Bencana
Banjir Rob Terjadi di Wilayah Jakarta Utara , Ancol Pastikan Penanganan Tepat dan Operasional Berjalan Lancar
Jakarta, wartapenasatu.com, 5 Desember 2025 – Beberapa hari ini terjadi banjir rob di wilayah Jakarta Utara, salah satu kawasan yang terdampak adalah Pantai Marina Ancol. Tingginya air laut mengakibatkan meluap ke area daratan khususnya jalur lalu lintas untuk kendaraan. Ancol sebagai pengelola kawasan ini telah mengantisipasi kemungkinan banjir rob dengan berbagai langkah mitigasi sejak awal musim pasang air laut, dan memastikan penanganan dilakukan dengan tepat.

Meskipun banjir rob terjadi, dampaknya terbatas hanya di area Marina saja. Ancol terus memaksimalkan pengoperasian pompa air yang tersebar di sekitar kawasan Marina guna mempercepat proses pengeluaran air dan mengurangi genangan. Tim teknis juga terus memantau situasi secara real-time untuk memastikan penanganan efektif.
Ancol Tetap Beroperasi seperti Biasa.
Penting untuk diketahui bahwa kejadian banjir rob ini tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di Ancol maupun akses menuju unit rekreasi lainnya. Pengunjung dan masyarakat yang akan berekreasi dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Ancol berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan terbaik agar dampak dari banjir rob dapat diminimalisir dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Dihimbau kepada masyarakat yang berkreasi di Ancol Taman Impian untuk menggunakan akses masuk dari Pintu Gerbang Barat (Pkl 06.00 – 18.00 wib) dan Pintu Gerbang Timur (Pkl 05.00 – 23.00 wib).
Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan
Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan

Tapsel, wartapenasatu.com – Kamis 04 Desember 2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan pada Selasa, 25 November 2025, mengakibatkan kondisi memprihatinkan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Mosa Palang, yang kini terancam longsor akibat pergeseran tanah di sekitar lokasi.
“Laporan masyarakat, hujan dengan intensitas tinggi membuat struktur tanah di area perbukitan tempat gereja berdiri menjadi tidak stabil. Warga mendapati bahwa sebagian dinding dan fondasi gereja mulai mengalami keretakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi runtuhnya bangunan jika situasi tidak segera ditangani” Ucapnya.
Kondisi gereja yang berada di daerah terpencil semakin memperburuk keadaan. Akses menuju lokasi yang sulit dilalui pascabanjir dan tanah longsor membuat warga setempat harus bergerak cepat untuk memastikan keselamatan jemaat, terutama karena gereja tersebut menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.
Warga Desa Gunung Baringin juga melaporkan bahwa beberapa bagian bangunan gereja sudah tampak rusak dan membutuhkan penanganan darurat. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan peninjauan serta mengambil langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Jemaat GPI sidang Mosa Palang penuh harap jika ada yang tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan seberapapun bisa menghubungi no hp/wa 081271238136 Gr Injil S.Gulo S.Th pimpinan sidang kami, ujarnya.
Masyarakat Mengatakan pentingnya bantuan berupa perbaikan darurat, pengamanan lokasi, dan dukungan logistik.
Mereka khawatir apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, kondisi gereja dapat memburuk dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar area.
Warga dan jemaat GPI Mosa Palang berharap agar situasi ini segera mendapatkan perhatian serius. Mereka meminta pemerintah kabupaten, relawan, dan lembaga terkait untuk memberikan respon cepat demi menjaga keselamatan bangunan gereja serta memastikan aktivitas keagamaan tetap dapat berlangsung dengan aman.
(Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan
Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan

Tapteng, wartapenasatu.com – Kamis 4 Desember 2025, Warga di Lingkungan 3, Kelurahan Lopian, semakin terpukul setelah sembilan hari berlalu tanpa adanya bantuan pangan yang seharusnya mereka terima. Kondisi ini membuat masyarakat merasa terabaikan, terlebih setelah bencana longsor yang meninggalkan dampak serius di wilayah mereka.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena hingga kini bantuan berupa obat-obatan maupun langkah pembersihan sisa material longsor belum kunjung dilakukan. Mereka menilai lurah tidak merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak, sehingga kondisi lingkungan makin memprihatinkan.
Situasi memanas pada Rabu, 3 Desember 2025, saat warga melihat mobil dinas membawa sembako menuju Desa Jago-jago. Melihat bantuan itu justru dialihkan ke wilayah lain, sejumlah warga yang merasa dianaktirikan akhirnya melakukan aksi penjarahan karena tekanan kebutuhan yang tidak tertahankan.Menurut warga, mereka hanya mendengar kabar tentang bantuan yang akan disalurkan, namun kenyataannya tidak pernah ada satu pun paket bantuan yang mereka terima. Keadaan ini membuat masyarakat merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan dalam situasi darurat.
Warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa bertindak karena kebutuhan hidup tidak bisa lagi ditunda. Mereka berharap pemerintah dapat memahami kondisi psikologis serta tekanan ekonomi yang mereka alami setelah bencana.Harapan terbesar masyarakat Lingkungan 3 Badiri adalah agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung meninjau lokasi yang terdampak. Mereka meminta pembersihan material longsor segera dilakukan karena kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian dan membahayakan keselamatan warga.
Dengan situasi yang terus terkatung-katung, warga berharap tidak ada lagi diskriminasi dalam pendistribusian bantuan, dan penanganan pascabencana dapat dilakukan secara adil serta merata. Pemerintah diimbau untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang sama tanpa pengecualian.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)TNI Salurkan Logistik ke Wilayah Terisolasi dengan Metode Airdrop
Jakarta – wartapenasatu.com. Untuk menjangkau wilayah yang terputus akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah serta sejumlah titik di Medan, TNI mengerahkan pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk melaksanakan pengiriman bantuan dengan Metode Airdrop.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin dan menjangkau seluruh korban. “Menindaklanjuti itu, TNI hari ini melaksanakan droping bantuan dengan menggunakan teknis distribusi menggunakan Helibox. Helibox ini upaya teknik distribusi bantuan ke daerah yang terisolir dan tidak terjangkau oleh jalur darat,” ujar Kapuspen.
TNI mengerahkan pesawat Cassa 212, CN-295, serta C-130 Hercules untuk melaksanakan penyaluran logistik udara. Selain Helibox, operasi akan dilanjutkan dengan teknik Airdrop seperti yang pernah dilakukan dalam misi kemanusiaan di Gaza. “Kita menggunakan pesawat Hercules kemudian melaksanakan distribusi kurang lebih 200 parasut utama dan 200 parasut cadangan, membawa bekal-bekal bantuan yang dibutuhkan oleh para penduduk,” kata Kapuspen TNI.
Secara keseluruhan, TNI telah mengerahkan 16.068 personel dalam operasi penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain itu, TNI juga mengerahkan 8 pesawat, terdiri dari Hercules, A400M, dan Boeing 737 yang telah beroperasi di wilayah terdampak. Sebanyak 19 helikopter (Caracal, Bell, Dauphin, Panther, dan Super Puma) serta 6 KRI turut diperbantukan untuk mendukung percepatan distribusi dan evakuasi.
Dimana TNI mengirimkan 4,2 ton bantuan, terdiri atas paket sembako, obat-obatan dari Puskes TNI, mi instan, dan berbagai perlengkapan kebutuhan pengungsi. Seluruh kekuatan TNI dikerahkan untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu. Prioritas TNI adalah keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka di lokasi terdampak.
Polri Kerahkan Pasukan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan
WARTAPENASATUJATIM | Jakarta — Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini menuntut disiplin, kesigapan, dan koordinasi lintas fungsi.
“Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini operasi kemanusiaan, maka harus dilakukan secara cepat, sinergis, dan gotong royong di semua lini,” ujarnya.
Wakapolri juga menyampaikan bahwa percepatan pengiriman pasukan serta logistik akan terus dilakukan secara adaptif sesuai perkembangan situasi lapangan.
Total 497 personel diberangkatkan, terdiri dari 300 Brimob, 100 Sabhara, 26 operator K9 bersama 7 ekor anjing pelacak, 27 personel DVI, 20 tim trauma healing, 15 personel Inafis (masing-masing 5 disebar ke Sumut, Sumbar, dan Aceh pada gelombang berikutnya), serta 9 personel humas.
Penugasan komando lapangan ditetapkan melalui penempatan Kombes Pol. Monang untuk sektor Sumatera Utara, AKBP Hendrick Situmorang untuk sektor Sumatera Barat, dan Kombes Pol. Aditya sebagai unsur cadangan strategi bila terjadi eskalasi.
Sementara itu unsur pengendali Baharkam juga diperkuat dengan penempatan KBP Gattot Aris Purbaya di Sumut, KBP Gun Heriadi di Aceh, dan KBP Slamet Hernawan di Sumbar.
Pemberangkatan pasukan dilakukan melalui Terminal APK Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.00 WIB. Rute penggelaran personel terbagi menjadi tiga sektor utama, yaitu Brimob 100 personel menuju Kuala Namu kemudian diarahkan ke Sibolga, Sabhara 100 personel juga melalui Kuala Namu dengan penugasan lanjutan menuju Silangit, dan Brimob 100 personel lainnya dialihkan menuju Sumatera Barat melalui Bandara Minangkabau dengan pengaturan teknis oleh Karoops.
Sisa 100 Brimob ditempatkan sebagai pasukan rotasi dan cadangan untuk penguatan lanjutan tiga wilayah tersebut. Setelah tiba, pasukan di Silangit diproyeksikan bergerak meliputi Tapanuli Utara (dua unit) serta Tapanuli Selatan (tiga unit), sedangkan pasukan yang masuk melalui Sibolga akan mengarah ke Tapanuli Tengah sebagai sektor prioritas.
Penguatan logistik dalam operasi ini berasal dari Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Polda Metro Jaya, dilengkapi tambahan terbaru berupa 600 dus makanan siap saji serta penguatan tenda lapangan, alat kesehatan, thermal gear, dan perlengkapan portable lainnya yang sedang dalam proses manifesting.
Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa seluruh pendistribusian logistik dilakukan secara berlapis untuk memastikan efektivitas penyaluran.
“Seluruh logistik diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan. Kami memastikan distribusi dilakukan berkelanjutan agar seluruh daerah terdampak menerima dukungan yang memadai,” tegasnya.
Ia melanjutkan bahwa percepatan aliran logistik menjadi prioritas utama guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilalui.
“Tujuannya jelas mempercepat penanganan, menembus wilayah terisolir, dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat,” tambahnya.
Dengan pengerahan ini, Polri menegaskan kesiapan penuh untuk memperluas operasi kemanusiaan, mempercepat proses evakuasi, serta meningkatkan dukungan logistik bagi wilayah terdampak. Polri juga menyampaikan bahwa perkembangan operasi akan dirilis secara rutin agar masyarakat menerima informasi secara cepat, akurat, dan dapat dipercaya. (Bgn)
Wujud Kepedulian, Polda Kalteng Kirim 3 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera
Wujud Kepedulian, Polda Kalteng Kirim 3 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengirimkan tiga truk bantuan logistik dalam misi kemanusiaan di wilayah Sumatera yang terkena bencana, yakni di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pengiriman bantuan tersebut, dilepas langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., S.H., M.H. dan sejumlah pejabat utama serta personel Polda, bertempat di Terminal Cargo Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa (2/12/2025).
“Hari ini Polda Kalteng bersama Bhayangkari menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumbar dan Sumut,” kata Kapolda Kalteng, usai kegiatan pelepasan.
Irjen Iwan mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan yakni dua ton beras, 300 karton mie instan dan peralatan mandi serta 26 koli pakaian baru untuk dewasa, bayi dan anak, untuk setiap Provinsi.
“Bantuan ini adalah hasil sumbangan dari personel Polda Kalteng, sebagai bentuk kepedulian dengan harapan bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” terang Kapolda.

Kapolda menerangkan bahwa penyaluran bantuan ini akan dibagi menjadi dua tahap, pertama dari Polda dan kedua dari Polres jajaran.
Untuk pendistribusiannya sendiri akan melalui jalur udara, dengan tujuan mempercepatan tersalurkannya logistik ke wilayah terdampak.
“Selain bantuan logistik, kami juga telah berkoodinasi dengan Mabes Polri untuk mengirimkan personel dan peralatan bantuan, termasuk Helikopter untuk digunakan di Aceh,” bebernya.
Irjen Iwan menegaskan komitmen mewujudkan kepedulian terhadap sesama sebagai bentuk hadirnya Polri untuk masyarakat, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi untuk situasi darurat bencana khususnya di Prov. Kalteng.
“Langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana di wilayah Kalteng sendiri telah kita optimalkan. Termasuk menyiapkan posko bantuan sosial dan memetakan daerah banjir di setiap titik rawan bencana,” terang Kapolda.
Diakhir kesempatan, Kapolda berharap semoga melalui kegiatan ini dapat mengurangi beban penderitaan korban bencana, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan sebagai wujud kepedulian dan kemanusiaan untuk persatuan bangsa.@ Herry Kalteng
Ketum Bhayangkari Beri Bantuan hingga Hibur Anak-anak Korban Bencana di Tapanuli Tengah
Ketum Bhayangkari Beri Bantuan hingga Hibur Anak-anak Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Jakarta, wartapenasatu.com – Ketum Bhayangkari Ny Juliati Sigit Prabowo mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ kepada korban bencana di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Juliati juga meninjau kondisi para korban di pengungsian.
Pantauan detikcom, Senin (1/12/2025), Juliati datang langsung ke posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Di posko itu, dia melihat kondisi ibu-ibu dan anak-anak yang mengungsi akibat banjir besar di Tapanuli Tengah.Juliati terlihat berinteraksi dengan para pengungsi. Dia bersalaman dan memeluk memeluk ibu-ibu yang menjadi korban bencana di Tapanuli Tengah. Juliati juga sempat mendengarkan curahan hati dari para pengungsi seraya memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan kepada mereka.
Tak hanya itu, Juliati terlihat menghibur anak-anak di pengungsian tersebut. Juliati mengajak anak-anak bernyanyi dan memberikan hadiah untuk mereka.
Seperti diketahui, Kapolri juga menyerahkan 8 truk bantuan untuk masyarakat korban bencana di Tapanuli Tengah. Bantuan Polri itu secara simbolik diserahkan Jenderal Sigit kepada Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ ini langsung disalurkan untuk korban bencana di posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Bantuan ini berupa bahan makanan, pakaian, dan kebutuhan masyarakat sehari-hari lainnya.
Jenderal Sigit memastikan pemberian bantuan bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar memaksimalkan pelayanan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan, termasuk kebutuhan-kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan dasar, kemudian kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti BBM, tadi beliau cek jalur-jalurnya mana saja,” ucap Kapolri.
“Intinya beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam ini untuk betul-betul dimaksimalkan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.@ Herry Kalteng
Polda Kalteng Gelar Salat Gaib, Istighosah dan Doa Bersama untuk Korban Banjir di Aceh , Sumbar dan Sumatera Utara

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Salat Gaib, Istighosah, dan Doa Bersama bagi para korban banjir yang melanda Aceh, Sumbar dan Sumatera Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Baitus Syuja, Mapolda Kalteng dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama, personel, serta perwakilan masyarakat.
Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara di Aceh, Sumbar dan Sumatera Utara.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban agar diberikan ketabahan dan keselamatan. Semoga bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan kepada mereka yang terdampak,” ujarnya.
Kabidhumas juga menyebut bahwa kegiatan keagamaan ini bertujuan memperkuat solidaritas dan kepedulian Polri serta masyarakat Kalteng terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami bencana.
Doa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat, dengan harapan agar korban banjir diberi kekuatan dan bencana segera berakhir.
“Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung upaya penanganan bencana dan penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman dan tepat sasaran,” tutupnya.@ Tgk Zunet
PENGGALANGAN DONASI UNTUK IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA (ITMI) DALAM ACARA REUNI 212 – MONAS
PENGGALANGAN DONASI UNTUK IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA (ITMI)
DALAM ACARA REUNI 212 – MONAS
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan penuh rasa syukur dan semangat ukhuwah, kami dari Rescue Masyumi Peduli mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi guna mendukung keberangkatan dan kebutuhan para anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) dalam menghadiri Reuni Akbar 212 di Monas yang akan membantu di tenda medis Rescue Masyumi untuk tenaga kesehatan terapis
Bagi saudara-saudara kita penyandang tunanetra, kehadiran pada momen ini merupakan wujud rasa syukur, penguatan iman, serta simbol bahwa kebersamaan umat tidak pernah memandang keterbatasan fisik. Kehadiran mereka adalah cahaya yang mengingatkan kita bahwa Allah meninggikan hamba-Nya karena ketakwaan, bukan karena kemampuan melihat.
🎯 Tujuan Penggalangan Dana
Donasi yang terkumpul akan difokuskan untuk kebutuhan berikut:
Transportasi anggota ITMI
Uang saku anggota ITMI sebagai tenaga medis terapis
Konsumsi anggota ITMI❤️ Mengapa Dukungan Anda Sangat Berarti?
Setiap kontribusi adalah:
Cahaya bagi mereka yang tidak dapat melihat secara fisik, tetapi memiliki hati yang terang.Bukti nyata kepedulian dan persatuan umat.
Amal jariyah yang mengalir tanpa putus, insyaAllah.
Mari kita menjadi mata bagi saudara-saudara kita tunanetra, agar mereka dapat hadir, selamat, dan terlayani dengan baik selama Reuni 212 berlangsung.
💳 Rekening Donasi Resmi
Bank Syariah Indonesia (BSI)
7308200908
a.n SAR Masyumi Peduli📞 PIC Penggalangan Donasi :
Agung Mandala
📱 0812-1110-8591Semoga setiap rupiah yang antum titipkan menjadi pemberat amal kebaikan dan menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi kita semua.
Jazakumullahu khairan katsiran.PENGGALANGAN DONASI UNTUK IKATAN TUNANETRA MUSLIM INDONESIA (ITMI)
DALAM ACARA REUNI 212 – MONASAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dengan penuh rasa syukur dan semangat ukhuwah, kami dari Rescue Masyumi Peduli mengajak seluruh kaum muslimin dan muslimat untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi guna mendukung keberangkatan dan kebutuhan para anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) dalam menghadiri Reuni Akbar 212 di Monas yang akan membantu di tenda medis Rescue Masyumi untuk tenaga kesehatan terapis
Bagi saudara-saudara kita penyandang tunanetra, kehadiran pada momen ini merupakan wujud rasa syukur, penguatan iman, serta simbol bahwa kebersamaan umat tidak pernah memandang keterbatasan fisik. Kehadiran mereka adalah cahaya yang mengingatkan kita bahwa Allah meninggikan hamba-Nya karena ketakwaan, bukan karena kemampuan melihat.
🎯 Tujuan Penggalangan Dana
Donasi yang terkumpul akan difokuskan untuk kebutuhan berikut:
Transportasi anggota ITMI
Uang saku anggota ITMI sebagai tenaga medis terapis
Konsumsi anggota ITMI❤️ Mengapa Dukungan Anda Sangat Berarti?
Setiap kontribusi adalah:
Cahaya bagi mereka yang tidak dapat melihat secara fisik, tetapi memiliki hati yang terang.Bukti nyata kepedulian dan persatuan umat.
Amal jariyah yang mengalir tanpa putus, insyaAllah.
Mari kita menjadi mata bagi saudara-saudara kita tunanetra, agar mereka dapat hadir, selamat, dan terlayani dengan baik selama Reuni 212 berlangsung.
💳 Rekening Donasi Resmi
Bank Syariah Indonesia (BSI)
7308200908
a.n SAR Masyumi Peduli📞 PIC Penggalangan Donasi :
Agung Mandala
📱 0812-1110-8591Semoga setiap rupiah yang antum titipkan menjadi pemberat amal kebaikan dan menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi kita semua.
Jazakumullahu khairan katsiran.Muara Ampolu : Ratusan Korban Bencana Alam Banjir Bandang Dan Puluhan Rumah Warga Terendam Air
Muara Ampolu : Ratusan Korban Bencana Alam Banjir Bandang Dan Puluhan Rumah Warga Terendam Air

Tapanuli Selata, wartapenasatu.com – Akibat hujan deras mengguyur beberapa kelurahan dan desa di kecamatan muara batang toru, kabupaten Tapanuli Selatan, Dan beberapa desa di wilayah kecamatan Sibabangun, kabupaten Tapanuli Tengah, provinsi sumatera utara, sejak selasa 25 November 2025
Setelah diterjang banjir dan longsor. Hingga kamis 26 November 2025, kondisi masih belum membaik. Puluhan desa terendam lumpur dan air luapan sungai Garoga dan sungai batang toru.Sementara beberapa akses utama menuju kelurahan muara ampolu, kecamatan muara batang toru, kabupaten tapanuli selatan tak bisa dilalui kendaraan roda 4 karena beberapa jembatan terputus akibat Meluap nya air sungai batang toru ke badan jalan.
Yang lebih sadis nya lagi beberapa rumah warga di kelurahan muara ampolu terbawa arus hingga puing-puing tak tersisa, setelah dihantam banjir bandang.kini hanya menyisakan sampah kayu dan lumpur. betapa kuatnya arus yang datang saat kejadian.
Ironisnya lagi beberapa makam Muslim yang ada di pinggir sungai aek mangambur hilang. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengingat makam yang tersisa aman jika terjadi kembali bencana alam seperti ini ungkap salah satu warga setempat.Puluhan warga kelurahan muara ampolu mengungsi kedes tetangga, yaitu desa Sihapas, kecamatan suka bangun, kabupaten Tapanuli Tengah,
Jalan penghubung utama antar kelurahan muara Ampolu ke kabupaten juga sangat penting untuk mengangkut bantuan, kebutuhan vital, serta menunjang kegiatan ekonomi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada akses jalan tersebut.Namun di balik peristiwa ini menghadirkan persoalan yang lebih besar. Dalam hitungan jam, tetapi juga rasa aman warga, arus logistik, dan kelancaran kegiatan ekonomi ribuan orang. Agar kejadian ini menunjukkan bahwa tata kelola pembangunan dan perlindungan lingkungan masih belum benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah.
Masyarakat tentu menantikan perbaikan segera atas jembatan yang putus. Tetapi lebih dari itu, warga berhak berkomitmen yang lebih kuat, perencanaan yang matang, pengawasan pembangunan yang lebih tegas, serta kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam. Tanpa langkah yang jelas dan berkelanjutan, bencana serupa akan terus berulang dan meninggalkan luka yang sama di kemudian hari.
(Kaperwil MWPS Sumut : t.rait)