaksanakan tugas,” tuturnya.

    Momentum doa bersama ini menjadi ruang refleksi bagi banyak prajurit. Ada yang kembali mengingat masa-masa penugasan jauh dari keluarga, ada pula yang merenungi tanggung jawab menjaga stabilitas wilayah. Dalam suasana religius itu, beban tugas seakan menemukan keteduhan dan makna baru.

    Kehadiran warga dalam kegiatan tersebut turut memperkuat gambaran harmonis hubungan TNI dengan masyarakat Trenggalek. Tokoh agama, pemuda, hingga pedagang kecil yang sering beraktivitas di sekitar Makodim turut larut dalam suasana. Kebersamaan itu menegaskan bahwa TNI tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh bersama rakyat.

    Beberapa warga yang mengikuti doa bersama mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam peringatan Hari Juang TNI AD. Bagi mereka, TNI bukan hanya institusi pertahanan, tetapi mitra dalam menjaga ketertiban dan mendorong kegiatan sosial di wilayah.

    “Kami senang diajak dalam acara seperti ini, rasanya seperti keluarga besar,” kata seorang jamaah.

    Di sisi lain, jajaran Kodim 0806 memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat internalisasi nilai kejuangan kepada prajurit muda. Pesan bahwa perjuangan bukan semata soal operasi militer, tetapi juga kedisiplinan, empati, dan loyalitas kepada rakyat disampaikan secara mengalir di sela kegiatan.

    Usai doa bersama, kehangatan suasana tetap mengalir. Para prajurit menyambut warga dengan salaman yang penuh keakraban, menegaskan eratnya hubungan silaturahmi yang selama ini terjaga. Percakapan ringan di beranda masjid pun mengalir natural, menggambarkan betapa dekatnya TNI dengan masyarakat Trenggalek tanpa jarak dan tanpa sekat.

    Peringatan Hari Juang TNI AD 2025 di Trenggalek menjadi refleksi mendalam tentang arti pengabdian. Di tengah tugas menjaga pertahanan negara, para prajurit kembali diingatkan bahwa kekuatan TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat.

    Melalui doa bersama ini, Kodim 0806/Trenggalek meneguhkan komitmennya merawat nilai kejuangan serta terus melangkah dengan semangat pengabdian yang tak pernah padam.*** (Bgn)

  • Militer

    Pangdam V/Brawijaya Pimpin Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD dan HUT Ke-77 Kodam V/Brawijaya

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKorem 084/Bhaskara Jaya menggelar Doa Bersama dan pembacaan Surat Yasin di Masjid Al-Wathon Makorem 084/Bhaskara Jaya, Jl. Ahmad Yani No. 1, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Jumat (12/12/2025).

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Juang TNI AD, HUT Kodam V/Brawijaya ke-77, serta HUT Juang Infanteri.

    Acara yang dimulai usai Sholat Jumat ini dipimpin oleh Ustad Somad dan berlangsung dalam suasana khidmat. Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, beserta para Kasi, Pasi, Bintara, Tamtama dan ASN turut hadir dalam kegiatan tersebut.

    Doa bersama dan pembacaan Surat Yasin ini merupakan wujud syukur dan permohonan perlindungan serta kelancaran dalam setiap tugas pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara.

    Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh keluarga besar Korem 084/Bhaskara Jaya.

    Dengan semangat religius dan kebersamaan, diharapkan kegiatan ini dapat menambah motivasi prajurit Korem 084/Bhaskara Jaya dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah, serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat.*** (Bgn)

  • Militer

    Pangdam V/Brawijaya Pimpin Ziarah Rombongan Peringati Hari Juang TNI AD dan HUT Ke-77 Kodam V/Brawijaya

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT ke-77 Kodam V/Brawijaya tahun 2025 berlangsung khidmat melalui ziarah rombongan di TMP 10 Nopember Surabaya yang dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. M.A.

    “Ziarah ini wujud penghormatan kepada para pahlawan,” tegas Pangdam V/Brawijaya dalam kegiatan tersebut.

    Ziarah digelar pada Kamis, 11 Desember 2025 di TMPN 10 Nopember, Jl. Mayjen Sungkono, Dukuh Pakis, Surabaya. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 personel dengan penanggung jawab Kolonel Inf Agus Al Fauzi selaku Kasi Ops Kasrem 084/Bhaskara Jaya.

    Sejumlah pejabat hadir mendampingi Pangdam V/Brawijaya, antara lain Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si. Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli, S.E., dan Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M. Para pejabat Satbalak dan PJU Korem 084/BJ turut mengikuti rangkaian kegiatan.

    Pelaksanaan ziarah merupakan tradisi tahunan yang mengajarkan nilai keteladanan perjuangan. Kegiatan ini menjadi sarana memperkokoh persatuan, sekaligus mendorong prajurit agar terus meneladani semangat pengabdian para pahlawan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan serta mengharumkan nama bangsa.

    Ziarah juga mengandung makna penghormatan mendalam bagi para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum ini sekaligus menunjukkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya sebagai pondasi karakter kebangsaan.

    Melalui peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT ke-77 Kodam V/Brawijaya, diharapkan semangat perjuangan, keteladanan, serta keberanian para pahlawan terus menguatkan moral, profesionalisme, dan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan serta kehormatan bangsa.*** (Bgn)

  • SOSIAL

    MPI dan PASMANBAYA Resmi Satukan Gerakan Kemanusiaan untuk Sumatera dan Aceh

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 11 Desember 2025 — Semangat kebersamaan dan solidaritas Masjid Pemuda Indonesia (MPI) dan Paguyuban SMA Negeri Surabaya (PASMANBAYA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai wujud sinergi besar dalam memperkuat aksi kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

    Penandatanganan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi juga menjadi tonggak lahirnya gerakan terpadu antara lembaga kerelawanan dan komunitas alumni sekolah terbesar di Surabaya.

    Dalam sambutannya, Ramadhan Surohadi, SM.ST, Ketua Yayasan Masjid Pemuda Indonesia (MPI), menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum penting untuk memperluas jangkauan bantuan yang selama ini telah dilakukan MPI melalui Posko Kebaikan dan Program Warung Makan Gratis.

    “Hari ini kami resmi berkolaborasi dengan PASMANBAYA. Insya Allah, kami fokus memperkuat dapur-dapur umum yang sudah berjalan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kerja sama ini semoga menjadi jembatan kebermanfaatan yang makin luas,” tegasnya.

    MPI saat ini mengoperasikan enam dapur umum aktif, menjadi tulang punggung penyediaan makanan siap santap bagi ribuan korban bencana yang masih bertahan di tenda, posko darurat, dan daerah dengan akses terbatas. Enam titik dapur tersebut tersebar di:

    1. Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
    2. Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
    3. Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, perbatasan Aceh – Sumatera Utara.
    4. Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.
    5. Dusun Kenanga, Desa Sidodadi, Kecamatan Tamiang, Aceh.
    6. Dusun Kantil, Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang.

    Ramadhan berharap jumlah dapur umum dapat terus bertambah, mengingat cakupan wilayah terdampak cukup luas dan kebutuhan warga masih tinggi.

    “Semakin banyak dapur, semakin cepat bantuan menjangkau saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Semoga MoU ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak titik bantuan,” ungkapnya.

    Ramadhan juga menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur darat akibat medan yang sulit dan kondisi jalan yang sebagian terputus.

    “Relawan kami mulai memasak sejak dini hari. Setelah makanan siap, sekitar pukul delapan hingga siang hari, tiga sampai empat mobil diberangkatkan membawa 1.000 hingga 3.000 porsi makanan. Pengiriman dilakukan berkala setiap dua sampai tiga hari sekali,” jelasnya.

    Relawan yang bertugas di lapangan berhadapan dengan tantangan cuaca, akses jalan licin, hingga jangkauan lokasi-lokasi yang masih terisolasi. Namun semangat kepedulian menjadi energi utama yang membuat mereka terus bergerak.

    Sementara itu, Ir. Eddy Surohadi, SE., MH, Pembina Yayasan MPI sekaligus Tokoh Senior PASMANBAYA, menegaskan bahwa kerja sama ini membuka ruang besar bagi seluruh alumni Paguyuban SMA Negeri Surabaya (PASMANBAYA) yang tersebar di Indonesia untuk berkontribusi melalui sistem donasi terpusat.

    “Semua sumbangan akan dihimpun melalui satu rekening resmi Masjid Pemuda Indonesia (MPI) dan dikelola secara transparan oleh para senior PASMANBAYA yang juga menjadi pengurus yayasan. Dengan begitu, laporan donasi bisa kami sampaikan secara berkala kepada para penyumbang,” tuturnya.

    Eddy menambahkan bahwa selain donasi uang, PASMANBAYA juga membuka kesempatan bagi para alumninya untuk menyumbangkan pakaian layak pakai, yang nantinya akan disortir dan dikirimkan ke wilayah terdampak.

    Donasi dapat dikirim langsung ke sekretariat MPI di Jalan Kalikepiting No. 111 Surabaya atau melalui koordinasi PASMANBAYA Pusat.

    Eddy melanjutkan, bahwa kolaborasi antara Masjid Pemuda Indonesia (MPI) dan PASMANBAYA menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan selalu menemukan jalannya.

    Di tengah berbagai krisis dan tantangan, warga Surabaya menunjukkan bahwa solidaritas bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang digerakkan oleh empati dan rasa persaudaraan.

    “Dari dapur umum di kaki pegunungan Sumatera Barat hingga relawan yang menembus hujan di Aceh Tamiang, bantuan yang dikirim dari Surabaya menjadi harapan yang mengalir dalam setiap porsi makanan, setiap paket pakaian, dan setiap langkah relawan. Sinergi ini memperlihatkan bahwa ketika organisasi sosial dan komunitas masyarakat bersatu, skala dampaknya dapat melampaui batas geografis. Dari Surabaya untuk Sumatera dan Aceh dari hati untuk kemanusiaan langkah bersama ini menjadi cahaya bagi mereka yang sedang membangun kembali kehidupan,” pungkasnya.***

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Ajak Ribuan Massa Peringati HAKORDIA 2025, Tiga Lembaga Hukum Jatim di Ajak Pembersihan Korupsi Total

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Kota Surabaya sontak menjadi sorotan nasional pada Rabu (10/12/2025) ketika ribuan massa dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur turun ke jalan dalam aksi damai memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025.

    Aksi tersebut berlangsung massif, terstruktur, dan penuh pesan moral, mencerminkan eskalasi keresahan masyarakat atas dugaan penyelewengan anggaran publik yang dinilai semakin mengkhawatirkan di sejumlah sektor pemerintahan.

    Sejak pagi, barisan massa mulai mengalir dari berbagai penjuru kota menuju titik-titik utama aksi. Mereka membawa spanduk, poster, dan atribut bertema antikorupsi, sementara celengan dan stiker yang dibagikan kepada pengguna jalan menjadi simbol ajakan untuk membangun budaya integritas berbasis partisipasi publik.

    Kehadiran ribuan orang ini menggambarkan meningkatnya kesadaran kolektif bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa lagi diserahkan semata-mata pada lembaga penegak hukum, melainkan harus menjadi gerakan moral seluruh masyarakat.

    Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru Satriyo, berada di garis terdepan memimpin barisan. Dalam orasinya, Heru menegaskan bahwa aksi ini bukan seremoni rutin, melainkan penegasan sikap. Ia menyebut korupsi di Jawa Timur telah berkembang menjadi pola yang sistemik, merambah berbagai lini pemerintahan, dan membutuhkan penanganan yang jauh lebih tegas.

    “Kami akan terus bersuara lantang membongkar kasus-kasus korupsi di lingkungan Pemprov Jatim, khususnya pada OPD yang rawan penyimpangan. Ini bukan sekadar aksi ini adalah komitmen moral,” ujar Heru di depan Gedung Kejati Jatim, yang menjadi titik sentral orasi dan simbol tuntutan penegakan hukum.

    Setelah menyampaikan aspirasi di Kejati Jatim, massa bergerak menuju Kantor Diskominfo Jatim dan Polda Jatim dalam rute aksi yang telah diatur. Di setiap lembaga tersebut, tuntutan mereka tetap konsisten: memperkuat transparansi, menegakkan hukum tanpa diskriminasi, dan menghentikan persepsi bahwa pemberantasan korupsi hanya menyasar pelaku berprofil rendah sementara pelanggaran di level elite sering luput dari jerat hukum.

    Dalam beberapa kesempatan, Heru menyoroti sektor-sektor dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama dana hibah, BOS, dan sejumlah proyek infrastruktur yang nilai anggarannya besar. Ia menilai berulangnya pola penyimpangan mencerminkan lemahnya kontrol anggaran serta minimnya sanksi yang mampu memberikan efek jera.

    “Penegak hukum, baik KPK, kepolisian maupun kejaksaan, harus bekerja lebih fokus, lebih independen, dan lebih berani. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Hukum harus menjadi alat keadilan, bukan alat kepentingan,” tegas Heru.

    Dalam pernyataan resminya kepada media, Heru juga menjelaskan bahwa MAKI Jatim akan meningkatkan intensitas pelaporan dan memaksimalkan sistem investigasi internal mereka. Menurutnya, organisasi tersebut telah mengembangkan metode pengumpulan data dan verifikasi kasus yang memungkinkan proses pengawalan berjalan lebih efisien dan terarah.

    Heru kemudian menyinggung sisi fundamental dari persoalan korupsi sebuah dimensi yang kerap terlupakan: krisis moral dan degradasi etika publik. Ia menyebut bahwa jika pendidikan moral tidak diperkuat, maka kebocoran anggaran akan terus muncul meski berbagai kebijakan pengawasan telah diperketat.

    “Dana hibah dan anggaran pendidikan harus menjadi prioritas pengawasan. Bila sektor-sektor vital ini tidak dijaga, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa,” tambahnya.

    Aksi damai yang berlangsung tertib itu ditutup dengan pembacaan deklarasi komitmen kolektif seluruh peserta untuk terus mengawal transparansi, menegakkan kontrol sosial, dan memperkuat budaya pelaporan publik. Setelah deklarasi dibacakan, massa membubarkan diri dengan teratur.

    Namun, pesan yang mereka tinggalkan menggema kuat: perlawanan terhadap korupsi tidak akan berhenti di jalanan Surabaya hari ini. MAKI Jatim menegaskan bahwa mereka akan kembali turun ke jalan bila penegakan hukum dianggap melemah atau tidak lagi mencerminkan aspirasi masyarakat.

    Aksi tersebut sekali lagi menjadi pengingat bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan birokrasi, melainkan ancaman terhadap masa depan bangsa dan melawannya membutuhkan komitmen yang melampaui sekadar slogan. (Bgn)

Wartapenasatu.com @2025