• Kriminal

    Lepas Pengedar Sabu Asal Tragah Bangkalan, Diduga Kasat Narkoba Terima Uang Rp 65 Juta

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangkalan berhasil mengamankan seorang pria inisial JM yang diduga sebagai pengedar sabu pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB di wilayah Desa Masaran, Kecamatan Tragah Bangkalan. Namun, muncul isu bahwa tersangka justru dilepas pada sore harinya sekira pukul 16.00 WIB setelah adanya dugaan uang “pengkondisian” sebesar Rp 65 juta.

    Berdasarkan keterangan orang terdekat JM, petugas mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kurang lebih 2 gram dalam bungkus plastik klip.
    Selain itu saksi juga menyebut ada dugaan keterlibatan seseorang yang memfasilitasi dalam pemberian uang sebesar Rp 65 juta kepada aparat.

    “Saya tahu betul kejadiannya mulai penangkapan JM sampai dipulangkan bahkan ada yang memfasilitasi dengan uang 65 juta kepada aparat,” ungkap sumber tersebut, Minggu (8/2).

    Tak hanya itu, sumber yang sama juga mengaku ada seseorang yang diduga telah menerima sejumlah uang dari oknum aparat agar kasus ini tidak meluas.

    “Sejumlah uang sudah diterima oleh seseorang agar kasus ini tidak mencuat” ungkap sumber.

    Pengakuan tersebut muncul kecurigaan terhadap profesionalisme dan integritas aparat penegak hukum (APH), khususnya di tubuh Satnarkoba Polres Bangkalan. Pasalnya, jika benar terjadi, tindakan tersebut tidak hanya mencederai upaya pemberantasan narkoba, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

    Menanggapi hal itu, Kasat narkoba melalui Kasi Humas Polres Bangkalan menepis dugaan tersebut. Kasi Humas menegaskan bahwa pada saat penangkapan, petugas tidak menemukan barang bukti yang dimaksud.

    Tidak putus disitu, JM yang merupakan target petugas sebagai salah satu pengedar sabu di wilayah Tragah dan sekitarnya, langsung digelandang ke Mapolres Bangkalan untuk dilakukan tes urine. Al hasil, Kasi Humas menyatakan negatif.

    “Saat penangkapan, petugas tidak menemukan barang bukti dari JM dan setelah dilakukan tes urine hasilnya negatif,” terang Kasi Humas, Kamis, (12/2)

    Terkait dengan uang sebesar Rp 65 juta yang diduga diterima oleh Kasat narkoba, Kasi Humas masih butuh waktu untuk menyampaikannya kepada unit narkoba.

    “Nanti kami sampaikan ke penyidik nya, mohon waktunya,” pungkasnya.

    Informasi terkini paska JM dipulangkan, tetangga dan orang-orang terdekat di sekitarnya mengaku tidak melihat keberadaannya yang biasanya sering terlihat di rumahnya. (Azis)***

  • Uncategorized

    Inovasi, Empati, dan Kolaborasi: Wajah Baru Pendidikan Vokasi Bersinar di Expo Expose SMK Hebat 2026

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Gelombang semangat, kreativitas, dan kolaborasi membuncah dalam gelaran Expo Expose SMK Hebat 2026 tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bertempat di Grand City Convention Hall Lantai III, ajang tahunan ini menjelma menjadi panggung besar kebangkitan pendidikan vokasi.

    Hanya dalam satu hari, Jumat (13/2/2026), lebih dari 2.150 pengunjung memadati area pameran mulai dari siswa, guru, pelaku industri, hingga masyarakat umum dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas dan daya saing SMK se-Jatim.

    Sejak pagi hingga malam, suasana expo dipenuhi antusiasme. Deretan stan kreatif berdiri megah, menampilkan karya-karya terbaik siswa yang telah melalui proses kurasi ketat. Produk-produk tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi benar-benar dipresentasikan sebagai solusi nyata bagi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

    Beragam kompetensi keahlian tampil memukau. Teknologi rekayasa dan manufaktur menghadirkan inovasi aplikatif, kuliner kreatif tampil dengan kemasan profesional, layanan kesehatan menawarkan praktik langsung, seni dan ekonomi kreatif memamerkan karya bernilai estetika tinggi, hingga pertanian modern yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.

    Setiap karya yang dipajang menyiratkan satu pesan kuat: lulusan SMK Jawa Timur siap menjawab tantangan pasar kerja nasional bahkan global.

    Salah satu sorotan utama datang dari partisipasi 18 SMK bidang Kesehatan dan Pekerjaan Sosial yang dikoordinasi oleh SMK Negeri 2 Malang. Berbeda dengan stan produk fisik, bidang ini menghadirkan layanan profesional secara langsung kepada pengunjung.

    Koordinator kegiatan, Eviatun Khairiyah, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan meliputi cek gula darah, pemeriksaan tekanan darah gratis, food spa, manicure, pijat relaksasi, hingga permainan edukatif untuk anak-anak.

    “Kalau bidang lain menawarkan produk barang, kami fokus pada layanan kesehatan dan pekerjaan sosial. Tahun ini lebih berkembang dan variatif,” ujarnya.

    Menariknya, sebagian layanan diberikan secara berbayar. Namun respons masyarakat justru sangat positif. Pengunjung tetap antusias memanfaatkan layanan yang tersedia, menunjukkan bahwa kompetensi siswa SMK di bidang kesehatan semakin dipercaya.

    Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan tenaga siap kerja, tetapi juga calon wirausahawan muda yang mampu membuka peluang usaha berbasis keahlian.

    Expo ini juga menjadi ruang belajar lintas sekolah. Tiara dan Marca, siswa kelas 13 dari SMK Negeri 5 Surabaya, mengaku terinspirasi setelah melihat inovasi dari sekolah lain di luar kota.

    “Kita jadi tahu produk dari sekolah lain, bukan cuma Surabaya, tapi juga dari Jombang, Magetan, sampai Jember,” ungkap Tiara.

    Mereka terkesan dengan miniatur jembatan dari stik es krim dan maket rumah satu hingga dua lantai yang dipamerkan. Bagi mereka, expo ini bukan sekadar kunjungan, tetapi pengalaman yang memperluas wawasan dan memantik semangat berinovasi.

    Tak hanya pameran produk, Expo Expose SMK Hebat 2026 juga menghadirkan talkshow interaktif yang mempertemukan siswa dengan praktisi industri, pelaku usaha, akademisi, dan profesional kreatif.

    Topik yang dibahas mencakup peluang kerja, strategi membangun usaha sejak bangku sekolah, hingga perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Suasana diskusi berlangsung dinamis. Para siswa aktif bertanya dan berdialog langsung, menciptakan pengalaman belajar yang aplikatif dan inspiratif.

    Kehadiran perwakilan industri semakin memperkuat nilai strategis kegiatan ini. Sejumlah perusahaan menjajaki peluang kerja sama, membuka kesempatan magang, hingga rekrutmen langsung. Momentum ini menegaskan bahwa expo bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan jembatan konkret antara pendidikan dan dunia kerja.

    Panggung hiburan pun tak kalah memikat. Tari tradisional, pertunjukan musik, hingga orkestra pelajar menghadirkan harmoni yang memperkaya suasana. Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa SMK Jawa Timur tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kuat dalam karakter, budaya, dan kreativitas.

    Ledakan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang dalam sehari menjadi indikator kuat bahwa pendidikan vokasi semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Expo Expose SMK Hebat 2026 bukan hanya menampilkan produk, tetapi juga memperlihatkan proses pembelajaran, semangat kolaborasi, dan optimisme generasi muda yang tengah ditempa menjadi SDM unggul.

    Melalui sinergi antara sekolah, industri, dan masyarakat, SMK se-Jawa Timur menegaskan perannya sebagai pilar strategis pembangunan sumber daya manusia. Pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan deklarasi bahwa vokasi adalah masa depan dan Jawa Timur siap memimpinnya. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Expo Expose 2026 Jawa Timur ! SMK Hebat 2026 Jadi Panggung Mimpi, Karya, dan Harapan Generasi Emas

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Ada yang berbeda di sudut megah Grand City Lantai III pekan ini. Bukan sekadar riuh pameran, melainkan denyut harapan, semangat, dan mimpi ribuan siswa yang bertemu dalam satu panggung besar: Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026 yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim).

    Selama tiga hari, 12–14 Februari 2026, sebanyak 269 SMK negeri dan swasta se-Jawa Timur menghadirkan karya terbaik mereka.

    Di setiap stan, terpancar kebanggaan bukan hanya atas produk yang dipajang, tetapi atas proses panjang yang melibatkan kerja keras, kegigihan, dan kolaborasi antara siswa dan guru.

    Expo ini bukan sekadar etalase hasil praktik sekolah. Ia adalah ruang pertemuan antara cita-cita dan kenyataan, antara ruang kelas dan dunia industri.

    Beragam inovasi ditampilkan dalam 10 kompetensi strategis mulai dari pariwisata, teknologi manufaktur, teknologi rekayasa, kesehatan, perhotelan, kemaritiman, pertanian, hingga seni dan ekonomi kreatif.

    Di balik setiap produk kuliner kreatif, aplikasi teknologi, layanan kesehatan, hingga karya seni, ada cerita tentang siswa yang belajar jatuh dan bangkit.

    Ada guru yang mendampingi tanpa lelah. Ada sekolah yang percaya bahwa keterampilan adalah jembatan masa depan.

    Tak semua karya bisa tampil. Produk-produk yang dipamerkan telah melalui proses kurasi ketat dipilih karena dinilai siap bersaing di pasar.

    Bahkan, seluruhnya diperjualbelikan, membuktikan bahwa karya siswa SMK bukan hanya untuk dinilai, tetapi untuk dihargai.

    “Expo ini bukan sekadar pamer karya. Ini tentang membuka jalan agar produk SMK bisa menembus pasar, bahkan berpeluang ekspor,” ujar salah satu perwakilan panitia dengan penuh keyakinan.

    Yang membuat expo ini semakin bermakna adalah hadirnya sesi business matching antara SMK dan mitra industri. Di ruang-ruang diskusi itulah masa depan dirancang—kerja sama produksi dibahas, peluang investasi dibuka, dan kesempatan kerja diperluas.

    Bagi siswa, ini bukan hanya kesempatan bertemu calon perekrut. Ini adalah momen pembuktian bahwa keterampilan yang mereka pelajari relevan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

    SMK memiliki tiga orientasi utama: bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Melalui expo ini, ketiganya mendapat ruang yang sama untuk tumbuh.

    Dindik Jatim optimistis kegiatan ini turut mendorong penurunan angka pengangguran lulusan SMK melalui peningkatan serapan kerja dan penguatan kewirausahaan siswa.

    Di sisi lain, Jawa Timur juga terus menjaga tradisi prestasi. Tiga kali berturut-turut meraih juara pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional, provinsi ini bertekad mempertahankan capaian tersebut.

    Tak hanya inovasi teknologi dan produk bisnis, panggung expo juga diramaikan penampilan seni siswa tari tradisional, pertunjukan wayang kulit, hingga orkestra pelajar.

    Semua berpadu dalam harmoni yang memperlihatkan bahwa SMK bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang karakter dan budaya.

    Pada hari pertama saja, sekitar 2.100 pengunjung memadati lokasi—mulai dari siswa, guru, masyarakat umum, hingga perwakilan industri. Antusiasme itu menjadi bukti bahwa publik semakin percaya pada kualitas pendidikan vokasi.

    Expo & Expose SMK Hebat Jawa Timur 2026 adalah cerminan perubahan. Bahwa sekolah kejuruan hari ini bukan lagi pilihan kedua, melainkan pusat lahirnya inovator muda. Bahwa dari ruang praktik sederhana, lahir karya yang siap bersaing di pasar nasional bahkan global.

    Di setiap produk yang terjual, di setiap kartu nama yang bertukar, di setiap tepuk tangan yang menggema tersimpan satu pesan kuat:

    SMK Jawa Timur sedang menulis masa depan. Dan masa depan itu terlihat begitu menjanjikan. (Bgn)***

  • Daerah

    Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian Desa Sengon dan Sumurup Berjalan Lancar

    WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek, 6 Februari 2026 – Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Kerugian untuk warga Desa Sengon dan Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, telah dilaksanakan.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk BPN Trenggalek, Kejaksaan Negeri Trenggalek, Kepolisian Resort Trenggalek, Kodim Trenggalek, Pemda Trenggalek, dan Kementerian PU BBWS Brantas.

    Hasil musyawarah menunjukkan bahwa dari 25 bidang di Desa Sengon, 24 bidang telah setuju dengan bentuk ganti kerugian, sedangkan 1 bidang dikeluarkan karena sebagian tidak masuk penlok SHM masih satu keluarga.

    Sementara itu, di Desa Sumurup, dari 17 bidang, 16 bidang telah setuju, dan 1 bidang masih menunggu persetujuan keluarga.

    Musyawarah ini merupakan langkah penting dalam proses pembangunan di wilayah Trenggalek, dan diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Red)***

  • Uncategorized

    Expo Expose SMK Jawa Timur 2026: Ketika Talenta Vokasi Naik Panggung, Masa Depan Industri Dipertaruhkan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun sumber daya manusia unggul kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Expo Expose SMK Jawa Timur 2026, sebuah perhelatan akbar pendidikan vokasi yang akan digelar pada 12–14 Februari 2026 di Hall Expo Grand City Mall Surabaya. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, khususnya Bidang SMK, sebagai panggung strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu ekosistem produktif.

    Selama tiga hari penuh, Expo Expose SMK akan menjadi etalase prestasi, inovasi, dan karya terbaik siswa SMK se-Jawa Timur. Ratusan SMK negeri dan swasta akan menampilkan produk unggulan berbasis kompetensi keahlian, mulai dari teknologi terapan, kuliner kreatif, fashion, kriya, animasi, otomotif, hingga berbagai inovasi berbasis kebutuhan industri dan wirausaha masa depan.

    Lebih dari sekadar pameran, Expo Expose SMK merupakan ikhtiar strategis dan investasi jangka panjang untuk memastikan lulusan SMK Jawa Timur benar-benar siap kerja, siap berwirausaha, dan siap bersaing. Kegiatan ini dirancang untuk mempertajam keterampilan siswa, menguji kesiapan kompetensi, serta membuka akses langsung ke dunia industri dan pasar kerja yang sesungguhnya.

    Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Anny Saulina, menegaskan bahwa Expo Expose SMK menjadi sarana penting untuk menunjukkan kualitas nyata sumber daya manusia SMK Jawa Timur di hadapan publik dan pelaku usaha.

    “Melalui Expo Expose SMK, kami ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada masyarakat dan para pengusaha bahwa lulusan SMK Jawa Timur memiliki kompetensi, keterampilan, dan etos kerja yang siap mendukung dunia usaha dan industri,” ujar Bunda Anny.

    Dalam rangka memperkuat relevansi dan keberlanjutan, Bidang SMK Dindik Jatim juga menjalin kolaborasi aktif dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Kolaborasi ini bertujuan menyerap kebutuhan riil industri, termasuk spesifikasi keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan pasar kerja, agar dapat diintegrasikan secara sistematis dalam pengembangan kurikulum SMK.

    Sinergi dengan Kadin Jatim diharapkan menjadi jembatan strategis antara sekolah dan industri, sekaligus memastikan bahwa pendidikan vokasi tidak berjalan di ruang hampa, melainkan selaras dengan dinamika dunia usaha dan perkembangan ekonomi daerah.

    Untuk memperkuat dampak ekonomi dan profesional, Expo Expose SMK 2026 juga akan diiringi berbagai agenda unggulan, seperti workshop tematik, talkshow inspiratif, business matching, serta buyer meet seller. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mendorong terjadinya transaksi riil, kerja sama bisnis, hingga peluang penyerapan tenaga kerja bagi lulusan SMK.

    Nuansa kreativitas semakin hidup melalui Fashion Show karya siswa SMK, yang menampilkan desain busana hasil inovasi dan eksplorasi talenta muda Jawa Timur. Tak hanya itu, beragam hiburan budaya dan seni turut memeriahkan expo, mulai dari pagelaran wayang kulit, live music, orchestra, hingga kolaborasi tari antarsiswa SMK, sebagai simbol harmoni antara vokasi, budaya, dan kreativitas.

    Yang membanggakan, Expo Expose SMK Jawa Timur 2026 terbuka untuk umum dan gratis, memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung potensi besar generasi vokasi Jawa Timur.

    Expo Expose SMK bukan hanya perayaan karya siswa, tetapi juga pernyataan arah masa depan: bahwa SMK Jawa Timur hadir sebagai pilar utama pencetak SDM unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

    Bravo SMK Jawa Timur.
    Terus melangkah, berkarya, dan menjadi tulang punggung masa depan industri bangsa. (Bgn)***

  • hukum,  Kriminal

    Pemerasan Berkedok Kritik: Jaksa Bongkar Skema Tekanan Dua Mahasiswa Terhadap Kadisdik Jatim, Dituntut Penjara

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya berubah menjadi panggung pembongkaran fakta hukum ketika Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur secara terbuka menguliti dugaan praktik pemerasan yang menyeret dua mahasiswa, Sholihuddin dan Muhammad Syaefuddin Suryanto, terhadap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Peawai, Senin (9/2/2026).

    Agenda pembacaan tuntutan menjadi titik balik perkara. Negara, melalui Jaksa Sri Rahayu dan Erna Trisnaningsih, menyatakan dengan tegas bahwa perkara ini bukan kritik, bukan kontrol sosial, dan bukan aktivisme, melainkan tindakan pemaksaan yang memenuhi seluruh unsur pidana pemerasan.

    Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Cokia Anna Oppusunggu, jaksa memaparkan bahwa tindakan para terdakwa dilakukan dengan pola tekanan yang terstruktur, memanfaatkan posisi korban sebagai pejabat publik, serta diarahkan untuk menekan kehormatan dan reputasi jabatan negara.

    Jaksa menilai, perbuatan tersebut telah melampaui batas kebebasan berekspresi dan berubah menjadi instrumen intimidasi bermuatan kepentingan pribadi.

    “Perbuatan para terdakwa telah mencederai nama baik, kehormatan, dan martabat korban sebagai pejabat negara,” tegas jaksa dalam uraian tuntutannya.

    Lebih jauh, jaksa menggarisbawahi bahwa jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bukan sekadar identitas personal, melainkan simbol otoritas negara.

    Setiap upaya menekan, memeras, atau mencemarkan kehormatan jabatan tersebut, menurut jaksa, berimplikasi langsung pada rusaknya kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

    Berdasarkan rangkaian alat bukti dan fakta persidangan, Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa Sholihuddin dan Muhammad Syaefuddin Suryanto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemerasan, sebagaimana diatur dalam Pasal 433 ayat (2) jo Pasal 612 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, juncto ketentuan penyesuaian pidana yang berlaku efektif Tahun 2026.

    “Atas perbuatan tersebut, menuntut masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan,” ujar jaksa dengan nada tegas di hadapan majelis hakim.

    Jaksa juga mengungkap dimensi bahaya sosial dari perkara ini. Menurut penuntut umum, jika praktik semacam ini dibiarkan dan dibungkus narasi idealisme, maka setiap pejabat publik dapat menjadi sasaran tekanan ilegal, dan hukum akan kalah oleh cara-cara non-prosedural yang merusak tatanan demokrasi.

    Dalam pertimbangan tuntutan, jaksa menyebut hal yang memberatkan adalah dampak langsung perbuatan terdakwa terhadap kehormatan korban dan stabilitas kepercayaan publik, serta potensi menciptakan preseden buruk dalam relasi antara warga dan pejabat negara.

    Sementara hal yang meringankan, jaksa mencatat bahwa kedua terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap kooperatif selama proses persidangan.

    Dari kubu terdakwa, penasihat hukum menyatakan akan mengajukan perlawanan hukum melalui Nota Pembelaan (Pleidoi). Ia menegaskan bahwa pembelaan akan disampaikan secara tertulis pada sidang lanjutan.

    Majelis hakim kemudian menutup persidangan dan menjadwalkan agenda lanjutan untuk mendengarkan pleidoi dari pihak terdakwa.

    Sidang berikutnya dipastikan akan menjadi medan uji batas antara kritik dan kejahatan, antara kebebasan berekspresi dan pemaksaan bermuatan pidana.

    Perkara ini kini berdiri sebagai peringatan keras: ketika kritik kehilangan etika dan hukum, ia tidak lagi menjadi suara moral, melainkan alat tekanan yang berhadapan langsung dengan palu keadilan. (Bgn)***

  • Uncategorized

    “APA KABAR” Pak Kapolda Jatim, “Sabung Ayam Aduan BLITAR Menyalah Tak Tersentuh Hukum”

    “Hidup APH”, Undangan Terbuka T1000 Desa Ngoran “Judi Sabung Ayam Berjalan Lancar Bebas Hambatan”

    WARTAPENASATUJATIM | BLITAR – Publik di buat tercengang, Tepat pada hari Minggu Tanggal 08 Februari 2026 kemaren lusa, terjadi tarung alias diduga “Judi Adu Ayam” Stadion Ngaron, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tersebar “Undangan Terbuka T1000”.

    Undangan Turnamen berkedok “Judi Sabung Ayam Aduan” ini, sempat tersebar di group Whatsapp para penggliat Sabung Ayam Aduan (para penjudi), Undangan tersebut di sebar sebelum terjadi hajatan Sabung Ayam. mengutip media targetNews, Setelah gaduh ramainya pengumuman undangan itu tersebar, akhirnya tercuimlah gelagat bakal ada “Judi Sabung Ayam Aduan” di berbagai awak media sekitar Kabupaten Blitar dan Kota, hingga juga tersebar di Group Whatsapp Wartawan Liputan Polda Jatim.

    Dari informasi tersebarnya berbagai awak media sekitar Kabupaten Blitar dan Kota, hingga juga tersebar di Group Whatsapp Wartawan Liputan Polda Jatim, sempat terjadi Chat Whatsapp seseorang (narasumber) yang membocorkan agenda “Judi Adu Ayam” Stadion Ngaron, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, (Red-nama tidak mau terexpose media).

    Dalam percakapan Via Chat Whatsapp, sempat menyebut seorang bernama “Pak Eko dan Pak Tonyok”???, yang diduga sebagai penanggung jawab agenda Undangan Terbuka T1000 “Judi Adu Ayam” Stadion Ngaron. Lebih parahnya lagi saat percakapan Via Chat Whatsapp bersama narasumber (Red-nama tidak mau terexpose media), juga mengatakan “TNI-POLRI sudah di bayar pasti Aman”???.

    Wilayah Hukum “Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Blitar dan Kota MENGERIKAN”!!!, konon desas-desus Bandar Besar merupakan sosok Bandar “Kebal Hukum” wilayah tersebut, miskipun sering tersorot di publikasikan oleh berbagai media, namun kegiatan “Judi Sabung Ayam Aduan”, ataupun sering terjadi penggerebekan alias di bubarkan Aparat Penegak Hukum (APH) TNI-POLRI Gabungan, tetap aja beroperasi dengan cara permainan lain waktu (tutup sementara) alias tidak tersentuh HUKUM.

    Mengacu kepres dan perlu untuk di ketahui, dalam Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2024 sudah menerangkan, “Bahwa kegiatan perjudian merupakan kegiatan melanggar hukum yang mengakibatkan kerugian finansial, gangguan sosial, dan psikologis yang dapat menimbulkan efek tindak kriminal lanjutan,” bunyi poin pertimbangan Keppres yang diteken pada Jumat, 14 Juni 2024 tahun lalu. Ingat!!!, Ketika praktik perjudian dapat beroperasi terang-terangan tanpa rasa takut, pertanyaannya bukan lagi siapa pelakunya, melainkan di mana negara berada (APH).

    Muncul pertanyaan mendasar, mengapa hukum seolah berhenti di satu titik? Ketika pelaku utama bebas beroperasi, sementara arena terus hidup, publik berhak menduga adanya pembiaran sistematis dan terstruktur atau faktor lain yang membuat hukum tak lagi bekerja sebagaimana mestinya. Dan ini jelas-jelas murni melanggar hukum Pasal 303 KUHP itu nyata. Tapi mengapa aneh bin Ajaib, seperti tidak ada keberanian “APH”untuk menutup secara permanen.

    Sangat Mengherankan, Nama Pengendali Muncul (“APH”) lalu Hukum Menghilang, Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar!!!, mengapa hukum seolah berhenti di satu titik???. Ketika pelaku utama bebas beroperasi alias “Bos Bandar Besar”, sementara arena terus hidup (tempat perjudian Sabung Ayam).

    Sangat Ironi, Aktivitas ilegal ini bukan dilakukan secara sembunyi-sembunyi melsikan Arena sabung ayam beroperasi secara terbuka berkedok turnamen, mengundang pemain dari berbagai daerah, dengan perputaran uang yang ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum (APH) khususnya di wilayah hukum Polres Kabupaten Blitar -Polda Jawa Timur, tepatnya di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, karena praktik tersebut seolah dibiarkan hidup di tengah pengawasan yang seharusnya ketat.

    Usut punyak usut, Arena yang sebelumnya sempat ditutup setelah pemberitaan masif di berbagai media nasional baik media online, kini kembali beroperasi tanpa hambatan berarti. Pola ini menimbulkan dugaan serius bahwa penindakan selama ini hanya bersifat sementara, formalitas belaka, dan tidak menyentuh akar persoalan.

    Menurut pandang Kaca mata hukum tidak pidana tentang perjudian banyak Pasal dan Bukan Sekadar Judi. Praktik sabung ayam ini tidak hanya melanggar satu ketentuan hukum, melainkan berlapis-lapis aturan pidana, antara lain, Pasal 303 ayat (1) KUHP
    Tentang tindak pidana perjudian, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp25 juta. Pasal 303 bis KUHP, Mengatur keterlibatan pemain judi, dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

    Banyak Pasal dan Bukan Sekadar Judi, seperti Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian Menegaskan bahwa segala bentuk perjudian merupakan tindak pidana dan harus diberantas, Pasal 55 KUHP Mengatur pihak yang turut serta, membantu, atau memfasilitasi tindak pidana, Pasal 56 KUHP Menjerat pihak yang dengan sengaja memberi bantuan atau kesempatan terjadinya kejahatan.

    Lebih mengkhawatirkan lagi, arena ini disebut sudah beberapa kali dibubarkan, namun selalu kembali beroperasi. Fakta ini memperkuat persepsi publik bahwa penegakan hukum tidak dilakukan secara konsisten, bahkan terkesan ada toleransi berlebihan terhadap “Bos Bandar Besar”. Karena dalam negara hukum, kejahatan yang dibiarkan tumbuh adalah tanda lemahnya kekuasaan hukum, dan aparat (APH) yang memilih diam saat hukum dilanggar adalah masalah yang jauh lebih berbahaya daripada perjudian itu sendiri.

    Sangat memperihatinkan, dan kini menjadi sorotan tajam publik tertuju pada wilayah hukum Polda Jawa Timur – Polres Kabupaten Blitar dan Kota dimana diduga ada pada saat pada hari Minggu Tanggal 08 Februari 2026 kemaren lusa, ada “Judi Sabung Adu Ayam” yang diduga berada Stadion Ngaron, Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tersebar “Undangan Terbuka T1000”, Dalam konteks “diamnya aparat penegak hukum (APH) lingkup TNI-POLRI, khusnya Kepolisian” tidak lagi bisa ditafsirkan sebagai kelengahan, melainkan berpotensi masuk kategori pembiaran. Jika terbukti adanya unsur kesengajaan atau penyalahgunaan kewenangan, maka oknum aparat (APH) patut dapat dijerat dengan ;

    å Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat.

    å Pasal 5 dan Pasal 11 UU Tipikor, jika terdapat indikasi penerimaan sesuatu terkait pembiaran penegakan hukum.
    Kode Etik Profesi Polri, yang dapat berujung sanksi etik hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). (red)***

  • Uncategorized

    Menakar Sehatnya Pers, Menjaga Daulat Ekonomi, Menguatkan Bangsa

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Tanggal 9 Februari 2026 kembali menjadi penanda penting bagi perjalanan dunia jurnalistik nasional. Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini mengusung tema besar “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebuah tema yang terdengar sederhana, namun sesungguhnya menyimpan gugatan moral yang dalam bagi segenap insan pers.

    Tema ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah cermin, sekaligus ujian. Ujian tentang sejauh mana pers Indonesia benar-benar sehat, sungguh-sungguh berdaulat, dan berperan nyata dalam menguatkan bangsa.

    Kata “sehat” yang melekat pada pers tidak boleh dipersempit pada aspek fisik atau administratif semata. Sehat adalah soal integritas, etika, dan kualitas. Sehat berarti media tidak diperalat, tidak diperjualbelikan, dan tidak menjadikan kartu pers sebagai alat tekanan atau transaksi kepentingan.

    Realitas hari ini memaksa kita jujur: masih ada insan pers yang menjauh dari makna sehat itu. Media digunakan sebagai alat tawar-menawar, narasi disandera kepentingan, dan profesi luhur direduksi menjadi sekadar alat legitimasi kekuasaan atau ekonomi. Di titik inilah pertanyaan mendasar harus diajukan: apakah pers kita benar-benar sehat, atau hanya tampak sehat di permukaan?

    Pers yang sehat akan melahirkan perilaku positif. Dalam tubuh jurnalistik yang sehat, nalar kritis berjalan beriringan dengan nurani. Pikiran jernih melahirkan karya yang mencerdaskan, bukan menyesatkan. Kreativitas dan inovasi tumbuh bukan karena pesanan, melainkan karena kesadaran profesi.

    Lalu hadir frasa “ekonomi berdaulat”, sebuah pengakuan jujur bahwa kemerdekaan pers tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan insan pers itu sendiri. Pers yang lapar akan sulit berdiri tegak. Pers yang rapuh secara ekonomi akan mudah goyah secara etik.

    Kedaulatan ekonomi pers berada di ruang yang rapuh: di antara idealisme dan realitas. Ketika kebebasan menulis masih dipengaruhi oleh kemampuan bertahan hidup, maka independensi menjadi mahal. Inilah ironi yang belum sepenuhnya diselesaikan.

    Organisasi pers, termasuk PWI dan berbagai aliansi jurnalistik lainnya, kerap menyajikan aturan, kode etik, dan kewajiban moral namun sering kali lupa bahwa kesejahteraan adalah fondasi ketaatan etik. Wartawan diminta ideal, tetapi dibiarkan bertahan sendiri dalam ketidakpastian ekonomi.

    Pemerintah pusat hingga daerah memang memberikan perhatian melalui skema anggaran dan kemitraan. Namun pertanyaan kritisnya adalah: apakah perhatian itu inklusif, atau hanya dinikmati oleh segelintir kelompok tertentu? Jika kesejahteraan hanya beredar di lingkaran sempit, maka kedaulatan ekonomi pers masih sebatas jargon.

    Di sisi lain, era digital telah membuka ruang baru. Media daring tumbuh cepat, domain dapat dibangun dengan mudah, dan jurnalisme warga berkembang pesat. Ini adalah peluang sekaligus tantangan. Kemudahan akses tidak boleh menurunkan standar etik, dan keterbukaan tidak boleh mengaburkan tanggung jawab.

    Akhirnya, frasa “Bangsa Kuat” menjadi tujuan utama. Bangsa yang kuat tidak lahir dari pers yang lemah. Bangsa yang kuat membutuhkan pers yang mampu menjadi penopang kepercayaan publik, pengawal kebijakan, sekaligus penyampai wajah bangsa secara jujur dan berimbang.

    Jurnalisme hari ini bukan sekadar penyampai peristiwa, tetapi juga public relation bangsa—yang menampilkan capaian pembangunan, mengkritisi kekurangan, dan menjaga optimisme publik tanpa kehilangan keberanian.

    Hari Pers Nasional 9 Februari 2026 seharusnya menjadi momentum kebangkitan. Kebangkitan kualitas sumber daya manusia pers, kebangkitan kesadaran etik, dan kebangkitan komitmen untuk memperjuangkan kedaulatan ekonomi insan pers sebagai jalan menuju bangsa yang lebih kuat.

    Perbedaan sudut pandang, pro dan kontra dalam pemberitaan adalah dinamika yang niscaya. Namun semuanya harus bertolak dari niat baik, pikiran positif, dan keberanian untuk selalu mencari sisi pencerahan bagi publik.

    Selamat Hari Pers Nasional 2026.
    Penghormatan setinggi-tingginya bagi seluruh insan pers yang masih setia menjaga nurani di tengah derasnya godaan zaman.

    Semoga pers Indonesia semakin sehat, semakin berdaulat, dan semakin bermartabat. (Bgn)***

  • Seni dan Budaya

    ARTOTEL TS Suites Surabaya Gelar Workshop Hijab Bucket Class, Berikan Inspirasi Bingkisan Ramadhan

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – ARTOTEL TS Suites Surabaya Hotel baru-baru ini mengadakan workshop unik bertajuk Hijab Bucket Class di One Deck Gastropub, Sabtu (07/02/2026) pukul 15.00 WIB.

    Kegiatan ini merupakan kolaborasi hotel tersebut bersama Karita, serta didukung oleh Super Skin, Heavenly Blush, dan Ina Cookies.

    Workshop ini diikuti oleh 15 peserta dan berlangsung dalam suasana yang berbeda dari biasanya.

    Area One Deck Gastropub ditata dengan meja berjejer memanjang, menciptakan atmosfer yang lebih hangat, intim, dan interaktif.

    Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias menyimak materi sambil langsung mempraktikkan pembuatan bucket menggunakan hijab serta berbagai bahan pendukung yang telah disediakan.

    Kelas ini memberikan pengalaman baru sekaligus inspirasi dalam menyiapkan bingkisan dan hampers menjelang Ramadan.

    Teddy Patrick selaku General Manager hotel tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen hotel dalam menghadirkan pengalaman yang bernilai dan relevan bagi masyarakat.

    “Kami tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang kreatif untuk berkolaborasi dan berbagi pengalaman,” kata Teddy Patrick.

    Salah satu peserta, Dian Novita, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti workshop tersebut.

    “Workshop hari ini sangat menarik. Biasanya cuma lihat di bingkisan dan hampers, sekarang saya bisa langsung belajar cara membuatnya,” katanya.

    Kegiatan Hijab Bucket Class ini merupakan salah satu contoh komitmen hotel tersebut dalam menghadirkan program kreatif dan inspiratif.

    Hotel ini berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai ruang kreatif yang mendukung kolaborasi dan pengalaman berbeda.

    Dengan adanya workshop ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berkreasi dan berinovasi dalam menyiapkan bingkisan dan hampers menjelang Ramadhan.

    Hotel tersebut berharap dapat terus menghadirkan program-program kreatif seperti ini di masa depan, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pelanggan. (Houget)***

  • AGAMA

    Haul Ke-9 Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh: Ketika Ruh Ulama Tetap Hidup Menyapa Umat

    WARTAPENASATUJATIM | Sampang — Suasana religius yang pekat dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh ke-9 yang digelar di Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu (7/2/2026).

    Lantunan dzikir, doa, dan shalawat yang mengalun khusyuk seakan menjadikan ruang dan waktu berhenti sejenak, menghadirkan kesadaran batin bahwa para kekasih Allah tidak pernah benar-benar pergi.

    Acara haul yang sarat nilai makrifat ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keberkahan. Ia bukan sekadar peringatan wafat, melainkan majelis ruhani untuk meneguhkan kembali ingatan kolektif umat terhadap jasa, fatwa, dan keteladanan seorang ulama kharismatik yang cahaya dakwahnya terus hidup, melampaui batas usia dan zaman.

    Puluhan santri dari berbagai penjuru daerah turut hadir dalam haul tersebut. Mereka datang dari Sampang, Pamekasan, Mandangin, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Jember hingga Banyuwangi.

    Kehadiran para santri lintas wilayah ini menjadi isyarat batin bahwa ilmu yang lahir dari keikhlasan akan selalu menemukan jalannya sendiri, mengalir dari hati ke hati tanpa terhalang jarak geografis.

    Rangkaian haul diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta shalawat Nabi Muhammad SAW yang menggema syahdu.

    Para jamaah larut dalam kekhusyukan, memohon ampunan dan rahmat Allah SWT, sekaligus bertabarruk dengan mengingat jejak spiritual Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh seorang alim yang hidupnya diabdikan untuk ilmu, umat, dan akhlak.

    Hasyim, selaku tuan rumah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran para santri dan undangan yang dengan istiqamah senantiasa menghadiri haul setiap tahunnya.

    “Saya menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para santri dari berbagai daerah. Semoga di tahun-tahun mendatang, Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh terus terselenggara dan semakin banyak santri yang hadir untuk mengambil hikmah dan barokah,” ungkapnya.

    Ia juga menuturkan bahwa haul ke-9 ini memiliki nuansa spiritual yang begitu kuat.

    Dalam keheningan dzikir dan doa, ia merasakan seolah sosok Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh hadir menyertai jalannya majelis, menguatkan batin para jamaah yang hadir.

    “Haul kali ini terasa sangat religius. Seakan-akan Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh masih hidup di tengah-tengah kita, menyapa batin dan mengingatkan kita untuk terus meneladani akhlak serta perjuangan beliau,” tambah Hasyim.

    Hal senada disampaikan Sayadi, yang menegaskan bahwa meskipun telah sembilan tahun berlalu sejak wafatnya Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh, namun kehadiran ruhani beliau tetap hidup dan nyata dirasakan di tengah umat.

    Waktu memang memisahkan jasad, tetapi tidak mampu memutus jejak cahaya ilmu dan keteladanan yang telah beliau tanamkan.

    Menurut Sayadi, Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh bukan sekadar dikenang sebagai seorang ulama, melainkan sebagai penjaga nilai, penuntun hati, dan pengikat ruhani umat.

    Fatwa-fatwa dan ajaran suci yang beliau sampaikan lahir dari kejernihan batin dan keikhlasan ibadah, sehingga hingga kini masih menjadi pegangan hidup, penyejuk nurani, dan penuntun langkah umat dalam menghadapi dinamika zaman.

    “Secara jasad beliau telah berpulang, tetapi secara makna dan ruhani, beliau seakan masih hadir di tengah-tengah kita,” tutur Sayadi.

    Setiap nasihat yang pernah beliau sampaikan, setiap doa yang pernah dilantunkan, terus hidup dan bersemi dalam ingatan serta amalan para murid dan pecintanya. Inilah hakikat ulama sejati: pergi secara raga, tetapi menetap dalam kesadaran umat.

    Oleh karena itu, lanjut Sayadi, Haul Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh digelar bukan sekadar sebagai tradisi tahunan, melainkan sebagai ruang muhasabah dan tabarrukan sebuah ikhtiar batin untuk kembali mengingat, meresapi, dan mengamalkan ajaran-ajaran luhur yang telah diwariskan.

    Haul menjadi jembatan ruhani antara murid dan guru, agar tali spiritual tetap terjaga dan nilai-nilai keikhlasan, kebijaksanaan, serta keteguhan iman terus hidup dalam perjalanan umat.

    Dengan doa dan dzikir yang dipanjatkan, para jamaah berharap Allah SWT melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada Mbah Kyai Bashiroh Ibnulloh, serta meneguhkan langkah generasi penerus agar senantiasa istiqamah di jalan kebenaran yang telah beliau tunjukkan jalan para ulama, jalan para kekasih Allah. (Bagas)***

Wartapenasatu.com @2025