• hukum

    MAKI Jatim Siap Seret Akun Tiktok Penyebar Narasi “RP200 Juta” Ke Pidana UU ITE

    WARTAPENASATUJATIM | Malang – Gelombang opini liar di media sosial akhirnya mendapat respons tegas. MAKI Jatim menyatakan siap melaporkan akun TikTok yang menyebarkan narasi dugaan “paksaan Rp200 juta” oleh penyidik Polsek Gondanglegi ke Polda Jawa Timur melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

    Isu ini mencuat di tengah proses penyidikan kasus dugaan penganiayaan dan perampokan yang menimpa Hj. Muslicoh, warga Desa Gading, Bululawang. Kasus tersebut telah resmi dilaporkan dan kini memasuki fase penyidikan mendalam.

    Dalam proses pengungkapan perkara, penyidik melakukan penggeledahan di rumah saksi kunci. Namun, hasilnya tidak maksimal. Bahkan muncul dugaan adanya hambatan dalam proses penyidikan, termasuk hilangnya telepon genggam yang sebelumnya diminta penyidik sebagai bagian dari kepentingan pembuktian.

    Kondisi ini memunculkan tanda tanya serius: apakah ada upaya sistematis untuk memperlambat atau mengganggu proses hukum?

    Di tengah dinamika penyidikan, muncul konten TikTok dengan narasi “SAYA” yang menyebut adanya dugaan paksaan dari penyidik agar menyiapkan uang Rp200 juta.

    Narasi ini langsung memantik opini publik dan secara implisit mengaitkan angka tersebut dengan proses hukum yang sedang berjalan.

    Namun berdasarkan penelusuran dan klarifikasi internal, sebelum video itu beredar, keluarga saksi kunci justru meminta agar difasilitasi mediasi oleh Polsek Gondanglegi untuk mempertemukan dengan pihak korban.

    Permintaan tersebut direspons positif oleh penyidik. Dalam konteks mediasi itulah, korban menyampaikan bahwa kerugian berupa perhiasan emas yang diduga dirampas ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta. Angka tersebut murni berbasis estimasi kerugian korban bukan permintaan atau
    paksaan dari penyidik.

    Ironisnya, saat mediasi difasilitasi dan keluarga korban hadir, pihak keluarga saksi kunci tidak datang. Proses mediasi batal terlaksana.

    Ketua MAKI Koorwil Jawa Timur, Heru, menegaskan bahwa narasi yang beredar telah keluar dari konteks.

    Menurutnya, Polsek Gondanglegi hanya berperan sebagai fasilitator mediasi, bukan pihak yang menentukan nilai ataupun memaksa pihak mana pun.

    “Angka Rp200 juta itu adalah estimasi kerugian korban atas perhiasan emas yang hilang. Itu konteks mediasi, bukan tekanan. Proses penyidikan tetap berjalan sesuai hukum acara pidana,” tegasnya.

    MAKI Jatim menilai narasi tersebut berpotensi mengandung dugaan fitnah dan pencemaran nama baik institusi. Oleh karena itu, pelaporan ke Direskrimsus Polda Jawa Timur akan ditempuh sebagai langkah hukum resmi.

    Langkah ini disebut bukan sekadar membela nama baik, tetapi menjaga marwah proses penyidikan agar tidak dirusak oleh opini yang belum terverifikasi.

    Kasus dugaan penganiayaan dan perampokan terhadap Hj. Muslicoh kini telah berada pada tahap lanjutan. Sinyal kuat mengarah pada pengembangan perkara dan potensi penetapan tersangka dalam waktu dekat.

    MAKI Jatim menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus memastikan bahwa ruang digital tidak dijadikan alat untuk membangun narasi yang menyimpang dari fakta.

    Ketika proses hukum berjalan, menggiring opini publik dengan narasi yang belum teruji berisiko menabrak hukum itu sendiri. Media sosial bukan tameng untuk menyebarkan tudingan tanpa konsekuensi.

    MAKI Jatim memilih jalur hukum, bukan adu sensasi.
    Dan ketika laporan resmi dilayangkan, babak berikutnya bukan lagi soal opini melainkan pertanggungjawaban pidana. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Sambut Bulan Suci, Kaperwil Warta Pena Satu Jatim Harapkan Ramadan Jadi Waktu Introspeksi dan Berbagi

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Yuyun Ary Soekardi selaku Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Warta Pena Satu Jatim menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim, khususnya pembaca dan mitra kerja di Jawa Timur.

    Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat solidaritas sosial.

    Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat serta berkah, di mana setiap umat Muslim diberi kesempatan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah.

    Yuyun mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak doa, sedekah, serta mempererat silaturahmi antar sesama.

    Ia juga menyoroti pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan, terutama di era digital yang sarat arus informasi.

    Yuyun mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, sehingga suasana Ramadan tetap teduh dan penuh kedamaian.

    Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan media di wilayah Jawa Timur, ia menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan pemberitaan yang inspiratif dan menyejukkan selama Ramadan.

    Bahwa media, memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya suasana yang harmonis di tengah masyarakat.

    Menutup pesannya, Yuyun Ary Soekardi berharap Ramadan 1447 H membawa keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh umat Muslim.

    Ia juga mengajak semua pihak menjadikan bulan suci ini sebagai sarana memperkuat nilai kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.(Red)***

  • hukum

    MAKI Jatim Siapkan Aksi Demo Akbar, Siap Segel dan Status Quo Kantor DPRD Magetan

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Pasca laporan yang masuk dari tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim di Kabupaten Magetan berkenaan dengan dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019-2024, MAKI Jatim langsung bereaksi keras.

    Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur dalam rapat evaluasi kemarin (17/02) di kantor sekretariat MAKI Jatim pasca mendengarkan laporan pulbaket internal sementara dari Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim, langsung menyusun langkah penajaman untuk aksi demo akbar.

    Diputuskan juga bahwa aksi demo akbar pasti akan dilaksanakan dan lokasi Aksi Demo Akbar di Kabupaten Magetan ini akan mengarah ke dua titik utama yaitu menyegel Kantor DPRD Magetan serta men’status quo’kan kantor DPRD Magetan dan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Magetan.

    Mas Novel sebagai salah satu Wakil Ketua MAKI Jatim yang bertempat tinggal di Kabupaten Magetan sudah mendapatkan instruksi khusus untuk menjadi Komandan utama dalam Aksi Demo Akbar MAKI Jatim dan berkoordinasi terkait perijinan dengan Polres Magetan.

    Heru MAKI juga menyampaikan keheranan luar biasa ketika masuk juga laporan dari tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim adanya dugaan pemotongan anggaran Pokir sebanyak 30% untuk program hibah Pokir DPRD Magetan tahun 2025.

    “Kita lagi fokus untuk mengungkap dugaan korupsi penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019-2024, dalam investigasi, tim saya di lapangan pada salah satu desa berhasil menemukan dugaan cash back dari Pokir yang masuk ke salah satu desa sebesar 30% dan itu program hibah Pokir tahun 2025, malah luar biasa ini,” ungkap Heru MAKI.

    Heru MAKI menegaskan bahwa aksi demo akbar ini pastinya juga akan diikuti oleh masyarakat Kabupaten Magetan dan beberapa aktivis Sinti korupsi, NGO/LSM di Magetan serta insan media jurnalistik.

    Saat ini dalam rangka menajamkan data, tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim juga masih menelusuri lebih dalam dan panjang kaitan dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan tersebut, apakah dugaan penyimpangan tersebut juga terjadi untuk dana hibah yang dikelola Pemerintah Kabupaten Magetan.

    “Semua masih dipertajam dan semua masih ditelusuri lebih mendalam, tunggu saja tanggal mainnya, saya hanya bisa jamin akan heboh dan masuk pada skala konstelasi kasus korupsi Nasional, CATAT ITU,” pungkas Heru MAKI. (Bagas)***

  • Uncategorized

    Heru MAKI Sambut Ramadan Untuk Hati yang Rindu: Menyucikan Diri, Menumbuhkan Kasih, Menguatkan Iman

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 17 Februari 2026 – Datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah adalah anugerah yang tak ternilai. Ia hadir bukan sekadar sebagai penanda waktu, melainkan sebagai pelukan kasih dari Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang rindu akan ampunan, kedamaian, dan pembaruan diri. Ramadan adalah bulan ketika langit seakan lebih dekat, doa-doa lebih khusyuk terangkat, dan hati-hati yang lelah menemukan ketenangan.

    Keluarga Besar Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (MAKI Jatim) menyambut bulan suci ini dengan penuh syukur seraya mengucapkan, Marhaban Ya Ramadan. Sebuah sapaan hangat yang bermakna: selamat datang wahai bulan yang membawa rahmat, ampunan, dan keberkahan.

    Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Jawa Timur, Heru Satriyo, S.IP, menyampaikan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, puasa adalah latihan kesabaran, madrasah kejujuran, serta jalan sunyi untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela.

    “Ramadan adalah momentum untuk kembali menata niat, meluruskan langkah, dan memperbaiki diri. Puasa mengajarkan kita arti pengendalian diri, keikhlasan, dan tanggung jawab, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia,” ujarnya.

    Dalam ibadah puasa, manusia belajar bahwa integritas sejati lahir dari kesadaran batin. Saat seseorang tetap menjaga puasanya meski tak ada yang melihat, di situlah nilai kejujuran tumbuh. Ketika ia menahan amarah, mengendalikan lisan, serta menolak perbuatan zalim, di situlah iman menempa karakter.

    Ramadan juga mengajarkan empati. Rasa lapar yang dirasakan menjadi pengingat akan penderitaan saudara-saudara yang kekurangan. Dari situlah tumbuh kepedulian, zakat ditunaikan, sedekah dilipatgandakan, dan tangan-tangan kebaikan saling terulur.

    Semangat puasa sejatinya melahirkan pribadi yang lebih bersih, masyarakat yang lebih peduli, serta kehidupan sosial yang lebih berkeadilan. Nilai kesederhanaan dan amanah yang dipupuk selama Ramadan hendaknya tidak berhenti di penghujung Syawal, melainkan terus hidup dalam perilaku sehari-hari.

    Ramadan 1447 Hijriah diharapkan menjadi titik awal kebangkitan moral dan spiritual. Saat hati disucikan, pikiran dijernihkan, dan niat diluruskan, maka lahirlah insan yang berintegritas dan masyarakat yang berakhlak mulia.

    Dengan penuh harap dan doa, semoga Ramadan tahun ini menjadi wasilah turunnya keberkahan, kesehatan, serta kedamaian bagi seluruh umat. Semoga setiap tetes keringat dalam berpuasa, setiap doa dalam sujud malam, dan setiap sedekah yang diberikan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan di dunia dan akhirat.

    Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah.
    Semoga kita semua diberi kekuatan menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan, kesabaran, dan keikhlasan, hingga kembali menjadi pribadi yang lebih suci dan diridai Allah SWT. (Bgn)***

  • hukum

    Fee Ijon 15 Persen Dalam Dana Hibah Pokir DPRD Magetan 2019–2024 Terkuak

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Aroma busuk dugaan korupsi dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan periode 2019–2024 kian menyengat. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengungkap temuan serius berupa kuitansi pemotongan dana sebesar 15 persen yang diduga sebagai “fee ijon” pada tahap awal pencairan anggaran.

    Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyatakan bahwa praktik tersebut bukan sekadar dugaan normatif, melainkan telah didukung bukti administratif yang mengindikasikan adanya pola pemotongan sistematis sebelum dana benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan publik. J

    ika benar terjadi, maka praktik ini mengarah pada skema terorganisir yang merampas hak masyarakat sejak awal distribusi anggaran.

    Investigasi dilakukan secara tertutup dan mendalam oleh Tim Litbang MAKI Jatim bersama sejumlah NGO dan media lokal di Magetan. Penelusuran mengarah pada dugaan bahwa pemotongan tersebut bukan tindakan individual, melainkan bagian dari mekanisme yang berjalan rapi dan berulang selama periode 2019–2024.

    “Indikasinya kuat: ini bukan peristiwa tunggal. Polanya berulang, sistematis, dan masif. Dugaan kami, kebijakan di level pimpinan DPRD saat itu menjadi titik sentral yang memberi legitimasi praktik ini,” tegas Heru, Senin (16/2/2026).

    MAKI Jatim menilai, jika pemotongan 15 persen itu dilakukan secara konsisten dari setiap pencairan Pokir, maka potensi kerugian publik bisa mencapai angka signifikan.

    Dana yang seharusnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat justru tergerus di meja awal sebelum sampai ke sasaran program.

    Sebagai langkah lanjutan, MAKI Jatim akan berkoordinasi langsung dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk mendorong pengusutan menyeluruh.

    MAKI menegaskan bahwa perkara ini tidak boleh berhenti pada klarifikasi administratif, melainkan harus masuk ke tahap pembuktian hukum yang transparan dan akuntabel.

    Secara internal, surat tugas khusus telah diterbitkan guna menyusun bagan kronologis dan alur distribusi dana hibah.

    Flow chart tersebut disiapkan untuk memetakan titik-titik krusial, aktor yang terlibat, serta konstruksi dugaan mens rea dalam kebijakan pembagian anggaran.

    MAKI juga mengirim pesan keras kepada Ketua DPRD Magetan periode 2019–2024 agar tidak berlindung di balik prosedur formalitas.

    Keterbukaan data dan kesiapan memberikan klarifikasi secara terbuka dinilai sebagai ujian integritas moral dan politik.

    “Kami tidak ingin opini. Kami ingin data dibuka. Jika tidak ada yang disembunyikan, transparansi seharusnya tidak menjadi masalah,” tandas Heru.

    Selain mendesak Kejati Jatim, MAKI meminta Kepala Kejaksaan Negeri Magetan yang baru untuk menunjukkan keberpihakan pada kepentingan publik dengan bertindak cepat dan tegas.

    Penegakan hukum yang setengah hati hanya akan memperkuat persepsi bahwa dana rakyat mudah dijadikan bancakan kekuasaan.

    Kasus ini bukan sekadar soal angka 15 persen. Ini tentang integritas lembaga, tentang keberanian membongkar praktik kotor yang diduga telah berlangsung bertahun-tahun.

    Jika dugaan tersebut terbukti, maka publik berhak menuntut pertanggungjawaban hukum tanpa tebang pilih siapa pun yang terlibat, pada jabatan apa pun. (Bgn)***

  • Seni dan Budaya

    Simfoni Agung Dari Tanah Legok: Ruwat Dusun 2026, Perjanjian Suci Leluhur Dan Generasi Penjaga Peradaban

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Di bentang tanah yang sarat sejarah di Kabupaten Sidoarjo, tepatnya di Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Dusun Legok kembali menorehkan jejak peradaban melalui sebuah tradisi sakral yang tak lekang oleh zaman Ruwat Dusun 2026.

    Pada Minggu (15/2/2026), denyut kehidupan desa berpadu dalam satu harmoni agung, menjelma peristiwa budaya yang bukan sekadar perayaan, melainkan manifestasi cinta terhadap leluhur, alam, dan kebersamaan.

    Ruwat Dusun adalah warisan spiritual yang mengandung makna mendalam. Ia bukan sekadar ritual adat, tetapi pernyataan kolektif tentang kesadaran sejarah dan tanggung jawab moral. Di tengah derasnya arus modernisasi yang terus menggulung nilai-nilai tradisional, warga Dusun Legok berdiri teguh, memeluk erat akar budaya yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

    Sejak fajar menyingsing, Dusun Legok yang terdiri dari tiga RW dan sebelas RT dengan jumlah penduduk sekitar empat ribu jiwa, telah bersolek dalam balutan semangat kebersamaan. Jalan-jalan desa menjadi saksi pertemuan hati yang tulus. Anak-anak melangkah penuh riang, generasi muda bergerak sigap mempersiapkan rangkaian acara, para ibu menghadirkan sajian terbaik dengan sentuhan kasih, sementara para sesepuh menyaksikan dengan khidmat menyadari bahwa nilai yang mereka jaga kini tumbuh subur dalam jiwa generasi penerus.

    Perhelatan ini digelar sebagai penghormatan mendalam kepada dua tokoh pembuka peradaban Dusun Legok, Mbah Sari dan Arjo Sungu. Dari tangan-tangan gigih merekalah hutan dibabat, tanah digarap, dan kehidupan ditanamkan. Jejak perjuangan itu kini menjelma menjadi dusun yang hidup, berkembang, dan tetap berakar pada adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Ruwatan menjadi jembatan batin antara masa lalu dan masa kini sebuah ikrar bahwa kemajuan tak akan pernah memutus tali sejarah.

    Kirab gunungan hasil bumi menjadi puncak simbol rasa syukur. Gunungan yang menjulang megah dihiasi padi emas, sayuran segar, buah-buahan ranum, serta aneka jajanan tradisional. Setiap butir padi dan setiap hasil bumi adalah lambang kerja keras, doa, dan harapan yang terwujud. Arak-arakan berlangsung khidmat namun semarak, diiringi dentuman musik horeg yang berpadu dengan irama tradisional, menghadirkan harmoni unik antara energi modern dan kearifan lokal.

    Saat malam tiba, gemerlap panggung hiburan rakyat menyempurnakan suasana. Kelompok Ludruk Citra Baru dari Surabaya akan tampil memukau, penuh humor, kritik sosial yang tajam namun santun, serta pesan moral yang membumi. Tawa yang meledak di antara penonton bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi tentang kehidupan bersama. Penampilan istimewa dari Rena KDI dan Lilin Herlina semakin menghangatkan malam, menyatukan generasi dalam irama kebahagiaan tanpa sekat.

    Namun sejatinya, Ruwat Dusun Legok bukan hanya tentang kirab dan hiburan. Ia adalah momentum spiritual yang sakral. Doa-doa dipanjatkan bersama agar dusun senantiasa dalam lindungan Tuhan, dijauhkan dari marabahaya, serta dilimpahi kesejahteraan dan kedamaian. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keseimbangan hidup tercipta dari harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh.

    Penjabat (Pj) Kepala Desa Suko, Yusuf Kurniawan Hady, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi aktif seluruh warga. Semangat gotong royong yang tercermin sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan menjadi bukti nyata bahwa kekuatan desa terletak pada persatuan. Ruwat Dusun, menurutnya, adalah fondasi sosial yang menjaga identitas dan memperkokoh solidaritas antarwarga.

    Ruwat Dusun Legok 2026 telah menjelma menjadi simfoni kebudayaan yang utuh menggabungkan sejarah, spiritualitas, seni, dan kebersamaan dalam satu tarikan napas panjang peradaban. Di bawah langit Sukodono yang teduh, warga Legok kembali menegaskan sumpahnya: selama budaya dijaga dengan kesungguhan dan keharmonisan dirawat dengan cinta, maka dusun ini akan terus tumbuh sebagai ruang hidup yang damai dan bermartabat.

    Di tanah yang dahulu dirintis dengan keberanian dan doa, kini berdiri generasi penjaga warisan. Dan melalui Ruwat Dusun, Legok mengirimkan pesan kepada zaman: bahwa tradisi bukan beban masa lalu, melainkan cahaya yang menuntun masa depan abadi, kokoh, dan penuh makna. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Jelajah Nusantara: A Wishful Ramadhan, Pengalaman Buka Puasa Spektakuler di ARTOTEL TS Suites Surabaya

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – ARTOTEL TS Suites Surabaya hari Jumat 13/02/2026) kemarin meluncurkan paket buka puasa istimewa bertajuk “Jelajah Nusantara: A Wishful Ramadhan” yang mengambil tempat di One Deck Gastropub,

    Paket Berbuka Puasa ini menawarkan pengalaman berbuka puasa yang unik dengan konsep all-you-can-eat dan cita rasa Nusantara.

    Jika mengambil paket Berbuka Puasa ini, memungkinkan para tamu menikmati hidangan sepuasnya dengan lebih dari 100 menu berbeda yang dihadirkan setiap hari. Ragam sajian tersebut merepresentasikan kekayaan cita rasa dari berbagai daerah di Indonesia.

    Salah satu daya tarik utama adalah Pojok Nusantara, sebuah stand hidangan khusus yang menyajikan aneka masakan khas Indonesia dari berbagai penjuru daerah.
    Ada beragam menu andalan seperti Ikan Kakap Merah Panggang, Coto Makassar, dan Ayam Betutu disajikan dengan cita rasa autentik.

    Suasana berbuka semakin meriah karena adanya pertujukan live cooking station yang menghadirkan pengalaman interaktif. Para tamu dapat melihat langsung proses pengolahan hidangan favorit mereka secara fresh dan menggugah selera.

    Tidak hanya itu, program ini juga dimeriahkan dengan live music setiap hari serta door prize harian bagi para tamu yang beruntung. Sebagai puncak kemeriahan, di akhir Ramadhan akan dilakukan pengundian grand prize berupa sepeda listrik dan kulkas.

    Paket buka puasa “Jelajah Nusantara: A Wishful Ramadan” ditawarkan dengan harga cukup menarik dan terjangkau mulai dewasa maupun untuk anak-anak. Tersedia pula promo menarik “10 Gratis 1” untuk setiap reservasi sepuluh orang.

    Kepada awak media yang menemuinya, Untung Sumirat selaku Food & Beverage Manager ARTOTEL TS Suites Surabaya, menyampaikan bahwa paket buka puasa ini ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang tidak hanya memanjakan selera, tetapi juga memberikan pengalaman kuliner yang interaktif dan berkesan.

    Untung berharap para tamu dapat menikmati kekayaan cita rasa nusantara secara maksimal dalam suasana Ramadhan yang hangat dan penuh kebersamaan.

    Salah satu harapan Untung adalah ARTOTEL TS Suites Surabaya dapat menjadi destinasi pilihan masyarakat Surabaya dan sekitarnya untuk menikmati momen Ramadhan dengan sajian autentik dan hiburan menarik.

    Dengan adanya paket buka puasa ini, ARTOTEL TS Suites Surabaya ingin memperkuat perannya sebagai ruang kreatif yang mendukung kolaborasi dan pengalaman berbeda.

    Semoga paket buka puasa “Jelajah Nusantara: A Wishful Ramadhan” dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi dalam menyiapkan bingkisan dan hampers menjelang Idul Fitri. (Houget)***

  • Uncategorized

    Kolaborasi Untuk Masa Depan: Expo Expose SMK Jatim 2026 Menjadi Role Model Nasional

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Dinamika perubahan global, ketika teknologi bergerak lebih cepat dari yang pernah dibayangkan, Expo Expose SMK Jawa Timur 2026 hadir bukan sekadar sebagai agenda tahunan.

    Ia menjelma menjadi ruang harapan ruang di mana sekolah, pemerintah, dan industri duduk bersama untuk memastikan satu hal: masa depan anak-anak vokasi tidak dibiarkan berjalan sendiri.

    Digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya, acara penutupan Expo Expose pada Jumat sore (14/02/2026) menjadi momentum reflektif sekaligus optimistis.

    Bukan hanya tentang apa yang telah dipamerkan, tetapi tentang komitmen bersama yang telah diteguhkan.

    Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan, menegaskan dalam sambutannya bahwa expo ini adalah panggung pembuktian kualitas SMK Jawa Timur.

    Baginya, pendidikan vokasi tidak cukup diukur dari kelulusan semata. Ukurannya adalah keterterimaan di dunia kerja.

    “Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi adalah employability. Ending dari seluruh proses pendidikan vokatif adalah seberapa kuat lulusan kita diterima dan berkontribusi di dunia kerja serta dunia industri,” tegasnya.

    Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Berdasarkan kunjungan langsungnya ke berbagai SMK di Jawa Timur, ia menyaksikan sendiri bagaimana teaching factory dan teaching industry berjalan kompetitif dan produktif.

    Bahkan, menurutnya, kualitas praktik dan produksi siswa SMK tidak kalah dengan perguruan tinggi negeri strategis.

    Di sinilah pendidikan vokasi menemukan maknanya: belajar sambil memproduksi, belajar sambil melayani kebutuhan nyata pasar.

    Transformasi SMK di Jawa Timur tidak berjalan tanpa dukungan. Pemerintah pusat pada tahun 2025 telah mengalokasikan bantuan kepada 472 SMK dengan total anggaran mencapai Rp430 miliar.

    Dana tersebut digunakan untuk revitalisasi sarana prasarana, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kemitraan industri.

    Angka itu bukan sekadar nominal. Ia adalah investasi pada masa depan ribuan siswa yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia profesional.

    Revitalisasi bengkel praktik, laboratorium berbasis teknologi, hingga integrasi sistem digital menjadi bagian dari langkah besar agar SMK semakin adaptif terhadap perubahan industri 4.0 dan transisi ekonomi hijau.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa SMK memiliki peran sentral dalam memperkuat struktur ekonomi daerah.

    “Kita ingin memastikan bahwa anak-anak SMK Jawa Timur tidak hanya lulus, tetapi langsung siap kerja, siap berwirausaha, bahkan siap menciptakan lapangan pekerjaan. SMK harus menjadi solusi atas kebutuhan industri dan tantangan masa depan.”

    Pernyataan itu mengandung pesan yang sangat humanis: setiap siswa SMK adalah aset daerah. Mereka bukan hanya pencari kerja, tetapi juga calon inovator dan pencipta peluang.

    Khofifah menekankan bahwa kolaborasi adalah fondasi utama.

    “Kolaborasi adalah kunci. Tanpa kemitraan yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan industri, kita tidak akan mampu menghadirkan pendidikan yang relevan.”

    Penandatanganan MoU yang dilakukan dalam rangkaian expo dimaknai bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen konkret untuk membuka akses magang, rekrutmen, hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.

    Expo Expose ini mempertemukan ratusan SMK dengan dunia usaha dan dunia industri dalam satu ruang dialog. Stan-stan yang berdiri selama beberapa hari bukan hanya memamerkan produk, tetapi mempresentasikan kompetensi.

    Ada karya rekayasa teknologi, produk kreatif, sistem digital, hingga inovasi berbasis kebutuhan lokal. Setiap karya membawa cerita tentang proses belajar, kegigihan guru membimbing, serta kerja keras siswa mengasah keterampilan.

    Dalam konteks pendidikan, inilah ekosistem yang ideal: sekolah tidak berjalan sendiri, industri tidak berdiri jauh, dan pemerintah hadir sebagai penguat kebijakan.

    Dengan jumlah SMK dan peserta didik yang besar, Jawa Timur dinilai memiliki potensi kuat menjadi model nasional pendidikan vokasi.

    “Jawa Timur harus menjadi role model nasional. Kita punya SDM, jejaring industri, dan semangat inovasi. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas, konsistensi, dan keberlanjutannya,” tegas Khofifah.

    Optimisme itu terasa nyata di ruang penutupan expo. Bukan optimisme kosong, melainkan keyakinan yang dibangun dari data, kolaborasi, dan kerja nyata.

    Penutupan Expo & Expose SMK Jawa Timur 2026 tidak dimaknai sebagai akhir rangkaian kegiatan. Justru sebaliknya ia menjadi pembuka akses menuju masa depan yang lebih luas bagi para siswa SMK.

    Dari Exhibition Hall Grand City Surabaya, pesan itu mengalir ke seluruh kabupaten dan kota: pendidikan vokasi harus relevan, terhubung, dan berdampak.

    Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan nilai rapor. Ia adalah tentang menyiapkan manusia untuk hidup bermakna, bekerja dengan kompeten, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    Dan di Surabaya sore itu, dunia pendidikan vokasi Jawa Timur menegaskan satu hal penting:
    masa depan anak-anak SMK tidak hanya sedang dipersiapkan ia sedang dibangun, bersama-sama. (Bgn)***

  • Uncategorized

    SMKN 1 Madiun Mengguncang Jatim Expo Expose SMK Jatim 2026 Fengan Inovasi Bangunan Cerdas Berbasis Energi Surya

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 14 Februari 2026 — Di tengah riuh semangat inovasi dalam ajang Expo Expose SMK Jatim 2026, satu karya tampil mencuri perhatian. Bukan sekadar maket bangunan biasa, melainkan prototipe masa depan yang lahir dari tangan-tangan muda penuh visi: karya inovatif dari SMKN 1 Madiun.

    Melalui kompetensi keahlian Teknologi Konstruksi dan Bangunan, khususnya jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), para siswa menghadirkan sebuah maket bangunan cerdas berbasis teknologi ramah lingkungan.

    Karya tersebut menjadi simbol bahwa sekolah vokasi bukan hanya tempat belajar keterampilan, tetapi juga laboratorium lahirnya solusi masa depan.

    Maket yang dipamerkan bukan sekadar representasi fisik bangunan. Di dalamnya terintegrasi panel surya sebagai sumber energi alternatif, serta sistem pencahayaan pintar yang dapat dikendalikan melalui aplikasi hasil pengembangan siswa sendiri. Teknologi ini dirancang untuk mensimulasikan konsep bangunan modern yang efisien energi, adaptif, dan berkelanjutan.

    Lebih membanggakan lagi, proyek ini merupakan kolaborasi lintas jurusan antara DPIB dan jurusan Audio Video. Dari tahap perencanaan desain, pemodelan digital, instalasi sistem kelistrikan, hingga pemrograman aplikasi, seluruh proses dikerjakan mandiri oleh siswa.

    Salah satu sosok di balik keberhasilan ini adalah Alya Cahaya, siswa yang terlibat langsung dalam pengembangan proyek tersebut.

    “Inovasi yang kami tampilkan di sini adalah maket bangunan berbasis teknologi. Di dalamnya ada panel surya dan lampu-lampu yang bisa diakses melalui aplikasi yang kami buat sendiri. Semuanya benar-benar kami kerjakan dari nol sampai siap dipamerkan di sini,” ungkap Alya dengan penuh kebanggaan.

    Kurikulum Teknologi Konstruksi dan Bangunan di SMKN 1 Madiun terus beradaptasi dengan perkembangan industri konstruksi modern. Para siswa dibekali kemampuan desain berbasis perangkat lunak profesional seperti:
    AutoCAD untuk gambar teknik 2D, SketchUp untuk pemodelan 3D, Enscape untuk visualisasi realistis.

    Tak hanya belajar secara teoritis, siswa juga diarahkan memahami kebutuhan pasar dan tren desain yang berkembang. Bahkan, mereka membuka jasa desain sebagai bagian dari praktik pembelajaran kewirausahaan.

    Pendekatan ini membuktikan bahwa pendidikan vokasi hari ini bukan hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga calon inovator dan wirausahawan muda.

    Konsep utama yang diusung adalah keberlanjutan (sustainability). Pemanfaatan energi surya menjadi representasi komitmen terhadap efisiensi listrik dan energi terbarukan. Dalam dunia konstruksi modern, pendekatan ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
    Melalui karya ini, siswa SMKN 1 Madiun menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dapat diintegrasikan sejak tahap perancangan desain. Bangunan bukan hanya berdiri kokoh, tetapi juga selaras dengan alam.

    “Bangunan yang kami tampilkan tetap mengusung konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan panel surya, penggunaan listrik jadi lebih efisien,” jelas Alya.

    Sebagai sekolah vokasi, porsi praktik yang dominan menjadikan siswa lebih siap menghadapi dunia kerja. Mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengeksekusi ide menjadi produk nyata.

    Keikutsertaan dalam Jatim Expose SMK SMA Jatim 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa siswa SMK mampu bersaing di era industri 4.0 dan transisi energi hijau.

    “Kami yakin bisa bersaing. Bahkan bisa selangkah lebih maju dibandingkan yang belum belajar di bidang ini,” tambah Alya optimis.

    Bagi Alya dan timnya, ajang ini bukan hanya soal memamerkan karya, tetapi juga memperluas jaringan, membangun kepercayaan diri, dan membawa nama sekolah ke panggung yang lebih luas.

    Semangat, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi yang mereka tunjukkan menjadi bukti bahwa masa depan konstruksi hijau bisa lahir dari ruang-ruang kelas SMK.

    Dan dari Surabaya, pesan itu bergema jelas:
    Generasi vokasi Jawa Timur siap membangun masa depan lebih cerdas, lebih hijau, dan lebih inovatif. (Bgn)***

  • Seni dan Budaya

    Sebelas Tahun Menjadi Anugerah Terindah, Selamat Ulang Tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo

    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Hari ini menjadi saksi sebuah hari yang tak pernah dilupakan. Tepat pada 14 Februari 2015, Allah SWT menghadirkan hadiah terindah dalam kehidupan keluarga kecil ini. Seorang putri mungil lahir dengan tangis pertamanya yang menggetarkan hati, tangis yang justru menjadi suara paling membahagiakan bagi kedua orang tuanya, Heru Satriyo dan Dwi Yulis.

    Ia diberi nama penuh doa dan makna: Asmara Budha Satriyo. Nama yang mengandung cinta. Nama yang dipanjatkan bersama harapan.

    Sejak hari itu, rumah terasa lebih hangat. Tawa kecilnya mengisi setiap sudut ruang. Langkah mungilnya menjadi irama baru dalam kehidupan.

    Sebagai putri kedua, Asmara hadir bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai penyempurna penyejuk hati, penguat semangat, dan sumber kebahagiaan yang tak pernah habis.

    Waktu berjalan begitu cepat. Dari balita yang gemar menggenggam jari Papa dan Mama, kini ia telah tumbuh menjadi gadis kecil berusia 11 tahun. Ceria, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki hati yang lembut. Setiap harinya adalah cerita tentang semangat belajar di sekolah, tentang tawa bersama sahabat, tentang mimpi-mimpi kecil yang perlahan mulai disusun dengan indah.

    Sebelas tahun bukanlah waktu yang singkat. Di setiap pertumbuhannya, ada doa yang tak pernah putus. Di setiap langkahnya, ada cinta yang tak pernah berkurang.

    Dalam momen penuh syukur ini, keluarga memanjatkan terima kasih kepada Allah SWT atas kesehatan, perlindungan, serta keberkahan yang selalu menyertai perjalanan Asmara. Semoga di usia yang ke-11 ini, ia semakin tumbuh menjadi anak yang salihah, cerdas, rendah hati, penyayang, dan selalu berbakti kepada kedua orang tua.

    Dengan suara yang penuh haru dan cinta, sang Ayah tercinta menyampaikan pesan untuk putrinya:
    “Anakku tersayang, Asmara Budha Satriyo
    Sebelas tahun lalu kamu hadir sebagai cahaya dalam hidup Papa. Sejak hari itu, Papa belajar arti tanggung jawab dan arti cinta yang tulus tanpa syarat.

    Papa bangga melihatmu tumbuh menjadi anak yang kuat, ceria, dan penuh kasih. Jangan pernah takut bermimpi setinggi langit, karena Papa akan selalu berdiri di belakangmu, menjaga dan menopang setiap langkahmu.

    Hormati Mama, sayangi saudaramu, dan belajarlah dengan sungguh-sungguh.

    Dalam setiap doa Papa, namamu selalu disebut agar kelak kamu menjadi perempuan yang tangguh, berhati lembut, dan membawa kebaikan di mana pun kamu berada.

    Apa pun jalan hidup yang kamu pilih nanti, ingatlah satu hal: kamu adalah kebanggaan Papa, dan cinta Papa tidak akan pernah berkurang sedikit pun.”

    Ucapan itu menjadi pelukan yang tak terlihat, namun terasa hangat hingga ke hati. Karena sesungguhnya, cinta orang tua adalah pondasi terkuat dalam perjalanan hidup seorang anak.

    Selamat ulang tahun ke-11, Asmara Budha Satriyo. Teruslah tumbuh menjadi gadis yang bahagia. Teruslah bercahaya dengan kebaikan dan kasih sayang. Dan semoga setiap langkahmu selalu berada dalam lindungan serta ridha Allah SWT.

    Hari ini adalah tentangmu. Tentang tawa kecil yang kini beranjak dewasa.
    Tentang cinta yang akan selalu ada, selamanya. (Bgn)***

Wartapenasatu.com @2025